cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Analisis Determinan yang Mempengaruhi Kejadian Perdarahan Postpartum Sri Wahyuni; Endang Surani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.558 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.208

Abstract

Jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017 sebanyak 475 kasus dengan penyebab kematian ibu yang terbesar kedua di Jawa Tengah sebesar 21,23 % karena perdarahan post partum. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum di RSI Sultan Agung Semarang tahun 2016-2017.Jenis penelitian ini desktiptif analitik dengan pendekatan case control.Populasi yaitu semua ibu bersalin yang mengalami perdarahan dan tidak perdarahan. Sampel kasus berjumlah 73 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling dan sampel kontrol berjumlah 73 responden dengan teknik pengambilan simple random sampling. Uji statistik yang digunakan Chi-Square, Odds Ratio dan regresi berganda logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur (p=0,000),anemia (p=0,026), makrosomia (p= 0,026) dan polihidramnion (p= 0,000) terhadap kejadian perdarahan postpartum. Tidak ada pengaruh oksitosin dripp (p=0,613), paritas (p=0,613), PEB (p=0,613) dengan kejadian perdarahan post partum. Berdasarkan analisis multivariate dengan regresi logistic didapatkan  polihidramnion merupakan faktor dominan terhadap perdarahan postpartum. Polihidramnion berpengaruh secara positif dan signifikan (p=0,04) terhadap kejadian perdarahan post partum.Anemia berpengaruh secara negative dan signifikan  (p=0,04) terhadap kejadian perdarahan post partum. Disarankan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya agar segera terdeteksi apabila mengalami polihidramnion. Disarankan ibu hamil rutin meminum tablet Fe dan makan dengan menu seimbang agar mencegah terjadinya anemia. Kata Kunci :Analisis determinan; Perdarahan  post partum
Penurunan Tingkat Fungsi Seksual sebagai Salah Satu Efek Samping Pemakaian Aontrasepsi DMPA Jangka Panjang isy royhanaty; Antick Gitanurani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.349 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.60

Abstract

Latar belakang : Kontrasepsi DMPA menjadi salah satu kontrasepsi yang paling diminati di Indonesia. Kontrasepsi ini dianggap paling praktis, sederhana, murah dan tidak perlu takut lupa. Setiap akseptor sebaiknya menyadari efek samping dari setiap kontrasepsi, supaya dapat memilih kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhannya. Salah satu efek samping yang mungkin terjadi akibat dari pemakaian kontrasepsi DMPA adalah penurunan libido (gairah seksual). Tujuan : Mengetahui korelasi lama pemakaian kontrasepsi DMPA dengan tingkat fungsi seksual. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor DMPA di BPM Christine Sulastri Lamper, Semarang yang berjumlah 81 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Pada penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian : Rata-rata responden telah memakai DMPA 2,39 tahun dengan nilai tengah 2 tahun. Rata-rata responden memiliki nilai fungsi seksual 72,27 dengan nilai tengah 72. Ada korelasi yang bermakna antara lama pemakaian kontrasepsi DMPA dengan tingkat fungsi seksual (p=0,000), korelasi kuat dan berlawanan arah (r=-0,799). Kesimpulan : Semakin lama pemakaian kontrasepsi DMPA akan semakin menurunkan tingkat fungsi seksual. Pemberi pelayanan kontrasepsi DMPA, terutama Bidan diharapkan untuk dapat memberikan penjelasan yang bijak tentang adanya penurunan fungsi seksual sebagai salah satu efek sampingnya. Para akseptor DMPA sebaiknya tidak memakai kontrasepsi DMPA lebih dari 2 tahun, supaya fungsi seksual tetap optimal. Kata Kunci : Kontrasepsi DMPA; Fungsi Seksual   DECRESED OF SEXUAL FUNCTION AS A SIDE EFFECTS OF LONG-TERM USE OF CONTRACEPTIVES DMPA Abstract Background : Contraceptive DMPA become one of the most popular in Indonesia. Contraception is considered the most practical, simple, cheap and does not need to be afraid of forgetting. Each acceptor should be aware of the side effects of any contraception, in order to choose a suitable contraceptive health conditions and needs. One of the side effects that may occur as a result of the use of contraceptive DMPA is decreased libido (sexual desire). Objective : To determine the long correlation with the level of contraceptive use DMPA sexual function. Methods : This type of research is quantitative with cross sectional approach. The sample in this study is the acceptor of DMPA in BPM Christine Sulastri Lamper, Semarang numbering 81 respondence. The sampling technique is accidental sampling. In this study, using the Spearman Rank. Result : The average respondent has used DMPA 2.39 years with a median value of 2 years. The average respondent had sexual function value of 72.27 by the middle value 72. There is a significant correlation between the duration of use of contraceptive DMPA with the level of sexual function (p = 0.000), and the opposite direction is a strong correlation (r = -0.799). Conclusion : The longer the contraceptive use DMPA will further reduce the level of sexual function. DMPA contraceptives service providers, especially midwives are expected to be able to provide an explanation wise about their decline in sexual function as a side effect. The acceptor DMPA DMPA contraceptives should not take more than two years, so that sexual function remains optimal. Keywords : Contraception DMPA; Sexual Function
Brain Gym dapat Meringankan Nyeri Dismenore Dyah Ayu Wulandari; Anisatul Muawanah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.906 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.142

Abstract

Menstruasi merupakan perubahan fisiologis pada wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Periode ini penting dalam hal reproduksi, biasanya terjadi setiap bulan antara remaja sampai menopause. Prevalensi kejadian dismenore terjadi hampir pada semua wanita. Dengan rata-rata lebih dari 50% wanita disetiap Negara mengalami dismenore. Pada umumnya 50-60% wanita diantaranya memerlukan obat-obatan analgesik dan beberapa terapi untuk mengatasi dismenore. Ada berbagai cara atau metode yang digunakan untuk mengalihkan perhatian terhadap rasa nyeri yang dialaminya, antara lain: distraksi visual, distraksi pendengaran,distraksi pernafasan, tehnik pernafasan, imajinasi terbimbing, distraksi intelektual salah satunya adalah brain gym. Brain gym merupakan sebuah senam yang tujuan utamanya untukmempertahankan kesehatan otak dengancara melakukan gerakan badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh Brain Gym terhadap nyeri dismenore pada mahasiswa DIII Keperawatan STIKes Karya Husada Semarang. Quasi Eksperimental dengan rancangan one group pre and post test. Jumlah sampel 38 responden. dan analisis yang digunakan adalah Wilcoxon. diperoleh rerata sebelum sebesar 3.26 dan sesudah 5.92. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test  dengan nilai p = 0,000, <α (0,05). Ada pengaruh Brain Gym terhadap penurunan nyeri dismenore pada mahasiswi D III Keperawatan Tingkat 1 STIKes Karya Husada Semarang.Kata kunci            :   Brain Gym dan Dismenore
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Anemia Mahasiswa DIII Kebidanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Dewi Ambarwati; Wilis Dwi Pangesti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.411 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.118

Abstract

ABSTRAK Masa  remaja  sering  disebut  dengan  masa  pubertas. Pubertas  adalah  perubahan  cepat  pada  kematangan fisik yang meliputi perubahan tubuh dan hormonal, terutama terjadi selama masa remaja awal. Masalah  gizi yang biasa dialami  pada fase remaja adalah status gizi dan anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia pada remaja pada mahasiswa Prodi Kebidanan DIII FIKES UMP tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian analitik. Pendekatan waktu yang digunakan adalah cross sectional. Analisis data dalam penelitian dengan variabel berskala Nominal dan Nominal adalah statistika non-parametrik. Pengujian hipotesis mengunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara status gizi, uang jajan dan pendapatan orang tua yang signifikan dengan nilai p-Value > 0,05secara berurutan nilai X2 hitung adalah 3,679, 1,75 dan 0,285, dan Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dan tingkat pendidikan terakhir ibu dari mahasiswa dengan nilai  p valeu < 0,05 secara berurutan nilai X2 hitung 16, 746, dan 8, 014. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi, uang jajan dan pendapatan orang tua terhadap angka kejadian anemia remaja dan Ada hubungan antara tingkat pengetahuan mahasiswa dan tingkat pendidikan terakhir ibu dari mahasiswa dengan kejadian anemia remaja. Kata Kunci : Status Gizi; Uang Jajan; Pendapatan Orang Tua; Pengetahuan; Pendidikan terakhir Ibu; Anemia THE ANALYSIS OF AFFECTING FACTORS OF ANEMIA IN STUDENTS OF DIPLOMA MIDWIFERY PROGRAM OF STUDY AT HEALTH SCIENCE FACULTY UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Abstract Adolescence is often referred to as puberty. Puberty is a rapid change in physical maturity that includes bodily and hormonal changes, the emergence of adolescence. Common nutritional problems in the adolescent phase are nutritional status and anemia. The purpose of this study was to determine the factors that may affect the incidence of anemia in adolescents in the students of Diploma Midwifery Program of Study at Health Science Faculty University of Muhammadiyah Purwokerto in 2017. This research was an analytic research. The time approach used was cross sectional. Data analysis in research with variable of Nominal and Nominal scale is non parametric statistic. Hypothesis testing used Chi Square Test. The results showed no relationship between nutritional status, pocket money and significant parent with p-value> 0,05 in sequence value of X2 count was 3.679, 1.75 and 0.285, and there was a significant relationship between the level of student knowledge and the level the last education of mothers of students with p value <0.05 consecutive values X2 count 16, 746, and 8, 014. This research can be concluded there is no correlation between nutritional status, pocket money and parent income to the incidence of adolescent anemia incidence and There is correlation between student's knowledge level and the last education level of mothers of students with the incidence of adolescent anemia. Keywords: Nutritional Status; Pocket money; Parent Revenue; Knowledge, Mother's last education, Anemia.
Efektifitas Akupresur pada Kenaikan Berat Badan Bayi Gladys Galihani Fendristica; Susilawati Susilawati; Ni Made Armawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.679 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.212

Abstract

Neonatus membutuhkan ASI untuk tumbuh kembang optimal. Selain mampu meningkatkan autoimun bayi sehingga tidak mudah sakit, proses menyusui juga meningkatkan kasih sayang ibu ke bayi. Sedangkan melalui pijatan, ibu mendapatkan kasih sayang dari keluarga. Studi pendahuluan didapatkan estimasi 7 dari 10 ibu tidak menyusui ASI eksklusif, salah satunya dikarenakan produksi ASI kurang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan kenaikan berat badan bayi ibu menyusui yang mendapatkan akupresur dengan tanpa akupresur. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan Non-Equivalent Control Group Design. Populasinya adalah ibu hamil berdasarkan hari perkiraan persalinan bulan April 2017 dengan jumlah sampel 32 orang, masing-masing 16 orang kelompok intervensi dan kontrol. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan jumlah kenaikan BB bayi pada kelompok intervensi adalah 16 orang dan kelompok kontrol adalah 9 orang. Hasil uji analisis dengan Independent t-test didapatkan terdapat perbedaan kenaikan berat badan bayi ibu menyusui yang mendapatkan akupresur dengan tanpa akupresur. Dari penelitian diketahui akupresur terbukti dapat meningkatkan produksi ASI dan ikatan antara orangtua dan bayi, yang berdampak pada kualitas ASI juga meningkat. Hal ini otomatis dapat meningkatkan motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Kata kunci: Akupresur, berat badan bayi, produksi ASI
Persepsi Kaum Gay tentang Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Kota Semarang Isy Royhanaty; Maria Petrolena
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.77 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.56

Abstract

Latar belakang : Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender, atau yang biasa disingkat LGBT merupakan salah satu fenomena yang tak pernah habis-habisnya untuk dibahas sepanjang sejarah manusia. Tujuan : Untuk mengetahui Persepsi Kaum Gay Tentang Fenomena LGBT di Kota Semarang. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan 4 orang angota komunitas Gay. Hasil penelitian: Partisipan mengetahui tentang pengertian LGBT namun kurang lengkap. Partisipan terjun ke LGBT secara alami, yaitu ketika masa puber (SMP). Partisipan beranggapan bahwa selama ini masyarakat yang kontra terhadap LGBT lebih banyak dibandingkan masyarakat pro, hal ini disebabkan karena banyaknya pemberitaan-pemberitaan yang negatif tentang LGBT di media, serta kurangnya informasi tentang LGBT yang diperoleh masyarakat. Parsitipan merasa tidak ada diskriminasi di tempat kerja, karena mereka memberitahu tentang jati dirinya kepada pimpinan dan rekan kerja. Partisipan beranggapan bahwa orientasi seksual mereka juga berpengaruh terhadap kesehatan mereka, namun tidak setuju bila seks bebas diidentikan dengan komunitas mereka  dan komunitas mereka yang dikatakan menjadi salah satu penyumbang terbesar HIV/ AIDS, karena perilaku seks bebas juga dilakukan oleh kaum heteroseksual dan penyumbang HIV/ AIDS terbesar justru berasal dari kaum heteroseksual. Kesimpulan : Partisipan sudah mengetahui tentang LGBT namun belum lengkap. Partisipan mulai menyadari orientasi seksualnya sejak masa SMP. Partisipan menganggap masyarakat yang pro sudah menerima LGBT namun yang kontra belum menerima diakibatkan oleh kurangnya informasi yang didapat. Partisipan sudah memberitahu jati diri mereka di tempat kerja. Partisipan tidak setuju dengan pernyataan bahwa seks bebas diidentikkan dengan komunitas mereka. Kata Kunci : Lesbian; Gay; Biseksua; Transgender; Pengetahuan GAY PERCEPTION ABOUT LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXSUAL AND TRANSGENDER ) PHENOMENON IN SEMARANG Abstract Background : The phenomenon of Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender, or commonly abbreviated as LGBT is one phenomenon that never inexhaustible to be discussed throughout human history. Objective : To determine the perception of LGBT Gay About phenomenon in the city of Semarang. Methods : The study design used is qualitative research with phenomenological approach. Data collection techniques with in-depth interviews. Number of participants 4 Gay community members. Results : Participants know about the understanding of LGBT yet incomplete. Participants plunge into LGBT naturally, when puberty (SMP). Participants assume that during this time the counter against the LGBT community more than the pro, this is because many news-negative publicity about LGBT in the media, as well as the lack of information about the LGBT community acquired. Parsitipan feel there is no discrimination in the workplace, because they tell about their identity to the leadership and co-workers. Participants believe that their sexual orientation is also an effect on their health, but do not agree that free sex is identified with their community and their community was said to be one of the largest contributors of HIV / AIDS, because of sex behavior is also done by heterosexuals and contributor to HIV / AIDS The actually comes from heterosexuals. Conclusion : Participants already know about LGBT but incomplete. Participants began to realize his sexual orientation since junior high. Participants assume the pro already received the LGBT but the counter has not received due to the lack of information obtained. Participants are informed of their identity in the workplace. Participants did not agree with the statement that free sex is identified with their community. Keywords : Lesbian; Gay; Bisexual; Transgender; Knowledge
Analisa Determinan Pemilihan Alat Kontrasepsi Intra Uteri Device (IUD) Murti Wuryani; Dewi Ratna
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.871 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.152

Abstract

Salah satu strategi dari pelaksanaan program KB sendiri seperti tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) tahun 2004-2009 adalah meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) seperti IUD (Intra Uterine Device), implan susuk dan sterilisasi. Di Indonesia pada tahun 2016 kontrasepsi yang paling tinggi digunakan adalah suntik sebanyak 53,9%, dan IUD kontrasepsi terendah sebanyak 6,6% (BKKBN, 2016). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja Puskesmas Uepai Kabupaten Konawe.                 Metode penelitian dengan pendekatan  kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari Pasangan Usia Subur (PUS), yang sudah menikah dan masih aktif menjadi Akseptor KB (IUD dan Non IUD) yang tinggal di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Uepai Kabupaten Konawe tahun 2018 berjumlah 94 sampel, instrument yang digunakan adalah kuesioner, hasil penelitian di analisa menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan, pendidikan, sarana dan prasarana, sumber informasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD dengan nilai p value masing-masing variabel < 0.05. Kesimpulan dalam penelitian faktor yang berhubungan dengan pemilihan alkon IUD adalah pengetahuan, pendidikan, sarana dan prasarana, sumber informasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan. Kata Kunci : Alat kontrasepsi; IUD 
Persepsi Ibu Tentang Toilet Training pada Anak Usia Toddler di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang dita wasthu prasida; Maftuchah Maftuchah; nirawati nirawati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.754 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.32

Abstract

Latar Belakang: Jumlah balita yang masih susah mengontrol BAB dan BAK di usia sampai pra sekolah menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga diperkirakan mencapai 75 juta anak, kasus mengompol pada anak usia enam tahun di Indonesia tercatat sekitar 12%. Hasil studi pendahuluan di puskesmas kedungmundu, dari lima ibu yang memiliki anak usia toddler, tiga ibu mengatakan anaknya masih sering mengompol dan belum pernah melatih anak dalam buang air, sedangkan dua diantaranya sudah mulai melatih.Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengeksplorasi persepsi ibu tentang toilet training pada anak usia toddler.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan 4 orang, triangulasi yaitu suami partisipan.Hasil:  Wawancara mendalam pada partisipan didapatkan informasi tentang cara ibu dalam membiasakan anak untuk buang air, usia yang tepat untuk melatih anak, dampak dari toilet training, upaya orang tua serta hambatan-hambatan dalam toilet training.Ibu balita agar melatih anak untuk toilet training mulai usia satu sampai tiga tahun, Petugas kesehatan agar lebih meningkatkan penyuluhan secara menyeluruh terkait toilet training pada anak usia toddler. Kata kunci : Persepsi;toilet training;usia toddler.
Mutu Pelayanan dan Komunikasi Teraupetik yang Baik Meningkatkan Kepuasan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan di RSI NU Demak Dyah Ayu Wulandari; Nadhifah Nadhifah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.912 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.134

Abstract

Berdasarkan data jumlah pasien rawat inap di RS Islam Nahdlatul Ulama Demak yang menggunakan BPJS Pasien kelas 3 pada tahun 2014 sebanyak 1.117 pasien. Pada tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 2.032 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan dan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien kelas III rawat inap pengguna BPJS Kesehatan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pasien peserta BPJS Kesehatan yang dirawat di Instalasi Rawat Inap Kelas III estimasi / rata-rata dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2016 berjumlah 95 pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Hasil Penelitian  yaitu ada hubungan mutu pelayanan tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien kelas III rawat inap pengguna BPJS Kesehatan. Ada hubungan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien kelas III pengguna BPJS Kesehatan. Saran bagi instansi kesehatan agar meningkatkan mutu pelayanan dan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan pasien kelas III rawat inap pengguna BPJS kesehatan Di RSI Nahdlatul Ulama Demak dengan memberikan pelatihan / workshop kepada tenaga kesehatan secara menyeluruh sehingga semua tenaga kesehatan menjadi lebih tahu tentang cara meningkatkan mutu pelayanan di RS tersebut.  Kata kunci: Mutu pelayanan; komunikasi terapeutik; tingkat kepuasan pasien  QUALITY OF SERVICE AND GOOD THERAPEUTIC COMMUNICATIONS IMPROVE THE SATISFACTION OF  HEALTH BPJS PATIENTS IN RSI NU DEMAK ABSTRACT Based on the data on the number of inpatients in hospital Nahdlatul Ulama Islam Demak BPJS Patients who use grade 3 in 2014 as many as 1,117 patients. In 2015 increased to 2,032 patients.  To determine the correlation Service Quality and Therapeutic Communication Health Workers With Patient Satisfaction Level Class III Inpatient Users BPJS. Design correlation with research using cross sectional approach. The patient population treated BPJS participants in Inpatient Class III estimated / average from January to August 2016 amounted to 95 patients. The sample in this research is class III inpatients users BPJS total of 77 respondents. The sampling technique uses accidental sampling. There is a correlation between quality of service and patient satisfaction level III class inpatient BPJS users. There is correlation between communication therapeutic and patient satisfaction level grade III users BPJS. Health institutions in order to improve the quality of care and therapeutic communication of health personnel of class III inpatient users health BPJS In RSI Nahdlatul Ulama Demak by providing training / workshop for health workers so completely that all health professionals become more knowledgeable about how to improve the quality of service in the hospital. Keywords: Quality of service; therapeutic communication;  patient satisfaction 
Hubungan Pengetahuan tentang Personal Hygiene dengan Perilaku Pencegahan Keputihan pada Remaja Putri di SMAN 15 Semarang Rose Nurhudariani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.087 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.72

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan perseorangan atau Personal Hygiene merupakan suatu tindakan untuk memelihara kebersihan seseorang untuk menjaga kesejahteraan fisik dan psikis. Salah satu dampak dari kurangnya menjaga Personal Hygiene adalah terjadinya keputihan. Sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Di mana ditunjukkan jumlah yang dilayani dalam program kesehatan reproduksi terdapat 29,8% mengalami kejadian keputihan pada remaja putri. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Perilaku Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri Di SMAN 15 Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Popalasi dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 180 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 124 orang, dengan tehnik pengambilan sampel yanng digunakan adalah metode proportionate random sampling. Hasil: Remaja putri di SMAN 15 Semarang sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 100 responsen (80,6%) dan pengetahuan cukup sebanyak 24 responden (19,4%). Sementara perilaku remaja putri sebagian besar memiliki perilaku kurang baik sebanyak 97 responden (72,8%) dan perilaku baik sebanyak 27 responden (21,8%). Sehingga ada hubungan antara pengetahuan tentang Personal Hygiene dengan perilaku pencegahan keputihan. Saran: Pihak sekolah hendaknya memasukkan personal hygiene yang tepat ke dalam kurikulum pelajaran muatan lokal pendidikan kesehatan reproduksi atau sebagai materi pelajaran ekstra sehingga semua siswi mendapatkan pengetahuan yang sama sehingga diharapkan dapat menurunkan angka resiko terjadinya masalah kesehatan bagi remaja putri / para siswi. Kata Kunci       : Pengetahuan Personal Hygiene; Perilaku Pencegahan; KeputihanDaftar Pustaka  : 7 (2009-2014)  RELATIONS WITH THE KNOWLEDGE OF PERSONAL HYGIENE BEHAVIOR PREVENTION WHITISH SMAN 15 SEMARANG Abstract  Background: Individual or Personal Hygiene Cleanliness is an act to maintain the cleanliness of a person to maintain physical and psychological wellbeing. One of the effects of lack of guard Personal Hygiene is the discharge. As many as 75% of women in Indonesia have experienced vaginal discharge at least once in their lives and 45% of them experienced vaginal discharge two times or more. Where indicated amount served in reproductive health programs are 29.8% experienced vaginal discharge events in adolescent girls. Objective: To identify Relations Knowledge About Personal Hygiene With Discharge Prevention Behavior In Young Women In SMAN 15 Semarang. Metode Research: This type of research is quantitative with cross sectional design. Populasi in this study were young women of 180 people. The sample in this study as many as 124 people, with sampling technique used is proportionate random method sampling. Research Results: Results: Girls at SMAN 15 Semarang most have less knowledge as much as 100 responsen (80.6%) and insufficient knowledge as much as 24 respondents (19.4%). While the behavior of young women mostly had less good behavior as much as 97 respondents (72.8%) and good behavior as much as 27 respondents (21.8%). So that there is a relationship between knowledge about prevention behaviors Personal Hygiene with whitish. Suggestion: The school should include proper personal hygiene into the curriculum of local content or reproductive health education as an extra subject matter so that all students get the same knowledge which is expected to decrease the risk of health problems for girls / the girls. Keywords      : Knowledge Personal Hygiene, Preventive Behavior WhitishBibliography : 7 (2009-2014)

Page 3 of 16 | Total Record : 152