cover
Contact Name
REM
Contact Email
rieza@eng.uir.ac.id
Phone
+6281378508244
Journal Mail Official
rem@journal.uir.ac.id
Editorial Address
Jl. Kaharuddin Nasution No 113 Perhentian Marpoyan, Pekanbaru, Riau 28284
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Journal of Renewable Energy and Mechanics
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 27146219     EISSN : 26148315     DOI : 10.25299
Core Subject : Social, Engineering,
REM is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research from area of Mechanical and Material Science and Development of Technology related with Mechanical Engineering. We accept submission from all over the world on English language. Our Editorial Board members are prominent and active researchers in renewable energy and mechanical engineering fields who ensure efficient, fair, and constructive peer-review process. All accepted articles will be published freely and available to all readers with worldwide visibility and coverage. REM (Journal of Renewable Energy and Mechanics) published periodically two times annually by Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Islam Riau.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
ANALISA PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PERTALITE DENGAN NAFTALENA TERHADAP UNJUK KERJA DAN EMISI GAS BUANG PADA MESIN SEPEDA MOTOR Fiter; Saragih, Sehat Abdi
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 01 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4238

Abstract

Kendaraan bermotor dan mobil adalah satu wujud barang sebagai Salah satu jenis alat transportasi yang sangat banyak digunakan oleh masyarakat yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya serta bahan bakar yang penting karna sebagai sumber tenaga untuk mesin dapat bergerak. Knocking pada mesin adalah efek dari pembakaran yang tidak sempurna didalam ruang bakar pada mesin dan sangat berpengaruh terhadap efisiensi Unjuk kerja dan meningkatkan Emisi gas buang. Knocking terjadi dikarenakan mutu dari bahan bakar yang rendah. Salah satu caranya meningkatkan kualitas pada bahan bakar bisa dengan cara mencampurkan bahan bakar bensin dengan Naftalena. Dimana Naftalena dapat menambah angka oktan sehingga proses pembakaran semakin sempurna. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan pengaruh campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite terhadap Unjuk Kerja dan Emisi gas buang dari sepeda motor serta untuk mendapatkan campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite yang memiliki Unjuk kerja dan Emisi gas buang yang paling baik. Penelitian ini dilakukan dengan memakai pada empat variasi bahan bakar yaitu Pertalite murni 1 liter dan Pertalite murni 1 liter dengan Naftalena 1 gram, 2 gram dan 3 gram di kondisi putaran mesin 5000 rpm serta melakukan pengujian Unjuk kerja dengan alat Dynamometer dan Emisi gas buang dengan alat Gas Analyzer. Dari hasil pengujian bahwa penggunaan campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite memiliki pengaruh yang lebih baik terhadap Unjuk Kerja dan Emisi gas buang dari Pertalite murni, Unjuk kerja dan Emisi gas buang yang terbaik pada penggunaan campuran Naftalena dengan bahan bakar Pertalite 1 liter pada penambahan 2 gram yang memiliki Torsi tertinggi sebesar 6,46 Nm dan Daya tertinggi sebesar 4,58 kW serta menghasilkan Emisi gas buang yang di keluarkan memiliki gas CO terrendah sebesar 1,89 % dan nilai HC terrendah 1036 ppm.
PEMANFAATAN LIMBAH SERAT POHON SAGU UNTUK PEMBUATAN KOMPOSIT Syahputra, Agus; Yulianto, Dody
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 01 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4263

Abstract

PEMANFAATAN LIMBAH SERAT POHON SAGU UNTUK PEMBUATAN BIO KOMPOSIT Agus Syahputra dan Dody yulianto Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau Jl. Kaharuddin Nasution No. 133 Perhentian Marpoyan, Pekanbaru Email : putraa@student.uir.ac.id ABSTRAK Bio komposit adalah gabungan suatu bahan yang terdiri lebih dari dua bahan, dan digabungkan membentuk suatu bahan yang mempunyai sifat berbeda dengan bahan aslinya. Dengan melimpahnya serat sagu di Kabupaten Meranti, hal ini tentu dapat dimanfaatkan terutama di bagian kulit sagu yang sering dibuang dan menyebabkan limbah. Sehingga kulit ini dapat dipakai untuk pembuatan komposit, dengan menggabungkan serat kulit pohon sagu dengan resin polyester. Untuk mengetahui sifat mekanik maka diperlukan pengujian komposit terhadap kekuatan bending dan ketangguhan impact. Dengan variasi volume 80% resin + 20% serat, 70% resin + 30% serat dan 60% resin + 40% serat. Dengan harapan untuk mendapatkan komposisi yang tepat, dan meningkatkan kegunaan dari limbah pohon sagu, untuk menjadi material yang baru. Tahapan ini dimulai dengan pemilihan serat, dan pencampuran resin polyester. Pembuatan spesimen dan prosedur pengujian mengacu pada, ASTM D790 untuk Bending dan ASTM D6110 untuk Impact. Hasil dari pengujian impact dan bending menunjukan kekuatan dari uji bending terbesar adalah 22,39 N/mm2, untuk fraksi volume 60% resin + 40% serat. Sedangkan kekuatan terendah untuk uji bending adalah 8,85 N/mm2, untuk fraksi volume 80% + 20%. Dan ketangguhan impact terbesar adalah 47,173 J untuk fraksi volume 60% resin + 40% serat, sedangkan kekuatan impact terendah adalah 37,674 J, untuk fraksi volume 80% resin + 20% serat. Dapat disimpulkan jika di spesimen fraksi seratnya besar, maka akan memiliki kekuatan dan ketangguhan spesimen yang lebih baik. Kata kunci : Komposit, Serat, material, kekuatan Bending, polyester
The Effect of Silica Pellet Pressing Towards Porosity and Permeability Fadli, Heri; Panuh, Dedikarni; Aldio, Rieza Zulrian; Yulianto, Dody
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 4 No. 01 (2021): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2021.4271

Abstract

Klasifikasi silika (SiO2) dibagi dalam empat karakter dasar silika yaitu struktur kristal, dispersitas, komposisi permukaan dan porositas. Sebelumnya pasir silika ini banyak digunakan oleh industri minyak dan gas sebagai proppant (pasir frak) maupun sebagai filter air. Pilihan proppant tergantung pada jenis permeabilitas atau kekuatan butir yang dibutuhkan. Dimana proppant dengan ukuran yang lebih besar akan memberikan permeabilitas rekahan yang lebih baik, karena nilai permeabilitas akan meningkat seiring dengan bertambahnya diameter dari butiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penekanan pellet silika terhadap porositas dan permeabilitas. Penekanan pellet silika ini menggunakan mesin press hidrolik dengan type KW05-135 dan kapasitas 10.000 Kg. Peneliti membuat pellet silika dengan kandungan pasir silika berukuran butir seragam (100 mesh) sebanyak 8,74 g/cm3, menggunakan perekat jenis Polyethylene Glycol (PEG) 400 sebanyak 0,57 g/cm3, dan Aluminium Powder 3,42 g/cm3. Cetakan yang digunakan Mold Pellet Silika Type Alloy 410 dengan diameter dalam 27 mm, diameter luar 57 mm dan ketinggian lubang cetakan 89 mm dengan penekanan 1000 Kg, 3000 Kg, dan 5000 Kg, serta memberikan suhu sintering sebesar 1200°C. Adapun nilai porositas optimum yang diperoleh sebesar 39,25% dan nilai permeabilitas optimum yang di dapatkan sebesar 57 mD.
PEMANFAATAN PANAS PADA DINDING KOMPOR GASIFIKASI BIOMASSA UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DC MENGGUNAKAN THERMOELECTRIC GENERATOR Armansyah, Dian Hadi; Elfiano, Eddy; Yulianto, Dody
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 02 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4287

Abstract

The stove is one technology that plays an important role in the utilization of energy at the household scale. The biomass stove studied was a blower system gasification stove. In the blower system, oxygen entering the combustion chamber flows continuously according to the needs of combustion. In this biomass gasification stove study, researchers will also use the biomass stove wall or thermal energy into kinetic energy for grinding blowers and charging systems. This study aims to obtain fuel by utilizing biomass or organic waste as biomass stove fuel and get the energy driving the blower and charging system by utilizing a thermoelectric generator system. biomass stoves used in this study use the principle method of Top-Lif Up Draft (T-LUD) Gasifier, a type of gasifier that matches the characteristics of biomass that has high volatile matter, where the stove is designed intended for biomass fuel from agricultural waste products and industry, boiling 1 kg of water is done using wood chips by varying the area of ​​the air flow door, which is 50%, 75%, and 100%. Can be analyzed Comparison of the performance of the biomass cooker stove and the power generated by the thermoelectric generator, at each door width of the air flow results are different, this is due to the mass of fuel consumption and fire temperature. After calculating the highest thermal efficiency results obtained in the area of ​​50% air flow ventilation and obtained power generated 1.83 watts with 100% ventilation flow door area using wood chips.
ASSESSING THE SUITABILITY OF TIGER NUT FIBRE FOR STRUCTURAL APPLICATIONS Okorie, Uduakobong; Robert, Ubong; Iboh, Ubong; Umoren, Grace
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 01 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4417

Abstract

In this work, the properties of the composite produced from waste carton with various tiger nut fibre contents having cassava starch slurry as binder were investigated. The results obtained showed the ranges of the mean thermal conductivity, bulk density, specific heat capacity, thermal diffusivity, thermal absorptivity, nailability, flexural strength and compressive strength values to be (0.0447 – 0.0603) Wm-1K-1, (683.62 – 746.32) kgm-3, (1439.811 – 1840.554) J/kg/K, (5.612 - 3.553) 10-8 m2s-1, (25.456 – 31.993) m-1, (23.9 – 100)%, (1.58 – 1.86) MPa and (2.16 – 2.78) MPa respectively between 8.3% and 43.1% of the fibre content. It was generally observed that with a choice variation in the fibre content, the performance of the developed board can be optimized for structural applications. Hence, instead of discarding the fibre as waste, recycling it can help to provide raw material for the production of cost effective and environmentally friendly materials. This will in turn reduce health risk caused by environmental pollution due to improper waste disposal practice of such material.
THE EFFECT OF FREQUENCY VARIATION ON DIELECTRIC CONSTANT OF RAPHIA HOOKERI Iboh, Ubong; Robert, Ubong; Umoren, Grace; Okorie, Uduakobong
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 02 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4433

Abstract

This work sought to investigate the effect of varying the frequency of an applied electric field on the dielectric constant of raphia hookeri. The aim of the work was to ascertain the suitability of using the sample for engineering applications. It was revealed, from the recorded results, that the dielectric constant of the sample decays exponentially with frequency. Also, greater degree of polarisation was observed with decrease in frequency. Again, as a good thermal insulator, it was revealed that the values of the sample’s dielectric constant compared favourably with those of commonly used conventional dielectric materials. Thus, it is obvious that if put into production cycle, the sample can serve as a low-cost and environmentally friendly material suitable for engineering applications within audio frequency range. This will, in turn, help to provide raw material for electronic industry and also improve the economy.
DRILL BIT SELECTION USING DESIGN OF EXPERIMENTS (DoE) METHOD Aldio, Rieza Zulrian; Mustafa, Zainol
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 01 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4597

Abstract

Drilling process is one of the most common machning process in industrial sector. More than half of the metal-cutting processes are conducted by the drilling process. Drill bit has influenced the results of the drilling process. Therefore, selection of the suitable drill bit becomes a critical factor in the drilling process. This is because the use of the suitable drill bit could fulfill the determined specification value of the hole. Six Sigma and Failure Mode Effect Analysis (FMEA) methods are used to identify factors that have influenced the results of the drilling process. Then by using the Design of Experiment, selection of the best drill bit could be done. In this study, 2 factors that influenced the result are the drill bit type and the drill point angle. Significance test using nested design through MINITAB 14 application has shown that both factors have significant influence over the hole diameter size.. Then by using the plot from the MINITAB 14 application, HPMT 1 became the best drill bit because it could fulfill the specification value. As for the best point angle in this study is 139.72º. Process capability calculation of HPMT 1 has shown that the process is in control. The conclusion is that drill bit HPMT 1 with point angle 139.72º became the best option in this study.
PEMANFAATAN LIMBAH SERAT (FIBER) BUAH KELAPA SAWIT DAN PLASTIK DAUR ULANG (POLYPROPYLENE) SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL (PARTICLE BOARD) Dedi Kurniawan, Arif
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 02 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.4884

Abstract

Limbah plastik dan serat buah kelapa sawit jumlah nya sangat besar di Indonesia jika jumlah plastik dan serat buah kelapa sawit terus meningkat dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan, untuk itu perlu ada cara untuk menggunakan kembali limbah plastik dan serat buah kelapa sawit, alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah kedua bahan tersebut mejadi papan partikel, Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas dari papan komposit dalam hal ini sifat fisis dan mekanik (kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, modulus elastisitas (MOE), dan modulus patah (MOR)). Dari serat buah sawit dengan perekat plastik daur ulang polypropylene. dengan perbedaan komposisi : 80% serat (filler) + 20% plastik (matriks) , 75% serat (filler) + 25% plastik (matriks), 70% serat (filler) + 30% plastik (matriks).dari hasil perhitungan diperoleh nilai uji kerapatan sebesar 0,71 , 0,73 dan 0,82 , kadar air sebesar 3,33 %, 2,25 % dan 3,77 %, pengembangan tebal sebesar 9 %, 13 % dan 14 %, modulus elastisitas 0,0455 (104 kgf/cm3) , 0,1519 (104 kgf/cm3) dan 0,1053 (104 kgf/cm3), modulus patah sebesar 67,2483 (kgf/cm3), 102,918 (kgf/cm3) dan 32,8493 (kgf/cm3), dari semua hasil pengujian hanya modulus elastisitas yang tidak memenuhi standar SNI 03-2105-2006
ANALISA KOROSI RETAK TEGANG MATERIAL AISI 304 DENGAN VARIASI PEMBEBANAN PADA MEDIA AIR LAUT Saputra, Eko
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 4 No. 01 (2021): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2021.4948

Abstract

Stress Corrosion Cracking [SCC] atau korosi retak tegang merupakan kegagalan logam korosi hasil peretakan intergranular dan transgranular dibawah pengaruh tegangan tarik dan lingkungan korosif. Stress Corrosion Cracking sering terjadi pada pipa bawah laut. Hal ini disebabkan karena pengelasan yang biasa dilakukan pada pipa menghasilkan tegangan sisa dan kombinasi dengan media air laut yang korosif menyebabkan terjadinya SCC. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami fenomena SCC dan mengkaji pengaruh variasi beban terhadap SCC pada material pipa AISI 304. Metode pengujian yang digunakan adalah C ring, dengan variasi beban 3 kN, 4kN dan 5kN. Matrial dicelup dalam media air laut selama 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Pengujian yang dilakukan adalah uji kekerasan, pengambilan data kehilangan berat, perhitungan laju korosi dan pengukuran luas area retak dengan mikroskop optik. Hasil pengujian kekerasan menunjukan peningkatan nilai kekerasan spesimen setelah dilakukan pembebanan dari kekerasan awal 163 VHN naik menjadi 165,5 VHN Pada beban 3 kN, 186,3 VHN pada beban 4kN 189,1 VHN dan pada beban 5kN. Kehilangan berat dan laju korosi dipengaruhi besarnya beban dan lamanya waktu pencelupan. Kehilangan berat dan laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan beban 5 kN dan waktu pencelupan 15 hari dan yang terkecil terjadi pada beban 3 kN dan pencelupan 5 hari. Luas retak juga meningkat dengan naiknya beban dan bertambahnya waktu perendaman. Spesimen yang memiliki area retak terbesar terjadi pada spesimen dengan beban 5 kN dengan waktu pencelupan 15 hari yaitu sebesar 999039,09 µₘ2 dan spesimen yang memiliki area retak terkecil ialah spesimen dengan beban 3 kN pada waktu pencelupan 5 hari sebesar 285494,76 µₘ2. Penelitian ini menunjukan bahwa beban yang diberikan sebaiknya maksimal hanya sebesar 4 kN, karena peningkatan beban di atas nilai tersebut menyebabkan laju korosi meningkat tajam
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SUDUT PENUTUP 450 DAN 600 PADA DOUBLE SLOPE SOLAR DESTILASI SEBAGAI PENYEDIA AIR BERSIH Caturwati, Ni Ketut
Journal of Renewable Energy and Mechanics Vol. 3 No. 02 (2020): REM
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/rem.2020.5176

Abstract

Air Bersih merupakan kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Banyak cara yang dapat digunakan dalam menjernihkan air, salah satunya menggunakan alat distilasi surya. Alat Distilasi Surya merupakan alat sederhana dalam membantu masyarakat menjernihkan air dengan menggunakan energi Matahari. Banyak modifikasi desain alat yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan memodifikasi sudut penutup kaca untuk meningkatkan produktivitas alat distilasi. Inilah yang menjadi tujuan dari penelitian ini, yakni untuk mengetahui kinerja dan efisiensi alat ketika sudut penutup kaca diubah dan ketika sudut berapakah efisiensinya bagus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu melakukan pengamatan untuk mencari data sebab akibat dalam suatu dalam suatu proses melalui eksperimen sehingga dapat mengetahui pengaruh kemiringan sudut penutup kaca distilstor surya terhadap produksi air kondensat. Didalam penelitian ini, hasil maksimal kondensat yang diperoleh dari pengujian antara sudut cover 600 dengan 450 adalah sebesar 1133 mililiter yang dihasilkan oleh penggunaan sudut cover 450 dengan rata-rata efisiensi alat 40,07 %.