cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA ANIMASI RIKO THE SERIES: Nilai-nilai Pendidikan Aqidah, Ibadah, Akhlak pada animasi Riko The Series Syifa Fithriyya; Edi Suresman; Saepul Anwar
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i1.2094

Abstract

Animasi dalam konteks pendidikan dapat dijadikan sebagai media dalam menyampaikan nilai-nilai Islam. Konten animasi Riko The Series merupakan salah satu media edukasi yang menampilkan suasana islami dan dapat mempengaruhi nilai-nilai pendidikan islami bagi penontonnya. Dengan tampilan menarik yang sesuai dengan usia anak-anak, animasi yang diproduksi oleh Garis Sepuluh mengusung perpaduan sains, pendidikan, dan sains. Animasi Riko The Series bisa menjadi contoh dalam kehidupan dan membuat manusia menjadi insan kamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam Riko The Series Animation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik analisis konten pada naskah animasi Riko The Series season 1 episode 1 sampai 26. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa animasi Riko The Series mengandung nilai-nilai Pendidikan Islam yang tersebar di sepanjang episodenya. Nilai-nilai pendidikan Islam yang dimaksud meliputi pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai keimanan, ibadah, dan akhlak. Penelitian ini merekomendasikan animasi Riko The Series sebagai media alternatif dalam pembelajaran nilai-nilai pendidikan Islam di sekolah khususnya mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti.
Inovasi Evaluasi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Menggunakan Aplikasi Kahoot di MAN 2 Probolinggo Imron Fauzi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i1.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain inovasi menggunakan aplikasi Kahoot, penerapan aplikasi Kahoot dan juga hambatan hambatan yang di alami dalam evaluasi menggunakan aplikasi Kahoot. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif Studi kasus. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di MAN 2 Probolinggo, karena memiliki keunikan dibanding dengan lembaga pendidikan lainnya yakni inovasi aplikasi Kahoot yang digunakan dalam evaluasi pembelajaran. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik analisis menggunakan proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa tahapan pengembangan evaluasi pembelajaran SKI menggunakan aplikasi Kahoot melalui tiga tahapan yakni mengembangkan indikator, merumuskan kisi-kisi soal yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar, kemudian memasukkan soal yang telah dibuat ke dalam aplikasi Kahoot. Pelaksanaan evaluasi berbasis Kahoot melalui tiga tahapan, yakni pada kegiatan pembuka diawali dengan salam dan doa, pada kegiatan inti dilakukan evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi Kahoot, kemudian pada kegiatan penutup diakhiri dengan refleksi dan doa. Faktor penghambat pada evaluasi berbasis Kahoot terdapat empat hambatan yakni: pembuatan soal sesuai indikator dan kisi-kisi membutuhkan waktu yang relatif lama; masih banyak guru yang belum dapat mengoprasikan aplikasi Kahoot; seringkali peserta didik lupa membawa handphone; masih minimnya fasilitas pendukung; serta jaringan internet yang sering gangguan.
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN MAHASISWA PADA PERGURUAN TINGGI ISLAM BERPARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA Mila Roza; Eva Latipah; Yayan Suryana
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i1.2183

Abstract

Selain dikenal dengan konsep integrasi keilmuan berupa integrasi-interkoneksi dan jaring laba-laba keilmuan. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga mempunyai daya tarik luarbiasa dimata mahasiswa Indonesia. Perihal apakah yang membuat istimewa dan bagaimanakah proses pembelajaran yang diusung di dalamnya, saat ini masih menjadi sebuah pertanyaan yang hendak diketahui jawabannya bagi mereka yang belum pernah menimba ilmu disana. Penelitian ini akan mengungkap dan menganalisis bagaimana proses pembelajaran mahasiswa yang menggunakan paradigma integrasi-interkoneksi. Berita baiknya pembaca tidak perlu terjun ke lapangan secara langsung, karena hanya dengan mambaca artikel ini cukup untuk mengetahui proses pembelajaran yang terjadi di kampus ini. Dalam hal ini peneliti terjun langsung ke lapangan pada Prodi Sosiologi dengan mengangkat studi Ulumul Hadis sebagai mata kuliah yang akan disajikan untuk melihat proses dari pembelajaran itu sendiri. Selanjutnya, peneliti akan mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan hasil wawancara. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran mahasiswa akan bermuara kepada penerapan konsep pembelajaran aktif Student Centre Learning (SCL) di dalam proses pembelajaran pada level perguruan tinggi dengan tipe Problem Based Learning (PBL), discovery learning, self-direct learning, dan contextual learning.
Pondok Pesantren dan Kontruksi Pemikiran Pendidikan K.H. Imam Zarkasyi Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 16 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v16i1.2226

Abstract

K.H. Imam Zarkasyi memberikan bukti keberhasilan pendidikan pondok pesantren, yaitu; Hasil pendidikannya yang bersifat keilmuan dan kerohanian itu berupa bekal mental yang akan dijadikan modal untuk hidup, dan dengan modal kerohanian dan mental yang kuat, yang diperoleh selama pendidikan di madrasah dan pondok pesantren. Artikel ini bertujuan untuk mengenalkan kehidupan Pondok Pesantren, Pesantren sebagai lembaga pendidikan, Pesantren dalam pembaruan, serta Pondok pesantren dan sekolah umum. Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah metode penelitian kepustakaan (Library Research). Data telah dilakukan finalisasi, dan kondisi data yang diambil tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren telah mengambil selangkah lebih berani (kalau tidak dikatakan lebih maju) dengan memperke­nalkan sekolah umum yang terlepas dari madrasah. Oleh karena itu bebarapa pesantren telah memiliki lembaga pendidikan yang sangat besar. Simpulan dari artikel ini Pondok Pesantren ternyata telah memberlakukan bebera­pa strategi penggabungan sistem pesantren dengan sekolah umum (model barat), dengan selalu mempertimbangkan kondisi objektif pesantren, tujuan institusional dan arah pendidi­kannya.
Leadership Approach to Distribute Employee Workload in The Office of The Ministry of Religious Affairs Imas Maesaroh; Dalilah Ayu Permatasari; Nur Kholis
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/tarbiyatuna.v15i2.2298

Abstract

Leadership must ensure all employees have equal tasks and responsibilities. This study aimed to explore (1) the workload of employees in the MoRA office and (2) the strategies leaders take to overcome employee work overload. This study employed three methods of data collection: observation, interviews, and documentation. The informants include the Head Section and the staff working at the Ministry of Religious Affairs Office of Gresik Regency. Data were analyzed using the stages offered by Miles and Huberman, including data reduction, data presentation, and conclusion. The results show that the division’s staff workload was relatively heavy. The Head Section applied a leadership strategy to overcome work overload by offering work cooperation and mutual assistance among employees. In addition, leadership strategy was applied using an analysis of organizational structures, appropriate leadership styles, and the evaluation process. This study implies that reducing work overload is critical to maintaining employees’ ongoing health and strengthening work efficiency and effectiveness.
Perbandingan Pemikiran Ibnu Khaldun dan Al-Ghazali tentang Pendidikan Islam dan Relevansinya Terhadap Pendidikan dI Indonesia Shirley Khumaidah; Rachma Nika Hidayati
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.861

Abstract

Ibnu Khaldun dan al-Ghazali adalah dua pemikir Islam yang sangat masyhur dikalangan masyarakat luas, dari pemikir muslim sampai non muslim. Pemikiran Ibnu Khaldun yang tertuang dalam kitabnya, yaitu Muqaddimah banyak menjadi referensi orang-orang dalam menetapkan sistem pendidikan Islam yang ideal. Corak pemikirannya yang mengalami percampuran antara al-Ghazali dan Ibnu Rusyd membuatnya mempunyai pemikiran baru yaitu rasionalisti-sufistik. Dalam pemikiran tersebut Ibnu Khaldun secara proporsional mendudukan wahyu sama atau setara dengan rasio. Kemudian, pemikiran-pemikiran al-Ghazali yang telah dituangkan di setiap karyanya, membuat banyak pemikir lainnya baik muslim maupun non muslim menjadikannya rujukan dan juga menerjemahkan karyanya dalam bahasa mereka. Corak pemikirannya yang berupa sufistik banyak mempengaruhi karya-karyanya juga mempengaruhi pemikirannya tentang pendidikan yang ideal menurutnya. Kedua pemikiran tokoh tersebut jika dikaitkan dengan pendidikan Islam di Indonesia baik di madrasah-madrasah negeri ataupun di pondok pesantren masih memiliki kesesuaian serta hubungan. Hal tersebut dikarenakan para guru-guru atau kyai di Indonesia juga menggunakan dasar pemikiran dua tokoh tersebut dalam mendidik murid atau santrinya.
Hukuman dalam Pendidikan Islam: Studi atas Dampak Psikologis Anak Usia Dasar dan Citra Guru Samsudin Samsudin; Muhammad Asrofi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.892

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hukuman dalam perspektif Islam dan dampak hukuman bagi anak usia Sekolah Dasar (Madrasah Ibtidaiyah) dan citra guru disertai dengan uraian beberapa solusi dalam pembelajaran tanpa hukuman. Jenis artikel ini adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa hukuman dalam konteks pendidikan Islam tidak mutlak diberikan kepada anak, tetapi hukuman bisa dijatuhkan kepada mereka dalam upaya memperbaiki perilaku menyimpang, khususnya dalam konteks syariat Islam. Dampak hukuman bagi psikologis anak adalah menimbulkan rasa benci anak terhadap guru, membentuk jiwa pemberontak, dan tidak antusias anak dalam belajar, sedangkan dampak hukuman terhadap citra guru adalah profesi guru yang dipandang mulia akan memudar dan guru tidak lagi menjadi teladan bagi anak. Maka dari itu, diperlukan upaya guru secara profesional dalam mendidik tanpa menggunakan hukuman, yakni dengan memahami perkembangan anak, membuat kontrak belajar, mengapresiasi, menasihati, menjelaskan letak kesalahan, memberi keteladanan, mengajar secara pendekatan personal, dan menyadari kewibawaan seorang pendidik.
Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia Perspektif TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Adet Tamula Anugrah
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.1026

Abstract

Nama TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tidak sebesar tokoh-tokoh pendidikan lain di Indonesia, sehingga beliau jarang dikenal oleh rakyat Indonesia khususnya mereka yang berada di luar Pulau Lombok. Padahal TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki pemikiran yang progresif dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Oleh sebab itu penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mengenai pendidikan Islam. Artikel ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Kesimpulan artikel ini mengungkapkan bahwa kunci berhasilnya pendidikan Islam menurut TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah profesionalisme guru, akhlak siswa, dan kualitas lembaga pendidikan Islam. Beliau berpendapat bahwa Ilmu agama dan ilmu umum harus terintegrasi, kemudian beliau realisasikan dalam harmonisasi sistem pendidikan modern dan klasikal yang beliau konsepsikan. Beliau memperjuangkan hak-hak wanita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, melepas wanita dari belenggu keterbelakangan. Pemikiran cemerlang TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam mengkonsepsikan pendidikan Islam, menjadi refleksi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia saat ini.
Society's Diversity in Influencing Education (Kudus Tower Case Study in Influencing Islamic Education) Muhammad Arief Nugroho; Ashif Az Zafi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.1043

Abstract

The purpose of this article is to find out how Islamic education in the area around the Kudus Tower is influenced religious community, as well as to find out the influence in Islamic education. The process of compiling this study used a qualitative approach. The data collection was done by conducting a literature study. It is known that the influence of a religious community for Islamic education in the area around the Kudus tower includes making students more familiar with Islam, as well as the special attitude of Islamic education institutions in educating their students. The results obtained from this study are Islamic educational institutions around the Kudus tower are growing rapidly and these educational institutions form students who excel in academics and have noble character. The main factor in the formation of the noble character of students is caused by the kiai who become teachers in educational institutions, a religious community environment, upholding the teachings of Islam and also side by side with the tomb of Sunan Kudus which is its own value.
Nahdlatul Ulama dan Perannya dalam Menyebarkan Nilai-Nilai Pendidikan Aswaja An-Nahdliyah pada Masyarakat Plural Ilma Kharismatunisa'; Mohammad Darwis
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v14i2.1094

Abstract

Artikel ini hendak menjelaskan tentang penanaman nilai-nilai pendidikan Aswaja untuk melihat tumbuh kembangnya kehidupan keberagamaan. Proses penanaman nilai-nilai pendidikan Islam Aswaja sejatinya tidak hanya terjadi di lingkungan pendidikan formal saja. Lebih dari itu, nilai-nilai pendididikan aswaja sudah menjadi tradisi kuat yang terus dipertahankan masyarakat Nahdlatul Ulama. Artikel ini ditulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Kecamatan Senduro Lumajang. Kesimpulan menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Aswaja An-nahdliyyah yang ditanamkan pada masyarakat plural di Kecamatan Senduro mencakup beberapa aspek yaitu tawasuth, tasamuh, i'tidal dan tawazun. Peran Nahdlatul Ulama dalam proses penanaman nilai-nilai tawasuth dilakukan dengan metode pemahaman dan metode pembiasaan. Sedangkan penanaman nilai-nilai tasamuh dilakukan melalui program-program kegiatan MWCNU Senduro dengan metode pemahaman. Untuk penanaman nilai-nilai i’tidal dilakukan dengan metode pemahaman dan metode pembiasaan dan nilai-nilai tawazun dikemas dengan metode pemahaman dan metode pembiasaan.

Page 12 of 13 | Total Record : 127