cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Siddhayatra: Jurnal Arkeologi
ISSN : 08539030     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Art,
Siddhayatra publishes papers devoted to a broad scope in archaeological research comprises quaternary and prehistory, classical archaeology, colonial archaeology, maritime archaeology, epigraphy, ethnoarchaeology, paleoanthropology, zooarchaeology, geoarchaeology and other applied science related with human past.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT PENDUKUNG SENI CADAS LEANG SUMPANG BITA, KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN, SULAWESI SELATAN Adrian Pasaribu, Yosua
Siddhayatra Vol 21, No 1 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.18 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i1.14

Abstract

Smith, Adam. 1776. An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. London.W. Strahan dan T. CadellWhitley, David S.; Joseph M. Simon; dan Ronald I. Dorn. 1998.Rock Art Studies at CA-SBR-2347, The Paradise Bird Site, Fort Irwin N.T.C; San Bernandino County, California.Report on filem Archaeological Information Center. San Bernandino County Museum.Whitley, David S. 2005. Introduction to Rock Art Research. California. Left Coast Press. Inc.Permana, R. Cecep Eka. 2008.Bentuk-Bentuk Gambar Telapak Tangan pada Gua-Gua Prasejarah di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan. dipublikasikan online di http://melayuonline.com/ind/article/read/798/bentuk-gambar-telapak-tangan-pada-gua-gua-prasejarah-di-kabupaten-pangkajene-kepulauan-sulawesi-selatan.Sauvet, Georges; Robert Layton; Tilman Lenssen-Erz; Paul Taçon; dan Andre Wlodarczyk. 2009. Thinking with Animals in Upper Palaeolithic Rock Art; Cambridge Archaeological Journal 19:3, McDonald Institute for Archaeological Research.Sveiby, Karl-Erik. 2009.The First Leadership? Shared Leadership in Indigenous Hunter-Gatherer Bands. Draft Paper for Book Chapter on Indigenous Leadership to be published in 2009.Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. 2010.Usulan Penetapan Kawasan Gua-gua Prasejarah Maros-Pangkep sebagai Kawasan Strategis Nasional. Direktorat Peninggalan Purbakala; Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata; Jakarta (tidak diterbitkan).Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. 2011.Zonasi Gua-Gua Prasejarah Kabupaten Pangkep 2011. Makassar. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.McKie. 2014.Cave art and harpoon tips show African roots of our creative genius; The discovery of wall paintings in Indonesian caves suggests that the human ability to express ourselves began before we trekked out of Africa.diaksesonline pada tanggal 11 Oktober 2014 dihttp://www.theguardian.com/science/2014/oct/11/cave-paintings-indonesia-african-roots.Svissero, Serge dan Clem Tisdell. 2014. Hunter-Gatherer Societies: Their Diversity and Evolutionary Procceses dalam Economics, Ecology, and The Environment; University of Queensland.Vergano, Dan. 2014.Cave Paintings in Indonesia Redraw Picture of Earliest Art: The dating discovery recasts ancient cave art as a continent-spanning human practice.diterbitkan pada tanggal 8 Oktober 2014 di http://news.nationalgeographic.com/news/2014/10/141008-cave-art-sulawesi-hand-science/.
Cover Siddhayatra Vol. 20 (2) November 2015 Siddhayatra, Jurnal
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1516.708 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.87

Abstract

NASKAH ULU KULIT KAYU LUBUK SEPANG Andifani, Wahyu Rizki
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1829.008 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.62

Abstract

Naskah merupakan sebuah hasil karya tangan manusia yang dilakukan dengan cara menulis, yang isinya mengenai kehidupannya sehari-hari, baik itu mengenai perilaku terhadap manusia lain, terhadap alam dan terhadap Tuhan sang pencipta. Tulisan ini membahas tentang isi dan pesan yang terkandung dalam naskah kulit kayu atau kaghas yang ingin disampaikan oleh para leluhur. Tujuannya untuk mengetahui isi dan pesan yang terkandung di dalam naskah itu. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai yaitu untuk diketahuinya isi dan pesan yang terkandung dalam naskah tersebut. Pengumpulan  data dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: observasi lapangan, wawancara untuk mencari tahu sejarah, setelah data terkumpul, dilakukan analisis data baik itu analisis deskriptif (penjelasan tentang keadaan naskah) dan dilakukan juga analisis untuk mengetahui isi naskah dengan metode filologi. Berisikan mengenai kehidupan pada zaman dahulu yang pesan moralnya sangat berguna untuk generasi penerus, baik itu tentang bercocok tanam, mantra-mantra atau rajah yang digunakan dalam berburu atau bercocok tanam, dan peringatan-peringatan kepada semua orang agar berhati-hati dalam melakukan segala hal, sehingga mereka terhindar dari bencana yang mengancam jiwa.
TIPOLOGI INSTALASI MILITER JEPANG DI KOTA PALEMBANG, SUMATERA SELATAN Nes, Muhammad Riyad
Siddhayatra Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2382.458 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i2.135

Abstract

The military installation is a defense building that is specifically established,strengthened and closed, serves to protect an area or army from enemy attacks. The purpose of this paper is to find out the shape and function of military installations in the city of Palembang. This research method consists of the stages of data collection and special analysis using a spatial approach. The results of this study indicate that military installations in the city of Palembang have several forms, namely irregular shapes, U, rectangular, rectangular and circular / circular shapes. The function of the military installation is to maintain the oil mining area in the city of Palembang and as a base of defense and a place to spy on the enemy.
PEMUJAAN TERHADAP MAKAM, TRADISI MASYARAKAT LEBONG, BENGKULU Prasetyo, Sigit Eko; Fahrozi, Muhammad Nofri
Siddhayatra Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.37 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i2.20

Abstract

Kematian menjadi salah satu perhatian manusia sejak zaman kuno. Perlakuan terhadap orang mati telah menciptakan bangunan megah seperti piramida di Mesir hingga yang sederhana seperti adanya batu nisan untuk menandai sebuah kuburan. Dalam tradisi megalitik, menhir digunakan sebagai kultus leluhur, tapi sekarang menhir telah berkembang menjadi batu nisan, juga digunakan di masyarakat pedesaan seperti di Lebong. Animisme yang sudah ada sejak zaman prasejarah masih berlanjut hari ini. Gejala sosial unik dalam masyarakat Lebong terlihat pada fenomena kepercayaan mereka terhadap makam. Saat ini mayoritas masyarakat Lebong beragama Islam, namun dalam praktek kegiatan sosial sehari-hari banyak aspek yang membuktikan bahwa kepercayaan mereka bercampur dengan kepercayaan lain khususnya animisme. Tulisan ini membahas tentang batu tegak yang dipercaya oleh masyarakat Lebong saat ini, sebagai makam yang memiliki kekuatan magis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari mereka. Masyarakat Lebong saat ini identik dengan tradisi Melayu yang kuat dengan unsur Islam. Hal tersebut tentu saja membuat kajian ini menarik untuk dibahas, karena anggapan tersebut menjelaskan bagaimana fenomena sinkretisme terjadi dalam kehidupan sosial mereka.
TIPOLOGI MANIK-MANIK DARI SITUS AIR MERAH, KECAMATAN SUNGAI GELAM, KABUPATEN MUARO JAMBI Sahara, Laras; Prasetyo, Sigit Eko
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.844 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.96

Abstract

Manik-manik adalah benda yang biasanya berbentuk bulat dan dilubangi guna menghias badan atau sebuah benda. Manik dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti: kulit kerang, kayu, getah kayu, bji-bijian, merjan, keramik, batu, kaca, dan logam. Analisis yang dilakukan berupa tipologi, tipologi adalah studi tentang tipe dengan kegiatan kategorisasi dan klasifikasi untuk menghasilkan tipe. Analisis yang dilakukan dalam analisis manik-manik dengan menggunakan analisis khusus, yaitu mengamati atribut menyangkut bentuk, ukuran, warna, bahan, dan jumlah yang terdapat pada manik-manik. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis pada manik-manik Situs Air Merah menghasilkan tipe manik-manik seperti bulat, bulat dempak, silinder dan fragmen.
Penggunaan Total Station dalam Perekaman Data Arkeologi di Indonesia Fauzi, Mohamad Ruly
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2437.826 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.83

Abstract

Metode perekaman data arkeologi telah berkembang dengan pesat sejak dikenalnya era digital menjelang akhir abad ke-20. Salah satunya yaitu penggunaan perangkat total station dalam ekskavasi arkeologi. Alat ini berpotensi menggantikan teknik pengukuran konvensional karena kemiripan data yang dihasilkan, yaitu koordinat kartesian (x, y, z atau E, N, H). Namun demikian, peruntukan total station yang pada awalnya digunakan dalampekerjaan kontruksi dan survei geospasial belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh arkeolog di Indonesia. Diperlukan suatu teknik khusus dalam penggunaanya di dalam ekskavasi arkeologi. Berdasarkan studi kasus penggunaan total station di sejumlah situs oleh penulis, alat ini sangat membantu dalam perekaman topografi, provenience temuan, serta berbagai perekaman morfologi situs lainnya. Dasar-dasar teknik dan metode penggunaan alat ini akan dibahas di dalam artikel ini, sekaligus penerapannya di lapangan dan variasi pengolahandatanya.
JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA rahman, hafidhir
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.755 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.144

Abstract

Cover Siddhayatra Vol. 22 (1) Mei 2017 Dewan Redaksi, Dewan Redaksi Dewan Redaksi
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.326 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.58

Abstract

KEBERAGAMAN MASYARAKAT DAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA (SUATU ANALISIS HISTORIS DALAM BIDANG SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI DAN AGAMA) Sholeh, Kabib
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.818 KB) | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.123

Abstract

The kingdom of Sriwijaya was known as the greatest protector and follower of Buddhism in the archipelago of his time. The diversity of society, race and religion make Sriwijaya truly able to maintain peace, diversity and tolerance among religious people.. The purpose of this study is to analyze the diversity of society in the kingdom of Sriwijaya in various aspects of life, tolerance among religious communities between Buddhism, Islam and Hinduism, and the factors emergence of life tolerance in the kingdom of Srivijaya. The method used is historical method. The steps in historical methods include heuristics (data collection / source), verification (selection or source criticism), interpretation (historical interpretation) and the last is historiography (historical writing). This research explains the diversity of society in the Sriwijaya kingdom from indigenous peoples, Arabs, Indians and Chinese, and the foreign community is in the kingdom of Sriwijaya due to economic factors and they enter by trade. The diversity of the people in the kingdom of Sriwijaya is highly protected by the king of Sriwijaya kingdom so there is no emphasis, murder, threats from the king of Sriwijaya kingdom unless they do the rebellion will be burned. The king of the kingdom of Sriwijaya felt happy and respected the diversity of his people. The king of the kingdom of Sriwijaya is open to strangers, loving peace based on the unreliability of leadership in accordance with his Buddhist teachings. Such conditions have an impact on the policy of the king of Sriwijaya kingdom in addressing a difference in running beliefs and religions such as Buddhism, Islam, Hinduism and local beliefs. Sriwijaya highly upholds religious tolerance as depicted on the Hindu temple site Bumiayu temple, the arrival andsettlement of Muslim traders in the kingdom of Sriwijaya, so that the kingdom of Sriwijaya sent a letter to the Umayyads to request the sending of a mubaleq as king's adviser. All these evidences depict the king of the kingdom of Sriwijaya very tolerant of other religions.

Page 4 of 14 | Total Record : 137