cover
Contact Name
Ivan Putranto
Contact Email
ivanputranto@lkd-pm.com
Phone
+62 21 74771224
Journal Mail Official
jurnalmadani@lkd-pm.com
Editorial Address
Jalan Kiwi IV No. 7, Griya Pamulang Estate, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Madani
ISSN : 26151995     EISSN : 26150654     DOI : 10.33753
Core Subject : Economy, Science,
JURNAL MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora, adalah jurnal yang ditujukan untuk berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora. Jurnal ini terbuka bagi masyarakat umum, yang ingin menerbitkan artikel-artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Keberadaan Jurnal ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi peningkatan kompetensi dosen dan juga sebagai alternatif bagi masyarakat umum dalam mempublikasikan hasil-hasil karyanya. Kami berharap Jurnal ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2: September 2024" : 5 Documents clear
Pengaruh Atribut Kualitas Situs Belanja Sosial dalam Meningkatkan Partisipasi Konsumen, E-WOM Positif, dan Co-Shopping pada Sambal Mewah Bernoeng di Lampung Nabila, Nuzul Inas; Sari, Aida; Marvinita, Risda; Syahirah Vedy, Hanifah
Jurnal MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 7 No 2: September 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v7i2.373

Abstract

Social shopping websites are innovative online businesses accelerated by online social networks that allow retailers to reach consumers in new ways. Recent social e-commerce technologies focus on supporting exclusively the social aspect of the online shopping experience. More specifically, the objectives of this study are to identify website quality attributes that enhance consumer participation, positive eWOM, and co-shopping on social shopping websites, and to examine the mediating effect of participation on the relationships between website attributes and positive eWOM and co-shopping. Implications for designing social shopping websites that enhance consumer participation and behavioral outcomes are discussed. The method used for this study is a quantitative method, then analyzed by Smart PLS. The unit of analysis in this study is the consumer of Sambal Mewah Bernoeng. This study is expected to be able to reveal various factors that influence consumer participation, positive eWOM, and co-shopping on social shopping websites. The results of this study prove that there is a significant influence of entertainment and community encouragement on participation, there is no significant influence of visual aesthetics, navigation, user friendliness and privacy on participation and participation has a significant influence on increasing e-wom and co-shopping and the variables of visual aesthetics, navigation, user friendliness, privacy, entertainment, and community encouragement, participation in e-wom is 43%. The influence of the variables of visual aesthetics, navigation, user friendliness, privacy, entertainment, and community encouragement, participation in co shopping is 40.3%. If it passes the participation variable, it is greater, namely 58.1%. Abstrak Situs web belanja sosial merupakan bisnis online yang inovatif dipercepat oleh jejaring sosial online sehingga peritel dapat menjangkau konsumen dengan cara baru. Teknologi e-commerce sosial terbaru berfokus pada dukungan secara eksklusif terhadap aspek sosial dari pengalaman berbelanja online. Lebih khusus lagi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas situs web atribut yang meningkatkan partisipasi konsumen, eWOM positif, dan co-shopping di situs web belanja sosial, dan untuk menguji efek mediasi dari partisipasi pada hubungan antara atribut situs web dan eWOM positif dan belanja bersama. Implikasi untuk merancang situs web belanja sosial yang meningkatkan partisipasi konsumen dan hasil perilaku akan dibahas. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif, selanjutnya dianalisis Smart PLS. Unit analisis pada penelitian ini adalah konsumen Sambal Mewah Bernoeng. Penelitian ini diharapkan dapat mengemukakan berbagai faktor yang mempengaruhi partisipasi konsumen, eWOM positif, dan co-shopping di situs web belanja sosial. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh yang signifikan hiburan dan dorongan komunitas terhadap partisipasi, tidak ada pengaruh yang signifikan estetika visual, navigasi, keramahan pengguna dan privasi terhadap partisipasi serta partisipasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan e-wom dan co-shopping dan variabel estetika visual, navigasi, keramahan pengguna, privasi, hiburan, dan dorongan komunitas, partisipasi terhadap e-wom adalah 43%. Pengaruh variabel estetika visual, navigasi, keramahan pengguna, privasi, hiburan, dan dorongan komunitas, partisipasi terhadap co shopping sebesar 40,3%. Apabila melewati variabel partisipasi lebih besar yaitu 58,1%. Kata Kunci: Partisipasi Konsumen, E-WOM Positif, Co-Shopping
Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi Digital: Tinjauan terhadap ASEAN Digital Economy Framework Agreement Darmastuti, Shanti; Nidatya, Nurfarah; Saraswati, Dini Putri; Nashir, Asep Kamaluddin
Jurnal MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 7 No 2: September 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v7i2.375

Abstract

The development of the digital economy requires every country to be responsive and able to adopt technological developments quickly to capture opportunities from the digital economy. Various efforts and policies are made to take advantage of digital economic developments that can contribute to economic growth. ASEAN is one form of regional cooperation that intensively pays attention to the development of the digital economy in the region. One of the cooperative framework efforts currently in process is the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Through the ASEAN DEFA, it is expected that there will be harmonization among ASEAN member countries in digital economy policies. On the other hand, regarding the digital economy, ASEAN countries are still faced with several challenges in developing the digital economy, both in terms of access to digital technology and the skills of human resources in adapting to the development of digital technology. Therefore, this study aims to analyze the future cooperation of ASEAN DEFA, which is faced with several challenges by ASEAN member countries. Through analysis of various sources from previous research, journal articles, and other secondary data sources, the study's results show that there are still several digital economy challenges in the region, such as digital economy infrastructure development, the digital divide, the role of MSMEs in the digital economy, and policy harmonization. The region's variety of digital economy challenges requires mapping the readiness of ASEAN countries, collaboration and cooperation, and policy harmonization. This needs to be done so that member countries can benefit from implementing ASEAN DEFA in the future. Abstrak Perkembangan ekonomi digital menuntut setiap negara untuk responsif dan dapat melakukan adopsi perkembangan teknologi secara cepat dalam menangkap peluang dari ekonomi digital. Berbagai upaya dan kebijakan dibuat untuk memanfaatkan perkembangan ekonomi digital yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. ASEAN menjadi salah satu bentuk kerja sama regional yang secara intensif memberikan perhatian terhadap perkembangan ekonomi digital di kawasan. Salah satu upaya kerangka kerja sama yang saat ini sedang berproses adalah ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Melalui ASEAN DEFA diharapkan nantinya terdapat harmonisasi antarnegara anggota ASEAN dalam kebijakan ekonomi digital. Di sisi lain, sehubungan dengan ekonomi digital, negara-negara ASEAN masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi digital baik dari sisi akses terhadap teknologi digital sampai dengan keterampilan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerja sama ASEAN DEFA ke depan yang dihadapkan dengan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh negara anggota ASEAN. Melalui analisis dari berbagai sumber dari penelitian terdahulu serta artikel jurnal dan sumber data sekunder lainnya, hasil dari penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa tantangan ekonomi digital di kawasan seperti pembangunan infrastruktur ekonomi digital, kesenjangan digital, peran UMKM dalam ekonomi digital, sampai dengan harmonisasi kebijakan di kawasan. Beragamnya tantangan ekonomi digital di kawasan membutuhkan adanya pemetaan kesiapan negara-negara ASEAN, kolaborasi dan kerja sama, serta harmonisasi kebijakan. Hal ini perlu dilakukan sehingga negara anggota dapat memperoleh manfaat dari implementasi ASEAN DEFA ke depannya. Kata Kunci: ASEAN DEFA, Ekonomi Digital, Kerja sama, Tantangan
Pengembangan Industri Mikro pada Rumah Dinas PT XYZ Menggunakan Analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP) Candiani, Malkia Adeelin; Nugraha, Isna
Jurnal MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 7 No 2: September 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v7i2.394

Abstract

In asset utilization, the official residence owned by PT XYZ has strategic potential in the development of Micro and Small Industries (MSE) that can drive local economic growth. This research aims to identify the potential use of the official residence as a business location, analyze the benefits that can be obtained, and provide strategic recommendations for optimizing the use of these assets. The research method employed includes SWOT analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP) supported by Expert Choice 11 software. Study findings indicate that optimizing the official residence can create added value for the company and support MSE actors in developing their businesses. The conclusion of this study reveals accessibility criteria of 41.7% and local market competitiveness of 32.7%. The chosen alternative for using the official residence as MSE development is a Fuel Filling Station Business (46.1%) and Food and Beverage Business (23.2%). Strategically utilizing the official residence not only benefits the company but also contributes to job creation and local economic improvement, thus necessitating more focused strategy implementation to address existing challenges in asset management. Abstrak Pada pemanfaatan aset, rumah dinas yang dimiliki oleh PT XYZ memiliki potensi strategis dalam pengembangan Industri Mikro dan Kecil (IMK) yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pemanfaatan rumah dinas sebagai lokasi usaha, menganalisis keuntungan yang bisa diperoleh, serta memberikan rekomendasi strategis untuk optimalisasi penggunaan aset tersebut. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu analisis SWOT dan Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan dukungan software Expert Choice 11. Temuan studi mengindikasikan jika pengoptimalan rumah dinas dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan serta mendukung pelaku IMK dalam mengembangkan usaha mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kriteria aksesibilitas sebesar 41,7% dan daya saing pasar lokal 32,7%. Alternatif penggunaan rumah dinas sebagai pengembangan IMK yang dipilih adalah Usaha Stasiun Pengisian BBM (46,1%) dan Usaha Makanan dan Minuman (23,2%.) Pemanfaatan rumah dinas secara strategis tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi pun berkontribusi pada pembangunan lapangan kerja serta peningkatan ekonomi lokal, sehingga perlu implementasi strategi yang lebih terfokus untuk mengatasi tantangan yang ada dalam pengelolaan aset. Kata Kunci: Pemanfaatan Aset, IMK, Analisis SWOT, AHP
Membedah Strategi dan Pengembangan Bisnis Bimbapedia, Kota Tangerang Menggunakan Metode Analisis SWOT Syamruddin, Syamruddin; Kamsidik, Kamsidik; Khairul Hadi, Reza
Jurnal MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 7 No 2: September 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v7i2.400

Abstract

This research aims to dissect the strategy and development of the Indonesian Educational Children's Tutoring Business (Bimbapedia) in Tangerang City. The research uses qualitative methods. Data analysis techniques include SWOT Analysis, IFE Matrix Analysis, EFE Matrix Analysis, IE Matrix Analysis, SWOT Matrix, and SWOT Analysis Diagram. The research results show the IFE Matrix's strengths and weaknesses with a score of 3.89. Then in the EFE Matrix opportunities and threats with a score of 3.91. Based on the IE Matrix, the company's position in cell I shows that the appropriate strategy is growth and development (growth and build), which means this strategy is adjusted to the internal strengths of the company to take advantage of the right opportunities to gain profits for the company. Meanwhile, in the SWOT Matrix using the SO, WO, ST and WT formulas, twelve strategies are obtained. The results of the SWOT Analysis Diagram show that the company in quadrant II is implementing a product diversification strategy. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membedah strategi dan pengembangan bisnis Bimbingan Belajar Anak Pendidikan Indonesia (Bimbapedia) yang ada di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik Analisis data meliputi Analisis SWOT, Analisis Matrisk IFE, Analisis Matrisk EFE, Analisis Matriks IE, Matriks SWOT, dan Diagram Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pada Matriks IFE kekuatan dan kelemahan dengan skor 3,89. Kemudian pada Matriks EFE peluang dan ancaman dengan skor 3,91. Berdasarkan Matriks IE, posisi perusahaan yang berada di sel I, memperlihatkan strategi yang sesuai adalah tumbuh dan kembangkan (growth and build) yang berarti strategi ini disesuaikan dengan kekuatan dari sisi internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang tepat untuk mendapat keuntungan bagi perusahaan. Sedangkan pada Matriks SWOT dengan menggunakan rumus SO, WO, ST, dan WT diperoleh dua belas strategi. Adapun hasil Diagram Analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan pada posisi kuadran II yaitu melakukan strategi diversifikasi produk (product diversification strategy). Kata Kunci: Analisis/Matriks SWOT, Perkembangan Bisnis, Manajemen Strategi
Pengaruh Kebijakan Dividen, Ukuran Perusahaan, dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan Sub Sektor Telekomunikasi pada Bursa Efek Indonesia Ramadhanti, Nadia; Sutrisno, Bambang
Jurnal MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol 7 No 2: September 2024
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33753/madani.v7i2.396

Abstract

This research aims to find out how the value of telecommunications sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) from 2019 to 2023 is heavily influenced by dividend policy, company size and leverage. Company influence is measured by the debt-to-equity ratio, company size is measured by the natural logarithm of all its assets, and dividend policy is measured by the dividend payout ratio to project the value of Tobin's Q. This research uses secondary data from the annual financial reports of seven companies which according to the au.thor meet sample criteria and analyzed u.sing panel regression. This research shows that company size and leverage have a negative effect and have a big influ.ence on company valu.e, while dividend policy has a positive and insignificant effect on company valu.e. The resu.lts obtained provide important insights for financial managers and investors to make strategic decisions in maximizing company valu.e. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai perusahaan sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2019 hingga 2023 yang banyak dipengaruhi oleh kebijakan dividen, ukuran perusahaan, dan leverage. Pengaruh perusahaan diukur dengan rasio utang-ke-equity, ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari semua asetnya, dan kebijakan dividen diukur dengan rasio pembayaran dividen untuk memproyeksi nilai Tobin’s Q. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan tujuh perusahaan yang menurut penulis memenuhi kriteria sampel dan di analisis dengan regresi panel. Penelitian ini menunjukan bahwa ukuran dan Leverage perusahaan berpengaruh negative dan memberikan pengaruh besar terhadap nilai perusahaan sedangkan kebijakan deviden berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil yang diperoleh memberikan wawasan penting bagi manajer keuangan dan investor untuk mengambil keputusan strategis dalam memaksimalkan nilai perusahaan. Kata Kunci: Kebijakan, Dividen, Ukuran Perusahaan, Leverage, Nilai Perusahaan

Page 1 of 1 | Total Record : 5