cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal
ISSN : 22529462     EISSN : 26231204     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal (E-ISSN 2623-1204) (P-ISSN 2252-9462) adalah jurnalilmiah (e-journal) yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi setiap enam bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember (2 isu per tahun). Jurnal ini menerbitkan artikel hasil penelitian tentang ilmu kesehatan dengan cakupan jurnal meliputi keperawatan dewasa, keperawatan darurat, keperawatan gerontologis, keperawatan masyarakat, perawatan kesehatan mental, perawatan anak, perawatan ibu hamil, kepemimpinan dan manajemen keperawatan, Complementary and Alternative Medicine (CAM) dalam keperawatan dan pendidikan dalam keperawatan. Setiap artikel yang masuk, akan melewati proses review menggunakan double blind review, arrtinya penulis tidak mengetahui siapa yang mereview dan reviewer tidak mengetahui siapa penulis artikel.
Arjuna Subject : -
Articles 385 Documents
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kabupaten Kunigan Rahim, Fitri Kurnia; Muharry, Andy
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.507 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v9i2.71

Abstract

Berat bayi lahir rendah (BBLR) masih menjadi permasalahan di negara berkembang. Berdasarkan laporan riset kesehatan dasar tahun 2013 menunjukan bahwa proporsi  BBLR di Indonesia yaitu 10.2 %. Adapun prevalensi kejadian BBLR di Jawa Barat pada tahun 2010 sampai 2013 tidak mengalami penurunan yang signifikan. Berdasarkan hasil laporan pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Kuningan mengalami kenaikan angka kejadian BBLR yaitu dari sebanyak 1101 kasus BBLR pada tahun 2014 hingga 1185 kasus pada tahun 2015 dari total kelahiran hidup. Kabupaten Kuningan merupakan Kabupaten yang menempati urutan keenam tertinggi kasus BBLR di wilayah Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian BBLR. Penelitian dilakukan di Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian menggunakan desain kasus kontrol. Populasi penelitian adalah ibu hamil yang melahirkan pada periode waktu Januari 2017 sampai dengan Maret 2018 di wilayah Puskesmas Manggari Kabupaten Kuningan. Adapun besar sampel dalam penelitian yaitu total sampling sebanyak 27 orang dengan ratio 1:1. Sehingga jumlah sampel sebanyak 54 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat dan bivariat (uji chi-squre). Hasil penelitian menunjukan ibu dengan latar belakang umur berisiko memiliki proporsi kejadian BBLR sebanyak 57,1%. Latar belakang pendidikan ibu pada kelompok kasus merupakan lulusan sekolah menengah dan lebih tinggi (66,7%), adapun pada kelompok kontrol lebih dari setengahnya berlatar belakang pendidikan sekolah menengah ke bawah (52,1 %). Perbedaan proporsi  karakteritik ibu berdasarkan umur, pekerjaan dan  pendidikan pada ibu antara kelompok kasus (BBLR) dan kontrol (Non BBLR), tidak berbeda secara signifikan.
Pengaruh Tingkat Ketergantungan Pasien Terhadap Beban Kerja Perawat RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Puspanegara, Aditiya
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.109 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v9i1.72

Abstract

Latar belakang: Fenomena yang terjadi di Indonesia setelah ada kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jumlah kunjungan pasien di rumah sakit melonjak 70% sehingga dapat mempengaruhi beban kerja perawat dan berakibat langsung terhadap stress perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengabalisis pengaruh tingkat ketergantungan pasien, terhadap beban kerja perawat. Jenis penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan crossectional. Analisis: Sampel penelitian ini adalah perawat yang berdinas di ruang rawat inap dengan jenis ruangan yang berkarakteristik sama jengan jumlah sampel 36 perawat. Analisa data dilakukan dengan menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh tingkat ketergantungan pasien dengan beban kerja perawat (P = 0,000) dan perawat yang mendapatkan pasien yang memiliki ketergantungan parsial 0,3 kali berpeluang membuat beban kerja perawat menjadi produktif (OR=0,300). Kesimpulan dan saran: Diharapkan pihak rumah sakit membuat supervisi khusus untuk perawat agar dapat lebih meningkatkan produktifitas kerja, dengan supervisi keperawatan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta makin terbinanya hubungan antar perawat. Setiap ruang rawat melakukan pengukuran beban kerja perawat secara berkala minimal sekali dalam setahun agar terevaluasinya beban kerja perawat dan tercukupinya jumlah tenaga perawat di ruangan sehingga meminimalisir beban perawat.
Pengaruh Konsumsi Pisang Emas (Musa Acuminata) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi Ringan di Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan Tahun 2018 Badriah, Dewi Lailatul; Wulan, Nur; Yulianti, Ajijah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.698 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.78

Abstract

Angka kejadian hipertensi akan terus meningkat tajam dan diprediksi pada tahun 2025 sekitar 1,5 miliar orang akan hidup dengan hipertensi. Hipertensi memerlukan penanganan secara kontinu. Sebagai pengobatan non-farmakologi yaitu pisang emas (Musa acuminata) mengandung kalium tinggi dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pisang emas terhadap penurunan tekanan darah pada klien hipertensi ringan. Jenis penelitian adalah Quasi Experiment dengan pre-post test design without control. Teknik sampel purposive sampling dengan 10 responden. Instrumen berupa sphygmomanometer air raksa dan stetoskop pengukuran tekanan darah. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan rata-rata 21 mmHg dan 20 mmHg secara berurutan. Nilai statistik diperoleh 0,005 sistolik dan 0,005 diastolik, karena nilai ρ < α = 0,05 berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Terdapat pengaruh konsumsi pisang emas terhadap penurunan tekanan darah pada klien hipertensi ringan. Disarankan pada klien hipertensi ringan untuk mengkonsumsi pisang emas sebagai alternatif pengobatan alami dalam mengontrol tekanan darah.
Dampak Pernikahan Usia Dini di Wilayah Pedesaan A Systematic Review Ma’rifah, Siti; Muhaimin, Toha
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.54 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.79

Abstract

Pernikahan dini memiliki implikasi yang serius pada kesehatan masyarakat. Secara global, lebih dari 650 juta wanita hidup atau satu dari lima gadis menikah sebelum 18 tahun, satu dari 20 anak perempuan menikah sebelum 15 tahun setiap harinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak pernikahan dini bagi perempuan dan populasi yang rentan terhadapnya. Tinjauan sistematis dilakukan pada database online SCOPUS, PubMed, ProQuest, dan EBSCO dengan lima kata kunci, “early marriage” OR “child marriage” AND “impact” OR “outcomes” AND “in rural areas” kemudian disaring berdasarkan publikasi khusus tahun 2012-2018, berbahasa Inggris, dan teks lengkap. Terdapat tujuh artikel asli memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa pernikahan dini meningkatkan kemungkinan kehamilan yang tidak diinginkan, terminasi kehamilan, kelahiran mati, keguguran, komplikasi kehamilan atau persalinan, kesuburan tinggi, kekurangan gizi, kesehatan mental, mendapat kekerasan pasangan intim, sulit dalam kegiatan sehari-hari. Akibatnya, mereka memiliki kemungkinan untuk lebih sering dan lebih awal hamil, yang dimana ini menimbulkan berbagai keluhan kesehatan baik jangka pendek bahkan jangka panjang, dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan kematian. Kesimpulannya, terdapat banyak dampak dalam pernikahan dini. Sehingga, mencegah terjadinya pernikahan dini merupakan hal terpenting yang harus dilakukan, yaitu memberikan pendidikan seksualitas, kesehatan reproduksi, dan dampak pernikahan usia dini secara komprehensif.
Hubungan Pengetahuan Makanan Cepat Saji (Fast Food) Dengan Kejadian Dismenorhoe Pada Siswi Kelas VII di SMPN 2 Jalaksana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Tahun 2018 Soviyati, Evie; Nurjannah, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.798 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.80

Abstract

Remaja sering mengalami gangguan menstruasi (dismenorhoe). Salah satu faktor penyebabnya adalah asupan gizi yang kurang baik, makanan cepat saji  banyak mengandung asam lemak trans salah satu radikal bebas yang mengandung zat pemicu prostaglandin (Anisa,2015). Studi pendahuluan yang dilakukan pada siswi SMP 2 Jalaksana menunjukkan bahwa sebagian besar siswi belum mengetahui makanan cepat saji dapat mengakibatkan dismenorhoe. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan makanan cepat saji dengan kejadian dismenorhoe, rumusan masalah ‘Adakah hubungan pengetahuan makanan cepat saji dengan kejadian dismenorhoe pada siswi kelas VII di SMPN 2 Jalaksana Tahun 2018?’. Hipotesa penelitian terdapat hubungan antara pengetahuan makanan cepat saji dengan kejadian dismenorhoe. Penelitian menggunakan metode analitik,dengan rancangan cross sectional subjek penelitian siswi kelas VII sebanyak 204, tehnik sampel stratifikasi sampling diperoleh sampel sebanyak 58 siswi, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan rumus chi square. Hasil analisis univariat dari 58 siswi diperoleh 31(53.4%) berpengetahuan baik, dan kejadian dismenorhoe adalah 31(53.4%). Analisis bivariat  diperoleh nilai p-value (0,01), dengan presentasi siswi dengan pengetahuan kurang mendominasi terjadinya dismenorhoe (99,9%). Semakin tinggi pengetahuan mempengaruhi perilaku dan sikap siswi dalam mengonsumsi makanan. Kejadian dismenore terjadi akibat penumpukan prostaglandin dalam jumlah banyak, dimana bersumber dari makanan cepat saji. Terdapat hubungan  pengetahuan  makanan cepat saji dengan kejadian dismenorhoe. Upaya meminimalisasi dampak negatif makanan cepat saji dengan bersikap bijak memilih menu makanan, disertai mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Selain itu tenaga kesehatan  memberikan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di sekolah.
Evaluasi Pelaksanaan Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (Trias UKS) di Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Sleman, Yogyakarta Tahun 2016 Lestari, Dara Puspita; Puspitawati, Theresia; Anwar, Choirul
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.138 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.81

Abstract

Kondisi kesehatan anak dengan disabilitas sangat kompleks, sehingga memerlukan pendekatan secara khusus dalam penanganannya. Mereka merupakan kelompok yang rentan, sehingga perlu ada upaya yang dilakukan untuk  mengatasi  hal  tersebut.    Salah  satu  upaya  yang  dapat  dilakukan  yaitu  melalui  program  Usaha Kesehatan  Sekolah.  Namun,  pada  kenyataannya  SLB  merupakan  salah  satu  sasaran  UKS  yang  belum berjalan secara optimal. Sehingga apabila program UKS di SLB dapat diperbaiki, maka derajat kesehatan anak berkebutuhan khusus dapat meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelaksanaan tiga program pokok UKS di SLBN 1 Sleman Yogyakarta. Penelitian ini penelitian kualitatif, dengan desain atau rancangan studi kasus. Informan penelitian dalam penelitian ini adalah informan yang berkaitan dengan pelaksanaan TRIAS UKS di SLBN 1 Sleman Yogyakarta. Informan diambil menggunakan teknik penarikan sampel variasi maksimum (Maximum Variaton Sampling). Hasil Penelitian adalah (1)Pendidikan kesehatan telah   dilaksanakan   dengan   dilaksanakanya   penyuluhan   kesehatan   dan   pelatihan   serta   pembinaan. (2)Pelayanan kesehatan telah dilaksanakan diantaranya pemeriksaan kesehatan, UKGS untuk pemeriksaan gigi saja, P3K dan P3P serta imunisasi. (3)Pembinaan lingkungan sekolah sehat telah dilaksanakan dengan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah, penataan halaman, melakukan penghijauan dan apotek hidup. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa aspek yang tidak sesuai dengan pedoman. Hal ini dipengaruhi beberapa hambatan yang terdiri dari SDM, Anggaran, Belum ada Petunjuk Teknis dan sarana serta prasarana yang belum lengkap. Dengan demikian Tiga program pokok UKS seluruhnya telah dilaksanakan oleh SLBN 1 Sleman, namun masih terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan pedoman dikarenakan beberapa hambatan.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Hemodialisa Intan Saraswati, Ni Luh Gede; Sri Antari, Ni Luh Yoni; Suwartini, Ni Luh Gede
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.687 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.84

Abstract

Background : Chronic kidney disease (CKD) merupakan kegagalan dalam fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan. Hemodialisa adalah salah satu terapi untuk mempertahankan kehidupan penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa Alat dan bahan: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April 2018. Jumlah sample sebanyak 69 responden, sample diambil menggunakan teknik sampling non probality dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dukungan keluarga dan pengukuran perubahan berat badan intradialitik serta pengolahan data menggunakan uji rank spearman Results: Hasil uji statistic didapatkan ada hubungan yang bermkana antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan (p = 0,012, r = 0,299). Kesimpulan: Walaupun korelasi antara dukungan keluarga dan kepatuhan dalam pembatasan cairan namun penelitian ini menunjukkan responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik akan memiliki kecendrungan kepatuhan terhadap pembatasan cairan yang lebih baik
Hubungan Antara Self Care Dengan Insidensi Neuropaty Perifer Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II RSUD Cibabat Cimahi 2018 Indriani, Sri; Amalia, Irma Nur; Hamidah, Hamidah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.497 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.85

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah dan dapat menyebabkan komplikasi akut ataupun kronik jika tidak ditangani. Neuropati Perifer merupakan komplikasi kronik yang banyak terjadi pada pasien DM. Perawatan diri (Self Care) yang baik dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Self Care dengan kejadian komplikasi Neuropati Perifer pada pasien DM tipe II. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan sampel 69 responden, yang diperoleh melalui teknik Accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan modifikasi kuesioner Summary Diabetes Self Care Activity (SDSCA) dan kuesioner kejadian komplikasi Neuropati Perifer. Hasil penelitian menggunakanujikorelasi Chi square ini menunjukkan terdapat hubungan antara self care dengan kejadian komplikasi neuropati perifer pada pasien DM tipe II dengan p value 0,010 (p<0,05). Dari 69 responden, 33 responden memiliki self care baik, 24 diantaranya menunjukkan tidak terjadi komplikasi neuropati perifer dan 9 diantaranya menunjukkan terjadi komplikasi neuropati perifer. Sebanyak 36 responden memiliki self care kurang, 14 diantaranya menunjukkan tidak terjadi komplikasi neuropati perifer dan 22 diantaranya menunjukkan terjadi komplikasi neuropati perifer. Peran perawat sebagai edukator sangat penting untuk membekali pasien DM agar memiliki perawatan diri yang baik.
Hubungan Sumber Informasi Dengan Pemakaian Kontrasepsi di Kelurahan Merak Tangerang Laksmini, Puji; Santikasari, Siska
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.466 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.87

Abstract

Kontrasepsi merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan, serta mengatur jumlah anak yang diinginkan. Kendala yang dihadapi pada pemasangan alat kontrasepsi yaitu belum optimalnya penyampaian informasi secara mandiri maupun kelompok tentang kontrasepsi.  Penelitian ini bertujuan  mengidentifikasi adanya hubungan antara sumber informasi pada Pasangan Usia Subur (PUS) dengan pemakaian kontrasepsi di kelurahan Merak kabupaten Tangerang.  Metode penelitian adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan “Cross Sectional”. Jumlah sampel sebanyak 66 responden menggunakan teknik Simple Random Sampling, dan uji statistik menggunakan uji Chi–Square. Hasil penelitian  di dapatkan nilai p-value = 0.012 (< 0.05), hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan pemakaian kontrasepsi di kelurahan Merak Kabupaten Tangerang.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua Tentang Perawatan Pasca Tranfusi Pada Anak Thalasemia Melalui Pemberian Komunikasi Informasi Edukasi Berbasis Audio Visual di Kabupaten Kuningan Saprudin, Nanang; Sudirman, Rani Muliany
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.284 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.88

Abstract

Latar Belakang: Insidensi thalasemia pada anak, saat ini terus mengalami peningkatan. Thalasemia yang diderita anak bisa menurunkan kualitas hidup anak baik aspek fisik maupun psikologis. Perawatan pasca tranfusi yang kurang tepat oleh orang tua dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawatan pasca tranfusi bisa dilakukan melalui pemberian komunikasi informasi dan edukasi berbasis audio visual. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan orang tua dalam perawatan pasca tranfusi pada anak thalasemia sebelum dan sesudah pemberian KIE. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design dengan menggunakan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah orang tua dengan anak thalasemia sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner, pemutar video dan LCD. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji t dependen. Hasil : penelitian menunjukan ada peningkatan skor dan perbedaan pengetahun responden dengan p value 0,000 < 0,05. Simpulan : terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan setelah pemberian KIE dan terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian KIE. Saran :  bagi orang tua untuk menambah informasi menggunakan media elektronik sejenis serta bagi rumah sakit untuk memasukan KIE berbasis audio visual sebagai pengembangan program dalam media penyuluhan khususnya tentang perawatan pasca tranfusi kepada orang tua dengan anak thalassemia.

Page 6 of 39 | Total Record : 385


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 11 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 4 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Vol 1 No 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada More Issue