cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Persepsi Remaja terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan Akibat Perilaku Seksual Pra Nikah di Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Sukateni Sukateni; Dewi Mayang Sari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.024 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.50

Abstract

Latar belakangRemaja adalah masa peralihan masa kanak – kanak ke masa dewasa. Menurut WHO Badan Kesehatan dunia usia 14 th – 24 th. Menurut BKKBN 2007 : 70 adalah usia 10th – 19 th. Perkembangan remaja sangatlah rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang positif ataupun negative.Lingkungan sosial budaya yang negatif merupakan faktor resiko bagi remaja sehingga dapat terjebak perilaku kenakalan remaja (merokok, minum- minuman keras, pengguna narkoba, seks bebas, tawuran, kriminal dan kebut-kebutan di jalan. TujuanMengetahui persepsi remaja terhadap kehamilan tidak diinginkan akibat perilaku seksual pra nikah di Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. MetodologiJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan penelitian yang menekankan pada quality atau hal yang terpenting dari sifat suatu barang atau jasa.Dalam penelitian ini partisipan yang digunakan adalah remaja di Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan Tahun 2013. Hasil Penelitian  Remaja di kecamatan Tegowanu mempunyai persepsi bahwa kehamilan tidak diinginkan yaitu hamil sesudah melakukan pacaran, hamil yang tidak dikehendaki atau tidak diharapkan akibat perilaku seksual, penyebab terjadinya perkehamilan tidak diinginkan adalah  karena melakukan hubungan seks dengan pacarnya tanpa menggunakan alat kontrasepsi, kurangnya pengetahuan tentang reproduksi dan tidak mengindahkan norma agama dan masyarakat. Kesimpulan Persepsi remaja tentang persepsi perilaku seks pranikah adalah kegiatan seksual yang sudah dilakukan sebelum menikah, hubungan suami isteri yang dilakukan saat masih pacaran  dan kegiatan pacaran bebas mulai dari ciuman, bergandengan tangan, dan melakukan hubungan layaknya sudah menjadi suami isteri padahal belum menikah. Kata kunci            :  Kehamilan, dan perilaku seksualKepustakaan        :  23 ( 2002 – 2012)  ADOLESCENT PERCEPTION TOWARDS ACCIDENTAL PREGNANCY DUE TO PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOUR IN TEGOWANU DISTRIC GROBOGAN REGENCY Abstract The background is the transition Adolescent childhood - childhood to adulthood . According to the world Health Organization WHO age 14 th - 24 th . According to BKKBN 2007: 70 is the age of 10th - 19 th . Development of adolescents are particularly vulnerable to environmental influences , both positive and negative . Negative socio-cultural environment is a risk factor for adolescents that can be trapped juvenile behavior ( smoking , drinking , drug use , sex , fighting , criminal and racing on the road . Knowing the purpose of the adolescent 's perception of unwanted pregnancies as a result of pre-marital sexual behavior in the District Tegowanu Grobogan . Methodology This research is a qualitative research study that emphasizes the paramount quality or nature of goods or services . In this study, participants used was a teenager in the District Tegowanu Grobogan In 2013. Youth Research in the district Tegowanu perceive that an unwanted pregnancy is pregnant after doing courtship , pregnant unintended or unexpected result of sexual behavior , the causes of undesired perkehamilan is because having sex with his girlfriend without using contraception , lack of knowledge about reproductive and did not heed the norms of religion and society . Conclusions Perceptions of adolescent perceptions of premarital sexual behavior is sexual activity that has been done before marriage , conjugal relationship is done while still dating and free dating activities ranging from kissing , holding hands , and having already become like a husband and wife while unmarried . Keywords : Pregnancy; sexual behavior
Pengalaman ODHA Remaja Tentang Penatalaksanaan HIV/AIDS di Kota Semarang Rose Nurhudariani; Linda Ratna Selfia; M. Jamaluddin
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.562 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.141

Abstract

Tingginya kasus HIV/AIDS pada remaja di Jawa-Tengah dikarenakan jumlah penduduk di pulau Jawa adalah merupakan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang terakhir pada tahun 2000 diperkirakan jumlah penduduk mencapai lebih dari 250 juta dan sebagian besar penduduk Indonesia hidup di pulau Jawa (59%) salah satunya Semarang. Tujuan Penelitian ini utuk mengetahui pengalaman ODHA remaja dalam penatalaksanaan HIV/AIDS di kota Semarang. Jenis Penelitian ini adalah Kualitatif, partisipan utama adalah remaja dengan HIV. Kasus HIV/AIDS tertinggi di kota Semarang terjadi pada kasus remaja. Berdasarkan pengalaman ODHA maka sifat dan sikap ODHA adalah tergantung dari berapa lama ODHA terpantau oleh lembaga-lembaga yang menaunginya. Semakin lama terpantau maka semakin membuat ODHA bisa menjaga dirinya dengan baik dalam segala hal. Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam proses penetuan kebijakan dan strategi untuk mendukung berbagai program terkait HIV/AIDS, sebagai bahan acuan LSM untuk semakin bisa merangkul ODHA remaja agar bisa membuat hidup mereka memiliki arti lebih dalam masyarakat Kata Kunci           : HIV/AIDS; remaja dan ODHA; penatalaksanaan
Terapi Endorphin Massage untuk Menurunkan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Rr. Catur Leny W; machfudloh machfudloh
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.233 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.117

Abstract

ABSTRAK Nyeri persalinan dapat menimbulkan stres yang menyebabkan pelepasan hormon yang berlebihan seperti katekolamin dan steroid. Endorphin Massage merupakan sebuah terapi sentuhan/pijatan ringan yang cukup penting diberikan pada wanita hamil, di waktu menjelang hingga saatnya melahirkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif pada persalinan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif quasi eksperimental design, dengan rancangan yang digunakan adalah posttest only control group design dengan sampel 30 responden diambil dengan menggunakan teknik Acidental sampling di BPM Wilayah Puskesmas Demak. Data yang digunakan data primer dengan instrument berupa lembar checklist. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian ada pengaruh pemberian Terapi Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif persalinan yaitu didapatkan hasil p<0,05 yaitu p=0,004. Simpulan intesitas nyeri responden sebelum dilakukan Endorphin Massage sebagian besar responden mengalami nyeri berat dengan skala 8-9, Intesitas nyeri responden setelah dilakukan Endorphin Massage sebagian besar responden mengalami nyeri sedang dengan skala 6-7. Ada pengaruh Endorphin Massage terhadap intensitas nyeri kala I fase aktif pada persalinan. Kata kunci : Endorphin massage; Intensitas nyeri; Persalinan   ENDORPHIN MASSAGE THERAPY TO REDUCE THE INTENSITY OF PAIN DURING THE ACTIVE PHASE OF LABOR  ABSTRACT Birth pain may cause stress that lead tobring out excessive hormones such as catecholamines and steroids. Endorphin massage is a touch therapy orgentlemassage which is important enough for pregnant women before giving birth. The aim of this research is to know the effect of Endorphin Massageonpain intensity during active phase of first stage in labor. This research uses quantitative quasi experimental design, with the design used is posttest for control group design. Independent variable is endorphin massage.Variable dependent is pain intensity of acitivephase of first stage in labor, with 30 respondents of sample wich is taken by using technique of Acidental sampling. This research took a place in BPM area of public health center Demak. The data was gathered through observation using checklist form. The data was analyzed using Spearman Rank test. The result of the research is there is an effect of Endorphin Massage onpain intensity of acitivephase of first stage in labor withp <0,05, p = 0,004. The conclusion is most of respondents had severe pain with scale 8-9before Endorphin Massage, and most of the respondentshad moderate pain with scale 6-7after Endorphin Massage. There is an effect of Endorphin Massage on pain intensity of acitivephase of first stage in labor. Keywords: Endorphin massage; Labor; Pain Intensity 
Dukungan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja Farida Nur Khayati; Zuly Daima Ulfa
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.701 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.197

Abstract

Cakupan pemberian ASI Eksklusif di Indonesia pada tahun 2017 sebesar 35,73%, Provinsi Jawa Tengah mencapai 41,89%. Cakupan ASI Kabupaten Pati tahun 2016 sebesar 74,2% dan cakupan terendah pada tahun 2017 di Puskesmas Margorejo yaitu 35.8%. Pencapaian cakupan ASI Eksklusif mengalami permasalahan diantaranya masih banyaknya perusahaan yang kurang memberi kesempatan pemberian ASI Eksklusif bagi pekerja wanita yang memiliki bayi umur 0-6 bulan .Tujuan penelitian adalah menganalisis dukungan pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja.Metode penelitian kualitatif dengan desain retrospektif.Pengumpulan data secara in-depth interview.Informan dipilih dengan teknik purposive sejumlah 5 ibu bekerja yang memberikan ASI Eksklusif dan informan triangulasi sebanyak 2 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian ASI oleh ibu bekerja dengan cara ASI Perah (ASIP) dan menyusui langsung (jam istirahat dan sepulang kerja). Dukungan diperoleh dari suami, keluarga, tenaga kesehatan dan tempat bekerja dalam bentuk dukungan emosional, informasional, dan instrumental. Kata Kunci:  ASI Eksklusif; Dukungan; Ibu Bekerja
Hubungan Karakteristik Pekerja Seks Komersil (PSK) dengan Tingkat Pengetahuan tentang HIV/AIDS di Stasiun Poncol Kota Semarang Lisa Ardiningtyas; sawitry sawitry
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.689 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.64

Abstract

Latar Belakang Penyakit HIV/AIDS telah menyita perhatian berbagai kalangan, tidak hanya yang terkait dengan domain kesehatan saja. Kasus penyakit yang menyerang sistem kekebalan ini, di Indonesia senantiasa meningkat dari tahun ke tahun. Angka yang dirilis oleh ditjen PP&PL Kemenkes RI menyebutkan bahwa kasus HIV tahun 2011 (Januari samapai dengan September) tercatat sebanyak 15.589 kasus, sedangkan kasus AIDS sebanyak 1.805,sedangkan di Jawa Tengah menempati urutan pertama dengan penderita AIDS sebanyak 373 orang dengan jumlah akumulasi AIDS sebanyak 1315 orang dan kasus HIV sebanyak 877 orang dengan jumlah akumulasi HIV sebanyak 2.400, dan di kota Semarang dilaporkan data akumulasi kasus AIDS sebanyak 197 orang dan HIV sebanyak 769. Jumlah kasus AIDS menurut pekerjaan penjaja seks sebanyak 681 orang, terdapat 57% PSK lokalisasi dan 68% PSK jalanan.Tujuan: menganalisa hubungan karakteristik PSK dengan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS di stasiun Poncol Semarang. Metode: Jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah 37 sampel responden. Uji hubungan antar variabel dalam penelitian ini menggunakan uji chi Square. Hasil: sebagian besar PSK berumur 21-36 tahun sebanyak 25 orang (67,6%), tingkat pendidikan sebagian besar PSK berpendidikan SD/SMP sebanyak 18 PSK (48,6%), sosial ekonomi sebagian besar PSK berpendapatan < Rp. 991.500 yaitu 26 (70,3%), dan 18 PSK (48,5%) berpengetahuan kurang. Dari uji chi square diperoleh hasil ada hubungan antara karakteristik PSK dengan tingakat pengetahuan tentang HIV/AIDS.Saran: hasil penelitian tersebut diharapkan responden untuk melakukan pemeriksaan rutin ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Kata Kunci: Karakteristik; Pengetahua; , HIV/AIDS CORRELATION CHARACTERISTICS OF COMMERCIAL SEX WORKERS WITH KNOWLEDGE OF HIV/AIDS IN PONCOL STATION SEMARANG CITY  Abstract Introduction Background HIV / AIDS has seized the attention of various circles, not only related to the health domain only. Cases of a disease that attacks the immune system is, in Indonesia constantly increasing from year to year. Figures released by the directorate general PP & PL Strathmore University states that HIV cases in 2011 (January samapai to September) there were 15 589 cases, while as many as 1805 cases of AIDS. While in Central Java topped the list with as many as 373 people with AIDS with cumulative total of 1315 people AIDS and HIV cases as many as 877 people with cumulative total of 2400 HIV, and in the city of Semarang accumulated data are reported as many as 197 cases of AIDS and HIV as many as 769 people. The number of AIDS cases by sex workers work as many as 681 people, there were 57% and 68% localization PSK PSK streets. Purpose  to analyze correlation characteristic of comercial sex workers with knowledge of HIV/AIDS in Poncol Station Semarang City.  Method This type of correlational studies using cross sectional approach by the number of 37 samples of respondents. Test of relationship between variables in this study using the chi Square. Result the majority of 21-36 year-old prostitute as many as 25 people (67.6%), level of education most educated prostitutes SD / SMP as much as 18 prostitutes (48.6%), mostly socioeconomic PSK income <USD . 991 500 ie 26 (70.3%), and 18 sex workers (48.5%) are less knowledgeable. Obtained from the chi square test result there is a relationship between the characteristics of PSK with tingakat knowledge about HIV / AIDS. Suggestion From the results of these studies are expected to conduct routine checks of respondents to the nearest health centers.  Keywords: characteristics;  knowledge; HIV / AIDS
Pengaruh Ekstrak Daun Pepaya terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Gondang, Kabupaten Sragen Hesty Winda Hapsari; Lestari Puji Astutti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.55

Abstract

Latar Belakang : Laktasi merupakan masa dimana terjadi perubahan payudara ibu, sehingga mampu memproduksi ASI. Banyak ibu nifas yang pengeluaran ASInya kurang lancar. Penyebabnya antara lain karena kurang asupan makanan yang bergizi seimbang, sehingga ibu berhenti menyusui. Pemberian ASI yang masih rendah ini memerlukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Salah satu alternatifnya dengan pemberian ekstrak daun papaya. Daun pepaya mengandung protein dan kalori tinggi sehingga mempengaruhi volume ASI yang diproduksi. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya terhadap kecukupan ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Gondang, Kabupaten Sragen. Metode Penelitian :  Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2016 dengan jenis penelitian eksperimental dengan desain penelitian static group comparassion/posttest only control group desain. Sampel penelitian diperoleh dengan cara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel 32 responden, masing-masing 16 responden untuk kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecukupan ASI adalah lembar observasi. Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dan data yang diperoleh dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian : Ada pengaruh ekstrak daun papaya terhadap kecukupan ASI (p=0,038, α=0,05). Kesimpulan : Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi layanan kebidanan dan perkembangan ilmu kebidanan dalam menggunakan ekstrak daun papaya sebagai salah satu alternatif untuk memperlancar ASI agar pemberian ASI cukup. Direkomendasikan untuk ibu nifas, agar mendapatkan pengeluaran ASI yang cukup, maka dapat menggunakan alternatif mengkonsumsi ekstrak daun pepaya selama masa menyusui. Kata Kunci : Ekstrak Daun Pepaya; Kecukupan ASI; Ibu Nifas Extract Papaya Leafves Effect Against Postpartums Breast Milk In Puskesmas Gondang Sragen Abstract Background : Lactation is a changing period of mothers breast as to produce milk.  Many after birth woman are produced less amount of  breast milk than needed. The reason  is due to lack of nutrition balanced. Small breastfeeding achievement requires some effort to increase its quality and quantity, high calories and protein papaya leaves extract is an alternative. Purpose : The purpose of this research to know the influence of extract leaves papaya to sufficiency breastfeeding on the parturition in the work area of puskesmas gondang , sragen regency.  Method :The study is done in march 2016 with the kind of research experimental with the design research static group comparassion / posttest only control group design. The study sample obtained by means of sampling purposive. This research using sample 32 respondents , each 16 respondents for the intervention and control groups. An instrument used to measure sufficiency breastfeeding is sheets of observation. Data collection is done by researchers and the data obtained were analysed in univariat and bivariat use the mann  whitney.Result : The results of the study showed is influence extract leaves papaya to sufficiency breastfeeding (p=0,038, α=0,05). Conclusion : Research is expected to benefit services obstetrics and development of the science of obstetrics in using extract leaves papaya as one alternative to facilitate breastfeeding that the provision of breastfeeding enough. Suggestion for mother parturition , in order to obtain expenditure breastfeeding enough , so can use alternative consume extract leaves pepaya during the nursing Keywords : Adequacy of Breast milk; Papaya Leaves Extract; Postpartum
Cara Alamiah Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nifas Menggunakan Madu Maftuchah Maftuchah; Siti Nur Umariyah Febriyanti; Fransisca Rosi Novita Rahardian
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.015 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.154

Abstract

Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2012 jumlah ibu yang menyusui baru mencapai 42%. Data dari UNICEF  pada tahun 2015 didapati bayi yang mendapatkan ASI ekslusif sebanyak 32%.Produksi ASI yang berkurang menjadi masalah terutama pada ibu nifas. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI tersebut. Hal yang dilakukan untuk menolong ibu yang memiliki produksi ASI kurang adalah mencoba menemukan faktor yang mempengaruhi seperti faktor obat-obatan atau minuman yang aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui salah satunya adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan one group pretest and posttest. Populasi adalah seluruh ibu nifas yang bersalin pada bulan Oktober -November 2017 hari ke-10 yang berjumlah 25 orang dengan Teknik sampling accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah gelas ukur dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produksi ASI pada Ibu Nifas sebelum pemberian madu rata-rata adalah 799,20 ml per hari dan Produksi ASI pada Ibu Nifas sesudah pemberian madu rata-rata adalah 914 ml perhari. Ada pengaruh pemberian madu terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu Nifas (P-value = 0,000). Diharapkan ibu nifas untuk selalu menyusui bayinya dan mengonsumsi madu masing 2 sendok makan setiap pagi, siang dan malam agar dapat membantu ibu dalam peningkatan produksi ASI. Kata kunci : Madu; Nifas; Air Susu Ibu 
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Perilaku Remaja tentang Sadari di SMP Negri 29 Semarang Anita Indra Afriani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.784 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.69

Abstract

Latar Belakang : Sadari (Periksa Payudara Sendiri) merupakan usaha untuk mendapatkan kanker payudara pada stadium yang lebih dini. Pendidikan kesehatan adalah suatu upaya atau kegiatan untuk menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan Dari studi pendahualuan di SMP Negri 29 Semarang dari 6 siswi 2 diantaranya melakukan sadari. Tujuan : Mengetahui apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja tentang sadari di smp negri 29 semarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan Quasi Eksperimen (Two group pre-test and post-test). Populasi penelitian ini adalah 137 siswi SMP kelas IX dan sampel penelitian sebanyak 102 siswi dengan teknik stratified random sampling. Data yang di peroleh di olah menggunakan wilcoxon dan mann withney. Hasil Penelitian : Hasil penelitian yang telah di lakukan di SMP Negri 29 Semarang di peroleh hasil ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja tentang sadari di SMP Negri 29 Semarang dengan p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan : ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perilaku remaja tentang sadari di SMP Negri 29 Semarang dengan p value 0,000 (p<0,05). Kata kunci : Metode Demonstrasi; Remaja; Sadar; Pendidikan kesehatan; Perilaku.Pustaka : 20 (2007-2015)  THE EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION ON ADOLESCENT BEHAVIOR OF BSE IN JUNIOR HIGH SCHOOL STATE OF 29 SEMARANG ABSTRACTBackground Of The Research : BSE (breast self examination) is an attempt to get breast cancer at earlier stages of disease. Health education is an effort or activity to create a community behavior conducive to health. From preliminary studies At junior high school state of 29 semarang of 6 girls 2 of them has done a breast self-examination (BSE). Objectives Of The Research : To find out the effectiveness of health education on adolescent behavior of bse in smp negri 29 semarang. Method Of The Research : This research used a quantitative research, with quasy experimental design (Two group pre-test ang post-test). The population of thie research is one hundred and trirty seven students grad IX of smp negri 29 semarang. While, the research used stratified random sampling technic to take the one hundred and two population as sample. The researcher used wilcoxon and mann wihtney assessment to analise the data. Result Of The Research : After had done a research in junior high school state of 29 semarang, the research got the result there is effectiveness of health education on adolescent behavior of BSE in junior high school state of 29 semarang with p value 0,000 (p<0,05). Conclusion : Hopefully, the school can work together with agencies such as health centers to hold additional knowledge of knowing by providing extension by resource related. Keywords : Adolescent; Behavior; BSE; Health Education; Methods Lecture.
Peran Ayah dalam Stimulasi Perkembangan Balita Isy Royhanaty; Alida Nihayah; Dewi Mustikasari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.725 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.120

Abstract

ABSTRAK Kualitas tumbuh kembang yang optimal akan menjadi modal dasar suatu bangsa. Di Desa Purworejo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak masih ditemukan anak dengan keterlambatan pekembangan. Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal perlu keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang salah satunya dengan melakukan stimulasi perkembangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui stimulasi perkembangan yang dilakukan ayah pada balita usia 24-36 bulan di Desa Purworejo kecamatan Bonang kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif , sampel 36 ayah yang memiliki balita usia 24-36 bulan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar ayah balita usia 24-36 bulan melakukan stimulasi perkembangan gerak kasar dengan baik (63,9%), melakukan stimulasi perkembangan gerak halus baik (58,3%), melakukan stimulasi perkembangan bicara dan bahasa baik (61,1%), serta melakukan stimulasi perkembangan sosial dan kemandirian baik (55,6%). Stimulasi perkembangan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosial dan kemandirian yang dilakukan ayah pada balita usia 24-36 bulan di Desa Purworejo sebagian besar baik. Ayah balita usia 24-36 bulan sebaiknya dapat lebih meluangkan waktu selain untuk bermain dengan anak tapi juga untuk pergi refresing atau berkunjung ke tempat-tempat edukasi seperti taman bermain dan kebun binatang untuk melatih sosial dan kemandirian anak serta menyeimbangkan peran orang tua, sehingga perkembangan anak menjadi optimal. Kata Kunci : Peran Ayah; Stimulasi Perkembangan Father's  Role In Stimulating Toddler's Development ABSTRACT The optimal quality of growth and development will be the basic capital of a nation. In Purworejo Village, Bonang Sub-district, Demak Regency is still found by children with delayed development growth. To achieve optimal growth and development of the father's involvement in the care of one of them by stimulating the development. The objective of this study was to know the stimulation of development done by the father in children aged 24-36 months in Purworejo village, Bonang district, demak district. This research type was descriptive quantitative. Samples in this study were 36 fathers who had toddlers aged 24-36 months. The sampling technique used is purposive sampling. Instrument of this research was questionnaire. The results are presented in the form of frequency distribution. Most fathers aged 24-36 months of age in Purworejo village performed good coarse motion stimulation (63,9%), stimulated good development of fine motion (58,3%), stimulated speech development and good language ( 61.1%), as well as stimulate sosial development and good independence (55.6%). The stimulation of the development of coarse motion, smooth motion, speech and language, as well as sosial and self-reliance performed by fathers in children aged 24-36 months in Purworejo Village are mostly good. Fathers aged 24-36 years old should be able to take time other than to play with children but also to go refreshing or visiting places such as playgrounds and zoos to train children's sosial and self-reliance and balance the role of parents, so the development of children will be optimal. Keywords:Father's Role; Developmental Stimulation 
Hubungan Pengetahuan tentang Personal Hygiene dengan Perilaku Pencegahan Keputihan pada Remaja Putri di SMAN 15 Semarang Nurhudariani, Rose
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.73

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan perseorangan atau Personal Hygiene merupakan suatu tindakan untuk memelihara kebersihan seseorang untuk menjaga kesejahteraan fisik dan psikis. Salah satu dampak dari kurangnya menjaga Personal Hygiene adalah terjadinya keputihan. Sebanyak 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Di mana ditunjukkan jumlah yang dilayani dalam program kesehatan reproduksi terdapat 29,8% mengalami kejadian keputihan pada remaja putri. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Dengan Perilaku Pencegahan Keputihan Pada Remaja Putri Di SMAN 15 Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Popalasi dalam penelitian ini adalah remaja putri sebanyak 180 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 124 orang, dengan tehnik pengambilan sampel yanng digunakan adalah metode proportionate random sampling. Hasil: Remaja putri di SMAN 15 Semarang sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 100 responsen (80,6%) dan pengetahuan cukup sebanyak 24 responden (19,4%). Sementara perilaku remaja putri sebagian besar memiliki perilaku kurang baik sebanyak 97 responden (72,8%) dan perilaku baik sebanyak 27 responden (21,8%). Sehingga ada hubungan antara pengetahuan tentang Personal Hygiene dengan perilaku pencegahan keputihan. Saran: Pihak sekolah hendaknya memasukkan personal hygiene yang tepat ke dalam kurikulum pelajaran muatan lokal pendidikan kesehatan reproduksi atau sebagai materi pelajaran ekstra sehingga semua siswi mendapatkan pengetahuan yang sama sehingga diharapkan dapat menurunkan angka resiko terjadinya masalah kesehatan bagi remaja putri / para siswi. Kata Kunci       : Pengetahuan Personal Hygiene; Perilaku Pencegahan; KeputihanDaftar Pustaka  : 7 (2009-2014)  RELATIONS WITH THE KNOWLEDGE OF PERSONAL HYGIENE BEHAVIOR PREVENTION WHITISH SMAN 15 SEMARANG Abstract  Background: Individual or Personal Hygiene Cleanliness is an act to maintain the cleanliness of a person to maintain physical and psychological wellbeing. One of the effects of lack of guard Personal Hygiene is the discharge. As many as 75% of women in Indonesia have experienced vaginal discharge at least once in their lives and 45% of them experienced vaginal discharge two times or more. Where indicated amount served in reproductive health programs are 29.8% experienced vaginal discharge events in adolescent girls. Objective: To identify Relations Knowledge About Personal Hygiene With Discharge Prevention Behavior In Young Women In SMAN 15 Semarang. Metode Research: This type of research is quantitative with cross sectional design. Populasi in this study were young women of 180 people. The sample in this study as many as 124 people, with sampling technique used is proportionate random method sampling. Research Results: Results: Girls at SMAN 15 Semarang most have less knowledge as much as 100 responsen (80.6%) and insufficient knowledge as much as 24 respondents (19.4%). While the behavior of young women mostly had less good behavior as much as 97 respondents (72.8%) and good behavior as much as 27 respondents (21.8%). So that there is a relationship between knowledge about prevention behaviors Personal Hygiene with whitish. Suggestion: The school should include proper personal hygiene into the curriculum of local content or reproductive health education as an extra subject matter so that all students get the same knowledge which is expected to decrease the risk of health problems for girls / the girls. Keywords      : Knowledge Personal Hygiene, Preventive Behavior WhitishBibliography : 7 (2009-2014)

Page 2 of 16 | Total Record : 152