cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia" : 33 Documents clear
Persona Amarah sebagai Personal Branding Komedian Surya Insomnia Adam, William Reinhard; Junaidi, Ahmad
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33208

Abstract

Comedy or jokes are humorous works and generally aim to entertain and make laughter especially on television, film, or other media. Some people or more specifically comedians in Indonesia have a unique way of introducing themselves, besides being a humorous or funny persona, there are also those who are known to the public because of their easily provoked or angry nature. This study examines the use of angry personas in comedy as personal branding with qualitative methods. Information was obtained by interviewing Surya Insomnia as an Indonesian comedian with an angry persona as his image to the public. The angry persona which is unique and rarely used in the comedy stage is an interesting topic to discuss. The fact that anger is a strong and frightening emotion can be used to make people laugh and uniquely can be a good image for someone. With good use and the right time, anger can be used to add humor in a comedic context, and people who can do this must be smart and careful. The result is that to have a good personal branding, authenticity is the main key. This image is also unique because it wasn't intentionally created by Surya Insomnia, but rather a result of the media. It has become a valuable public image for him. The result is that being authentic to oneself is key to achieving a positive and strong public image. Komedi atau lawakan adalah suatu karya yang lucu dan pada umumnya bertujuan untuk menghibur dan menimbulkan tawa terutama di televisi, film, atau medium lainnya Beberapa orang atau lebih spesifik komedian di Indonesia memiliki cara yang unik dalam memperkenalkan dirinya, selain sebagai persona yang humoris atau lucu, ada juga yang dikenal publik karena sifatnya yang mudah terpancing emosi atau suka marah-marah.Penelitian ini meneliti mengenai penggunaan persona amarah dalam komedi sebagai personal branding dengan metode kualitatif. Informasi didapatkan dengan mewawancarai Surya Insomnia sebagai komedian Indonesia dengan persona amarah sebagai citranya kepada publik. Persona amarah yang adalah hal unik dan jarang untuk digunakan dalam panggung komedi menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Fakta jika amarah adalah emosi yang kuat dan menakutkan ternyata bisa digunakan untuk membuat orang tertawa dan uniknya dapat menjadi citra yang baik bagi seseorang. Dengan penggunaan yang baik dan waktu yang tepat, amarah dapat digunakan untuk menambah humor dalam konteks komedi, dan orang yang bisa melakukan ini haruslah pintar dan berhati-hati. Hasilnya adalah untuk memiliki personal branding yang baik, autentitas adalah kunci utamanya. Citra ini juga menjadi unik dikarenakan citra ini tidak dibuat Surya Insomnia dengan sengaja tetapi hasil dari media, akan tetapi menjadi citra publik yang berharga untuknya. Hasilnya adalah untuk bisa mendapatkan citra publik yang baik dan kuat, menjadi autentik dengan diri sendiri adalah kuncinya. 
Dampak Antusiasme Penggemar Konser Online BTS terhadap Euforia Korean Wave di Media Sosial Fanbase BTS di Indonesia Martanu, Gavrila Claudia; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33405

Abstract

Korean Wave or Hallyu phenomenon has become a global cultural trend which has attracted the attention of the global community, especially through music groups such as BTS. This study seeks to examine the impact of the enthusiasm regarding BTS Online concert fans on the euphoria of the Korean Wave on social media. Using a questionnaires were distributed to collect data using quantitative techniques means of obtaining data. In this research, Parasocial Interaction Theory is used to explain the strong relationship between Bangtan Seonyeondan (BTS) fans and the group, even though only through digital platforms such as social media and Online concerts. The population of this study consisted of Instagram followers accounts of Bangtan Seonyeondan (BTS) fans in Indonesia with a sample of 100 individuals determined through calculations using the Slovin's formula. The results of the study show that there is an influence of the enthusiasm of BTS Online Concert fans on the euphoria of the Korean Wave on BTS Fanbase social media in Indonesia. Through the findings of statistical tests carried out, the R Square value is 0.680, this shows indicating an effect of the independent variable. (fan enthusiasm) on the outcome variable (Korean Wave) of 68.0%. FFenomena Korean Wave atau Hallyu telah menjadi salah satu tren budaya global yang menarik perhatian masyarakat internasional, terutama melalui grup musik seperti BTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antusiasme penggemar konser Online BTS terhadap euforia Korean Wave di media sosial, dengan pendekatan kuantitatif, data diperoleh melalui penyebaran kuesioner sebagai sarana untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini digunakan Teori Interaksi Parasosial untuk menjelaskan adanya hubungan yang kuat di antara penggemar Bangtan Seonyeondan (BTS) dengan grup tersebut, meskipun hanya melalui platform digital seperti media sosial dan konser Online. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari pengikut akun Instagram penggemar Bangtan Seonyeondan (BTS) di Indonesia dengan sampel berjumlah 100 orang yang didapat melalui perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antusiasme penggemar konser Online BTS terhadap euforia Korean Wave di media sosial Fanbase BTS di Indonesia. Melalui hasil uji statistik yang dilakukan, nilai R Square merujuk pada 0,680, ini mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh dari variabel independen (antusiasme penggemar) pada variabel dependen (Korean Wave) senilai 68,0 %.
Penerapan Elemen STEPPS di Instagram Reels Moira Workshop Lavender, Lavender; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33410

Abstract

Social media, particularly Instagram, plays a significant role in helping companies and small businesses promote their products or services through features like Reels, which can quickly reach a broad audience. Digital marketing has now become a new trend known as viral marketing, a strategy that relies on word-of-mouth promotion through the internet. This study focuses on the utilization of Instagram Reels by Moira Workshop, which successfully attracted 800 participants within its first six months of operation. The objective of this research is to analyze the implementation of viral marketing in digital marketing at Moira Workshop. The study adopts the STEPPS framework: Social Currency, Trigger, Emotion, Practical Value, Public, and Stories. Using a qualitative approach and case study method, data were collected through interviews, observations, and literature reviews. The findings reveal that Moira Workshop has applied all elements of the STEPPS framework in its Instagram Reels. The results indicate that viral marketing plays a crucial role in digital marketing, particularly in rapidly expanding audience reach. Emotion and practical value emerged as key factors in the success of this viral marketing strategy. Media sosial khususnya Instagram membantu perusahaan dan usaha bisnis kecil untuk mempromosikan produk atau layanan melalui fitur seperti Reels, yang mampu menjangkau audiens secara luas dengan cepat. Pemasaran digital kini menjadi tren baru yang dikenal sebagai viral marketing, yaitu strategi pemasaran dari mulut ke mulut melalui jaringan internet. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Instagram Reels oleh Moira Workshop, yang berhasil menarik 800 peserta dalam enam bulan pertama sejak didirikan. Tujuan dalam melakukan penelitian ini, yaitu menganalisis bagaimana implementasi viral marketing dalam pemasaran digital di Moira Workshop. Penelitian ini menggunakan konsep STEPPS: Social Currency, Trigger, Emotion, Practical Value, Public, Stories. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa Moira Workshop telah melaksanakan seluruh elemen STEPPS dalam Instagram Reels. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing memiliki peran penting dalam pemasaran digital, terutama dalam meningkatkan jangkauan audiens secara cepat. Faktor emotion dan practical value menjadi elemen kunci keberhasilan viral marketing ini. 
Analisis Pemanfataan Media Sosial dalam Membangun Personal Branding (Studi Kasus Influencer Edsa Estella) Chang, Keysha Abigail; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33411

Abstract

TikTok's popularity is increasing as more and more users are using it to build Personal Branding. One example is Edsa Estella, who uses the platform to develop a Healhy Lifestyle and fitness image. This study aims to examine how TikTok social media is used in building the Personal Branding of Edsa Estella, an Influencer who focuses on Healthy Lifestyle and fitness content. Using descriptive qualitative research method, a case study that focuses on how Edsa Estella uses TikTok to build her Personal Branding, data was obtained through in-depth interviews and content observation on Edsa Estella's TikTok account. The analysis uses Peter Montoya's theory of eight Personal Branding concepts, which include Specialization, Leadership, Personality, Distinction, Unity, Constancy, Visibility, and Good Name. The results show that Edsa Estella builds an authentic and relevant image through content consistency, close interaction with followers and messages aligned with her personal values. TikTok proved to be an effective platform in creating strong Personal Branding, allowing Edsa Estella to reach audiences quickly through engaging visual content. Popularitas TikTok meningkat dengan semakin banyaknya pengguna yang memanfaatkannya untuk membangun Personal Branding. Salah satu contohnya adalah Edsa Estella, yang menggunakan platform ini untuk mengembangkan citra gaya hidup sehat dan fitness. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media sosial TikTok digunakan dalam membangun Personal Branding Edsa Estella, seorang pemengaruh yang fokus pada konten gaya hidup sehat dan fitness. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, Studi Kasus yang berfokus pada bagaimana Edsa Estella menggunakan TikTok untuk membangun Personal Branding-nya, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi konten di akun TikTok Edsa Estella. Analisis menggunakan teori delapan konsep Personal Branding Peter Montoya, yang meliputi Spesialisasi, Kepemimpinan, Kepribadian, Perbedaan, Kesatuan, Keteguhan, Visibilitas, dan Nama Baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edsa Estella membangun citra autentik dan relevan melalui konsistensi konten, interaksi yang dekat dengan pengikut dan pesan yang selaras dengan nilai-nilai pribadinya. TikTok terbukti menjadi platform yang efektif dalam menciptakan Personal Branding yang kuat, memungkinkan Edsa Estella menjangkau audiens dengan cepat melalui konten visual yang menarik.
Program Afiliasi Shopee pada Instagram Majalah Sunday Sandra, Marlene; Loisa, Riris
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33413

Abstract

This study analyzes the content marketing strategy through Shopee's affiliate program implemented by the Instagram account @majalahsunday. Initially part of conventional media, this account transitioned to digital media, utilizing Shopee's affiliate program to support its operational sustainability. The research is grounded in the phenomenon of traditional media transitioning to digital formats, a process accelerated by the COVID-19 pandemic. Employing a qualitative approach and case study method, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that Shopee's affiliate program serves as an effective alternative revenue stream for Majalah Sunday, leveraging Instagram as the primary promotional platform. The content strategy focuses on educational and entertaining themes tailored to a teenage audience, employing an engaging native advertising approach without being overly promotional. Additionally, this program successfully enhances audience interaction and drives sales conversions. These findings highlight the importance of innovation in digital marketing strategies to address the challenges of media industry transformation in the digital era while providing practical solutions for revenue diversification amidst technological advancements. Penelitian ini menganalisis strategi pemasaran konten melalui program afiliasi Shopee yang diimplementasikan oleh akun Instagram @majalahsunday. Akun ini sebelumnya merupakan bagian dari media konvensional yang kemudian beralih ke media digital, memanfaatkan program afiliasi Shopee untuk mendukung keberlanjutan operasionalnya. Penelitian ini berangkat dari fenomena transformasi media tradisional menjadi digital, yang semakin dipercepat oleh dampak pandemi COVID-19. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program afiliasi Shopee merupakan sumber pendapatan alternatif yang efektif untuk Majalah Sunday, dengan memanfaatkan Instagram sebagai media promosi utama. Strategi konten yang digunakan menitikberatkan pada tema edukasi dan hiburan yang sesuai dengan target audiens remaja, melalui pendekatan native advertising yang menarik dan tidak terkesan memaksakan. Selain itu, program afiliasi ini berhasil meningkatkan interaksi dengan audiens sekaligus mendorong konversi penjualan. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi dalam strategi pemasaran digital sebagai respons terhadap tantangan transformasi industri media di era digital, sekaligus memberikan solusi praktis untuk diversifikasi pendapatan di tengah perubahan teknologi.
Personal Branding @Pinkflash.live sebagai Strategi Menarik Audiens di TikTok Siswanto, Marsheilin Nadya; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33414

Abstract

This study investigates how Pinkflash, a cosmetic brand, builds personal branding through its TikTok account, @Pinkflash.live. It aims to identify key factors that make the content engaging and relevant to TikTok users. Using a qualitative approach and case study method, the research gathers data through in-depth interviews with content creators, their audience, and academic experts, as well as analyzing the @Pinkflash.live account. The results show that Pinkflash’s personal branding is effective due to its focus on affordable, youth- oriented products that appeal to teenagers, particularly those in middle and high school. The brand’s TikTok content emphasizes the use of cosmetics tailored for younger audiences, fostering a positive perception of the brand. Despite the success, Pinkflash faces challenges and competition in the growing cosmetic industry. This study highlights the importance of a strong personal branding strategy, focusing on core values, product attributes, benefits, and brand personality, to create deeper connections with the target audience. By implementing these strategies, Pinkflash can enhance its brand positioning and better navigate the competitive digital landscape. Perkembangan teknologi digital telah mengubah dunia bisnis, khususnya e-commerce, yang memicu persaingan ketat antar perusahaan. Untuk menarik perhatian konsumen, perusahaan harus memiliki strategi pemasaran yang mumpuni. Salah satu brand kosmetik yang berkembang pesat di media sosial adalah Pinkflash. Penelitian ini membahas bagaimana Pinkflash membangun personal branding di akun TikTok @Pinkflash.live. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat konten menarik dan relevan bagi pengguna TikTok. Menggunakan teori komunikasi massa dan digital, penelitian ini juga membahas konsep personal branding, aplikasi TikTok, content creator, dan brand Pinkflash. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan content creator @Pinkflash.live, audiens, dan dosen ahli sebagai narasumber. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan analisis konten dari akun TikTok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang diterapkan melalui produk khas dan harga terjangkau menarik perhatian remaja. Video TikTok yang diunggah menekankan penggunaan kosmetik untuk remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi personal branding yang mendalam untuk meningkatkan daya tarik audiens terhadap brand.
Analisis Perencanaan Komunikasi Pemasaran Online Shop X melalui Media Sosial Instagram Melse, Melse; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33415

Abstract

Marketing communications has an important role, one of which is as a liaison between companies and its customers in conveying messages and influencing buyers in offering their products. In carrying out marketing activities, of course marketing communications planning is needed to produce maximum results. One form of marketing communication, namely integrated marketing communication, is often used by business actors to develop their business through social media such as Instagram. This research is descriptive qualitative with a case study method. Qualitative research is a more in-depth research method which tends to use analysis and is descriptive in content. The depth and detail of this qualitative method comes from several case studies that are studied in answering a problem. The results of this research show that based on the 6 stages of marketing communications planning, Shyloclothing only succeeded in implementing 5 stages: review the marketing plan, determining the target audience, determining the best position, developing a communication strategy, set a media. Only 1 stage has not been implemented by Shyloclothing is understanding the audience in making decisions. This is because Shyloclothing has never collected information regarding detailed customer information data. Komunikasi pemasaran mempunyai peran yang penting, salah satunya sebagai penghubung  antara perusahaan dan pelanggannya dalam kegiatan menyampaikan pesan serta mempengaruhi pembeli dalam menawarkan produknya. Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, tentunya diperlukan perencanaan komunikasi pemasaran agar dapat membuahkan hasil yang maksimal. Salah satu bentuk komunikasi pemasaran yaitu komunikasi pemasaran terpadu sering digunakan oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya melalui media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang lebih mendalam yang cenderung menggunakan analisis dan isinya bersifat deskriptif. Penjelasan metode kualitatif ini berasal dari beberapa studi kasus yang dikaji dalam menjawab suatu permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 6 tahapan perencanaan komunikasi pemasaran, Shyloclothing hanya berhasil melaksanakan 5 tahapan yaitu meninjau rencana pemasaran, menentukan target audiens, menentukan posisi terbaik, mengembangkan strategi komunikasi, menetapkan strategi media. Hanya 1 tahap yang belum dilaksanakan oleh Shyloclothing yaitu memahami audiens dalam mengambil keputusan. Hal ini dikarenakan Shyloclothing tidak pernah mengumpulkan informasi mengenai data informasi pelanggan secara terperinci.
Analisis Regresi Kecerdasan Emosional terhadap Gaya Kepemimpinan pada Mahasiswa yang Berorganisasi Cahyani, Regita Emelia; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33416

Abstract

The ability to identify and control emotions is referred to as emotional intelligence, which is crucial for building interpersonal relationships and influencing leadership styles. The aim of this study is to explore the impact of leadership styles among students actively participating in organisations are influenced by emotional intelligence. The study investigates the connection between leadership styles and emotional intelligence using a quantitative methodology and basic linear regression analysis. The four components of emotional intelligence are: Self-Emotion Appraisal (the capacity to identify one's own feelings), Others' Emotion Appraisal (the capacity to comprehend others' feelings), Use of Emotion (utilizing emotions in decision-making), and Regulation of Emotion (managing emotions). The leadership styles analyzed include democratic, authoritarian, and laissez-faire styles. To collect data, students were asked to fill out questionnaires. Based on the results of the regression analysis, emotional intelligence has a 6.9% impact on leadership style, showing a coefficient of determination (R²) of 0.069. The two variables indeed have a relationship, but it is not very strong, indicating that other characteristics, including organisational experience, might be more important. Therefore, the development of emotional intelligence should be complemented by enhancing communication skills and other aspects that support effective leadership. Kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan untuk memahami dan mengatur emosi, yang sangat vital dalam menjalin hubungan interpersonal dan memengaruhi gaya kepemimpinan. Penelitian ini mengkaji pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya kepemimpinan di kalangan mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Dengan memanfaatkan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis regresi linear sederhana, studi ini berfokus pada hubungan antara kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan. Kecerdasan emosional didefinisikan melalui empat dimensi utama: Kemampuan Mengenali Emosi Diri (kesadaran terhadap emosi pribadi), Kemampuan Memahami Emosi Orang Lain (memahami emosi orang lain), Pemanfaatan Emosi (menggunakan emosi dalam proses pengambilan keputusan), dan Pengendalian Emosi (mengelola emosi secara efektif). Gaya kepemimpinan yang dianalisis mencakup gaya demokratis, otoriter, dan laissez-faire. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis regresi, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,069 mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional memberikan pengaruh sebesar 6,9% terhadap gaya kepemimpinan. Meskipun terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut, pengaruhnya tergolong rendah, menunjukkan bahwa faktor lain seperti pengalaman organisasi mungkin memiliki peranan yang lebih besar. Oleh karena itu, pengembangan kecerdasan emosional harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan komunikasi dan elemen lain yang mendukung efektivitas kepemimpinan.
Dampak Kredibilitas Celebrity Endorser SA terhadap Minat Beli Produk Jacquelle Beaute Clara, Shindy; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33418

Abstract

The digital era has reshaped communication and marketing, with celebrity endorsers proving effective in promoting products, particularly in beauty, fashion, and technology. This study explores the influence of SA's credibility as a celebrity endorser on consumer interest in Jacquelle Beaute products. The research employs a quantitative approach with 100 respondents selected using purposive sampling, specifically targeting followers of SA’s Instagram who are familiar with the brand. Data analysis was conducted using SPSS version 30, incorporating normality tests, simple linear regression, correlation coefficients, determination coefficients, and partial (t) tests. The results suggest that SA’s reliability as a spokesperson greatly affects consumers' willingness to buy, showing a notable correlation of 0.627 between the trustworthiness of the source and purchasing interest. Furthermore, the determination coefficient reveals that 39.3% of the interest in Jacquelle Beaute products is attributed to her credibility, while the remaining 60.7% is influenced by other factors. The study highlights the importance of credible celebrity endorsements in shaping consumer behavior, demonstrating that source credibility plays a crucial role in marketing success. This insight is particularly relevant for brands in competitive industries seeking to leverage the influence of trusted public figures to enhance their appeal and drive sales. Era digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, juga berdampak pada komunikasi pemasaran. Pemanfaatan celebrity endorser sebagai sarana promosi dinilai efektif terlebih di bidang kecantikan, fashion, hingga teknologi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui dampak kredibilitas celebrity endorser SA terhadap minat beli produk Jacquelle Beaute. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori celebrity endorser, kredibilitas sumber, dan minat beli. Dengan pendekatan kuantitatif, metode penelitian yang digunakan berupa survei terhadap 100 responden. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik purporsive sampling, yaitu pengikut akun Instagram SA yang mengetahui produk Jacquelle Beaute. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan berupa uji normalitas, uji regresi linear sederhana, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinasi, uji parsial (uji t) dengan program SPSS versi 30. Dari penelitian ini dapat diketahui kredibilitas celebrity endorser SA berpengaruh positif terhadap minat beli produk Jacquelle Beaute. Uji korelasi (Pearson Correlation) yang diperoleh adalah senilai 0,627 yang menandakan variabel X (Kredibilitas Sumber) dan variabel Y (Minat Beli) memiliki korelasi tinggi. Sedangkan melalui uji koefisien determinasi, nilai yang didapatkan adalah 0,393 menunjukkan 39,3% minat beli produk Jacquelle Beaute ditentukan oleh kredibilitas terhadap celebrity endorser SA. Sedangkan sisanya sebesar 60,7% dipengaruhi oleh variabel yang berbeda.
Dinamika Tren K-Fashion pada Gaya Berpakaian Penggemar Perempuan K-Pop Sari, Junita; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.33421

Abstract

The development of the globalization era has an impact on the field of information and communication technology which is progressing very rapidly. The emergence of the internet and social media as new media has made people, especially young people, switch from seeking information using mass media or print media to using social media. Through these media, everyone can access information easily and quickly, one of which is the K-Fashion trend. Fashion is a form of nonverbal communication as a means to express oneself. This research aims to find out how the development of K-Fashion in the dressing style of female K-Pop fans by using the theory of technological determinism, new media, and the concept of nonverbal communication. This research uses a descriptive qualitative approach with phenomenological methods. Based on the results of the study, female K-Pop fans use clothes by following K-Fashion trends because they are inspired by idols, actresses, and actors. This research is expected to contribute to the depiction of K-Fashion trends in the dressing style of K-Pop female fans. Berkembangnya era globalisasi memberikan dampak pada bidang teknologi informasi dan komunikasi yang mengalami kemajuan sangat pesat. Munculnya internet dan media sosial sebagai media baru membuat masyarakat terutama anak muda beralih dari mencari informasi menggunakan media massa atau media cetak menjadi menggunakan media sosial. Melalui media tersebut, setiap orang dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat, salah satunya adalah tren K-Fashion. Fesyen merupakan bentuk dari komunikasi nonverbal sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan K-Fashion pada gaya berpakaian penggemar perempuan K-Pop dengan menggunakan teori determinisme teknologi, media baru, dan konsep komunikasi nonverbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian, penggemar perempuan K-Pop menggunakan pakaian dengan mengikuti tren K-Fashion karena, terinspirasi idola, aktris, dan aktor. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada penggambaran tren K-Fashion dalam gaya berpakaian penggemar perempuan K-Pop.

Page 2 of 4 | Total Record : 33