cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
PENILAIAN KINERJA DAERAH IRIGASI RAWA KARANG AGUNG HILIR KECAMATAN KARANG AGUNG HILIR KABUPATEN BANYUASIN Amelia Rajela; Robi Sahbar
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.888 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.175

Abstract

Penilaian kinerja jaringan reklamasi rawa bertujuan untuk memberikan gambaran umum kemampuan kerja jaringan irigasi reklamasi rawa berdasarkan kondisi fisik dan fungsinya dalam mengatur tata air atau pengelolan air pada suatu daerah reklamasi rawa atau satu jaringan primer. Penilaian kinerja jaringan reklamasi rawa ditetapkan berdasarkan hasil penilaian kinerja saluran dan bangunan air serta tanggul pelindung. Penilaian Kinerja Jaringan Irigasi Rawa di laksanakan dengan tahapan: inventarisasi data dan indentifikasi jaringan irigasi, penilaian kondisi saluran, penilaian kondisi bangunan air dan penilaian kondisi saluran dan bangunan air jaringan irigasi rawa Iilir. Hasil Penilaian kinerja jaringan irigasi DIR Karang Agung Hilir Kec. Karang Agung Hilir studi kasus Blok Primer1, Primer 3, Primer 7 dan Primer 8 adalah: nilai Indeks saluran = 1,69; nilai kondisi fungsi saluran = 57,84%; nilai Indeks bangunan= 2,31; nilai kondisi fungsi bangunan= 38,72%; nilai keterkaitan Indeks saluran dan bangunan= 1,79 dan keterkaitan nilai kondisi fungsi saluran dan bangunan= 55,31%; dengan rekomendasi tindakan yaitu pemeliharaan berkala Kata Kunci: Penilaian Kinerja Jaringan Irigasi, nilai indeks saluran, nilai kondisi fungsi saluran, nilai indeks bangunan air, nilai kondisi fungsi bangunan, pemeliharaan berkala.
KAJI EKSPERIMEN PENGARUH LAPISAN KEKASARAN PERMUKAAN PIPA TERHADAP HEAD LOSS PADA PIPA PVC BERDIAMETER Ø 22 mm PANJANG 80 cm Rama Candra; Siti Zahara Nuryanti; ratih diah andayani; Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.418 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.149

Abstract

Aliran fluida pada permukaan didalam pipa yang mempunyai lapisan kekasaran yang berbeda dapat mengalami aliran laminer dan turbulen, yang dapat dilihat dari bilangan Reynold. Kecepatan aliran fluida dapat diketahui dengan mengatur bukaan katub. Setiap pipa diuji dengan air murni pada temperatur 30. Pengujian ini dilakukan dengan alat percobaan yang dipakai adalah pipa PVC silinder yang berdiameter dengan fluida air menggunakan tujuh jenis kekasaran dalam pipa yang berbeda yaitu, pipa tanpa lapisan tambahan, pipa dilapisi pasir halus, pipa dilapisi pasir kasar, pipa dibintik lubang, pipa dilapisi daun talas, pipa dilapisi pecahan batu bata, dan pipa dilapisi serat kayu, penelitian ini dilakukan untuk menkaji kekasaran permukaan dalam pipa terhadap perubahan Head Loss. Hasil Pada percobaan bahwa kekasaran permukaan pipa mempengaruhi nilai Bilangan Reynold dan Head Loss, semakin kasar permukaan pipa, Bilangan Reynold dan head loss cenderung meningkat., Dari ketujuh kekasaran tersebut maka pipa yang dilapisi pecahan batu bata yang memiliki nilai head loss yang paling tinggi yakni 0,995m dibanding dengan ke enam kekasaran lainya dikarenakan nilai kekasaran pecahan batu bata paling besar yakni Ꜫ/D= 0,1, dan nilai Head loss yang paling rendah didapat pada pipa yang dilapisi dengan daunt alas yakni ∆h= 0,196m pada Bilangan Reynold 35622,7. Kata kunci: Aliran turbulen, kekasaran permukaan, bilangan Reynold, Head loss
KAJIAN PEMANFAATAN CONBLOCK BERBAHAN DASAR SISA LIMBAH KARET Henggar Risa Destania; Achmad Syarifudin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.13 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.133

Abstract

Pada satu sisi pertumbuhan industri diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, namun disisi lain perumbuhan industri dapat menimbulkan masalah yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Sebagian besar limbah karet tersebut belum dimanfaatkan dan diperlukan penanganan, agar tidak menimbulkan masalah apabila dibuang begitu saja sehingga mencemari lingkungan yang ada disekitarnya. pemanfaatan limbah antara lain abu terbang (Fly Ash) dan limbah sisa karbit dapat dibuat sebagai campuran (admixture) beton struktur maupun non-struktur. Pemanfaatan limbah karet sebagai bahan pembuatan conblock dengan tambahan cacah plastik. Pemanfaatkan limbah karet dan tambahan cacah plastik didasarkan pada karateristik limbah bisa dibuat conblock oleh masyarakat dengan campuran 5 % limbah karet sebagai substitusi pasir dan 1%, 2,5%, serta 5% cacah plastik sebagai bahan tambah terhadap berat semen. Komposisi campuran terbaik berdasarkan uji kuat tekan benda uji conblock adalah komposisi campuran Limbah Karet (LK) 5% dan Cacah Plastik (CP) 1% dengan nilai kuat tekan maksimal sebesar 108,4 kg/cm2. Pemanfaatan limbah karet ini sangat bermanfaat bagi masyarakat daerah Muara Enim yang merupakan produsen perkebunan karet sebagai bahan dasar pembuatan conblock yang bisa dimanfaatkan sebagai penutup permukaan tanah untuk jalan raya maupun lahan parkir serta tambahan nilai estetika yang ramah lingkungan. Kata Kunci : limbah karet, cacah plastik, conblock
PERANCANGAN MESIN BENDING UNTUK PIPA BERDIAMETER SATU INCH MENGGUNAKAN METODE ROLL BENDING Rusnandi Rusnandi; Ambo Intang; Angga Angkasa; Rohmat Budi Santosa
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.214 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.127

Abstract

Proses pembentukan pipa dengan roll bending sudah banyak diaplikasikan pada kegiatan industri manufaktur. Proses bending pipa harus dilakukan dengan metode yang tepat agar tidak mengurangi kekuatan material pada pipa tersebut. Setiap mesin bending pipa akan memiliki spesifikasi pengerollan masing-masing. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan perancangan mesin bending pipa yang secara spesifik dapat melakukan proses bending dengan hasil yang baik pada pipa baja SC45 berdiameter satu inch. Gaya pembebanan pada pipa diperoleh sebesar 2298,06 N, sementara gaya yang dibutuhkan tiap roller penggerak adalah sebesar 8502,62 N. Daya motor listrik yang dibutuhkan dalam mesin bending untuk pipa berdiamter satu inch adalah sebesar 467,92 watt atau setara 0,63 HP. Bahan pengujian yang digunakan yaitu berupa pipa baja (SC45) berdiameter satu inch dengan ketebalan 1,6 mm , 1,8 mm , 2,0 mm. Sedangkan untuk variasi panjang pipa yang digunakan, yaitu pipa dengan panjang 1000 mm, 1500 mm, 2000 mm, 2500 mm dan 3000 mm. Hasil pengujian mesin bending diperoleh waktu rata-rata pengerollan pipa berdiameter satu inch dengan panjang 3000 mm, 2500 mm, 2000 mm, 1500 mm, serta 1000 mm masing-masing diperoleh 415 detik, 398 detik, 297 detik, 255 detik, serta 107 detik. Sementara itu, untuk rata-rata laju pengerollan pipa berdiameter satu inch dengan ketebalan bahan 1,6 mm, 1,8 mm, serta 2,0 mm masing-masing adalah 0,5 mm/detik, 0,6 mm/detik, serta 0,5 mm/detik.Pada pipa dengan panjang 3 m, 2,5 m, 2 m, 1,5 m, serta 1m menghasilkan puncak radius kelengkungan masing-masing sebesar 975 mm, 857 mm, 730 mm, 570 mm, serta 290 mm. Kata kunci : mesin bending, pipa, roll bending, gaya pengerollan, radius kelengkungan pengerollan
ANALISA PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP KUALITAS BAJA PADUAN RENDAH AISI 4340 Nur Yunianto; Tarmizi Husni; Yeny Pusvyta; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.176

Abstract

Dalam dunia industri manufaktur proses pengelasan dalam membuat suatu produk memegang peran penting guna menghasilkan produk yang berkualitas. Proses pengelasan merupakan proses penyambungan dua buah logam atu lebih dengan menggunakan energi panas. Setiap proses pengelasan yang dipergunakan haruslah disesuaikan dengan jenis sambungan las yang dipakai sesuai dengan jenis konstruksinya. Kualitas hasil produksi berhubungan erat dengan efisensi, kemampuan operator, energi dan biaya. Tulisan ini disajikan dalam rangka untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Terhadap Kualitas Baja Paduan Rendah AISI 4340, dengan titik berat pembahasan kualitas dititik beratkan dengan melakukan pembatasan hanya pada kekuatan tarik dari hasil proses pengelasan SMAW dengan elektroda E6013. Metodologi yang dipergunakan adalah dengan melakukan proses pengelasan terhadap baja paduan rendah AISI 4340 diameter 20 mm, menggunakan variasi arus pengelasan mulai dari arus 90 A, 100 A dan 110 A., selanjutnya spesimen dilakukan pengujian kekuatan tarik menggunakan mesin uji tarik Universal Testing. Berdasarkan percobaan-percobaan yang dilakukan didapat hasil bahwa arus pengelasan berpengaruh pada kualitas baja paduan, dalam hal ini pembatasan pembahasan khusus terhadap kekuatan tarik. Adapun arus yang tepat untuk pengelasan menggunakan elektroda E6013 diameter 2,6 mm adalah pada saat arus sebesar 100 ampere dengan hasil kekuatan tarik sebesar 45,08 kg/mm2 . Selanjutnya pada arus pengelasan 90 ampere memberikan kekuatan tarik sebesar 41,46 kg/mm², dan untuk arus 110 ampere sebesar 33,96 kg/mm². Kata kunci: Baja AISI 4340, Las SMAW, Elektroda E6013, Kekuatan tarik
ANALISA KERUGIAN HEAD PADA BERBAGAI JENIS VALVE TERHADAP VARIASI BUKAAN VALVE Abdul Malik; siti zahara nuryanti; ratih diah andayani; Rita Djunaidi; Asmadi Asmadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.774 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.172

Abstract

Valve berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka dan menutup aliran fluida. Valve yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis Gate valve, Globe valve dan Ball valve. Valve yang diuji adalah valve berukuran ¾ inchi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kerugian head pada 3 jenis valve, yaitu : Gate valve, Globe valve dan Ball valve. Nilai Kerugian head diperoleh berdasarkan dari variasi bukaan valve tersebut. Variasi bukaan valve tersebut adalah dimulai dari bukaan ¼, bukaan ½, bukaan ¾, dan bukaan penuh. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa dengan bukaan valve semakin besar maka nilai kerugian head (hL) nya semakin kecil. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien kerugian (KL) yang terendah adalah jenis gate valve, yaitu dengan nilai 74,71 pada bukaan ¼ , 16,02 pada bukaan ½ , 2,96 pada bukaan ¾ dan 2,29 pada bukaan penuh. Untuk jenis Globe valve dengan nilai 94,17 pada bukaan ¼, 36,51 pada bukaan ½, 25,07 pada bukaan ¾ dan 21,23 pada bukaan penuh. Untuk jenis Ball valve dengan nilai 317,47 pada bukaan ¼, 87,55 pada bukaan ½, 26,11 pada bukaan ¾ dan 4,30 pada bukaan penuh.
PERBANDINGAN ZAT ADDITIVE POLYCARBOXYLATE DENGAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP CAMPURAN BETON MUTU K-400 28 HARI Anggi Desmala Pratiwi HA; ahmad hidayat
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.406 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.137

Abstract

Bahan tambah beton adalah bahan selain unsur pokok beton (air, semen, dan agregat) yang ditambahkan pada adukan beton. Tujuannya adalah untuk mengubah satu atau lebih sifat-sifat beton sewaktu masih dalam keadaan segar atau setelah mengeras. Dengan adanya perkembangan kemajuan bahan tambah beton dapat mendukung peningkatan dan kwalitas mutu beton yang diinginkan sehingga dapat mengurangi air pada beton juga dapat menambah mutu beton menjadi beton High Strenght Concrete. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara Superplasticizer dan polycarboxylate terhadap kuat tekan beton dan untuk mengetahui kadar optimum Superplasticizer dan polycarboxylate yang ditambahkan guna mencapai kuat tekan rencana. Pengujian dilakukan pada beton umur 3, 7, dan 28 hari sebanyak 63 (kubus) benda uji yang terdiri dari 7 variasi, 1 Beton Normal, 3 campuran Polycarboxylate 1%,2%,3%, 3 campuran Superplasticizer 1%,2%,3% yang mana 1 variasi itu terdiri dari 9 kubus dengan rencana karakteristik beton K-400. Dari hasil pengujian di Laboratorium dari berbagai sample beton normal dan beton dengan tambahan campuran Polycarboxylate dan Superplasticizer , diketahui bahwa mutu kuat tekan beton sangat meningkat pada tambahan 3% , untuk tertinggi terjadi pada Polycarboxylate 3% umur 28 hari. Pada penelitian ini, persentase penambahan Polycarboxylate dan Superplasticizer hanya dapat memenuhi mutu kuat tekan beton pada penambahan Polycarboxylate 3% dan Superplasticizer 3% yang bisa direncanakan pada usia 28 hari dengan mutu beton K-400.
ANALISA KAPASITAS TAMPUNGAN SALURAN SEKUNDER DAN SALURAN PRIMER SUNGAI SEKIP BENDUNG Siti Rizki Rahayu; Robi Sahbar; Amelia Rajela
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.85 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i1.132

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang memiliki peran penting dalam kehidupan. Air yang melimpah dapat digunakan dengan baik bila tidak ada masalah pada saat pengaliran . sebaliknya apabila pada saat pengaliran terdapat masalah maka dapat menjadi bencana bagi lingkungan sekitarnya. Permasalahan yang terjadi biasa tersebut dengan permasalahan saluran. Pada tahun 2020 kawasan sekip merupakan salah satu dari 11 titik rawan banjir. Banjir pada kawasan tersebut di sebakan oleh menyempitnya saluran, banjir yang terjadi menjadi sebuah permasalahan tersendiri yang perlu di analisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas tampungan dari saluran sekunder dan primer untuk wilayah Kelurahan Sekip Jaya untuk 5 tahun ke depan Data – data yang diperlukan antara lain gambar sistem saluran drainase Kelurahan Sekip Jaya, dimensi saluran drainase, data curah hujan, dan data spesifikasi perencanaan saluran drainase. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa kapasitas saluran tersebut tidak dapat menampung atau terjadi luapan pada saluran sekunder dan primer untuk wilayah DAS Kelurahan Sekip Jaya pada debit rencana periode ulang 5- tahunan Kata Kunci: Debit Rencana, kapasitas saluran drainase, dimensi saluran drainase
LAMPU LED SEBAGAI ALTERNATIF PENGHEMAT ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA M. Saleh Al Amin; Emidiana Emidiana
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.15 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i1.154

Abstract

Energi listrik merupakan energi primer yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan manusia, seperti untuk keperluan rumah tangga, Tetapi kenyataannya perkembangan kebutuhan energi listrik sudah melampaui produksi energi listrik, sehingga terjadi kekurangan energi listrik, yang mengakibatkan terjadinya kenaikan tarif energi listrik, dan terhambatnya pemasangan energi listrik konsumen yang baru. Oleh karena itu, harus dilakukan berbagai penghematan energi listrik oleh konsumen, salah satunya adalah dengan menggunakan lampu hemat energi. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan 3 jenis lampu dengan cara pengukuran dan perhitungan. Dari hasil penelitian didapat bahwa lampu yang paling hemat energi adalah lampu LED dengan kuat penerangan 108 Lux, sedangkan lampu SL 51,48 Lux, dan lampu pijar 12,15 Lux dengan penggunaan daya yang sama yaitu 5 Watt. Kata kunci : penerangan, hemat energi, lampu LED
STUDI EKSPERIMEN KOMBINASI NILAI SLUMP TES DENGAN FAS TETAP PADA PEMBUATAN BETON NORMAL fc’ 25 MPa Abdul Karim; Srikirana Meidiani; Ramadhani Ramadhani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.611 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v7i2.150

Abstract

Pada umumnya dalam bidang konstruksi, beton masih menjadi pilihan yang paling sering digunakan dalam pembuatan struktur. Hal ini dikarenakan beton adalah material yang mudah didapat, mudah dikerjakan dan biaya yang lebih murah. Material pembuat beton terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah atau agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan satu pasta yang terbuat dari semen dan air. Air memiliki peran yang cukup penting dalam proses pencampuran beton, karena air berfungsi memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat dan memberikan kemudahan dalam pengerjaan beton (workability). Workability akan berpengaruh terhadap kekuatan beton. Oleh karenanya workability yang diinginkan tergantung pada komposisi air dalam campuran beton yang dalam hal ini berkaitan dengan nilai slump. Untuk mendapatkan Workability yang tinggi dibutuhkan nilai slump yang tinggi pula, namun nilai slump yang tinggi terkadang menimbulkan kekhawatiran turunnya kuat tekan beton sehingga mutu beton tidak tercapai. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dari semua variasi nilai slump dengan nilai FAS tetap. Sampel beton dibuat di laboratorium Teknologi Bahan Universitas IBA Palembang yaitu kuat tekan beton mutu fc’ 25 MPa. Variasi nilai slump adalah 10-30, 30-60 dan 60-120. Metode Mix Design yang digunakan berdasarkan SNI 03-2834-2000 tentang Tata Cara Pembuatan Beton Normal. Hasil penelitian sesuai masing2 variasi nilai slump diperoleh kuat tekan adalah 17,34 MPa, 25,08 MPa dan 25,82 MPa. Nilai Slump 10-30, 30-60 dan 60-120 tidak memenuhi syarat kuat tekan yang direncanakan. Hal ini dikarenakan nilai Faktor Air Semen yang digunakan dalam perencanaan adalah sama yaitu 0.6. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan beton dapat dipengaruhi oleh variasi slump dengan penambahan jumlah air, namun pemakaian FAS yang sama pada masing-masing variasi nilai slump menunjukan gejala kuat tekan beton meningkat pada nilai slum tinggi. Kata kunci: mix design, beton normal, kuat tekan, FAS dan nilai slump.