cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PENYALAHGUNAAN ZAT TERLARANG (DOPING DAN NAPZA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STAMINA DALAM OLAHRAGA Ida Ayu Kade Arisanthi Dewi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.005 KB)

Abstract

Banyak cara orang untuk meraih sesuatu terutama prestasi dengan segala cara dan salah satunya adalah doping dan Napza. 1). Menurut Perspektif umum, doping dalam Bahasa Inggris berarti zat campuran opium dan narkotika untuk perangsang. Kata doping pertama kali dipakai di Inggris pada tahun 1869 untuk balapan kuda, dimana kuda didoping agar menjadi juara. Nilai sportifitas dalam beberapa cabang olahraga sering ternoda oleh pemakaian obat doping yang dikonsumsi atletnya. Salah satu jenis doping yang paling sering digunakkan para atlet adalah obat-obatan anabolik, termasuk hormon androgenik steroid ( androstenedione, nandrolone dan stanozolol. THG (tetrahydrogestrinone) adalah steroid tiruan yang didesain secara spesifik untuk membantu atlet. Ditemukan di laboratorium Los Angeles setelah mendapat petunjuk dari seorang pria yang menyatakan sebagai pelatih atletik terkenal. Steroid anabolik adalah steroid yang merangsang sel otot dan tulang untuk membuat protein baru, meniru pengaruh dari hormon seks laki-laki testosterone. 2).Menurut Perspektif Hukum, penyebutan kata doping” dapat dilihat dalam UU. No.3 tahun 2005 tentang sistem Keolahrgaan Nasional. dalam pasal 1 angka 22 disebutkan :“doping adalah penggunaan zat dan metode terlarang untuk meningkatkan prestasi olahraga. Jenis obat kategori doping tidak sengaja dikonsumsi antara lain; stimulan, obat penenang, obat anti mual, Beta Blockers, obat penghilang rasa sakit, diuretik. Jenis obat kategori doping sengaja dikonsumsi adalah narkotika. Narkotika atau Napza adalah zat /bahan yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan saraf pusat/otak sehingga bilamana disalahguunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa, dan fungsi social. Penggolongan Napza menurut WHO, 1973 antara lain; alcohol-barbiturate, amphetamine, cannabis, cocaine, hallucinogen, opiate (morphine), khat, volatile solvents (inhalant). Snyder, 1983 : Opiate, neuroleptic, stimulants, anti-anxiety, anti-depressant, psychedelic, sedative-hypnotic. Lainnya: uppers, downers & hallucinogens. Akibat yang ditimbulkan dari pemakaian Napza dan Narkotika antara lain;mudah tersinggung , kadang agresif, pemarah, membolos sekolah, siang tidur- malam bergadang, kemampuan / prestasi belajar turun. Beberapa kasus : gangguan jiwa, paranoid, pernah juga percobaan bunuh diri.
MENGHINDARI RESIKO OBESITAS DENGAN MENGUKUR INDEKS MASA TUBUH I Gusti Ngurah Agung Cahya Prananta
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.059 KB)

Abstract

Obesitas adalah kelebihan berat badan akibat dari penimbunan lema ktubuh yang berlebih. Seorang baru disebut obesitas, bila berat badannya pada laki-laki melebihi 15% dan pada wanita melebihi 20% dari berat badan ideal. Pada orang yang menderita obesitas, organ-organ dipaksa harus bekerja lebih berat, karena harus membawa kelebihan berat badan yang tidak memberikan manfaat langsung. Penderita obesitas mempunyai kecenderungan untuk lebih mudah membuat kekeliruan dalam bekerja dan cenderung lebih mudah mendapat kecelakaan. Berdasarkan penyebaran lemak, obesitas akan membahayakan kesehatan jika kelebihan lemak di dalam tubuh tersebar pada tubuh bagian atas, seperti perut, dada, leher dan muka. Berdasarkan ini maka dapat digolongkan atas kegemukan tipe buah apel (sebagian besar berupa sel lemak yang besar dan jenuh) dan tipe buah pir (sebagian besar berupa sel lemak yang kecil dan tidak jenuh). Beberapa studi menunjukkan bahwa risiko yang paling rendah untuk penyakit jantung, DM, dan beberapa jenis kanker adalah mereka yang mempunyai nilai IMT 21-25, risiko meningkat sedikit jika nilai IMT 25-27,. Risiko nyata jika IMT 27-30, risiko sangat menonjol jika IMT > 30. Pada umumnya, risiko mendapat penyakit akibat obesitas yaitu 1) Penyakitjantungdanstrok, 2) Tekanandarahtinggi. 3) Gagaljantung, 4) Gangguan lemak darah (Dislipidemia), 5) Resistensi insulin dan DM tipe 2, 6) Sindroma metabolik (sindroma X), 7) Kanker. PengukuranIndeks Massa Tubuh (IMT): Untuk mencapai tingkat kebugaran yang optimal setiap kurun usia dan tingkat hidup, ada dua factor pokok yang sangat esensial yaitu: kebiasaan makan yang sehat dan kehidupan yang aktif. Sedini mungkin kedua factor itu dijadikan sebagai bagian penting dari gaya hidup seseorang akan semakin baiklah kesehatan dan kebugaran tubuhnya. Hal itu juga akan berarti memperkecil resiko terjadi gangguan kesehatan. Setiap orang perlu mengetahui bagaimana memilih makanan secara bijak sehingga makanan itu tidak memicu terjadinya masalah-masalah gizi dan kesehatan namun menghasilkan kebuguran tubuh yang prima. Ada dua faktor yang berperan untuk menciptakan kebugaran yaitu: 1) Berat badan harus senantiasa dalam rentang berat badan normal. 2) Menjadikan aktivitas fisik sebagai bagaian dari pola hidup sehari-hari.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN UMUR TERHADAP DAYA TAHAN UMUM (KARDIOVASKULER) MAHASISWA PUTRA SEMESTER II KELAS A FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN IKIP PGRI BALI TAHUN 2014 I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.333 KB)

Abstract

Daya tahan umum (respiratio – cardiovascular endurance) adalah kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas terus – menerus yang berlangsung cukup lama dalam keadaan aerobik (metabolisme sel otot memerlukan pasokan oksigen dari luar untuk mendapatkan tenaga bergerak. Indeks massa tubuh adalah jumlah berat badan ideal yang dihitung dari berat badan dan tinggi badan seseorang. Umur adalah lama waktu hidup atau ada. Pada mahasiswa semester II kelas A terdata beberapa mahasiswa sebagai atlet dan non atlet. Peneliti ingin melakukan suatu keterkaitan data yang berhubungan dengan berat badan, umur, dan daya tahan kardiovaskuler. Berkaitan dengan hal itu maka dilakukanlah penelitian yang berjudul Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Umur terhadap Daya Tahan Umum (Kardiovaskuler) Mahasiswa Putra Semester II Kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali Tahun 2014. Adapun tujuan dalam penelitian ini diantaranya : 1) Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan daya tahan umum (kardiovaskuler) mahasiswa putra semester II kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2014. 2) Untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara umur dengan daya tahan umum (kardiovaskuler) mahasiswa putra semester II kelas A Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan antara IMT (X1) dengan Daya Tahan Kardiovaskuler (Y) nilai signifikansinya 0,171 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Selanjutnya, antara Umur (X2) dengan Daya Tahan Kardiovaskuler (Y) nilai signifikansinya 0,394 > 0,05 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan didapatkan hasil bahwa : (1) tidak terdapat hubungan yang siginifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan daya tahan kardiovaskuler, (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan daya tahan kardiovaskuler.
PELATIHAN AGILITY LADDER METODE LATERAL RUN 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PEMAIN SEPAK BOLA U15 SSB PUTRA TRESNA DENPASAR TAHUN 2014 Kadek Suryadi Artawan
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.244 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) mengetahui adanya peningkatan kelincahan pemain sepak bola U15 SSB Putra Tresna Denpasar Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian jenis eksperimen dengan rancangan penelitiannya adalah rancangan experimental randomized pre-test and post-test groups design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta SSB Putra Tresna kategori umur U15 28 orang dan semua populasi dijadikan sample penelitian. Tes yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes berlari dengan jarak 5 meter bolak-balik sebanyak 4 kali (shuttle run) dilaksanakan setelah pelaksanaan pelatihan selama 6 minggu, tepatnya satu hari setelah pelatihan yang dilaksanakan selama 6 minggu. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Data yang diperoleh berdistribusi normal dan homogen sehingga selanjutnya diuji menggunakan uji t-paired untuk membandingkan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan antara masing-masing kelompok, sedangkan uji t-test independent untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata antara kedua kelompok. Hasil uji t-paired kelompok kontrol dan kelompok perlakuan terjadi peningkatan yang bermakna (p < 0,05). Hasil uji t-test independent didapat bahwa kedua kelompok sebelum pelatihan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05), sedangkan setelah pelatihan kedua kelompok kelincahan gerak tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05). Simpulannya bahwa pelatihan agility ladder metode lateral run 6 repetisi 2 set dan pelatihan agility ladder metode lateral run 4 repetisi 3 set sama-sama meningkatkan kelincahan. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil post test kedua kelompok, tetapi didapatkan hasil bahwa pelatihan pelatihan agility ladder metode lateral run 4 repetisi 3 set lebih baik peningkatanya dari rerata 14,00 detik setelah pelatihan menjadi rerata 12,10 detik, sedangkan pada pelatihan agility ladder metode lateral run 6 repetisi 2 set dari rerata 14,10 detik setelah pelatihan menjadi rerata 13,20 detik dengan selisih post test masing-masing kelompok adalah 1,1 detik dalam meningkatkan kelincahan pemain sepak bola U15 SSB Putra Tresna Denpasar Tahun 2014.
DETERMINASI SUPERVISI AKADEMIK DAN MOTIVASI BERPRESTASI DOSEN TERHADAP KUALITAS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA FPOK IKIP PGRI BALI TAHUN 2014 Ni Wayan Ary Rusitayanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.694 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat determinasi yang signifikan antara supervisi akademik (X1), motivasi berprestasi dosen (X2) terhadap kualitas pengelolaan pembelajaran pada FPOK IKIP PGRI Bali (Y). Penelitian ini termasuk penelitian ex-post fakto yang berbentuk korelasional dengan populasi subyek mencakup dosen-dosen Pada FPOK IKIP PGRI Bali, yang berjumlah 34 orang. Penelitian ini adalah survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Penyusunan kuesioner dilakukan dengan menggunakan model skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan regresi sederhana, regresi ganda, analisis korelasi parsial, determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kecenderungan supervisi akademik berada dalam kategori baik. Terdapat determinasi yang signifikan antara supervisi akademik dengan kualitas pengelolaan pembelajaran dengan koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,544 dan determinasi sebesar 29,6%, (2) Kecendrungan motivasi berprestasi dosen berada dalam kategori baik. Terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kualitas pengelolaan pembelajaran, dengan koefisien korelasi (rx2y) sebesar 0,998 dan determinasi sebesar 99,7%. 3) Kecendrungan dosen berada dalam kategori cukup baik. Terdapat korelasi yang signifikan dengan kualitas pengelolaan pembelajaran, dengan koefisien korelasi (rx3y) sebesar 0,282 dan determinasi sebesar 8%. 4) Kecendrungan kualitas pengelolaan pembelajaran berada dalam kategori sangat baik 5) Terdapat korelasi yang signifikan supervisi akademik, motivasi berprestasi dan dosen bersama-sama dengan kualitas pengelolaan pembelajaran, dengan koefisien korelasi (Ry123) sebesar 0,999 dan determinasi (R2) sebesar 99,8%.
ANALISIS KINESIOLOGI TEKNIK CABANG OLAHRAGA PANAHAN Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.461 KB)

Abstract

Panahan merupakan salah satu cabang olahraga permainan target dengan tujuan akhir adalah menembakkan anak panah tepat pada target face (sasaran). Dilihat dari karakteristiknya olahraga panahan adalah melepaskan panah melalui lintasan tertentu menuju sasaran pada jarak tertentu. Apabila dibandingkan dengan olahraga yang memerlukan gerak yang statis atau suatu keterampilan tertutup lainnya seperti cabang olahraga menembak, maka perbedaan olahraga panahan dengan olahraga menembak terletak pada jenis kekuatan tarikannya. Upaya dalam penguasaan teknik memanah yang tepat dan benar tidak lepas dari memahami mekanika gerak dalam panahan. Adapun maksudnya adalah suatu sikap memanah (shooting form) yang ditinjau dari mekanika gerak dengan tidak menyalahi hukum-hukum mekanika gerak yang berlaku. Oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis secara kinesiologi terhadap gerak pada teknik cabang olahraga panahan. Analisis kinesiologi merupakan analisis suatu gerak secara mekanika. Analisis secara kinesiologi yang dilakukan berdasarkan tulang, otot, ligamen, dan persendian yang terlibat saat melakukan suatu gerakan. Teknik cabang olahraga panahan yang dianalisis secara kinesiologi berupa analisis otot-otot dan persendian yang terlibat saat melakukan tiap teknik dalam panahan. Dalam cabang olahraga panahan komponen tubuh yang dominan digunakan adalah bagian muscle of vertebra, upper ekstrimitas, core muscle, lower ekstrimitas, dan persendian yang berhubungan dengan kelompok otot tersebut.
EVALUASI PROGRAM IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN JEMBRANA BALI I Komang Adi Palgunadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 1 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.52 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi 1) perencanaan program, 2) persiapan program, 3) pelaksanaan program, dan 4) mengevaluasi keberhasilan program implementasi KTSP pada pembelajaran penjasorkes. Penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan model CIPP menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, guru, dan siswa SMA di Kabupaten Jembrana. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) reduksi data, 2) penyajian data, dan 3) penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian 1) perencanaan program implementasi KTSP dalam penjasorkes, 2) persiapan program implementasi KTSP dalam penjasorkes, 3) pelaksanaan program KTSP pembelajaran penjasorkes,4) hasil implementasi program KTSP.
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN PERMAINAN PERTARUNGAN (KUMITE) PADA CABANG OLAHRAGA KARATE Gede Hendri Ari Susila
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.809 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model latihan permainan pertarungan (kumite) yang layak digunakan. Melalui pengembangan model latihan permainan pertarungan (kumite) yang dikembangkan diharapkan menjadi panduan pelatih karate dalam melatih teknik kumite dengan konsep permainan. Penelitian ini dikembangkan melalui 9 tahapan dengan mengadaptasi penelitian dan pengembangan pendidikan model Gall, Gall, & Borg sebagai berikut: (1) menilai kebutuhan untuk mengidentifikasi tujuan, (2) melakukan analisis instruksional, (3) menganalisis peserta didik dan bahan materi, (4) menulis tujuan kinerja, (5) mengembangkan instrumen penilaian produk, (6) mengembangkan strategi instruksional,(7) mengembangkan dan memilih bahan instruksional,(8) desain produk dan melakukan evaluasi formatif terhadap instruksi, dan (9) merevisi instruksi. Uji coba dengan skala kecil dilakukan terhadap 6 orang kohai INKAI Buleleng yang berasal dari dojo di Kabupaten Buleleng. Ujicoba dengan skala besar dilakukan terhadap18 orang kohai yang berasal dari dojo di Kabupaten Buleleng. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket skala nilai validasi, pedoman observasi model latihan permainan, dan pedoman observasi keefektifan model latihan permainan. Hasil penelitian berupa model latihan permainan kumite yang terdiri dari 9 permainan, yaitu : (1) latihan permainan bola gantung zuki, (2) latihan permainan target zuki, (3) latihan permainan bola gantung geri, (4) latihan permainan target geri, (5) latihan permainan kombinasi target zuki dan geri, (6) latihan permainan lingkaran bola gantung zuki, (7) latihan permainan bola gantung geri, (8) latihan permainan lemparan bola gila, dan (9)latihan permainan lempar kontrol bola gila. Model latihan permainan kumite disusun dalam buku pedoman latihan dan CD dengan judul “Bermain Kumite”.Berdasarkan penilaian para ahli materi dan responden kohai dapat disimpulkan terjadi peningkatan minat, semangat, motivasi, dan para kohai terlihat berani berlatih kumite.
PELATIHAN MELONCATI RINTANGAN SETINGGI 40 CM 10 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK ASIKLIS OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRA KURIKULER BOLA BASKET PUTRA SMA NEGERI 1 ABIANSEMAL TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ayu Lisa Ary Putri; A.A. Gede Ardana; Kadek Dian Vanagosi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.667 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan dengan melakukan wawancara kepada pelatih bola basket bahwa kemampuan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakulikuler bla basket putra Sma Negeri 1 Abiansemal masih kurang. Oleh karena itu maka peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul pelatihan meloncati rintangan setinggi 40 cm 10 repetisi 3 set terhadap daya ledak asiklis otot tungkai peserta ekstra kulikuler bola basket putra SmaNegeri Negeri 1 Abiansemal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi diambil dari peserta ekstrakulikuler bola basket putra SmaNegeri 1 Abiansemal. Sampel berjumlah 30 orang diambil dengan menggunakan rumus pocock dari populasi yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing yang masing-masing kelompok terdiridari 15 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan meloncati rintangan setinggi 40 cm 10 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan, kelompok kontrol latihan meloncat sambil memantulkan bola ke papan ring basket 5 repetisi 3 set, frekuensi pelatihan 4 kali seminggu selama 6 minggu. Data berupa hasil tes daya ledak asiklis otot tungkai dengan alat Jump MD diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan program komputer SPSS 16. Hasil penelitian tes awal kelompok perlakuan yaitu 50.07 dan rata-rata tes akhir yaitu 51.13. Berdasarkan Ujit-test independen didapat bahwa beda rerata hasil pre test antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebesar p = 466 dengan hasil p lebih besar dari 0,05 (p> 0,05). Sedangkan hasil post test antar kelompok p=0,000 dengan nilai p lebih kecil dari 0,05 (p< 0,05) menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna dari hasil post test antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa Pelatihan Meloncati Rintangan Setinggi 40 cm 10 repetisi 3 set selama 6 minggu dapat meningkatkan daya ledak Asikis otot tungkai peserta ekstra kulikuler bola basket putra SMA Negeri 1 Abiansemal Hal ini dibuktikan dari nilai uji paired test Sig hitung lebih kecil dari 0,05 (0,00<0,05), dengan peningkatan sebesar 15,5%. Dengan demikian dinyatakan bahwa hipotesis Alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak.
KORELASI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KETEPATAN JUMP SHOOT THREE POINT EKSTRAKURIKULER BASKET SISWA PUTRA SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Pande Suryantara; I Md. Yoga Parwata; Ni Wayan Ary Rusitayanti
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.807 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah peserta ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan pengukuran, data daya ledak otot tungkai diukur dengan jump MD, kekuatan otot tungkai diukur dengan leg dynamometer, ketepatan jump shoot three point siswa melakukan shooting dalam 20 kali kesempatan dengan satuan skor. Data yang diperoleh dianalisis dengan korelasi product moment dan korelasi ganda, untuk menguji taraf signifikansi digunakan uji F. Dari hasil analisi data diperoleh nilai koefisien korelasi product moment x1y= 0,469, x2y= 0,812, x1x2y= 0,546, hasil Fhitung= 1,488 sedangkan Ftabel= 0.381 sehingga koefisien korelasi yang diperoleh dapat dipercaya dan dapat digeneralisasikan untuk seluruh sampel. Setelah dilakukan perhitungan dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring dengan koefisien korelasi yang signifikan.