cover
Contact Name
Husnun Amalia
Contact Email
husnun_a@trisakti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbiomedkes@trisakti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Biomedika dan Kesehatan
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 2621539x     EISSN : 26215470     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biomedika dan Kesehatan is an official publication of Faculty of Medicine Trisakti University. Jurnal Biomedika dan Kesehatan is a third-monthly medical journal that publishes new research findings on a wide variety of topics of importance to biomedical science and clinical practice. Jurnal Biomedika dan Kesehatan online contains both the current issue and an online archive that can be accessed through browsing, advanced searching, or collections by disease or topic.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Hubungan tipe kepribadian dengan prestasi akademik pada siswa SMA X Muhammad Alkadri Anugrah; Dian Mediana
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.142-147

Abstract

LATAR BELAKANGProses pendidikan dipengaruhi oleh tiga unsur dasar, yaitu input, proses, dan luaran (output). Yang termasuk input adalah siswa dengan latar belakangnya. Proses adalah kegiatan pembelajaran yang berupa bentuk interaksi edukatif guru dengan siswa, mencakup pemberian dan pemahaman materi pelajaran. Luaran adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa, meliputi kognitif, afektif dan psikomotorik. Setiap siswa mempunyai keunikan dan karakter masing-masing. Keunikan ini termasuk tipe kepribadian yang membuat siswa memiliki respon yang berbeda dalam memahami suatu pelajaran, baik dari segi sikap maupun gaya belajar yang menunjang keberhasilan belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan prestasi akademik siswa.METODEPenelitian ini dilakukan menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 378 siswa kelas XI dan XII IPA Sekolah Menengah Atas Negeri X. Data dikumpulkan dengan wawancara dan pengisian kuesioner Eysenck Personality Inventory (EPI) pada bulan September–November 2018. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan batas kemaknaan p<0.05.HASILTipe kepribadian introvert 49.2%, ekstrovert 50.8%. Nilai eksakta tinggi 55.6%, rendah 44.4%. Nilai non-eksakta tinggi 63.8%, rendah 36.2%. Nilai rata-rata tinggi 52.9%, rendah 47.1%. Hubungan bermakna antara tipe kepribadian dengan nilai eksakta (p=0.000); dengan nilai non-eksakta (p=0.000); dan dengan nilai rata-rata (p=0.000).KESIMPULANTerdapat hubungan bermakna antara tipe kepribadian dengan prestasi akademik pada siswa SMA X.
Hubungan kadar kolesterol darah dengan risiko terjadinya preeklamsia Sonia Martilova; Tjam Diana Samara
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.178-184

Abstract

Preeklamsia menjadi penyulit 2-8% kehamilan yang berkaitan dengan peningkatan mortalitas dan morbiditas maternal di seluruh dunia. Preeklamsia ditandai dengan timbulnya hipertensi yang disertai proteinuria setelah usia kehamilan 20 minggu. Hipertensi dan gejala lain dari preeklamsia mungkin terjadi tanpa adanya proteinuria. Preeklamsia memiliki patofisiologi yang kompleks, disfungsi endotel vaskular yang ditemukan pada preeklamsia diasumsikan terkait dengan kondisi dislipidemia, terutama hipertrigliseridemia. Pada awal kehamilan terjadi peningkatan kadar trigliserida ibu yang diikuti oleh peningkatan low-density protein (LDL) dan kemudian akan diimbangi dengan peningkatan high-density protein (HDL) yang berfungsi sebagai antiinflamasi pada pembuluh darah. Namun, pada kehamilan dengan preeklamsia, hal tersebut tidak terjadi. Kajian pustaka ini mencoba menelusuri beberapa studi terkait perubahan kadar kolesterol darah pada awal kehamilan sebagai risiko terjadinya preeklamsia. Berdasarkan studi yang ditinjau, seluruh studi menunjukkan trigliserida meningkat signifikan pada awal kehamilan yang kemudian menjadi preeklamsia. Seperti yang terjadi pada kondisi normal, peningkatan trigliserida dalam darah yang diimbangi dengan peningkatan HDL ternyata tidak ditemukan pada kehamilan yang mengalami preeklamsia. Kajian pustaka ini menyimpulkan, adanya perubahan kolesterol pada awal kehamilan berkaitan dengan risiko terjadinya preeklamsia. Melakukan pengukuran kadar kolesterol darah pada awal kehamilan (≤20 minggu) dapat menjadi petunjuk awal preeklamsia.
Hubungan konsumsi susu dengan fungsi kognitif pada lansia Derry Arkan Prabowo; Fransisca Chondro
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.148-156

Abstract

LATAR BELAKANGPada lansia, fungsi kognitif adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kemampuannya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Adanya gangguan pada fungsi kognitif akan menimbulkan disfungsi sehingga dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif pada lansia adalah penuaan, penyakit metabolik dan nutrisi. Banyak sekali asupan nutrisi yang berpengaruh terhadap fungsi kongitif, salah satunya adalah susu. Sampai saat ini telah dilakukan beberapa penelitian terkait hubungan antara konsumsi susu dengan fungsi kognitif pada lansia namun didapatkan hasil yang kontradiktif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui lebih lanjut hubungan antara konsumsi susu dan fungsi kognitif pada lansia.METODEPenelitian cross-sectional dengan desain observasional analitik ini dilakukan di Posyandu Kelurahan Krendang, Jakarta Barat pada Bulan Agustus–Desember 2019 dengan melibatkan 135 responden. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah berusia minimal 60 tahun, tidak memiliki gangguan dalam membaca dan menulis, tidak mengalami gangguan pendengaran serta bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusinya adalah lansia yang telah didiagnosis menderita hipertensi dan diabetes mellitus. Dalam wawancara terpimpin dengan setiap responden didapatkan karakteristik sosiodemografis (usia, jenis jelamin, dan pendidikan), tingkat konsumsi susu diukur dengan kuesioner susu yang diadaptasi dari Naruki Kitano, dan penilaian fungsi kognitif dengan kuesioner Montreal Cognitive Assesment Indonesia. Analisis data menggunakan uji statistik dengan tingkat kemaknaan α=0.05.HASILDidapatkan responden yang memiliki kebiasaan mengonsumsi susu adalah sebesar 51.9%, yang mengalami gangguan fungsi kognitif adalah sebanyak 87.4%, dan pada uji bivariat kedua variabel didapatkan p=0.660.KESIMPULANPada penelitian ini dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi susu dan fungsi kognitif.
Bermain aplikasi gadget berhubungan dengan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa pada balita Kadek Bayu Suryawan; Lie Tanu Merijanti
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.157-163

Abstract

LATAR BELAKANGGadget merupakan salah satu media informasi dan teknologi yang berkembang pesat dan  telah membuat penggunanya menjadi ketergantungan, bahkan balita. Penggunaan gadget secara berlebihan dan tidak tepat dapat menimbulkan dampak berupa keterlambatan bicara atau bahasa. Di Indonesia jumlah keterlambatan bicara dan bahasa pada balita mencapai 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan keterlambatan perkembangan aspek bicara dan bahasa pada balita.METODEPenelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 responden yang memenuhi kriteria inkulsi maupun eksklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner intensitas penggunaan gadget dan kuesioner pra skrining perkembangan pada bulan Oktober–Desember 2019 di TK Kelurahan Tomang, Jakarta Barat. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan yang digunakan p<0.05.HASILDengan total 100 responden, didapatkan 18 orang (18%) intensitas penggunaan gadget rendah, 29 orang (29%) intensitas penggunaan gadget sedang dan 53 orang (53%) dengan intensitas penggunaan gadget tinggi. Responden dengan keterlambatan perkembangan aspek bicara dan bahasa sebanyak 39 orang (39%) dan 61 orang (61%) lainnya tidak mengalami keterlambatan perkembangan aspek bicara dan bahasa. Hasil analisis Chi-square menunjukkan hubungan intensitas penggunaan gadget dengan keterlambatan perkembangan aspek bicara dan bahasa pada balita memiliki nilai signifikansi (p=0.002).KESIMPULANIntensitas penggunaan gadget berhubungan dengan keterlambatan perkembangan aspek bicara dan bahasa pada balita.
Berat badan lahir dan kejadian hipoglikemia pada neonatus Raisha Ochi Melinda; Magdalena Wartono
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.164-169

Abstract

LATAR BELAKANGSalah satu penyebab kematian bayi baru lahir adalah kadar gula darah rendah (hipoglikemia) karena dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ seperti otak. Neonatus dengan berat badan lahir (BBL) ≥3800g atau <2500 g sering mengalami hipoglikemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara berat badan lahir dengan hipoglikemia pada bayi baru lahir. METODEPenelitian menggunakan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh kelahiran di RSAL dr. Mintohardjo periode Januari-Juli 2019 sebanyak 71 bayi. Sampel dipilih secara consecutive non-random sampling. Data kadar gula darah dan berat badan lahir bayi diambil dari rekam medis. Hubungan kedua variabel diuji dengan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0.005. HASILPenelitian menunjukkan sebanyak 16 bayi (22.5%) memiliki BBL rendah, 41 bayi (57.7%) memiliki BBL normal dan 14 bayi (19.7%) memiliki BBL lebih. Pada penelitian ini bayi yang mengalami hipoglikemia sebanyak 32 bayi (45.1%). Responden dengan berat badan lahir rendah dan mengalami hipoglikemia sebanyak 14 bayi (87.5%). Sedangkan responden dengan berat badan lahir normal dan mengalami hipoglikemia sebanyak 8 bayi (19.5%). Responden dengan berat badan lahir lebih dan mengalami hipoglikemia sebanyak 10 bayi (71.4). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0.000. KESIMPULANTerdapat hubungan antara berat badan lahir bayi dan kejadian hipoglikemia pada bayi baru lahir.
Omicron penyebab COVID-19 sebagai variant of concern Husnun Amalia
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2021.v4.139-141

Abstract

Virus penyebab COVID-19, SARS-CoV-2 terus mengalami mutasi membentuk varian baru. Varian terbaru yang telah terdeteksi, yaitu varian Omicron yang dikenal sebagai varian B.1.1.529.(1) Varian ini pertama kali dilaporkan di Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021 dan saat ini telah menyebar ke seluruh dunia.(1,2)
Kasus Langka Karsinoma Sarcomatoid Kandung kemih dan Batu Kandung kemih pada pria berusia 58 tahun : Lapran Kasus Vincent, Vincent; Mikha, Mikha; Alpendri, Aries
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2023.v6.340-346

Abstract

BACKGROUND: Sarcomatoid bladder carcinoma is scarcely found, with most cases of bladder carcinoma due to bladder stone as a risk factor consisting of squamous cell carcinoma. Only 221 cases were reported between 1973 and 2004 of sarcomatoid bladder cancer.  Therefore, this case report brings out sarcomatoid bladder carcinoma and its clinical relevance. CASE DESCRIPTION: A 58 years old Indonesian man experienced gross hematuria for 3 months, and thus finally brought to the Emergency Room (ER) where he was initiated urinary catheter and given intravenous (IV) fluid along with analgesic parenterally. Emergency abdominal radiograph assessment and blood test were made. Abdominal radiograph assessment suggests a 6 x 6 cm opacity in the bladder and several urolithiasis in the pelvic cavity. Ureum and creatinine increased in the blood test procedure. Based on the characteristic appearance and radiological findings, a diagnosis of vesicolithiasis was made. Following the diagnosis, the patient was urgently operated on (Open vesicolithotomy), and during the stone removal, there was a tangled polyp-like mass found buried underneath the stone. Histological findings of mass and surrounding lymph nodes were made and histopathologically stated the mass was sarcomatoid carcinoma of the bladder and it had metastated to lymph node and pelvic region. CONCLUSION: Considering hematuria in urolithiasis is frequent, the clinician should be aware of any tumor findings especially when the hematuria is massive thus emergency urolithotomy should be considered immediately.
Hubungan Rasio Lingkar Pinggang Panggul dan Asupan Lemak dengan Risiko Kejadian Kardiovaskular pada Usia Produktif Thahara, Adriani; Krisnawati, Ika
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2023.v6.71-80

Abstract

BACKGROUND Every year, cardiovascular disease (CVD) is the leading cause of death in the globe. The Framingham Risk Score forecasts the likelihood of cardiovascular diseases occurring within the next decade. Waist-to-Hip Ratio (WHR) is an anthropometric measurement representing abdominal fat and is regarded as superior to Body Mass Index (BMI) for predicting cardiovascular risk. Excessive fat intake will increase the risk of CVD. The purpose of this study is to determine the association between WHR and fat consumption and the risk of cardiovascular events in the productive age METHOD This cross-sectional observational study included 173 participants aged 30-64 at RW 12, Dutamas, Grogol Pertamburan, between September and November 2018. Using main data to determine the measures of WHR, BMI, data for FRS calculations, and 3x24-hour food recall interviews, data were collected using consecutive non-random sampling and non-random non-consecutive sampling. IBM SPSS 23 was utilized for the data analysis. RESULTS There were 62 male respondents and 111 female respondents. Both men and women are at risk of a high WHR measurement. However, men are more likely to be found with obesity in comparison to women. Both men and women presented a high fat intake of ³80% RDA. In the FRS test with WHR and fat intake, results show a p-value of <0.05 for men and women; meanwhile, the FRS test with BMI resulted in p> ​​0.05 for men and p<0.05 for women. CONCLUSION There was a relationship between the Waist-to-Hip Ratio (WHR) and fat intake with the risk of cardiovascular events.
Risk factors of negleted diseases at juai district of balangan regency, south kalimantan: a lymphatic filariasis Dina Amalia Pratiwi; Rina K. Kusumaratna
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2022.v5.14-23

Abstract

BACKGROUND 65% of all lymphatic filariasis (LF) could be found in South East Asia, including Indonesia. As one of neglected tropical diseases, filariasis has a major problem on public health and 72% of districts are endemic areas. The clinical manifestation has a major impact on social, economic burden and decreasing quality of life. Aim of the study to explore and determine an influences factors based on social determinant of health among inhabitants at Juai district.METHODSThis research was conducted by using a standardized questionnaire. A two phase of an observational study, firstly a cross-sectional conducted at 3 villages among suspected screening subjects from March to May 2014. The diagnosis of infection was confirmed by finger prick test, which was done from 10 PM until 2 AM. Second phase, a case-control study from October 2014 to January 2015, were obtained from data-based of affected patients and their neighborhoods, comprising 38 subjects respectively. Statistical analysis was descriptive and analytical by chi-square test and multivariate logistic regression. RESULTSFirst phase found 100% of 64 subjects were positive with the count varies from 3 up-to 34 microfilaria. The second phase, LF incidence was significantly associated with age (OR=5.32, 95% CI:1.99-14.16), occupation (OR=3.04, 95% CI:0.95-9.75), less knowledge (OR=3.75, 95% CI:1.37-10.26) and presence of water hyacinths (OR=3.32, 95% CI:1.3-8.54). Only physical environment score were significantly associated (p=0.00) and demonstrably as a protected against LF (OR=0.3, 95% CI:0.10–0.69). CONCLUSIONThe risk of filariasis incidence with good score of physical environment as a protective factor in risk population
Pengetahuan sikap dan perilaku berhubungan dengan infeksi COVID-19 pada petugas rumah sakit Niken Nadila; Kartini Kartini
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2022.v5.4-13

Abstract

LATAR BELAKANGKasus COVID-19 di Indonesia semakin meningkat dan banyak petugas kesehatan yang terinfeksi COVID-19, namun penelitian mengenai status infeksi petugas kesehatan masih kurang. Dalam kondisi seperti ini penting memastikan keselamatan petugas kesehatan dalam bekerja supaya tidak tertular virus. Pengetahuan, sikap dan perilaku yang baik dari petugas kesehatan merupakan langkah perlindungan dasar untuk mengurangi kemungkinan penularan infeksi. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan infeksi COVID-19 pada petugas kesehatan. METODEDesain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Subyek penelitian adalah petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Lebong kota Muara Aman Provinsi Bengkulu dengan sampel sebanyak 200 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku dalam menghadapi COVID-19 dan riwayat terinfeksi COVID-19, dikumpulkan melalui google form. Uji hipotesis dengan menggunakan uji Chi-square/Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan p<0,05. HASILHasil penelitian menunjukkan sebanyak 66,0% responden berpengetahuan baik tentang pandemi COVID-19, sebanyak 69,0% responden bersikap positif (tenang, berhati-hati dan meningkatkan usaha menjaga kesehatan pribadi), dan 95,5% berperilaku positif dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Sebagian besar responden tidak terinfeksi COVID-19 (87,5%). Analisa statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,001), dan perilaku (p=0,001) dengan infeksi COVID-19. KESIMPULANPengetahuan, sikap dan perilaku berhubungan dengan infeksi COVID-19 pada petugas kesehatan.