cover
Contact Name
Andri Permana Wicaksono
Contact Email
jurkes@polije.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkes@polije.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 25795783     EISSN : 23545852     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan merupakan media interdisipliner sebagai media komunikasi penyebarluasan informasi hasil penelitian dan ulasan di bidang kesehatan. Ruang lingkupnya meliputi bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Epidemiologi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Manajemen Pelayanan Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Analisis Faktor Risiko Kejadian Perdarahan Post PartumPada Ibu Hamil Anemia Di Puskesmas Karang Duren Kabupaten Jember Selama Tahun 2012 – 2016 Fikhy Rizky H; Arisanty Nursetia Restuti; Rossalina Adi Wijayanti; Adhiningsih Yulianti
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 3 (2017): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i3.55

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum adalah partus lama, paritas, peregangan uterus yang berlebihan, oksitosin drip, anemia, dan persalinan dengan tindakan.  Ibu hamil yang mengalami anemia (Hb < 11 gr/dl) akan dengan cepat terganggu kondisinya bila terjadi kehilangan darah saat persalinan meskipun hanya sedikit. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya faktor risiko kejadian perdarahan post partum  pada ibu hamil anemia di Puskesmas Karang Duren Kabupaten Jember selama tahun 2012 – 2016. Penelitian dilaksanakan selama bulan Januari – Mei 2017di wilayah kerja puskesmas Karang Duren. Metode penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian berjumlah 94 ibu hamil terbagi dalam 5 desa di wilayah Kecamatan Karang Duren Kabupaten Jember. Teknik pengambilan subjek menggunakan propotional random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah status anemia (independen) dan kejadian Perdarahan Post Partum (dependen).  Penelitian ini mengolah data sekunder yang dimiliki puskesmas Karang Duren Kabupaten Jember selama Tahun 2012 – 2016. Analisis statistik menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menujukkan Perdarahan postpartum lebih banyak didapatkan pada subjek yang mengalami anemia (80,43%), sedangkan subjek yang tidak anemia lebih sedikit mengalami perdarahan postpartum (19,57%). Terdapat hubungan antara status anemia  pada ibu hamil dengan kejadian perdarahan post partum, hal ini ditunjukkan dengan nilai p value = 0,005. Analisis Risiko kejadian perdarahan post partum pada ibu hamil dengan status anemia 15.62 x lebih besar dari pada ibu hamil yang tidak anemia.Kata Kunci: Ibu hamil, anemia, perdarahan post partum.
Pengaruh Ibu Bersalin Dengan Preeklamsia Terhadap Kejadian Resiko Tinggi Pada Bayi Baru Lahir Di RSD Dr. Soebandi Jember Tahun 2017 Eni Subiastutik; Syiska Atik Maryanti; Shofiyatul Hafiyah
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2019): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v7i1.70

Abstract

Preeklamsia merupakan penyebab nomor dua angka kematian ibu di Indonesia yang mana akan menyebabkan kejadian resiko tingi pada bayi yaitu asfiksia, berat badan lahir rendah (BBLR), intrauterin growth retriction (IUGR), dan intrauterin fetal deat (IUFD) karena adanya spasmus arteriola sehingga menurunnya aliran darah ke plasenta yang mengakibatkan penurunan oksigenasi dan nutrisi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ibu bersalin dengan preeklamsia terhadap kejadian resiko tinggi pada bayi baru lahir di RSD dr Soebandi tahun 2017. Desain penelitian analitik dinamika korelasi dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 105 responden menggunakan data sekunder  rekam medik RSD dr. Soebandi Jember bulan Januari – Desember 2017 dan dianalisa dengan chi-square, KK, dan korelasi lambda. Analisis penelitian didapatkan pada asfiksia dengan nilai sig 2 sided = 0,003 < α (0,05) dan KK 0,280 pada BBLR didapatkan sig 2 sided = 0,022 < α (0,05) dan KK 0,218 , sedangkan IUGR didapatkan nilai λ hitung sebesar 0,000 < 3,841, dan IUFD didapatkan nilai λ hitung sebesar 0,000 < 3,841. Kesimpulan terdapat hubungan dengan korelasi yang rendah atau lemah tapi pasti yaitu ibu bersalin dengan preeklamsia dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia. Diharapkan  bagi bidan untuk melakukaan deteksi dini guna untuk menentukan adanya komplikasi pada ibu hamil sehingga dapat ditangani secara cepat.
Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Pemenuhan Tidur Pada Pasien Preoperatif di RSU Dr. H. Koesnadi Fitriana Putri
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i2.51

Abstract

Fase preoperatif merupakan salah satu kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan, khususnya pasien dengan pembedahan elektif. Perasaan cemas membuat seseorang sulit tidur, sering terbangun tengah malam, dan mengalami perubahan siklus tidur, sehingga kebutuhan tidur tidak terpenuhi. Salah satu terapi non-farmakologi agar kebutuhan tidur terpenuhi ialah rendam kaki menggunakan air hangat. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap pemenuhan kebutuhan tidur pada pasien preoperatif di Ruang Dahlia RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Desain penelitian yang digunakan ialah Pretest-Postest With Control Group Design. Jumlah populasi 28 pasien dan sampel pada penelitian ini diambil keseluruhan dari populasi yaitu 28 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil uji statistik menggunakan Mann Whitney dengan α=0,05 didapatkan nilai p value 0,003, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap pemenuhan kebutuhan tidur pada Pasien Preoperatif di Ruang Dahlia RSU Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini direkomendasikan kepada perawat untuk dapat menerapkan rendam kaki dengan air hangat sebagai bagian dari rangkaian perawatan preoperatif dalam memenuhi kebutuhan tidur pasien preoperatif agar tubuh tetap berfungsi dengan baik dalam persiapan menghadapi pembedahan. Kata Kunci: Rendam kaki, Kebutuhan tidur, Preoperatif
Determinan Praktik SADARI pada Mahasiswi Fakultas Non Kesehatan di Universitas Jember (Determinant of Breast Self-Examination Practice in Non-Health Faculty Students At Jember University) Fifian Lula; Pudjo Wahjudi; Irma Prasetyowati
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i2.12

Abstract

AbstractBSE practice is a breast examination performed by women to detect breast cancer lumps. This disease occupies the highest percentage of cases of other cancers and the highest percentage of deaths in women in the world. Breast cancer can be detected by prevention, one of which is breast self-examination (BSE). The tendency of women in early breast cancer detection with BSE is still low, even in 2015 non-health faculty students at the University of Jember. Many studies state that non-health faculty students are mostly rare and never practice BSE. This study aims to analyze the relationship of knowledge, attitudes, sources of information, peer support and anxiety about BSE practices in 2015 college students at the University of Jember. This type of study is analytic with cross sectional approach. The study was conducted on 227 respondents. The sampling technique is proportional random sampling. The results showed that there was a correlation between knowledge, attitudes, sources of information, peer support and the level of anxiety about BSE practices. After the logistic regression test, it showed that the knowledge most related to BSE practice was p-value 0.083. Keywords: Breast cancer, non-health faculty students, BSE practice 
Perilaku Pekerja dan Dampak Penambangan Batu Piring Terhadap Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Prehatin Trirahayu Ningrum; Khoiron Khoiron; Rahayu Sri Pujiati
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i1.27

Abstract

A plate stone mining is one of the mining activities in the district of  Jember.This mining is becoming a major commodity for competing in foreign markets (exports).  A plate stone that has been processed then utilized to furniture, tables, chairs, decorate walls, and  fences. plate Stone is widely used in Japan for house building because it is considered strong and safe from earthquake. The purpose of this study was to determine how the impact of plate stone mining on the environment and public health. This research was a quantitatif descriptive and the population of this study were all stone miners for sample of 33 respondents. Sampling was carried out by using a purposive sampling technique. Variabel studied are the Characteristics of respondents, the Habit ofusing of Personal Protective Equipment, the continuity of the use of masks, working period, work duration, plate stone processing  and on an environment impact.  The Results of this study was the number of sex workers male 51.5% and female of 48.5%. As for the age of majority aged between 31-40 years, working period <5 years of 57% with work duration <8 hours /days of the 93%. The process of manually plate stone processing and the impact of mining is changing the of nature. Suggestion of this research is the need for a supervision of government agencies that deal with health and safety.
Analisis perkembangan motorik kasar ditinjau dari status gizi berdasarkan WHO di TK Bayangkara Polres Jember indah muflihatin; Galih Purnasari; Selvia Swari
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i1.41

Abstract

Status gizi pada balita atau anak usia dini merupakan hal yang sangat penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua, oleh karena itu sangat diperlukan perhatian yang lebih dalam terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di usia dini. Masa anak di usia dini merupakan masa emas oleh karena diharapkan pada masa ini jangan sampai anak mengalami status gizi yang tidak baik karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan pada anak. NCHS merupakan standart dari WHO yang bisa digunakan untuk menilai status gizi pada anak. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh status gizi berdasarkan WHO NCHS terhadap perkembangan motorik kasar. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, dengan sampel sebesar 30 PUS yang diambil dengan tehnik samling. Pengambilan data dilakukan bulan Agustus – November 2017. Data dianalisis dengan menggunakan analisis chi square. Hasil uji statistik Somers’d menunjukkan bahwa nilai a = 0,014 < a (0,05) artinya status gizi memiliki asosiasi yang signifikan dengan perkembangan motorik kasar. Selanjutnya, hasil analisis dan kesimpulan penelitian merupakan dasar dalam pemecahan masalah kesehatan. Rekomendasi diberikan berdasarkan hasil penelitian sebagai upaya untuk meningkatkan status gizi pada anak sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kata Kunci: motorik kasar, status gizi.
Pengaruh Suplementasi Zinc terhadap Waktu Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Nifas Jamhariyah Jamhariyah
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (2017): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i2.53

Abstract

Zinc is a major mineral that the body needs during wound healing. Zinc supplementationhas been widely used as a major component for burns, diaperash due to lessions and other conditions. Perineal wound healing period in the normal puerperal women are 6-7 days. The purpose of this study was to determine the effect of Zinc supplementation on wound healing time of the perineum in the region Arjasa Public Health Center in 2015. The research method uses quasie experimental design with the design of the control group post test only. Its population is experiencing post partum mothers spontaneous rupture in the work area as much as 28 post partum mothers in Arjasa Public Health Center. Sampling was done by accidental sampling technique. The sample consisted of 26 post partum women who experienced spontaneous rupture. Of this sample there are 23 postpartum women were given supplements of Zinc and 23 postpartum women were not given zinc supplements. Results of data analysis using independent test two sample t-test obtained uncorrelated t count is greater thant t table (5.377>2.063), meaning that Ho is rejected. This shows there are influence of Zinc supplementation on perineal wound healing time in postpartum mother. Based on the results of this study, Zinc was instrumental in the proliferatife phase constriction of blood vessels and accelerate the formation of new networks of fibrin fibers that time faster wound healing.  Keywords : Zinc supplementation, perineal wound healing time
Tingkat Pengetahuan Kader Tentang Deteksi Dini Resiko Tinggi Ibu Hamil Dengan Perilaku Melapor Pada Tenaga Kesehatan Yuniasih Purwaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i3.60

Abstract

Kehamilan dan persalinan merupakan proses alami, tetapi perlu perawatan diri yang khusus agar ibu dan janin dalam keadaan sehat. karena itu kehamilan yang normalpun mempunyai resiko, namun tidak secara langsung meningkatkan resiko kematian ibu. Keadaan tersebut dinamakan faktor resiko.Pada tahun 2016 deteksi dini resiko tinggi ibu hamil oleh kader di Kabupaten Bondowoso mencapai 7,99 % dari target yang ada 10 %, sedangkan data yang diperoleh dari Puskesmas Wringin dengan jumlah kader 220 orang dan jumlah ibu hamil 625 selama kurun waktu 1 tahun (2016) pencapaian deteksi dini resiko tinggi ibu hamil 2,3 %. Maka dilakukan penelitian hubungan tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini resiko tinggi ibu hamil dengan perilaku melapor pada tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2017.Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan populasi menggunakan cross sectional 220 sample 65 kader, dengan mengunakan sample wilayah atau area probability sample. Untuk mengukur tingkat pengetahuan dengan mengunakan kuisioner dengan katagori, baik, cukup, kurang dan perilaku melapor pada tenaga kesehatan dengan menggunakan lembar tulis dengan kategori melapor, sebagian melapor, tidak melapor. Kemudian data diolah dengan uji statistik Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader tentang deteksi dini resiko tinggi kehamilan dengan kreteria baik 31 orang (48 %), kriteria cukup 34 orang (52 %) kriteria kurang 0 (0 %). Perilaku melapor pada tenaga kesehatan 49 orang (75 %) melaporkan semua kejadian 16 orang (25 %) melaporkan sebagian. Uji statistik dengan taraf signifikansi 0,05 di dapatkan hasil X2 hitung 3.790.899. Sedangkan X2 tabel chi square sebesar 3.481 maka ho ditolak dan ha diterima. Ada hubungan pengetahuan kader tentang deteksi dini resiko tinggi ibu hamil dengan perilaku melapor dengan kekuatan hubungan 0,234749.Dari hasil penelitian berdasarkan jawaban dan perilaku melapor bahwa pengetahuan kader berpengaruh secara signifikansi (rendah/lemah tapi pasti) terhadap perilaku kader dalam melaporkan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil. Untuk itu perlu di pertahankan dan di tingkatkan lagi sehingga tidak ada ibu hamil resiko tinggi yang tidak terdeteksi. Kata kunci :  Pengetahuan, Kader Melapor, Deteksi Dini Resiko Tinggi Ibu Hamil
Perancangan Aplikasi Penentu Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Secara Dini Berbasis Web Feby Erawantini; Sustin Farlinda; Retno Ayu Wulandari
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v5i1.48

Abstract

Diabetes mellitus atau penyakit gula merupakan  satu  penyakit kronis yang disebabkan berkurangnya produksi insulin dari pankrease maupun insulin yang dihasilkan tidak efektif dalam  mengurangi kadar gula darah. Dari seluruh jenis penyakit diabetes kejadian yang paling banyak adalah kasus DM tipe 2  yang disebabkan oleh faktor utama kegemukan serta pola hidup yang tidak sehat. Penyakit dengan prevalensi yang tinggi ini tidak dapat diobati secara tuntas, tetapi dapat dicegah atau.dikontrol supaya tidak menjadi kronik.  Penelitian ini bertujuan untuk Merancang Aplikasi Penentu Faktor Risiko Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Secara Dini Berbasis Web  Di Kabupaten Bondowoso. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan jumlah penderita DM tipe 2 di Kabupaten Bondowoso dapat dideteksi secara dini agar tidak memasuki tahap kronis. Aplikasi ini menggunakan pemrograman berbasis web. Penderita diabetes melitus di indonesia setiap tahun bertambah seiring dengan pola hidup masyarakat yang cenderung mengikuti orang barat, begitupun di Kabupaten Bondowoso sendiri juga mengalami peningkatan di 3 tahun terakhir ini.
Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Ibu Hamil Trimester III Melakukan Antenatal Care K4 Lia Fitria
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v6i2.63

Abstract

Antenatal Care (ANC) is one of the supporting factors to reduce maternal mortality. The maternal mortality rate in Indonesia reaches 228 / 100,000 and the target to be achieved in the Millennium Development Goals (MDGs), which is equal to 110 per 100,000 live births. This study aims to analyze the factors associated with the low coverage of Antenatal Care K4. The research design in this study is a survey. The population in this study were all Trimester III pregnant women in Sumberejo Village by using purposive sampling. The data that has been obtained is analyzed using multiple logistic regression tests. Data that has been obtained from the assessment was analyzed using multiple logistic regression statistical tests. In the knowledge factor, the value of p = 0.541, while the distance factor for pregnant women to health workers is p = 0.019. Based on the results of the above analysis, it can be concluded that the knowledge factor Ho is accepted, meaning that there is no influence of knowledge factors on third trimester pregnant women doing Antenatal Care K4, while the distance factor for pregnant women Ho is rejected, meaning that there are influences of perception factors and distance of pregnant women to health workers against Antenatal Care K4. It is hoped that the results of this study can be useful especially for health workers to improve Antenatal Care K4 as a means of early detection of a complication of pregnancy or childbirth.

Page 3 of 19 | Total Record : 183