cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
ANALISIS SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH KELURAHAN PLAJU DARAT DENGAN METODE HARDY CROSS Yunan Hamdan; Reini Silvia Ilmiaty
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.664 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.178

Abstract

Jalan Talang Petai merupakan daerah atau jalan yang ada di Kelurahan Plaju Darat dengan luasan ± 115 Ha dengan jumlah penduduk ± 4528 jiwa pada tahun 2019. Daerah Jalan Talang Petai merupakan daerah/kawasan yang cukup berkembang, baik berkembang dalam pertumbuhan jumlah penduduk serta sarana dan prasarana yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan demikian meningkat pula kebutuhan akan air bersih, namun dalam penyediaan air bersih yang ada sekarang masih kurang terlayani dengan baik. Untuk itu diperlukan adanya perencanaan tentang sistem jaringan distribusi air bersih, yang bertujuan mengetahui berapa besar debit air yang harus dialiri pada wilayah tersebut, sehingga kebutuhan air bersihnya terpenuhi secara merata. Dari hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk terlayani di daerah Jalan Talang Petai diperoleh 5.319 jiwa pada tahun 2030. Total debit kebutuhan air bersih tahun 2020 sebesar 7,7499 liter/detik dan total debit pada tahun 2030 sebesar 10,1959 liter/detik. Dengan demikian perlu dilakukan penambahan debit sebesar 2,446 liter/detik untuk mencapai kebutuhan air bersih sampai tahun 2030, serta juga dibutuhkan tekanan air pada jaringan awal pipa yang masuk ke Jalan Talang Petai agar maksimal adalah 1,1 atm sehingga tekanan air di ujung pengaliran terjauh masih diatas standar minimal Kata Kunci : Jaringan Distribusi Air, Metode Hardy Cross
ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK REVITALISASI DAN PERLUASAN DEPO KONTAINER DI PT. BHANDA GHARA REKSA DRIVE IV PALEMBANG) feri yuliansyah; Dwi Arneta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.04 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.144

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan proyek konstruksi untuk mengurangi potensi kecelakaan kerja, dan meminimalisasi resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan fasilitas K3, menganalisa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat penerapan K3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara observasi dan penyebaran kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan berasal dari Peratutan Menteri PU No. 9 Tahun 2008 tentang pedoman SMK3 Konstruksi bidang pekerjaan umum. Hasil dari penelitian adalah ketersedian APD dan Fasilitas K3 pada proyek Revitalisasi Dan Perluasan Depo Kontainer di PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) Divisi Regional IV Palembang sebesar 87,5% , sedangkan untuk pelaksanaan SMK3 sebesar 74,01%. Tidak disediakannya APD bagi pekerja dan kurangnya kepedulian dari para pekerja untuk menggunakan APD dengan baik menjadi faktor utama penghambat penerapan SMK3.
ANALISA JARAK LINDUNG LIGHTING ARRESTER TERHADAP TRANSFORMATOR DAYA 20 MVA GARDU INDUK SUNGAI JUARO PALEMBANG Abdul Azis; H. alimin Nurdin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.057 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.134

Abstract

Lighting arrester merupakan alat proteksi untuk melindungi Transformator Daya 20 MVA pada Gardu Induk Sungai Juaro terhadap surja petir maupun surja hubung. Jarak maksimum lighting arrester sangat mempengaruhi kinerja dari lighting arrester tersebut dalam melindungi peralatan. Penelitian ini menggunakan metode Diagram Tangga atau Lattice Diagram sehingga dapat diketahui gelombang yang bila mengenai suatu titik peralihan, akan menimbulkan gelombang-gelombang baru sebagai hasil dari pantulan dan terusan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa jarak lighting arrester terhadap Transformator Daya 20 MVA yang terpasang adalah 7 m, sedangkan dari hasil perhitungan adalah 5,7812 m. Saluran transmisi pada Gardu Induk Sungai Juaro Palembang adalah transmisi sirkit ganda, dan berdasarkan SPLN 7: 1978 bahwa untuk sistem 66 kV dengan transmisi sirkit ganda jarak antara penangkap petir dengan transformator tidak melebihi 34 m. Berarti jarak lighting arrester terhadap Transformator Daya 20 MVA masih berada dalam batasan yang telah ditetapkan oleh PT PLN. Kenaikan tegangan yang terjadi pada transformator masih berada dibawah BIL, dengan demikian dapat ditentukan bahwa peralatan masih dapat terlindungi oleh lighting arrester karena pemasangan masih dibawah harga maksimum atau belum melebihi standar BIL. Kata Kunci: Jarak, Lindung, Arrester
PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN POLARITAS TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS PADA BAJA ASTM A36 siswanto siswanto; Asmadi Asmadi; Siti Zahara Nuryanti; Yeny Pusvyta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.605 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ampere dan polaritas pengelasan terhadap kekuatan tarik dan kekerasan las SMAW dengan dengan elektroda E6013 diameter 3.2 mm. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25 %, Mn = 0,4% Si = 0,4 %, Cr = 0,16 %, Ni = 0,3 %, Mo = 0,17 %, V = 0,17 %. Arus yang dipakai sebesar 100 A, 120 A dan 140 A serta polaritas DCEP dan DCEN. dengan menggunakan las SMAW AC/DC. DCEP yaitu polaritas terbalik, pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub positif dan logam induk dihubungkan dengan kutub negatif sedangkan DCEN yaitu polaritas searah, pemegang elektroda dihubungkan dengan kutub negatif dan logam induk dihubungkan dengan kutub positif. Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60o. Spesimen dilakukan pengujian tarik dan kekerasan. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada pengelasan arus 100 A polaritas DCEP yaitu sebesar 48,75 kgf/mm2 dan terendah pada arus 140 A polaritas DCEN yaitu sebesar 43,11 kgf/mm2. Tingkat kekerasan tertinggi di logam las terjadi pada pengelasan arus 100 A DCEN yaitu sebesar 264,1 HV, dan terendah terjadi pada pengelasan arus 140 A DCEP yaitu sebesar 226,2 HV, Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan variasi arus dan polaritas pengelasan dapat terjadi perubahan nilai kekerasan dan kekuatan tariknya Kata kunci: Kuat Arus, polaritas, pengelasan SMAW, kekuatan tarik, kekerasan, Baja ASTM A36
PERBANDINGAN GAYA GESEK FLUIDA/STOKES ANTARA PELUMAS BARU DAN PELUMAS BEKAS Elina Sandra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.039 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.182

Abstract

Konsep mekanika fluida adalah konsep yang membahas gerak atau aliran zat cair dan zat gas. Dalam dunia permesinan, fluida dan mekanikanya memiliki peran yang cukup dibilang penting dan sangat krusial. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan perbedaan gaya gesek suatu fluida berjenis pelumas mesin baru dalam kemasan dengan yang sudah dipakai. Prosedur dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahap adalah sebagai berikut Persiapan Penelitian dan Pengujian. Lokasi Penelitian dilakukan di Laboratorium Konversi Energi Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Taman siswa Palembang. Variabel yang dipakai pada penelitian kali ini adalah jenis oli yang digunakan, yaitu 10W-30 merek AHM OIL MPX1 untuk oli baru dan oli bekas. Variasi beban bola dengan diameter 7 (tujuh), 9 (Sembilan) dan 20 (duapuluh) mm. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpuklan semakin besar sebuah beban yang dijatuhkan ke dalam suatu fluida akan berbanding lurus pula gaya gesek yang dialami oleh benda/beban tersebut. Pada variabel jenis pelumas pada penelitian ini, bahwa gaya gesek yang terjadi pada sebuah beban yang bergerak di dalam pelumas baru yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan pelumas bekas.
PENENTUAN KURVA RESPON SPEKTRA GEMPA KOTA PALEMBANG MENGGUNAKAN FUNCTION TYPE IBC 2006 PADA SAP2000 DENGAN PARAMETER GEMPA DARI “PETA SUMBER DAN BAHAYA GEMPA TAHUN 2017” sapta sapta; Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.71 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.155

Abstract

Pada tulisan ini penulis akan membuat dan meninjau kurva respon spektra percepatan gempa dipermukaan tanah di wilayah kota Palembang menggunakan data percepatan respon spektra terpetakan periode pendek (Ss) dan periode 1,0 detik (S1) yang terdapat pada “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Tahun 2017” dengan menggunakan program analisa struktur SAP2000 dengan menggunakan pilihan Function Type IBC 2006 (salah satu template pada SAP2000). Pemilihan Function Type IBC 2006 dengan pertimbangan merupakan salah peraturan yang ada pada program SAP2000 hanya menginput data Ss dan S1 dalam membuat kurva percepatan respon spektrum. Dari hasil analisa dan pembahasan yang dilakukan didapatkan bahwa penggunaan program SAP2000 dalam pembuatan kurva percepatan respon dengan menggunakan data percepatan respon spektra periode pendek (Ss= 0,2861.g) dan periode 1 detik (S1= 0,252.g) didapatkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan menggunakan Aplikasi Online RSA 2019, dimana terlihat rasio (perbandingan hasil SAP2000 terhadap RSA 2019) respon spektra disain periode 0,2 detik (SDS) untuk tanah keras, sedang, dan lunak secara berturut-turut adalah sebesar 0,916, 0,999 dan 1,034 sedangkan untuk respon spektra disain periode 1,0 detik (SD1) rasionya adalah sebesar 1,040, 0,910 dan 0,986. Maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa kurva percepatan respon spektra yang dihasilkan dengan menggunakan program SAP2000 berdasarkan Function Type IBC 2006 menghasilkan nilai selisih percepatan respon spektra kurang dari 1,0% (dengan Rasio minimum > 0,90). Kondisi ini menunjukan penggunaan nilai Ss dan S1 khususnya untuk wilayah kota Palembang masih dapat digunakan dalam penentuan kurva respon spektrum pada program SAP2000 menggunakan Function Type IBC 2006. Kata kunci: SAP2000, Percepatan Respon Spektra, Rasio
KAJI EKSPERIMEN PENGARUH INSTALASI POMPA SENTRIFUGAL SUSUNAN TUNGGAL, SERI, DAN PARALEL TERHADAP HEAD TOTAL, DAYA MOTOR DAN EFISIENSI Dimar Ardi K; ratih diah andayani; Siti Zahara Nuryanti; Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.516 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.195

Abstract

Pompa berfungsi untuk memindahkan/mengalirkan fluida cair dari suatu tempat ke tempat yang diinginkan. Pompa yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis sentrifugal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dan menganalisa kurva karakteristik pompa sentrifugal dengan rangkaian tunggal, paralel, dan seri. Parameter performansi pompa meliputi: Head total berbandingterbalik dengan debit aliran. Pengujian dilakukan pada susunan tunggal, seri, dan tunggal dengan memvariasikan putaran motor listrik yaitu: 2000 Rpm, 2250 Rpm, dan 2500 Rpm. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa efisiensi, head total dan daya motor berbanding terbalik dengan debit aliran. Head terbesar terjadi pada susunan seri yaitu 81.54 m pada debit 0 L/min dan putaran mesin 2500 rpm. Head terendah sebesar 0,61 m terjadi pada susunan paralel pada debit 331,9 L/men. dan putaran mesin 2000 rpm. Daya motor terbesar terjadi pada susunan paralel yaitu sebesar 724.6 watt pada debit 0 L/min. Efisiensi penggunaan daya listrik tertinggi terjadi pada instalasi pompa seri yaitu sebesar 28.31% pada putaran mesin 2500 rpm, sedangkan efisiensi penggunaan daya listrik terendah pada susunan pompa paralel yaitu 2,02% pada putaran 2000 rpm dan efisiensi penggunaan daya listrik pada pompa susunan tunggal terendah adalah 1,37 % pada putaran 2000 rpm. Kata Kunci: Pompa Sentrifugal Susunan Tunggal, Seri dan Paralel, Kurva karateristik, Head total, Daya motor, Efisiensi
ANALISA SISTEM SALURAN DRAINASE TAMBANG BATUBARA DI LOKASI Pit-3 TANJUNG ENIM DENGAN PROGRAM HECRAS 4.10 Yunan Hamdan; Reini Silvia Ilmiaty
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.114 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.197

Abstract

Genangan air tidak hanya dialami oleh kawasan perkotaan yang terletak di dataran rendah saja, bahkan dialami kawasan yang terletak didataran tinggi. Banjir atau genangan di suatu kawasan terjadi apabila sistem yang berfungsi untuk menampung genangan itu tidak mampu menampung debit yang mengalir, hal ini akibat dari tiga kemungkinan yang terjadi yaitu: kapasitas sistem yang menurun, debit aliran air yang meningkat, atau kombinasi dari kedua-duanya, yang apabila tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada lokasi kerja serta kerusakan pada badan jalan, sehingga dengan adanya permasalahan itulah perlu untuk menganalisis kembali perhitungan keandalan sistem saluran drainase tambang batu bara di Tanjung Enim, dengan menggunakan program HECRAS 4,10. Dari hasil analisis didapatkan bahwa sistem saluran pada saluran drainase air bekas tambang batubara Pit-3 Tanjung Enim mulai dari profil penampang (P-1) sampai dengan (P-10) masih aman atau kondisi stabil (tidak melimpas) yang artinya tidak terjadi over flow pada saluran. Perhitungan dilakukan untuk kala ulang 5 tahun dengan debit banjir rencana sebesar 41,36 m3/det dan R24 sebesar 619,77 mm serta I sebesar 454,81 mm/jam. Kata Kunci: Sistem Drainase Tambang, Program HECRAS 4.10
ANALISA PERBANDINGAN LAS TIG DAN LAS SMAW TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN STAINLESS STEEL 304 Noviansyah Noviansyah; Reny Afriany; Asmadi Asmadi; Tarmizi Husni
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.312 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.193

Abstract

Stainless Steel (baja tahan karat) adalah salah satu logam ferro yang banyak digunakan dalam dunia teknik, seperti untuk peralatan proses dalam industri makanan dan kimia, peralatan bedah, mesin perkakas, dan lain-lain. Salah satu jenis Stainless Steel yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah Stainless Steel 304. Stainless Steel 304 dapat dilas dengan metode las SMAW, TIG dan SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode las TIG dan SMAW terhadap kekuatan tarik dan kekerasan Stainless Steel 304. Pengelasan SS 304 dengan metode las TIG dan SMAW pada penelitian ini menggunakan tipe sambungan butt joint dengan bentuk kampuh V. Kualitas pengelasan secara visual dilihat dari uji penetran, sedangkan pengujian sifat mekanik meliputi uji tarik dan uji kekerasan vickers. Hasil dari uji penetran pada daerah las, untuk kedua metoda las tersebut tidak menampakkan adanya cacat pada bagian permukaan luar, sehingga dapat dikatakan dengan prosedur las yang benar, metoda las TIG dan SMAW dapat memberikan hasil las yang baik pada Stainless Steel 304. Pada pengujian tarik, kekuatan tarik tertinggi terdapat pada pengelasan TIG dengan rata-rata nilai tegangan sebesar 75,5 kgf/mm2. Sedangkan pada pengelasan SMAW dengan rata-rata nilai tegangan sebesar 33,5 kgf/mm2. Pada pengujian kekerasan, nilai tertinggi terdapat pada pengelasan TIG dengan nilai kekerasan rata-rata sebesar 242,13 VHN, sedangkan pada pengelasan SMAW sebesar 210,75 VHN. Kata kunci: Stainless Steel 304, Las TIG, Las SMAW, Kekuatan Tarik, Kekerasan
EVALUASI SISTEM PENERANGAN DI LAPANGAN BULU TANGKIS KAMPUS B UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Muhammad Sutrisno; Nita Nurdiana; Yudi Irwansi; M. Saleh Al Amin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.503 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.183

Abstract

Lapangan bulu tangkis indoor Kampus B Universitas PGRI Palembang merupakan lapangan bulu tangkis yang di manfaatkan oleh mahasiswa program studi FKIP Olahraga untuk melakukan pratikum juga bisa di manfaatkan untuk siswa-siswi SMA PGRI. Pada lapangan bulu tangkis indoor sangat dibutuhkan lampu penerangan, agar pemain dapat bermain dengan baik. Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis, hal ini berguna untuk menunjang kenyamanan dalam beraktivitas dan keselamatan jika terjadi keadaan darurat. Pencahayaan olahraga dibagi menjadi dua jenis yaitu pencahayaan alami dengan memanfaatkan sinar matahari dan pencahayaan buatan yang menggunakan cahaya buatan yaitu lampu. Di dalam perancangan pencahayaan buatan di lapangan bulu tangkis di butuhkan pencahayaan yang baik dan sesuai dengan standar pencahayaan yaitu 200-400 lux. Berdasarkan analisa hasil perhitungan lampu dilapangan bulu tangkis di kampus B Universitas PGRI Palembang dimana lapangan tersebut menggunakan lampu TL 40 Watt dengan lumen sebesar 3000. Pada saat semua lampu dinyalakan tidak ada satu titik pun yang mendekati nilai standar pencahayaan lapangan bulu tangkis. Kata kunci : Pencahayaan, Intensitas Cahaya, Evaluasi Sistem Penerangan