cover
Contact Name
Syamsir Firdaus Manggar Wanrantoniara, SH
Contact Email
daus_mbol@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppmumsb@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Menara Ilmu
ISSN : 16932617     EISSN : 25287613     DOI : -
MENARA ILMU, Merupakan Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah yang Diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penyunting menerima kiriman naskah hasil kajian dan penelitian untuk bidang Eksakta, pendidikan/sosial dan Agama Islam untuk publikasi di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 2,133 Documents
KINERJA PETUGAS PENGELOLA LIMBAH RUMAH SAKIT DI RSUD PETALA BUMI TAHUN 2017 Erwin Elfiansyah, Nila Puspita Sari
Menara Ilmu Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 78, November 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i78.429

Abstract

Kinerja adalah penampilan hasil karya personel dalam suatu organisasi. Kinerja dapatmerupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personel. masih rendahnya kualitasSumber Daya Manusia (SDM) RSUD Petala Bumi, Berdasarkan hasil wawancara non formaldengan penanggungjawab kesling mengenai kinerja pegawai, menyebutkan bahwa terjadiperubahan kualitas terhadap SDM di RSUD Petala Bumi pada tahun 2017 sehingga kinerjapetugas pengelola limbah belum cukup baik dengan tingkat pendidikan petugas yang rata-ratamemiliki tingkat pendidikan SMA/sederajat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuigambaran kinerja petugas pengelola limbah rumah sakit di RSUD Petala Bumi Tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian inidilakukan pada bulan April sampai Juli. Analisis data dilakukan secara manual. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Pengetahuan informan tentang APD sudah baik, petugas yangmelakukan pekerjaannya sudah sesuai SOP, dan untuk sarana dan prasarana masih kurang.Disarankan untuk pihak rumah sakit agar mengontrol terus pekerjaan petugas limbah,dilakukan pelatihan terus menerus terkhususnya pelatihan APD yang baik dan benar,dilakukan penambahan trolly limbah medis disetiap titik lantai. Untuk petugas limbahdiharapkan pengelolah limbah lebih berhati-hati dalam pengangkutan limbah dan memakaiAPD yang lengkap dan benar.Daftar Pustaka : 18 (2004-2015)Kata kunci : SDM, SOP, Sarana dan Prasarana, Kinerja.
APLIKASI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) UNTUK AUTOMATIC TRANSFER SWITCH PADA GENSET Hariyadi, M.Kom
Menara Ilmu Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i74.662

Abstract

Aplikasi mesin genset ini digunakan secara meluas terutama untuk industry besar, menengah dan kecil dengan fungsinya : pembangkit utama dan pembangkit cadangan yang ;lazim disebut emergency genset. Disebut pembangkit utama dikarenakan genset tersebut beoperasi secara kontinyu untuk supply listrik  beban-bebannya. Pembangkit listrik jenis ini disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD. PLTD yang dioperasikan oleh PT.PLN biasanya diletakkan pada daerah dengan luasan lokasi tertentu dengan jumlah penduduk daerah tertentu pula dan tidak bisa terjangkau dari jaringan/saluran udara tegangan tinggi seperti pada pulau, pulau atau kota/kecamatan desa. Sebagai pembangkit utama,  PLTD ini beroperasi  24 jam sehari untuk memberikan supply listrik pada beban listrik derah tertentu tersebut.            Berbeda dengan pembangkit utama, mesin genset sebagai pembangkit cadangan atau  emergency genset akan beroperasi jikalau pembangkit utama dari supply PT.PLN mengalami pemadaman. Emergency genset beroperasi dengan system otomatis baik pada saat start, ON dan OFF pada CB serta saat stopping menggunakan Automatic Transfer Switch (ATS). Jadi system ATS akan mengoperasikan emergency genset di saat supply listrik dari PT.PLN mengalami padam maupun tidak padam.            Sistem ATS harus aman, artinya pada saat beroperasi sumber listrik dari genset maupun dari PT.PLN tidak boleh “bertabrakan”, tetapi bekerja secara  bergantian dan saling mengunci (interlock). Biasanya perangkat untuk mengatur pada ATS ada yang berupa sebuah modul dari pabrik, atau system konvensional menggunakan timer dan auxiliary relay dan kontaktor kontaktor tertentu, atau menggunakan Programmable Logic Controller.            System ATS yang ada di lapangan mayoritas menggunakan system konvensional dengan alas an bahwasanya penggunaan komponen ATS sangat dipengaruhi oleh kapasitas, tipe dan jenis emergency genset. Sistem ini sudah baku dan kaku dan untuk perubahan system operational diperlukan perubahan pengawatannya terutama untuk system input dan outputnya.  Untuk membuat system tersebut tidak kaku dan fleksibel dengan kebutuhan, makadigunakannya PLC dimana system wiringnya bisa di-program di modul PLC tersebut. Pemrogramannya bisa menggunakan bahasa Ladder ataupun bahasa FBD (Function Block Diagram). Untuk penulisan ini digunakan bahasa Ladder.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJALMENJALANI TERAPI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH PADANG TAHUN 2017 Rika yoni
Menara Ilmu Vol 12, No 8 (2018): vol. XII No. 8 Juli 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i8.876

Abstract

Hemodialysis is a high technology as a substitute for kidney function to remove certainresidual metabolism or toxins from human blood circulation through semi permiabelmembrane as blood and dialysis fluid in artificial kidney where diffusion, osmosis andultra filtration process occurs. From WHO data recorded the world's kidney failurepatients more than 500 million people, is the disease ranked 12th highest cause of death.Based on data from the Association of Nephrology of Indonesia in 2011 there are about12,500 patients with renal failure undergoing routine hemodialysis therapy. Riskesdas2013 shows the prevalence of renal failure in West Sumatra by 0.2%. The year 2014 inWest Sumatra recorded 368 patients with kidney failure and 191 of them undergoinghemodialysis. The purpose of this study to determine the picture of anxiety levels ofpatients with renal failure undergoing hemodialysis therapy at Siti Rahmah PadangIslamic Hospital.The type of research used is descriptive. The study was conducted in March to April 2017,the study population was 30 people. The sample in this study were 30 respondents,sampling technique using total sampling. The data were collected using a HARSquestionnaire to find out anxiety levels of patients undergoing hemodialysis therapy.The result of this research was 1 patient (3.3%) had mild anxiety level, moderate anxietylevel 5 patients (16.7%), severe anxiety level as many as 18 patients (60.0%), and severeanxiety level as many as 6 patients (20.0%)The conclusion of this study is that patients who undergo hemodialysis therapy in RSI SitiRahmah Padang many who experience the level of severe anxiety. So the researcherssuggest to hospital officials in order to reduce anxiety patients by providing counselingand counseling.Keywords: Patient Anxiety Level With Kidney Failure, Hemodialysis Therapy.
PENGARUH EDUKASI METODE MODIFIKASI CBIA (CARA BELAJAR INSAN AKTIF) TERHADAP PENGETAHUAN PENYANDANG DIABETES MELITUS TENTANG PERAWATAN KAKI DI PUSKESMAS ANDALAS PADANG Nova Yanti
Menara Ilmu Vol 13, No 9 (2019): Vol. XIII No. 9 Juli 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i9.1557

Abstract

Abstrak: Perawatan Kaki diperlukan untuk mencegah komplikasi ulkus diabetes. Menurut Hasnan dan Sheikh (2009) sebagian besar pasien diabetes memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan kaki dan perawatan kaki yang sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efektivitas pendidikan dengan modifikasi C "BIA untuk pengetahuan pasien diabetes tentang perawatan kaki. Desain penelitian adalah quasi-eksperimen pretest dan posttest kelompok kontrol yang tidak setara dengan 32 sampel. Analisis menggunakan Tes Wilcoxon Signed Ranks dan Mann Whitney dengan tingkat kepercayaan 95%. Ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p 0,000). Metode CBIA secara efektif meningkatkan pengetahuan. Dianjurkan untuk digunakan dalam layanan dan dilanjutkan dengan penelitian yang menggunakan deret waktu pada sampel yang lebih besar. Kata kunci: perawatan kaki, CBIA, pendidikan, diabetes
STRATEGI PEMBELAJARAN SAVI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR SENI BUDAYA DI SMK OKTIRA, YONA SYAIDA
Menara Ilmu Vol 13, No 6 (2019): Vol. XIII No. 6 April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i6.1425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dengan Strategi Pembelajaran SAVI dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SMK. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument yang dilakukan dengan cara peneliti sendiri, wawancara, observasi, data angket berbentuk bertanyaan dan wawancara kepada siswa, catatan lapangan, VCD dan documenter.Hasil penelitian penunjukan bahwa dengan Strategi SAVI dalam pembelajaran seni budaya dapat membuat siswa belajar lebih serius, senang, termotivasi dan aktif mengikuti pelajaran dengan baik. Dari tabel diatas tampak evaluasi yang diperoleh oleh siswa 31 % kategori sangat baik, 54% kategori baik, 10 % kategori cukup dan 5 % kategori kurang. Kesimpulan nya. Dengan menggunakan strategi SAVI, berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa dengan jumlah siswa sebanyak 29 orang.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUANGAN KEBIDANAN RSUD DR. RASIDIN PADANG Dewi Mardiawati
Menara Ilmu Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 76, Juli 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i76.446

Abstract

Mobilisasi dini adalah pengembangan secara bertahap atau berangsur - angsurketahapan mobilisasi sebelumnya untuk mencegah terjdainya komplikasi. Pengetahuanresponden tentang mobilisasi dini post sectio caesarea diruang kebidanan RSUD dr.RasidinPadang masih rendah. Berdasarkan survei awal terhadap 10 orang pasien post sectio caesarea,6 (60%) orang yang tidak mengetahui pengertian mobilisasi dini post sectio caesarea.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan ibunifas tentang mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea di ruang kebidanan RSUD dr.Rasidin Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu untuk menggambarakan tingkatpengetahuan Ibu Nifas Post Sectio Caesarea terhadap pelaksanaan mobilisasi dini, penelitiandilakukan di ruangan kebidanan RSUD dr. Rasidin Padang pada tanggal 12 November 2016s/d 10 Februari 2017.Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas post sectio caesarea di ruangankebidanan pada tahun 2016 sebanyak 230 orang, dengan sampel berjumlah 36 orang,pengumpulan data dengan cara membagikan kuisioner dengan analisis univariat.Hasilpenelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan rendah tentangpengertian mobilisasi dini sebanyak 63,9%, 66,7% tentang tujuan mobilisasi dini, 75,0%tentang cara pelaksanaan mobilisasi dini, dan 77,8% tentang waktu pelaksanaan mobilisasidini.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa banyak ibunifas post sectio caesarea memiliki pengetahuan rendah tentang pengertian, tujuan, cara danwaktu pelaksanaan mobilisasi dini. Disarankan kepada pimpinan RSUD dr. Rasidin Padangkhususnya kepada kepala ruangan kebidanan, untuk memberikan penyuluhan, leaflet danposter tentang pelaksanaan mobilisasi dini.
FAKTOR RISIKO PENYAKIT KECACINGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Delima, Asep Irfan
Menara Ilmu Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i77.374

Abstract

Sanitasi lingkungan yang buruk dan hygiene perorangan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi tingginya prevalensi kecacingan siswa SD di Wilayah Kerja PuskesmasBelimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko penyakit kecacingan padaanak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Belimbing.Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional study.Sampel diambil SDN 34 dan SDN 50 wilayah kerja Puskesmas Belimbing, dengan tehniksampling secara purposif (kelas I–III). Jumlah 61 orang yang diambil secara proposrional.Hasil penelitian dianalisis secara univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-square.Hasil penelitian diperoleh 52,5% siswa SDN di wilayah Kerja Puskesmas Belimbingpositif menderita penyakit kecacingan. 45,9% hygiene perorangan siswa dalam kategori burukdan 57,4% sanitasi dasar rumah tempat tinggal siswa kategori buruk. Hasil ujisatatistikdiperoleh ada hubungan hygiene perorangan siswa dan sanitasi dasar rumah tempat tinggaldengan kejadian penyakit kecacingan. Untuk mengurangi insiden penyakit kecacingan pada anak sekolah dasar melalui pihaksekolah agar mengajak siswa mencuci tangan dengan menggunakan sabun setelah melakukankegiatan seperti sebelum dan sesudah makan, setelah BAB, setelah bermain tanah dan makanjajanan disekolah pilihlah makannan yang dibungkus/ tertutup.Keywords: Kecacingan, personal higiene, sanitasi lingkungan
UJI DAYA HAMBAT INFUSUM SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens)YANG DISIMPAN MENGGUNAKAN WADAH PLASTIK DAN KACA TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans -, Suraini
Menara Ilmu Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v11i74.90

Abstract

Tumbuhan sarang semut (Myrmecodia pendans) merupakan tumbuhan epifit yang menggantung atau menempel pada tumbuhan lain yang lebih besar. Tumbuhan sarang semut mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid, senyawa aktif tokoferol dan tannin yang diketahui mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Candida albicans merupakan mikroorganisme flora normal yang terdapat didalam rongga mulut yang bersifat oportunistik pathogen. Apabila ada faktor predisposisi jamur C.albicans akan berpoliferasi sehingga menyebabkan virulensinya meningkat dan berubah menjadi patogen, sehingga dapat menimbulkan infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat infusum sarang semut yang disimpan menggunakan wadah plastik dan kaca terhadap pertumbuhan Candida albicans. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan metode difusi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa infusum yang disimpan pada wadah plastik terbentuk daya hambat yang terendah pada konsentrasi 20% sebesar 9,4 mm dan tertinggi pada konsentrasi 100% sebesar 11,4 mm. Sementara itu infusum yang disimpan dengan wadah kaca terbentuk daya hambat yang terendah pada konsentrasi 20% sebesar 9,2 mm dan tertinggi pada konsentrasi 100% sebesar 11,4 mm. Tidak ada pengaruh tempat penyimpanan sarang semut terhadap daya hambat anti jamur dari infusum sarang semut yang disimpan menggunakan wadah plastik dan wadah kaca. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan zona daya hambat infusum tanaman sarang semut terhadap pertumbuhan Candida albicans seiring dengan bertambah besarnya konsentrasi.
HUBUNGAN MOTIVASI EKSTRINSIK KINERJA PETUGAS KESEHATAN TERHADAP KETIDAK LENGKAPAN PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RSUD PETALA BUMI PROVINSI RIAU TAHUN 2018 Trisna, Wen Via
Menara Ilmu Vol 13, No 1 (2019): Vol. XIII No. 1 Januari 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i1.1177

Abstract

Factors that affect the achievement of one of them is the work motivation. Extrinsicmotivation is an encouragement that makes a person more enthusiastic in completing ajob. RSUD Petala Bumi still has a high percentage of incompleteness, this is due to the lowperformance of medical record officers and health workers who are suspected as a resultof low motivation of work. The purpose of this research is to know the correlation betweenrelationship of extrinsic motivation of health officer performance to incomplete filling ofoutpatient medical record file at rsud petala bumi riau province. This research method isQuantitative research, with sample of research consist of 34 people. Instrument ofresearch by using questioner. Data processing techniques used are statistical techniques,data analysis ie univariate and bivariate analysis. The result of research for workperformance relation on performance there are 16 respondents (84,2%). Relation ofcompensation to health officer performance, Compensation is not good there are 16respondents (80,0%). The relationship of supervision to the performance of healthpersonnel. of respondents who supervise is not good there are 17 respondents (77,3%)with performance of health officer is not good. Conclusion of research, There is relation ofwork performance to health officer performance in RSUD Petala Bumi Riau Province.There is a compensation relationship to the performance of health workers in RSUDPetala Bumi Riau Province. There is a supervisory relationship to the performance ofhealth workers in RSUD Petala Bumi Riau Province.Keyword : extrinsic motivation, performance, incomplete filling out of file medicalrecord
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TEMPER TANTRUM PADA ANAK USIA TODDLER DI PAUD KOTA BUKITTINGGI Arya Ramadia
Menara Ilmu Vol 12, No 7 (2018): vol. XII No. 7 Juli 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i7.844

Abstract

Temper tantrum merupakan gangguan emosi pada anak yang terlihat melaluiluapanemosi yang berlebihan yang dapat disebabkan salah satunya oleh pola asuh orang tua.Berdasarkan studi pendahuluan pada orang tua di PAUD Aisyiyah I, Tunas Bangsa danMutiara Bunda Kota Bukittinggi ada anak yang mengalami temper tantrum. Tujuan penelitianini adalah mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan temper tantrum pada anaktoddler di PAUD kota BukittinggiJenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang. Teknik pengambilansampel dalampenelitian ini adalah stratified samplerandom sampling. Pengumpulandata dalam penelitian inimenggunakan kuesioner. Data diolah dengan menggunakanuji spearman rho untukmengetahui hubungan pola asuh orang tua dengn temper tantrum pada anak toddler.Hasil penelitian bivariat didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,295 dengan tarafsignifikan0,044 yang menujukkan taraf signifikan < a (0,05) maka Ha diterima. Hubungan iniditunjukkan dengan nilai korelasi antara pola asuh orang tua dengan temper tantrum sebesar0,295 yang termasuk kedalam kategori rendah..Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berhubungantemper tantrum pada anak toddler. Dalam penelitian ini diharapkan orang tua terutama ibuuntuk lebih memperhatikan pola asuh yang diterapkan, sehingga hal ini bisa menghindariterjadinya temper tantrum.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026 Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 OKTOBER 2025 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 APRIL 2025 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JANUARI 2025 Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JANUARI 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025 Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JULI 2025 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 OKTOBER 2024 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 Juli 2024 Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 JANUARI 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 JULI 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 OKTOBER 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 JANUARI 2024 Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 APRIL 2024 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JULI 2023 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JANUARI 2023 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 OKTOBER 2023 Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 APRIL 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JULI 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 APRIL 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JANUARI 2023 Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 OKTOBER 2023 Vol 16, No 1 (2022): Vol. 1 No. 1 OKTOBER 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 OKTOBER 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JANUARI 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 APRIL 2022 Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JULI 2022 Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO. 1 JULI 2022 Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO.1 JANUARI 2022 Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO.1 APRIL 2022 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 OKTOBER 2021 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 APRIL 2021 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 JANUARI 2021 Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO.2 JULI 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 JULI 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 OKTOBER 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO. 1 JANUARI 2021 Vol 15, No 1 (2021): VOL. XV NO.1 APRIL 2021 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 JULI 2020 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 APRIL 2020 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 OKTOBER 2020 Vol 14, No 2 (2020): VOL. XIV NO. 2 JANUARI 2020 Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 JULI 2020 Vol 14, No 1 (2020): Vol. XIV No. 1 Januari 2020 Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 OKTOBER 2020 Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 APRIL 2020 Vol 13, No 11 (2019): Vol. XIII No. 11 Oktober 2019 Vol 13, No 10 (2019): Vol. XIII No. 10 Oktober 2019 Vol 13, No 9 (2019): Vol. XIII No. 9 Juli 2019 Vol 13, No 8 (2019): Vol. XIII No. 8 Juli 2019 Vol 13, No 8 (2019): Vol. XIII No. 8 Juli 2019 Vol 13, No 7 (2019): Vol. XIII No. 7 Juli 2019 Vol 13, No 7 (2019): Vol. XIII No. 7 Juli 2019 Vol 13, No 6 (2019): Vol. XIII No. 6 April 2019 Vol 13, No 6 (2019): Vol. XIII No. 6 April 2019 Vol 13, No 5 (2019): Vol. XIII No. 5 April 2019 Vol 13, No 5 (2019): Vol. XIII No. 5 April 2019 Vol 13, No 4 (2019): Vol. XIII No. 4 April 2019 Vol 13, No 4 (2019): Vol. XIII No. 4 April 2019 Vol 13, No 3 (2019): Vol. XIII No. 3 Januari 2019 Vol 13, No 3 (2019): Vol. XIII No. 3 Januari 2019 Vol 13, No 2 (2019): Vol. XIII No. 2 Januari 2019 Vol 13, No 2 (2019): Vol. XIII No. 2 Januari 2019 Vol 13, No 1 (2019): Vol. XIII No. 1 Januari 2019 Vol 13, No 1 (2019): Vol. XIII No. 1 Januari 2019 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 2 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 2 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 1 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 80 (2018): Vol. XII Jilid 1 No.80 Febaruari 2018 Vol 12, No 12 (2018): Vol. XII No. 12 Oktober 2018 Vol 12, No 12 (2018): Vol. XII No. 12 Oktober 2018 Vol 12, No 11 (2018): Vol. XII No. 11 Oktober 2018 Vol 12, No 11 (2018): Vol. XII No. 11 Oktober 2018 Vol 12, No 10 (2018): Vol. XII No. 10 Oktober 2018 Vol 12, No 10 (2018): Vol. XII No. 10 Oktober 2018 Vol 12, No 9 (2018): Vol. XII No. 9 Oktober 2018 Vol 12, No 9 (2018): Vol. XII No. 9 Oktober 2018 Vol 12, No 8 (2018): vol. XII No. 8 Juli 2018 Vol 12, No 8 (2018): vol. XII No. 8 Juli 2018 Vol 12, No 7 (2018): vol. XII No. 7 Juli 2018 Vol 12, No 7 (2018): vol. XII No. 7 Juli 2018 Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018 Vol 12, No 6 (2018): vol. XII No. 6 Juli 2018 Vol 12, No 5 (2018): Vol. XII No. 5 April 2018 Vol 12, No 5 (2018): Vol. XII No. 5 April 2018 Vol 12, No 4 (2018): Vol. XII No. 4 April 2018 Vol 12, No 4 (2018): Vol. XII No. 4 April 2018 Vol 12, No 3 (2018): Vol. XII No. 3 April 2018 Vol 12, No 3 (2018): Vol. XII No. 3 April 2018 Vol 12, No 3 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 3 Vol 12, No 3 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 3 Vol 12, No 2 (2018): Vol. XII No. 2 Januari 2018 Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 2 Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 1 Vol 12, No 1 (2018): Vol. XII No. 1 Januari 2018 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 2 No.78 November 2017 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 2 No.78 November 2017 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 78, November 2017 Vol 11, No 78 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 78, November 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 77 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 77, Oktober 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 76 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 76, Juli 2017 Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017 Vol 11, No 75 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 75, April 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 74, Januari 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 2 No. 74, Januari 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017 Vol 11, No 74 (2017): Vol. XI Jilid 1 No. 74, Januari 2017 Vol 10, No 60-65 (2016): Jurnal Edisi 2016 Vol 10, No 60-65 (2016): Jurnal Edisi 2016 Vol 10, No 73 (2016): Menara Ilmu Desember Jilid 2 Vol 10, No 73 (2016): Menara Ilmu Desember Jilid 2 Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1 Vol 10, No 72 (2016): Jurnal Menara Ilmu November Jilid 1 Vol 10, No 10 (2016): Jurnal Fungsional Dr. Yusnaweti, M.P Vol 10, No 10 (2016): Jurnal Fungsional Dr. Yusnaweti, M.P More Issue