cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Indikasi Struktur Patahan Berdasarkan Data Citra Satelit dan Digital Elevation Model (DEM) Sungai Siak, Tualang dan Sekitarnya Sebagai Pertimbangan Pengembangan Pembangunan Wilayah: Indications Fault Structure Based on Satellite Imagery Data and Digital Elevation Model (DEM) River Siak, Tualang Area As Development considerations Regional development Choanji, Tiggi
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.042 KB)

Abstract

[ID] Struktur patahan dapat ditunjukkan dengan adanya indikasi yang berupa pola kelurusan sungai, adanya offset litologi, dan lainnya. Berdasarkan data citra satelit dan digital elevation model terdapat kemunculan indikasi adanya struktur patahan pada daerah tualang dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari kelurusan Sungai Siak. Anomali ini sangat terlihat jelas pada pola aliran sungai yang menujukkan perubahan signifikan pada daerah hulu yang berbentuk meander / berkelok kemudian berubah seketika menjadi bentuk straight/ lurus. Hal ini menunjukkan adanya indikasi struktur patahan. Berdasarkan kenampakan citra satelit terlihat adanya offset perbukitan yang bergeser dengan pergerakan patahan. Hal ini juga didukung dengan data pendukung kerangka tektonik cekungan sumatera tengah yang menandakan adanya fase kompresi selama Oligosen Tengah sampai Miosen Tengah dengan arah tegasan Utara – Selatan dan mengalami reaktivasi pada pliosen – pleistosen. Hal ini diharapkan menjadi perhatian bagi daerah – daerah yang akan dilalui patahan tersebut berkaitan dengan pengembangan pembangunan, karena setiap pergerakan lempeng terjadi bisa mereaktifasi patahan tersebut dan mempengaruhi daerah – daerah disekitarnya. [EN] The fault structure can be shown by several indication such as pattern of alignment of the river, the offset lithology, and others. Based on data from satellite imagery and digital elevation models there are emergence of indications of faults structure in the Tualang Area and its surroundings, It is seen from the lineament of the Siak river, these anomalies are very clearly shown in the flow pattern of the river that showed significant changes in upstream areas which start from meanders type of channel and then changed instantly into straight shape as an indication of fault structure. Based on feature on satellite image, there are shifting hills by fault movement. This is also supported by a tectonic framework of Central Sumatran Basin, which indicates the compression phase during Middle Oligocene to Middle Miocene with trend towards North - South direction and reactivated in the Pliocene - Pleistocene. It has to be considered for the regional development in the area which will be affected by the fault structure, because every movement of the plates can reactivate the fault and affects the surrounding areas.
Preferensi Pengguna Ruko Dalam Melakukan Pemilihan Terhadap Lokasi Ruko Di Kota Pekanbaru: Shophouse User Preferences in conducting the Election Shophouse Locations in Pekanbaru City Gustian, Gustian; Wiyono, Sugeng; Asteriani, Febby
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.99 KB)

Abstract

[ID] Pembangunan ruko di Kota Pekanbaru berkembang dengan sangat pesat. Pengguna dan pengembang ruko merupakan pihak yang terlibat langsung dengan fenomena ini. Pihak pengguna dan pengembang ruko mempunyai pertimbangan dalam melakukan pemilihan terhadap lokasi ruko. Pertimbangan tersebut merupakan faktor-faktor penting yang dianggap sangat menentukan dalam memilih lokasi ruko. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi preferensi bagi pengguna ruko. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deduktif dengan metode analisis kuantitatif . Penelitian ini dimulai dari teori-teori yang sudah ada kemudian meneliti kondisi di lokasi studi. Untuk pengguna ruko, sampel ditetapkan terlebih dahulu dan dipilih secara random. Penelitian dilakukan terhadap pengguna ruko di tujuh (7) kecamatan yang mempunyai jumlah ruko paling dominan dikota Pekanbaru selama lima tahun. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa semua faktor yang terkandung dalam teori, memang merupakan faktor-faktor yang dianggap menentukan oleh pengguna dalam melakukan pemilihan terhadap lokasi ruko. namun tidak semua sub faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang dianggap menentukan oleh pengguna ruko. Dalam menilai faktor-faktor pemilihan lokasi ruko tersebut,secara garis besar terjadi persamaan preferensi diantara pengguna ruko. Faktor yang sangat menentukan yaitu tersediannya jaringan listrik, sangatlah penting karena merupakan salah satu pemenuhan kebutuhan hidup yang dimanfaatkan untuk sumber energi dalam menunjang berbagai macam aktivitas manusia. [EN] The development of ruko (house and shop in the same building) has been very rapid in all cities in Indonesia. The users and investors of ruko were the parties involved directly in the phenomena. In deciding the location of ruko to be built, the users and investors had important factors they took into their consideration including very determinant factors. The researcher wish to discover the preference of the factors to the users. In this research, deductive method was employed using quantitavive analysis. The research reviewed the existing theories and then compared them with the reality. For ruko users, samples were determinded and chosen randomly. The research was also conducted to the ruko users in 7 district that had the highest number of ruko ini Pekanbaru for five years .The result of researc h showed that all factors determining the location of ruko which were proposed in the theories were considered the determinant factors by users, but not all sub factors were considered. In assesing factors, users have the similar preference. Very determinant factor according to users is the availability of the power grid, it is important because it is one of subsistence which is used for energy resources in supporting a wide range of human activities.
Penataan Ruang Parkir Badan Jalan Untuk Meningkatkan Kinerja Ruas Jalan Sudirman-Simpang Jalan Teuku Umar: Parking Space Arrangement of The Road to Improve Performance Sudirman Roads - Teuku Umar Road Pekanbaru Makmur, Rangga Putra; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.684 KB)

Abstract

[ID] Akibat pembangunan yang semakin meningkat secara tidak langsung menimbulkan adanya pergerakan lalulintas yang cukup padat sehingga menyebabkan kemacetan yang terlihat di beberapa ruas jalan besar dan persimpangan di Kota Pekanbaru.Pergerakan lalulintas yang padat tersebut menyebabkan berbagai permasalahan seperti parkir badan jalan (on street parking), tundaan, hambatan samping dan lain sebagainya. Parkir di tepi jalan merupakan fenomena yang menarik untuk dipelajari karena disatu sisi merupakan pilihan yang paling umum dilakukan oleh pengemudi dan di pihak lain merupakan hambatan samping yang dapat mempengaruhi kinerja jalan Ruas jalan yang cukup tinggi aktivitas lalulintasnya diantaranya adalah kawasan ruas Jalan Jendral Sudirman dan JalanTeuku Umar Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode yang berpedoman pada buku manual kapasitas jalan indonesia (MKJI, 1997) dan Direktorat Jendral Perhubungan Darat, penataan ruang parkir pada badan jalan ini dilakukan dengan melakukan metode survei untuk mengetahui karakteristik parkir, volume lalulintas yang terjadi dan mengukur geometri jalan guna melakukan perhitungan kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas dan akumulasi parker serta kebutuhan ruang parkir. Kemudian untuk mengatasi permasalahan yang ada, dicobauntuk membuat penataan parker dengan berbagai sudut. Dalam perhitungan arus lalulintas untuk Jalan arteri primer Sudirman pada hari libur pukul 17.00 – 18.00 WIB yaitu 3127 kend/jam dan perhitungan arus lalulintas untuk Jalan Teuku Umar di dapat data arus terbesar pada hari jum’at pukul 17.00 - 18.00 WIB yaitu 463,4 kend/jam. Kemudian dihitung kejenuhannya dengan cara membagi arus dengan kapasitas dari masing – masing lokasi jalan. Dari perhitungan didapat derajat kejenuhan untuk Jalan arteri primer Sudirman dengan jumlah rata-rata perhari sebesar 0,49 dan untuk Jalan Teuku Umar sebesar 0,17 dihitung berdasarkan rata – rata perhari. Hasil perhitungan ini dapat di ketahui bahwa Jalan arteri primer Sudirman dan Jalan Teuku Umar pada tahun 2015 belum di katakan jenuh. Hal ini dapat di lihat derajat kejenuhan yang <0,75 dan apabila derajat kejenuhan >0,75 maka jalan tersebut harus ditingkatkan. Hasil dari perhitungan derajat kejenuhan (DS) yang telah dihitung mempunyai nilai < 0,75, jadi arus masih stabil dan belum mencapai titik jenuh [EN] As a result of increasing development indirectly gave rise to the movement of traffic is dense enough to cause congestion seen on several major roads and intersections in the city Pekanbaru.Pergerakan heavy traffic causes various problems such as parking the road (on street parking), delay , side barrier and so forth. Parking on the street is an interesting phenomenon to study because one hand is the most common choice made by the driver and on the other hand is a side friction that may affect the performance of the road segment is quite high activity of the traffic of which is the area of Jalan Sudirman and JalanTeuku Umar Pekanbaru. This study uses a method based on the manual of road capacity Indonesia (MKJI, 1997) and the Directorate General of Land Transportation, the arrangement of parking spaces on the road is done by conducting a survey method to determine the characteristics of parking, traffic volume that occurs and measure the geometry of the road in order to do calculation capacity, degree of saturation, free flow speed and the accumulation of parking as well as parking space requirements. Then, to solve the existing problems, trying to make parking arrangements with a variety of angles. In the calculation of traffic flow for a primary arterial road Sudirman on holidays at 17:00 to 18:00 pm is 3127 veh / h and traffic flow calculation for JalanTeuku Umar in the data stream can be greatest on Friday at 17:00 to 18:00 pm is 463.4 veh /clock. Saturation is then calculated by dividing the current capacity of each - each location street. Obtained from the calculation of the degree of saturation for primary arterial JalanSudirman with the average amount per day 0,49 and for JalanTeuku Umar 0.17 calculated based on the average - average per day. The calculation results can be in the know that the primary artery JalanSudirman and JalanTeuku Umar in 2015 not yet in saying saturated. It can be seen that the degree of saturation <0.75 and when the degree of saturation> 0.75 then the road should be increased. Results of calculation of the degree of saturation (DS) which has been calculated to have the value <0.75, so the flow is stable and has not reached saturation point.
Analisis Pola Pergerakan Penduduk dalam Mengkonsumsi Fasilitas Sosial di Kawasan Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar): The Movement Pattern Analysis of Social FacilityConsumption in Suburban Area (Case Study: Siak Hulu District, Kampar Regency) Putra, Welky Afriza; Masrizal, Masrizal; Astuti, Puji
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.207 KB)

Abstract

[ID] Lahan terbangun di kota semakin melebar melampaui batas administrasi kota karena semakin pesatnya pertumbuhan penduduk. Kota Pekanbaru juga mengalami hal yang sama sehingga daerah-daerah yang bukan termasuk wilayah administrasi Kota Pekanbaru pun ikut terkena imbasnya. Sebagian besar kawasan tersebut dijadikan tempat bergerak permukiman termasuk di daerah kecamatan Siak Hulu, sehingga kebutuhan akan aktifitas sosial masyarakat diduga tidak dapat terpenuhi secara optimal. Untuk mengidentifikasi pola pergerakan dalam mengkonsumsi fasilitas sosial di kawasan pinggiran Kota Pekanbaru diadakan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggali informasi dan pendapat dari responden di lokasi penelitian tentang alasan-alasan responden di suatu daerah permukiman yang terdapat di perbatasan dan pinggiran.Untuk analisis faktor pemilihan lokasi pemukiman digunakan metode pendekatan deduktif. Pendapat dominan dari responden merupakan cerminan lokasi yang paling ideal dan mengindikasikan bagaimana pola pergerakan mengkonsumsi yang dilakukan oleh masyarakat di permukiman pinggiran untuk kegiatan yang menggunakan fasilitas sosial. Sampel penduduk diperoleh dari rumah tangga yang ada di wilayah penelitian yaitu rumah tangga Desa Tanah Merah, Desa Pandau Jaya dan Desa Kubang Jaya. Desa-desa tersebut akan diobservasi dengan penyebaran kuesioner dengan teknik purposive random sampling yang artinya sample diambil secara acak untuk suatu tujuan. Tingkat keterkaitan (ketergantungan) antara kawasan pinggiran dengan kawasan pusat Kota Pekanbaru dalam mengkonsumsi fasilitas sosial yang berskala lebih kecil atau dalam lingkup desa, secara umum menunjukan proporsi yang relatif tinggi, hal ini ditunjukan dari besarnya persentase penduduk yang mengkonsumsi fasilitas pendidikan SMU, Perguruan Tinggi (PT)/ Akademi, fasilitas tersier dan sekunder, fasilitas rekreasi/liburan, yang persentasenya rata-rata lebih dari 30 %. Terdapat gejala bahwa penduduk kawasan pinggiran tidak selalu mengkonsumsi fasilitas sosial terdekat. [EN] With existence of farm the need for, make farm is woke up in city growing intemperate melebar city administration, with growing fast its townee growth Pekanbaru then area that is not entered Administrasi region Pekanbaru city even also follows hit its glimpse because can be a large part of areas are referred made setlement place and aktivity social for society, entered in area district Siak Hulu. His Research is research qualitative descriptive that is bent on to dig information and opinion from responder in research location about responder reasons in a setlement area that existed in border and Suburban. factor analysis of settlement location choice are used deductive approach method, that is research that base theories that already exist and conducted verification. Dominant Opinion from responder is location reflection the most ideal and indication how pattern of consumption movement that conducted by society in setlement suburban in area of social. Intake sampel is conducted unutuk getting the picture of population situation that actually. Sampel resident is obtained/got from home doorstep that exist in research region that is household countryside Raddle, countryside Pandau Jaya and countryside Kubang Jaya. Referred will diobservasi with spreading quesioner with technique random purposive sampling with the meaning reading copy taken at random for a target. Where reading copy are disseminated at three countrysides referred with household amount entire as high as 15. 199 family heads with the average of 4 soul of doorstep per-houses. Dependability level (dependable) between boundary area and downtown area Pekanbaru in consumption of social facility that have the scale of smaller or in scope countryside, in general show proportion that relative high, this condition are pinpointed from level of resident percentage that consumption of education facility SMU, College)/Academy, tertiary facility and sekunder, recreation facilities/vacation, that its percentage average more than 30 %. There is symptom that resident of boundary area not always consume social facility closest.
Analisis Efektifitas Penggunan Excavator Long Arm dan Excavator Standart Arm Pada Kegiatan Normalisasi Sungai Muara Kelantan Kabupaten Siak Sri Indrapura: Efectivity Analysis of The Usilization of Standard and Long Arm Exavator on The Project of Muara Kelantan River Normalisation in The District of Siak Sri Indrapura Saputra, Rakhamat Danney; Mildawati, Roza
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.684 KB)

Abstract

[ID] Perkembangan pembangunan di Provinsi Riau pada umumnya dan pada Kabupaten Siak Sri Indrapura khususnya sudah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat dan menjanjikan. Selain gedung dan infrastruktur pendukung lainnya, Pemerintah Kabupaten Siak Sri Indrapura juga membangun saluran irigasi sekunder dan primer sebagai aliran untuk pertanian dan untuk pencegah banjir. Mengingat luas area galian di dua titik, sehingga tidak mungkin dikerjakan dengan menggunakan tenaga konvensional biasa, karena memerlukan waktu dan biaya yang sangat besar, maka di lakukan pemindahan tanah secara mekanis. Alat berat yang di gunakan yaitu excavator long arm dan excavator standart arm. Berdasarkan hasil penelitian pada pekerjaan normalisasi Sungai Muara Kelantan Kabupaten Siak dapat diketahui efektifitas dan hasil produktivitas,waktu, dan biaya. Dengan menggunakan alat excavator long arm untuk pekerjaan galian saluran sekunder diketahui total quantitas volume galian 130.290 M3. Besar biaya per jam yaitu Rp 514.360,- , maka total biaya yang diperlukan yaitu Rp Rp 579.683.720,- dan menggunakan excavator standart arm diketahui total quantitas volume galian 130.290m3, dengan besar biaya sewa per jam yaitu Rp 467.286 maka total biaya yang diperlukan Rp 549.528.336. Penggunaan alat excavator standart arm lebih efisien dari pada penggunaan alat excavator standart arm. [EN] Development in Riau Province in general and on the Siak Sri Indrapura in particular has shown a considerable increase rapidly and promising. In addition to building and supporting infrastructure, the Government of Siak Sri Indrapura also build irrigation canals as a secondary and primary school for agriculture and for flood prevention. Given the area excavated at two points, so it can not be done with the use of conventional, because it takes time and a very large cost, then do earthmoving mechanically. Heavy equipment in use that long arm excavators and excavator standard arm. Based on the results of research on the work of the normalization of Muara Sungai Kelantan Siak knowable effectiveness and productivity gains, time, and cost. By using a long arm excavator for excavation work secondary channel known total volume quantities of excavation 130 290 M3. The cost per hour of USD 514 360, -, then the total cost needed is Rp Rp 579 683 720, - and using standard arm excavator known total 130.290m3 excavation volume quantities, with large hourly rental fee of USD 467 286, the total cost required USD 549 528 336. The use of standard arm excavator more efficient than the use of a standard excavator arm.
Evaluasi Desain Struktur Gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru Terhadap Gempa Berdasarkan SNI 03-1726-2012: Evaluation of Structural Design Office Building 5 Floor and Basement Youth City Walk Against PekanbaruEarthquake Based on SNI 03-1726-2012 Anggraini, Diandri; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 2 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.439 KB)

Abstract

[ID] Di Indonesia sering terjadi bencana alam, gempa bumi yang mengakibatkan banyak bangunan yang mengalami kerusakan bahkan keruntuhan. Untuk memitigasi kerusakan bangunan gedung akibat gempa bumi di Indonesia, maka telah dikeluarkan strandar peraturan Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan yang dijadikan Standar Nasional Indonesia SNI 1726 : 2012. Pada penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi desain struktur berupa evaluasi detailing komponen struktur dan Strong Column Weak Beam( SCWB ) gedung Office Pemuda City Walk yang meliputi persyaratan geometri, tulangan lentur, dan tulangan transversal pada kolom apakah sudah memenuhi persyaratan agar mampu menerima gaya dalam yang mengakibatkan oleh beban gempa berdasarkan standar peraturan terbaru SNI 1726 : 2012 dan SNI 03-2847-2002. Penelitian dilakukan pada gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Pemuda, Pekanbaru, Riau. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian studi literatur yang menggunakan data – data sekunder berupa gambar perencana, terutama gambar detail struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk, dan lain – lainnya. Dari hasil analisa perhitungan, didapatkan gaya geser dasar gempa (V) yang dipikul oleh struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru sebesar 120,176 ton. Berdasarkan hasil analisa menggunakan SNI 03-2847-2002, detailing komponen struktur kolom pada setiap portal yang ditinjau yang meliputi geometri, tulangan lentur, dan tulangan geser telah memenuhi persyaratan di mana gaya – gaya yang bekerja pada struktur lebih kecil dari gaya – gaya yang direncanakan. Selain itu juga diperoleh nilai – nilai momen nominal maksimal kolom (Me) lebih besar dari 6/5 momen nominal balok (6/5Mg) pada setiap kolom dan balok yang saling bertemu disetiap portal yang ditinjau, sehingga telah memenuhi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB). Dapat disimpulkan bahwa desain struktur gedung Office 5 Lantai dan Basement Pemuda City Walk Pekanbaru yang meliputi komponen struktur balok dan kolom telah memenuhi persyaratan dan aman dalam menerima beban gempa yang terjadi berdasarkan SNI 03-1726-2012 dan SNI 03-2847-2002. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk perencanaan selanjutnya agar lebih memperhatikan kapasitas penampang kolom untuk memenuhi persyaratan Strong Column Weak Beam (SCWB). [EN] In Indonesia happen natural disasters, earthquake that resulted in building damage and collapse. For mitigation of damage to buildings effect earthquake in Indonesia, that released regulatory standard planning prosedures for earthquake resistance building used as National Standard Indonesia SNI 1726 : 2012. In the study, researchers interested evaluation include evaluation of structural design detailing of structural components and Strong Column Weak Beam (SCWB) Office Pemuda City Walk building form geometry requirements, flexural and transverse reinforcement in column. What have met the requircement to be able to accept the force caused by the eartgquake load based on the test regulatory standard SNI 1726 : 2012 and SNI 03-2847-2002. Research conducted at the building Office 5 floors and basement Pemuda City Walk Pekanbaru located Pemuda street, Pekanbaru, Riau. Research was conducted by the research literature that uses sekunder data planner image, especially the image detail building structure Office 5 floors and basement Pemuda City Walk and others. Analysis of the result of research, obtained seismic shear force base (V) carried by the building structure Office 5 floors and basement Permuda City Walk Pekanbaru of 120,176 ton. Based on the results of the analysis using SNI 03-2847-2002, detailing component column structure is reinforcement has met the requirements where the forces works on the structure is smaller than the force planned. It also obtained the maximum nominal moment value column (Me) greater that 6/5 nominal moment beam (6/5Mg) each column and beams that converge on each portal are reviewed, so it has to meet the requirement of Strong Column Weak Beam (SCWB). It can be concluded that the design of the building structure Office 5th Floor and Basement Youth City Walk Pekanbaru, which includes structural beams and columns have been compliant and secure in accepting the burden of earthquake based on SNI 03-1726-2012 and SNI 03-2847-2002. Based on these results it is suggested for further planning for more attention to the column capacity to meet the requirements of Strong Column Weak Beam (SCWB).
Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Saluran Drainase Jalan Dorak Berdasarkan Pola Rencana Tata Ruang Tata Wilayah Kabupaten Meranti Tahun 2013-2032 Menggunakan Model Epa Swmm 5.0 Suprayogi, Imam; Sujatmoko, Bambang; Morena, Yenita; Ghofirin, Khoirul
JURNAL SAINTIS Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.821 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan suatu analisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap Saluran Drainase pada kawasan Jalan Dorak Kota Selatpanjang berdasarkan Pola Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RTRW) Kabupaten Meranti tahun 2013-2032. Metode pendekatan penelitian yang digunakan untuk kebutuhan simulasi menggunakan pendekatan program bantu model matematik EPA SWMM dengan input model data curah hujan bulanan Stasiun Curah Hujan Buatan tahun 2001-2015 dari BWS III Sumatera, peta topografi dan peta penggunan tata lahan dari BP-DAS Indragiri Rokan Provinsi Riau. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa terjadinya peningkatan nilai parameter (% impervious) akibat perubahan tata guna lahan dengan mengacu pola RTRW Kabupaten Meranti tahun 2013-2032 di Kawasan Jalan Dorak. Kondisi di atas mengindikasikan perlunya perubahan dimensi saluran utama drainase dengan cara melakukan pelebaran saluran pada kondisi eksisting dari 1.4 m x 1.2 m menjadi 3.7 m x 1.2 m sehingga akan meningkatkan luas penampang basah saluran akibat meningkatnya volume limpasan air yang masuk ke ke saluran utama drainase pada kawasan Jalan Dorak sampai tahun 2032.
Perhitungan Lendutan Perkerasan Jalan Sistem Cakar Ayam Modifikasi dengan Variasi Faktor Aman Pada Tambahan Modulus Reaksi Subgrade Agustin, Dinda Rosita; Puri, Anas; Ardiansyah, Rony
JURNAL SAINTIS Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.947 KB)

Abstract

Sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) merupakan sistem perkerasan yang digunakan pada tanah lunak yang dapat meratakan lendutan yang terjadi, karena pelat-cakaryang kaku. Sistem CAM ini merupakan pengembangan dari sistem Cakar Ayam (CA) yang telah diusulkan oleh Prof. Sediyatmo. Beberapa cara analisa lendutan CAM telah banyak dikembangkan. Pada makalah ini akan diterapkan modulus reaksi subgrade ekivalen metode Puri, dkk (2012) untuk menghitung lendutan sistem CAM, dimana nilai faktor aman divariasikan. Input lendutan pada metode tersebut digunakan lendutan pengamatan.Lendutan pelat dihitung menggunakan metode BoEF (Beams on Elastic Foundation). Hasil hitungan lendutan kemudian divalidasi dengan lendutan pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa besaran faktor aman mempengaruhi nilai lendutan hitungan. Lendutan hitungan meningkat dengan peningkatan faktor aman. Faktor aman 1,0 sudah mencukupi untuk analisis oleh karena lendutan hitungan sangat mendekati pengamatan. Lendutan hitungan didasarkan pada tinjauan satu baris cakar, sedangkan lendutan pengamatan adalah untuk 3 baris cakar. Dengan demikian hasil hitungan pada zona aman. Metode hitungan menggunakan modulus reaksi subgrade ekivalen dapat digunakan untuk perencanaan perkerasan sistem CAM.
Perbaikan Sifat Mekanis Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Abu Vulkanis Sinabung dan Kapur Latif, Devi Oktaviana; Rifa’i, Ahmad; Suryolelono, Kabul Basah
JURNAL SAINTIS Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.405 KB)

Abstract

Permasalahan tanah ekspansif dan penangan limbah abu vulkanis merupakan isu penting saat ini. Pemasalahan tanah ekspansif yang tidak menguntungkan dalam konstruksi karena memiliki sifat mudah mengalami perubahan volume akibat pengaruh kelembaban dan air sehingga menyebabkan daya dukungnya rendah sementara limbah abu vulkanis masih perlu mendapatkan perhatian karena akumulasi dan kurangnya lokasi pembuangan. Catatan letusan Sinabung sampai dengan tahun 2016 masih mengalami erupsi dan memuntahkan material vulkanis sehingga penanganan limbah abu vulkanis menjadi perhatian langsung karena akumulasi dan kurangnya lokasi pembuangan. Penelitian ini bertujuan untuk meyelesaikan kedua permasalahan tersebut dengan cara mencampur tanah ekspansif, abu vulkanis dan kapur dengan variasi tertentu dalam rangka memperbaiki sifat mekanis tanah dan mengurangi dampak penumpukan abu vulkanis. Uji yang dilakukan yaitu pemadatan tanah, uji triaxial, uji swelling dan uji swelling potential dilakukan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah abu vulkanis dan kapur terhadap sifat mekanis tanah. Pencampuran limbah abu vulkanis dan bahan kapur dengan tanah ekspansif dapatmeningkatkan berat volume tanah, mengurangi kadar air optimum, peningkatan nilai geser tanah mengurangi perilaku perubahan volume tanah ekspansif. Sehingga material yang dianggap tidak dibutuhkan dan merugikan terhadap lingkungan dan masyarakat memiliki ternyata menjadi keuntungan untuk rekayasa teknik sipil.
The Friction Coefficient of Cohesive Soils and Geotextile: An Approach Based On the Direct Shear Test Data Puri, Anas
JURNAL SAINTIS Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.725 KB)

Abstract

The soil reinforcement designing by using geotextile requires the friction coefficient of soil-geotextile interface, both granular and cohesive soils. For cohesive soils, this coefficient was usually defined by [⅔ tan f]. Is this approach efficient enough or conservative? This paper presents an approach to determine the friction coefficient of soil-geotextile interface based on the empirical data from some researchers. It was used direct shear test data on cohesive soil-geotextile interfaces. Result show that the friction coefficient of soil-geotextile interface higher than the value of tan f. It was also proved by the interface friction angle d tend to higher than the soil internal friction angle f. Hence, the approach by [⅔ tan f] would be yield excessive safety design, which the safety factor would be added for soils and geotextiles. The new approach in determining the interface friction coefficient was conducted by using direct relationship between interface friction coefficient and soil internal friction angle.

Page 9 of 23 | Total Record : 224