cover
Contact Name
Febry Maharlika
Contact Email
febry.maharlika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281226100654
Journal Mail Official
wacaciptaruang@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Interior Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112-116 Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior
ISSN : 23016507     EISSN : 26561824     DOI : https://doi.org/10.34010
Core Subject : Art, Engineering,
Waca Cipta Ruang merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Desain Interior UNIKOM pada bulan Mei dan Nopember setiap tahunnya. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian dan studi-studi Desain Interior meliputi kajian teori, kajian seni dan budaya, dan kajian desain dalam konteks ruang, yang difokuskan pada tema ruang dan kebudayaan.
Articles 128 Documents
Tinjauan Visual Motif Kina pada Ornamen Kolom Ruang Rapat Paripurna DPRD Kab.Bandung Oktaviana, Nova; Primayudha, Novrizal
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15247

Abstract

Motif kina selama ini dipahami sebagai komoditas agraris dan penanda ekonomi kolonial, namun jarang dikaji sebagai identitas visual dalam ruang politik kontemporer. Penelitian ini menganalisis adaptasi visual motif kina pada kolom ruang rapat paripurna Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, dengan fokus pada perannya sebagai representasi identitas daerah. Penelitian dilakukan pada tahun 2024 dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan estetika morfologi Thomas Munro. Analisis difokuskan pada bentuk, material, warna, dan motif kolom, serta prinsip desain seperti keseimbangan, harmoni, proporsi, skala, dan kesatuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif kina tidak hanya berfungsi sebagai ornamen dekoratif, tetapi juga sebagai medium identitas lokal yang mengartikulasikan legitimasi simbolik dan memperkuat citra ruang rapat sebagai ruang politik yang formal, representatif, dan sarat makna budaya.Kesimpulannya, integrasi motif kina pada ornamen kolom ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung menegaskan pentingnya adaptasi visual sebagai strategi menghadirkan identitas lokal dalam desain interior pemerintahan. Kata Kunci: adaptasi visual, motif kina, identitas lokal, kolom, DPRD Kabupaten Bandung
Penerapan Desain Rumah Joglo Pada Fasilitas Publik di Bali Morgana, Zulfa Azka; Rahayu, Ni Nyoman Sri; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15804

Abstract

Arsitektur tradisional Indonesia memiliki kekayaan bentuk dan makna yang masih relevan untuk diterapkan di masa kini. Salah satunya adalah rumah Joglo dari Jawa Tengah, yang dikenal dengan struktur simbolik dan filosofisnya. Seiring perkembangan zaman, bentuk Joglo mulai digunakan dalam berbagai fungsi baru, termasuk sebagai ruang publik seperti restoran. Adaptasi rumah Joglo sebagai restoran di Bali menunjukkan perpaduan antara budaya Jawa dan arsitektur Bali. Salah satu contohnya adalah restoran Yakiniku Joglo di Sanur, yang menggabungkan bentuk tradisional Joglo dengan aturan arsitektur lokal Bali, seperti yang tercantum dalam PERDA Provinsi Bali No. 5 Tahun 2005 dan Peraturan Walikota Denpasar No. 25 Tahun 2010. Bentuk atap limasan, ornamen Bali seperti murda dan ikuh celedu, serta prinsip Tri Angga diterapkan agar bangunan tetap selaras dengan lingkungan sekitar. Meski desain asli Joglo tetap dipertahankan pada bagian penting seperti Sakaguru dan pendhapa, penyesuaian dilakukan agar bangunan memenuhi fungsi restoran dan mematuhi aturan daerah. Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan bahwa pengunjung merasa nyaman dan menyukai suasana tradisional yang tercipta. Joglo yang diadaptasi dengan nilai lokal Bali tidak hanya memperkaya identitas budaya bangunan, tetapi juga membuktikan bahwa elemen arsitektur tradisional bisa tetap relevan dan fungsional dalam konteks modern.   Kata Kunci: adaptasi arsitektur, adaptasi budaya, arsitektur bali, Joglo, Tri Angga    
ECO-INTERIOR RUANG PERMAKULTUR : MENGHUBUNGKAN RUANG & ALAM DI KAWASAN HUTAN DESA ABANG Ambarawati, Ida Ayu Oka; Mahadipta, Ngurah Gede Dwi; Utami, Ni Kadek Yuni
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15813

Abstract

Perancangan Eco-Interior Ruang permakultur bertujuan untuk menciptakan ruang yang harmonis antara manusia dan alam di kawasan Hutan Abang, Desa Abang Baturiti, Bali. Lokasi ini merupakan bagian dari skema kehutanan sosial yang dikelola oleh HKm Abang Lestari, dengan tantangan utama berupa keterbatasan fasilitas dan kebutuhan akan ruang yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta ekonomi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang interior ruang publik berbasis prinsip permakultur yang adaptif terhadap konteks lingkungan dan sosial kawasan. Konsep ruang permakultur diterapkan dalam desain untuk memastikan bahwa ruang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem. Prinsip utama permakultur—perhatian terhadap bumi, perhatian terhadap manusia, dan pembagian hasil yang adil—diimplementasikan melalui pemanfaatan material alami dan daur ulang, optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara, serta integrasi elemen vegetasi dalam ruang. Ruang yang dirancang meliputi area registrasi, pusat komunitas, pasar petani, workshop edukasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Metode perancangan dilakukan dengan pendekatan berbasis observasi lapangan, wawancara, studi literatur, serta analisis kebutuhan pengguna. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi model desain yang tidak hanya berkelanjutan secara lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsep permakultur serta mendukung kesejahteraan ekonomi lokal. Kata Kunci: Eco-Interior, Ruang permakultur, Interior Berkelanjutan, Desa Abang    
Strategi Perancangan Arsitektur dan Interior dalam Penataan Hutan Wisata Berbasis Potensi dan Budaya Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan di Desa Abang Baturiti I Made Satria Wira; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; Kadek Risna Puspita Giri
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15835

Abstract

Desa Abang di Kabupaten Tabanan memiliki keragaman potensi alam dan budaya lokal yang signifikan, meliputi kawasan hutan pinus, kontur topografi yang dinamis, mata air alami, serta praktik sosial-budaya yang hidup di tengah masyarakat. Potensi alam ini menjadi landasan bagi pengembangan hutan wisata yang berbasis ekowisata dan kearifan lokal. Namun, dalam implementasinya, kawasan ini menghadapi sejumlah permasalahan tata ruang, seperti zonasi yang tidak terstruktur, jalur sirkulasi yang kurang terarah, ketiadaan sistem penanda ruang, serta belum adanya strategi desain interior yang mendukung kenyamanan dan fungsionalitas ruang luar. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi desain interior dan zonasi ruang yang mampu merespon permasalahan tersebut melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dengan mengintegrasikan konsep Tri Hita Karana. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelompokan zona ruang berdasarkan aktivitas dan kebutuhan pengunjung menjadi dasar dalam menciptakan tata ruang yang efisien dan adaptif. Strategi interior difokuskan pada peningkatan kenyamanan ruang terbuka melalui integrasi pencahayaan alami, sirkulasi udara silang, serta pemilihan material dan elemen visual yang merepresentasikan identitas budaya setempat. Dengan mengadopsi prinsip arsitektur ekologis dan filosofi penataan ruang tradisional Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana. Strategi desain interior dan zonasi ruang ini berkontribusi dalam menciptakan pengalaman ruang yang nyaman, kontekstual, dan edukatif, sekaligus memperkuat fungsi hutan wisata sebagai ruang rekreatif dan berkelanjutan di Desa Abang. Kata Kunci:, Budaya lokal, desain interior, hutan wisata, pariwisata berkelanjutan, tri hita karana, zonasi ruang
Citra Bangunan Museum Sang Nila Utama Sebagai Representasi Budaya Melayu Riau Ravelino, Parlindungan; Kusmara, Andryanto Rikrik; Adhitama, Gregorius Prasetyo; Malasan, Prananda Luffiansyah
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.16245

Abstract

Perkembangan definisi museum kontemporer menempatkannya sebagai institusi publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pamer koleksi, tetapi juga sebagai ruang riset, konservasi, komunikasi, serta edukasi yang bersifat reflektif dan menyenangkan. Dalam konteks ini, museum daerah di Indonesia diharapkan mampu merepresentasikan identitas budaya lokalnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi arsitektur budaya Melayu Riau melalui desain bangunan Museum Sang Nila Utama di Pekanbaru. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi pustaka, observasi lapangan, dan dokumentasi visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa museum ini mengadopsi elemen-elemen arsitektur tradisional Melayu Riau, seperti atap limas, selembayung, dan ornamen etnik yang diinterpretasikan secara kontemporer melalui pendekatan arsitektur neo-vernakular. Dengan demikian, bangunan museum berfungsi sebagai medium representasi arsitektur budaya lokal yang meneguhkan identitas Melayu Riau, sekaligus menjadi model representatif bagi pengembangan desain museum berbasis nilai budaya lokal di Indonesia pada masa mendatang.   Kata Kunci: Arsitektur Neo-Vernakular, Budaya Melayu Riau, Museum, Representasi Arsitektur  
Analisis Place Attachment pada Area Tunggu dalam Konteks Desain Universal Hariandini, Tesa Beta; Ravelino , Parlindungan
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.17409

Abstract

Area tunggu Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning merupakan ruang bersama yang digunakan oleh berbagai program studi di Fakultas Teknik. Ruang ini dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika, seperti dosen, mahasiswa, serta tamu dari luar universitas. Kondisi ini menjadikan area tunggu Fakultas Teknik sebagai ruang dengan intensitas penggunaan tinggi serta latar belakang pengguna yang beragam. Keberagaman tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan keterikatan pengguna terhadap ruang, sekaligus menjadikan area tunggu sebagai representasi citra atau “wajah” Fakultas Teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keterikatan tempat (place attachment) pengguna terhadap area tunggu Fakultas Teknik. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi potensi kontribusinya terhadap perancangan desain interior yang inklusif dan universal. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen Place Attachment Index (PAI) untuk mengukur tingkat keterikatan pengguna. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi dimensi emosional dan fungsional dalam hubungan pengguna dengan ruang tunggu tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa place attachement tidak dapat terbentuk karena berada pada skala rendah yaitu 28,60. Ketiadaan place attachment disebabkan oleh area tunggu yang belum merepresentasikan citra Fakultas Teknik serta belum dirancang sebagai desain interior yang inklusif dan universal. Temuan penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk studi lanjutan terkait keterikatan pengguna terhadap ruang bersama di lingkungan pendidikan tinggi.   Kata Kunci: Area Tunggu, Desain Universal, Fakultas Teknik, Place Attachment
PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM DALAM PERANCANGAN KONSEP RUANG INTERIOR DI SMA ISLAMIC SCHOOL Sapri, Kurnia Binti; Kusumah, Anita Febrianti
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.17928

Abstract

Kota Bandung memiliki populasi Muslim yang besar serta perkembangan lembaga pendidikan Islam yang pesat. Namun, hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 49,1% siswa SMA di kota ini mengalami stres akibat tekanan akademik dan sosial. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan akan lingkungan belajar yang tidak hanya memenuhi fungsi fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis dan spiritual siswa. Sejauh ini, sebagian besar penelitian mengenai stres siswa lebih banyak berfokus pada pendekatan psikologis dan manajemen pendidikan, sementara kajian yang menelaah peran desain ruang dalam mendukung kesehatan mental, khususnya melalui pendekatan Arsitektur Islam, masih terbatas. Hal ini menjadi celah akademik yang perlu diteliti lebih lanjut. Pendekatan Arsitektur Islam menawarkan perspektif holistik yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, keseimbangan lingkungan, dan pengalaman ruang manusia. Prinsip-prinsip seperti tawhid (kesatuan), tawazun (keseimbangan), dan sakinah (ketenangan) memberikan dasar konseptual bahwa ruang dapat berfungsi sebagai media dzikrullah, yaitu pengingat akan kehadiran Tuhan, yang berpotensi menenangkan dan menumbuhkan kesadaran batin. Dalam konteks pendidikan Islam seperti SMA PGII 1 Bandung, yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, penerapan prinsip ini menjadi relevan untuk menciptakan ruang belajar yang tidak hanya estetis tetapi juga mendukung ketenangan mental dan spiritual siswa. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk menjembatani kajian antara desain ruang interior berbasis Arsitektur Islam dan kesehatan mental siswa, serta merumuskan bagaimana nilai-nilai spiritual Islam dapat diterjemahkan ke dalam elemen-elemen desain interior, seperti warna, pencahayaan, dan material yang berkontribusi pada keseimbangan emosional di lingkungan belajar.   Kata Kunci : Desain Interior, Arsitektur Islam, Kesehatan Mental, Sekolah Islam  
OPTIMALISASI ELEMEN INTERIOR DALAM PENGGUNAAN MATERIAL BERKELANJUTAN PADA SEKOLAH UNTUK MENDUKUNG SUSTAINABLE DESIGN TERHADAP LINGKUNGAN Anugerah, Trianita; Intan Ayu, Nabila
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.18003

Abstract

Perubahan lingkungan akibat aktivitas manusia mendorong perlunya penerapan desain berkelanjutan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan material berkelanjutan pada desain interior Sekolah Alam Bandung sebagai upaya mendukung konsep desain ramah lingkungan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan material alami seperti bambu, kayu daur ulang, dan plastik daur ulang (plastic board) berperan penting dalam meningkatkan efisiensi energi, kualitas udara dalam ruangan, serta mengurangi emisi karbon. Bambu memiliki kekuatan mekanik tinggi dan mudah diperbarui, kayu daur ulang mendukung prinsip reuse dan low emission, sedangkan plastic board memberikan ketahanan tinggi terhadap kelembapan dan kemudahan perawatan. Penerapan material-material tersebut membuktikan bahwa desain interior sekolah dapat berfungsi sebagai sarana edukasi keberlanjutan yang langsung dirasakan oleh penggunanya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain interior pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: Material Berkelanjutan, Desain Interior Sekolah, Desain Ramah Lingkungan

Page 13 of 13 | Total Record : 128