cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
TRAUMA CERVICAL YANG MENYERTAI FRACTURE MANDIBULA DI RUMAH SAKIT DRAJAT PRAWIRANEGARA SERANG BANTEN Omat Rachmat; Roro Nur Fauziyah; Ilma Fiddiyanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.508 KB)

Abstract

Pedahuluan : Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Insidensi, faktor resiko dan pola Trauma Cervical yang menyertai Fracture Mandibula di Pusat Trauma Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Serang Banten Metode penelitian : Sebuah penelitian Analisis Retrospektif terhadap seluruh pasien Fracture Mandibula yang disertai dengan trauma cervical di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara sejak 1 Januari 2015 sampai dengan 30 Juli 2020 yang dilakukan pemeriksaan diagnostik radiologi lengkap mulai foto polos sampai CT Scan atau MRI. Variabel utama yang dinilai adalah lokasi fracture di mandibula dan ada atau tidaknya Trauma Cervical sebagai cedera penyerta, sedang variabel lain yang dinilai adalah karakter demografi, lokasi trauma cervical, etiologi dan Tingkat kesadaran berdasarkan Glasgow Coma Scale (GCS) Hasil : dari 6850 pasien trauma secara keseluruhan, terdapat 630 Pasien Fracture maksillofasial, 30 pasien diantaranya disertai Trauma cervical, Frekuensi trauma cervical secara keseluruhan adalah 4,7 % (30 pasien).rerata usia trauma mandibula yang disertai trauma cervical adalah 26 tahun (range 24-63) 80 % laki-laki. Fracture ramus mandibulla adalah lokasi tersering fracture mandibula dengan trauma cervical atas dan bawah adalah lokasi tersering trauma cervical. Cedera penyerta tersering adalah cedera thorax. Simpulan: Setiap pasien dengan fracture mandibula terutama yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas harus dilakukan pemeriksaan radiologi cervical, berupa foto polos cervical, CT atau MRI untuk menyingkirkan kemungkinan Penyerta fracture cervical. Pendekatan ini untuk meminimalisir kecacatan akibat defisit neurologis yang tidak tertangani pada trauma cervical yang menyertai fracture mandibulla. Adanya fracture ramus mandibula dan cedera penyerta pada thorax meningkat kan resiko kejadian trauma cervical, dengan lokasi tersering pada vertebra cervical atas (Cervical 1 dan 2).
PARITAS MEMPENGARUHI SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN Rahayu Dwikanthi; Jundra Darwanty; Retno Dumilah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.276 KB)

Abstract

The inability of pregnant women conducting early detection of danger signs in pregnancy caused by less perceptions and attitudes of health. Many studies showed that the attitude of pregnant women have a correlation with the frequency of prenatal care visits, so it can make them have less exposed about information of their pregnancy. It can lead some complications and threatened the safety for both mother and fetus. One group pre-test and post-test research design was conducted in March to May 2019 in Karawang District.  The source of the data was questionnaires, performed on 67 pregnant women. Statistical analysis was performed with Chi square test and logistic regression. Bivariate analysis results showed that there were no significant differences between age, parity, and education with pregnant women’s attitude of danger signs in pregnancy in pre-test score. There were no significant differences between age and education with pregnant women’s attitude of danger signs in pregnancy in post-test score. Multivariable analysis results indicated that there was significant correlation between parity with pregnant women’s attitude of danger signs in pregnancy in post-test score. Conclusions: there are a correlation between parity with pregnant women’s attitude of danger signs in pregnancy. Health workers need to considering factors of parity when educated pregnant women about the danger signs in pregnancy.  
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PEMANFAATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) PADA IBU HAMIL Ruri Yuni Astari; Tita Kirani
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.779 KB)

Abstract

Buku Kesehatan ibu dan anak merupakan alat komunikasi dan media informasi yang penting bagi tenaga kesehatan, ibu hamil, keluarga dan masyarakat yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil, dokumentasi, deteksi dini adanya risiko, konseling dan pemantauan tumbuh kembang balita. Ibu hamil di Puskesmas Sukahaji yang mempunyai buku KIA pada tahun 2018 sebesar 41,5% dan pada tahun 2019 mengalami penurunan 5% yakni sebesar 36,5%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan buku KIA. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dilakukan pada bulan Maret-Juni 2020 dengan jumlah sampel penelitian 84 orang yang sesuai dengan kriteria penelitian dan menggunakan teknik accidental sampling. Analisa data meliputi univariat dengan uji distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang dari setengahnya (27,4%) ibu hamil berpengetahuan kurang tentang buku KIA, kurang dari setengahnya (41,7%) ibu hamil tidak memanfaatkan buku KIA dan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil dengan pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) nilai p value  = 0,039 artinya secara statistik bermakna.  
APLIKASI TEORI MODEL KEPERAWATAN SELF-CARE OREM PADA PASIEN NEFROPATI DIABETIK: STUDI KASUS Irma Hermalia; Krisna Yetti; Masfuri; Welas Riyanto
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.758 KB)

Abstract

Nefropati diabetik merupakan penyakit gagal ginjal yang diakibatkan oleh komplikasi dari diabetes melitus (DM) yang ditandai dengan ditemukannya proteinuria atau albuminuria. Nefropati diabetik mempengaruhi kualitas hidup karena dapat menimbulkan kecacatan dan kematian. Penerapan model keperawatan self care Orem dalam asuhan keperawatan menjadikan asuhan keperawatan lebih terarah, sistematis, dan menggambarkan peran perawat. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan dengan teori model self care Orem pada pasien nefropati diabetik. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu studi kasus. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di salah satu rumah sakit umum pusat pemerintah di Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa penerapan teori model keperawatan self care Orem dapat meningkatkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan diri. Asuhan keperawatan dengan teori model self care yang efektif akan membentuk kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan diri dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis. Perawat diharapkan mampu memfasilitasi peningkatan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan diri.
Kinetika Formaldehida (HCHO) Dan Ozon (O3) Di Daerah Urban (Studi Kasus Jakarta): (CASE STUDY: JAKARTA) Nadiyatur Rahmatikal Wasiah; Driejana Driejana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.495 KB)

Abstract

Formaldehyde (HCHO) is a toxic compound and plays an important role in atmospheric chemical reactions as a source of radicals and precursor of oxidants (mainly ozone). HCHO generates from primary sources (motor vehicles) and secondary sources (photochemical reactions). However, carbonyl compounds monitoring and research on their roles in chemical reaction (ozone production) in Indonesia is still limited. This research investigated the contribution and relationship of hydrocarbons (formaldehyde) and ozone in urban areas. Formaldehyde measurements were carried out for two weeks using absorption method and samples were analyzed by spectrophotometric. Two empirical methods were used to predict ozone production, namely MIR (maximum incremental reactivity) method and propane equivalent method. MIR is a method to calculate organic compounds reactivity in ozone formation. Meanwhile, propane-equivalent method aims to determine ozone estimate using the rate of hydrocarbons oxidation (formaldehyde and propane). Based on ozone diurnal variation, the MIR method provided overestimation, while the propane equivalent method show underestimate predictions. The mean value ​​of ozone concentrations as the reference data in µg/m3) was 34.39 , while estimates resulted in 83.93 (MIR method) and 9.92 (propane equivalent method), respectively. RMSE (Root Mean Squared Error) calculated the error range of the two methods found the values of 81.23 µg/m3 (MIR) and 31.90 µg/ m3 (propane equivalent). It is found that these methods did not predict ozone well. However, both method were easy to applied and could estimated ozone concentration although the information of hydrocarbons data were limited. it is suggested that alternative method were applied by adding meteorological data and other hydrocarbons concentrations to produce better prediction ozone model
EVALUASI PENERAPAN STANDAR LAYANAN 10T ANTENATAL CARE (ANC) Nita Ike Dwi Kurniasih; Tri Ani Marwati; SN Nurul Makiyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.65 KB)

Abstract

Keberhasilan upaya kesehatan ibu dapat dilihat dari indikator angka kematian ibu. Upaya Percepatan penurunan AKI dapat dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan ANC yang berkualitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi implementasi standar pelayanan ANC 10T di Puskesmas Semanu II Kabupaten Gunung Kidul. Metode penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel 5 bidan dan 1 petugas laboratorium. Informasi didapatkan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Evaluasi menggunkan metode CIPP yaitu dievaluasi mulai dari context, input, prosses dan product. Analisa data dilakukan mulai dengan mengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan. Hasil evaluasi context menunjukan masih ditemukannya kebutuhan yang belum terpenuhi dari sasaran. Evaluasi input menunjukan masih ditemui kendala pendistribusian/pembagian tugas SDM, serta belum adanya sosialisasi dan SOP yang spesifik mengenai standar pelayanan ANC 10T. Evaluasi process memperlihatkan pelaksanaan kesepuluh komponen standar ANC 10T belum dijalankan secara optimal sesuai dengan prosedur/tatalaksana yang sudah ada, dan masih ditemui beberapa kendala. Evaluasi product menunjukan adanya pencapaian dari tujuan standar pelayanan ANC 10T namun hasilnya belum optimal yaitu mulai dari penerapan tindakan kesepuluh komponen 10T oleh bidan, capaian K1 dan K4, komplikasi ibu hamil serta tidak ditemuinya kematian ibu dan bayi. implementasi standar pelayanan ANC 10T memperlihatkan beberapa pencapaian sebagaimana dari tujuan pelaksananannya, namun untuk hasilnya belum optimal. Hal ini dikarenakan masih ditemui beberapa kendala dan perlu dilakukakan perbaikan untuk dapat melanjutkan implementasinya dimasa yang akan datang untuk mencapai hasil yang optimal
GAMBARAN EFIKASI DIRI DALAM PENGELOLAAN FAKTOR RISIKO DAN PEMELIHARAAN FUNGSI KESEHATAN PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Ai Rokhayati; Hotma Rumahorbo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.669 KB)

Abstract

Jantung ialah organ tubuh yang sangat penting untuk dijaga kesehatannya, karena begitu penting fungsi jantung untuk tubuh manusia. Penyakit jantung sangat sulit untuk dideteksi, sehingga menyebabkan banyak orang yang meninggal dunia secara mendadak tanpa disadari jika seseorang mengidap penyakit jantung atau terkena serangan jantung. Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia.Menurut World Health Organization (2017) jumlah kematian diperkirakan sekitar 17,9 juta orang. Meningkatnya umur harapan hidup di Indonesia akan meningkatkan penyakit degeneratif termasuk penyakit jantung koroner. RSAU dr. M Salamun Bandung memiliki jumlah kunjungan pasien penyakit jantung koroner cukup tinggi dengan rata-rata kunjungan satu bulan 131 orang. Bandura (dalam Abdullah, 2003) menjelaskan aspek-aspek yang mempengaruhi self-efficacy ialah keyakinan menghadapi situasi yang tidak menentu, keyakinan terhadap kemampuan menggerakkan motivasi, kemampuan kognitif, dan melakukan tindakan, keyakinan mencapai target yang telah ditetapkan keyakinan terhadap kemampuan mengatasi masalah yang mungkin muncul dibutuhkannya keyakinan yang kuat dari dalam diri seseorang untuk dapat sembuh dari penyakit jantung koroner, walaupun pada dasarnya penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Individu yang memiliki keyakinan kemampuan diri mampu menerima penyakit yang dideritanya sehingga dapat memaknai kehidupan. Keyakinan akan kemampuan diri ini membuat individu merasa nyaman menerima keadaan dirinya saat ini, sebaliknya jika individu memiliki keyakinan diri yang rendah akan merasa cemas dan tidak dapat memaknai hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi diri dalam pengelolaan faktor risiko dan pemeliharaan fungsi kesehatan pasien penyakit jantung koroner di RSAU dr. M Salamun Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah pasien penyakit jantung koroner di klinik jantung dengan sampel 57 pasien menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan jumlah efikasi diri tinggi terbanyak pada usia >65 tahun (45,2%) dan berjenis kelamin perempuan (58,1%). Sebagian besar responden yang memiliki efikasi diri rendah adalah responden tidak bekerja (61.5%). Hampir sebagian responden yang memiliki efikasi diri tinggi adalah Klien Stable Angina (38,7%). Responden yang terbanyak yang memiliki efikasi diri rendah berada dalam rentang lamanya menderita penyakit jantung koroner 1-5 tahun (53,8%).Institusi pendidikan perlu untuk menambahkan pembelajaran mengenai efikasi diri, pelaksana keperawatan harus memperhatikan efikasi diri klien. Bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian terkait efikasi diri menurut klasifikasi penyakit, dan bagi klien penyakit jantung koroner berusaha harus meningkatkan efikasi diri untuk menunjang pemeliharaan fungsi kesehatannya. Kata Kunci : Efikasi Diri, Penyakit Jantung koroner
TAPAS ACUPPRESURE TECHNIQUE (TAT) 20 MENIT PERHARI DAPAT MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN KORBAN PASCA BENCANA BANJIR Nur Intan Hayati Husnul Khotimah; Cecep Feriansyah; Rizki Muliani
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.212 KB)

Abstract

Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia khususnya di Kabupaten Bandung. Masalah psikologis akibat bencana banjir adalah kecemasan. Kecemasan dapat menyebabkan penurunan derajat kesehatan, sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Tapas Acupressure Technique (TAT) merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menangani hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian Tapas Acupressure Technique (TAT) terhadap tingkat kecemasan pada korban pasca bencana banjir. Metode penelitian menggunakan Quasi experimental dengan pendekatan Time Series yang melibatkan 38 korban pasca bencana banjir di Kabupaten Bandung yang diperoleh dengan tehnik purposive sampling. Subjek penelitian diberikan perlakukan pemberian Tapas Acupressure Technique (TAT) selama 20 menit perhari dalam 3 hari. Penentuan penurunan kecemasan ditentukan dari perbedaan nilai rata-rata tingkat kecemasan yang diukur menggunakan instrumen Zung Self Rating Anxiety Scale, dan dianalisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan bahwa hampir seluruh (92,1%) korban pasca bencana mengalami cemas ringan sebelum dilakukan Tapas Acuppresure Technique (TAT), Sedangkan setelah dilakukan Tapas Acuppresure Technique (TAT) sebagian besar (55,3%) korban pasca bencana tidak merasakan kecemasan. Hasil uji perbedaan rata-rata didapatkan nilai ρ-value (0.000) < α (0,05) hal ini menunjukkan terjadi penurunan tingkat kecemasan pada korban pasca bencana banjir sehingga disimpulkan bahwa Tapas Acuppresure Technique (TAT) 20 menit sehari dalam 3 hari dapat menurunkan tingkat kecemasan pada korban pasca bencana banjir di Kabupaten Bandung. Tapas Acuppresure Technique (TAT) tehnik yang dapat digunakan untuk melepaskan neurotrasmitter yang menimbulkan rasa senang dan dopamine yang memberikan rasa ketenangan sehingga dapat menjadi salah satu tindakan alternative dalam menangani masalah kecemasan. Kata Kunci: Banjir, Kecemasan, Tapas Acuppresure Technique (TAT)
PENERAPAN INTERVENSI BERMAIN, MAKANAN, SPIRITUAL DAN AKUPRESUR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA LEUKEMIA Sri Ramdaniati; Henny Cahyaningsih; Rukman -
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.59 KB)

Abstract

Penderita leukemia harus mendapatkan kemotherapi dalam waktu yang relative lama. Hal tersebut mengakibatkan banyak efek samping baik fisik maupun psikologis. Efek samping yang penderita alami tersebut membuat anak terganggu sehingga kualitas hidupnya mengalami penurunan. Berdasarkan hal itu perlu dirancang suatu intervensi untuk mengurangi dampak kemotherapi pada anak leukemia yang dilakukan secara komprehensif meliputi aspek fisik, psikologis, sosial dan spiritual dengan menggabungkan antara play, eat, spiritual dan acupressure. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan intervensi tersebut terhadap kualitas hidup anak yang dirawat di rumah sakit. Desain one group pre-test-post test dipergunakan pada penelitian ini dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang yang diambil secara consecutive sampling. Setiap responden diberikan intervensi selama 4 kali dalam durasi waktu 1 bulan. Kualitas hidup diukur menggunakan Pediatric Quality of Life (PedsQL) modul cancer 3.0 dan hasilnya memperlihatkan adanya perbedaan skor rata-rata kualitas hidup anak (p value 0,001) antara sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulan yang dihasilkan adalah intervensi play, eat, spiritual dan akupresure memberikan pengaruh yang positif terhadap kualitas anak penderita leukemia sehingga dapat dipergunakan sebagai bagian dari tindakan keperawatan. Keywords: Play, leukemia, akupressure, kualitas hidup
fSTUDI EKSPLORATIF DI GARMENT Juariah Juariah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.931 KB)

Abstract

WHO was recommended breastfeeding for 6 months and continued breastfeeding for the first two years of life. Breastfeeding had very important for optimal growth and development, both physical and mental and intelligence of the baby. Therefore, breastfeeding needed the attention of mothers and health workers so that the breastfeeding process can be carried out properly. Problems arise when a mother works. This study aims to explored the factors associated with exclusive breastfeeding for mothers at the workplace. The design of this study used the qualitative approach of the first stage with a qualitative study to explored the factors causing the failure of exclusive breastfeeding to working mothers. The second stage was to delivered the results of the first phase of research to produced policy recommendations related to exclusive breastfeeding for working mothers, especially workers in garment. X. The study population was all female workers who had children aged 6 - 60 months in Garment X Factory in Bogor City. The research sample for the qualitative study used a saturated sample. In this study, independent interviews were conducted with 10 breastfeeding mothers , indept interviewed with 3 people from garment management and 2 policy makers at the Bogor Health Office. Then conducted a Focus Group discussion (FGD) with 10 midwives at the health center. Qualitative analysis used content analysis with the visual construction paradigm so as to produce a construction model for the success of exclusive breastfeeding in working mothers. The results of this study found that low knowledge, management policies, working Time off period, age, husband and family support, culture, and frequency of breastfeeding were the factors that led to the success of exclusive breastfeeding. Policy recommendations suggest that management needs to facilitate lactation in the workplace and other public facilities. Increasing exclusive breastfeeding education and The monitoring used of formula milk.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue