TARBIYATUNA
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Articles
127 Documents
Pendidikan Tahfidzul Qur'an Usia Dewasa dan Lanjut Usia di Wilayah Metropolis
Ahmad Abdur Rokhim
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v15i1.1206
Mayoritas lembaga yang menyelenggarakan pendidikan Tahfidzul Qur’an adalah pondok pesantren, sekolah formal, taman pendidikan Al Qur’an, masjid dan juga musholla. Pesertanya kebanyakan adalah dari kalangan anak-anak dan remaja. Kelompok usia yang masih memilik kemampuan mengingat cukup kuat dan belum memiliki banyak kesibukan. Pendidikan Tahfidzul Qur’an di Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya justru menunjukkan fenomena yang berbeda pada umumnya, yakni seluruh peserta didiknya adalah orang-orang berusia dewasa dan lanjut usia. Hadirnya Yayasan Griya Al Qur’an Surabaya membawa nuansa baru dalam dunia pendidikan Tahfidzul Qur’an karena fokus pada peserta usia dewasa dan lanjut usia di wilayah perkotaan. Konsep pembelajaran yang digunakan merupakan perpaduan antara pondok pesantren dengan lembaga kursus atau sekolah formal. Strategi ini bertujuan agar pendidikan Tahfidzul Al Qur’an bisa diikuti semua kalangan bukan hanya monopoli santri di pondok pesantren. Dengan menggunakan manajemen yang profesional, kurikulum yang terstruktur, metode belajar yang menyenangkan serta jadwal belajar yang fleksibel bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang hendak mengikuti pendidikan Tahfidzul Qur’an ditengah kesibukan sehari-hari. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif jenis fenomelologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial yang terjadi pada pendidikan Tahfidzul Qur’an usia dewasa dan lanjut usia beserta proses pelaksanaan pembelajarannya.
Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pengembangan Potensi Otak Menggunakan Teori Neurosciences
Lalu Abdurrahman Wahid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v15i1.1446
Abstrak :Pendidikan Agama Islam saat ini masih dinilai kurang memperhatikan pembelajaran baik dari segi pembelajaranya, maupun teori-teori pendidikan yang digunakan. khususnya teori belajar yang berbasis optimalisasi potensi otak dinilai masih sangat kurang, baik secara pemahaman secara komferehensif maupun penerapanya. sehingga para neurolog dan ahli pendidikan berupaya menjembatani persoalan demikian untuk lebih memperhatikan dan mendayagunakan potensi otak dalam pembelajaran. Penelitian ini akan akan mencoba mendeskripsikan terkait tantang teori belajar neurosains. Artikel ini bertujusn untuk melengkapi khazanah keilmuwan tantang teori belajar neurosains sebagai pandangan awal bagi pendidik bagaimana efesiensi dan efektifitas pemeblajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis pengembangan potensi otak. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode library research. Hasil dari penelitian ini adalah teori nurosains pada dasarnya bukan teori belajar, namun dampaknya kepada pembelajaran dinilai efektif dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Melihat hal demikian para ahli melakukan hibridisasi antara teori neurosains dengan Pendidikan Agama Islam. Refleksi dari upaya demikian diformulasikanya teori ini kedalam model maupun metode pembelajaran yang mengoptimalisasikan kerja otak untuk keberhasilan peserta didik. Sesuai dengan mandat pendidikan abad 21 ini pembelajaran dituntut untuk menciptakan peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir yang direfleksikan dengan mampu berfikir kritis, memecahkan masalah, dan kreative skill namun tetap dilandasi dengan akhlak terpuji. Kata kunci : Pengembangan Pendidikan Islam, Pembelajaran Abad 21, Teori Neurosains, Pengembangan Potensi Otak
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MATERI PAI DARI SEKOLAH DASAR SAMPAI PERGURUAN TINGGI
Mila Roza;
Sedya Sentosa
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v15i1.1454
Pendidikan agama Islam merupakan proses pembentukan kepribadian muslim yaitu manusia yang beriman dan beramal shaleh serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam. Berbagai kurikulum telah dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara komprehensif. Melihat kemajuan manusia dari segi perekonomian yang semakin digalakkan dengan program ‘ayo berwirausaha’ yang banyak melahirkan wirausahawan muda millenial. Tentunya hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar bagi penulis apakah pada penyampain materi PAI yang bersifat menyeluruh ini sudah memuat kebutuhan materi sesuai dengan perkembangan zamannya serta membina siswa secara direct ataupun indirect learning atas nilai-nilai dasar kewirausahaan yang mereka punya melalui program-program pembelajaran yang dapat di relevankan dengan mata pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Dalam hal ini peneliti akan mendeskripsikan hasil penelitian dan menguraikan secara teratur data yang telah diperoleh, kemudian diberikan pemahaman dan penjelasan agar dapat dipahami dengan baik oleh para pembaca. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa adanya indikasi penyampaian nilai-nilai pendidikan kewirausahaan pada muatan materi PAI yang di rangkum sesuai dengan kurikulum pendidikan Islam yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik sejak dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar hingga mencapai Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Materi PAI, Kewirausahaan dan Kurikulum Pendidikan agama Islam merupakan proses pembentukan kepribadian muslim yaitu manusia yang beriman dan beramal shaleh serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam. Berbagai kurikulum telah dikembangkan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam secara komprehensif. Melihat kemajuan manusia dari segi perekonomian yang semakin digalakkan dengan program ‘ayo berwirausaha’ yang banyak melahirkan wirausahawan muda millenial. Tentunya hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar bagi penulis apakah pada penyampain materi PAI yang bersifat menyeluruh ini sudah memuat kebutuhan materi sesuai dengan perkembangan zamannya serta membina siswa secara direct ataupun indirect learning atas nilai-nilai dasar kewirausahaan yang mereka punya melalui program-program pembelajaran yang dapat di relevankan dengan mata pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Dalam hal ini peneliti akan mendeskripsikan hasil penelitian dan menguraikan secara teratur data yang telah diperoleh, kemudian diberikan pemahaman dan penjelasan agar dapat dipahami dengan baik oleh para pembaca. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa adanya indikasi penyampaian nilai-nilai pendidikan kewirausahaan pada muatan materi PAI yang di rangkum sesuai dengan kurikulum pendidikan Islam yang diajarkan oleh guru kepada peserta didik sejak dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar hingga mencapai Perguruan Tinggi. Kata Kunci: Materi PAI, Kewirausahaan dan Kurikulum
Diskursus Transformasi Menejemen Mutu Kompetensi Lulusan Madrasah
Sugianto;
Mashur Imam
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i2.1586
Mutu kelembagaan madrasah terus berkembang di era globalisasi saat ini. Kesuksesan tersebut tentu tidak lepas dari kualitas pengembangan mutu lulusannya. Mereka bukan hanya dapat bertahan namun juga mampu berkontestasi. Artikel yang berjenis library reseach dengan pendekatan kualitatif diskriptif ini, berusaha mengungkap gerak tranformasi menagemen mutu kompetensi lulusan madrasah dari sejak munculnya upaya desentralisasi madrasah hingga dewasa ini. Konlusi dari proses kajian yang dilakukan, menunjukkan bahwa proses desentraliasi madrasah telah mengubah paradigma pengembangan mutu kompetensi lulusan madrasah. Perubahan yang terjadi tentu merupakan respon pada kebutuhan masyarakat dan masalah-masalah desain managemn yang awalnya masih sentralisitik. Desain pengembangan mutu madrasah pada era desantralistik menguapayakan adanya partisipatif peran seluruh pihak dan otimalisasi seluruh elemen yang berhubungan dengan pengembangan kompetensi lulusan madrasah. Wujud ideal yang sebenarnya berusaha diimplementasi dalam kebijakan dan program madrasah reforms.
Dinamika Pendidikan Pesantren Berjan: Kajian Historis Dinamika Pesantren An-Nawawi Tahun 1982-2020
Moh Ashif Fuadi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1602
Penelitian ini menggambarkan perkembangan pesantren Berjan di bawah asuhan KH. Achmad Chalwani tahun 1982 sampai 2020. Merupakan penelitian kualitatif lapangan dengan pendekatan analisis diakronis yang merupakan paduan analisis deskripsi sejarah pesantren An-Nawawi dahulu disinkronkan dengan kondisi-kondisi objektif pesantren An-Nawawi sekarang. Pengumpulan data pada studi kasus ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren An-Nawawi Berjan selalu berusaha merespon arus modernisasi yang terjadi di luar dirinya dengan mengambil hal-hal yang positif darinya tanpa meninggalkan jati diri sebagai pesantren tradisional. Dinamika kehidupan Pesantren An-Nawawi secara keseluruhan terlihat dengan fenomena bergesernya beberapa unsur pesantren mengalami transformasi perubahan dan pengembangan secara bertahap yang setiap periodik memperlihatkan kemajuan pesantren antara lain: 1) Transformasi kepemimpinan yakni dari segi pola menajerialnya yang semula kepemimpinan yang cenderung single berubah menjadi model managemen kolektif sebagaimana model yayasan. 2) Transformasi sistem pembelajaran institusi, hal ini terlihat dari berkembangnya fungsi masjid yang mulai beralih ke institusi madrasah (sistem klasikal)/sekolah-sekolah, dan 3) Transformasi kurikulum yang kemudian berpengaruh pada metode pembelajaran. Dengan demikian ada beberapa nilai yang dapat diambil pelajaran dari pendidikan pesantren salaf tersebut yaitu Pesantren An-Nawawi yang kemudian dapat dijadikan alternatif Pendidikan Islam di Indonesia. Nilai-nilai itu antara lain: Komitmen untuk Pendidikan sepanjang waktu, Pendidikan terpadu, Pendidikan seutuhnya, Keragaman yang bebas dan mandiri serta bertanggung jawab.
Pembentukan Akhlak Mahasiswa melalui Psikologi Islami
Adet Tamula Anugrah;
Eva Latipah;
Ismatul Izzah
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1721
Pembentukan akhlak mahasiswa menjadi misi penting bagi Perguruan Tinggi Islam dalam pesatnya pengaruh globalisasi. Pengaruh hedonisme yang dengan cepat mengubah gaya hidup mahasiswa harus segera disikapi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia menerapkan pendekatan psikologi Islami dalam upaya membentuk akhlak mahasiswa demi menekan pengaruh hedonisme pada gaya hidup mahasiswa. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkaji bagaimana penerapan pendekatan Psikologi Islami yang dilakukan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk membentuk akhlak mahasiswa. Problematika yang kompleks dan dinamis menuntut penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sehingga pengolahan data yang tidak bersifat numerik, memberikan hasil penelitian yang mendalam terkait topik penelitan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga metode utama psikologi Islami yang terapkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam proses perkuliahan yaitu, metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode nasihat. Penerapan tiga metode tersebut sangat memperhatikan kondisi psikis dan fisik mahasiswa, sehingga memiliki dampak positif bagi mahasiswa. Mahasiswa memiliki kesadaran untuk berperilaku baik, serta menjaga akhlak baik itu dalam lingkungan kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar kampus.
Karakter Kurikulum Humanistik dalam Pengembangannya Terhadap Proses Pembelajaran di SD Adnani Panyabungan Mandailing Natal
Rohman Rohman;
Syafruddin Nurdin;
Martin Kustati;
Muhammad Kosim;
Nana Sepriyanti
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1769
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengembangan kurikulum humanistik di SD Adnani Panyabungan Mandailing Natal dengan karakteristik kurikulum humanistik yang dimilikinya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan alat pengumpul data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan ada empat karakteristik pengembangan kurikulum humanistik yang dilakukan SD Adnani yaitu pertama, karakter integralistik dilakukan dengan pengintegrasian pelajaran agama dan umum dengan menekankan akhlak sebagai landasan utama. Kedua, karakteristik dari segi peran yang dilakukan guru tidak otoritatif terhadap pembelajaran siswa. Guru berperan lebih pada fasilitator terhadap minat siswa dalam belajar. Ketiga, karakteristik pada proses pembelajaran yang lebih kooperatif, dalam hal ini para siswa melaksanakan pembelajaran dengan adanya tutor sebaya dalam bentuk diskusi dalam rangka penguatan materi pelajaran. Keempat, karakter evaluasi lebih menekankan pada proses ketimbang hasil, para guru lebih menitikberatkan keberhasilan siswa mengacu pada akhlak yang muncul pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Sastra Digital dalam Pembelajaran Bahasa Arab bagi Anak Dini di Tk Al-Quran (TKQ)
Hikmah Maulani;
Nalahuddin Saleh;
Asep Sopian;
Shofa M Khalid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1770
Guru TKQ dan DTA yang merupakan pendidik di tingkat PAUD sekaligus fasilitator kepada siswanya dalam menyampaikan materi belum memaksimalkan media pembelajaran digital. Padahal di era sekarang ini, media pembelajaran digital sangat dibutuhkan untuk membuat siswa semangat dalam belajarnya, apalagi di tengah pandemi Covid 19. Dampak pembelajaran yang tidak menggunakan media digital adalah kejenuhan siswa dan kurangnya semangat dalam melaksanakan pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai sebagaimana mestinya. Literasi digital menempati peran yang sangat penting dalam permasalahan ini sebagai solusi dan antisipasi dalam menghadapi tantangan digital di era revolusi 4.0. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan peserta guru bahasa Arab TKQ dan DTA di Kota Bandung. Hasil penelitian ini menemukan bahwa literasi digital memiliki dampak dan efek langsung pada khazanah media ajar guru, serta partisipasi siswa dalam pembelajaran aktif dan kolaboratif.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Tadzkirah dan Sikap Religius Terhadap Hasil Belajar Fiqh di MA MUQ Langsa
Fitriana;
Nurmawati
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.1891
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh strategi pembelajaran tadzkirah terhadap hasil belajar fiqh, pengaruh sikap religius terhadap hasil belajar fiqh, dan interaksi antara strategi pembelajaran tadzkirah dan sikap religius terhadap hasil belajar fiqh. Metode penelitian ini eksperimen rancangan Quasi eksperimen teknik dalam data analisis menggunakan ANAVA dua arah dengan siginifikasi α 0,05. Populasi dari penelitian ini seluruh siswa XII tahun ajaran 2022/2023 berjumlah 142 siswa di MA MUQ Langsa, sampel penelitian ini sejumlah 40 orang dengan teknik Cluster Random sampling siswa yang karakteristiknya sama terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tadzkirah berpengaruh terhadap hasil belajar Fiqh pada taraf kekeliruan 5% dengan nilai signifikan 4,285505. Terdapat pengaruh sikap religius terhadap hasil belajar fiqh pada taraf kekeliruan 5% dengan nilai 43,065> 4,110. Adanya interaksi strategi tadzkirah dengan sikap religius pada taraf 5 % dengan nilai 8,24299> 4,110.
Imam Al-Ghazali : Implementasi Ta’lim Insani dan Ta’lim Rabbani di PPTQ Mutiara Insan Mulia Yogyakarta
Taufik Rusli;
Andi Prastowo
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i1.2075
Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui bagaimana santri PPTQ Mutiara Insan Mulia Yogyakarta memahami serta mengaplikasikan Ta’lim Insani dan Ta’lim Rabbani dalam menuntut ilmu. Dengan metode penelitian kualitatif memberikan pertanyaan melalui google form selam 5 hari pada bulan November. Pertayaan yang diajukan bersifat tertutup dan terstruktur yang menyesuaikan dengan karakteristik penelitian yang berupa selected response. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa santri PPTQ sudah mengamalkan dan menjalankan proses Ta’lim Insani dan Ta’lim Rabbani dalam proses menuntut ilmu sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al Ghazali sebagai dasar atau cara kita agar mendapatkan ilmu secara berkah dan bisa melakukan bimbingan terhadap manusia dan bimbingan kepada Allah.