cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 01 (2025)" : 5 Documents clear
Optimization of Accelerometer Sensor Location In Arch Bridge Monitoring System Using The Sensor Elimination Using Capital Assurance Criterion (SEAMAC) Method Ritonga, Qonita; Kurniawan, Mahadi; Syarif, Firman; Rachmat Setiawan, Panji; Ahmadi , Heri; Raveena Putri, Citra; Oktavia, Ferly
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).18997

Abstract

      In developing countries such as Indonesia, various fields of construction are currently being actively developed, especially bridge construction. Damage to the bridge structure itself requires very large repair costs. Currently, a monitoring system is being introduced to assess the condition of structures against dynamic loads, namely SHMS (Structural Health Monitoring System). The research aims to determine Finite Element Modeling, the optimal location, and several accelerometer sensors. To determine the condition of the arch bridge structure, it is necessary to detect damage through the results of the structural response recorded via the accelerometer sensor. In identifying the optimum number and location of sensors, the method used in this research is SEAMAC (Sensor Elimination Using Modal Assurance Criterion). Where this method is an algorithm method that performs an elimination on the sensor. The optimal placement of accelerometer sensors is determined using the Sensor Elimination Using Modal Assurance Criterion (SEAMAC) method, focusing on the floor plate and the bridge arch frame. Proper sensor placement is crucial as it yields important location data essential for identifying the modal characteristics of the bridge structure. In total, 16 accelerometer sensor locations were identified, with 8 sensors designated for both the floor plate and the arch frame.
Recommended Clauses for Green Consultancy Contract in the Construction Sector Hansen, Seng; Bintang Koesalamawardi, Ario; Sandrica Ng, Yoshie
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).19340

Abstract

It is undeniable that the construction industry has a significant impact on the destruction of the natural environment. Therefore, policy makers and key stakeholders are trying to overcome the impact of the construction sector through the implementation of the green building concept in every stage of construction work. However, this effort encounters various obstacles such as low understanding of green building, low participation in implementing green building concept, and the emergence of various risks in green building projects. This study aims to investigate the contractual aspects of green building projects through a comprehensive approach that includes integrative literature reviews, questionnaire surveys, and a focus group discussion. This study found eleven contractual issues of green consultancy contracts. Furthermore, based on these findings, various clauses were developed that were recommended to be included in the green consultancy contracts. This research is useful for the body of knowledge related to the development of green consultancy contracts in the construction sector. Practically, the results of this study can be used directly by green building consultants in negotiating their contracts with the employer.
Pengaruh Transmigrasi Terhadap Perkembangan Wilayah Kepenghuluan Labuhan Tangga Baru Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir: The Influence of Transmigration on the Development of the Labuhan Tangga Baru Village, Bangko District, Rokan Hilir Regency Adam, Fran; Puji Astuti
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).20909

Abstract

Transmigrasi adalah salah satu program kependudukan di Indonesia yang sudah berlangsung cukup lama. Dimulai dari jaman pemerintahan kolonial Belanda Tahun 1905 (dikenal dengan istilah kolonisasi) dengan tujuan utama selain untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa, juga untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di daerah-daerah luar Jawa. Kepenghuluan Labuhan Tangga Baru merupakan bagian dari Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau yang mengalami proses transmigrasi, pada Tahun 1998. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh transmigrasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pengaruhnya, perkembangan wilayah Kepenghuluan Labuhan Tangga Baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis pengolahan data yang digunakan adalah analisis metode analisis statistika deskriptif melalui tabel rerata (cross tabulation) menggunakan software SPSS 13. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat pelaku transmigrasi di Kepenghuluan Labuhan Tangga Baru, dalam hal ini pekerjaan dan tingkat pendapatan yang jauh lebih baik, jika dibandingkan dengan kondisi sosial-ekonomi di daerah asalnya. Peran transmigrasi bagi perkembangan wilayah telah menghasilkan berbagai perubahan pada sarana pendidikan, kesehatan, dan peribadatan. Program transmigrasi di Kepenghuluan Labuhan Tangga Baru berpengaruh  baik terhadap masyarakat transmigrasi dan masyarakat tempatan. Transmigration is one of Indonesia's long-standing population programs, dating back to the Dutch colonial era in 1905, originally aimed at reducing population density on the island of Java and providing labor to areas outside of Java. Labuhan Tangga Baru Village, which is located in Bangko District, Rokan Hilir Regency, Riau Province, underwent a transmigration process in 1998.The purpose of this study was to examine the impact of transmigration on community welfare and its implications for the development of Labuhan Tangga Baru Village. The research employed a qualitative descriptive method, utilizing both primary and secondary data collection techniques. Data analysis was conducted using descriptive statistical methods, specifically through cross-tabulation with SPSS 13 software. The findings from previous research indicate that there have been significant improvements in the socio-economic conditions of the transmigrant community in Labuhan Tangga Baru. Employment opportunities and income levels are notably better compared to the conditions in their original regions. Furthermore, the transmigration program has positively influenced regional development, leading to enhancements in educational facilities, health care, and places of worship. Overall, it can be concluded that the transmigration program has had a beneficial effect on the transmigrant community and local peoples.  
Dampak Keberadaan Bandara Tempuling Terhadap Lahan, Sarana, dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Tempuling : The Effects of Tempuling Airport on Local Communities' Land Conditions, Facilities, Socio-Economic in Tempuling District Puji Astuti; Nabawi, Muhammad
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).20939

Abstract

Pembangunan Bandara Tempuling merupakan upaya pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan memeratakan pembangunan. Rumusan masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah adanya aktivitas perubahan penggunaan lahan, ketersediaan sarana sosial ekonomi yang belum memenuhi standar SNI, dan keberadaan bandara yang memunculkan kerawanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kondisi perubahan sosial ekonomi dan lahan masyarakat, mengidentifikasi kondisi ketersediaan dan perubahan sarana sosial ekonomi masyarakat, dan menganalisa dampak keberadaan Bandara Tempuling terhadap sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisa perubahan penggunaan lahan dari tahun 2008 hingga tahun 2017, menganalisa ketersediaan dan perubahan sarana sosial ekonomi dari tahun 2003 hingga 2017, menggunakan skala likert untuk menganalisa perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat Kecamatan Tempuling. Berdasarkan hasil studi diperoleh bahwa penggunaan lahan sesudah adanya Bandara Tempuling tahun 2008 hingga tahun 2017 mengalami penurunan luasan sebesar 100 ha untuk kebun, lahan hutan negara sebesar 31.416 ha, lahan tambak, empang dan kolam sebesar 1.800 ha, lahan sementara sebesar 1.404 ha. Lahan yang mengalami penambahan luasan yaitu lahan sawah sebesar 201 ha, lahan perkebunan 33.286 ha, dan lahan permukiman 1.233 ha. Perubahan sarana sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah adanya Bandara tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan sosial ekonomi terhadap masyarakat dari keberadaan Bandara Tempuling adalah tingkat kepadatan, penduduk pendatang, kriminalitas, kebisingan, pendapatan, lapangan pekerjaan, kemudahan untuk membuka usaha, harga tanah, kepemilikan rumah permanen mengalami peningkatan sedangkan tingkat kenyamanan dan kesehatan mengalami penurunan.
Analisa Perancangan Dermaga Bongkar Muat Batu Bara Desa Prambatan Sumatera Selatan: Design Analysis of the Coal Loading and Unloading Dock Prambatan Village South Sumatra Muhammad Faisyal, Riki; Adriati , Yolly
JURNAL SAINTIS Vol. 25 No. 01 (2025)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2025.vol25(01).21004

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir hingga saat penelitian ini dilakukan, dermaga bongkar muat batu bara di Desa Prambatan mengalami intensitas lalu lintas kapal yang tinggi. Kondisi tersebut mengakibatkan proses manuver kapal menjadi tidak efisien, risiko kandas jadi meningkat, fasilitas fender tidak cukup, dan keterbatasan fasilitas bollard yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan lebar dan kedalaman alur pelayaran, merencanakan tipe fender, merencanakan tipe Bollard di dermaga bongkar muat batu bara Desa Prambatan. Metode analisa pada penelitian ini adalah metode analisa deskriptif  kuantitatif. Perencanaan lebar alur pelayaran berdasarkan pendekatan empiris, kedalaman alur pelayaran ditentukan melalui perhitungan hidraulik yang mempertimbangkan karakteristik kapal dan kondisi perairan, pemilihan  sistem  fender  berdasarkan  perhitungan penyerapan energi fender, pemilihan tipe Bollard berdasarkan perhitungan total beban akibat bongkar muat kapal. Pengolahan data dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Data primer didapat dengan cara observasi lapangan, sedangkan data sekunder yaitu data kapal, angin, dan arus yang akan digunakan untuk perencanaan alur pelayaran, kedalaman alur pelayaran, tipe fender, dan tipe Bollard. Hasil perhitungan lebar alur pelayaran = 185,288 m dan kedalaman alur pelayaran = 12 m. Nilai energi desain fender = 0,086 t.m, sehingga dapat ditentukan tipe fender dengan energi desain fender yang mendekati atau sedikit lebih besar adalah fender karet, KVF 200 H. Total beban pada Bollard = 21 t. Berdasarkan nilai total beban pada Bollard dapat ditentukan tipe Bollard yang mendekati atau sedikit lebih besar adalah Tee Bollard,  CVS 15/25.

Page 1 of 1 | Total Record : 5