cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Hubungan Kepatuhan Perawat Melaksanakan Standar Prosedur Operasional Perawatan Kateter Menetap Dengan Angka Kejadian Infeksi Saluran Kemih Maria Karolina Selano; Ranis Nyadin Panjaitan; Sofyan Budi Raharjo
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.499 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.216

Abstract

ABSTRAKKepatuhan adalah perilaku positif yang diperlihatkan seseorang saat mengarah ke tujuan terapeutik yang ditentukan bersama. Kejadian ISK merupakan 40% dari seluruh infeksi nosokomial dan 80% infeksi saluran kemih terjadi sesudah instrumentasi, terutama oleh kateterisasi. Pelaksanaan pencegahan infeksi nosokomial oleh perawat berkaitan dengan kepatuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat dalam menjalankan standar prosedur operasional perawatan kateter dengan angka kejadian infeksi saluran kemih. Desain penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan proportional simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 51 responden. Alat ukur menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji alternatif fisher’s exact test.Kejadian ISK adalah 11 (21,6%) pasien, sementara pasien yang tidak mengalami ISK adalah sebanyak 40 responden (78,4%). Tingkat kepatuhan SPO perawatan kateter tinggi sebanyak 12  responden (23,5%), tingkat kepatuhan SPO perawatan kateter sedang sebanyak 39 responden (64,7%). Hasil uji fisher didapatkan p value = 0,048 (<0,05). Dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan perawat dalam menjalankan standar prosedur operasional perawatan kateter dengan angka kejadian infeksi saluran kemih. Kata Kunci : Kepatuhan perawat, SPO, perawatan kateter, ISK. ABSTRACTCompliance is defined as the positive action done by someone to achieve a desired theuraphetic result which has been designated together. Urinary tract infection cases account for 40% of nosocomical infection figure and 80% of the urinary tract infection occur after instrumentation, especially catheterization. The implementation of nosocomical infection prevention done by the nurses depends on their compliance towards the procedure. This research aims to find out the relationship between the nurses’ compliance towards the standard operational procedure of catheter treatment with the figure of urinary tract infection cases. This research utilizes the descriptive analysis research design coupled with cross sectional approach. The researchers use proportional simple random sampling as the sampling method; the number of samples is 51 respondents. To get and measure the responses, the researchers use observation sheet. The data obtained is then analyzed with the fisher’s exact test alternative test.Urinary tract infection cases happen in 11 patients (21.6%) while the other 40 patients (78.4%) do not have such infection. The number of nurses who highly comply towards the standard operational procedure of catheter treatment is 12 (23.5%) and nurses who show mediocre compliance towards the standard operational procedure are 39 (76,5%). The fisher’s test comes out the p value to be 0.048 (<0.05). The research found out that there is a significant correlation between the nurses’ compliance in carrying out the standard operational procedure of catheter treatment with the number of urinary tract infection cases. Keywords: Nurses’ compliance, Standard Operational Procedure, catheter treatment, urinary tract infection.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Prelaktal Pada Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I Happy Dwi Aprilina
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.629 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.233

Abstract

Latar Belakang: Penyebab dominan kegagalan pemberian ASI eksklusif adalah ibu menganggap bayi menangis disebabkan lapar, sehingga perlu diberikan prelaktal. Prelaktal adalah makanan dan/atau minuman diberikan kepada bayi yang baru lahir sebelum ASI mulai keluar. Data pemberian prelaktal masih dikategorikan tinggi sehingga pemberian ASI Eksklusif belum memenuhi target pemerintah Indonesia.Tujuan Penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian prelaktal pada  bayi baru lahir.      Metode: Rancangan penelitian menggunakan kasus kontrol (case control) dengan penelusuran retrospektif dengan kelompok kasus n=33 dan kelompok kontrol n=33. Subjek penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi umur 1 minggu-1 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1, Banyumas. Teknik pengambilan sampling dengan simple random sampling. Variabel yang diteliti adalah usia ibu, kebiasaan prelaktal, pekerjaan, paritas, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan dan jenis persalinan. Chi square digunakan untuk analisis statistik.Hasil: Hasil uji chi square pada variabel umur ibu (p:0,63), tingkat pendidikan (p:0,70), pekerjaan (p:0,01), paritas (p:0,27), kebiasaan prelaktal (p:0,63), dukungan petugas kesehatan (p:0,01), dukungan keluarga (p:0,00), jenis persalinan (p:0,57),Kesimpulan: Variabel yang berhubungan/berpengaruh terhadap pemberian prelaktal pada bayi baru lahir adalah a) ibu bekerja, b) tidak adanya kebiasaan pemberian prelaktal, c) adanya dukungan petugas kesehatan dan d) adanya dukungan keluarga.Kata Kunci: ASI Eksklusif, Prelaktal, Bayi Baru Lahir.
Hubungan Response Time Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Ambarawa maria agustina sulistiyowati; Ria Enes Aprilianti; Probowatie Tjondronegoro
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.149 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.217

Abstract

Latar Belakang : Response time adalah kecepatan penanganan pasien yang dihitung sejak pasien tiba di pintu IGD sampai dilakukan penanganan dengan standar waktu pelayanan yang diperlukan paling lama 3 (tiga) menit setelah sampai di IGD. Kecemasan keluarga pasien adalah pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas dan emosi yang dialami keluarga ketika mengantar pasien ke IGD. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan response time dengan tingkat kecemasan keluarga pasien di IGD.Metode : Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel dalam penelitian ini  adalah keluarga yang datang ke IGD sebanyak 93 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji Kolmogorov smirnov.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 90 responden (96,8%) mendapatkan response time baik dan 3 responden (3,2%) mendapatkan response time kurang baik. Keluarga pasien tidak cemas 58 orang (62,4%), cemas ringan 23 orang(24,7%), cemas sedang 11 orang (11,8%), cemas berat 1 orang (1,1%). Analisis uji Kolmogorov smirnov menunjukkan p-value 0,018.Simpulan : Ada hubungan response time dengan tingkat kecemasan keluarga pasienKata kunci : Response time, Kecemasan, Keluarga pasien
Gambaran Kepatuhan Perawat Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Purnomo, Luluk; Kristina, Tri Nur; Santoso, Agus
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.085 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.244

Abstract

Keselamatan pasien telah menjadi isu global yang sangat penting dilaksanakan oleh setiap rumah sakit dan menjadi prioritas utama untuk dilaksanakan dan hal tersebut terkait dengan upaya peningkatan mutu dan pelayanan dari rumah sakit, salah satu upaya tersebut adalah kepatuhan perawat dalam pencegahan risiko jatuh.
Beban Kerja Perawat Dalam Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Dewi Mustikaningsih; Rahmat Rahmat; Rina Frastika
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.617 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.219

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) digunakan sebagai Standar Pelayanan sekaligus sebagai pedoman pelayanan bagi tenaga kesehatan khususnya di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dasar. namun pelaksanaan MTBS belum di ketahui, ini dikarenakan adanya beberapa faktor, yaitu: faktor pengetahuan dari tenaga kesehatan bervariasi ada petugas yang mendapat pelatihan MTBS dan tidak mendapatkan pelatihan MTBS, beban kerja dari tenaga kesehatan karena jumlah pasien tidak menentu dan tidak seimbangnya jumlah pasien dengan tenaga kesehatan yang ada. Beban kerja adalah sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui gambaran beban kerja Perawat dalam pelaksanaan MTBS di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dan simple random sampling. Tehnik Analisa Data menggunakan komputer, yaitu analisa univariat. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner kepada 36 responden. Hal ini memberikan gambaran beban kerja berdasarkan target yang harus dicapai dikategorikan sedang (44,4%), kondisi pekerjaan dikategorikan tinggi (47,2%), penggunaan waktu kerja dikategorikan tinggi (75,0%), standar pekerjaan dikategorikan tinggi (38,9%). Dan hasil gambaran beban kerja Perawat dalam pelaksanaan MTBS di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dikategorikan beban kerja rendah (36,1%). Bagi puskesmas disarankan untuk mengevaluasi kembali beban kerja yang diberikan kepada karyawannya agar mereka tidak merasa terbebani dan memperhatikan suasana kerja di ruang kerja karyawannya agar lebih nyaman dalam bekerja, dan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan metode lain dengan desain yang berbeda.Kata kunci: Beban Kerja, MTBS, Perawat, Puskesmas
Kepatuhan Perawat Dalam Implementasi Surgical Safety Checklist Terhadap Insiden Keselamatan Pasien Ponek di Rumah Sakit Semarang Susi Nurhayati; Suwandi Suwandi
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.503 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.215

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan pasien (patient safety) merupakan proses dalam suatu rumah sakit yang memberikan pelayanan pasien yang lebih aman. Surgery safety ceklist WHO diterjemahkan dalam bentuk formulir yang diisi dengan melakukan ceklist. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat kamar bedah dalam implementasi surgical safety checklist terhadap insiden keselamatan pasien ponek di ruang bedah sentral RSUD Tugurejo Semarang. Metode : Penelitian kuantitatif ini menggunakan 30 responden. Instrumen yang digunakan adalah Surgery safety ceklist who yang diadaptasi oleh RSUD Tugurejo. Pengambilan sampel dengan observasi. Hasil : Implementasi Surgical Safety Checklist sebanyak 28 responden patuh ( 93,3% ), dan sebagian kecil tidak patuh sebanyak 2 responden ( 6,7% ). Uji statistik dengan Pearson Chi Square didapatkan bahwa kepatuhan perawat kamar bedah dalam Implementasi Surgical Safety Checklist terhadap insiden keselamatan pasien ponek di ruang bedah sentral RSUD Tugurejo Semarang  ( p=0.131>α=0,05 )  Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara kepatuhan perawat kamar bedah dalam implemetasi Surgical Safety Checklist terhadap insiden keselamatan pasien ponek dengan p value 0,131.Kata kunci : Surgical Safety Checklist,pasien safety; insiden keselamatan pasien ponek.
Metode Stratagem Dapat Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Vulva Hygiene Hasnah Hasnah; Nurul Istiqomah; Sysnawati Sysnawati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.406 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.249

Abstract

Stratagem merupakan salah satu bentuk Cooperative learning dengan cara belajar dalam suatu kelompok kecil yang saling membantu dalam pembelajaran agar tugas dapat terselesaikan, media ini dapat membantu terbentuknya komunikasi timbal balik antara pendidik dan peserta didiknya dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Tujuan penelitian ini adalah dengan metode stratagem daapat meningkatakan pengetahuan remaja tentang vulva hygene. Desain penelitian pre eksperimental dengan rancangan two group pretest posttest. Sampel sebanyak 42 siswa  SMPN 33 Makassar dan dan 41 siswa di SMAN 9 Makassar.Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner pengetahuan.Analaisa data menggunakan ujiwilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok SMP p = 0.000 atau p < 0.05 berarti pada kelompok intervensi Ha diterima jadi ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode stratagem terhadap pengetahuan vulva hygiene pada remaja awal. Sedangkan pada kelompok SMA di dapatkan hasil p = 0.000 atau p <0.05  yang artinya Ha diterima berarti ada pula pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan vulva hygiene. Jadi dapat disimpulkan bahwa di dapatkan hasil yang signifikan yaitu nilai p = 0.000 < 0.05 artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode stratagem terhadap pengetahuan vulva hygiene pada remajaputri.Kata Kunci : Vulva Hygiene, Stratagem, Remaja
Intervensi Untuk Mengatasi Mual Antisipatori Pada Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi: A Litelatur Review Dadi Hamdani; Anggorowati Anggorowati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.372 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v6i1.239

Abstract

Intervensi Untuk Mengatasi Mual AntisipatoriPada Pasien Kanker Yang Menjalani KemoterapiLitelatur ReviewDadi Hamdani.1 Anggorowati.2 Awal Prasetyo.31 Departemen Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia2 Departemen Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia3 Departemen Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, IndonesiaEmail: dadi_ham@yahoo.co.id AbstrakLatar Belakang: Gejala mual muntah merupakan salah satu efek samping yang berat akibat pemberian obat kanker yang membuat stres pasien. Akibatnya, 27% pasien memilih menghentikan siklus terapi sehingga berpengaruh terhadap harapan hidupnya. Tujuan Utama : Menjelaskan berbagai intervensi untuk mengatasi mual antisipatori yang dialami pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metodologi : Basis data elektronik diidentifikasi dari EBSCO, Springer PubMed, Science Direct dan ProQuest dengan kata kunci: intervensi, mual, muntah, antisipatori, kanker dan kemoterapi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel diterbitkan pada tahun 2009 – 2019, tersedia dalam teks lengkap, artikel menggunakan bahasa Inggris, dengan subyek manusia, desain RCT. Artikel terjaring adalah 7 artikel penelitian eksperimental yang kemudian dianalisis menggunakan PRISMA tanpa meta-analisis. Hasil : Sebanyak 7 artikel membahas tentang intervensi untuk menurunkan mual antisipatori terhadap pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Semua penelitian pada kelompok intervensi memiliki efek positif dalam mengurangi mual dan muntah secara bermakna dengan nilai signifikansi: Satu artikel behavioral treatment (p<0,05), satu artikel Program yoga (p<0.01), dua artikel progressive muscle relaxation (p<0,05), satu artikel akupresur (p<0,05), dua artikel hipnoterapi (p<0,05). Kesimpulan : Intervensi hipnoterapi, progressive muscle relaxation, yoga, akupresur dan behavioral treatment merupakan teknik mengurangi mual antisipatori yang dialami oleh pasien kanker yang menjalani kemoterapi.Kata Kunci: intervensi; mual antisipatori; kanker; kemoterapi. Interventions To Reduce Anticipatory NauseaIn Cancer Patients Undergoing ChemotherapyAbstractBackground: Symptoms of nausea vomiting are one of the severe side effects due to the administration of cancer drugs that stress patients. As a result, 27% of patients choose to stop the therapy cycle so that it affects their life expectancy. Main Purpose: Describe various interventions to reduce the successful anticipatory nausea of cancer patients who support chemotherapy. Methodology: Basic electronic transmission data from EBSCO, Springer PubMed, Science Direct and ProQuest with keywords: intervention, nausea, vomiting, anticipatory, cancer and chemotherapy. The inclusion criteria in this study were articles published in 2009 - 2019, available in full text, articles using English, with human subjects, RCT designs. Netted articles were 7 experimental research articles which were then analyzed using PRISMA without meta-analysis. Results: A total of 7 articles discussed interventions to reduce anticipatory nausea for cancer patients who supported chemotherapy. Some studies in the intervention group have a positive effect in reducing nausea and vomiting. One behavioral care article (p<0,05), one yoga program article (p<0.01), two progressive muscle relaxation articles (p<0,05), one acupressure article (p<0,05), two hypnotherapy articles (p<0,05). Conclusion: Interventions in hypnotherapy, progressive muscle relaxation, yoga, acupressure and behavioral treatment are sexual anticipatory reduction techniques involving cancer patients who experience chemotherapy.Keywords: intervention; anticipatory nausea; cancer; chemotherapy.
Gambaran Tingkat Stress Kerja Perawat Ruang Rawat Inap Instalasi Penyakit Dalam RSUP M Djamil Padang Indri Ramadini; Rika Syafitri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.399 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.187

Abstract

Tenaga keperawatan merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan di rumah sakit karena perawat adalah provider yang selalu kontak selama 24 jam dengan pasien Peran perawat dalam memberikan pelayanan sering mengalami tekanan psikologi, hal ini bisa disebabkan karena beban kerja yang berlebihan, waktu pelaksanaan, kontak penyakit pasien secara langsung kondisi tekanan psikologi seperti ini sering menimbulkan stres (NIOSH, 2008).Stres kerja merupakan suatu kondisi fisik dan emosional yang berbahaya yang terjadi ketika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kemampuan, sumber daya dan kebutuhan pekerja (NIOSH, 2008). Survey nasional di Perancis (Frasser, 1997), ditemukan bahwa 74% perawat mengalami  stress kerja. Hasil penelitian Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (2006) ditemukan  50,9% perawat Indonesia mengalami stres kerja, yang disebabkan beban kerja terlalu tinggi dan menyita waktu, gaji rendah dan insentif yang tidak memadai (Muthmainah, 2012). Jenis penelitian deskriptif  dengan pendekatan cross sectional study, jumlah sampel  20 responden ruang rawat inap. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner dan analisa secara univariat dengan distribusi frekuensi  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat (55%) mengalami stres kerja. Dari hasil dapat disimpulkan adanya stres kerja dilingkungan kerja perawat di ruang rawat inap, diharapkan perawat dapat melakukan cara yang asertif dalam menyelesaikan masalah dan juga pihak rumah sakit menyediakan media konseling bagi perawat yang mengalami stres kerja. Kata Kunci:  Penyakit Dalam; Perawat; Rumah Sakit; Ruang Rawat Inap; Stres Kerja
Pengaruh Kehamilan Remaja Terhadap Bayi Berat Badan Lahir Rendah devi permata sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.473 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.87

Abstract

Proses kehamilan dan kelahiran pada masa remaja turut berkontribusi dalam meningkatkan angka kematian perinatal di Indonesia. Kehamilan remaja beresiko besar menimbulkan konsekuensi negative , baik berupa konsekuensi medis (fisik),psikologis maupun social ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kehamilan remaja terhadap bayi berat badan lahir rendah.Penelitian ini merupakan case control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan perolehan jumlah sample 92 kelompok kasus dan 92 kelompok control..Uji statistic bivariate menggunakan chi square. Hasil penelitian sebanyak 16.1% kehamilan yang terjadi pada remaja usia ≤ 19 melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan sebanyak 56.9% kehamilan terjadi pada responden bukan remaja atau usia 20-35 tahun dan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Nilai chi square hitung adalah sebesar 17.108 dengan p value sebesar 0.000 (p<0.05). kesimpulan : kehamilan remaja meningkatkan resiko bayi dengan bayi berat badan lahir rendah 0.146 kali dibandingkan dengan usia produktif. Kata Kunci: bayi berat badan lahir rendah, kehamilan remaja 

Page 5 of 16 | Total Record : 154