cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015)" : 13 Documents clear
SISTEM INFORMASI INDEKS UNTUK REKAM MEDIS Desi Budiarti; Jerhi Wahyu Fernanda; Meida Cahyo Untoro
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.86

Abstract

AbstractInformation technology is currently a very important need for the people included in the health field. In hospitals, information technology is used in managing medical records. Most of the medical records in Indonesia managing medical records manually. This study aims to provide a overview of a model medical record information system that is able to produce disease index, operation index, doctor index and patient index. This application is web based application that made by using PHP programming language and MySQL as its database. In manufacturing, this application is customized to the needs of medical records in general by conducting interviews with medical records clerk. This Application can make disease index, procedure index, doctor index and patient index. Besides indexes for medical records, this application can also generate reports 10 major diseases and procedures both inpatient and outpatient. Keywords: Information Systems, Medical Record, Index.AbstrakTeknologi informasi saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat termasuk dalam bidang kesehatan. Di Rumah sakit, teknologi informasi dimanfaatkan dalam mengelola rekam medis. Sebagian besar unit rekam medis di Indonesia mengelola rekam medis secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sebuah model sistem informasi rekam medis yang mampu menghasilkan indeks penyakit, tindakan, dokter dan pasien. Aplikasi ini dibuat berbasiskan web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai basis datanya. Dalam pembuatannya, aplikasi ini disesuaikan dengan kebutuhan rekam medis pada umumnya dengan melakukan wawancara terhadap petugas rekam medis. Hasil dari aplikasi ini dapat membuat indeks penyakit, indeks tindakan, indeks dokter dan indeks pasien secara otomatis. Selain indeks-indeks untuk rekam medis, aplikasi ini juga dapat menghasilkan laporan 10 besar penyakit dan tindakan baik rawat inap maupun rawat jalan. Kata kunci: Sistem Informasi, Rekam Medis, Indeks
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN RAWAT JALAN KLINIK Lily Widjaja; Adi Widodo; Nanda Aula Rumana
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.82

Abstract

AbstractClinic is individual health service facilities that provides primary medical services and or specialist, it is held by more than one kind of health workers and presided over by medical workers. In providing health services, clinic needs registration patientmanagement and qualified medical record. Based on it, in the study is done to design registration information system of outpatient clinic that can be used as the basic of service clinic based information system.Registration information system of outpatient clinic is designed by 6 entitiesthey are patients, apothecary, doctor, place registration patients, cash and director clinic. The database used consists of 13 tablesthat are related. The results of systemdesign can be used as a basic of the development of information systems registration outpatient clinic which is able to serve patients fast and accurate and able to present qualifiedinformation medicalrecord.Keywords: Information System, Registration, ClinicAbstrakKlinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis.Dalam memberikan pelayanan kesehatan, klinik membutuhkan pengelolaan pendaftaran pasien dan rekam medis yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem informasi pendaftaran rawat jalan klinik yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pelayanan klinik berbasis system informasi.Sistem informasi pendaftaran rawat jalan klinik dirancang dengan 6 entitas yaitu Pasien, Apotek, Dokter,Tempat Pendaftaran Pasien, Kasirdan Direktur Klinik. Basis data yang digunakan terdiri dari 13 tabel yang saling berelasi. Hasil perancangan sIstem ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sIstem informasi pendaftaran rawat jalan klinik yang mampu melayani pasien dengan cepat dan akurat serta mampu menyajikan informasi rekam medis yang berkualitas.Kata Kunci: SistemInformasi, Pendaftaran, Klini
KEBUTUHAN DAN STRATEGI DALAM MEMBANGUN E-HOSPITAL DI LEVEL NASIONAL Abdillah Azis
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.87

Abstract

AbstractElectronic Health Record (E H R) is a patient’s health records are created using electronic media. Means that service providers such as doctors, nurses and other health workers are no longer recorded on paper media but have been using computers and recorded in health record systems that are part of the “E Health”. RSUD Kota Tangerang is a hospital that was heading for E-Health, which since beginning of the Hospital no longer paper-based, but has implemented electronic data collection, but at the beginning of January 2015 made two versions of either electronically or manually( recorded on paper). The purpose of this research is to know the role and knowledge of physicians with the availability of high quality Electronic Health Record in this hospital . The type of research is observational analytic with cross sectional study design, quantitative research that is associative, aims to determine the effect or also the relationship between two or more variables. Target population of this study was a doctor in this hospital. While the sample of this research is all the population that met the inclusion criteria that all doctors who are given the authority did the process of hospital administration using e-health in this Hospital. Results of the test of normality that the data are not normally distributed ordinal and then use Spearman correlation test to examine the relationship between the role and knowledge of physicians with the availability of Electronic Health Records . The result showed that 23.43% based on the role doctors have influence the availability of a complete EHR and 45.7% Physician knowledge, have a significant effect on the availability of RKE. Physicians who have more capabilities can be used as “Champion” so it can be a role model or assist colleagues when experiencing difficulties in the implementation of the EHR. Knowledge doctors need to be improved both CD literature, demonstration or from the website. Implementation can be done in the form of regular training and self-learning, it is necessary to find appropriate solutions for the implementation of EHR is unable to support all interestsKeywords: Electronic Health Record (E H R) The role of physicians, physician knowledge, availability HERAbstrakRekam Kesehatan Elektronik (EHR) adalah catatan kesehatan pasien dibuat menggunakan media elektronik. Berarti bahwa penyedia layanan seperti dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya tidak lagi dicatat pada media kertas tetapi telah menggunakan komputer dan disimpan di sistem catatan kesehatan yang merupakan bagian dari “E Health”. RSUD Kota Tangerang adalah rumah sakit yang sedang menuju E-Health, yang sejak awal Rumah Sakit berbasis kertas tidak lagi, tapi telah menerapkan pengumpulan data elektronik, tetapi pada awal Januari 2015 yang dibuat dua versi baik secara elektronik maupun manual (dicatat di atas kertas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan pengetahuan dokter dengan ketersediaan kualitas tinggi Rekam Kesehatan Elektronik di rumah sakit ini. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional, penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif, bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Populasi target penelitian ini adalah seorang dokter di rumah sakit ini. Sedangkan sampel penelitian ini adalah seluruh populasi yang memenuhi kriteria inklusi bahwa semua dokter yang diberi kewenangan melakukan proses administrasi rumah sakit menggunakan e-kesehatan di Rumah Sakit ini. Hasil uji normalitas bahwa data tidak terdistribusi normal ordinal dan kemudian menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara peran dan pengetahuan dokter dengan ketersediaan Elektronik Kesehatan Records. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23,43% berdasarkan dokter peran memiliki mempengaruhi ketersediaan EHR dan 45,7% pengetahuan Dokter lengkap, memiliki pengaruh yang signifikan pada ketersediaan RKE. Dokter yang memiliki kemampuan lebih dapat digunakan sebagai “Champion” sehingga dapat menjadi panutan atau membantu rekan ketika mengalami kesulitan dalam pelaksanaan EHR.Dokter pengetahuan perlu ditingkatkan baik CD sastra, demonstrasi atau dari website. Implementasi dapat dilakukan dalam bentuk pelatihan reguler dan belajar mandiri, perlu untuk menemukan solusi yang tepat untuk pelaksanaan EHR tidak dapat mendukung semua kepentinganKata kunci: Rekam Elektronik Kesehatan (EHR) Peran dokter, pengetahuan dokter, ketersediaan EHR
Problem Solving Cycle SWOT Keakuratan Kode Diagnosis Kasus Obstetri pada Lembar Masuk dan Keluar (RM 1A) Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Sayidiman Magetan Fitria Alda Safira; Rohayati Rohayati; Aisyah Latifa Amalia; Fatmawati Fatmawati; Farida Aeini; Ameliana Safitri; Dianatika Azmi; Adila Anbar Syafitri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.78

Abstract

AbstractBased on the preliminary survey from ten in-charge patient record documents of dr. SayidimanMagetan General Hospital on first trimester period in 2014 revealed the accuracy level of Obstetric case is about 20% (two documents) and in accuracy level is 80%(eight documents)This research employed descriptive method. Population of this research was 223 documents LembarMasukdanKeluar (RM 1a) of Obstetric case medical record from in-charge patient of dr. SayidimanMagetan General Hospital on first trimester period in 2014. Total sample of the research was 45 documents taken from 20% of total population. Systematic sampling was used as sampling technique. Observation and interview using check list and interview guide lines was used in collecting the data.Problem Solving Cycle SWOT was employed in analyzing. The data.Finding of the research reveal the accuracy level of diagnosis code in Obstetric case is 27% (12 documents) and inaccuracy level is 73% (33 documents). Inaccuracy diagnosis code of Obstetric case was caused by the faulty in defining the character; third character, fourth character, and un code diagnosis. Depend on SWOT interpretation to the accuracy Obstetric case diagnosis code reveal that Human Resources as Strength and Opportunity factors; in other hand, in appropriate Standard Operating Procedure based on coding step in ICD-10 as Weakness and Threat factors. Based on the finding of the research, it’s was suggested that dr. SayidimanMagetan General Hospital should revise SOP on diseases coding. In addition, the hospital should provide updated ICD-10, hold coding training and organize coding officer rotation.Key Word: Accuracy, Problem Solving Cycle SWOTAbstrakBerdasarkan hasil survey pendahuluan pada 10 dokumen rekam medis pasien rawat inap di RSUD dr. Sayidiman Magetan menunjukkan tingkat keakuratan kode sebesar 20% (2 dokumen) dan tingkat ketidakakuratan sebesar 80% (8 dokumen). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keakuratan kode diagnosis kasus Obstetri pada Lembar Masuk dan Keluar (RM 1a) Pasien Rawat Inap periode triwulan I tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah dokumen rekam medis pasien rawat inap kasus Obstetri yang berjumlah 223 dokumen. Besar sampel penelitian ini 45 dokumen yang diambil dari 20% total populasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Sistematis Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen penelitian Check List dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan dengan Problem Solving Cycle SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keakuratan kode diagnosis kasus Obstetri sebesar 27 % (12 dokumen) dan tingkat ketidakakuratan sebesar 73 % (33 dokumen). Berdasarkan interpretasi SWOT, factor Strength dan Opportunity yang dimiliki adalah SDM, dan factor Weakness dan Threatter dapat pada SOP yang belum sesuai dengan tatacara pengodean yang benarmenurut ICD-10.Simpulan penelitian tingkat ketidak akuratan sebesar 73% disebabkan karena petugas kurang teliti dan SOP tidak sesuai dengan tata cara ICD-10, maka sebaiknya RSUD dr. Sayidiman Magetan melakukan pengadaan ICD-10 ter-update, pelatihan koding untuk petugas dan melakukan rotasi petugas.Kata kunci: Keakuratan, Problem Solving Cycle SWOT
ANALISIS PELAKSANAAN PENGELOLAAN REKAM MEDISDI PUSKESMAS HARAPAN RAYA KOTA PEKANBARU Ressa Oashttamadea SM
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.83

Abstract

AbstractResearch the implementation management of Medical records in health centers, in particular the implementation management of medical records in Health Center Harapan Raya Pekanbaru. The type research used is Qualitative. the number of informants in this research were 3 people that is officers practice activity management of medical record. Techniques and methods of data collection using the guidelines observation, interview, stationery and paper. The result research shows management of medical records has not running with the maximum, the officers to be sufficient in quantity but not quality, do not have yet a Standards of Medical Records Management Procedures and job descriptions of medical records.Key Word : The Implementation Management of Medical RecordsAbstrakPenelitian pelaksanaan pengelolaan rekam medis di Puskesmas, khususnya pelaksanaan pengelolaan rekam medis di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif, jumlah informan dalam penelitian ini 3 orang yaitu petugas melaksanakan kegiatan pengelolaan rekam medis. Teknik dan metode pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan pengelolaan rekam medis belum berjalan dengan maksimal, secara kuantitas petugas sudah mencukupi namun belum berkualitas, belum memiliki Standar Prosedur Pengelolaan Rekam Medis dan uraian tugas rekam medis. Kata Kunci : Pengelolaan Rekam Medis di Puskesmas
KELENGKAPAN PENULISAN DIAGNOSA PADA RESUME MEDIS TERHADAP KETEPATAN PENGKODEAN KLINIS KASUS KEBIDANAN Aurelius Anugerah Harvey Pepo; Noor Yulia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.88

Abstract

AbstractPurposes of this research is to identify the description of accurate medical coding, to identify the description of complete written diagnosis in medical resume and to identify the relation between complete written diagnosis in patient medical resume with obstetrics cases and accurate medical inpatient coding in Atma Jaya Hospital. Type of research which is used is quantitative with cross sectional method used as a design to collect primary data. Data populations are the medical records of patient with obstetric cases in 2014 which about 819 records and sample calculated are 44 records which calculated by using Beda 2 Proporsi formula. Statistics test used in this research are divided into 2 main parts which are univariate analysis by using distribution frequency and multivariate analysis by using chi square test. Results of the research show us that there are inaccurate medical coding which calculated 50% and incomplete written diagnosis in patient medical resume in application of health information management practices in Atma Jaya Hospital. And based from relationship test by applying chi square test founded that incomplete written diagnose in medical resume is a factor that influence inaccurate medical coding with p value = 0,000 and OR = 26,667 (95% CI = 4,727-150,428). Conclusion taken are the practice of medical coding so does the completing medical resume in Atma Jaya still need to be improved and complete medical resume is a factor that influence accurate coding. Keyword: accurate, medical coding and complete medical resumeAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran ketepatan pengkodean klinis, gambaran kelengkapan penulisan diagnosa pada resume medis dan hubungan kelengkapan penulisan diagnosa pada resume medis terhadap ketepatan pengkodean klinis pasien dengan kasus kebidanan di Unit Rawat Inap Rumah Sakit Atma Jaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan disain penelitian cross sectional untuk mengumpulkan data primer. Populasi data adalah rekam medis pasien dengan kasus kebidanan pada Tahun 2014 yang berjumlah 819 rekam medis dan sampel yang diteliti adalah sebesar 44 rekam medis yang diperoleh dari hasil perhitungan dengan menggunakan rumus uji 2 beda proporsi. Uji statistik terbagi atas dua kelompok yaitu untuk analisa data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisa data bivariat dengan menggunakan chi square. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan hasil sebagai berikut bahwa proporsi ketidaktepatan pengkodean klinis mencapai 50% dan proporsi ketidaklengkapan penulisan diagnosa pada resume medis mencapai 40,9. Berdasarkan hasil uji hubungan dengan menggunakan uji chi square ditemukan bahwa ketidaklengkapan penulisan diagnosa pada resume medis adalah faktor pengaruh ketidaktepatan pengkodean klinis dengan p value = 0,000 dan OR = 26,667 (95% CI = 4,727-150,428). Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian tersebut adalah bahwa ketepatan pengkodean klinis di Rumah Sakit Atma Jaya adalah 50% dan kelengkapan penulisan diagnosa pada resume medis sebagai faktor yang mempengaruhi angka ketepatan pengkodean klinis pasien dengan kasus kebidanan di Rumah Sakit Atma Jaya. Kata kunci: ketepatan, pengkodean, kelengkapan dan resume
PERSEPSI PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DENGAN MINAT PEMANFAATAN ULANG PELAYANAN REKAM MEDIS laili rahmatul ilmi; Zakharias Purbobinuko
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.79

Abstract

AbstractQuality of care in a hospital is highly dependent on the perceptions of patients, although the quality of service can be judged from the five principles of Service Quality. Medical records section is one form of care in the hospital is very important, part of which was first utilized so that the patient is always in the spotlight, it does not directly affect the image of the hospital. This study goals to determine the relationship Perception on the Quality of Care Patient medical records Utilization Interests Birthday With Care medical record on Medical Record Unit of Banda Aceh Meuraxa hospital. Samples are patients who use medical records service parts totaling 97 people taken by accidental. Data was collected by distributing questionnaires on June 16-July 4, 2015. Processing and analysis of data with a computerized system with statistical test Chi-square (÷), degrees of freedom (df) 1, the level of significance (á) 0.05 (5%) , The study found patients’ perception of service quality medical records are mostly located in the Good category is 51 people (52.6%) and 82 people or 84.5% said it would re-utilize medical record service. P-value = 0.028 (<0.05), meaning that there is a significant relationship between the perception of patient medical records on the Quality of Care Utilization Interests Birthday With Care medical record Medical Record Unit Meuraxa Hospital in Banda Aceh.Keywords: Perception, Quality, Service, Medical RecordAbstrakKualitas pelayanan pada sebuah rumah sakit sangat tergantung dari persepsi pasien, meskipun kualitas pelayanan dapat dinilai dari 5 prinsip Service Quality. Bagian Rekam medis merupakan salah satu bentuk pelayanan di rumah sakit yang sangat penting, bagian yang pertama sekali dimanfaatkan pasien sehingga selalu menjadi sorotan, secara tidak langsung mempengaruhi citra rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Persepsi Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan rekam medis Dengan Minat Pemanfaatan Ulang Pelayanan rekam medis RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Sampel penelitian adalah pasien yang memanfaatkan pelayanan bagian rekam medis yang berjumlah 97 orang yang diambil secara accidental. Data dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner pada tanggal 16 Juni - 4 Juli 2015. Pengolahan dan analisa data dengan sistem komputerisasi dengan uji statistic Chi-square (÷2), derajat kebebasan (df) 1, tingkat kemaknaan (á) 0,05 (5%). Hasil penelitian menemukan persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan rekam medis sebagian besar berada pada katagori Baik yaitu 51 orang (52,6%) dan 82 orang atau 84,5% menyatakan akan kembali memanfaatkan pelayanan rekam medis. Nilai p-value = 0,028 (<0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Persepsi Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan rekam medis Dengan Minat Pemanfaatan Ulang Pelayanan rekam medis Unit Rekam Medis RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Kata Kunci : Persepsi, Kualitas, pelayanan, Rekam Medis
FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN SENSUS HARIAN RAWAT INAP DI RSUD KAB. CIAMIS Firman Cahya Diningrat; Ida Sugiarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.84

Abstract

AbstractThe implementation of good medical records will support the implementation of health improvement services in hospital, one of them is making report based on the daily census. The return of daily hospitalizazion census to the medical record unit in RSUD Kab. Ciamis is often delayed. This research aims to know the factors of delay returns daily census of hospitalizazion to medical record unit at RSUD Kab. Ciamis. The method used in this research is qualitative method with phenomenological approach. The data collecting used interview and observation techniques in 8 informants. Data analysis is done by the data reduction, data presentation and withdrawal data conclusion or verification. Based on this research, it is known that the daily census has been delayed for two weeks, it is incompatible with the standard operating procedures (SOP) in which the daily census should have sent to the Medical Records back at least at 09.00 am the next day. The cause of the delay returns daily census is the lack of responsibility of the officer and the mismatch workload which is resulting in low productivity of labour. It is necessary for the holding of related SOP socialization census data collection daily hospitalization for officers, especially for the nurses in the implementation mechanism census daily data.Keyword: Delays, Returns, Census, HospitalizationAbstrakPenyelenggaraan rekam medis yang baik akan menunjang terselenggaranya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit, salah satunya adalah pembuatan laporan berdasarkan sensus harian. Pengembalian sensus harian rawat inap ke unit rekam medis di RSUD Kab. Ciamis sering mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor keterlambatan pengembalian sensus harian rawat inap ke unit rekam medis di RSUD Kab. Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi pada delapan informan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan cara reduksi data, penyajian data serta penarikan data simpulan atau verfikasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sensus harian mengalami keterlambatan selama dua minggu, hal tersebut tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dimana sensus harian harus dikembalikan ke bagian Rekam Medis paling lambat jam 09.00 WIB hari berikutnya. Penyebab dari keterlambatan pengembalian sensus harian adalah kurangnya tanggung jawab petugas dan ketidaksesuaian beban kerja sehingga mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja. Untuk itu perlu diadakannya sosialisasi terkait SOP pengumpulan data sensus harian rawat inap untuk petugas, utamanya untuk perawat dalam mekanisme pelaksanaan sensus data harian.Kata Kunci : Keterlambatan, Pengembalian, Sensus, Rawat Inap
KELENGKAPAN INFORMED CONSENT TINDAKAN BEDAH MENUNJANG AKREDITASI JCI STANDAR HPK 6 PASIEN ORTHOPEDI Leni Herfiyanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.89

Abstract

AbstractInformed consent is consent given by the patient or the patient’s family on the basis of description of the medical acts to be performed on the patient. For doctors informed consent can create a sense of security, and can be used self-defense against possible claims or lawsuits from patients or their families arise when unwanted. While the patient, is a tribute to the rights of the patient and can be used as an excuse lawsuit against the doctor, in case of deviations from the medical practice mean consent given medical action. In addition Informed consent is also one important indicator in the assessment of accreditation. Purpose of this study is to determine the completeness of the data on Informed Consent Orthopaedic surgery in patients at Dr Hasan Sadikin, knowing assessment JCI Accreditation Standards Assessment HPK.6 Orthopaedic patients at Dr Hasan Sadikin and determine completeness relation Informed Consent surgery with JCI Accreditation assessment Assessment Standards HPK.6. The method used in this research is descriptive method qualitative approach. The Data collection by observation, literature reviews, and interviews. Total population and sample in this study as many as 61 medical records. The results showed the biggest omissions contained in the charging Informed Consent items Prognosis explanation by 54.1%, Alternatives & Risk by 52.5%, and complications of 50.8%. Conclusion of the influence Completeness Implementation Completion and Informed Consent of the assessment JCI Accreditation Standards Assessment HPK.6.Keyword: Completeness of Informed consent, JCI accreditation standards, Patient and Family Rights Assessment 6AbstrakInformed consent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga pasien atas dasar penjelasan mengenai tindak medis yang akan dilakukan terhadap pasien. Bagi dokter informed consent dapat membuat rasa aman, sekaligus dapat digunakan pembela diri terhadap kemungkinan adanya tuntutan atau gugatan dari pasien atau keluarganya apabila timbul yang tidak diinginkan. Sedangkan pasien, merupakan penghargaan terhadap hak-hak oleh pasien dan dapat digunakan sebagai alasan gugatan terhadap dokter, apabila terjadi penyimpangan praktik kedokteran dari maksud diberikannya persetujuan tindakan medis. Selain itu Informed consent juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelengkapan pengisian data pada Informed Consent tindakan bedah pada pasien Orthopedi di RSUP Hasan Sadikin Bandung, mengetahui penilaian Akreditasi JCI Standar Penilaian HPK.6 pada pasien Orthopedi di RSUP Hasan Sadikin Bandung serta mengetahui kaitan kelengkapan pengisian fInformed Consent tindakan bedah dengan penilaian Akreditasi JCI Standar Penilaian HPK.6. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tinjauan pustaka, dan wawancara. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaklengkapan terbesar terdapat pada pengisian Informed Consent item penjelasan Prognosis sebesar 54,1% , Alternatif & Resiko sebesar 52,5%, dan Komplikasi sebesar 50,8%. Kata Kunci : Kelengkapan Informed consent, Standar akreditasi JCI, Penilaian Hak Pasien dan Keluarga (HPK) 6.
TINJAUAN PROSES PELAPORAN EKSTERNAL DI BAGIAN PELAPORAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAHPANDAN ARANG BOYOLALI Ngatmi Setyo Rini; Antik Pujihastuti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.80

Abstract

AbstractPandan Arang Local General Hospital of Boyolali had made SIR VI transfer in 2013. The delayed delivery of external reporting when submitting the external report data still becomes the obstruction due to the billing system not supporting the necessary data in the report, to the management of hospital’s less readiness in the transformation of Standard Operating Procedure about reporting. The objective of research was to find out the external reporting process in reporting division of Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali. This study was a descriptive research with cross-sectional approach. The subject of research was the analyzing reporting personnel in Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali, while the object of research was external reporting process. The research instrument employed was observation. The methods of collecting data used were observation and unstructured interview. Technique of processing data included data collection, editing and display. The data analysis was conducted using descriptive analysis. The result of research showed that data source and reporting type had been consistent with the data the hospital required. The External reporting process was conducted manually and in computerized manner. In manual method, the analyzing reporting personnel submitted data by visiting each unit once a month and the officer recapitulated the data into Microsoft Excel and data was linked to SIMRS, it led the officers to work twice. The conclusion of research was that the external reporting process in Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali was conducted manually and in computerized manner, for that reason, the billing system should be maximized in each unit for the analyzing reporting officer not to take longer time to retrieve the necessary data for reporting. Keywords: External reporting SIRS VIAbstrakRSUD Pandan Arang Boyolali telah melaksanakan perpindahan SIRS VI pada tahun 2013. Kejadian terlambatnya pengiriman pelaporan eksternal saat pengumpulan data pelaporan eksternal masih terdapat kendala disebabkan karena sistem billing yang tidak dapat menunjang data-data yang dibutuhkan dalam pelaporan, Kurang siapnya manajemen rumah sakit dalam perubahan Standar Operasional Prosedur tentang pembuatan laporan. Tujuan penelitian mengetahui proses pelaporan eksternal dibagian pelaporan Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah petugas analising reporting di RSUD Pandan Arang Boyolali, sedangkan obyek yang digunakan adalah proses pelaporan eksternal. Instrumen penelitian menggunakan observasi. Cara pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara tidak terstruktur. Teknik pengolahan ini menggunakan collecting, editing, penyajian data. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber data dan jenis pelaporan sudah sesuai dengan data yang dibutuhkan rumah sakit. Proses Pelaporan Eksternal dilakukan secara manual dan komputerisasi. Dari cara manual petugas analising reporting mengumpulkan data dengan datang ke setiap unit dan dilakukan sebulan sekali dan petugas merekapitulasi data ke Microsoft excel dan data di link kan ke SIMRS, hal ini mengakibatkan petugas harus bekerja dua kali. Simpulan hasil penelitian bahwa proses pelaporan eksternal di RSUD Pandan Arang Boyolali yaitu proses pelaporan dilakukan manual dan komputerisasi oleh karena itu perlunya memaksimalkan sistem biling disetiap unit agar petugas analising reporting tidak mebutuhkan waktu lama untuk mencari data yang dibutuhkan untuk pelaporan. Kata Kunci: Pelaporan Eksternal SIRS VI

Page 1 of 2 | Total Record : 13