cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Penerapan Kepemimpinan Transformasional dalam Menurunkan Burnout Perawat Pelaksana Nur Wahyu Puspitasari; Madya Sulisno; Luky Dwiantoro; Tri Nur Kristina; Tri Hartiti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.377 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.289

Abstract

Penelitian di Indonesia dan di luar negeri menunjukkan semakin meningkatnya burnout pada perawat yang merupakan gejala kelelahan fisik, emosional dan mental serta munculnya perasaan rendah diri akibat stres yang berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dapat menurunkan burnout perawat pelaksana.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment yang dilakukan di dua rumah sakit pemerintah di Karesidenan Surakarta terhadap 25 perawat pelaksana yang telah mengalami burnout dan pada 2 kepala ruang pada masing-masing rumah sakit sebagai kelompok intervensi dan kontrol. Data dibandingkan dengan independent t test dan paired t tes.Kelompok intervensi menunjukkan rerata skor burnout perawat pelaksana sebelum intervensi adalah 71.96 dan setelah intervensi menurun menjadi 49.52 dengan nilai p 0,00 sedangkan pada kelompok kontrol rerata skor burnout perawat pelaksana sebelum intervensi  63,7 dan setelah intervensi 63,8 dengan nilai p 0,81. Berdasarkan rumus Cohen, efektivitas penerapan kepemimpinan transformasional masuk dalam kategori tinggi (1,8). Simpulan dari penelitian ini penerapan kepemimpinan transformasional kepala ruang terbukti efektif dalam menurunkan burnout perawat pelaksana.Kata Kunci: burnout; kepemimpinan transformasional; perawat pelaksana
Kenaikan Berat Badan (BBLR) melalui Pelaksanaan Perawatan Metode Kanguru (PMK) di Rumah Samuel M. Simanjuntak; Dina Hartini
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.260

Abstract

Angka kematian bayi BBLR di Indonesia masih tinggi khususnya di  Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu dalam pelaksanaan PMK dirumah terhadap BBLR pasca rawat inap, serta hubungannya dengan kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman’s rho test.Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi BBLRyang telah pulang dari RSUD Soreang pulang.Metode sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan jumlah sampel adalah 30 orang ibu  beserta bayinya.Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan perawatan metode kangguru di rumah adalah ditunjukkan  dengan persentase yang masih rendah (10%). PMK berkorelasi denagn peningkatkan berat badan BBLR36,7% dengan p value=0,046. Kata kunci: bayi BBLR; pelaksanaan PMK di rumah;kenaikan berat badan.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Pemberian Stimulus Alat Permainan Edukatif (APE) Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak di PAUD Kelurahan Sendangguwo witri Siti Nurhayati Sabatini Kusuma Dewi, Witri Hastuti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.743 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.84

Abstract

Berdasarkan data WHO di Indonesia pada tahun 2012 jumlah anak yang diberikan permainan edukatif  pada tahun 2010 mencapai hingga 24.120 jiwa dan pada tahun 2011 mencapai 25.100 jiwa. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita tingkat Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 sebesar 35,66%, hal ini Jauh di bawah target yang ditetapkan yaitu 90%. Mendeskripsikan hubungan pola asuh orang tua dan pemberian stimulus APE terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3-5tahun di PAUD wilayah kelurahan Sendangguwo Semarang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi. Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan hasil penelitian yang menunjukkan (p= 0.000 dan p= 0.000  dengan α= 0,05). Ada hubungan pola asuh orang tua dan pemberian stimulus APE terhadap perkembangan motorik halus anak usia 3-5 tahun di PAUD wilayah kelurahan Sendangguwo Semarang.THE RELATIONSHIP OF PARENTING STYLE AND THE PROVIDING OF EDUCATIONAL TOYS (APE) WITH THE FINE MOTORIC DEVELOPMENT CHILDREN IN SENDANGGUWO  AbstractBased on data from the in Indonesia in 2012 the number of children who are given educational toys on in 2010 amounted to 24 120 inhabitants and in 2011 reached 25,100 people. The stimulation toys on children is very helpful in the development of the child from an early age, with the knowledge of good parents, then the need for child development will be fulfilled Sixteen percent of toddlers Indonesia impaired growth, good development of fine and gross motor, hearing loss, less intelligence and delays , Coverage of early detection of growth and development of children under five levels of Central Java province in 2012 amounted to 35.66%, it is drastically below the set target of 90%. The purpose of this research was to describe the relationship of parenting style and the providing of educational toys (APE) with the fine motoric development of 3-5 years old children at early childhood education in sendangguwo semarang. This study was a quantitative study of correlation analytic approach. Collection of the data was done by the researcher and the data obtained were analyzed using univariate and bivariate using chi-square test with the results of studies showing (p= 0.000 and p= 0,000 with α= 0,05). Based on the results of  research and discussion can be concluded that there is a relationship of parenting style and the providing of educational toys (APE) with the fine motoric development of 3-5 years old children at early childhood education in sendangguwo semarang. Keywords ;Parenting, The giving of Stimulus Educational Toys , finemotorics
Pengalaman Penderita Hipertensi MengkonsumsiTeh Roselladi UresosPucang Gading Semarang YUNANI YUNANI; Arista Adityasari Putri; M Jamaluddin
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.615 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.140

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastolinya diatas 90 mmHg. Hipertensi pada populasi lansia didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolic 90 mmHg. . Salah satu pengobatan non farmakologis yang telah dilakukan lansia adalah dengan mengkonsumsi teh rosella. Banyak studi yang memperlihatkan efektifitas rosella pada berbagai organ. Hal ini dikarenakan efek anti radikal yang dimiliki oleh kandungan rosella didalamnya mampu mengurangi radikal bebas yang terbentuk dalam aliran darah. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman penderita hipertensi mengkonsumsiteh rosella sebagai terapi. Metode penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini adalah lansia penderita hipertensidi URESOS Pucang Gading Semarang. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar partisipan merasakan keluhan hipertensi seperti : pusing, kaku pada leher, sulit tidur dan badan sempoyongan. Pengalaman mengkonsumsi teh rosella didapatkan sebagian besar partisipan mengalami penurunan/berkurangngya keluhan hipertensi.Kata Kunci:  Pengalaman; Rosella; Hipertensi
Pengalaman Klien Malaria dalam Mempertahankan Status Kesehatan di Daerah Kecamatan Sugapa Kabupaten Intan Jaya hendrika zonggonau; Blacius Dedi; Herwinda Sinaga
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.664 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i2.279

Abstract

Malaria adalah infeksi parasite pada sel darah merah yang disebabkan oleh suatu protozoa spesies plasmodium yang ditularkan kepada manusia melalui air liur nyamuk. Perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang  terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman klien dengan malaria.Penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam kepada enam partisipan yang berusia 20-50 tahun yang pernah terpapar malaria. Hasil penelitian didapatkan enam tema yaitu: mengenal gejala malaria, srategi mempertahankan status kesehatan, faktor linggkungan didaerah endemik malaria,modifikasi lingkungan, upaya yang dilakukan untuk mencegah penyembuhan dan kekambuhan penyakit malaria modifikasi lingkungan, program preventif malaria. Adanyafaktor lingkungan dan manusia dari daerah endemik malaria sangat memicu terjadi penyebaran malaria sehingga dapat melakukan modifikasi lingkungan agar terhindar dari paparan malaria. Usaha puskesmas untuk meningkatkan program preventif dan program kuratif dalam upaya pengelolaan klien dengan malaria.Kata kunci       : malaria; perilaku; status kesehatan
Persepsi Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan terhadap peran sebagai Ibu: Studi Kualitatif Umi Hani; Agus Setiawan; Poppy Fitriyani
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i1.281

Abstract

Jumlah narapidana atau warga binaan pemasyarakatan perempuan terus meningkat sehingga perlu mendapat perhatian. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan kesehatannya yang unik serta subyek yang terkena dampak termasuk anak. Pemenjaraan menimbulkan pemikiran, perasaan, sikap, dan gagasan tersendiri bagi warga binaan pemasyarakatan perempuan untuk menjalankan perannya sebagai ibu. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi warga binaan pemasyarakatan perempuan di Rutan Kelas IIA Jakarta Timur dalam menjalankan peran sebagai ibu. Metode. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tujuh warga binaan perempuan. Transkrip wawancara dianalisis dengan mengorganisasikan kata kunci yang ditemukan ke dalam kategori, sub tema, dan tema. Hasil. Hasil penelitian menjelaskan bahwa warga binaan pemasyarakatan perempuan memiliki persepsi yang sama tentang peran seorang ibu dalam pengasuhan anak. Peran penting seorang ibu yaitu memperhatikan kesehatan anak, mendidik anak, mendampingi anak, dan mencukupi semua kebutuhan anak. Partisipan tetap dapat menunjukkan perilaku-perilaku positif dan pengasuhan. Partisipan memiliki efikasi diri yang tinggi dalam pengasuhan anak. Kesimpulan. Efikasi diri yang dimiliki ibu berdampak pada persepsi dan kemampuannya untuk menjalankan peran selama dan setelah dipenjarakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi kolaborasi profesi antara lembaga peradilan, perawat komunitas, akademisi, dan elemen terkait untuk meningkatkan perhatian terhadap pelaksanaan peran ibu di lembaga pemasyarakatan Kata kunci: pemenjaraan; pengasuhan; peran sebagai ibu; warga binaan pemasyarakatan PERCEPTION OF FEMALE INMATE ON ROLE AS MOTHER:  PHENOMENOLOGY STUDY  ABSTRACT The number of female inmate continues to increase and needs attention. It is related to their unique health needs as well as affected subjects including children. Imprisonment creates their own thoughts, feelings, attitudes, and ideas for women in prison to carry out their role as mothers. This study was aimed to explore the perceptions of female inmate in Class IIA detention centers in East Jakarta in carrying out their role as mothers. The study used a qualitative design with a phenomenological approach. Data was collected by in-depth interviews of  seven female inmates. Interview transcripts were analyzed by organizing the keywords found into categories, sub themes, and themes. The results of the study explained that female inmates have the same perception about the role of a mother in childcare. An important role of a mother is to pay attention to children's health and education, accompany their children, and meet all the needs of children. Participants can still show some positive parenting behaviors. The self-efficacy of the mother has an impact on her ability to perform roles during and after imprisonment. The results of this study are expected to be a reference for professional collaboration between the judiciary, community nurses, academics, and related elements to raise awareness of imprisoned mothers and children affected by female inmate. Keywords: imprisonmen; parenting; mother’s role; female inmate
Perilaku Perawat dalam Pelayanan Keperawatan Syariah di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit AL ISLAM Bandung Dewi Mustika Ningsih; Popy Siti Aisyah; Meisa Sri Rahayu
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i1.305

Abstract

Perilaku perawat merupakan salah satu indikator standar pelayanan keperawatan minimal  syariah yang harus dicapai dalam suatu rumah sakit syariah. Rumah sakit Al Islam merupakan salah satu rumah sakit terakreditasi syariah di Jawa Barat yang menerapkan perilaku perawatnya berlandaskan pelayanan keperawatan syariah.Standar prosedur operasional sudah ada namun belum diterapkan sepenuhnya oleh semua perawat di ruangan.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 67 responden perawat ruangan rawat inap dewasa. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner perilaku perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk perilaku perawat berdasarkan standar pelayanan keperawaan minimal syariah, mayoritas responden sebanyak (61,2%) dinilai baik dan responden lainnya (38,8%) dinilai kurang baik. Kemudian perilaku perawat berdasarkan atribut sikap mayoritas responden sebanyak (55,2%) dinilai baik dan responden lainnya (44,8%) dinilai kurang baik. Disarankan kepada pihak rumah sakit khususnya dalam sistem pengawasan untuk lebih ditingkatkan lagi dalam mengawasi perawat pelaksana dalam melakukan pelayanan keperawatan syariah, sehingga standar pelayanan keperawatan minimal syariah yang telah ditentukan sepenuhnya dapat tercapai. Kata kunci : perawat; perilaku; pelayanan keperawatan syariah.  NURSING BEHAVIOR IN SHARIA NURSING SERVICES ABSTRACTNurse's behavior is one indicator of sharia minimal nursing service standards that must be achieved in a sharia hospital. Al-Islam Hospital is one of the Sharia accredited hospitals in West Java that implements nurses' behavior based on Sharia nursing services. Standard operational procedures already exist but have not been fully implemented by all nurses in the room. This research was conducted to identify the description of nurse’s behaviour in implementing the Islamic nursing services. The research method used a quantitative descriptive approach with purposive sampling totalling 67 adult nurses in the inpatient care room. Data collection techniques used nurse’s behaviour questionnaires in implementing the Islamic nursing services. The results showed that for the nurses' behaviour based on the minimum standard of Islamic nursing service, the majority of respondents (61.2%) were considered good and the rest of them (38.8%) was considered not good. Then, for the nurses' behaviour based on attitude attributes, the majority of respondents (55.2%) were considered good and the rest of them (44.8%) were considered not good. It is recommended to the hospital, especially the supervision system to be further improved in supervising the implementing nurses in carrying out the minimum standard for Islamic nursing services, so that the minimum standard for Islamic nursing service that have been specified can be fully achieved. Keywords : nurse; behaviour; sharia nursing services.
Faktor yang berhubungan dengan intensi masyarakat untuk berobat ke Pelayanan Kesehatan Penta Luis Sandi; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Wilhelmus Hary Susilo
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i1.301

Abstract

Intensi atau niat berkunjung ke Puskesmas Pembantu merupakan keinginan untuk datang berobat ke Pelayanan Kesehatan. Beberapa kendala dialami masyarakat untuk pergi ke pelayanan kesehatan. Theory of Planned Behavior (TPB) digunakan untuk memprediksi niat seseorang  memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dapat didasari oleh kesadaran untuk datang ke fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, dan situasi yang dirasakan.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan intensi masyarakat di salah satu RW Desa Kota baru Kecamatan Padangratu Kabupaten Lampung Tengah untuk berobat Ke Puskemas Pembantu Kotabaru dengan menggunakan pendekatan TPB. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi kepala keluarga (KK) di salah satu RW sebanyak 257 KK. Jumlah sampel sebanyak 155 KK yang terbagi dalam 4 RT. Data dikumpulkan dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Kendall Tau b. Hasil dari penelitian menerangkan bahwa sikap berhubungan dengan intensi (p-Value 0,010), norma subyektif berhubungan dengan intensi (p-Value  0,000), dan control perilaku yang dirasakan tidak berhubungan dengan intensi (p-Value  0,802). Kesimpulan, sikap untuk mau memanfaatkan fasilitas kesehatan dan dukungan orang terdekat menjadi kunci utama untuk meningkatkan intensi atau niat seseorang dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan. Kata kunci: sikap; norma subyektif; kontrol perilaku yang dirasakan; Intensi berobat, Pelayanan Kesehatan. THE RELATED FACTORS TO COMMUNITY INTENTIONS FOR HAVING TREATMENT OF HEALTH SERVICESABSTRACTThe intention to visit the Public Health Center is the desire for visiting the health service. Several problems experienced by the community for visiting Public Health Center. Theory of Planned Behavior was used to predict the intention of the community to treat their health in Public Health Center. The purpose of this study was to determine related factors to the intention for visiting Public Health Center. This study used a quantitative method with a Cross Sectional approach. The populations were 257 families at Kota Baru urban village. The numbers of 155 families in one of neighbourhood at Kota Baru urban village were recruited by using stratified random sampling into 4 hamlets. Data collection used questionnaires and the data were analyzed by Kendall Tau b. The results of the study explain that attitudes were related to intention (ρ-Value 0,010), subjective norms are related to intention (ρ-Value 0,000) and perceived behaviour control is not related to intention (ρ-Value 0,802). In conclussion, the attitude of community to check their health in public health centre and subjective norms are the key of success to increase community intention to visit health centre. Keywords: attitudes; subjective norms; behaviour control; intention; public health center
Pengaruh Terapi Keputusan Perawatan Tanpa Pasung (KPTP) Terhadap PenurunanKeinginan Keluarga Melakukan Pemasungan Desak Made Ari Dwijayanti; Ni Ketut Ayu Mirayanti; Dewa Putu Arwidana; Ni Putu Sandini Permata Utami
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i1.323

Abstract

Pemasungan di Indonesia merupakan permasalahan  bidang kesehatan jiwa di Indonesia yang menunjukkan pasien gangguan jiwa belum sepenuhnya mendapatkan perlakuan yang baik serta memenuhi hak asasi manusia. Dampak dari pemasungan antara lain pasien dapat mengalami trauma, merasa dibuang, rendahdiri, depresi dan niat bunuh diri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah keluarga mengambil keputusan melakukan pemasungan terhadap pasien skizofrenia dengan terapi keluarga yang bertujuan membantu pencegahan tindakan pasung oleh keluarga kepada pasien gangguan jiwa yang dikenal dengan terapi keputusan perawatan tanpa pasung (KPTP). Tujuan penelitian ini adalah pengaruh terapi KPTP terhadap penurunan keinginan keluarga melakukan pemasungan pada pasien skizofrenia.Jenis penelitian praeksperimental dengan menggunakan rancangan One-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 11 orang  dengan Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Keputusan Pasung Daulima.Hasil penelitian menunjukkan rerata keinginan keluarga melakukan pemasungan pada pasien skizofrenia sebelum diberikan terapi KPTP sebesar 152.73 termasuk kategori sedang, setelah diberikan terapi KPTP sebesar 89,82 termasuk kategori rendah. Hasil uji dengan Paired t Test diperoleh nilai p < 0,05 artinya ada pengaruh terapi KPTP terhadap penurunan keinginan keluarga melakukan pemasungan pada pasien skizofrenia. Disaran kepada Puskesmas agar membuat standar operasional prosedurKPTPserta pelaksanaan terapi dapat dilanjutkan pelaksanaaannya untuk keluarga pasien gangguan jiwa yang lain Kata Kunci           :     terapi keputusan perawatan tanpa pasung; keluarga; pemasungan; skizofrenia  THE EFFECT OF NON-STOCKS DECISION TREATMENT TOWARDS THE DECREASE OF STOCKS DESIRE IN FAMILY Abstract Stocks in Indonesia are a mental health problem that shows the patient mental disorder that is not fully get good treatment and fulfill human rights. The impact of deprivation include patients may experience trauma, feel discarded, low self-esteem, depression and suicidal intent. Efforts that can be made to prevent families from making decisions to take care of schizophrenic patients with non-stocks family therapies that is aimed to assist the prevention of family action by the family to the psychiatric patient known as non-stocks decision treatment. The purpose of this study was the effect of non-stocks decision treatment to decrease stocks desire in Family. Pre experimental type of study used One-group design pre-post test design. Numbers of samples were 11 people with Purposive sampling. Data collection used Daulima Questionnaire. The result indicates the average desire of families doing stocks in schizophrenia patients before this treatment was 152.73 or including as medium category, and after being given non-stocks treatment is 89.82 or including as low category. Result of test with Paired t Test obtained p value <0,05 means influence of non-stoacks treatment towards the decrease of stocks desire family in schizophrenia patient. The Suggestion will be delivered to district health centre to make operational standard of Non-stocks decision treatment procedure and the implementation can be continued to the family to be implemented. Keywords     : decision therapy treatment without parasite; family;  shelter; schizophrenia 
Mekanisme Koping pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di Unit Hemodialisa RSUD Bandung Angga Satria Pratama; Andria Pragholapati; Ikhwan Nurrohman
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i1.318

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan gangguan renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal mempertahankan metabolisme dan keseimbangan dan elektrolit, pasien gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis secara terus menerus seumur hidup dan akan menimbulkan masalah fisik dan psikologis yaitu depresi, pasien harus memiliki upaya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinnya yang dikenal dengan mekanisme koping. Tujuan penelitian untuk mengetahui mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di unit hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung.Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 51 responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis.Hasil penelitian mekanisme koping lebih dari setengahnya adalah mekanisme koping adaptif sebanyak 38 orang (74.5%). Berdasarkan hasil penelitian Perawat di ruang hemodialisa diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan secara menyeluruh yang bukan hanya biologisnya saja tapi pada psikologis pasien gagal ginjal kronik juga, seperti memberikan konseling sehingga pasien mampu menggunakan mekanisme koping yang adaptif.Kata Kunci: gagal ginjal; hemodialisis; mekanisme koping MECHANISM OF COPING IN CHRONIC KIDNEY FAILURE IN HEMODIALYSIS PATIENTS AT REGIONAL PUBLIC HOSPITAL OF BANDUNG ABSTRACT Chronic renal failure is a progressive and irreversible renal disorder in which the body's ability to fail to maintain metabolism and balance and electrolytes, patients with chronic renal failure must undergo continuous hemodialysis therapy for life and it will cause physical and psychological problems namely depression, patients must have the effort to resolve the problem that is facing by knowing the coping mechanism. The purpose of this study was to determine the coping mechanism in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy in the hemodialysis unit of Regional Public Hospital of Bandung City.The research method used quantitative descriptive. The sample in this study used a total sampling of 51 respondents from chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy.The results of research on coping mechanisms more than half are adaptive coping mechanisms as many as 38 people (74.5%). Based on the results of research Nurses in the hemodialysis room are expected to improve overall nursing care that is not only biologically but also psychologically in patients with chronic kidney failure, such as providing counseling so that patients are able to use adaptive coping mechanisms. Keywords: kidney failure; hemodialysis; coping mechanism

Page 7 of 16 | Total Record : 154