cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
FORMULATION AND EVALUATION OF THE PHYSICAL QUALITY OF NIACINAMIDE GEL PREPARATIONS USING PVP AS A GELLING AGENT Shohihunnatiq Zulananta; Rifkarosita Putri Ginaris; Alfina Nurrahman
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2883

Abstract

Niacinamide is the amide form of vitamin B3. Other forms of vitamin B3 include niacin (nicotinic acid). Polyvinylpyrrolidone (PVP) is a biodegradable and air-soluble polymer derived from the monomer N-vinylpyrrolidone. Gels are water-rich preparations and have better potential as topical drug delivery preparations compared to ointments because they are non-sticky, require low energy during formulation, are stable, and have aesthetic value. The purpose of this study was to evaluate the physical qualities of PVP-based niacinamide gel preparations based on physical quality parameters, including organoleptic test, ligninogenicity test, pH test, viscosity test, adhesiveness test, and spreading power test. The method used in this study was an experimental method carried out to determine the physical qualities of a good gel. The results of the study showed that the PVP-based niacinamide gel preparation produced had a thick gel texture, transparent color, odorless, homogeneous, an average pH value of 16.6, an average viscosity value of 2673.6 - 2179.6, an average spreadability value of 6.2 - 6.3, and an average adhesiveness value of 4.67 - 4.46. Based on these results, the PVP-based niacinamide gel preparation had physical quality that met the requirements according to good criteria.
Efektivitas Konsumsi Cookies Mosatabaf terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Program Prolanis Livia Anariyanti; Afriyana Siregar; Manuntun Rotua; Susyani Susyani; Eliza Eliza
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2728

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Pengendalian tidak hanya melalui obat, tetapi juga melalui intervensi gizi, seperti peningkatan asupan kalium dan serat. Pemanfaatan pangan lokal seperti mocaf dan pisang kepok dalam bentuk cookies Mosatabaf berpotensi menjadi alternatif untuk membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh pemberian cookies  Mosatabaf terhadap tekanan darah pada pasien prolanis yang mengalami hipertensi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment untuk mencari hubungan sebab akibat antara variabel dengan rancangan pretest dan posttest with  two goup. Waktu penelitian dilakukan selama 7 hari. Sampel penelitian adalah pasien pronalis yang menderita Hipertensi di Puskesmas Talang Ubi berjumlah 60 orang terdiri dari 30  kelompok perlakuan dan 30 kelompok pembanding yang telah dilakukan pengecekan tekanan darah dan asupan zat gizi. Sampel dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Hasil:  Berdasarkan uji statistik pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p-value sistolik 0,012 dan diastolik 0,001 < 0,005 dengan rata- rata selisih penurunan tekanan sistolik 0,77 mmHg dan diastolik 3,33 mmHg. Kesimpulan: Ditinjau dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian cookies Mosatabaf terhadap penurunan tekanan daran sistolik dan diastolik pada Pasien Prolanis yang mengalami Hipertensi.
Efektivitas Teknik Rebozo Menggunakan Kazo terhadap Penurunan Intensitas Nyeri dan Percepatan Kemajuan Persalinan Lastriati Dewi Ayudarista; Ma’mun Sutisna; Teni Nurlatifah; Anita Deborah; Udin Sabarudin; Hidayat Wijayanegara
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2753

Abstract

Latar Belakang: Partus lama dapat terjadi akibat nyeri persalinan yang berkepanjangan, di mana ibu merasa tidak mampu menahan nyeri sehingga mendorong untuk mengejan sebelum serviks mencapai dilatasi penuh. Kondisi ini berisiko menyebabkan pembengkakan serviks dan distosia persalinan. Teknik rebozo merupakan metode non-farmakologis yang digunakan untuk membantu mengatasi nyeri selama persalinan tanpa obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik rebozo menggunakan kain kazo terhadap intensitas nyeri dan kemajuan persalinan di Klinik Zhafira Zarifa Kabupaten Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian berjumlah 60 ibu bersalin multigravida kala I fase aktif, yang dipilih menggunakan accidental sampling. Kriteria inklusi Ibu bersalin multigravida, fase aktif pembukaan serviks 4-7 cm, janin tunggal dengan presentasi belakang kepala, kehamilan tanpa komplikasi, denyut jantung janin dalam batas normal. Kelompok eksperimen (30 orang) diberikan intervensi teknik rebozo menggunakan kazo, sedangkan kelompok kontrol (30 orang) menggunakan teknik relaksasi napas. Pengukuran nyeri menggunakan skala NRS (Numerical Rating Scale), dengan rentang nyeri 7–10 sebagai sampel penelitian. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dalam SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan teknik Rebozo menggunakan kazo terhadap penurunan intensitas nyeri dan kemajuan persalinan dengan nilai p-value (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Teknik rebozo menggunakan kain kazo terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan mempercepat proses persalinan. Diharapkan metode ini dapat menjadi alternatif dalam manajemen nyeri persalinan secara non-farmakologis.
The impact of the PLASI App on DPT and polio immunization visits for children 0–9 months Anggi Sri Budiarti; Teni Nurlatifah; Yanti Herawati; Yeni Mahwati; Meti Widiya Lestari; Ma’mun Sutisna
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2755

Abstract

Latar Belakang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Immunization Agenda 2030 mendorong inovasi digital untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Intervensi digital dapat meningkatkan akses informasi dan partisipasi masyarakat, meskipun kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi PLASI (Penyedia Layanan Informasi Imunisasi) terhadap kunjungan imunisasi Diphtheria, Pertussis, Tetanus, dan Polio pada anak. Metode: Aplikasi PLASI, sebagai media digital yang menyajikan informasi imunisasi melalui audio, visual, dan grafik, diuji menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group. Penelitian melibatkan 135 ibu di Desa Klari, Karawang, yang memiliki bayi usia 0–9 bulan dan mengikuti kegiatan posyandu pada Januari–Mei 2024. Dengan teknik purposive sampling, dipilih 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (pengguna PLASI) dan kontrol (non-pengguna). Instrumen yang digunakan meliputi aplikasi PLASI, kuesioner pretest–posttest (pengetahuan ibu), dan lembar observasi kunjungan imunisasi. Hasil: Uji McNemar menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kunjungan imunisasi DPT (p=0,020) dan polio (p=0,020) pada kelompok pengguna PLASI dibandingkan kelompok kontrol. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil dan perubahan jadwal yang mendadak. Simpulan: Aplikasi PLASI efektif dalam meningkatkan kunjungan imunisasi melalui peningkatan akses informasi dan partisipasi masyarakat. Namun, diperlukan upaya untuk mengatasi hambatan yang ada, seperti keterbatasan teknologi dan kendala layanan, melalui edukasi kesehatan yang terarah, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta evaluasi berkala agar intervensi digital dapat berkelanjutan dan adaptif, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Sensitivitas dan Spesifisitas Analitik Primer Gen HNF1A Menggunakan Metode qPCR Pada Pasien Terduga MODY3 Yuane Wandalira; Fusvita Merdekawati; Sonny Feisal Rinaldi; Acep Tantan Hadiana
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2860

Abstract

Latar Belakang: Maturity onset diabetes of the young (MODY) merupakan diabetes monogenik yang jarang, namun mencakup 1–5% kasus diabetes dan umumnya terjadi sebelum usia 25 tahun. Dari 14 subtipe, MODY3 merupakan yang paling umum, terutama pada populasi Asia, dan berkaitan dengan mutasi gen Hepatocyte Nuclear Factor 1 Alpha (HNF1A). Diagnosis MODY sering sulit karena variasi gejala klinis. Pemeriksaan molekuler berbasis qPCR menjadi metode yang lebih akurat, cepat, dan relatif efisien untuk mendeteksi mutasi gen HNF1A. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi sensitivitas dan spesifisitas primer ekson 4 gen HNF1A pada pasien yang dicurigai MODY3 menggunakan qPCR dengan SYBR Green. Metode: Sampel penelitian adalah pasien berusia < 25 tahun dengan riwayat keluarga diabetes melitus, tanpa obesitas dan ketoasidosis. Sensitivitas dianalisis menggunakan regresi probit berdasarkan hasil amplifikasi dari 10 variasi pengenceran DNA dengan 6 replikasi. Spesifisitas dianalisis menggunakan uji t berpasangan terhadap DNA spike Plasmodium vivax dengan 3 replikasi. Hasil: Sensitivitas analitik primer ekson 4 HNF1A sebesar 3,16 × 10⁻⁷ ng/µL. Uji spesifisitas menunjukkan nilai p < 0,05, yang menandakan tidak terdapat perbedaan signifikan antara DNA target dan DNA spike. Kesimpulan: Primer ekson 4 HNF1A menunjukkan sensitivitas tinggi dan spesifisitas yang baik, sehingga berpotensi digunakan sebagai metode deteksi MODY berbasis qPCR pada tahap validasi awal.
Efektivitas Intervensi Self-Management di Komunitas terhadap Manajemen Diabetes Melitus Tipe 2: a Systematic Review Tangnga, Martinus; Rekawati, Etty; Rachmawati, Utami
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2971

Abstract

Background: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (T2DM) yang terus meningkat secara global menunjukkan pentingnya strategi manajemen berkelanjutan, salah satunya melalui intervensi manajemen mandiri berbasis komunitas. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi tersebut dalam mengontrol diabetes dan meningkatkan kualitas hidup pada orang dewasa dengan T2DM. Metode: Dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020, tujuh Randomized Controlled Trials (RCTs) yang diterbitkan antara tahun 2020-2024 dianalisis. Studi-studi ini melibatkan 1.193 partisipan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Ghana, Tiongkok, Nepal, dan Taiwan. Intervensi yang diuji meliputi edukasi digital, program yang dipimpin oleh community health workers (CHWs), dan program memasak berbasis komunitas. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan adanya peningkatan pada HbA1c, perilaku perawatan diri, dan kualitas hidup. Efektivitas intervensi bervariasi tergantung pada durasi intervensi, ukuran sampel, dan konteks sosial budaya. Intervensi multikomponen yang menggabungkan edukasi, dukungan sosial, dan keterlibatan kader kesehatan (CHW) menghasilkan luaran yang paling konsisten dan positif. Kesimpulan: Meskipun intervensi ini menjanjikan dalam meningkatkan kontrol glikemik, perilaku perawatan diri, dan kualitas hidup, keterbatasan jumlah studi, heterogenitas intervensi, serta bias metodologis membatasi kekuatan bukti secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan uji coba terkontrol acak (RCT) jangka panjang di berbagai setting, serta evaluasi cost-effectiveness sebelum implementasi dalam skala luas.
Analisis kandungan cemaran timbal dan kadmium pada kerang meti (Batissa violacea von Lammarck, 1818) asal Sungai La’a, Desa Petasia, Sulawesi Tengah Juniah, Juniah; Wanta, Ibnu; Jamaluddin, Jamaluddin; Yuyun, Yonelian
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2980

Abstract

Latar Belakang: Kerang meti (Batissa violacea L. Von Lamarck, 1818) merupakan bivalvia air tawar yang memiliki peran ekologis dan nilai ekonomi yang penting sebagai penyaring alami dalam ekosistem perairan. Namun, peningkatan aktivitas domestik dan antropogenik telah berkontribusi terhadap pencemaran logam berat di habitatnya, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada kerang meti sebagai penilaian awal terhadap kualitas lingkungan dan keamanan pangan di Sungai La’a. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis laboratorium. Sampel dikumpulkan secara purposive dari tiga lokasi, yaitu hulu, permukiman, dan hilir, masing-masing terdiri dari 30 kerang layak konsumsi dengan panjang cangkang minimal 4 cm. Setelah proses destruksi basah, sampel daging dan cangkang dianalisis untuk kandungan Pb dan Cd menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil: Konsentrasi Pb tertinggi pada daging ditemukan di daerah hilir (0,2495 mg/kg), sedangkan konsentrasi Cd tertinggi ditemukan di daerah hulu (0,2133 mg/kg). Pada cangkang, konsentrasi Pb dan Cd tertinggi terdeteksi di daerah permukiman (34,5528 mg/kg dan 3,3753 mg/kg). Seluruh konsentrasi logam pada jaringan yang dapat dikonsumsi masih berada di bawah batas BPOM (1,0 mg/kg), sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Namun, akumulasi yang tinggi pada cangkang menunjukkan adanya tekanan lingkungan. Kesimpulan: Kerang meti masih aman untuk dikonsumsi, namun tingginya kadar logam berat pada cangkang mencerminkan adanya pencemaran lingkungan. Pemantauan berkelanjutan dan pengendalian pencemaran diperlukan, serta cangkang berpotensi digunakan sebagai bioindikator kontaminasi.
Menonton Kartun Bagi Remaja: Peran Video Animasi Terhadap Agresi di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Atas Zaini, Desmaniarti; Fatah, Vera Fauziah; Meilianingsih, Lia; Putri, Tri Antika Rizki Kusuma
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3003

Abstract

Background: Aggressive behavior among secondary school students, including bullying and acts of revenge, constitutes a significant public health concern, particularly in Indonesia. Despite various interventions implemented by schools and families, aggressive tendencies persist, with many adolescents continuing to engage in physical violence. Objective: This study aimed to examine the effectiveness of animated video media in reducing aggressive behavior among secondary school students in Bandung City, Indonesia. Methods: This pre-experimental study involved 208 secondary school students in Bandung City, Indonesia. Participants were assigned to either an intervention group (n = 104) or a control group (n = 104). The intervention group viewed a 30-minute animated educational video each day for seven consecutive days, focusing on understanding and managing aggression. Levels of aggression were assessed using the Buss–Perry Aggression Questionnaire through pre-test and post-test evaluations. Results: The findings revealed a statistically significant reduction in aggression levels among participants in the intervention group (p < 0.001), whereas the control group exhibited no significant change (p = 0.648). Hostility and retaliatory thoughts were more prevalent among younger adolescents. Regression analysis identified age, physical aggression, and anger as significant predictors of total aggression. Conclusion: The study underscores the potential of animated educational media as an engaging and developmentally appropriate intervention for preventing aggressive behavior in the digital era. The integration of multimedia-based learning into school health programs aimed at improving emotional regulation and conflict resolution skills may serve as an effective strategy to mitigate aggression among adolescents.
Pengetahuan Gizi Merupakan Determinan Pola Makan Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang Pada Pelajar Sekolah Menengah Pertama Puteri, Jihan Sakinah; Nisa, Hoirun
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3025

Abstract

Latar Belakang: Pola makan yang tidak sehat menjadi faktor risiko yang berkontribusi terhadap meningkatnya beban kesehatan di seluruh dunia, yang dikaitkan dengan masalah kesehatan pada remaja, seperti obesitas dan kekurangan zat gizi. Masih banyak remaja yang memiliki pola makan belum sesuai dengan anjuran porsi pedoman gizi seimbang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pola makan berdasarkan pedoman gizi seimbang pada remaja pelajar SMP Negeri di Kabupaten Pandeglang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Respondeni dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas VII dan VIII, dengan jumlah responden sebanyak 161 orang. Pola makan diukur menggunakan instrumen Semiquantitative Food Frequency Questionnaire (SFFQ) melalui teknik wawancara. Status gizi diukur menggunakan microtoise dan timbangan digital. Selain itu, responden mengisi kuesioner yang mencakup karakteristik responden, body image, pengetahuan gizi, peran teman, dan peran orang tua. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pola makan remaja adalah pengetahuan gizi dan peran orang tua (p<0,05). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan pola makan adalah pengetahuan gizi dengan nilai OR = 3,11 ; CI 95% (1,26-7,67). Kesimpulan: Sekolah diharapkan dapat menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang menekankan pentingnya pola makan bergizi dan seimbang, sekaligus membangun komunikasi serta kerja sama yang baik dengan orang tua. Selain itu, diperlukan peningkatan peran keluarga dalam menyediakan makanan bergizi dan seimbang di rumah untuk membentuk pola makan yang baik pada remaja.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dukungan Masyarakat Terhadap Program Wingko (Wolbachia ing Kota Semarang) Mayadilanuari, Aerrosa Murenda; Nurvita, Silvia; Sumantiawan, Dody Indra; Kurniawan, Dhieo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3033

Abstract

Background: Dengue fever (DF) remains a persistent public health threat in Semarang City, with 404 reported cases in 2023. To address this issue, the WINGKO Program (Wolbachia ing Kota Semarang) was launched in 2023 as a vector control initiative involving the release of Aedes aegypti mosquitoes inoculated with Wolbachia bacteria. Objective: This study aimed to analyze the factors associated with public support for the WINGKO program. Methods: A cross-sectional study was conducted among 80 residents of RW 2, Meteseh Village, Tembalang District, using a structured questionnaire and purposive sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test and Pearson correlation to determine the factors influencing community support for the WINGKO Program. Results: The results showed that residents who had lived in Semarang for more than five years were more likely to support the program (OR 3.590, 95% CI 1.247–10.330, p = 0.015). Participants with higher education levels were three times more likely to support the program (OR 3.626, p = 0.006). A history of dengue infection (OR 2.878, p = 0.035) and prior involvement as a Wolbachia Foster Parent (OTA) (OR 3.093, p = 0.044) were also significantly associated with higher program support. In contrast, variables such as gender and household size were not significantly related to support for the program. Conclusion: This research highlights the importance of targeted community engagement strategies that consider educational and experiential factors to strengthen public acceptance.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue