cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
yosnofendri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yosnofendri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
ANALISIS PENURUNAN DEFECT PADA PROSES MANUFAKTUR KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA). Achmad Muhazir; Zulkani Sinaga; Ardi Arya Yusanto
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v5i2.2955

Abstract

PT. XXX merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur komponen kendaraan bermotor dan menggunakan proses press stamping dan welding, produk yang diproduksi diantaranya dies, jig, dan komponen lainnya. Defect merupakan permasalahan besar dalam proses manufaktur, terutama produksi dalam  jumlah besar dapat menurunkan produktivitas perusahaan disebabkan sering terjadinya defect yang terdapat pada hasil produksinya, pada penelitian ini penulis meninjau salah satu komponen hasil produksi yaitu komponen Knalpot Motor dan pada produknya terdapat defect yang bervariasi yaitu defect burry, baret, penyok, dan neck. Hasil pengumpulan data yang dilakukan total defect selama 6 bulan periode dari Januari 2018 sampai dengan Juni 2018 adalah 2.730 pcs dan defect burry pada produk merupakan penyumbang terbesar dengan jumlah 890 pcs sekitar 13,32% dari total produksinya. Analisa yang dilakukan berdasarkan pada metode 5W+2H, Fishbone dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), yaitu menentukan pembobotan pada nilai Severity, Occurance, dan Detection. Hasil pembobotan tersebut ditentukan dari nilai Risk Priority Number tertinggi sebesar 144 pada indikator Dies Upper Cap Knalpot Motor. Pada penelitian ini penulis membuat usulan perbaikan untuk menambahkan stopper dan juga pin datum untuk mengantisipasi terjadinya keausan pada pin datum yang mengakibatkan kelonggaran selama proses produksi, stopper dies lower dan upper bahan bakunya di proses heat treatment  terlebih dahulu agar kekerasannya meningkat dan bahan tidak cepat aus. Penambahan stopper untuk mempermudah operator menentukan titik awal prosesnya, dan penurunan defect burry sangat signifikan dari 13,32% menjadi 2,01%.Kata Kunci : FMEA, Defect, Stopper, Improvement
Konversi Energi Termal Surya Menjadi Energi Listrik Menggunakan Generator Termoelektrik Rifky Rifky; Agus Fikri; Mohammad Mujirudin
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v6i1.4532

Abstract

AbstrakSalah satu pemanfaatan energi surya adalah mengkonversi energi termalnya menjadi energi listrik. Konvertor yang digunakan adalah generator termoelektrik. Panas matahari diterima sisi panas termoelektrik melalui penyerap panas, sedangkan sisi dinginnya dilekatkan sistem pendingin aktif dengan fluida air. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendapatkan daya luaran semaksimal mungkin dari sistem generator termoelektrik yang mengkonversi energi termal surya menjadi energi listrik pada model bangunan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, yang didahului dengan perancangan dan pembuatan alat penelitian. Alat penelitian berbentuk sistem generator yang diletakkan di atap model bangunan. Sistem generator terdiri dari penyerap panas aluminium, termoelektrik yang terdiri dari 15 set, dan sistem pendingin yang menggunakan fluida air bersirkulasi. Pengujian terhadap sistem dengan cara mengoperasikannya sambil melakukan pengamatan dan pengambilan data. Variabel dalam penelitian ini adalah susunan sambungan generator termoelektrik (seri dan paralel). Sementara data masukan adalah kelembaban udara, kecepatan angin, temperatur, dan aliran alir; sedangkan data luaran adalah tegangan listrik dan arus listrik. Hasil penelitian mendapatkan bahwa dengan perbedaan temperatur 12,8oC menghasilkan daya maksimum sebesar 2,214 watt dari susunan seri sambungan termolektrik. Sementara dengan perbedaan temperatur 15,4oC mendapatkan daya maksimum sebesar 0.101 watt dari susunan paralel sambungan termoelektrik.  Kata kunci: energi, surya, termoelektrik, atap, daya AbstractOne of the uses of solar energy is converting its thermal energy into electrical energy. The converter used is a thermoelectric generator. The sun's heat is received by the thermoelectric hot side through the heat sink, while the cold side is attached by an active cooling system with water fluid. This study aims to obtain the maximum possible output power from a thermoelectric generator system that converts solar thermal energy into electrical energy in the building model. The research method used is experimental, which is preceded by the design and manufacture of research tools. The research tool is in the form of a generator system that is placed on the roof of the building model. The generator system consists of an aluminum heat sink, a thermoelectric consisting of 15 sets, and a cooling system that uses circulating water fluid. Testing the system by operating it while observing and collecting data. The variable in this research is the connection arrangement of the thermoelectric generator (series and parallel). While the input data are humidity, wind speed, temperature, and flow flow; while the output data is electric voltage and electric current. The results showed that with a temperature difference of 12.8°C the maximum power was 2,214 watts from the series arrangement of the thermoelectric junction. Meanwhile, with a temperature difference of 15.4°C, the maximum power is 0.101 watts from the parallel arrangement of the thermoelectric connection. Keywords: energy, solar, thermoelectric, roof, power
PENGARUH BENTUK SPRUE WELL PADA GATTING SYSTEM TERHADAP ALIRAN FLUIDA LOGAM DAN NILAI KEKERASAN PADA PENGECORAN ALUMINIUM DAUR ULANG MENGGUNAKAN SAND CASTING Sri Endah Susilowati; Sopyan Permana
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v5i2.4186

Abstract

Gatting System  merupakan sistem saluran pada cetakan  untuk proses pengecoran logam , di dalam sistem saluran terdapat salah satu bagian yang sangat berpengaruh terhadap aliran fluida logam yaitu sprue well. Sprue Well ini berfungsi untuk menyerap energi kinetik dan meminimalisir terjadinya turbulensi yang dapat mempengaruhi kualitas dari produk hasil pengecoran dengan cetakan pasir. Penelitian ini  menggunakan material Aluminium daur ulang dengan variasi gatting system pada sprue well  dengan bentuk balok, silinder dan setengah bola dan menggunakan metode sand casting serta menuangkan cairan logam dengan temperatur 660o C.Hasil penelitian menunjukkan sistem saluran dengan  sprue well  berbentuk balok, silinder serta setengah bola mempunyai  nilai kecepatan aliran fluida logam  aluminium dan bilangan reynold masing- masing yaitu 183 cm/s dan 2.236,36 ( aliran transisi ), 202 cm/s dan 2.468,4 ( aliran transisi ), serta  225 cm/s dan 2.749,5 ( aliran transisi ) . Kemudian  Spesimen aluminium  hasil pengecoran sand casting  dengan  sistem saluran  berbentuk sprue well balok, silinder dan setengah bola masing- masing mempunyai nilai kekerasan yaitu 175,4 HLD,  148,2 HLD dan 121,4 HLD. Kata kunci : gatting system , aluminium,  bentuk sprue well , sand casting, uji kekerasan
Desain Sistem Pendingin Kemasan Baterai Litium Ion Kapasitas Pengisian Cepat dengan PCM (Phase Change Material) dan Pelat Pendingin Choirul Anwar; Agus Suprayitno
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v6i1.4325

Abstract

Battery performance is affected by the problem of overheating which can cause mechanical damage to the battery and electronic components of the BMS (Battery Management System). With the need for an increase in battery charging time with fast capacity, the internal heat generated by the battery also increases so that the battery pack needs to be equipped with a cooling system. Currently, the cooling system in the battery pack uses a lot of cooling plate, cooling pipe, PCM (Phase Change Material) and cooling fluid. Combining cooling system design based on advantages and disadvantages to produce the best performance was tried using the cooling plate and PCM. The method used is to change the initial design of the battery pack without cooling to a cooling system by making a design and verifying the design. The process of thermal analysis is carried out in the process of charging the battery and removing the battery. The result of the research is the distribution of heat transfer that occurs during the battery charging process and the battery discharge is uniform and the temperature value obtained is the 43,2 °C battery discharge process in the main cooling plate component and the maximum temperature in the charging process is 57,6°C. at BMS. Cooling using a cooling plate and PCM for a closed system is maximized. Keywords: baterai Litium-Ion, Heat Sink, PCM
Pengaruh Tekanan Roller dengan Variasi Diameter Roll pada Mesin Pencacah Rumput Pakan Ternak Ruminansia Didik Sugiyanto; Herry Susanto; Husen Asbanu; Agil Saputro
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v5i2.4219

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengepresan rumput gajah dengan membandingkan menggunakan variasi diameter mesin press roll pada mesin pencacah rumput agar dapat mengetahui hasil yang maksimal dan mengetahui variasi diameter mana yang paling baik digunakan oleh peternak untuk mempermudah peternak dalam mengolah pakan ternak agar kualitas pakan ternak yang lebih baik dan membantu peternak untuk mempermudah proses produksi peranjangan rumput dengan waktu yang lebih singkat. Hasil pengukuran sampel menunjukan bahwa pada variasi dengan menggunakan diameter roll A dengan ukuran 75 mm adalah menghasilkan kecepatan putaran roll tercepat sebesar 0,027 rpm dan variasi dengan menggunakan diameter roll B dengan kadar air sebesar 1,2 kg adalah menghasilkan kadar air terbanyak untuk mendapatkan hasil press rumput yang diinginkan.Kata kunci: roller, mesin pencacah, pakan ternak, ruminansia AbstractThe purpose of this study was to see the results of pressing elephant grass by comparing using the diameter variation of the press roll machine on the grass chopper in order to see the maximum results and see which variations are best used by breeders to make it easier for breeders to process animal feed so that the quality of animal feed is better. better and help farmers to facilitate the elongation production process in a shorter time. The sample measurement results show that the variation using roll diameter A with a size of 75 mm is to produce the fastest roll rotation speed of 0.027 rpm and variations using roll diameter B with an air content of 1.2 kg is to produce the highest air content to get the best grass press. desired.Keywords: rollers, crusher machines, animal feed, ruminants
PENENTUAN NILAI EFEKTIVITAS KONDENSOR DI PLTGU BLOK 1-2 PT. INDONESIA POWER UPJP PRIOK Didit Sumardiyanto; Aldi Januar
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 2 (2020): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v5i2.4185

Abstract

Kondensor merupakan salah satu komponen utama pada sistem yang bekerja mengubah uap menjadi air dan digunakan kembali. Kinerja dari suatu kondensor dapat dipengaruhi oleh laju perpindahan panas, tekanan vakum dan efektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai efektivitas dan variabel yang mempengaruhi kinerja kondensor di PLTGU PT. Indonesia Power UPJP Priok. Metode penentuan nilai efektivitas menggunakan metode log mean temperature different (LMTD) dan number of transfer unit - effectiveness (NTU - ε). Pada hasil penelitian, perhitungan nilai efektivitas pada kondensor pertama sebesar  83,28%, kondensor kedua sebesar 84,15% dan kondensor rata-rata sebesar 83,72%. Variabel yang mempengaruhi adalah kapasitas rasio sebesar 0,01183, laju perpindahan kalor panas sebesar 2.046,9932 kW, LMTD sebesar 7,6416⁰C, jumlah satuan perpindahan sebesar 0,7996, dan tekanan vakum sebesar 0,04395. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondensor yang ada PT. Indonesia Power UPJP Priok masih mempunyai performa yang baik.Kata kunci : kondensor, LMTD, efektivitas NTU
ALAT PENGOLAHAN LIMBAH FILAMENT 3D PRINT DENGAN MATERIAL POLYLACTIC ACID (PLA) Didit Sumardiyanto; Seiawan Putra
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v6i2.4989

Abstract

Limbah plastik adalah limbah anoganik yang tersusun dari bahan kimia berbahaya bagi lingkungan dan memerlukan waktu yang lama untuk dapat terurai di dalam tanah. Salah satu cara mengurangi limbah plastic adalah dengan mendaur-ulang. Saat ini cukup banyak pembuatan komponen alat material plastik dengan menggunakan 3D printer. Pada proses pembuatan prototype menggunakan 3D printer, material yang digunakan adalah filament plastik jenis PLA (PolyLactic Acid). Pada proses pembuatan prototype dengan 3D printer sering terjadi kegagalan dan juga terdapat filament sisa dari bentuk utama prototype pada saat finishing yang menumpuk menjadi limbah. Sampah filament dari bagian support dan filament dari hasil cetak yang gagal inilah yang diproses kembali dapat digunakan kembali atau reused karena menggunakan material yang sama. Terkait dengan permasalah tersebut, dibuat alat pengolah limbah  polylactic acid (PLA) yang disebut  mesin extruder agar limbah PLA dapat dimanfaatkan kembali untuk mesin printer 3DDari mesin extruder yang dibangun, diperoleh hasil filament terbaik untuk kapasitas produksi 155 g/h dengan diameter filament 1.75 mm adalah pada suhu pemanasan sebesar 104 oC  dengan kecepatan screw 60 rpm. Kata kunci : sampah filament, extruder, polylactic acid 
PENGARUH PENAMBAHAN ETANOL DI BAHAN BAKAR TERHADAP PRESTASI MESIN 4 TAK Suhartoyo Suhartoyo
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v6i2.4595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan etanol berkadar 96% dalam bahan bakar. Data hasil pengujian menyebutkan bahan bakar pertalit memiliki nilai kadar Karbon Monoksida (CO) yang lebih tinggi dari pada bahan bakar variasi campuran pertalit dan etanol. Nilai paling tinggi pada rpm 7000 di semua variasi bahan bakar , kadar CO sebesar 7.82 % bahan bakar pertalit. Kadar CO paling rendah di rpm 7000 sebesar 5,76 % dengan bahan bakar pertalit + etanol 15% campuran. Kadar HC paling tinggi adalah sebesar 286 ppm pada variasi bahan bakar campuran pertalit + etanol 5% campuran. Kandungan hc paling rendah di rpm 7000 adalah sebesar 210 ppm menggunakan bahan bakar campuran pertalit + etanol 10% volume campuran. Kandungan CO2 paling tinggi yaitu hasil pembakaran diruang pembakaran dengan bahan bakar campuran pertalit+etanol 15% volume campuran saat rpm diatas 5000 dibandingkan dengan semua variasi bahan bakar yang di uji. Kandungan CO2 terbesar di rpm 9000 dengan menggunakan bahan bakar campuran pertalit+etanol 15%volume campuran, kandungan CO2 sebesar 11,8 dan paling rendah di rpm yang sama adalah kandungan CO2 dengan menggunakan bahan bakar pertalit sebesar 8,7. Torsi paling besar di rpm 6000 dengan bahan bakar campuran pertalit + etanol 15 % volume campuran sebesar 8,8 Nm. Daya motor tertinggi dengan bahan bakar campuran pertalit + etanol 15 % campuran yaitu sebesar 9,65 ps di rpm 8000. Kata kunci: Pertalit, etanol, daya, torsi, CO,HC.
ANALISIS KRISTALLISATOR GARAM DENGAN MENGGUNAKAN PANEL SURYA Sri Endah Susilowati; Wusana Yudha Perkasa
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v6i2.4988

Abstract

Indonesia sebagian besar garam diperoleh dari hasil air laut yang diuapkan, namun demikian persoalan tentang garam nasional sampai dengan kini tak kunjung selesai permasalahannya. Bahkan untuk kebutuhan dalam negeri Indonesia harus mengimpor garam dari luar negeri, dimana hal ini sangat tidak wajar bagi negara maritim yang memiliki pantai terpanjang nomor dua dunia. Tujuan dari penelitian ini ialah merancang alat dan melakukan analisis kristallisator garam dari air laut menggunakan panel surya sebagai energi mandirinya. Alat kristallisator garam dirancang menggunakan metode kristalisasi, dengan dimensi tinggi 120 cm, lebar 62 cm dan Panjang 135 cm. Perancangan reaktor kristalisasi berkapasitas 8 liter air dengan jari 0,06 m dan tinggi 0,12 m. Hasil analisa air laut memiliki densitas 1025 kg/m3, secara kuantitas produksi garamnya 80%. Dengan melakukan percobaan menggunakan air laut 4 liter selama 5 jam menghasilkan air bersih sebanyak 2 liter dan garam 134 gram. Hasil garam tersebut masih dibawah kandungan NaCl sebesar 94% untuk standar garam konsumsi.Kata kunci : air laut, garam, panel surya, kristallisator 
Perhitungan Ongkos Biaya dan Pembuatan Mesin Pengemas Minyak Goreng Kapasitas 15 Pcs / Menit M. Topan Maulana
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v6i2.4510

Abstract

AbstrakPengemasan adalah kegiatan yang bertujuan untuk menambah nilai jual dan melindungi produk dari kerusakan dari lingkungan. Pengemasan secara otomatis menggunakan mesin pengemas dengan bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi. Mesin pengemas memiliki harga yang sangat mahal sehingga memberatkan UMKM yang ingin berbisnis dalam bidang ini. Pnelitian kali ini akan membuat mesin pengemas minyak goreng denan kapasitas 15 pcs/ menit. Pembuatan mesin ini membutuhkan proses pemesinan diantaranya, proses pengelasan, proses grinding, proses gurdi, dan proses bubut.  Mesin pengemas minyak goreng terdiri dari beberapa komponen dan dimana dalam pembuatan kompoen mesin pengemas ini mengeluarkan biaya antaralain Komponen rangka Rp. 197.513, komponen poros  Rp. 130.506, komponen alat pres Rp. 150.085, komponen pembentuk plastik Rp. 50.631, komponen saluran minyak Rp. 50.591. Harga pokok mesin pengemas minyak goreng ini adalah Rp.2.713.000 dan harga mesin pengemas minyak goreng jika sudah ditambah dengan PPN dan keuntungan maka harga jual mesin ini adalah Rp. 4.609.000

Page 9 of 19 | Total Record : 181