cover
Contact Name
hendra
Contact Email
hendra@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah RESPATI
ISSN : 14117126     EISSN : 26229471     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Respati (JIR) dengan e-ISSN : 2622-9471 diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Ilmiah Respati ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Penggunaan Bioaktivator Kelinci Pada Pengomposan Limbah Padat Tahu Siti M Sholihah; Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.9 KB) | DOI: 10.52643/jir.v7i2.19

Abstract

Pembuatan kompos organik dengan pemanfaatan ampas tahu dapat menjadi terobosan karena ampas tahu mempunyai kandungan protein dan serat tinggi,sedangkanm kotoran ternak terkandung mikroorganisme yang dapat membantu mempercepat proses pengomposan bahan organik. Kotoran ternak selain berfungsi sebagai bioaktivator juga menambah unsur hara, khususnya unsur Nitrogen. Salah satu bioaktivator untuk pembuatan kompos, adalah kotoran kelinci. Tujuan penelitian mengetahui kualitas kompos limbah padat tahu, dengan bioaktivator kotoran kelinci serta menemukan konsentrasi bioaktivator yang tepat untuk menghasilkan kualitas kompos limbah tahu terbaik.Penelitian tahun 2016 di Green House Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia Jakarta. Metode penelitian eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap, terdiri dari 4 perlakuan (tanpa kotoran kelinci 0 %, kotoran kelinci 20 %, kotoran kelinci  40 %, dan  kotoran kelinci 60 % dengan 5 ulangan). Parameter penelitian meliputi sifat fisika (tekstur, warna, dan bau) dan sifat kimia kompos (pH, kadar air, rasio C/N, kadar C-Organik, kadar N, P dan K). Analisis data menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT 5 %. Hasil penelitian menunjukkan kotoran kelinci tidak berpengaruh terhadap kadar Posfor dan Kalium, tetapi berpengaruh terhadap kadar air, kadar N, kadar C-organik dan rasio C/N dari kompos yang dihasilkan. Kualitas kompos menggunaan  kotoran kelinci  60 % dengan  tekstur halus, warna  coklat kehitaman, bau tanah,  kadar air 46,89 %, kadar N 1,19 %, rasio C/N 16,69, kadar C-organik 20,03 %, kadar P 0,0069 %, kadar K 0,015 %, dan pH 7,2. Simpulan kualitas terbaik kompos limbah padat tahu, dengan kotoran kelinci 21 hari. Saran manfaatkan ampas tahu dan kotoran kelinci untuk kompos pada tanaman.
PENGARUH KONSENTRASI PESTISIDA LENGKUSEMIN TERHADAP POPULASI KEONG MAS (Pomacea canaliculataL.) PADA TANAMAN PADI SAWAH Mas’ud .; Ruswadi Muchtar; Ryan Firman Syah
JURNAL PERTANIAN Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah RESPATI
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.678 KB) | DOI: 10.52643/jir.v7i1.230

Abstract

Kebutuhan padi sebagai bahan pangan pokok bagi penduduk Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan tersebut belum diimbangi oleh peningkatan produksi. Salah satu kendala dalam meningkatkan produksi padi adalah adanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Salah satu OPT utama adalah keong mas (Pomacea canaliculata  L.). Dalam mengatasi OPT tersebut para petani lebih suka menggunakan pestisida kimia. Di daerah penelitian terdapat beberapa tanaman yang dapat dijadikan pestisida nabati antara lain lengkuas, sereh, dan mindi. Namun belum banyak petani yang menggunakan bahan-bahan tersebut karena belum merasa yakin akan manfaat tanaman tersebut dalam mengendalikan keong mas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati Lengkusemin 112 terhadap perkembangan populasi dan serangan keong mas pada tanaman padi sawah serta untuk mengetahui konsentrasi yang tepat sehingga lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK), 5 perlakuan 3 ulangan. Pengolahan data dilakukan menggunakan Anova atau uji F dan uji BNT. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: 1) Penggunaan pestisida nabati Lengkusemin 112 tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan, 2) Penggunaan pestisida nabati Lengkusemin 112 berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah keong mas yang mati, berat jerami dan berat gabah kering panen, dan 3) Konsentrasi pestisida nabati Lengkusemin 112 yang terbaik untuk mengendalikan keong mas adalah 300 cc Lengkusemin 112/liter air. Kata kunci: Lengkusemin 112, konsentrasi, populasi, keong mas, padi sawah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCHOI (Brassica rapa L.) TERHADAP TIGA MACAM PUPUK MAJEMUK PADA HIDROPONIK Hendra Supriatna; Siti M. Sholihah
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah RESPATI
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.477 KB) | DOI: 10.52643/jir.v6i2.221

Abstract

Tanaman pakchoi (Brassica rapa L.) memiliki senyawa penting yang tidak dimiliki oleh family cruciferae lainnya yakni asam folat, komponen brassicin (mencegah tumor payudara), komponen sulforafane (melawan kanker kolon), anti virus dan anti bakteri serta kandungan betakarotin yang tinggi, teknologi budidaya hidroponik pasif dengan cara wick sistem menjadi alternatif untuk budidaya pakchoi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tiga macam pupuk majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakchoi melalui hidroponik, serta mengetahui pupuk majemuk yang sesuai untuk tanaman pakchoi melalui wick  hidroponik. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 1 (satu) faktor, dengan 3 (tiga) Perlakuan, yaitu : P1 (Pupuk Majemuk NPK Mutiara), P2 (Pupuk Majemuk Growmore), dan P3 (Pupuk Majemuk Neo Kristalon) diulang sebanyak 6 kali. Pemberian Pupuk Majemuk Neo Kristalon menunjukan respon pertumbuhan dan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun, serta bobot basah tanaman pakchoi dibandingkan dengan Pupuk  Majemuk NPK dan Pupuk Majemuk Growmore. Kata kunci : Pakchoi, wick, hidroponik, pupuk majemuk
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuhdan Ukuran Polybag Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Siti M Sholihah; Luluk Syahr Banu
JURNAL PERTANIAN Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah RESPATI
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.249 KB) | DOI: 10.52643/jir.v6i1.212

Abstract

ABSTRAKTanaman tomat banyak digemari namun terkendala masih rendahnya produksi terutama di lahan perkotaan yang sempit. Berkaitan dengan hal tersebut dalam rangka untuk meningkatkan produksi tanaman tomat  khususnya di daerah perkotaan maka perlu dilakukan suatu penelitian tentang pengaruh perbedaan ukuran polibag dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat  di lahan sempit atau di daerah perkotaan. Tujuan dari penelitian ini ialah  mengetahui  pengaruh ukuran polibag dan pemberian zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman tomat dan mengetahui pengaruh interaksi ukuran polybag dan konsentrasi zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 12  kombinasi perlakuan, dimana setiap perlakuan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah  konsentrasi  ZPT dan faktor 2  adalah Ukuran Polybag. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh faktor tunggal  pemberian zat pengatur tumbuh pada seluruh parameter pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh faktor perlakuan ukuran polybag terhadap parameter bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman tomat. Interaksi sangat nyata perlakuan pemberian zat pengatur tumbuh dan ukuran polybag terhadap jumlah daun berumur 7, 14 dan 21 HST dan jumlah bunga. Kata kunci : Tomat, zat pengatur tumbuh, polybag
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP PENGGUNAAN TRICHOKOMPOS PADA PEMUPUKAN BERIMBANG Nikodemus Lede; Ruswadi Muchtar; Siti M Sholihah
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.256 KB) | DOI: 10.52643/jir.v9i2.295

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L) merupakan salah satu jenis sayuran penting di Indonesia, karena selain memiliki nilai gizi  yang cukup tinggi  juga memiliki nilai ekonomi  yang tinggi. Untuk meningkatkan produksi cabai antara lain adalah dengan memperbaiki kesuburan tanah dan menekan serangan  OPT melalui upaya pemupukan yang optimal dan ramah lingkungan. Trichokompos  merupakan salah satu bentuk pupuk organik kompos yang mengandung cendawan  antagonis Trichoderma  sp., selain mengandung unsur  hara  makro  dan  mikro, berfungsi juga sebagai dekomposer bahan organik sekaligus sebagai pengendali penyakit tular  tanah seperti Sclerotium sp, Phytium sp. Fusarium sp dan Rhizoctonia sp.           Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis trichokompos yang terbaik dalam pemupukan berimbang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabe rawit. Penelitian ini dilakukan dengan  metode eksperimen,  menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Jumlah dan jenis perlakuan yaitu :  P0 (Tanpa Trichokompos), P1 (50 gr Trichokompos/tanaman), P2 (100 gr Trichokompos/tanaman), P3 (150 gr Trichokompos/tanaman), P4 (200 gr Trichokompos/tanaman), P5(250gr Trichokompos/tanaman), danP6(300gr  Trichokompos/tanaman).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis  Trichokompos 200 gr /tanaman memberikan respon yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Kata Kunci : Trichokompos dan Cabe Rawit
Respon Tanaman Bawang Merah terhadap Dosis Trichokompos Agung Baehaki; Ruswadi Muchtar; Reni Nurjasmi
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.732 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.356

Abstract

Trichokompos berperan meningkatkan produksi tanaman karena dapat meningkatkan kesuburan tanah serta mengandung cendawan antagonis Trichoderma sp yang mampu menekan penyakit tanaman dan mempercepat dekomposisi unsur hara. Tujuan penelitian adalah mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terhadap penggunaan dosis trichokompos. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan dosis trichokompos yaitu P0 (0 g/polibag), P1 (100 g/polibag), P2 (200 g/polibag), P3 (300 g/polibag), P4 (400 g/polibag), P5 (500 g/polibag), P6 (600 g/polibag). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan. Media tanam terdiri atas tanah dan sekam bakar dicampur dengan perbandingan 1:1 kemudian ditambahkan trichokompos sesuai dosis perlakuan. Bagian ujung bibit bawang merah diiris melintang selanjutnya ditanam dengan cara membenamkan sedalam 5 cm bagian bibit ke dalam media tanah. Data yang dianalisis meliputi pengamatan setiap minggu terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, dan diameter umbi serta pengamatan setelah panen terdiri dari bobot basah dan bobot kering umbi bawang merah. Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dianalisis dengan uji F, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan denganmelakukan Uji Beda Nyata Terkecil (5%). Trichokompos berpengaruh nyata terhadap bobot basah dan bobot kering umbi bawang merah. Bobot basah paling tinggi dihasilkan oleh perlakuan trichokompos 600 gram/polibag berbeda nyata dengan kontrol, trichokompos 100 gram/polibag dan 200 gram/polibag namun berbeda tidak nyata dengan perlakuan trichokompos 400 gram/polibag dan 500 gram/polibag.  Bobot kering paling tinggi dihasilkan perlakuan trichokompos 500 gram/polibag berbeda nyata dengan kontrol dan 100 gram/polibag namun tidak berbeda nyata dengan trichokompos 100 gram/polibag, 200 gram/polibag 300 gram/polibag, dan 400 gram/polibag. Kata Kunci: Bawang merah, Pupuk organik, Trichokompos
KANDUNGAN NUTRISI PAKAN TERNAK KELINCI New Zealand White BERSUMBER DARI BEBERAPA JENIS LIMBAH SAYURAN PASAR Maria Aditia Wahyuningrum
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.175 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.370

Abstract

Kelinci merupakan hewan ternak penghasil daging yang saat ini mulai digemari masyarakat. Kebutuhan akan protein yang bersumber dari hewan menjadi salah satu peluang peternakan kelinci semakin berkembang. Kelinci juga dapat dibudidayakan di wilayah perkotaan seperti di Jakarta. Selain itu yang menjadi daya tarik dari kelinci adalah tingkat produktivitas yang tinggi. Tentunya didukung dengan pakan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup kelinci. Pakan kelinci merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya produktivitas. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan produktivitas ternak terus dilakukan. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas pakan dengan mencari alternatif sumber pakan yang mudah didapat dan dengan harga terjangkau. Studi literatur ini ingin memberi gambaran beberapa jenis limbah sayuran pasar yang digunakan sebagai alternatif pakan kelinci. Limbah sayuran pasar yang digunakan dalam beberapa penelitian pakan kelinci antara lain wortel, putren, daun kembang kol, daun singkong, daun ubi jalar. Kandungan nilai gizi limbah sayuran pasar juga menjadi perhatian peneliti untuk terus mendapatkan komposisi ransum yang sesuai juga dapat menjadi solusi penanganan limbah sayuran pasar.Kata kunci: kelinci, limbah sayuran pasar, nilai gizi.
Pengembangan Kewirausahaan Pangan Lokal Kabupaten Bekasi Yeta Hendriwideta
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.928 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.352

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) Mengidentifikasi faktor-faktor kewirausahaan pada pelaku usaha pengadaan dan penggunaan pangan lokal; (2) Memberikan informasi tentang pengembangan kewirausahaan dalam pengadaan serta penggunaan pangan lokal; (3) Meningkatkan pengetahuan berwirausaha pelaku usaha pangan lokal dalam pengolahan dengan memprioritaskan nilai tambah; (4) Menyusun strategi pengembangan kewirausahaan pelaku usaha pangan lokal di Kabupaten Bekasi. Tahap penelitian terdiri atas: (1) Tahap Persiapan meliputi pengerahan tenaga ahli, studi literatur, kajian kebijakan, penyempurnaan desain penelitian, penyusunan alat-alat pengumpulan data dan desain survei; (2) Tahap survei dan kajian awal dimulai dengan pemilihan objek survei, yaitu pengusaha dan kegiatan usaha pangan lokal. Survey dilakukan untuk mendapatkan data sekunder sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur terhadap pelaku usaha pangan lokal dan tokoh kunci pengambil kebijakan usaha pangan lokal; (3) Analisis data yang meliputi: (a) Perkembangan unit usaha produksi makanan lokal atau kewirausahaan pada kelompok UMKM secara deskriptif; (b) Perkembangan sikap wirausaha dengan mengolah berbagai produk dari bahan baku lokal yang dianalisis secara deskriptif; (c) Pola penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pengolahan berbahan baku lokal menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis terhadap lingkungan internal usaha pangan lokal memperoleh nilai 0,10 sedangkan hasil analisis terhadap lingkungan eksternal usaha pangan lokal memperoleh nilai 0,12. Nilai tersebut masih berada pada titik yang memiliki peluang, walaupun relatif rendah. Posisi usaha pangan lokal berada dalam kuadran I, di mana terletak pada posisi peluang dan kekuatan. Strategi yang dapat diterapkan pada kondisi kewirausahaan pangan lokal yang berada pada Kuadran I adalah Strategi Agresif.  Pada Strategi Agresif ini diupayakan menggunakan kekuatan untuk menangkap peluang. Kata kunci: Kewirausahaan, Pangan lokal, Kabupaten Bekasi 
Pengaruh Volume Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Gaspar Hendra Mau Hayon; Ruswadi Muchtar; Luluk Syahr Banu
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.064 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.357

Abstract

Kebutuhan buah terung semakin hari semakin meningkat seirama dengan laju perkembangan penduduk. Namun kebutuhan buah terung sampai saat ini belum juga dapat diimbangi oleh laju perkembangan produksi budidaya dalam negeri, sehingga harus diimpor dari negara tetangga. Produksi buah terung secara nasional. Berkaitan dengan hal tersebut di atas dan memperhatikan kondisi daerah penelitian yang berlahan sempit serta belum ada ketentuan tentang volume media tanam atau jarak yang efektif untuk meningkatkan produksi tanaman terung. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ukuran polibag terhadap pertumbuhan dan produksi terung. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok(RAK). Dengan perlakuan tiga (3) yaitu P1 (perlakuan dengan diameter polibag 40 cm tinggi 40 cm), P2 (Perlakuan dengan diameter polibag 35 cm tinggi 40 cm) dan P3 (perlakuan dengan diameter polibag 30 cm tinggi 30 cm).Taraf volume media tanam masing-masing diulangi sebanyak enam (6) kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun, jumlah bunga, jumlah buah dan berat buah. Hasil data yang didapat dianalisis dengan ANOVA (Analisys Of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun dan panjang buah tetapi perlakuan dengan diameter polibag 40 cm tinggi 40 cm berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga, jumlah buah dan berat buah.Kata kunci: Ukuran polibag, Pertumbuhan, Produksi, Terung
Pengaruh Dosis Pupuk Kotoran Puyuh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Susi Silpanah Sumendap; Notarianto Notarianto; Ruswadi Muchtar
JURNAL PERTANIAN Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.706 KB) | DOI: 10.52643/jir.v10i1.353

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L) adalah salah satu sayuran buah yang banyak di konsumsi oleh masyarakat Indonesia karena nilai gizi mentimun cukup baik sebagai sumber mineral dan vitamin. Produksi komoditas mentimun dari tahun 2016 mengalami penurunan yang disebabkan beberapa hal seperti alih fungsi lahan pertanian, serangan hama dan penyakit serta kesuburan tanah yang menurun akibat ketergantungan petani pada pupuk kimia. Pupuk organik dapat menjadi solusi untuk memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produksi mentimun. Kotoran puyuh yang dijadikan pupuk organik yang baik diterapkan di dunia pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat dalam aplikasi pupuk organik dari  kotoran puyuh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan dosis pupuk organik kotoran puyuh dari mulai 0 gram/polibag, 50 gram/polibag, 100 gram/polibag, 200 gram/polibag, 400 gram/polibag dan 600 gram/polibag dengan ulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pada seluruh variabel pengamatan yang terdiri atas panjang batang, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah dan bobot buah. Aplikasi pupuk organik kotoran puyuh sebanyak 600 gram/tanaman memberikan hasil tertinggi pada variabel panjang batang sebesar 241,5 cm dan jumlah daun sebesar 33,75 helai, sedangkan dosis pupuk 400 gram/tanaman memberikan hasil tertinggi pada variabel jumlah bunga 27,25, jumlah buah sebesar 20,25 dan bobot buah sebesar 4429,25 gram. Kata kunci: Pupuk organik, Kotoran puyuh, Mentimun

Page 6 of 22 | Total Record : 213