Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Articles
541 Documents
FAKTOR PENENTU PAPARAN PESTISIDA PADA PETANI WANITA TERHADAP KEJADIAN BBLR
Astin Hardiana;
Onny Setiani;
Yusniar Hanani Darundiati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.137 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1839
Wanita yang melakukan aktivitas pertanian pada saat hamil rentan terpapar pestisida. Kandungan lemak pada wanita lebih tinggi dibanding pria, terutama pada wanita hamil. Kandungan lemak yang tinggi tersebut membuat pestisida mudah terakumulasi ke dalam jaringan tubuh, protein dan tulang yang berakibat pada terganggunya pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Petani wanita yang terpapar pestisida saat hamil disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan menganalisis beberapa literatur mengenai faktor-faktor paparan pestisida yang menjadi faktor penentu terjadinya paparan pada wanita terkait kejadian BBLR. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur. Sumber data sekunder yang digunakan diperoleh dari database Sciencedirect, Google Scholar, PubMed Central dan Science and Technology Index (SINTA) dengan rentan waktu 10 tahun. Penelitian ini mempelajari dan menganalisis 7 artikel ilmiah yang terdiri dari 4 artikel nasional dan 3 artikel internasional. Hasil dari tujuh artikel yang dianalisis menunjukkan paparan pestisida pada petani wanita disebabkan oleh beberapa faktor penentu yaitu faktor pemakaian APD, keterlibatan dalam kegiatan pertanian, massa kerja, lama kerja, pencampuran pestisida dan penyimpanan pestisida, serta intensitas paparan pestisida. Sedangkan faktor penanganan peralatan penyemprotan tidak memiliki pengaruh terhadap kejadian BBLR.
STUDI LITERATUR : PENGARUH PAPARAN PESTISIDA TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PETANI
Dhody Ardi Pratama;
Onny Setiani;
Yusniar Hanani Darundiati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (493.099 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1840
Pestisida organofosfat merupakan pestisida yang umum digunakan petani untuk membunuh hama tanaman. Penggunaan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan manusia karena bersifat racun dan kurang persisten di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji berbagai literatur yang membahas mengenai gangguan kesehatan yang terjadi pada petani akibat paparan pestisida organofosfat. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kespustakaan (literature review) dengan sumber data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari database Science and Technology Index (SINTA), Google Scholar, PubMed Central dan Sciencedirect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani menggunakan pestisida golongan organofosfat untuk membasmi hama tanaman. Penggunaan berlebihan dan tanpa menggunakan alat pelindung diri adalah pemicu terjadinya paparan pestisida pada petani. Paparan pestisida menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti anemia, hipertensi, diabetes mellitus, gangguan pada sistem saraf, gangguan kesehatan pada wanita seperti hipotiroid dan gangguan reproduksi, gangguan kesehatan pada pria seperti gangguan kesuburan. Selain itu, gangguan kesehatan lainnya juga dipicu oleh paparan pestisida seperti tremor, iritasi kulit, pusing, mual, batuk, sakit kepala, serta kesulitan bernapas.
KONDISI PENGELOLAAN LIMBAH B3 INDUSTRI DI INDONESIA DAN POTENSI DAMPAKNYA: STUDI LITERATUR
Aisya Nursabrina;
Tri Joko;
Onny Septiani
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.446 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1841
Industrialisasi adalah model pembangunan alternatif yang diperlukan oleh suatu negara untuk memacu proses ekonomi. Selain menyebabkan percepatan ekonomi, pembangunan industrialisasi juga memberikan dampak yang perlu diwaspadai salah satunya keberadaan limbah B3 hasil industri. Limbah B3 industri merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang potensial. Limbah B3 industri berpotensi menimbulkan risiko terhadap lingkungan dan dampak kesehatan bagi manusia. Pengelolaan limbah B3 industri sangat erat kaitannya dengan aspek kesehatan dan lingkungan. Menyadari banyaknya permasalahan terkait pengelolaan limbah B3 dari kegiatan industrialisasi, perlu dilakukannya pembaharuan konsep-konsep pengelolaan limbah B3 yang bersifat menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan, serta pembuatan program yang cermat dan praktis oleh pemangku kepentingan untuk mengurangi potensi dampak paparan limbah B3 ke manusia dan lingkungan. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang membahas kondisi pengelolaan limbah B3 industri yang terjadi saat ini serta potensi dampak limbah B3 industri bagi kesehatan dan lingkungan.
ANALISIS POTENSI ANTIBIOTIKA BERDASARKAN KONSENTRASI HAMBAT MINIMAL DAN KONSENTRASI BAKTERISIDAL MINIMAL KLORAMFENIKOL DAN AMOKSISILIN TERHADAP SALMONELLA TYPHI
Deny Rudiansyah;
Asep Dermawan;
Yuliansyah Sundara Mulia
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.431 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1842
Infectious sicknesses are as yet one of the medical issues on the planet, including Indonesia. Different sorts of anti-toxins have been utilized to treat irresistible sicknesses. One illustration of an irresistible sickness brought about by microorganisms is typhoid fever or enteric fever brought about by Salmonella typhi (S.typhi.). Since 1948, chloramphenicol has been the medication of decision for S.typhi contamination. Objective: To think about and decide the anti-microbial power of chloramphenicol and amoxicillin against S.typhi. Exploration is expected to discover other anti-infection treatment alternatives that are more touchy. One of them is by directing this examination with the KHM and KBM tests. Methods: To see the potential for anti-microbials, the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) was tried utilizing the cylinder weakening strategy and the Minimum Kill Concentration (KBM) utilizing the Kirby Bauer technique. This examination is a kind of in vitro lab test research. Information examination utilizing SPSS application with Mann Whitney U Test. Results: The examination showed that chloramphenicol had anti-infection power with a MIC worth of 12.50 g/ml, while amoxicillin had anti-infection potential with a MIC worth of 6.25 g/ml. The MBC an incentive for chloramphenicol and amoxicillin has a similar worth of 25 g/ml. Conclusion: There is no distinction in MIC and MBC esteems between the anti-toxins chloramphenicol and amoxicillin against S.typhi. Amoxicillin can be utilized as an elective medication for the treatment of typhoid fever disease.
PENGARUH MODEL PENDAMPINGAN ANTENATALCARE BERBASIS LOGBOOK SISTEM PADA IBU HAMIL TRIMESTER II TERHADAP RISIKO STUNTING
Maya Astuti;
Enung Harni Susilawati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.581 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1848
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis akibat asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu lama. Prevalensi stunting di Indonesia mencapai 37,2%, dan di Kabupaten Bogor mencapai 28,4 %. Salah satu penyebab stunting adalah anc yang kurang berkualitas. Dibutuhkan asuhan yang tepat selama hamil, salah satunya dengan model pendampingan anc dan dibantu logbook harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pendampingan antenatal care berbasis logbook sistem to prevent stunting pada ibu hamil trimester II terhadap risiko stunting. Desain penelitian yaitu metode non-equavalent group desain, dengan pendekatan pre and post test design with control group. Lokasi penelitian yaitu wilayah kerja Puskesmas Kemang mulai bulan Juli - September 2019. Sampel penelitian yaitu ibu hamil trimester II yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak @30 subjek tiap kelompok. Pengambil sampel dilakukan dengan teknik proposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada kelompok intervensi dan kontrol menggunakan kuisioner, dilakukan 2 kali yaitu pada saat pre dan post intervensi. Kelompok intervensi mendapatkan pendampingan sebanyak 3 kali dan dibantu media logbook sistem, dan kelompok kontrol tidak mendapatkan pendampingan dan menggunakan media leaflet. Analisis data menggunakan uji Mann-whitney mendapatkan hasil bahwa model pendampingan antenatalcare berbasis logbook sistem berpengaruh secara signifikan terhadap pencegahan risiko stunting (p<0,05). Diharapkan model pendampingan ini dapat diterapkan dalam asuhan kehamilan sebagai upaya pencegahan stunting.
EFEKTIVITAS SARI BUAH MULBERRY (Morus alba L) PADA PLAK GIGI SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PENGGANTI DISCLOSING SOLUTION
Dewi Sodja Laela;
Sri Mulyanti;
Hera Nurnaningsih
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.347 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1851
Plak berperan penting dalam proses terjadinya karies dan penyakit jaringan periodontal (Forest, 2005). Plak yang tipis memiliki warna hampir sama dengan warna gigi. Plak tidak dapat terlihat dengan kasat mata kecuali bila diwarnai dengan zat pewarna.Dunia kedokteran gigi mengembangkan suatu teknik pewarnaan sel bakteri plak dengan menggunakan cairan disclosing solution. (Forest). Disclosing solution dipasaran tersedia dalam bentuk cairan, tablet atau bentuk bubuk terbuat dari bahan-bahan kimia. Bahan tradisional dapat dijadikan alternatif pengganti disclosing solution. Buah tradisional yang mengandung cairan berwarna merah. salah satunya adalah mulbery. Winarno (2002) menyatakan konsentrasi antosianin dari buah mulberry mengalami peningkatan sampai pada hari ke 15 menjadi 544,8 mg/L. Penelitian ini bermaksud mensosialisasikan penggunaan sari buah mulberry pada plak gigi sebagai bahan alternatif pengganti disklosing solution. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan. Pre and post with Control Group Design. Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Pada penelitian ini uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai p (0,813) >0,05 artinya jumlah plak pada permukaan gigi yang terwarnai antara yang menggunakan sari buah Mulberry (Morus alba L.) dengan data kontrol disclosing solution tidak berbeda Konsentrasi yang tepat dari sari buah Mulberry (Morus alba L.) untuk dapat mewarnai plak gigi yaitu 100 %
DIMENSI RESPONSIVENESS DAN ASSURANCE KEPUASAN IBU HAMIL TERHADAP PELAYANAN BIDAN: IMPORTANCE -PERFORMANCE ANALISIS
Juariah Juariah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (865.399 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1856
Health workers who provide obstetric and neonatal services, especially midwives, must be capable and skilled in providing services in accordance with established standards. Improving the quality of maternal and child health services provided by midwives is expected to reduce morbidity and mortality. Low patient satisfaction will have an impact on the number of visits to midwives. Service standards determine the quality of public health services and are very influential on the level of patient satisfaction. The purpose of this study is to analyze the level of patient satisfaction with midwife services from the dimensions of responsivity and the dimension of Assurance. The research method uses a survey approach. Primary data were obtained using a questionnaire for 52 pregnant women conduct pregnancy checks at the Puskesmas obtained by purposive sampling technique. Bivariate analysis uses the mann whitney test and Importance-Performance analysis. The results of the study indicate that the patient feels less satisfied with the Responsiveness dimension. And according to the Cartesian diagram analysis it can be seen that there is one aspect that is the top priority of the improvement program, namely in the midwife aspect providing clear and easy to understand information The quality of health services is not only supported by physical facilities but the attitudes and communication of health workers, midwives in providing services are also an important part of service so that patients feel comfortable. Thus it is hoped that there will be training on quality communication and services for health workers.
PENGARUH BUKU SAKU GIZI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP MINAT PENCEGAHAN ANEMIA PADA WANITA PEKERJA
Mamat Mamat;
Mardianti Mardianti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (865.465 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1858
The cause of the occurrence of anemia cases due to lack of knowledge. Pocketbook media is an alternative to meet the needs of a lack of knowledge. The purpose of this study was to find the effect of the reproductive health nutrition pocketbook on perceptions of behavior, subjective norms, attitudes, and behavioral interest in anemia prevention among female workers. The design used was an experimental questionnaire with a control group. The sample is female workers taken by purposive random sampling. The sample size was 119 divided into 2 groups, is the intervention group 54 samples and 65 samples as a control group. The pocketbook used for the intervention has been compiled and reviewed based on needs and expert studies. The data collected refer to the Theory of Planned Behavior (TPB) theory, taken online including perceptions of behavior control, subjective norms and attitudes, and interest in anemia prevention behavior. The data was processed using the SPPS program and then analyzed by an independent t-test. The results showed that there was a pocketbook influence on perceptions of behavioral control, subjective norms, and attitudes, which illustrated that the difference in the mean value of perceived behavioral control was greater in the intervention group 1.56 points, subjective norms of 2, 2 points and an attitude score of 3.0 points compared to the control group where all three have a p-value of 0.01. There was a pocketbook effect on interest with a difference in the average interest of 1.33 points, greater in the intervention group than in the control group with a p-value of 0.001. Referring to the results of media development, it needs to be improved in online forms such as E-books and other information media and there needs to be collaboration and coordination with related agencies
AKTIVITAS LARVASIDA JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP LARVA Aedes aegypti DI LABORATORIUM DAN UJI COBA LAPANGAN
Entuy Kurniawan;
Yuliansyah Sundara Mulia;
Novi Utami Dewi;
Sanitavia Sanitavia;
Yanuar Kristiyanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1308.564 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1861
Penggunaan insektisida sintesis (kimiawi) dalam penanggulangan vektor nyamuk menimbulkan beberapa masalah diantaranya dapat menimbulkan kerugian terhadap manusia (keracunan), resistensi terhadap serangga dan terjadinya pencemaran lingkungan. Cara mengurangi kerugian dampak negatif tersebut, yaitu dengan mengembangkan insektisida alami secara nabati dan biologi. Keuntungan penggunaan insektisida alami yaitu tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia. Salah satu insektisida biologi yang digunakan adalah jamur Metarhizium anisopliae yang mempunyai potensi untuk mengendalikan serangga pada stadium larva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari jamur Metarhizium anisopliae terhadap larva Aedes aegypti dibandingkan dengan larvasida standar Temephos di laboratorium dan di lapangan. Sampel berupa telur nyamuk dari spesies Aedes aegypti yang diperoleh dari Loka Litbang P2B2 Ciamis kemudian dibiakan menjadi larva instar III. Strain jamur Metarhizium anisopliae diperoleh dari Balai Proteksi Tanaman dan Perkebunan (BPTP) Ujung Berung, dibuat dalam berbagai konsentrasi melalui uji pendahuluan. Uji coba di lapangan dilakukan dalam skala kecil dengan cara meletakan tempat perindukan nyamuk (ovitrap). Aktivitas larvasida diukur dari jumlah kematian larva (LC50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas larvasida jamur Metarhizium anisopliae dengan jumlah kematian larva 50% (LC50) di laboratorium dan uji coba di lapangan terdapat pada konsentrasi 10-1 dengan jumlah spora di laboratorium sebesar 109.200 spora dan di lapangan adalah sebesar 81.750 spora. Hasil penelitian ini diharapkan Metarhizium anisopliae dapat digunakan sebagai insektisida alternatif untuk pengendalian vektor DBD.
PENGARUH FILM ANIMASI TANDA BAHAYA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP SUAMI IBU HAMIL DALAM MENDETEKSI KOMPLIKASI KEHAMILAN: -
Tika Suhartika;
Sri Mulyati
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.28 KB)
|
DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1865
Perubahan fisiologis masa kehamilan sewaktu-waktu dapat berubah menjadi patologis karena banyak faktor yang mempengaruhi, baik faktor kesehatan ibu/bayi sendiri maupun faktor dari luar salah satunya faktor dukungan suami bagi ibu hamil. Oleh sebab itu maka sangat diperlukan kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku suami dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan istri dan anak yang dikandung melalui pendidikan kesehatan. Metode pendidikan yang menggunakan animasi merupakan salah satu bentuk media audio visual yang dikenal sebagai metode pendidikan kesehatan yang menarik. Salah satu kelebihan animasi adalah informasi yang didapatkan tersimpan pada memori jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh film animasi tanda bahaya terhadap pengetahuan dan sikap suami ibu hamil dalam mendeteksi komplikasi kehamilan. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan rancangan pre-test post-test with control. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh suami ibu hamil trimester 1,2 dan 3 di wilayah Puskesmas Sindang Barang Kota Bogor. Jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 29 orang untuk kelompok intervensi dan 29 orang untuk kelompok kontrol dengan tehnik pengambilan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,01) antara pengetahuan dan sikap suami ibu hamil sebelum dan sesudah menonton film animasi tanda bahaya kehamilan (p=0,00). Film animasi tanda bahaya kehamilan mempunyai pengaruh yang signifikant p=0,00 terhadap sikap dan pengetahuan suami ibu hamil dalam mendeteksi komplikasi kehamilan (p<0,01). Saran perlu ditambahkan materi yang lebih banyak dan visualisasi yang lebih baik pada film animasi tanda bahaya kehamilan.