cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Perilaku Ibu Hamil Yang Mengalami Resiko Tinggi Di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Lestari Puji Astutti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.457 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.70

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu yang mengalami resiko tinggi di Puskesmas Kedungmundu Semarang tahun 2016 bulan januari sampai juli sebanyak  3 orang dari jumlah 259 ibu hamil resiko tinggi. Faktor yang berpengaruh terhadap kehamilan resiko tinggi adalah sikap dan perilaku ibu sendiri selama hamil didukung oleh pengetahuan. Dengan adanya pengetahuan yang lebih tentang kehamilan resiko tinggi maka ibu akan menentukan sikap dan perilaku untuk mencegah dan mengatasi resiko kehamilan tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui perilaku ibu hamil yang mengalami resiko tinggi. Metode : Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data diambil dari 3 partisipan dan saturasi data dengan triangulasi sumber. Hasil : Hasil wawancara mendalam pada partisipan didapatkan informasi tentang perilaku respondent respon yaitu adanya respon yang relatif tetap karena mengikuti anjuran dari bidan. perilaku operant respon yaitu adanya rangsangan dari luar yang membantu ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan serta menjaga kesehatan ibu dan janin. perilaku tertutup ibu yaitu ibu mengatakan resiko tinggi adalah ibu yang memiliki tekanan darah tinggi, terdapat bengkak pada wajah, tangan dan kaki, serta hamil di bawah usia 18 tahun dan usia di atas 35 tahun dan perilaku untuk mengatasi resiko tinggi dengan rajin memeriksakan kehamilan. perilaku terbuka ibu yaitu memeriksakan kehamilan sesuai jadwal serta memeriksakan diri ketenaga kesehatan, minum obat sesuai anjuran bidan saat sakit. Kesimpulan : Bagi ibu hamil resiko tinggi untuk selalu menjaga perilaku sehari-hari sehingga tidak berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Kata Kunci: Perilaku ibu hamil; resiko tinggi kehamilanDaftar Pustaka : 6  (2003 – 2016) The Behavior Of Wowan Who Are Pregnant With High Of Risk In Public Health Center Of Kedungmundu Semarang City ABSTRACT Background: The number of woman past away who experinced of the high risk in Public Health Center of Kedungmundu Semarang in 2016 between January and July are 3 people from total 259 woman who have a high risk of pregnant. The factor which influences the high risk of pregnancy are the attitude and mother’s behavior between pregnant which is supported by knowledge. With more knowledge about the high risk of pregnancy, so that the mother will determine the attitude and behavior to prevent and eceed  the high risk of pregnancy. Purpose : knowing the behavior of the pregnant woman who have a high risk. Method: the Qualitative research with phenomenological approach, the data have taken from 3 participants and the data saturation with triangulation source. Result: The result of deep interview from participant is taken the information about the behavior of respondent there is respon which relatives constant because the respondent follow the suggestion from midwife. The behavior of operant respon there is stimulation from outside which helps the mother doing check up the pregnancy and taking care of the mother’s health and fetus. The close mother’s behavior are the mother said the high risk is the mother who has a high blood pressure, there are swollen in face, arms and legs, and pregnant under age of 18 and over age 35 and the behavior to overcome the high of risk with to be continuous check up the pregnancy. The open behavior of mother  are to check up the pregnancy compatible with the schedule and to check up her selves in paramedic, consumption the medicine correct to the suggestion of midwefery when they are sick. Suggestion: For the pregnant woman who have a high risk is always protecting the daily behavior, thus, it is not has a negative impact for mother”s health and fetus. Key Words           : The behavior of pregnant woman; the high risk of pragnancyLiterature            :  6 (2003-2006)
Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Susu Formula sebagai Pengganti ASI Eksklusif Maftuchah Maftuchah; Anita Indra Afriani; Agustin Maulida
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.172 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.135

Abstract

Kecenderungan para ibu untuk tidak menyusui bayinya secara eksklusif semakin besar. Hal ini dapat dilihat dengan besarnya jumlah ibu menyusui yang memberikan makanan tambahan atau susu formula lebih awal sebagai pengganti ASI. Berbagai alasan dikemukakan oleh ibu-ibu sehingga dalam pemanfaatan ASI secara eksklusif kepada bayinya rendah, antara lain adalah pengaruh iklan/promosi pengganti ASI, ibu bekerja, lingkungan sosial budaya, pendidikan, pengetahuan yang rendah serta dukungan suami yang kurang. Salah satu puskesmas dengan cakupan ASI Eksklusif terendah tahun 2015 yaitu di Puskesmas Tlogosari Wetan Kota Semarang sebesar 55,30 % . Meskipun mengalami peningkatan di tahun 2016 namun pencapaian ASI Eksklusif di Puskesmas Tlogosari Wetan yaitu 16,4 % belum mencapai target renstra Kota Semarang yaitu 65 % . Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling. Uji analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada hubungan pengetahuan dan pekerjaan dengan penggunaan susu formula sebagai pengganti ASI eksklusif (p value 0.031 dan 0,015). Sedangkan pendidikan dan peran petugas kesehatan tidak ada hubungan dengan penggunaan susu formula sebagai pengganti ASI eksklusif di Kelurahan Penggaron Kidul-Semarang (p value 0.303 dan 0.846). Saran bagi masyarakat diharapkan tetap memberikan ASI eksklusif kepada anaknya meskipun ditinggal bekerja. Kata Kunci : Susu Formula; ASI Eksklusif  FACTORS AFFECTING THE USE OF FORMULA MILK AS AN ALTERNATIVE EXCLUSIVE BREASTFEEDING. ABSTRACT The tendency of mothers  who do not breastfeed exclusively the babies are growing. It can be seen by the large number of nursing mothers who provide formula milk as breast milk alternative. The various reasons are put forward by the mothers so that the use of exclusive breast milk is low. These reasons include, the influence of advertisement / breastfeed altenatives, working mother, socio-cultural environment, education, low knowledge, and lack of husband support. One of public health center with the lowest coverage exclusive breastfeeding by 55.30% in 2015 is Tlogosari Wetan Health Center at Semarang City. Although in 2016 it has been incerased by 16,4%, however, that number has not fulfilled the strategic plan target of Semarang City as much as 65%. The sampling technique was used Total Sampling. The analysis test was used univariate analysis and Bivariate analysis using Chi-Square. The result showed that there is a relationship between the knowledge and the occupation with the use of formula milk as an alternative for exclusive breastfeeding (p value 0.031 and 0.015). while education and the role of health practitioner have no relation with the use of formula milk as an alternative for exclusive breastfeeding (p value 0.303 and 0.846). The mothers are expected to continue giving exclusive breastfeeding to the babies even if left to work. Keywords: Formula Milk; Exclusive breastfeeding
Persepsi Ibu yang Bekerja terhadap Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Wilayah Sambiroto Semarang dewi mayang sari, alida nihaya
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.395 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i1.74

Abstract

Latar Belakang: Berdasarka hasil survey pada bulan Agustus 2016 di Sambiroto didapat jumlah 132 bayi,55% tidak diberikan ASI eksklusif,hal tersebut dikarenakan sebagian besar ibu bekerja. Tinjaun Teori: Persepsi merupakan kemampuan berfikir individu terhadap sesuatu yang dipersepsikan. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja dari 0-6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman apapun. Hambatan ketika menyusui dibedakan menjadi dua faktor, yakni faktor internal dan eksternal. Tujuan Penelitian: Mengeksplorasi persepsi ibu yang bekerja terhadap kegagalan pemberian ASI eksklusif pada bayi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan 3 orang ibu yang bekerja, memiliki bayi dan dadal dalam pemberian ASI eksklusif di Sambiroto Semarang.Hasil: Wawancara mendalam pada partisipan didapatkan informasi tentang kegagalan pemberian ASI eksklusif dikarenakan adanya hambatan yang dialami ibu yakni berupa keterbatasan waktu dengan anak dan produksi ASI yang sedikit serta tidak didukungnya fasilitas berupa Ruang Laktasi  untuk memerah di saat ibu bekerja. Rendahnya kesadaran ibu dalam pemberian ASI semakin membuat terjadinya kegagalan ASI eksklusif, meskipun pihak keluarga, lingkungan, tenaga kesehatan telah memeberikan dukungan penuh.Saran: Ibu bekerja hendaknya memberikan ASI secara ekslusif, meskipun kondisi ibu yang bekerja. Perusahaan hendaknya memberikan ruang laktasi yang memadai. Kata Kunci : Persepsi;Ibu Bekerja;Kegagalan ASI Eksklusif PERCEIVED FAILURE TO WOMEN WHO WORK IN EXCLUSIVE BREASTFEEDING BABY IN THE SAMBIROTO SEMARANG 2017 Abstract Background : Based upon the results of its survey in August 2016 in Sambiroto be tallied 132 infants, 55% were not given exclusive breast feeding, it is because the majority of working mothers. Overview Theory: Perception is the ability of an individual to think of something perceived. Exclusive breastfeeding is breastfeeding course of 0-6 months without given any food or drinks. Barriers when breastfeeding is divided into two factors, namely internal and external factors Research objective : To explore the perception of mother who work against the failure of exclusive breast feeding in infants. Method : This study used qualitative methods with the approach of phenomenology. Data collection techniques with in-depth interviews. The number of participants three working mothers, babies or toddlers and failed in exclusive breast feeding in Sambiroto Semarang. Result : In-depth interviews in participants obtained information about the failure of exclusive breast feeding because of the constraints experienced by the mother in the form of limited time with the child and a little milk production and not supported facilities such as lactation room for milking when the mother works. Low awareness in breast feeding mothers are increasingly making a failure of exclusive breast feeding, although the family, the environment, health workers have given full support. Suggestion : Mother should be able to provide breast milk exclusively thought the condition of mothers are working. Companis should provide adequate lactation room. Keywords : Perception; Working Mother; The failure of exclusive breast feeding.
Analisa Determinan yang Berhubungan dengan Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan (K4) Murti Wuryani; Aisyah Aisyah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.623 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.203

Abstract

Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dilakukan dengan melihat cakupan K1 dan K4.Cakupan K4 adalah cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar, paling sedikit empat kali di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu  Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 di Indonesia dari 86,85% pada tahun 2013, terjadi penurunan 86,70% di tahun 2014, kemudian mengalami peningkatan kembali di tahun 2015 yaitu 87,48% dan kembali terjadi penurunan di tahun 2016 yaitu 85,35% (Kemenkes RI, 2016). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Wawotobi Kabupaten Konawe tahun 2018.Metode penelitian dengan pendekatan  kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari ibu hamil trimester III yang tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Wawotobi Kabpaten Konawe tahun 2018 berjumlah 42 sampel instrument yang digunakan adalah kuesioner, hasil penelitian di analisa menggunakan chi-square.Hasil penelitian ada hubungan antara paritas dan dukungan suami dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan K4, dengan nilai dan tidak ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, jarak rumah kefasilitas kesehatan dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan K4.Kesimpulan dalam penelitian faktor yang berhubungan dengan kunjungan pemeriksaan kehamilan K4 adalah paritas dan dukungan suami. Kata Kunci : Kunjungan ANCK4; Pekerjaan; Paritas; Jarak rumah kefasilitas kesehatan; Dukungan suamiANALISA DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN (K4)
Persepsi Terapi ARV (Anti Retroviral Virus) pada Orang yang Terinfeksi HIV/AIDS di Kota Salatiga Maria Suprihaningsih; Dewi Mayang Sari
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.83 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.62

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia setiap tahunnya terus bertambah. Menurut laporan tahunan terbaru dari Badan Dunia untuk penanggulangan HIV/AIDS atau UNAIDS, Indonesia kini berada diurutan nomor satu. Terkait laju peningkatan kasus HIV di Indonesia pada tahun 1998 jumlah kasus HIV baru 591 orang, tetapi pada bulan September 2007 jumlahnya telah mencapai 5.904 orang. Tujuan Penelitian: Mengetahui persepsi terapi ARV (Anti Retroviral Virus) pada orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Kota Salatiga. Metode Penelitian: Jenis penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi. Rancangan fenomenologi ini dilaksanakan dengan berpedoman pada tahapan deskriptif yaitu tahapan intuitif analisis dan deskriptif. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang penderita HIV/AIDS di Kota Salatiga atau sampai saturasi data. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian: Persepsi  dalam menjalani terapi ARV (Anti Retroviral Virus) di Kota Salatiga sudah baik, mereka mengetahui tentang ARV dan mengetahui tentang  efek samping yang ditimbulkan dari terapi ARV. Upaya orang yang terinfeksi HIV/AIDS dalam menjalani terapi ARV (Anti Retroviral Virus) di Kota Salatiga. ODHA mengatasi efek samping dengan konsultasi ke dokter dan minum obat yang diberikan dokter. Dukungan petugas manajemen kasus dalam menjalani  terapi ARV (Anti Retroviral Virus) di Kota Salatiga sudah baik. Dukungan  kelompok sebaya terhadap orang yang terinfeksi HIV dalam menjalani terapi ARV (Anti Retroviral Virus) di Kota Salatiga baik. Dukungan suami terhadap istri yang dalam menjalani terapi ARV (Anti Retroviral Virus) di Kota Salatiga baik. Kata kunci            :   Persepsi; ARV; sikap; HIV/AIDS; kelompok sebaya  PERCEPTION THERAPY ARV (ANTI-RETROVIRAL VIRUS) IN PEOPLE INFECTED WITH HIV / AIDS IN THE CITY SALATIGA ABSTRACT Background: The number of people living with HIV / AIDS in Indonesia each year continues to grow. According to the latest annual report of the World Agency for HIV / AIDS or UNAIDS, Indonesia now comes out number one. Related to the rate of increase in HIV cases in Indonesia in 1998, the number of new HIV cases 591 people, but in September 2007 the number had reached 5,904 people. Objective Research: Knowing perception of antiretroviral therapy (Anti Retroviral Virus) in people infected with the H IV / AIDS in Salatiga. Methods: Type research using a phenomenological approach. draft of this phenomenology is guided by the descriptive stage stages intuitive and descriptive analysis. The number of participants in this study were 3 people with HIV / AIDS in Salatiga or until saturation of data. The sampling technique used was purposive sampling. Results of the study: Perception in therapy ARV (Anti-Retroviral Virus) in Salatiga has been good, they know about the drugs and find out about the side effects of antiretroviral therapy. Efforts of people infected with HIV / AIDS in antiretroviral therapy (Anti Retroviral Virus) in Salatiga. PLWHA cope with the side effects consult a doctor and take medicine that doctors prescribe. Support case management officer in antiretroviral therapy (Anti Retroviral Virus) in Salatiga has been good. peers Support against people infected with HIV in antiretroviral therapy (Anti Retroviral Virus) in Salatiga well. Support husbands against wives in antiretroviral therapy (Anti Retroviral Virus) in Salatiga well. Keywords    : Perception; antiretroviral therapy; attitude; HIV / AIDS; officers peer  
PERSEPSI IBU TENTANG PIJAT BAYI YANG DILAKUKAN OLEH DUKUN BAYI DI RW I KELURAHAN SUS Maurita Rahma Susanti; Sawitry Sawitry; Dita Wasthu Prasida
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.882 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.53

Abstract

Latar Belakang Pijat bayi oleh dukun ini diwariskan secara turun temurun tanpa penjelasan mengenai manfaat dan teori ilmiah serta dilakukan atas dasar kepercayaan serta pengalaman bahwa persepsi masyarakat pemijatan dapat menyembuhkan beragam penyakit serta membuat bayi menjadi tidak rewel lagi. Sebab sifat orang tradisional yakni bahwa pijat merupakan cara pengobatan yang ampuh, apalagi jika dilakukan oleh dukun bayi. Tujuan Mengeksplorasi persepsi ibu tentang pijat bayi yang dilakukan oleh dukun bayi. Metode Jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh dengan cara wawancara kepada ibu 4 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dan tinggal di  Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur RW1. Hasil persepsi ibu tentang pijat bayi hasilnya baik, mereka tahu manfaat pijat bayi, syarat pijat bayi dan bagaimana pemijatan bayi dilakukan dari kepala sampai kaki oleh dukun. Saran penulis berharap agar orang tua melakukan pijat bayi sendiri secara rutin, pada saat pagi sebelum mandi dan malam sebelum tidur karena banyak sekali manfaatnyaKata Kunci : Persepsi Ibu; Pijat bayi; dukun bayi
Manfaat Minuman Serai (Cymbopogo Citrus) dalam Menurunkan Intensitas Dismenore Isy Royhanaty; Dewi Mayangsari; Maya Novita
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.061 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.153

Abstract

Dismenore  merupakan rasa sakit yang tidak nyaman diperut bagian bawah sebelum dan  selama  haid,  sehingga harus mencari pengobatan. bentuk intervensi yang diberikan berupa pengobatan non-farmakologi. Salah satunya menggunakan  minuman serai.  Serai mengandung antioksidan yang terdapat dalam senyawa sitronelal dan geraniol. Efek dari antioksidan dalam biosintesis prostaglandin, dimana prostaglandin berperan dalam menimbulkan sensasi rasa nyeri, maka antioksidan mempunyai peranan dalam mengurangi rasa nyeri haid. Tujuan penelitian untuk membuktikan pengaruh pemberian minuman serai (cymbopogon citrus) terhadap intensitas nyeri dismenore. Jenis penelitian ini adalah quasy experimental dengan  rancangan pretest-posttest with control. sampel penelitian ini adalah mahasiswi DIV bidan pendidik semester genap (VI) STIKES Karya Husada Semarang. Subyek dipilih dari seluruh populasi. Pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi. Intensitas nyeri dismenore diukur menggunakan numeric ratting scale dan visual analog scale. Data dianalisis dengan uji T dengan signifikasi p<0,005. Sebagian besar ayah balita usia 24-36 bulan di Desa Purworejo melakukan stimulasi perkembangan gerak kasar dengan baik (63,9%), melakukan stimulasi perkembangan gerak halus baik (58,3%), melakukan stimulasi perkembangan bicara dan bahasa baik (61,1%), serta melakukan stimulasi perkembangan sosial dan kemandirian baik (55,6%). Intensitas nyeri dismenore sebelum diberikan minuman serai rata-rata nyeri 6.62 dan sesudah diberikan rata-rata nyeri menjadi 2.50. Hasil  uji t-test menunjukan nilai p-value = 0.009. Agar dapat memanfaatkan minuman serai untuk mengatasi nyeri dismenore secara non-farmakologi. Kata Kunci : dismenore; intensitas nyeri; minuman serai
Hubungan antara Status Gizi dan Kecemasan Ibu Hamil dengan Kejadian Pre-Eklampsia pada Ibu Hamil di Puskesmas Geyer I Kabupaten Grobogan Dyah Ayu Wulandari; Rose Nurhudhariani; Murniyati Murniyati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.488 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.48

Abstract

Latar Belakang : Angka kematian ibu di dunia maupun di Indonesia masih cukup tinggi. Salah satu penyebab tertinggi kematian ibu adalah penyakit hipertensi dalam kehamilan (pre-eklampsia/eklampsia) selain perdarahan dan infeksi. Secara etiologis penyebab kejadian pre-eklampsia belum dapat diketahui dengan jelas. Meskipun begitu beberapa penelitian telah dapat menemukan faktor resiko penyakit ini, di antaranya adalah status gizi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dan kecemasan ibu hamil dengan kejadian pre-eklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Geyer I Kabupaten Grobogan. Metode Penelitian: metode analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil primigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas Geyer I yaitu sebanyak 50 ibu. Dengan teknik purposive sampling diambil sampel sebanyak 45 ibu. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil Penelitian : Ada hubungan antara status gizi ibu hamil dengan kejadian pre-eklampsia (p = 0,003; p < 0,05), Ada hubungan antara kecemasan ibu hamil dengan kejadian pre-eklampsia (p = 0,034; p < 0,05). Kata kunci : status gizi; kecemasan; pre-eklampsia; primigravida  CORRELATION NUTRITION STATUS AND ANXIOUSNESS OF PREGNANT WOMAN WITH THE PRE-ECLAMPSIA OCCURRENCE OF PREGNANT WOMAN IN LOKAL GOVERNMENT CLINIC PUSKESMAS GEYER 1 GROBOGAN REGENCY ABSTRACT Background : Mortality rate of pregnant woman in the world as well as in Indonesia is significantly high. One of the highest causes of mother’s death is hypertension during pregnancy (pre-eclampsia/eclampsia) besides bleeding and infection. From etiology poin of view, the cause of pre-eclampsia occurrence can not be found clearly. However, several researches can diagnose the risky factor of this disease, for examples are nutrition status and anxiousness. This research aims to find out whether there is a correlation between nutrition status and pregnant woman’s anxiousness with pre-eclampsia occurrence of pregnant woman in Puskesmas Geyer Grobogan regency.Method : using corelational analytic method with cross sectional approach. The population is all primigravida pregnant women in 3rd trimester on Local Government Clinic Puskesmas Geyer 1  working area, which are about 50 mothers. By using purposive sampling, it is taken a sample of 45 mothers. The data is derived by using questionnaire and physical examination. The data analysis technique used is chi square test. Result : There is correlation between pregnant woman’s nutrition status with pre-eclampsia occurrence (p = 0,003; p < 0,05), There is a correlation between pregnant woman’s anxiousness with the pre-eclampsia occurrence  (p = 0,034; p < 0,05). Key words :nutrition status;  pre eclampsia; primigravida 
Resiko Faktor Genetic terhadap Kejadian Diabetus Melitus di Desa Bae Kabupaten Kudus Shoma Robi&#039; Fauziah; Imas Yuli Yantika Dewi Amalia; Layli Zuariyah; Vina Naila Shofa; Ervina Rahmawati; Rina Novita
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.069 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.119

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah salah satu penyakit yang berhubungan dengan ketidaknormalan metabolisme yang menimbulkan peningkatan kadar glukosa. Faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya diabetes mellitus diantaranya yaitu faktor genetik. Penderita diabetes dari mulai tahun 2007 sampai sekarang masih tinggi. Terutama di desa bae sebanyak 23% (89 kasus). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan genetik terhadap kejadian Diabetes Mellitus. Jenis penelitian menggunakan analitik korelasional  dengan desain case control. Pengambilan data menggunakan alat ukur kuesioner dan rekam medik. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor genetik dan Diabetes Mellitus (p= 0,000; x² hitung= 72,054; OR= 386,400; CI 95%= 43,357-3443,605). Seseorang yang memiliki riwayat keluarga diabetes mellitus dapat meningkatkan risiko Diabetes Mellitus sebesar 386 kali lipat dibandingkan orang yang tidak mempunyai riwayat Diabetes Mellitus. Kata kunci: Diabetes Mellitus; Genetik.  GENETIC RISK FACTOR TOWARDS THE OCCURRENCE OF DIABETES MELLITUS IN BAE VILLAGE KUDUS REGENCY ABSTRACT Diabetes Mellitus is one of the diseases associated with metabolic abnormalities that lead to elevated levels of glucose. Risk factors that affect the occurrence of diabetes mellitus include genetic factors. Diabetics from the beginning of 2007 until now still high. Especially in Bae village as much as 23% (89 cases). This research was to analyze relationship between the genetic and Diabetes Mellitus. Type of research used correlational analytics with case control design. Data collection using questionnaires and medical records. Data analysis technique used chi square statistic test. The results showed that there was a significant relationship between genetic factors and Diabetes Mellitus (p = 0,000, x2 count = 72.054; OR = 386,400; 95% CI = 43,357-3443,605).  A person who has a family history of diabetes mellitus may increase the risk of Diabetes Mellitus by 386-fold compared to people who do not have a history of Diabetes Mellitus. Keywords: Diabetes Mellitus; Genetic.
Resiko Bayi Berat Lahir Rendah terhadap Penurunan Kadar Bilirubin POPPY FRANSISCA AMELIA; Isy Royhanaty; Diah Oktaviana
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.246 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.195

Abstract

Berat bayi adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi Kadar Bilirubin menjadi tinggi. Pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Kadar Bilirubin tinggi disebabkan oleh kematangan organ yang belum maksimal, berkurang nya jumlah enzim yang diambil dan kenaikan bilirubin serum yang cenderung sama atau sedikit lebih lambat tetapi jangka waktunya lebih lama dari biasanya sehingga mengakibatkan Kadar Bilirubin meningkat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara Berat Bayi Lahir dengan Kadar Bilirubin pada BBLR.Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan studi retrospektif. Waktu Penelitian bulan Desember sampai bulan Juni 2018. Sampel Penelitian berjumlah 148 bayi, dan menggunakan data sekunder. Analisa menggunakan korelasi rank spearman. Hasil Penelitian didapatkan p-value 0,000 dengan korelasi rank spearman -0,601 yang artinya korelasi negatif yang menunjukkan kekuatan dalam kategori tinggi yaitu semakin rendah berat badannya maka semakin tinggi kadar bilirubinnya. Ada korelasi yang signifikan antara berat bayi lahir dengan kadar bilirubin. Kata Kunci : Bayi Berat Lahir Rendah; Berat lahir; Kkadar Bilirubin.

Page 5 of 16 | Total Record : 152