cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 11 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK ETANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Nadiya Eka Wahyuni; Mashuri Yusuf; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.14 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5764

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) yang masih kurang dimanfaatkan mengandung senyawa flavonoid yang sangat berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan dan mengukur kadar flavonoid dalam ekstrak etanol kulit bawang merah. Metode penelitian ini mengekstraksi kulit bawang merah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dengan variasi konsentrasi. Hasil ekstraksi diukur aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan kadar flavonoidnya. Hasil ekstraksi diperoleh % rendemen terbaik dari proses ekstraksi di dapatkan pada ekstrak yang menggunakan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 28,88%. Hasil uji aktivitas antioksidan diperoleh nilai IC50 terbaik didapatkan pada ekstrak dengan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 34,74 ppm. Hasil pengukuran kadar flavonoid terbesar juga didapatkan oleh ekstrak dengan pelarut etanol 96% yaitu sebesar 948,33 mg QE/g. Konsentrasi dari pelarut mempengaruhi aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid ekstrak etanol kulit bawang merah.
ANALISIS PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) TAHUN 2020 DI PUSKESMAS PALPA BANDAR LAMPUNG Upik Febriyani; Ika Artini; Derian Subagio
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.106 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.4841

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian nasional maupun global pada saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang telah menetapkan program nasional untuk menanggulangi masalah PTM melalui program Posbindu PTM (Pos Pembinaan Terpadu) PTM yang termasuk penyakit-penyakit seperti DM, Kanker, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang program Posbindu PTM yang telah berjalan di Puskesmas Palapa Bandar Lampung tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendektan analitik. Pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui teknik wawancara tidak terstruktur atau wawancara terbuka. Analisis data dengan cara triangulasi dengan subyek pemegang program di Puskesmas Palapa, Kepala Puskesmas Palapa, Pemegang Program di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, kader. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Posbindu PTM di Puskesmas Palapa belum berjalan dengan baik. Kata Kunci : Program Pos Pembinan Terpadu Penyaki Tidak Menular.
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIJERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Tutik Tutik; Niken Feladita; Kadek Evaliana
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.628 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5290

Abstract

Bakteri Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram positif berbentuk batang, yang merupakan flora normal kulit, namun pada kondisi tertentu bakteri menimbulkan jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapakah konsentrasi minimum yang paling efektif ekstrak bawang merah sebagai gel antijerawat. Penelitian ini melakukan  ekstraksi kulit bawang merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen dari ekstrak kulit bawang merah diperoleh sebesar 9,8%. Hasil ekstraksi diuji KHM kemudian hasil KHM digunakan untuk membuat formulasi gel. Pengujian daya hambat ekstrak kulit bawang merah dan sediaan gel ekstrak kulit bawang merah dilakukan dengan mengunakkan metode sumuran. Konsentrasi hambat minimum (KHM) yang menunjukkan daya hambat adalah 5% dengan rata-rata zona hambat 5,07mm. Kemudian dibuat sediaan gel dengan basis carbopol dan konsentrasi ekstrak sebesar 5% dan 10%. Formulasi terbaik dari sediaan gel yang dibuat adalah sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak sebesar 10%. Konsentrasi ekstrak kulit bawang merah dalam sediaan gel antijerawat yang paling efektif dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes adalah sebesar 10% dengan zona hambat 10,50mm. Kata kunci: Gel, Kulit Bawang Merah, Antibakteri, Propionibacterium acnes
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS RAWAT INAP WAY KANDIS BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI-JUNI 2021 Rizky Hidayaturahmah; Yolanda Okta Syafitri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.408 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5933

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular namun termasuk penyakit yang membahayakan karena hipertensi disebut sebagai the silent disease, penyakit tanpa gejala dimana penderita tidak mengetahui penyakit tersebut berada dalam dirinya hingga melakukan pemeriksaan tekanan darah. Maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerasionalitasan penggunaan obat antihipertensi menurut Permenkes 2011, meliputi parameter tepat diagnosis, tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara pemberian dan tepat interval waktu pemberian pada pasien rawat jalan dengan diagnosis hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berupa rekam medis pasien hipertensi rawat jalan periode Januari-Juni 2021. Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi terhadap 80 data rekam medk pasien hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Kandis periode Januari-Juni 2021 adalah tepat diagnosis (100%), tepat obat (100%), tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat cara pemberian (100%) dan tepat interval waktu pemberian (100%). Kata kunci : Antihipertensi, Hipertensi, Rasionalitas
UJI EFEKTIVITAS FORMULASI SALEP EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA DIABETES TIPE I PADA TIKUS JANTAN Ade Maria Ulfa; Annisa Primadiamanti; Faskal Nadi Alim
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.942 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5246

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin. Salah satu masalah pada penderita diabetes melitus adalah luka. Luka diabetes melitus adalah luka, infeksi, destruksi pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah salep dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) efektif untuk menyembuhkan luka diabetes melitus tipe I. Induksi diabetes melitus tipe I dilakukan menggunakan aloksan monohidrat dengan dosis 150 mg/kgBB secara intraperitoneal. Hewan uji yang sudah dalam kondisi diabetes melitus tipe I dibuat luka sayatan dibagian punggung dengan Panjang 2 cm dan kedalaman luka 2 mm menggunakan pisau bedah (bisturi) no 11. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok perlakuan yaitu kontrol normal tanpa pemberian salep, kontrol negatif diberikan basis salep, kontrol positif diberikan salep komersil, kontrol Uji 1 diberikan salep konsentrasi 10 %, kontrol uji 2 diberikan salep konsentrasi 15 % dan kontrol uji 3 diberikan salep konsentrasi 20 %. Salep diberikan dua kali sehari selama 15 hari. Parameter penyembuhan luka dilakukan dengan mengukur penurunan panjang luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salep ekstrak kulit jeruk dengan konsentrasi 20% memberikan kesembuhan pada hari ke-7, salep dengan konsentrasi 10% dan 15% pada hari ke-8. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak kulit jeruk nipis dapat dapat digunakan sebagai penyembuhan luka diabetes melitus tipe I.
EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK DIAGNOSA ISPA DENGAN METODE GYSSENS DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS PUGUNG RAHARJO LAMPUNG TIMUR Martianus Perangin Angin; Angga Saputra Yasir; Umu Wafika
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.991 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5286

Abstract

ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang menimbulkan gejala batuk, pilek disertai dengan demam yang dapat berlangsung sampai dengan 14 hari yang dapat mengenai sepanjang saluran pernapasan. Peresepan antibiotika dalam pelayanan kesehatan yang kurang tepat dapat meningkatkan resiko terhadap keamanan pasien. Tujuan penelitian yaitu untuk memberi sebuah gambaran tentang evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotika pasien anak rawat jalan secara kualitatif di Puskesmas Pugung Raharjo Lampung Timur. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan data retrospektif. Data yang diambil merupakan rekam medik anak ISPA berumur  5 – 11 tahun sebanyak 38 pasien.Pola penggunaan antibiotik ini dengan satu jenis antibiotik yaitu amoxicillin.Hasil penelitian ini menunjukan yaitu karakteristik pasien ISPA lebih banyak terjadi pada anak laki – laki sebanyak 21 pasien (55,3%). Menurut penelitian metode Gyssens diperoleh data lengkap (VI; 100%), antibiotika sesuai indikasi (V; 100%), tidak ada antibiotik lebih efektif (IVA; 100%), tidak ada pemilihan antibiotik lebih aman (IVB; 100%), pemberian tidak terlalu lama (IVC; 100%), pemberian tidak terlalu singkat (IVD; 100%), pemberian tidak tepat dosis (IIA; 5,26%), interval pemberian tepat  (IIB; 100%), rute pemberian tepat (IIC; 100%), pemberian tepat waktu (I; 100%), tepat/bijak (0; 94,74%). Kesimpulannya yaitu penggunaan antibiotika yang kurang rasional menyebabkan perlunya pengawasan untuk meningkatkan rasionalitas penggunaanantibiotika.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI AUSTRALIA DENGAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI LOKAL TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Bacillus subtilis Nofita Nofita; Selvi Marcellia; Lukman Diarto
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.097 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5463

Abstract

Tanaman jambu biji (Psidium guajava Linn) ditemukan di seluruh kawasan Indonesia. Daunnya mengandung metabolit skunder seperti polifenol, tannin, flavonoid dan alkaloid yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas ekstrak etanol daun jambu biji Australia dan daun jambu biji lokal sebagai antibakteri.  Daun jambu biji dibuat ekstrak dengan etanol 96% menggunakan metode ultrasonik dan didapatkan rendemen daun jambu biji Australia 30,67% sedangkan daun jambu biji lokal 29,80%. Analisis fitokimia yang dilakukan pada kedua ekstrak didapat kandungan senyawa polifenol, tannin, flavonoid dan alkaloid. Kemudian dilakukan analisi kadar menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan hasil kadar flavonoid dan alkaloid kedua ekstrak berbeda jauh, sedangkan kadar polifenol dan tannin hampir sama. Penelitian ini menggunakan metode disc cakram dengan media yang digunakan yaitu MHA. Ekstrak dibuat 4 konsentrasi yaitu 25%, 50% ,75% dan 100% dengan masing-masing 3 pengulangan. Masing-masing konsentrasi dilakukan uji efektifitas  terhadap bakteri Escherichia coli and Bacillus subtillis. Kedua ekstrak memeiliki efektifitas antara 30,23 sampai 40,52 terhadap bakteri Escherichia coli  dan tidak memiliki efektifitas terhadap bakteri Bacillus subtillis. Kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA, dengan nilai P < 0,05 maka dapat dilanjutkan uji LSD. Hasil uji LSD (Least Significant differences) dibandingkan antara masing-masing konsentrasi ekstra didapatkan nilai P > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun jambu biji Australia dibandingkan dengan daun jambu biji lokal memiliki efektifitas yang tidak berbeda bermakna.
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANESTESI PADA TINDAKAN OPERASI SECTIO CESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN LAMPUNG TAHUN 2019 Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita; Tantri Super Tiwi
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.223 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5306

Abstract

Sectio cesarea adalah persalinan melalui pembedahan untuk mengeluarkan janin dari rahim lewat sayatan pada perut bagian bawah. Indikasi dilakukannya sectio cesarea antara lain bayi terlalu besar, malposisi, fetal distress, janin abnormal plasenta previa, oligohidramnion, blood slym, ketuban pecah dini, riwayat sectio cesarea. Secara umum golongan anestesi mampu memberikan efektivitas yang baik pada tindakan sectio cesaraea .Anestesi adalah keadaan tanpa rasa sakit saat operasi yang bekerja menekan jaringan saraf secara sentral memblok atau bekerja pada ujung saraf, efek dari pemberian anestesi adalah menghilangkan rasa sakit tanpa hilang kesadaran atau sampai hilangnya kesadaran. Jenis anestesi dibagi menjadi 2 golongan yaitu anestesi umum dan anestesi lokal. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui Rasionalitas Penggunaan Obat Anestesi Pada Pasien Sectio Cesarea di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung tahun 2019. Penelitian dilakukan secara non eksperimental (observasional), dengan menggunakan metode deskriptif dan data diperoleh dari rekam medik pasien secara retrospektif. Parameter gambaran rasionalitas penggunaan obat anestesi adalah tepat diagnosis, tepat obat, tepat indikasi, tepat pasien, tepat dosis, tepat cara dan lama pemberian, wapada efek samping. Yang kemudian dibandingkan dengan panduan clinnical anesthesiology dan drug information essentialy Hasil penelitian dari jumlah sampel yaitu 142 pasien, menunjukkan presetanse secara keseluruhan adalah 100% . Hal ini menunjukkan bahwa rasionalitas penggunaan obat anestesi pada pasien sectio cesarea di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Lampung tahun 2019 dinyatakan rasional dan sesuai dengan panduan clinnical anesthesiology dan drug information essentialy Kata kunci :   sectio cesarea, anestesi, rasionalitas
Uji Daya Larvasida Ekstrak Aseton Dan Etanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Larva Aedes aegypti Dewi Chusniasih; Ade Maria Ulfa; Agung Kurniawan
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.137 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5313

Abstract

Kulit buah kakao memiliki komponen fitokimia yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan daya larvasida ekstrak aseton dan etanol kulit buah kakao (Theobroma cacao L.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang dianalisis secara deskriptif.Hasil uji efektivitas ekstrak aseton memiliki nilai rata-rata kematian larva lebih baik pada konsentrasi 2% sebesar 14,6 daripada nilai rata-rata kematian larva ekstrak etanol pada konsentrasi 2% sebesar 14. Berdasarakn hasil uji LC50 menunjukan ekstrak aseton kulit buah kakao efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti  dengan nilai LC50 sebesar 1,9633% dan masuk dalam kategori kuat, sedangkan ektrak etanol memiliki nilai LC50 sebesar 1,9498% dan tergolong dalam kategori kuat.
EVALUASI PENYIMPANAN DAN PENDISTRIBUSIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MUTIARA BUNDA TULANG BAWANG Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Destri Lina Sari
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.368 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i2.5315

Abstract

Penyimpanan obat yang tidak baik dapat menyebabkan kerusakan obat serta kerugian pada rumah sakit, sehingga obat harus disimpan dengan baik agar tetap terjaga sampai obat didistribusikan ke pasien. Distribusi obat mencakup penghantaran sediaan obat yang telah disediakan instalasi farmasi ke pasien dengan keamanan dan ketepatan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan dan pendistribusian obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar tilik dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mutiara Bunda Tulang Bawang dalam menerapkan prosedur penyimpanan dan pendistribusian obat sebagian besar sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Berdasarkan indikator penyimpanan didapatkan persentase kesesuaian barang dengan kartu stok adalah 100% sesuai, stok mati 0,83%, persentase obat kadaluarsa 0,76% dan sistem penyimpanan yang digunakan adalah secara alfabetis, FEFO dan FIFO. Pendistribusian obat menggunakan metode sentralisasi, sehingga semua obat-obatan dan alat kesehatan dilayani langsung dari Instalasi Farmasi dan sistem pendistribusiannya menggunakan sistem unit dosis.

Page 1 of 2 | Total Record : 11