cover
Contact Name
Abd. Haris Nasution
Contact Email
puterihijau@unimed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
puterihijau@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 24605786     EISSN : 26849607     DOI : -
Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah, merupakan media publikasi hasil penelitian guru, dosen dan peneliti bidang Pendidikan Sejarah, Ilmu Sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jurnal Puteri Hijau terbit per 6 (enam) bulan, Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 431 Documents
TRADISI PESTA TAHUNAN MASYARAKAT KARO: ANALISIS KOMPREHENSIF BERDASARKAN TEORI-TEORI KEBUDAYAAN Pujiati; Fitriaty Tambunan; Kus Angelia Tarigan; Rani Anggriani
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/4v5qbg23

Abstract

Artikel ini mengkaji mengenai tradisi pesta tahunan masyarakat Karo yang dikenal sebagai Kerja Tahun atau Merdang Merdemmerupakan salah satu bentuk kebudayaan yang memiliki nilai historis, sosial, dan religius yang kuat. Tradisi ini dilaksanakan secara periodik setiap tahun, umumnya berkaitan dengan siklus pertanian, khususnya sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen kepada Tuhan (Dibata) serta sebagai sarana mempererat hubungan sosial antaranggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi pesta tahunan masyarakat Karo secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan teori-teori kebudayaan, seperti fungsionalisme, simbolisme, dan strukturalisme. Dalam perspektif fungsionalisme, pesta tahunan berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial yang memperkuat solidaritas, mempererat kekerabatan, serta menjaga keseimbangan sosial dalam komunitas. Sementara itu, melalui pendekatan simbolik, setiap rangkaian prosesi dalam pesta—seperti doa bersama, penyajian makanan adat, dan pertunjukan seni—mengandung makna simbolis yang merepresentasikan nilai-nilai spiritual, rasa syukur, dan identitas budaya masyarakat Karo. Dengan demikian, tradisi pesta tahunan masyarakat Karo tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga sebagai medium pelestarian identitas, solidaritas sosial, dan adaptasi budaya dalam menghadapi perubahan zaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya mempertahankan tradisi tersebut sebagai warisan budaya yang memiliki nilai multidimensional dalam kehidupan masyarakat Karo.  Keywords: Tradisi, Masyarakat Karo, Teori Kebudayaan.
IMPLEMENTATION OF LOCAL HISTORY-BASED LEARNING METHODS IN INCREASING STUDENTS' HISTORICAL AWARENESS IN HISTORY SUBJECTS: QUALITATIVE STUDIES IN CLASS XI-1 SMA NEGERI 11 MEDAN Aditya Darma; Surya Aymanda Nababan; Muhammad Ricky Hardiyansyah; Nur’aini
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/7cz2dd84

Abstract

This study aims to examine the implementation of local history-based learning methods in increasing students' historical awareness in history subjects in Class XI-1 Social Studies SMA Negeri 11 Medan. The research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection was carried out through participant observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results of the study show that the implementation of local history-based learning methods is carried out through structured planning, implementation, and evaluation stages by integrating the Medan Area Battle as the main topic of local history. This method has a positive impact on students' historical awareness which is reflected in increasing understanding of local historical events, the ability to connect the past with the present, and internalizing the values of struggle such as nationalism and patriotism. Supporting factors for implementation include teacher commitment, student enthusiasm, and the rich history of the city of Medan, while the inhibiting factors are limited learning resources, time allocation, and facilities and infrastructure. This study concludes that local history-based learning is effective as a strategic alternative to increase students' historical awareness while strengthening their cultural identity (Asril, Ahmal, Nurdiansyah, & Pernantah, 2025; Nababan, 2025). The research recommends the development of more adequate local history learning resources as well as training for teachers in implementing a locality-based approach. Keywords: Local History-Based Learning, Historical Awareness, History
SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI PETANI KOPI RAKYAT DI DESA PASI KECAMATAN BERAMPU KABUPATEN DAIRI TAHUN 2000–2025 Asfira Coriana Manik; Hadiani Fitri; Ricky Hardiyansyah
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/h01m5t45

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah perkembangan sosial ekonomi petani kopi rakyat di Desa Pasi, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada periode 2000–2025. Tujuan penelitian ini adalah merekonstruksi peran petani kopi dalam mempertahankan dan mengembangkan perkebunan kopi rakyat, menganalisis perkembangan usaha kopi, serta menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat petani. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan pendekatan kualitatif yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, studi dokumentasi, serta Focus Group Discussion. Analisis data dilakukan melalui reduksi, klasifikasi, interpretasi historis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kopi berperan penting dalam pengembangan usaha kopi melalui diversifikasi pendapatan, peningkatan teknik budidaya, serta penguatan kelompok tani. Perkembangan perkebunan kopi rakyat di Nagari Aia Dingin selama periode 2000–2025 menunjukkan adanya dinamika yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, serta kemampuan petani dalam beradaptasi. Secara historis, perkembangan tersebut dapat dibagi ke dalam tiga fase, yaitu fase pertumbuhan (2000–2010) yang ditandai dengan meningkatnya luas areal tanam dan produksi, fase krisis (2010–2015) akibat penurunan harga kopi serta berbagai kendala produksi, dan fase pemulihan (2015–2025) yang ditandai dengan meningkatnya kembali aktivitas budidaya melalui dukungan pemerintah dan penguatan kelembagaan petani. Perubahan pada setiap fase tersebut tidak hanya memengaruhi sistem pengelolaan perkebunan, tetapi juga membawa perubahan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pendapatan dari usaha kopi berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan rumah tangga, pendidikan, serta perkembangan ekonomi desa. Dengan demikian, sejarah perkembangan perkebunan kopi rakyat memperlihatkan bahwa keberlanjutan usaha kopi tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh proses adaptasi petani terhadap perubahan zaman, penguatan kelembagaan, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan sektor perkebunan. Keywords: Petani kopi, sejarah, Pasi,  Dairi, Sosial-Ekonomi.
SEJARAH PENGOBATAN TRADISIONAL KARO MELALUI TANAMAN DI DESA BARU KECAMATAN PANCUR BATU (1952-2025) Rostogi Bancin; Muhammad Ricky Hardiyansyah; Surya Aymanda Nababan
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/v21e9t75

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah dan keberlanjutan pengobatan tradisional masyarakat Karo berbasis tanaman obat di Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dalam rentang waktu 1952–2025. Tahun 1952 dipilih sebagai titik awal karena merupakan periode awal rekonstruksi sosial pascakemerdekaan yang memengaruhi tatanan kehidupan komunitas Karo di Pancur Batu, sebelum masuknya layanan kesehatan modern secara masif pada pertengahan 1950-an. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengetahuan dan keberlanjutan praktik pengobatan tradisional melalui periodisasi historis, mengidentifikasi jenis-jenis tanaman obat yang digunakan secara sistematis, mendeskripsikan upaya dokumentasi dan pelestarian, serta mengungkap pandangan masyarakat terhadap pengobatan tradisional di tengah modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan historis kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) pengetahuan pengobatan tradisional Karo diwariskan secara lisan antargenerasi dan mengalami transformasi spiritual dari mantra menuju doa keagamaan; (2) teridentifikasi 15 jenis tanaman obat yang digunakan, 9 di antaranya mudah diperoleh dan 6 mulai langka akibat alih fungsi lahan; (3) dokumentasi masih bersifat lisan dan belum sistematis; serta (4) masyarakat menunjukkan pola pluralisme medis dengan mengombinasikan pengobatan tradisional dan medis modern. Praktik pengobatan khas Karo seperti Oukup, Minyak Karo, Parem, dan Tawar tetap bertahan sebagai identitas budaya. Tantangan utama adalah lemahnya regenerasi pengetahuan dan ketiadaan dokumentasi tertulis yang sistematis. Kata Kunci: Pengobatan Tradisional Karo, Tanaman Obat, Pancur Batu
MIGRASI ETNIS PUNJAB SIKH KE KOTA MEDAN (1890-1950) : DIASPORA IDENTITAS DAN INTEGRASI SOSIAL Marta Permatasari Hulu; Surya Aymanda Nababan; Muhammad Ricky Hardiyansyah
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/1rpvhj38

Abstract

Penelitian ini membahas sejarah migrasi etnis Punjab beragama Sikh dan pembentukan komunitas Sikh di Kota Medan pada periode 1890–1950. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui studi arsip, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Migrasi etnis Punjab beragama Sikh ke Kota Medan pada periode 1890–1950 merupakan bagian dari jaringan migrasi kolonial yang menghubungkan Punjab, Malaya, Singapura, dan Sumatra Timur. Migrasi ini didorong oleh kebutuhan tenaga keamanan dalam sistem perkebunan kolonial serta didukung oleh pola chain migration melalui jaringan keluarga dan komunitas. Perekrutan masyarakat Sikh dipengaruhi oleh konstruksi kolonial martial races yang memandang mereka sebagai kelompok yang disiplin, loyal, dan cocok untuk menjalankan fungsi keamanan dan pengawasan. Seiring meningkatnya jumlah migran yang menetap, terbentuk komunitas Sikh yang diperkuat oleh ikatan kekerabatan, agama, dan keberadaan gurdwara sebagai institusi diaspora. Gurdwara berperan penting tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pelestarian budaya, dan solidaritas sosial yang memungkinkan identitas Sikh tetap terjaga di tengah lingkungan multietnis Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Sikh berhasil mengembangkan pola integrasi yang memungkinkan mereka berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi tanpa kehilangan identitas budaya dan keagamaannya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa diaspora minoritas dapat mempertahankan identitas kolektifnya melalui institusi keagamaan dan jaringan sosial, sekaligus beradaptasi dengan masyarakat yang lebih luas. Secara historiografis, penelitian ini menegaskan bahwa komunitas Sikh merupakan bagian penting dalam pembentukan masyarakat multietnis Kota Medan. Temuan ini memperkaya kajian sejarah migrasi dan diaspora di Indonesia serta memberikan pemahaman mengenai peran kelompok migran minoritas dalam perkembangan masyarakat multikultural di Sumatra Timur. Kata Kunci: Migrasi, Punjab, Komunitas Sikh, Diaspora, Medan
MODERASI BERAGAMA DARI MASA KE MASA: TELAAH HISTORIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN BERBANGSA Josua Chariston Simanungkalit; Ernida Marbun; Pebriyan Simanungkalit
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/k58j3e24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis perjalanan moderasi beragama di Indonesia dari waktu ke waktu dan menggali implikasinya bagi kehidupan bangsa di tengah tantangan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kualitatif dengan pendekatan historis dan sosiologis-antropologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur tentang sumber primer (buku Sutasoma, manuskrip kesultanan, dan dokumen resmi negara) dan sumber sekunder (jurnal, buku, dan laporan penelitian). Analisis dilakukan melalui empat tahap metode historis: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, menggunakan teori kontinuitas dan perubahan dari John Obert Voll dan teori konstruksi sosial. Hasil penelitian menemukan tiga periodisasi utama. Pertama, moderasi beragama berakar sejak kerajaan Hindu-Buddha melalui falsafah Bhinnêka tunggal ika dan diperkuat oleh dakwah budaya Walisongo pada abad ke-15 dengan indikator-indikator komitmen nasional, toleransi, non-kekerasan, dan akomodasi budaya. Kedua, nilai ini dilembagakan melalui organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah serta kebijakan negara dari Orde Baru hingga Reformasi, yang melahirkan konsep Tri Kerukunan dan strategi nasional Moderasi Beragama. Ketiga, di era digital, moderasi beragama beradaptasi menghadapi tantangan radikalisme dan disrupsi informasi melalui pemanfaatan media digital seperti NU Online. Penelitian menyimpulkan bahwa moderasi beragama merupakan warisan sejarah yang dinamis dan adaptif, serta tetap relevan sebagai strategi nasional untuk memperkuat kohesi sosial dan menjaga integritas NKRI. Keywords: Moderasi Beragama, Sejarah Nusantara, Toleransi, Kebangsaan
WARISAN KOLONIAL DAN TRANSFORMASI RUANG KULINER PERKOTAAN: STUDI HISTORIS CAFÉ TUA DI KOTA MEDAN Weny Dea Afini; Hadiani Fitri; Surya Aymanda Nababan
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fpcpkn33

Abstract

Penelitian ini mengkaji warisan kolonial dan transformasi ruang kuliner perkotaan melalui studi historis café-café tua di Kota Medan. Tujuan penelitian adalah mengungkap perkembangan sejarah café tua, mengidentifikasi unsur warisan kolonial yang masih bertahan, serta menganalisis transformasi fungsi ruang kuliner dari masa kolonial hingga era modern. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif kultural melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa café-café tua seperti Kedai Kopi Apek, Restoran Tip Top, Kedai Kopi Kok Tong, dan beberapa usaha kuliner legendaris lainnya merupakan bagian dari warisan kolonial yang masih bertahan di Kota Medan. Unsur warisan tersebut terlihat pada arsitektur bangunan, tradisi kuliner, serta fungsi sosial yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Transformasi ruang kuliner terjadi melalui adaptasi bangunan dan fungsi ruang tanpa menghilangkan identitas historisnya. Selain berperan sebagai tempat usaha, café tua juga menjadi ruang interaksi sosial, memori kolektif, dan simbol identitas budaya masyarakat Kota Medan. Oleh karena itu, pelestarian café tua menjadi penting sebagai upaya menjaga warisan sejarah dan budaya perkotaan di tengah arus modernisasi. Unsur warisan kolonial pada café-café tua di Kota Medan tercermin melalui arsitektur bangunan, tradisi kuliner, tata ruang, serta fungsi sosial yang masih dipertahankan. Bangunan bergaya kolonial, menu yang diwariskan secara turun-temurun, dan suasana ruang yang bernuansa historis menjadikan café-café tua tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha kuliner, tetapi juga sebagai media pelestarian memori kolektif, identitas budaya, dan warisan sejarah masyarakat Kota Medan. Transformasi ruang kuliner pada bangunan warisan kolonial menunjukkan adanya proses adaptasi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat modern. Sebagian besar café tua mengalami perubahan fungsi dari ruang konsumsi terbatas menjadi ruang publik yang lebih terbuka, destinasi wisata kuliner, serta ruang interaksi sosial lintas generasi. Meskipun mengalami perubahan bentuk pemanfaatan dan pengelolaan, sebagian besar café tua tetap mempertahankan nilai historis dan identitas kolonialnya. Dengan demikian, café-café tua di Kota Medan merupakan bukti bahwa warisan kolonial dapat terus hidup dan berkelanjutan melalui proses transformasi ruang yang mampu mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan perkotaan modern. Key words: warisan kolonial, transformasi ruang kuliner, café tua, Kota Medan.
SEJARAH ISTANA KOTA BAHRAN LABUHANBATU SELATAN Astri Yudianingsih
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/fj5t2r23

Abstract

Istana Kota Bahran merupakan peninggalan bersejarah Kesultanan Kota Pinang di Kabupaten Labuhanbatu Selatan yang memiliki nilai penting dalam perkembangan politik, sosial, dan budaya masyarakat Melayu. Namun, kajian mengenai sejarah berdirinya, fungsi, serta transformasi peran istana akibat kolonialisme Belanda masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah berdirinya Istana Kota Bahran, faktor-faktor yang melatarbelakangi pembangunannya, fungsi istana dalam sistem pemerintahan Kesultanan Kota Pinang, pengaruh kolonial Belanda terhadap perubahan struktur pemerintahan, serta upaya pelestariannya sebagai warisan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dan wawancara dengan tokoh masyarakat serta pihak yang memahami sejarah Kesultanan Kota Pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Istana Kota Bahran dibangun sekitar tahun 1934 pada masa pemerintahan Sultan Tengku Mustafa sebagai pusat pemerintahan dan simbol legitimasi Kesultanan Kota Pinang di tengah perubahan politik pada masa kolonial. Selain berfungsi sebagai pusat administrasi, istana juga menjadi pusat hukum adat, diplomasi, kegiatan ekonomi, kebudayaan, dan keagamaan. Intervensi pemerintah kolonial melalui kontrak politik, Korte Verklaring, pembentukan afdeling, dan pengawasan controleur mengubah struktur birokrasi kesultanan serta menggeser fungsi politik istana. Meskipun demikian, Istana Kota Bahran tetap memiliki nilai historis dan budaya yang penting sehingga pelestariannya melalui konservasi, perlindungan cagar budaya, serta pengembangan wisata sejarah menjadi langkah strategis dalam menjaga identitas sejarah masyarakat Labuhanbatu Selatan.  Keywords: Istana, sejarah lokal, Bahran, cagar budaya.
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KERANGKA OBE UNTUK MATA KULIAH SEJARAH INDONESIA DI JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FIS UNIMED Mhd. Ihsan Syahaf Nasution; Najuah; Hafnita Sari Dewi Lubis; Syahrul Nizar Saragih; Ika Purnamasari
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/59fb0158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain pembelajaran berdiferensiasi dalam kerangka Outcome-Based Education untuk mata kuliah Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan hingga Reformasi di Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dengan model Hannafin dan Peck yang terdiri atas tiga fase, yaitu analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Subjek penelitian meliputi ahli desain pembelajaran, ahli materi, dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah yang mengambil mata kuliah tersebut. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan rumus Aiken serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan dinyatakan layak tanpa revisi berdasarkan validasi ahli dengan persentase 91,4%. Uji coba pada mahasiswa menunjukkan dampak positif terhadap motivasi, keterlibatan, dan pengalaman belajar mahasiswa. Integrasi antara pembelajaran berdiferensiasi dan kerangka OBE terbukti efektif dalam mengakomodasi keberagaman mahasiswa sekaligus memastikan tercapainya capaian pembelajaran yang ditetapkan. Desain pembelajaran yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan secara lebih luas dalam perkuliahan sejarah di perguruan tinggi. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas desain pada skala yang lebih besar.  Keywords: Pembelajaran, Berdiferensiasi, Outcome-Based Education, Sejarah Indonesia
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS HOTS MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA MATERI INDONESIA MASA REFORMASI DI KELAS XII SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN Jones Febryn Simamora; Abdi Waruwu; Asran Ebinsa Harefa; Ade Lamhot Rainhard Simamora
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sbycsf94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan memanfaatkan aplikasi Canva pada materi Indonesia Masa Reformasi, serta menilai kelayakan produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, serta peserta didik kelas XII. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi ahli dan angket tanggapan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan. Validasi ahli materi memperoleh persentase rata-rata 63,33% dengan kategori layak, sementara validasi ahli media pada tahap akhir mencapai rata-rata 99,09% dengan kategori sangat layak. Uji tanggapan peserta didik pada kelompok kecil memperoleh persentase 86,25% dan pada kelompok besar 92,91%, yang keduanya termasuk kategori sangat tertarik. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis HOTS berbantuan Canva menarik dan sesuai diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar pendukung dan memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.   Keywords: LKPD, HOTS, Canva, Reformasi

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 1 (2026): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 2 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol. 10 No. 1 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 9, No 2 (2024): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 2 (2024): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 9 No. 1 (2024): PUTERi Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2024): PUTERi Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 2 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah (Edisi Khusus) Vol 8, No 1 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah (Special Issues) Vol. 8 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah (Special Issues) Vol 7, No 2 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2022): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.6 No.1 Vol 6, No 2 (2021): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.5 No.2 Vol 5, No 1 (2020): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol.5 No.1 Vol 4, No 2 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 2 Vol 4, No 1 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 1 Vol 4, No 1 (2019): Puteri Hijau Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2 (2018): Puteri Hijau Vol. 3 No.2 Vol 3, No 1 (2018): Puteri Hijau Vol.3 No. 1 Vol 2, No 2 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No. 2 Vol 2, No 1 (2017): Puteri Hijau Vol.2 No.1 Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Putri Hijau More Issue