cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
PELATIHAN T-SPRINT 4 REPETISI 3 SET TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MENGGIRING BOLA SISWA PUTRA PESERTA EKSTRA KULIKULER SEPAK BOLA SMP SANTO YOSEPH DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Diningrat, Gusti Made Suardiana Nira; Palgunadi, I Komang Adi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 5 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.434 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi dan penelitian pendahuluan yang  telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah perlu diadakan penelitian lebih lanjut , maka didapatkan hasil bahwa siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 memerlukan pelatihan untuk meningkatkan kelincahan menggiring bola. Penelitian ini menggunakan rancangan experimental randomized pre-tes and post-tes groups design. Populasi diambil dari siswa putra peserta ekstrakulikuler sepak bola SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. Sampel berjumlah 22 orang diambil secara acak sederhana dari populasi yang  memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik acak sederhana yang masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set pada kelompok perlakuan dan pelatihan T-Sprint 4 repetisi 2  set pada kelompok kontrol. Data berupa hasil tes diperoleh dengan mengukur kecepatan waktu sampel dan diperolehlah data . Data yang diperboleh berupa angka yang diambil sebelum dan sesudah pelatihan. Data yang diperoleh diuji menggunakan format T-test.. Berdasarkan analisis data bahwa kelompok kontrol dihitung nilai t nya 9,173 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228  dengan taraf singnifikan 5 % dan db= 10 dan pada kelompok perlakuan nilai t dihitung 9,160 sedangkan nilai t table sebesar = 2,228  dengan taraf singnifikan 5 % dan db =10. Dan perbedaan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan diperoleh nilai t  2,834 sedangkan  nilai t tabel sebesar = 2,086  dengan taraf singnifikan 5 % dan db = 20. Berdasarkan kesimpulannya bahwa pelatihan T-Sprint 4 repetisi 3 set meningkatkan kelincahan  menggiring bola. Untuk hasil post test kedua kelompok ada perbedaan  yang signifikan dan hipotesis nol ditolak. Dari hasil reratadanT-Sprint 4 repetisi 2 set dalam meningkatkan kelincahan menggiring bola siswa putra peserta ekstrakulikuler SMP Santo Yoseph Denpasar tahun pelajaran 2017/2018.
KONSEP GERAK DASAR UNTUK ANAK USIA DINI Vanagosi, Kadek Dian
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.039 KB)

Abstract

Perkembangan anak usia dini sifatnya holistik, yaitu dapat berkembang optimal apabila sehat badannya, cukup gizinya dan diarahkan secara baik dan benar. Anak berkembang dari berbagai aspek yaitu aspek fisiknya, aspek kognitif, aspek sosial dan emosional. Perkembangan fisik merupakan hal yang sangat penting bagi anak usia dini khususnya anak di Taman Kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Pada umumnya pembelajaran di SD untuk aspek perkembangan fisik sudah banyak dilakukan dengan menyesuaikan pada cabang olahraga tertentu. Akan tetapi seyogyanya latihan fisik pada anak usia dini masih harus memperhatikan gerak dasar yang sederhana. Gerak yang sederhana akan membuat anak gampang untuk memahami dan melaksanakan intruksi. Hal tersebut juga akan meminimalisir terjadinya cidera yang permanen pada anak. Dengan demikian perlu diketahui konsep gerak yang bisa dilakukan dan diberikan kepada anak usia dini. Konsep gerak yang menjadi pedoman dalam melakukan aktivitas dimulai dengan mengajarkan gerak dasar terlebih dahulu. Gerak dasar sangat penting sebagai pondasi gerak lanjutan dan gerak keterampilan bagi anak. Dengan penguasaan gerak dasar yang baik maka diharapkan anak siap untuk melakukan gerak yang lebih komplek. Gerak dasar dibagi menjadi tiga kategori yaitu Locomotor, Non locomotor, dan manipulatif. Apabila anak usia dini diberikan gerak ini, maka akan menjadi pondasi yang kuat untuk melanjutkan pada gerak yang lebih komplek pada cabang olahraga tertentu.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN MIX IMPACT TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA MAHASISWA FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN (FPOK) IKIP PGRI BALI TAHUN PELAJARAN 2015 Indrawathi, Ni Luh Putu
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.603 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya meningkatkan kesegaran jasmani mahasiswa dalam menunjang aktivitas hidupnya. Kesegaran jasmani merupakan bentuk kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Daya tahan kardiovaskuler dan daya tahan otot yang baik akan meningkatkan kemampuan kerja mahasiswa dengan intensitas yang lebih besar dan waktu lebih lama tanpa kelelahan sehingga memungkinkan mahasiswa membangun ketahanan yang lebih besar terhadap kelelahan otot dalam belajar untuk jangka waktu yang lebih lama. Mengingat pentingnya peranan kesegaran jasmani bagi mahasiswa, maka kesegaran jasmani mahasiswa perlu ditingkatkan. Cara yang paling efektif dengan berolahraga secara teratur. Olahraga yang cukup memberikan beban pada jantung dan paru. Jenis olahraga ini adalah olahraga yang sifatnya aerobik, diantaranya senam aerobik low impact dan senam aerobik mix impact. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan latihan senam aerobik low impact dan mix impact terhadap tingkat kesegaran jasmani. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Harvard step test yaitu naik turun bangku yang digunakan untuk mengukur daya tahan kardio-respiratori. Data yang diperoleh dengan cara tes awal (pretest) menggunakan tes kesegaran jasmani sebelum diberikan perlakuan (treatment) latihan senam aerobik low impact, senam aerobik mix impact, dan tes akhir (posttest) dengan tes kesegaran jasmani sesudah diberi perlakuan (treatment). Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas A yang berjumlah 37 orang dan kelas B yang berjumlah 39 orang Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) IKIP PGRI Bali. Setelah dilakukan perlakuan pengolahan data dan analisis statistik,diperoleh kesimpulan bahwa senam aerobik mix impact memberikan pengaruh yang signifikan dibandingkan dengan senam aerobik low impact terhadap tingkat kesegaran jasmani.
KORELASI DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KETEPATAN JUMP SHOOT THREE POINT EKSTRAKURIKULER BASKET SISWA PUTRA SMP NEGERI 3 TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Suryantara, Pande; Parwata, I Md. Yoga; Rusitayanti, Ni Wayan Ary
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.807 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah peserta ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan pengukuran, data daya ledak otot tungkai diukur dengan jump MD, kekuatan otot tungkai diukur dengan leg dynamometer, ketepatan jump shoot three point siswa melakukan shooting dalam 20 kali kesempatan dengan satuan skor. Data yang diperoleh dianalisis dengan korelasi product moment dan korelasi ganda, untuk menguji taraf signifikansi digunakan uji F. Dari hasil analisi data diperoleh nilai koefisien korelasi product moment x1y= 0,469, x2y= 0,812, x1x2y= 0,546, hasil Fhitung= 1,488 sedangkan Ftabel= 0.381 sehingga koefisien korelasi yang diperoleh dapat dipercaya dan dapat digeneralisasikan untuk seluruh sampel. Setelah dilakukan perhitungan dapat disimpulkan bahwa ada korelasi antara daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point, daya ledak otot tungkai dan kekuatan otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3 Tampaksiring dengan koefisien korelasi yang signifikan.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KEBUGARAN JASMANI BERLANDASKAN TRI KAYA PARISUDHA Suardika, I Kadek
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.684 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa melalui video pembelajaran kebugaran jasmani. Subjek penelitian yaitu siswa kelas XISMA PGRI Seririt. Data di kumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner/angket, data dianalisis menggunakan sekala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ahli kebugaran jasmani diperoleh hasil valid dan sangat layak total nilai 33 dengan persentase 100%, (2) ahli media pembelajaran diperoleh hasil valid dan sangat layak total nilai 35 dengan persentase 100%, (3) total nilai evaluator skala terbatas sebesar 29,5 terletak pada interval 25 < X < 32,5 tergolong kategori layak dengan respon siswa sebanyak 25, rata-rata respon secara klasikal yaitu 15,6 terletak pada kriteria X 13,16, (4) total nilai evaluator skala  luas sebesar 31,5 terletak pada interval X < 32,5 tergolong kategori layak dengan respon siswa sebanyak 75, rata- rata respon secara klasikal yaitu 16,8 terletak pada kriteria X 13,16.
HUBUNGAN PANJANG LENGAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA KELAS VII SMP NEGERI 2 SUKAWATI Pranata, I Kadek Yudha
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 4 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.356 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasi karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kekuatan otot lengan dan Panjang lengan terhadap dengan kemampuan passing bawah bola voli. Hasil dari penelitian ini adalah (1) ada hubungan panjang lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli, hal ini dapat dibuktikan hasil rX₂Y = 0,516 setelah dibandingkan dengan (tabel interpretasi koefisien korelasi product moment hasil yang didapat adalah cukup ) sebesar 0,361 sedangkan nilai r hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,516. Hal ini berarti nilai yang didapat lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol. Jadi hipotesis nol ditolak. (2) Ada hubungan kekuatan otot lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli,hal ini dapat dibuktikan hasil  rX₁Y = 0,517 setelah dibandingkan dengan (tabel interpretasi koefisien korelasi product moment hasil yang didapat adalah cukup) sebesar 0,361 sedangkan nilai r hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,517. Hal ini berarti nilai yang didapat lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol, berarti hipotesis nol ditolak. (3) Ada hubungan panjang lengan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli, hal ini dapat dibuktikan hasil RX₁X₂Y =0,482 setelah dibandingkan dengan ( table interpretasi koefisien korelasi product moment hasil yang didapat cukup) sebesar 0.361 sedangkan nilai r hitung yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar  Hal ini berarti nilai yang didapat lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol, maka hipotesis nol ditolak. Disimpulkan bahwa ada hubungan panjang lengan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bola voli pada siswa putra kelas VII SMP Negeri 2 sukawati.
PEMANFAATAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BOLA VOLI PADA SISWA KELAS X JB.3 SMK NEGERI 5 DENPASAR SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Yasa, I Made Loka
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 3 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.058 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar passing bola voli pada siswa Kelas X JB.3 SMK Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yaitu peneliti sebagai guru, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitiannya adalah siswa Kelas X JB.3 SMK Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 35 orang. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Diperoleh hasil belajar passing bawah pada awalnya sebesar 71,63 dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 25,71%, meningkat pada siklus I dimana nilai rata-rata diperoleh 78,51 dengan prosentase ketuntasan secara klasikal 71,43%. Sedangkan skor hasil belajar passing atas siklus II sebesar 83,11 dengan prosentase ketuntasan secara klasikal sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) hasil belajar passing bola voli pada siswa Kelas X JB.3 SMK Negeri 5 Denpasar Tahun Pelajaran 2015/2016. Disarankan kepada guru Penjasorkes agar menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe TAI, karena terbukti tepat meningkatkan hasil belajar teknik dasar passing dalam permainan bola voli.
PENGARUH PELATIHAN BARRIER HOP 5 MENIT 4 SET SAMA BAIK DENGAN 10 MENIT 2 SET TERHADAP JARAK TENDANGAN BOLA LAMBUNG PEMAIN SEPAK BOLA UKM IKIP PGRI BALI Artawan, I Kadek Suryadi
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 2 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.097 KB)

Abstract

Permainan sepakbola lebih banyak menggunakan daya ledak otot tungkai, maka perlu diberikan pelatihan terhadap otot tersebut. Barrier hop merupakan pelatihan untuk meningkatkan daya ledak. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini ialah Barrier Hop 5menit 4 set dan 10 menit 2 set. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan Barrier Hop 5 Menit 4 Set dan 10 Menit 2 Set untuk meningkatkan jarak tendangan bola lambung pemain sepak bola UKM IKIP PGRI Bali.Penelitian ini dilakukan pada 24 orang yang dipilih secara acak dari peserta UKM Sepak Bola IKIP PGRI Bali. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari 12 orang. Kelompok I diberikan latihan Barrier Hop 5 menit 4 set dan Kelompok II latihan Barrier Hop 10menit 2 set. Data sebelum dan sesudah perlakuan diuji dengan program SPSS. Dari hasil uji rerata jauhnya tendangan lambung pemain sepak bola sebelum pelatihan Kelompok I (36,11 ± 3,01) dan Kelompok II (35,45 ± 2,57) meter. Pada uji beda rerata jauhnya tendangan lambung pemain sesudah perlakuan antara Kelompok I sebesar 40,06 ± 2,85 dan Kelompok II sebesar 39,09 ± 2,02, Analisis kemaknaan dengan uji t-independent menunjukkan nilai p = 0,348, ini berarti antara Kelompok I dan Kelompok II setelah diberi perlakuan tidak berbeda (p > 0,05). Simpulan pelatihan Barrier Hop 5 menit 4 set dan 10 menit 2 set sudah terbukti meningkatan jarak tendangan bola lambung pemain sepakbola.
PENGARUH PELATIHAN LEG PRESS DAN LEG EXTENSION DENGAN 60% BEBAN MAKSIMAL TERHADAP KETEPATAN SMASH GUNTING DALAM PERMAINAN SEPAK TAKRAW Pranata, I Kadek Yudha
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.546 KB)

Abstract

Pelatihan penguatan otot kaki sangat penting diberikan karena otot kaki merupakan salah satu otot pusat untuk bertumpu dan memiliki peranan yang sangat besar dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu cabang olahraga yang memerlukan kekuatan otot tungkai adalah olahraga sepak takraw khususnya dalam teknik dasar smash. Beberapa metode pelatihan yang dapat meningkatkan ketepatan smash gunting melalui latihan kekuatan tersebut diantaranya adalah pelatihan leg press dan leg extension dengan 60% beban maksimal. Dalam hal ini penelitian bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh pemberian pelatihan leg press 60% beban maksimal terhadap ketepatan smash gunting; (2) pengaruh pemberian pelatihan leg extension 60% beban maksimal terhadap ketepatan smash gunting; (3) perbedaan pengaruh antara pelatihan leg press dan pelatihan leg extension terhadap ketepatan smash gunting. Sasaran penelitian ini adalah atlet sepak takraw Buleleng-Bali dan jumlah sampel sebanyak 30 putra yang terbagi menjadi 3 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest ketepatan smash gunting dengan menggunakan lapangan sepak takraw yang berisikan petak skor. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS 19. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Pemberian pelatihan leg press 60% beban maksimal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash gunting sebesar 35,32%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung, (3,534) > nilai ttabel (1,833), artinya hipotesis teruji kebenarannya. (2) Pemberian pelatihan leg extension 60% beban maksimal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash gunting 40,58%. Hasil uji t menyatakan nilai thitung (7,465) > nilai ttabel (1,833), artinya hipotesis teruji kebenarannya. (3) Terdapat perbedaan signifikan pengaruh pelatihan kelompok leg press, leg extension dan kontrol terhadap ketepatan smash gunting atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng-Bali. Hasil anova menyatakan nilai Fhitung (5,647) > nilai Ftabel (3,35), berarti hipotesis teruji kebenarannya. Perhitungan post hoc menyatakan bahwa pelatihan leg extension memberikan hasil yang lebih baik terhadap ketepatan smash gunting. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan leg press dan leg extension berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash gunting.
DETERMINASI SUPERVISI AKADEMIK DAN MOTIVASI BERPRESTASI DOSEN TERHADAP KUALITAS PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PADA FPOK IKIP PGRI BALI TAHUN 2014 Rusitayanti, Ni Wayan Ary
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol 1 No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.694 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat determinasi yang signifikan antara supervisi akademik (X1), motivasi berprestasi dosen (X2) terhadap kualitas pengelolaan pembelajaran pada FPOK IKIP PGRI Bali (Y). Penelitian ini termasuk penelitian ex-post fakto yang berbentuk korelasional dengan populasi subyek mencakup dosen-dosen Pada FPOK IKIP PGRI Bali, yang berjumlah 34 orang. Penelitian ini adalah survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Penyusunan kuesioner dilakukan dengan menggunakan model skala Likert. Data dianalisis dengan menggunakan regresi sederhana, regresi ganda, analisis korelasi parsial, determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kecenderungan supervisi akademik berada dalam kategori baik. Terdapat determinasi yang signifikan antara supervisi akademik dengan kualitas pengelolaan pembelajaran dengan koefisien korelasi (rx1y) sebesar 0,544 dan determinasi sebesar 29,6%, (2) Kecendrungan motivasi berprestasi dosen berada dalam kategori baik. Terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi berprestasi dengan kualitas pengelolaan pembelajaran, dengan koefisien korelasi (rx2y) sebesar 0,998 dan determinasi sebesar 99,7%. 3) Kecendrungan dosen berada dalam kategori cukup baik. Terdapat korelasi yang signifikan dengan kualitas pengelolaan pembelajaran, dengan koefisien korelasi (rx3y) sebesar 0,282 dan determinasi sebesar 8%. 4) Kecendrungan kualitas pengelolaan pembelajaran berada dalam kategori sangat baik 5) Terdapat korelasi yang signifikan supervisi akademik, motivasi berprestasi dan dosen bersama-sama dengan kualitas pengelolaan pembelajaran, dengan koefisien korelasi (Ry123) sebesar 0,999 dan determinasi (R2) sebesar 99,8%.

Page 9 of 41 | Total Record : 406