cover
Contact Name
Febry Maharlika
Contact Email
febry.maharlika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281226100654
Journal Mail Official
wacaciptaruang@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112-116 Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior
ISSN : 23016507     EISSN : 26561824     DOI : https://doi.org/10.34010
Core Subject : Art, Engineering,
Waca Cipta Ruang merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Desain Interior UNIKOM pada bulan Mei dan Nopember setiap tahunnya. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan studi-studi Desain Interior meliputi kajian teori, kajian seni dan budaya, dan kajian desain dalam konteks ruang, yang difokuskan pada tema ruang dan kebudayaan.
Articles 128 Documents
Analisa Desain Layout Bakery Dengan Konsep “Opened Kitchen” Ditinjau dari Konteks Environmental Psychology Studi kasus : Breadtalk Bakery Derwentyana, Ryanty
Waca Cipta Ruang Vol. 1 No. 1 (2015): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v1i1.1663

Abstract

Open kitchen merupakan salah satu cara para pengusaha kuliner untuk meningkatkan atmosfer yang menarik dalam area penjualan. Bread Talk merupakan salah satu brand bakery yangtelah menggunakan open kitchen sebagai standar retail mereka. Tulisan ini merupakan studi deskriptif, dengan menggunakan objek studi retail breadTalk yang ada di kota Bandung. Studi menganalisa konsep desain dan layout retail beserta bagian dapurnya, dan kemudian dianalisa dengan menggunakan sudut pandang konteks environmental psychology. Hasil yang didapat adalah dengan penerapan open kitchen ini maka secara fisik akan dipersepsi lebih menarik oleh pengunjung/pembeli karena akan dinilai lebih menarik perhatian akibat adanya gerakan dapur yang terlihat oleh konsumen, selain itu juga dengan adanya keterbukaan ini akan memberikan efek timbal balik antara konsumen dan staf dapur secara tidak disadari. Material transparan yang digunakan akan memberikan efek supervisi secara tidak langsung bagi staf dapur untu dapat meningkatkan performa kerjanya di dalam dapur. Key words: Open Kitchen, Environmental Psychology, Bakery Design
Tinjauan Elemen Interior Ruang Sidang Indonesia Menggugat Bandung Kawanua, Jelita
Waca Cipta Ruang Vol. 1 No. 1 (2015): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v1i1.1664

Abstract

Dasar pemikiran yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah meninjau suatu penerapan gaya arsitektur dan desain interior pada sebuah bangunan tua yaitu gedung Indonesia Menggugat Bandung. Menelaah sejarah didirikannya dan kekhasan bentuk secara visual pada setiap sudut bangunan gedung Indonesia Menggugat Bandung akan menambah khasanah pengetahuan tentang keanekaragaman gaya pada arsitektur dan interior, terutama pada bangunan tua yang bersejarah. Tujuan akhir adalah untuk tetap menjaga kelestarian sebuah benda bukti suatu sejarah, yang dalam hal ini merupakan bagian dari kebudayaan manusia dalam wujud arsitektur yang mewakili zamannya untuk mencerminkan masa lampau pada masa kini.Gedung Indonesia Menggugat berdiri pada tahun 1907 sebagai rumah dan pada tahun 1917 direnovasi dan beralih fungsi sebagai gedung Pengadilan Negeri Hindia Belanda. Saat itu gaya arsitektur yang berkembang di Indonesia khususnya kota Bandung, adalah mengadaptasi gaya arsitektur yang tengah berkembang di Eropa. Salah satu gaya arsitektur yang berkembang di Indonesia adalah gaya Neo Klasik. Gaya Neo Klasik itulah yang akan ditinjau secara visual dan dikaitkan dengan kondisi lingkungan sekitar gedung ini. Ditinjau secara detil tiap bentuk dan unsur yang diterapkan pada elemen interior gedung khususnya ruang sidang pengadilan lalu membandingkan dengan penerapan gaya Neo Klasik di Eropa dan Belanda khususnya. Lalu disesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia, suhu dari kota Bandung dan lokasi gedung yang berada di tengah bangunan lama yang juga mempunyai ciri khas dalam penerapan gaya arsitekturnya.Hasil akhir dari penelitian ini, akan menjawab gaya apakah yang diterapkan pada interior ruang sidang pengadilan gedung Indonesia Menggugat Bandung. Serta sejauh mana pengaruh perkembangan teknologi yang seiring dengan perkembangan zaman pada bangunan tua seperti gedung Indonesia Menggugat untuk tetap ada. Demi kepentingan pengetahuan peradaban kebudayaan manusia masa ke masa.
Kajian Arsitektur pada Masjid Bingkudu di Minangkabau Dilihat dari Aspek Nilai dan Makna Fatimah, Dina
Waca Cipta Ruang Vol. 1 No. 1 (2015): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v1i1.1665

Abstract

Minangkabau philosophy of life is represented in “alam takambang jadi guru” that is fundamentally based upon tradition, religion, and the Al-Quran (adat basandi syara’, syara’basandi kitabullah). This philosophy is also implemented in its society’s works of art, particularly in architecture. The Minangkabau architecture under discussion in this research is an ancient mosque called Bingkudu in Candung, Agam Regency. This research is a study of architecture on Bingkudu Mosque in Minangkabau as seen from point of view of value and meaning. The research describes Bingkudu’s visual elements, then searches and collects the data regarding their value and meaning. The research shows that the value and meaning design of architectural design of Bingkudu Mosque do not stray from the value of monotheism. Tradition and religion go hand in hand without any significant differences in this principle and shape on the visual elements. This mosque also undergo an acculturation between the old concept adhering to indigenous culture (have already undergone acculturation) with the concept of Islamic architectural designs. This proves that the Minangkabau society is open to other cultures. Key words:culture, Minangkabau, mosque, religion, tradition, value and meaning.
Studi Perbandingan Persepsi Konsumen Mengenai Penerapan Desain "Open Kitchen" dan "Close Kitchen" Pada Restoran Tradisional Indonesia Derwentyana, Ryanty
Waca Cipta Ruang Vol. 1 No. 2 (2015): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v1i2.1666

Abstract

Penerapan desain open kitchen pada restoran dimaksudkan sebagai promosi untuk mencitrakan hal-hal positif mengenai produk-produk yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan ingin mencari tahu apakah terdapat perbedaan persepsi konsumen yang signifikan mengenai restoran tradisional dengan konsep open kitchen dan closed kitchen. Hal-hal yang menjadi unit analisa penelitian ini adalah persepsi kebersihan, persepsi kesegaran, hiburan, kepercayaan, kualitas pelayanan, dan nilai kultural. Dengan menggunakan 46 orang responden yang berstatus mahasiswa, dan hasil respon diukur menggunakan metode statistika T-Test berpasangan, didapati hasil bahwa secara umum terdapat perbedaan persepsi yang signifikan akibat penerapan dapur restoran yang memiliki konsep tertutup dan konsep terbuka, dan juga memberikan respon signifikan ke arah positif untuk aspek kebersihan, kesegaran, kepercayaan, kualitas pelayanan, dan penghargaan kultural untuk konsep open kitchen dibandingkan konsep closed kitchen. Key words: Open Kitchen, Restoran Tradisional, Persepsi
Nilai Kemanusiaan dalam Proses Belajar Desain Interior Partisipatif yang Berpusat pada Pengguna: Studi kasus pada desain interior panti jompo Tumilar, Elaine Steffanny
Waca Cipta Ruang Vol. 5 No. 1 (2019): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v5i1.1690

Abstract

ABSTRACT This paper focuses on discussing the method of Participatory Design for Public Space as a learning method for students in an Interior Design study program using case studies of designing nursing homes. The main issue is that many nursing homes in Indonesia have not been designed according to the standards, which the users need. What becomes vital here is that problems need to be solved in more specific ways. Branches of Social Science that uphold human values, such as Psychology in this case, began to be incorporated into the process of designing nursing homes. Over time, due to the development of knowledge in an academic environment and also society at large, interior designers have started to realize the importance of using empathy as an instrument adopted from social science. The goal is to produce designs that are meaningful and appropriate for use in the ideal conditions for the users themselves. The overall results of this study will be demonstrated through the exploration of learning from an academic institution that is enriched by involving the user communities. Students are faced with practical exploration, which requires them to manifest their existing scientific knowledge in a real life situation. This form of learning is implemented in Interior Design studies with a Participatory approach that emphasizes human behavior as the users who actually occupy the space and indeed its surrounding environment. Keywords: Interior Design education, participatory design, nursing homes.
Eksplorasi Bambu pada Furnitur Karya Harry Mawardi Fathurrahman, Umar Farouq; dharmawan, Cherry
Waca Cipta Ruang Vol. 4 No. 2 (2018): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v4i2.2031

Abstract

Artikel ini dibuat untuk menjelaskan penerapan material bambu pada furnitur. Pada awalnya bambu merupakan jenis tumbuhan liar yang tidak dibudidayakan, namun banyak ditemukan di dalam hutan, lereng pegunungan dan area sungai. Namun, pada saat ini bambu sudah mulai banyak dieksplorasi dan dikembangkan oleh para pelaku desain untuk diaplikasikan dalam bangunan yang dirancangnya. Sudah banyak penelitian yang dilakukan untuk mengeksplorasi lebih jauh material bambu ini. Bambu merupakan material yang ramah lingkungan, serta mempunyai sifat yang lentur dan elastis untuk jenis kayu. Dalam studi kasus ini, karya dari AMygdala dijadikan sebagai contoh bahwa bambu dapat dibentuk secara modern.
Tinjauan Ornamen Pachin Kari pada Arsitektur Mughal Taj Mahal Fajar, Mochamad; Isfiaty, Tiara
Waca Cipta Ruang Vol. 4 No. 2 (2018): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v4i2.2032

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang bentuk ornamen Pachin Kari pada komplek bangunan Taj Mahal berdasarkan tiga fungsi ornamen yaitu fungsi simbolis, estetis dan konstruktif.Didalam pengaplikasianya, ornamen Pachin Kari memiliki program hiraki yang mengfokuskan pada area-area yang memiliki kepentingan khusus. Dengan demikian, tulisan ini berfokuskan pada program Hiraki ornamen pachin kari berdasarkan fungsinya. Selain itu, pembahasan lainya membahas tentang penerapan material yang berfokuskan pada ornamen pachin kari serta pengorganisasian ornamen tersebut terhadap peningkatan efek visual bangunan Taj Mahal. Kata kunci : Pachin kari, ornamen,estetis , konstruktif
Tinjauan Focal Point Interior Pada Drama Korea Goblin Susianti, Dwisandra; Fatimah, Dina
Waca Cipta Ruang Vol. 4 No. 2 (2018): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v4i2.2033

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan latar seting film drama Korea berjudul Goblin yang dianggap menarik dan menjadi focal point bagi penonton yang melihatnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif yang diambil dari data literatur dan dan hasil pengamatan penulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan seting latar interior yang megah dan mewah mendukung peran dan karakter tokoh utama yang ada di film tersebut.
TINJAUAN TATA CAHAYA PANGGUNG PADAPERTUNJUKAN MUSIK DEATH METAL Maulana, Muhammad Rizal; Maharlika, Febry
Waca Cipta Ruang Vol. 4 No. 2 (2018): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v4i2.2035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peran tata cahaya panggung dalam ruang pertunjukan musikDeath Metal. Tata cahaya pada panggung ini berperan sebagai salah satu elemen pendukung dalam menciptakan suasanaenergiksesuai dengan ciri khas aliran musik Death Metal.Penataan cahaya panggung bertujuan untuk membuat suasana sesuai dengan ciri khas dari penggemar aliran musik iniyang memiliki cara tersendiri dalam menikmati musik tersebutdengan emosional tinggi serta gerakan yang atraktif. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menganalisa gambar beberapa tata cahaya yang diterapkan dalam beberapa pertunjukan musik Death Metal. Penerapan jenis lampu yang digunakan pada pertunjukan musik Death Metal yang paling banyak yaitu menggunakanSpotlight dengan jenis ellipsoidal, Parabolic Aluminized Reflector (PAR), Moving Head serta penggunaan efek khusus cahaya dengan warna dominan yang dipakai yaitu merah. Kata kunci:Tata cahaya, Suasana, Atraktif, Pertunjukan, Death Metal
PERAN WARNA SEBAGAI PENDUKUNG KREATIVITASDIRUANG KELAS SENI TATA RIAS Akbar, Ayu Hanifah; Maharlika, Febry
Waca Cipta Ruang Vol. 4 No. 2 (2018): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v4i2.2037

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmemaparkanperanwarna berdasarkan sifatnyauntuk memberikan suasana dalam sebuah ruang yang tidak hanya sebagai elemen untukmemperindahruangantetapi sebagaisalahsatuelemenpendukung yang dapat mempengaruhi emosi penggunanyauntuk mendukung kreativitasketika berada di dalam ruang kelasseni tata rias.Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan memaparkan jenis warnayang dapat memberikan dampak pada emosi penggunanyauntuk mendukung kreativitas dengan menerapkan pemilihan warna yang sesuaidengan psikologi warna berdasarkan sifatnya.Penerapan warna dalam sebuah ruang dapat mempengaruhi suasana ruang yang juga dapat berpengaruh pada emosional penggunanya dikarenakan oleh suasana yang dirasakan pengguna pada saat berada didalam ruang yang disebabkan oleh sifat warnayang muncul dari pilihan warna yang diterapkan pada ruangan. Penerapan warna dalam ruang kelas biasanya menggunakan perpaduan warna untuk memberikan suasana yang menyenangkan agar dapat mendukungaktivitas yang akan di jalani didalam sebuah ruang.

Page 2 of 13 | Total Record : 128