cover
Contact Name
Kukuh Pribadi, S.I.Kom., M.A.
Contact Email
kukuhpribadi@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kukuhpribadi@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 25801899     EISSN : 26565706     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi adalah jurnal ilmu komunikasi nasional peer-review yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember dua kali setahun. Jurnal ini menyediakan akses terbuka langsung ke kontennya berdasarkan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara bebas untuk umum mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar. Tujuan jurnal ini adalah untuk memberi tempat bagi akademisi dan praktisi untuk menerbitkan artikel penelitian, ulasan artikel, dan ulasan buku yang asli. Artikel pada dasarnya berisi topik tentang Ilmu Komunikasi di semua aspek. Artikel ilmiah yang membahas Ilmu Komunikasi, Jurnalistik, Public Relations, Marketing Public Relations, dan Isu-isu terkait New Media dipersilahkan. Mediakom tersedia dalam bentuk cetak dan versi online.
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Nilai Pendidikan Dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini Susanti, Ari; Asyari, Ismam
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017): Mediakom Vol 01, No 02, Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.301 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v1i1.678

Abstract

Film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” adalah sebuah film karya Deddy Mizwar yang mencerminkan realitas social yang ada di dalam kehidupan masyarakat di negeri ini. Kelompok kami memilih film ini karena beberapa alasan, salah satu alasan pemilihan film ini sebagai analisis film yang akan dikaitkan dengan sistem komunikasi yang ada di Indonesia adalah karena di dalam film ini terkandung berbagai macam makna kehidupan mulai dari makna religi, nasionalisme, kehidupan sosial, serta pendidikan untuk memilih mana yang baik atau benar dan yang mana yang salah. Di era yang sudah berkembang seperti ini, menyampaikan nilai-nilai yang bermakna pendidikan bisa disampaikan melaui media-media yang sudah modern dimana cara penyampaiannya secara luas dengan waktu yang singkat seperti melalui internet, televisi, radio, koran dan lain-lain yang sifatnya media massa. Nilai pendidikan dikemas dengan cara yang menyenangkan melalui musik, film, pentas drama, dan lain-lain sehingga mampu diterima untuk berbagai kalangan dan berbagai umur. Peneliti menganalisa disetiap adegan yang mengandung unsur pendidikan dalam film “Alangkah Lucunya Negeri Ini” mulai dari pendidikan sosial, pendidikan agama, pendidikan poilitik dan lain sebagainya.
TRADISI KOMUNIKASI DI PONDOK PESANTREN TRADISIONAL DAN PONDOK PESANTREN MODERN Sudahri, Sudahri
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Mediakom Vol 01, No 02, Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.056 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v1i2.1573

Abstract

Tradisi Komunikasi di Pondok Pesantren memiliki keunikan tersendiri, ada dua jenis Pondok Pesantren, Di kabupaten Jember terdapat banyak Pondok Pesantren Tradisional maupun Modern, dan salah satu yang menjadi lokus dalam penelitian ini adalah Pondok Pesantren Tradisional Situbondo, yaitu pondok yang masih mempertahankan cara lama dalam pengelolaan lembaga dan kurikulum. Kemudian Pondok Pesantren Modern Modern, yaitu Pondok pesantren yang menganut pendidikan integral mulai dari pendidikan usia dini hingga sekolah menengah pertama, ponpes tersebut menampung beberapa anak asuh (santri) yang bermukim di dalam pondok. Penelitian ini memfokuskan pada perbedaan tradisi Komunikasi yang terjadi didua pondok pesantren (tradisional dan modern) dengan karater yang berbeda, kemudian mengetahui perbedaan cara berkomunikasi yang terbangun antara seorang kiai dengan ustadz, Ustadz dengan santri, santri dengan ustadz dan komunikasi santri dengan kiai. Adapun hasil dari penelitian ini adalah menemukan perbedaan sekaligus persamaan dari tradisi komunikasi antara pesantren tradisional dengan pesantren modern. Peneliti menggunakan Teori interaksi simbolik. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara tidak terstruktur dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan reduksi data, display data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian ini disimpulkan, bahwa perbedaan tradisi antara pondok pesantren tradisional dengan modern sangat signifikan, terutama dalam hal kurikulum pembelajaran, metode dan juga sistem pendidikan yang dipakai. Kata Kunci : Tradisi Komunikasi, Pondok Pesantren Tradisional dan Modern
ANALISIS FRAMING BERITA KASUS AHOK DALAM POLEMIK SURAT AL-MAIDAH 51 PADA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA.CO.ID Hariyanto, Didik
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Mediakom Vol 02, No 01, Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.199 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v2i1.1837

Abstract

This study aims to determine the construction of the media on Ahok's preaching in the polemic on Al-Maidah 51 (analysis of framing on kompas.com and republika.co.id edition 27 September - 27 December 2016). The research method used is a qualitative research method framing analysis of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki models. The results of the framing analysis of Ahok in Polemik Surat Al-Maidah 51 that, news articles published by the two online news portals are not neutral. Kompas.com, looks very strongly in defense of Ahok, while Republika.co.id looks very strongly in defense of Muslims. Group affiliation and interest sentiment are very influential in this news. This can be seen from the analysis using the agenda theory setting which greatly affects the Kompas.com and Republika.co.id online media in the selection of newsKeywords: Framing analysis, media construction, agenda setting, Al-Maidah-51
Opini Masyarakat Desa Kertosari Jember Seputar Perubahan Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPA) Menjadi Objek Wisata Edukatif Swandayani, Ana; Juariyah, Juariyah
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Mediakom Vol 02, No 02, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.355 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v2i2.1927

Abstract

This study aims to describe the Opinion of the Village Community of Kertosari Jember Regarding Changes in the Final Waste Management Site (TPA) into Educational Tourism Objects by using a type of qualitative research through a descriptive approach obtained from primary and secondary data through observation, interviews and documentation using the data analysis model Miles and Huberman with steps Data Collection, Data Reduction, Data Presentation, and Data Verificationdone in a way to get the actual data.In this study it was found that public opinion and visitors were positive and negative. The positive thing is that some of them agree with the TPA change to become a tourist attraction because it has benefits for the surrounding community and visitors who come for example as a place to take pictures,educational sites such as learning waste processing, recycling waste, making compost, and making methane gas. The negative thing about odors that interfere with breathing causes the health of the community to be disturbed, especially young children, and polluted river water due to the presence of rubbish deposits. From this it can be concluded that the surrounding community was disturbed by the pungent odorin the village and the water that becomes cloudy, this can be overcome by communication between the landfill manager and the surrounding community so that the community feels comfortable with the TPA in the village.Keywords: Community Opinion, Waste Final Processing Site (TPA), Educational Tourism.
Tanggapan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisipol Universitas Muhammadiyah Jember Terhadap Program Potret Wanita di Radio Prosalina FM Juariyah, Juariyah; Suraida, Intan
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017): Mediakom Vol 01, No 02, Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.587 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v1i1.679

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuitanggapan mahasiswa ilmu komunikasi Fisipol Universitas Muhammadiyah Jember yang sering mengikuti (mendengarkan) program Potret Wanita di radio Prosalina FM, serta dampaknya. Dalam penelitian ini, analisa yang digunakan adalah deksriptif kuliatatif, sedangkan teori yang digunakan adalah Uses and Gratifications” Hasil penelitian ini menujukkan bahwa a)tanggapan mahasiswa Fisipol UMJ bahwa program siaran potret wanita sudah disajikan dengan cukup baik, dan sesuai dengan kebutuhan publik, b) Penyampaian materi yang disajikan sesuai pengetahuan mutakhir, c) Program Siaran Potret Wanita menjadi salah satu program yang cukup bagusuntuk kepentingan pendengar/khalayak khususnya kaum wanita, d) pendengar masih banyak diminati oleh kaum perempuan/wanita mulai dari remaja hingga usia tua dan memberikan dampak yang positif.
KESEIMBANGAN KOMUNIKASI DALAM PENGUATAN IDENTITAS KOMUNITAS KREATIF TELEMATIKA KOTA MALANG Dodot Sapto Adi, Saudah
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Mediakom Vol 01, No 02, Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.252 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v1i2.1574

Abstract

Industri kreatif telematika menjadi tumpuan harapan dalam mempercepat peningkatan sosial ekonomi nasional, sebagaimana tertuang dalam Inpres RI Nomor: 6/2009, dan disusul Permenperin RI Nomor: 16/M-IND/PER/2/2011 tentang industri elektronika dan telematik, karena berpeluang mengatasi problematika ketenagakerjaan melalui gerakan technopreneurship. Studi etnografi mengenai keseimbangan komunikasi dalam penguatan identitas, telah dapat mengungkap keberadaan komunitas kreatif telematika di kota Malang untuk menunjukkan peran sentral dalam perubahan sosia  Melalui tindakan relasi kelembagaan yang dikonstruksikannya, ternyata mampu melakukan rekayasa terintegratif, berproses menuju semakin menguatnya identitas sosio-kultural, dan mempertunjukkannya dengan menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai medianya. Inilah urgensi dari hasil studi yang faktanya dapat diikuti melalui kehidupan sehari-hari insan kreatif sebagai representasi komunitas. Dengan menggunakan metode pendekatan subjektif-interpretif, melibatkan 9 informan kunci sebagai anggota komunitas kreatif yang memiliki relasi kuat dengan 3 industri telematika sudah berbadan usaha. Melalui studi yang telah dilaksanakan selama 2 tahun ini, telah memberikan 3 tawaran konsep pengembangannya antara lain: (1) penggiatan fasilitasi untuk meningkatkan kapasitas SDM; (2) memperkuat relasi dan komunikasi menuju jaringan komunitas yang adaptif; dan (3) akses permodalan dan produksi sebagai stimulan bagi kelembagaan komunitas. Kata kunci: keseimbangan komunikasi, penguatan identitas, komunitas kreatif telematika
Kontroversi Gaya Komunikasi Politik Presiden K.H. Abdurrahman Wahid Ervina, Angela; Kriyantono, Rachmat; Wulandari, Maulina Pia
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Mediakom Vol 02, No 02, Februari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.439 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v2i2.1921

Abstract

K.H Abdurrahman Wahid is a religious and political figure in Indonesia. As a religious leader Gus Dur was known as the Chair of the PBNU and the great ulama of the descendants of the Banu Hashim. As a politician, Gus Dur is the fourth President of the Republic of Indonesia. Gus Dur's political communication as a religious figure and the President was known to be controversial. The controversial rhetoric of political communication turns out to have a hidden meaning that can be expressed through the study of discourse analysis using the method presented by Teun A. van Dijk. This study uses an interpretive approach with a critical paradigm. The 2001 Presidential Decree became the main focus of the author in expressing the meaning contained in the controversial phenomenon. The results showed that controversial political communication carried out by Gus Dur turned out to save the people from unconstitutional actions. Key words: Political Communication, K.H Abdurrahman Wahid, Critical Discourse Study.
Peran Pemuka Pendapat Dalam Program Bedah Rumah Di Desa Sukorambi Jember Sudahri, Sudahri; Arsali, Raden
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017): Mediakom Vol 01, No 02, Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.019 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v1i1.680

Abstract

Program bedah rumah di Jember mendapatkan perhatian yang sangat luas terutama bagi masyarakat pedesaan. Sosok pemuka pendapat seperti kiai dan perangkat desa mempunyai peranan yang berarti dalam program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemuka pendapat dan hambatan yang dihadapi dalam program bedah rumah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teori yang dipakai adalah teori yang berkaitan dengan opinion leader. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan Peran pemuka pendapat di desa Sukorambi Jember dalam hal ini Perangkat desa, Kyai/Bindereh dan tokoh masyarakat sangat dirasa oleh masyarakat, sedangkan kendala yang dihadapi adalah lemahnya komunikasi yang harmonis antara pemuka pendapat dengan perangkat desa yang disebabkan oleh kepetingan yang kurang serasi.
PENGALAMAN BERMAIN VIDEO GAMES SEBAGAI KEGIATAN LEISURE CLASS MIDDLE LOWER REMAJA KAMPUNG TANOKER Juariyah, Juariyah
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2018): Mediakom Vol 01, No 02, Februari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.619 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v1i2.1575

Abstract

Bermain melekat dalam kehidupan manusia mulai dari anak-anak, dewasa, dan orang tua, merasakan bermain adalah hal yang menyenangkan, dengan demikian. bermain lebih tua dari budaya. Naluri bermain manusia sudah ada semenjak bayi sampai beranjak balita, remaja, dan seterusnya, kesemuanya merupakan bagian dari naluriah manusia. Hal tersebut disebabkan game atau permainan memberikan kegunaan yaitu mengasah kemampuan seperti berpikir, membuat strategi, dan sekaligus untuk kesenangan. Penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih banyak informasi tentang budaya bermain video game dalam perspektif Leisure Class Middle Lower di Kabupaten Jember. Terdapat 8 informan yang akan menjadi sumber data yang berasal dari gamer militan. Teori yang digunakan adalah Leisure Class Thorsnton Veblen. Hasil penelitian sebagian gamer merasakan bahwa bermain video game awalnya hanya mengisi waktu luang saja ada pula hanya diajak teman, tetapi lama-kelamaan menjadi kecanduan. Dan kebiasaan bermain video game ini pada awalnya banyak diperkenalkan oleh teman waktu usia sekolah dasar, biasanya pada hari libur atau pulang sekolah. Beranjak dewasa mereka tidak bisa lepas dari kebiasaan bermain video game dan memainkannya melalui game yang ada di handphone. Melihat kenyataan ini menunjukkan bermain video game menjadi bagian dari kegiatannya sehari hari, dan mengisi waktu luangnya. Kata-kata kunci: Budaya Bermain, video game, Leisure Class
KOMUNIKASI POLITIK DALAM PEMILIHAN KALEBUN DI DESA SANATENGAH KECAMATAN PASEAN KABUPATEN PAMEKASAN Sudahri, Sudahri
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Mediakom Vol 02, No 01, Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.56 KB) | DOI: 10.32528/mdk.v2i1.1834

Abstract

Pilkades as a venue for political consolidation at the village level provides an educating political education. Residents are openly confronted with prospective "Kalebun" (village heads). The interesting thing to study in the implementation of Pilkades is the stage of the campaign where each candidate "Kalebun" competes to introduce himself, give promises, approach the village community, and several other approaches through the communication process, both directly carried out by the candidates " Kalebun "or by the successful team. This study aims, among others: To describe the role of political communication carried out by "Kalebun" candidates in winning elections; the form of communication carried out; obstacles faced in political communication with villagers in an effort to win the election of the "Kalebun" and the response of the village community. This type of research uses a qualitative descriptive research method. The target of this research is the selected "Kalebun" candidates and "Kalebun" candidates who lose the following with their successful team and the community as voters. Data collection uses an interview or interview method and a purposive sampling method.Keywords: Political communication, "kelebun", village elections

Page 2 of 10 | Total Record : 98