cover
Contact Name
Maftuchah, S.Si.T, M.Kes
Contact Email
maftuchah89@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maftuchah89@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SMART Kebidanan
ISSN : 23016213     EISSN : 25030388     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all midwifery area including maternal and child health, midwifery, ante natal, labor, post-partum, family planning, adolescent health, pre-conception period, pre-menopause, complementary in midwifery.
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Tekhnik Menyusui yang Baik dalam Menurunkan Kejadian Crecked Nipple Arni Evayanti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.421 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.204

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui adalah teknik menyusui yang tidak benar sehingga mengakibatkan crecked nipple (lecet puting susu) dimana bayi tidak menyusu sampai ke areola. Ibu perlu mengetahui teknik menyusui yang baik dan benar untuk mendukung keberhasilan menyusui. Salah satu penyebab kegagalan menyusui adalah disebabkan karena kesalahan ibu dalam memposisikan dan meletakkan bayi saat menyusui. Posisi menyusui dapat dilakukan dengan beberapa posisi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas di RSU Dewi Sartika  Kota Kendari tahun 2017.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah semua ibu nifas yang memiliki bayi baru lahir di RSU Dewi Sartika Kota Kendari periode Januari -­ April tahun 2017 dengan jumlahsampel sebanyak 46 orang.Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet (p = 0,000).. Responden dengan teknik menyusui baik mempunyai kemungkinan 6,85 kali untuk tidak mengalami puting susu lecet dibandingkan ibu dengan teknik menyusui kurang (RP = 6,85 CI 95% = 1,41-33,28). Diharapkan pada petugas kesehatan dapat meningkatkan program konseling dan penyuluhan tentang teknik menyusui yang benar Kata Kunci : Cracked nipple (Puting Susu lecet); Tehnik Menyusui
Hubungan Pendidikan dan Paritas dengan Kejadian Kehamilan Tidak Diinginkan pada Akseptor KB di PKBI As Sakinah Kabupaten Pemalang Kiki Ayu Apriliana; maftuchah maftuchah; Rose Nurhudhariani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.873 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.61

Abstract

Latar belakang : Tingginya angka aborsi akibat kehamilan tidak diinginkan adalah sebuah fakta yang tidak dapat dilihat hanya dari salah satu faktor saja. Kadang seseorang merasa jumlah anak yang dimiliki sudah cukup, tetapi ternyata hamil lagi. Dengan kata lain kehamilan itu tidak dikehendaki. Tingginya angka kematian ibu ini disebabkan oleh berbagai penyebab yang kompleks yaitu sosial, budaya, ekonomi, paritas, tingkat pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan gender. Pasien yang datang ke klinik dengan akseptor KB pada tahun 2014 karena kehamilan yang tidak diinginkan yaitu sebanyak 108 pasien dari jumlah total 136 pasien yaitu sebanyak 38 pasien dengan tindakan Aspirasi Vakum Manual (AVM) dan sisanya melanjutkan kehamilannya yaitu 70 pasien. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan pendidikan dan paritas dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan pada akseptor KB di klinik As Sakinah Pemalang. Metode Penelitian : survei analitik dengan pendekatan retrospektif, menggunakan instrument rekam medik yang ada di klinik PKBI As Sakinah Pemalang Tahun 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan riwayat KB yang datang ke klinik PKBI As Sakinah Pemalang pada tahun 2014 sebanyak 108 orang. Hasil Penelitian : Ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan pada akseptor keluarga berencana di klinik PKBI As Sakinah Pemalang (p value 0,008 < 0,05). Ada hubungan antar paritas dengan kejadian kehamilan tidak diinginkan pada akseptor keluarga berencana di klinik PKBI As Sakinah Pemalang (p value 0,009 < 0,05). Saran : Memberikan informasi yang berguna untuk peningkatan pelayanan kesehatan yang bermutu dalam rangka mensukseskan gerakan keluarga berencana. Kata kunci : Pendidikan, Paritas; Kehamilan Tidak Diinginkan  THE CORRELATION BETWEEN EDUCATION AND PARITY WITH THE UNWANTED PREGNANCY AT KB ACCEPTOR IN CLINIC PKBI AS SAKINAH PEMALANG DISTRICT 2014 YEAR Abstract Background : The height of number abortion of effect pregnancy not wanted was a fact which cannot be seen only from one of just just factor. Sometime somebody felt the child amount owned have enough, but pregnant in the reality again. Equally that pregnancy was not desired. This mother Mortality height because of various complex cause that were social, cultural, economic, parity, mount the education, facility of health service, and gender. Incoming patient to clinic with the acceptor KB in the year 2014 because undesirable pregnancy that were 108 patient from full scale 136 patient that were 38 patient with the Vacuum Aspiration Manual action ( AVM) And the rest continue its pregnancy that were 70 patient. Objective : To identify the correlation between education and parity with the unwanted pregnancy at KB acceptor in clinic PKBI As Sakinah Pemalang. Methods : In this research the writer used the analytic desain survey research with the approach of retrospectiv study. Research instrument used the note record of exist in clinic of PKBI As Sakinah Pemalang Year 2014, secunder date. Population in this research were all pregnant mothers with the incoming history KB to clinic of PKBI As Sakinah Pemalang in the year 2014 they were 108 people. Results : There was a significant correlation between the education with unwanted pregnancy at KB acceptor in clinic of PKBI As Sakinah Pemalang. Chi Square value of 11,792 and with a p value of 0,008 < 0,05 so Ho refused. There was a significant correlation between the parity with unwanted pregnancy at KB acceptor in clinic of PKBI As Sakinah Pemalang. Chi Square value of 9,439 and with a p value of 0,009 < 0,05 so Ho refused. Suggestion : Giving information which was good for make-up of certifiable health service in order to success of family planning (KB) movement. Keywords : Education; Parity; Unwanted Pregnancy
Peran Kader Kesehatan dalam Mensukseskan Program Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungmundu Siti Nur Umariyah Febriyanti; Evi Yulianti
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.308 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.52

Abstract

Latar Belakang : Kelas ibu hamil adalah sarana belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil difasilitasi oleh bidan atau tenaga kesehatan. Hasil survey awal kepada bidan koordinator ruang KIA, kegiatan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu belum berjalan dengan maksimal, data dari poli KIA tahun 2015 tercatat 2449 ibu hamil, yang mengikuti kegiatan kelas ibu hamil sebanyak 70 ibu atau (3,498%). Keberhasilan program kelas ibu hamil sangat bergantung pada dukungan peran serta masyarakat atau kader kesehatan. Tujuan : Mengeksplorasi peran kader kesehatan dalam mensukseskan program kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Metode Penelitian : Penelitian ini dengan metode kualitatif, pendekatan deskriptif fenomenologi, teknik pengumpulan data wawancara mendalam, partisipan 3 kader kesehatan, pada tanggal 21–28 April 2016. Hasil : Peran kader kesehatan dalam persiapan kelas ibu hamil sudah baik, meliputi koordinasi dengan fasilitator yaitu bidan, melakukan penjaringan peserta, memotifasi ibu-ibu  hamil untuk hadir dalam kelas ibu hamil, serta mempersiapkan tempat dan alat. Peran kader kesehatan dalam pelaksanaan  kelas ibu hamil sudah baik, yaitu mendampingi ibu hamil selama kegiatan, melakukan pencatatan dalam daftar hadir, evaluasi setelah kegiatan, dan melaporkan kepada fasilitator yaitu bidan. Kendala dan hambatan pelaksanaan kelas ibu hamil adalah ibu hamil tidak bisa datang sesuai jadwal yang sudah ditentukan, karena sebagian ibu hamil bekerja. Penyelesaian kendala atau hambatannya yaitu me-reschedule jadwal kegiatan, dengan berkoordinasi antara bidan pelaksana, kader, dan gasurkes. Saran : Kader kesehatan hendaknya melakukan pendekatan kepada ibu-bu hamil di wilayahnya, guna mendiskusikan kapan waktu bisa mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, untuk selanjutnya dikoordinasikan kepada tim fasilitator. Kata Kunci: Peran kader kesehatan; kelas ibu hamil HEALTH CADRE ROLE IN THE SUCCESS OF CLASS PROGRAM OF PREGNANT WOMEN IN THE WORKING AREA OF PRIMER HEALTH CARE KEDUNGMUNDU IN 2016 AbstractBackground : Class of pregnant women is a means to learn together about the health of pregnant womens is facilitated by midwives or health professionals. The result of the initial survey with the coordinator of midwives in Maternal and Child Health (MCH) room, the class of pregnant women in the work area of the Primary Healt Care (PHC) in Kedungmundu has not gone up. The data from poly MCH on 2015 recorded 2449 pregnant women, who participated in class is 70 pregnant women or (3.498%). The success of this program depends on the support of the cadres. Purpose : The purpose of this research was to explore the role of. For the success of the program’s in PHC Kedungmundu. Method of The Research : This research a qualitative method, fenomenologi descriptive,  the techniques for collecting data in depth interview,s participant 3 cadres on, 21-28 April 2016. Result : The role of health cadres in preparation for the class of pregrant women has been good, such as coordination with the midwife, collecting the respondents, motivating the pregnant womens to attend the class, and preparing place and tools. The role of health cadres in the class of pregnant has been good such as assisting the pregnant women during activites. Keep records on the attendance list, evaluating after activities, and reported to the midwife, the obstacles and barriers in the class of pregnant women were pregnant women can not come accordance with a fixed schedule, because most pregnant women who are working. the completion of obstacles or barriers, is re-schedule and coordinating between midwifery, carders and gasurkes. Suggestion : Health cadres should approach with pregnant womens in the region to discuss the time when the pregnant women can participant in class, and then cordineting with the facilitator team.  Key words: The Role of Health Cadre;, Class Of Pregnant Women
Manfaat Sari Kurma dalam Mempercepat Persalinan Kala I Lestari Puji Astutti; Shyntia Estika Puri; Dita Wasthu Prasida
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.218 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.150

Abstract

Persalinan yang dimulai secara spontan dalam presentasi belakang kepala pada usia kehamilan 37-42 minggu lengkap dan setelah persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi sehat. Dan partus lama merupakan alasan 68% seksio sesaria non elektif pada persentasi kepala. Sementara berdasarkan kelompok umur, kejadian kematian maternal terbanyak adalah pada usia 20-34 tahun sebesar 68,50%. Salah satu terapi nonfarmakologis untuk memicu kinerja hormone oksitosin guna mempercepat persalinan kala 1, dapat diberikan sari kurma. Yang mengandung hormone oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi pada rahim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sari kurma terhadap kemajuan persalinan kala 1 fase aktif primigravida. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan desain pre test post test control grup desain . Sampel penelitian ini adalah ibu hamil 37 minggu primigravida. Subyeknya adalah 30 responden. Pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi. Kemajuan persalinan diukur dengan lembar partograf. Penelitian ini dilakukan di RB Citra Insani pada bulan Januari 2018. Analisis bivariat menggunakan  uji t-test independent dengan hasil rata-rata lama persalinan kala 1 untuk kelompok control sebesar 253,67 menit dan untuk kelompok intervensi 233,00 menit. Hasil uji t-test menunjukkan pvalue=0,020. Ada pengaruh sari  kurma terhadap kemajuan persalinan kala 1 fase aktif primigravida. Ibu hamil usia 37-42 minggu dapat memanfaatkan sari  kurma untuk kemajuan persalinan nonfarmakologis. Kata Kunci: Persalinan; kala 1 fase aktif; Sari  kurma;
Hubungan Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Karya Husada Semarang Maftuchah Maftuchah; Aprilia Ainul Fitri; Dita Wasthu Prasida
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.83 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i1.49

Abstract

Latar Belakang: Sebagian besar perempuan di Indonesia pada tahun 2010 yang berusia 10-59 tahun melaporkan 68% mengalami haid teratur dan 13,7% mengalami masalah siklus haid yang tidak teratur dalam 1 tahun terakhir. Sedangkan di Jawa Tengah tahun 2010 diketahui perempuan yang berumur 10-59 tahun dengan siklus haid teratur sebanyak 70,4%, tidak teratur 13,1%, belum haid  6,8% dan tidak menjawab 9,7%. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswa prodi DIII Kebidanan STIKES Karya Husada Semarang. Metode Penelitian: Jenis penelitian correlation dengan desain cross sectional. Populasi yaitu mahasiswa DIII kebidanan STIKES Karya Husada Semarang semester V tahun 2015 sejumlah 69 mahasiswa dengan sampel 59 mahasiswa dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil Penelitian: Stres yang dialami oleh mahasiswa prodi DIII Kebidanan sebagian besar adalah stess ringan sebanyak 40 responden (67,8%). Siklus menstruasi mahasiswa prodi DIII Kebidanan sebagian besar adalah normal sebanyak 46 responden (78,0%). Kesimpulan : Ada hubungan antara stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswa prodi DIII Kebidanan (Pvalue = 0,000). Kata kunci: Stress; siklus menstruasi THE CORRELATION BETWEEN STRESS AND MENSTRUAL CYCLE TO THE DIPLOMA III OF MIDWIFERY STUDENTS’ KARYA HUSADA HEALTH SCIENCE COLLEGE SEMARANG Abstrack Background: Most women in Indonesia in 2010 were aged 10-59 years reported a 68% had regular menstruation and 13.7% experienced problems irregular menstrual cycles in the past 1 year. Whereas in Central Java in 2010 known women aged 10-59 years with regular menstrual cycles as much as 70.4%, 13.1% irregular, yet menstruation 6.8% and 9.7% did not answer. Objective: To determine the correlations between stress and menstrual cycle to the diploma iii of midwifery students’ Karya Husada Health Science College Semarang. Method: This research was a correlation design with cross-sectional. The population was all students of DIII midwifery STIKES Karya Husada Semarang fifth semester of 2015,  they were 69 students. The sample was 59 female students with sampling techniques using simple random sampling. The Date were analyzed using univariate and bivariate analyzes. Results: The stress experienced by the students of DIII of midwifery mostly mild stres they were 40 respondents (67.8%). The menstrual cycle of students DIII of Midwifery are mostly normal they were 46 respondents (78.0%). There was an association between stress and the menstrual cycle to the students of DIII the Midwifery (Pvalue = 0.000). Keywords: Stress;  menstrual cycle 
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu dalam Pelaksanaan Program Lima Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang Endang Susilowati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.431 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v4i2.136

Abstract

AbstrakPemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi, merupakan suatu keharusan. Hasil survei Riskesdas tahun 2013 didapatkan data cakupan imunisasi HB-0 (79,1%), BCG (87,6%), DPT-HB-3 (75,6%), Polio-4 (77,0%), dan imunisasi campak (82,1%). Cakupan imunisasi lengkap di Jawa Tengah pada tahun 2013 mengalami penurunan. Jumlah sasaran bayi pada tahun 2013 adalah 575.011 menurun dibanding tahun 2012 sebanyak 592.712. Dampak dari cakupan imunisasi yang rendah yaitu cukup tingginya proporsi kematian bayi yang disebabkan karena tetanus neonatorum (TN) di Indonesia,  meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor  apa yang mempengaruhi minat ibu dalam pelaksanaan program lima imunisasi dasar lengkap di Wilayah Puskesmas Bangetayu Kota Semarang, Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research, adapun pendekatannya menggunakan rancangan cross sectional. Hasil analisis dengan chi square diperoleh hasil signifikansi p value = 0,000 pada karakteristik umur, pendidikan dan pengetahuan, karena p value < 0,05 maka secara statistik ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan dan pengetahuan  ibu dengan minat ibu dalam pelaksanaan lima imunisasi dasar lengkap.Kata Kunci : Minat ; Lima Imunisasi Dasar Lengkap THE AFFECTING FACTORS OF INTEREST OF MOTHERS TO IMPLEMENT FIVE BASIC IMMUNIZATIONS PROGRAM IN  BANGETAYU PUBLIC HEALTH CENTER,  SEMARANG DISTRICT Abstract In the immunization program, the provision of Complete Basic Immunization in infants is a must. The result of Riskesdas survey in 2013 revealed immunization coverage of HB-0 was 79,1%, BCG was 87,6%, DPT-HB-3 was 75,6%, Polio-4 was 77,0%, and measles immunization was 82.1%. The coverage of complete immunization in Central Java in 2013 has decreased. The number of targeted infants in 2013 was 575,011, decreased from 592,712 in 2012. The impact of low immunization coverage was the high proportion of infant deaths due to Tetanus Neonatorum (TN) in Indonesia, morbidity and mortality rates among infants also increase. The purpose of this research was to know factors that influence interest of mothers to implement five basic immunization program in Bangetayu Public Health Center, Semarang District. The research type is explanatory research with cross sectional design. The result of analysis with chi square showed p value = 0,000 on the characteristics of age, education and knowledge. As p value <0,05, therefore there is a significant correlation between age, education and mother knowledge with interest of mother to implement five complete basic immunization. Keywords: Interest; Five Basic Immunizations Program
Optimalisasi Implementasi Peraturan Bebas Rokok di Dalam Rumah Machfudloh Machfudloh; Ike Lorna Sulbani
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.353 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i2.202

Abstract

Indonesia menduduki peringkat ke-5 konsumen rokok terbesarduniaPada tahun 2007 dan hasil Riskesdas menyebutkan bahwa penduduk berumur di atas 10 tahun yang merokok sebesar 29,2% dan angka tersebut meningkat sebesar 34,7% pada tahun 2010 untuk kelompok umur diatas 15 tahun. Selain menyebabkan gangguan kesehatan pada perokok aktif, asap rokok juga berbahaya untuk perokok pasif terutama ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan dalam melakukan implementasi peraturan bebas rokok didalam rumah berdasarkan PP No. 19, 2003 dan berdasarkan UU No. 36 Tahun 2009. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui pendekatan crosssectional. Metodenya dengan penggabungan dari studi literatur, pengamatan, wawancara dan menggunakan analisis statistika deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang merokok, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan di Desa Gaji Guntur Demak  dengan tehnik purposive sampling berjumlah 49 responden. Hasil penelitian adalahsebagian besar pengetahuan tentang rokok sebanyak 44,2% tergolong sedang.Perilaku masyarakat terhadap merokok tergolong tinggi sebesar 76,8. Faktor Pemungkin97,9% toko menjual rokok secara bebas dan 91,6% jarak rumah warga dengan toko penjual rokok ≤ 2km. Faktor Penguat bahwa;100% teman merokok, 97,9% tokoh masyarakat merokok, 96,8% pemuka agama merokok, 96,8% disediakan rokok saat ada acara (hajatan), 77,9% orang tua merokok dan 46,3% masyarakat menganggap iklan rokok menarik. Kata Kunci : Rokok;  Peraturan bebas rokok didalam rumah
Pengaruh Pemberian Suplemen Besi Saat Menstruasi terhadap Kadar Hb Mahasiswi Tingkat I DIII Keperawatan STIKes Karya Husada Semarang Rose Nurhudariani; Siti Purwati
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.805 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.66

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang sangat penting di Indonesia khususnya anemia defisiensi besi. Remaja putri secara normal akan mengalami kehilangan darah melalui menstruasi setiap bulan. Bersamaan dengan menstruasi akan dikeluarkan sejumlah zat besi yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin. Remaja putri mudah terserang anemia, karena pada umumnya masyarakat Indonesia (termasuk remaja putri) lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit. Prevalensi Anemia Defisiensi Besi (ADB) di Indonesia masih cukup tinggi dan menempati urutan pertama. Hal ini ditunjukkan dimana lebih dari separuh remaja putri di Indonesia yang menderita anemia adalah sebesar 26,50%. Tujuan Penelitian: untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Suplemen Besi Saat Menstruasi terhadap Kadar Hb Mahasiswi  Tingkat I  D III  Keperawatan Asrama STIKES Karya  Husada  Semarang. Metode: Penelitian ini  menggunakan jenis  penelitian kuantitatif, dengan pendekatan Quasi Eksperiment (One Group Pre-test and Post-test). Populasi penelitian ini adalah mahasiswi tingkat I D III Keperawatan asrama STIKES Karya Husada Semarang sebanyak 42 mahasiswi dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan di STIKES Karya Husada Semarang diperoleh hasil ada pengaruh pemberian yang signifikan suplemen besi saat menstruasi terhadap Kadar Hb mahasiswi   tingkat I   D III Keperawatan Asrama   STIKES Karya Husada Semarang dengan   p value sebesar 0,000 (p<0,05). Kata Kunci :  Anemia; Hemoglobin; Menstruasi; Suplemen Besi. The Influence Of Iron Supplement Towards Haemoglobin Levels During Menstruation in First Grade Female Students Of Diploma Nursing Study at Karya Husada Health Science College of Semarang Abstract Background: Anemia is one of particularly important nutritional problems in Indonesia, especially iron deficiency anemia. Normal young women will experience blood loss through menstruation every month. Along with periods will be issued a number of iron is needed for the formation of hemoglobin. Young women prone to anemia, because in general people of Indonesia (including women) consume more plant-based foods for iron bit. Prevalence of Iron Deficiency Anemia (ADB) in Indonesia is still quite high and ranks first. This is shown in which more than half of young women in Indonesia who suffer from anemia amounted to 26.50%. Purpose: This research was to know the effect of the giving iron suplement during menstruation toward hemoglobin concentration to the college students of level I Diploma of Nursing at dormitory  Karya Husada Health And Science College of Semarang. Method: This research used the type of quantitative   research, with Quasy Experiment (One Group Pre-test and Post-test) approach. In this research, population was  student level I Diploma of Nursing  in dormitory at  Karya Husada Health and Science College of Semarang, as many as 42 university students with purposive sampling technique. The data obtained were analyzed using test of Wilcoxon. Result: The result of research that used in Karya Husada Health And Science College Semarang that be obtained result there was a significant the effect of the giving of iron suplementation during menstruation toward Hemoglobin concentration to the college students of level I Diploma of Nursing at dormitory  Karya Husada Health And Science College of Semarang  with  p value as much as 0,000 (p<0,05). Keyword : Anemia; Hemoglobin; mestruation; Fe
Persepsi Ibu tentang Pemberian Obat Filariasis untuk Pencegahan Elephantiasis pada Balita di Desa Jono Tawangharjo Grobogan Emma Nur Chayati; dita wasthu prasida
Jurnal SMART Kebidanan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.572 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v3i2.57

Abstract

Latar Belakang:Penyakit filariasis sampai saat ini masih menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Tahun 2015 angka kejadian penderita mencapai 11 kasus, termasuk data yang ada di Tawangharjo yaitu ada 3 kasus, yang terdapat di Desa Jono.  Pada pemberian obat pencegahan filariasis di desa Jono yaitu mencapai 682 jiwa kecuali anak dibawah 2 tahun, ibu hamil, penderita penyakit berat dan usia lebih dari 70 tahun. Menurut data yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Republik Indonesia, saat ini Indonesia ada 302 kabupaten/kota yang endemis filariasis serta Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2014 Tentang Penanggulangan Filariasis yaitu Pemutusan rantai penularan sebagaimana yang dimaksud dilaksanakan paling sedikit melalui Pemberian Obat Pencegahan Secara Masal (POPM) Filariasis pada wilayah endemis Filariasis dan upaya perlindungan dari gigitan nyamuk. Tujuan penelitian: untuk melihat implementasi pelaksanaan pemberian obat massal pencegahan filariasis di kabupaten Grobogan tahun 2015. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain ,melalui wawancara terarah. Subyek penelitian adalah ibu-ibu yang mempunyai anak balita (2-5 tahun) yang mendapatkan pengobatan massal. Hasil penelitian: Pemberian obat secara massal untuk pencegahan filariasis pada balita (2-5 tahun) sangat diperlukan dan didukung oleh masyarakat, karena pengobatan massal ini akan berpengaruh terhadap rantai penularan penyakit filariasis yang mengakibatkan penyakit menahun dan cacat permanen pada penderitanya apabila tidak ditangani secara cepat. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan sosialisasi tentang cara pencegahan filariasis dan memberikan pengobatan massal filariasis secara berkelanjutan untuk memutus rantai penyakit filariasis. Kata kunci : Persepsi; Pencegahan; Obat Filariasis  Mother’s  Perception About Drug For Prevention Elephantiasis Filariasis In Toddlers In Tawangharjo Grobogan ABSTRACT Background: Filariasis is still a problem for public health. Data health departementGrobogan 2015 the incidence of patients reached 11 cases, including data on the Tawangharjo namely 3 cases, contained in Jono village. Filariasis prevention of drug administration in Jono village, reaching 628 inhabitants except children under 2 years old, woman pregnant, patients with severe disease and the elderly over 70 years. According to data from the Directorate General of Disease Control and Environmental Health Department of the Republic of Indonesia, Indonesia there are 302 districts / cities are endemic filariasis as well as the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 94 Year 2014 About the Countermeasures Filariasisie Termination of the chain of transmission within the meaning carried out at least through Prevention off Mass Drug Administration (POPM) Filariasis in endemic areas of filariasis and protective measures against mosquito bites. Purpose: The purpose of this study is to see the implementation of the implementation of preventive filariasis mass drug administration in Grobogan 2015. Method: This study used qualitative methods to design, through targeted interviews. Subjects were mothers who have young children (2-5 years) who received mass treatment. Result: The results of this study indicate that mass drug administration for filariasis prevention in infants (2-5 years) is required and supported by the community, because this mass treatment would affect the chain of transmission of filariasis disease resulting in chronic diseases and permanent physical disabilities of patients if not treated rapidly.Health workers are expected to increase the socialization and give filariasis mass treatment on an ongoing basis to break the chain of filariasis. Key word : Perception; Prevention; Filariasis Drug
Analisa Determinan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Dismenorhea Siti Nurjanah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.613 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v5i1.156

Abstract

 Dismenorea masih menjadi masalah kesehatan wanita, padahal tingkat derajat nyeri seseorang berbeda, sehingga dismenorea ini adalah bukan masalah yang serius jika seseorang mengetahui dan dapat menyikapinya dengan baik. Studi pendahuluan yang dilakukan di SMP IT Muhammadiyah Miri Sragen didapatkan 7 siswi berpengetahuan cukup, 3 bepengetahuan kurang dan 7 siswi menyatakan tidak setuju dengan dismenorea dan 3 lainnya menyatakan setuju tentang dismenorea. Mereka kurang mendapatkan informasi tentang dismenorea sehingga perlu dilakukan penyuluhan tentang dismenorea. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang Dismenorhea di SMP IT Muhammadiyah Miri Sragen. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 35 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Acidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden tentang dismenorhea berpengetahuan baik yaitu sebanyak 21 orang (60%). Sedangkan sikap responden terhadap dismenorhea sebagian besar memiliki sikap positif yaitu sebanyak 31 responden (88,6%). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil gambaran siswi SMP IT Muhammadiyah Miri, Sragen berpengetahuan baik dan bersikap positif terhadap dismenorhea.  Kata Kunci:  Pengetahuan; Sikap; Dismenorhea

Page 4 of 16 | Total Record : 152