cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
The Metode Pendidikan Keteladanan Relevansi antara Qasidah Burdah dengan Teori Belajar Sosial Albert Bandura: Metode Pendidikan Keteladanan Relevansi antara Qasidah Burdah dengan Teori Belajar Sosial Albert Bandura Intan Budiana Putri; Abdul Muhid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.1111

Abstract

Dalam pendidikan Islam, keteladanan merupakan metode yang paling banyak terlihat hasilnya dan terbukti bersifat influentif di dalam membentuk moral, spiritual maupun sosial seorang anak. Qashidah Burdah melalui sya’ir-sya’ir nya yang begitu indah, yang menceritakan kisah Rasulullah yang terpilih, ditulis oleh seorang penyair yang alim. Teori belajar sosial menjelaskan bahwa, perilaku dibentuk oleh hubungan yang terjadi antara klien dengan lingkungannya. Modeling adalah salah satu teknik yang disusun oleh Albert Bandura. Tujuan dari riset ini merupakan sebagai sarana untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan keteladanan dalam syair-syair qasidah burdah dan relevansinya terhadap teori belajar sosial Albert Bandura. Harapan dari riset ini adalah agar dapat dijadikan sebagai gagasan pendekatan dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan kapasitas belajar dengan metode keteladanan. Bentuk riset ini adalah riset kualitatif yang menggunakan metode riset pustaka (library research). Di dalam riset ini ditemukan bahwa di dalam qasidah burdah terdapat kisah-kisah Rasulullah yang dapat kita jadikan sebagai salah satu metode pembelajaran, yaitu metode keteladanan. Hal yang demikian itu sinkron dengan teori belajar sosial Albert Bandura.
Model Pengembangan Kurikulum pada Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren Siti Aimah
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.1130

Abstract

Kurikulum notabene terwujud atas pemikiran idealis, harapan, pemenuhan kebutuhan pengguna jasa dan pengguna lulusan. Tujuan dirumuskannya kurikulum yakni sebagai arah kegiatan pendidikan mulai dari perencanaan sampai pada evaluasi dan penilaian. Oleh sebab itu kurikulum disebut: the heart/core of education, sedangkan pendidik menjadi the prominent role of education, maka kurikulum yang baik disusun dan dikembangkan dan muranya ditentukan pada pelaksana pendidikan yakni pendidik. Maka dalam artikel ini membahas: (1) Landasan atas Pengembangan Kurikulum; (2) Posisi keberadaan Kurikulum serta Model Pengembangannya; (3) Pengembangan dari Rencana Pembelajaran; (4) Integrasi antara ilmu-ilmu agama dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tertuang pada Rencana Pengembangan RPS (5) Implementasi Pengembangan Kurikulum di IAIDA Blokagung Banyuwangi sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren. Artikel ini merupakan hasil penelitian studi kasus yang menggunakan; deep interview, observasi partisipan dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya, sedangkan analisis datanya menggunakan inetraktif tiga model Miles and Huberman yakni reduksi data, penyajian data, pendeskripsian hasil penelitian berupa kesimpulan. IAIDA Blokagung Banyuwangi dalam implementasi model pengembangan kurikulum menggunakan integrasi model kurikulum serta menerapkan integrasi agama dan iptek yang diwujudkan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), yaitu menerapkan model informatif, model korektif, model komplementasi dan model verifikasi serta integrasi agama, ilmu pengetahuan dan teknologi digital dalam rangka mengakomodir kebutuhan dan keinginan masyarakat era milenial yang tidak bisa lepas dari teknologi digita;, gadget dan media sosial.
Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru di Madrasah Aliyah Negeri Buleleng Bali Moh. Anwar
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.2309

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam pembelajaran dan melakukan supervisi kelas dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis data menggunakan analisis interaktif dari Milles & Huberman dan Saldana. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Peningkatan Kualitas Proses Belajar Mengajar Guru di MAN Buleleng Bali dilakukan dengan beberapa hal. Pertama, strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di MAN Buleleng Bali yaitu dengan: perencanaan pegawai, pengadaan pegawai, pembinaan dan pengembangan pegawai, promosi pegawai, kompensasi dan penilaian pegawai. Kedua, supervisor kepala madrasah dalam peningkatan kualitas pembelajaran guru di MAN Buleleng Bali, yaitu: (a) supervisi kunjungan kelas selama dua jam di dalam kelas, (b) observasi kelas dengan koordinasi atau tanpa koordinan langsung dengan guru mata pelajaran, (c) percakapan atau diaolog kepala MAN Buleleng dengan guru mata pelajaran baik terstruktur atau tidak terstruktur. Ketiga, upaya kepala madrasah MAN Buleleng Bali dalam peningkatan kualitas pembelajaran guru yaitu: pendelegasian guru mata pelajaran dalam kegiatan MGMP, pelaksanaan work shop pembelajaran bagi guru, pendidikan dan pelatihan bagi guru, dan pendidikan lanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Implementasi Ekstrakurikuler Baca Yasin Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Moh. Wardi; Windi Nur Aindah
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.2223

Abstract

Penelitian ini membahas tentang karakter religius yang menjadi ketaatan dan kepatuhan dalam memahami dan melaksanakan ajaran agama dan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, obervasi dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengasuh, kepala sekolah dan guru. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data kasus tunggal (single case design) dengan model analisis data yang diperkenalkan oleh Miles dan Hiberman, terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekstrakurikuler baca yasin dalam pembentukan karakter religius siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Azhar Aengdake Bluto Sumenep Tahun 2022 dilakukan dalam serangkaian kegiatan membaca syahadatain dan juga surat-surat pendek dilanjutkan dengan membaca asmaul husna sebanyak tiga kali dan juga do’a bersama, dimulai pukul 18.45 s/d 19.30 WIB, kegiatan ini dilaksanakan dipimpin oleh guru sekaligus menjadi imam, kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa dalam beribadah. Kontribusi dari implementasi kegiatan ekstrakurikuler baca yasin dalam pembentukan karakter religius siswa Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Azhar adalah siswa memiliki adab yang baik, sikap disiplin, sikap tawadhu’ dan siswa memiliki sikap saling menghargai antar sesama.
ROBERT MILLS GAGNE: TEORI PEMPROSESAN INFORMASI DAN PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Izzah Zulvia Noer; Abdul Muhid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.2458

Abstract

Teori pemrosesan informasi ialah suatu teori yang menitikberatkan pada fungsi memori individu dan proses berpikir setiap individu. Teori ini menganggap bahwa belajar melibatkan upaya dalam memproses, mendapatkan, dan menyimpan informasi melalui memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah untuk mengetahui bagaimana teori pemprosesan informasi menurut Robert M Gagne, apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menerapkan teori pemprosesan dan apa manfaat penerapan teori pemprosesan informasi pada pendidikan islam. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode library research, data studi pustaka berasal dari artikel jurnal, handbook, textbook, buku-buku dan arsip dokumen. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa ada delapan fase dalam kegiatan belaja mengajar yang terjadi pada individu dimana pada setiap fase memiliki hubungan erat dengan fenomena yang ada pada pikiran peserta didik, diantaranya fase motivasi, fase pengenalan, fase perolehan, fase retensi, fase pemanggilan, fase generaliasali, fase penampilan, serta fase umpan balik. Kegiatan pemprosesan informasi pada peserta didik dimulai sejak kegiatan belajar bermula sehingga merancang RPP yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas sangat mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran. Manfaat pemprosesan informasi yang baik mampu meningkatkan hasil belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran.
Analisis Pendidikan Cinta Rasul Pada Santri Pondok Pesantren Manarul Qur'an Sukodono Lumajang Aminatuz Zahroh
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.2542

Abstract

Cinta pada Rasul merupakan cinta kedua yang harus dimiliki umat Islam setelah cinta pada Allah. Karena itu, Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang medidik santri 24 jam, merupakan tempat yang strategis untuk menumbuh kembangkan pendidikan cinta Rasul ini. Tujuan penelitian ini adalah Pertama, Untuk menganalisis cara membiasakan santri ittiba’ dan taat pada sunnah Rasul di Pondok Pesantren manarul qur’an Sukodono Lumajang. Kedua, untuk menganalisis cara menginternalisasikan cinta rasul tersebut. Ketiga, untuk menganalisis dampaknya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan induksi analitis. Adapun hasil penelitian ini adalah Cara membiasakan santri ittiba’ dan taat pada sunnah Rasul Di Pondok Pesantren Manarul Qur’an Lumajang dengan mengadakan kegiatan harian, bulanan dan tahunan. Cara menginternalisasikan cinta Rasul tersebut melalui pengajian kitab kuning dengan metode bandongan dan sorogan, evaluasi setiap semester, tawassul setiap selesai shalat dan ketika memulai mengaji kitab, mempraktikkan ajaran Rasul dari hal yang kecil. Dampak pendidikan cinta Rasul tersebut adalah santri shalat berjama’ah dengan istiqomah, sifat-sifat nabi terinternalisasi bagi santri, sehingga menyadari bahwa barokah didapatkan dari perbuatan dan pengabdian diri sendiri. Prestasi siswa pesantren di sekolah formal dalam bidang Al-Qur’an dan hadis lebih tinggi dari pada prestasi siswa non pesantren. Beberapa santri ada yang meremehkan materi Al-Qur’an hadis di sekolah formal karena di pesantren sudah mengkaji kitab kuningnya dan sudah menghafalnya. Banyak siswa pesantren lebih sopan dibandingkan dengan siswa non pesantren.
Digitalisasi Pesantren Darul Mustafa Lebak Banten Alip Nur Yanto; Wawan Abdullah; Muammar Zulfiqri
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.2601

Abstract

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Konsep digitalisasi pesantren menjadi relevan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, efisiensi administrasi, dan persiapan santri menghadapi tantangan digital. Salah satu pesantren yang telah mengambil langkah maju dalam transformasi digital adalah Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten. Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten mengadopsi berbagai sistem informasi digital, seperti pendaftaran online, pembayaran bulanan digital, absensi kehadiran, penilaian ujian digital, dan layanan informasi umum melalui Aplikasi SIPOND. Implementasi teknologi ini memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan aksesibilitas pendidikan, efisiensi administrasi, dan kemudahan akses informasi. Selain itu, teknologi ini membantu pesantren dalam mempersiapkan santri menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data untuk mengeksplorasi fenomena digitalisasi pesantren, dengan Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten sebagai studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pesantren memberikan manfaat signifikan, seperti efisiensi dalam proses administrasi, peningkatan akurasi dan keamanan data, dan pemberian umpan balik yang lebih cepat kepada santri. Selain itu, aplikasi teknologi ini juga membantu pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi santri, orang tua, dan staf pesantren. Digitalisasi pesantren adalah langkah penting dalam memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan Islam dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Pesantren Darul Mustafa Lebak-Banten merupakan contoh inspiratif bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengadopsi teknologi digital untuk mendorong kemajuan dan inovasi dalam pendidikan agama. Diharapkan penerapan sistem informasi digital semacam ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan Islam di Indonesia.

Page 13 of 13 | Total Record : 127