cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
PENGARUH SUDUT PEMASANGAN CERUCUK GELAM TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL PADA TANAH GAMBUT Ghina Amalia; Utari Sriwijaya Minaka; Rani Adinda
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.725 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.214

Abstract

Peat soil is classified as problem soil with low bearing capacity that must be given a reinforcement before built any construction on it. One of the reinforcementgiven to peat soil is cerucuk gelam. This research conducted a laboratory-scale loading test on a steel plate which was reinforced with the arrangement of the cerucuk gelam with variations in the installation angle of 90o 85o 75o to the shallow foundation plane to see how the influence of the installation angle on the value of the shallow foundations’s bearing capacity on peat soil. This test produced the value of shallow foundations’s bearing capacity, BCR (Bearing Capacit Ratio) and the increasment persentage of BCR. The results of this research indicate tha the highest bearing capacity was 40,22 kPa achieved in the variation of reinforcment that the installation angle of 75o to the shallow foundation plane, the BCR value was 7,55 and the increasment persantage of BCR was 654,6 %.Based on all the tests carried out, it was known that bearing capacity was increase inversely proportional to the installation angle of cerucuk gelam. Key word: Bearing capacity, peat soil, soil reinforcement, cerucuk
PENGARUH JARAK PERMUKAAN PEMOTONGAN DENGAN PENCEKAMAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN HASIL PROSES FRIS Bahrul Ilmi; Iqbal Qureisy; Rita Djunaidi; Asmadi Asmadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.306 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.212

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh jarak permukaan pemotongan dengan pencekaman benda kerja terhadap kekasaran permukaan hasil proses fris vertikal. Pada penelitian ini dilakukan analisa perbedaan kekasaran permukaan hasil pemotongan proses fris yang disebabkan perbedaan jarak permukaan pencekaman benda kerja terhadap tinggi permukaan pemotongan. Material yang digunakan untuk spesimen adalah pelat baja karbon rendah ST37, mesin yang digunakan adalah mesin fris vertikal dan pahat potong HSS. Spesimen dibuat berjumlah 9 spesimen, yaitu masing-masing 3 spesimen untuk setiap variasi untuk jarak permukaan pemesinan dengan pencekaman 10 mm, 50 mm dan 90 mm, yaitu spesimen dengan ukuran tinggi 11 mm, 51 mm dan 91 mm. Masing-masing lebar spesimen 40 mm dan tebal 10 mm. Setelah dilakukan proses pemesinan kemudian diukur kekasaran permukaan masing-masing spesimen. Dari hasil pengukuran untuk jarak permukaan pemotongan dari permukaan pencekaman benda kerja 10 mm di dapati nilai rata-rata kekasaran Ra 0,724 μm, Rq 0,971 μm dan Rz 4,719 μm, pada saat variasi jarak dinaikkan menjadi 50 mm terjadi peningkatan nilai rata-rata Ra menjadi sebesar 1,298 μm, Rq 1,626 μm dan Rz 7,679 μm atau terjadi kenaikan nilai kekasaran Ra sebesar 79,28 %, Rq sebesar 77,32 % dan Rz 62,73 %. Pada saat variasi jarak dinaikkan menjadi 90 mm terjadi peningkatan lagi dengan nilai rata-rata Ra 1,471 μm atau terjadi kenaikan nilai kekasaran Ra sebesar 103,18 %, Rq 115,49 % dan Rz 98,75 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak tinggi permukaan pemotongan dari permukaan pencekaman benda kerja pada proses pemesinan dengan menggunakan mesin fris vertikal pada material pelat baja karbon rendah ST37 dan pahat endmill HSS, maka semakin besar nilai kekasaran permukaan yang didapat, dan sebaliknya. Jadi, jarak tinggi permukaan pemotongan dari permukaan pencekaman benda kerja pada proses fris harus jadi perhatian bagi operator mesin fris karena berpengaruh signifikan pada hasil akhir penyelesaian permukaan benda kerja. Kata kunci : kekasaran permukaan, proses fris, tinggi permukaan pemotongan
PENGARUH PERBAIKAN TANAH DASAR, LAPISAN GEOTEKSTIL DAN CERUCUK TERHADAP KESTABILAN LERENG TIMBUNAN DI ATAS TANAH LUNAK Zul Aslam; Nurly Gofar
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.206

Abstract

Pembangunan ruas jalan tol di Sumatra Selatan menghadapi dua permasalahan. Pertama sebagian besar ruas jalan dibangun di atas deposit tanah lunak sehingga tanah dasar harus diperbaiki untuk mempercepat proses konsolidasi dan mendapatkan daya dukung yang memadai. Kedua, timbunan yang diperlukan untuk mencapai elevasi rencana jalan tol cukup tinggi sehingga diperlukan perkuatan untuk memperbaiki kestabilan lereng. Paper ini memuat hasil kajian mengenai pengaruh perbaikan tanah dasar menggunakan PVD dan tekanan vakum, pemasanngan lapisan geoteksil dan pemasakan cerucuk di kaki lereng timbunan terhadap stabilitas timbunan jalan tol. Analisis dilakukan menggunakan data yang didapat dari pembangunan ruas jalan tol Kayu Agung – Palembang Seksi 1A, termasuk data geometri, stratifikasi tanah, dan konfigurasi pemasangan PVD dan perkuatan tanah. Data beban jalan di dapatkan dari ketentuan SNI. Analiis stabilitas lereng dilakukan dengan metode Bischop yang terintegrasi dalam program SLOPE/W. Hasil analisis menunjukkan bahwa tinggi timbunan yang aman untuk kondisi tanah asal adalah 3,5m. Sedangkan untuk tinggi timbunan 6 m di atas tanah yang telah diperbaiki dengan PVD dan tekanan vakum, didapatkan FK sebesar 1,432. Adanya lapisan geotekstil dan cecuruk di kaki lereng meningkatkan FK menjadi 2,244. Lereng masih daalm kondisi aman dengan sebesar FK 1,619 setelah penambahan beban jalan dan beban trafik sebesar 35 kPa.
PERILAKU SAMBUNGAN BAUT FLUSH END-PLATE BALOK KOLOM MENGGUNAKAN ANSYS WORK BENCH Muhammad Firdaus; Agus Setiobudi; Syahril Alzahri; R.M. Fadel Satria Albimanzura
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.648 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.220

Abstract

Sambungan merupakan komponen bangunan yang sangat penting, karena berperan sebagai penyalur beban antara balok dan kolom. Untuk mengetahui kapasitas sambungan, metode eksperimental adalah cara yang paling mendekati kondisi aktual. Akan tetapi waktu, biaya, peralatan dan sumber daya manusia harus mnejadi pertimbangan. Dalam paper ini digunakan metode elemen hingga menggunakan Ansys Workbench sebagai cara alternatif dari eksperimental. Jenis sambungan yang dipelajari adalah sambungan flush end plate tebal 20mm, baut diameter 20mm, balok IWF 300x200x8x12 dan kolom IWF 300x250x8x12. Ukuran mesh pada elemen diatur untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan tetap mempertimbangkan lamanya proses perhitungan, dimana untuk diarea titik kumpul ukuran mesh 5mm sedangkan pada balok kolom ukuran mesh 10mm. Untuk kontak antar elemen digunakan dua jenis kontak yaitu bonded dan frictional. Adapun fixed dan rolled constraint, digunakan sebagai perletakan di dalam simulasi. Output yang dikeluarkan dari ANSYS workbench antara lain kontur deformasi, kontur tegangan, dan nilai momen-rotasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa deformasi terbesar terjadi sebesar 153 mm. Tegangan yang terbesar terjadi pada bagian baut, sehingga diprediksi terjadi kegagalan tarik pada baut. Perbandingan momen rotasi hasil simulasi dan eksperimen memberikan hasil yang cukup memuaskan dengan selisih sebesar 4.8% untuk momen dan 11.4% untuk kekakuan sambungan. Kata kunci : Sambungan baja, metode elemen hingga, flush end-plate, ANSYS workbench
EVALUASI KONDISI PERKERASAN, PENANGANAN DAN NILAI SISA PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE BINAMARGA 2013 DAN METODE MEKANISTIK EMPIRIK (Studi Kasus : Jalan Jogja-Solo Km 14+800 – 16+800) Addy Sumarsono; Miftahul Fauziah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.699 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.219

Abstract

Ruas Jalan Jogja-Solo termasuk Jalan Nasional dan berfungsi sebagai jalan arteri dengan panjang jalan ± 60 km. Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kinerja jalan untuk pelaksanaan kegiatan pekerjaan konstruksi jalan guna menjamin kualitas perkerasan jalan, maka diperlukan pendekatan perencanaan dan desain perkerasan jalan. Perencanaan ini dilakukan pada ruas Jalan Nasional Jogja-Solo atau Ruas Janti-Prambanan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil perhitungan desain perencanaan overlay perkerasan jalan dengan metode empirik dan mekanistik-empirik. Metode empirik menggunakan metode Bina Marga 2013 dengan Manual Desain Pekerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013 dan metode mekanistik-empirik menggunakan program KENPAVE. Penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana kondisi kelayakan jalan dan jenis pemeliharaan jalan, penambahan tebal lapis perkerasan (overlay) menggunakan 3 metode yaitu metode bina marga SKBI 1987, metode bina marga 2013 dan metode mekanistik-empiris serta memprediksi berapa sisa umur pelayanan jalan ketika dibebani dengan beban yang ada di lapangan yaitu menggunakan beban 8.160 kg dan 10.000 kg. Analisis yang dilakukan tebal perkerasan menggunakan metode Bina Marga 2013 diperoleh hasil tebal perkerasan dengan lapis permukaan AC-WC sebesar 4 cm, AC-BC sebesar 14 cm, lapis pondasi atas menggunakan CTB sebesar 15 cm dan lapis pondasi bawah menggunakan LPA kelas A sebesar 15 cm. Dari desain tebal Bina Marga 2013 dikontrol menggunakan program KENPAVE dinyatakan aman dan mampu menahan beban sampai umur rencana. Dari ke empat desain yang dikontrol menggunakan program KENPAVE diperoleh tebal minimum yang aman dan dapat menahan beban selama umur rencana dengan tebal surface 18 cm, base 10 cm dan sub base 12 cm. Prediksi umur kerusakan yang terjadi dari semua alternatif berdasarkan regangan yang terjadi adalah rutting, fatigue cracking kemudian permanent deformation. Respon tegangan dan regangan maksimum penyebab terjadinya kerusakan Rutting terjadi di titik lapis permukaan (laston) yaitu kedalaman 18 cm sebesar 0,0001265 kPa. Kerusakan Fatiguepada kedalaman 10 cm sebesar 0,0001248 (titik kritis pada titik bawah lapis permukaan). Sedangkan untuk deformation, tegangan total yang terjadi sebesar 0,0001206 kPa pada kedalaman 10 cm (titik kritis pada titik bawah lapis permukaan). Sehingga terjadi penurunan umur pelayanan sebesar 9 tahun. Kata kunci : Beban kendaraan, Kerusakan jalan, Mekanistik Empirik, Umur Pelayanan jalan, Tebal Lapis Tambah (Overlay)
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN MASA PELAKSANAAN PADA PROYEK JALAN RUAS BETUNG – MANGUNJAYA Muhammad Rio Eka Shaputra; sartika nisumanti; Norma Puspita
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.098 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v9i1.222

Abstract

Dalam proyek konstruksi terdapat komponen penting pendukung proyek yaitu biaya, waktu dan mutu. Masa pelaksanaan konstruksi pada proyek dapat mengalami keterlambatan yang disebabkan banyaknya faktor tertentu. Penelitian dilakukan pada permasalahan keterlambatan masa pelaksanaan konstruksi pada proyek jalan ruas Betung – Mangunjaya. Pengendalian waktu yang digunakan dalam pelaksanaan adalah kurva S dan metode Earned Value Concept dengan data yang digunakan berdasarkan data aktual dan rencana kegiatan pada kurva S, sedangkan metode yang digunakan dalam pengumpulan data penentuan faktor penyebab keterlambatan menggunakan metode survey kuisioner. Dalam Analisa metode Earned Value Concept didapat hasil perhitungan Schedule Variances proyek dengan nilai terendah pada minggu ke - 35 sebesar -25.98% dan nilai tertinggi pada minggu ke - 46 sebesar 19,13%. Perhitungan Schedule Performance Index (SPI) didapat minggu pertama hingga kedua nilai SPI berada pada nilai 0.46 hingga 0.49 yang berarti masa pelaksanaan terlambat hingga minggu ke - 3. Pada minggu ke - 28 hingga ke - 42 terjadi nilai SPI turun maksimal hingga 0,729 dan hasil dari perhitungan ETC dan EAC menunjukan pada minggu awal terjadi keterlambatan, pada pelaporan minggu ke - 28 hingga minggu ke - 42 terjadi keterlambatan hingga dua minggu. Pada minggu ke - 43 dilakukan addendum penambahan waktu pelaksanaan 45 hari kerja sehingga nilai SPI, ETC dan EAC kembali menjadi normal. Hasil survey kuisioner menentukan faktor dominan penyebab keterlambatan pelaksanaan konstruksi adalah Force Majeure dalam hal ini Pandemi Corona Virus. Faktor - faktor lain penyebab keterlambatan pelaksanaan adalah keterlambatan pembayaran dari owner, permasalahan keuangan internal kontraktor dan banyak terdapat Change Contract Order.
EVALUASI SISTEM PENERANGAN LAPANGAN BOLA BASKET DI TAMAN DHARMA WANITA PALEMBANG Irine Kartika Pebrianti; Dendi Indirwan; Perawati Perawati; Abdul Azis
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.231

Abstract

Sistem penerangan buatan merupakan pencahayaan yang sengaja dibuat untuk menerangi tempat yang gelap pada saat malam hari maupun siang hari, bila saat penerangan alami tidak memungkinkan untuk menerangi tempat tersebut. Salah satu tempat yang memerlukan sistem penerangan yang sesuai dengan standar pencahayaan adalah lapangan bola basket. Penelitian dilaksanakan pada Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang. Hasil penelitian adalah intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil pengukuran sore hari adalah 130,87 Lux, malam hari adalah 83,93 Lux, dan menjelang tengah malam adalah 64,67 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang dari hasil perhitungan 55,3047 Lux. Intensitas penerangan rata-rata Lapangan Bola Basket di Taman Dharma Wanita Palembang baik dari hasil pengukuran maupun dari hasil perhitungan tersebut belum memenuhi standar yang direkomendasikan SNI 02-3647-1994 yaitu untuk tingkat penerangan horizontal pada lapangan bola basket satu meter diatas permukaan lantai untuk latihan dibutuhkan minimal 200 Lux. Kata kunci : Evaluasi, Penerangan, Lapangan Bola Basket
IDENTIFIKASI MUTU BATA BETON PEJAL DI WILAYAH KABUPATEN MANOKWARI Yoga Charol Vincenthius Tethool; Indra Birawaputra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.234

Abstract

Kabupaten Manokwari terletak pada lokasi rawan gempa bumi mengharuskan setiap gedung yang dibangun di wilayah ini memenuhi persyaratan teknis yang berlaku. Salah satu elemen dari bangunan gedung bertingkat rendah yang memiliki peranan penting dalam mereduksi beban gempa adalah dinding. Bata beton pejal atau batako merupakan material inti penyusun elemen dinding. Seiring dengan pembangunan yang sedang dilakukan saat ini, maka permintaan material batako menjadi meningkat di wilayah Kabupaten Manokwari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas bata beton pejal (batako) yang ada di pasaran Kabupaten Manokwari dengan standar yang berlaku. Hasil pengamatan terhadap pandangan luar terhadap permukaan sampel batako diperoleh hasil bahwa kelompok sampel III tidak memenuhi syarat. Hasil pengamatan terhadap kondisi rusuk sampel diperoleh hasil semua kelompok sampel masih memenuhi syarat, sedangkan pengujian rusuk sampel yang mudah dihancurkan dengan tangan diketahui bahwa kelompok sampel I memiliki kondisi yang tidak memenuhi persyaratan. Hasil pengujian dimensi bata beton pejal menunjukan bahwa secara rata-rata ukuran bata beton pejal yang ada di pasaran Kabupaten Manokwari berukuran panjang 264.2 mm, lebar 128.95 mm dan tebal 69.18 mm. Hal ini masih belum memenuhi persyaratan ukuran dalam SNI 03-0349-1989. Hasil pengujian penyerapan air menunjukan bahwa semua kelompok sampel tergolong dalam tingkatan mutu I (kurang dari 25%). Pengujian kuat tekan dari kelompok sampel I, II, III, IV dan V berturut-turut sebesar 3.58 kg/cm2, 14.04 kg/cm2, 10.04 kg/cm2, 11.24 kg/cm2, 8.47 kg/cm2.Hasil ini menunjukan bahwa semua kelompok sampel belum memenuhi persyaratan kuat tekan minimal untuk tingkatan mutu IV. Kata kunci : batako, bata beton pejal, uji tekan, SNI 03-0349-1989
ANALISIS KINERJA SIMPANG LIMA TIDAK BERSINYAL LEBONG SIARANG KOTA PALEMBANG Anton Paraladi; Sartika Nisumanti; Khodijah Al Qubro
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.225

Abstract

Kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan kota-kota besar sering terjadi terutama pada hari kerja dan jam sekolah. Disamping kemacetan yang menjemukan, tundaan, pemborosan bahan bakar, polusi udara dan lain-lain. Simpang Lebong Siarang adalah Salah satu simpang Lima di Kota Palembang terletak di Kecamatan Sukarami yang menghubungkan Jalan R. A. Abusamah, Jalan Pipa Reja, Jalan Mayor Zurbi Bustan, Jalan S. Prawiro, Jalan Sanusi dimana tidak dilengkapi dengan sinyal lalu lintas, sehingga pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas terutama pada saat jam-jam sibuk seperti pagi hari, siang hari dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang lima tak bersinyal Lebong Siarang dan alternatif penanganan kinerja simpang lima tidak bersinyal Lebong Siarang Kota Palembang. Metode Analisis yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa Data Primer dan Data Sekunder Adapun data Primer berupa Data Geometri Jalan dan kondisi Lalu Lintas sedangkan Data Sekunder meliputi data jumlah penduduk, peta jaringan jalan dan LHR. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui Kapasitas Simpang sebesar 3107,36 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0,58 realatif baik karena memiliki DS < 0,8, Tundaan simpang sebesar 10,30 det/smp, nilai Peluang Antrian (QPa) berkisar 14,22% - 30,37 % dan Data Hambatan Samping sebesar 356,10 bobot kejadian termasuk kelas hambatan samping sedang. Dengan kinerja tersebut, simpang pada lokasi penelitian memiliki tingkat pelayanan “C”. Penanganan simpang tersebut dengan pemasangan Lampu lalu lintas traffic light dengan pembagian dua fase di setiap simpang lima Lebong Siarang.
PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN AIR TAWAR DAN AIR LAUT PADA PROSES CURING TERHADAP KUAT TEKAN BETON Resky Damayanti ADH; Henggar Risa Destania; Ghina Amalia
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v9i2.224

Abstract

Dalam pembuatan beton air sangatlah berpengaruh terhadap kuat tekan beton, karena jika penggunaan air diberikan secara berlebihan akan mengakibatkan penurunan pada kekuatan beton tersebut. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian pengamatan terhadap nilai kuat tekan beton yang di curing menggunakan air tawar dan air laut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan mutu beton yang perawatannya menggunakan air tawar dan air laut, untuk mengetahui pengaruh jenis air dalam perawatan curing, dan pengaruh superplasticizer dalam meningkatkan mutu beton yang menggunakan air laut sebagai proses curing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalh metode eksperimen. Hasil pengujian diketahui bahwa pada benda uji yang direndam dengan air laut di umur 28 hari, nilai kuat tekan tertinggi dicapai oleh Beton K-400 + SP 1% yang perawatannya menggunakan air tawar mencapai nilai 423,9 kg/cm² dan Beton K-400 + SP 1% yang di curing dengan air laut terjadi penurunan akan tetapi masih memenuhi syarat yang direncanakan dimana nilai kuat tekannya di 408,1 kg/cm². Visual pada benda uji yang di curing dengan air laut menyebabkan adanya pori-pori di sekitar permukaannya, maka diketahui dari pengujian beton yang menggunakan bahan tambah SuperPlasticizer ada pengaruh dalam meningkatkan nilai kuat tekan beton pada beton yang proses curing-nya menggunakan air laut. Kata kunci: Beton, Curing, Kuat Tekan, Superplasticizer