cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
STRATEGI KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS BERDASARKAN METODE SWOT HARJANTI -; Nandani Kusuma Ningtyas
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i1.186

Abstract

Based on secondary data it can be seen that the average inaccuracy of the diagnosis code is 34.51%. The causes of inaccuracies of diagnostic codes include officers not using volume 1, the error of block determination, no review of completeness of supporting information. The purpose of this research is to determine the accuracy of diagnosis code based on SWOT method. Type of study of literature study. Secondary data source. Collecting data by collecting research literature on the causes of inaccuracies of diagnostic codes. Analysis of SWOT space matrix data. The result of the research is the SO strategy is to send the coding officer to join the training, using icd-10 latest version. WO strategy is a learning task for employees with graduates, recruitment of employees to reduce the workload of employees. ST strategy is a mistake in making reporting, implementation of health insurance system (JKN), inaccuracy in decision making. The WT strategy is to evaluate the reporting results, coding in accordance with WHO rules. The recommended strategy conclusion is SO strategy by sending Medical Record officer to attend training
TINJAUAN FITUR KEAMANAN DATA PASIEN PADA SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN BERBASIS KOMPUTERISASI DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA TAHUN 2013 Reni Chairunnisah; Noor Alamsyah; Helmina Andriani; Syamsuriansyah Syamsuriansyah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v1i2.55

Abstract

ABSTRAKKeamanan data (security) merupakan metode proteksi atau sistem terhadap akses atau modifikasi yang sah, dari survey pendahuluan pada keamanan data menunjukkan bahwa belum adanya pengunci (fitur keamanan data) dalam sistem yang digunakan, sehingga akan menimbulkan ancaman seperti gaguan natur, technical dan faktor pencurian data terhadap privasi dan security dokumen semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fitur keamanan data pasien pada sistem rawat jalan berbasis komputerisasi di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, obyek dalam penelitian ini adalah sistem informasi menajemen kesehatan, sedangkan subjek yang digunakan adalah admin, operator, dan pihak manajemen. Teknik yang digunakan dalam cara pengumpulan data adalah dengan observasi dan wawancara.Keamanan data di BBKPM Surakarta dalam hal otentikasi petugas mempunyai hak untuk mengubah password, dalam hal otorisasi petugas mempunyai hak untuk mengakses menu yang berbeda, fitur integritas pada item data sudah adapembeda, pada fitur penelususranjejak simkes mampu mencari data dan sudah ada menu history yang memuat berbagai aktivitas pengguna, pada fitur pemulihan pasca bencana sistem pernah eror ketika mati listrik dan belum ada uninterruptible power supply (UPS) untuk menanggulanginya, penyimpanan data pada simkes menggunakan 2 media yaitu hardisk utama dan hardisk eksternal, manfaat dari fitur kamanan ini adalah untuk menanggulangi ancaman dari berbagai gangguan seperti human eror, natur, technical dan factorkesengajaan.Dari hasil kegiatan dapat disarankan untuk pihak BBKPM membuat prosedur protap tentang keamanan SIMKES, upaya menambahkan sistem automatic logout, menambahkan alat genset automatic sehingga bila terjadi mati listrik tidak mengganggu proses pelayanan, dan diharapkan untuk meningkatkan sistem keamanan agar pengguna merasa nyaman dalam menggunakan sistem.Kata kunci : Keamanan Data SIMKESKepustakaan : 12 (1999-2008)
TINJAUAN PROSES PELAPORAN EKSTERNAL DI BAGIAN PELAPORAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAHPANDAN ARANG BOYOLALI Ngatmi Setyo Rini; Antik Pujihastuti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.80

Abstract

AbstractPandan Arang Local General Hospital of Boyolali had made SIR VI transfer in 2013. The delayed delivery of external reporting when submitting the external report data still becomes the obstruction due to the billing system not supporting the necessary data in the report, to the management of hospital’s less readiness in the transformation of Standard Operating Procedure about reporting. The objective of research was to find out the external reporting process in reporting division of Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali. This study was a descriptive research with cross-sectional approach. The subject of research was the analyzing reporting personnel in Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali, while the object of research was external reporting process. The research instrument employed was observation. The methods of collecting data used were observation and unstructured interview. Technique of processing data included data collection, editing and display. The data analysis was conducted using descriptive analysis. The result of research showed that data source and reporting type had been consistent with the data the hospital required. The External reporting process was conducted manually and in computerized manner. In manual method, the analyzing reporting personnel submitted data by visiting each unit once a month and the officer recapitulated the data into Microsoft Excel and data was linked to SIMRS, it led the officers to work twice. The conclusion of research was that the external reporting process in Pandan Arang Local General Hospital of Boyolali was conducted manually and in computerized manner, for that reason, the billing system should be maximized in each unit for the analyzing reporting officer not to take longer time to retrieve the necessary data for reporting. Keywords: External reporting SIRS VIAbstrakRSUD Pandan Arang Boyolali telah melaksanakan perpindahan SIRS VI pada tahun 2013. Kejadian terlambatnya pengiriman pelaporan eksternal saat pengumpulan data pelaporan eksternal masih terdapat kendala disebabkan karena sistem billing yang tidak dapat menunjang data-data yang dibutuhkan dalam pelaporan, Kurang siapnya manajemen rumah sakit dalam perubahan Standar Operasional Prosedur tentang pembuatan laporan. Tujuan penelitian mengetahui proses pelaporan eksternal dibagian pelaporan Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah petugas analising reporting di RSUD Pandan Arang Boyolali, sedangkan obyek yang digunakan adalah proses pelaporan eksternal. Instrumen penelitian menggunakan observasi. Cara pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara tidak terstruktur. Teknik pengolahan ini menggunakan collecting, editing, penyajian data. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber data dan jenis pelaporan sudah sesuai dengan data yang dibutuhkan rumah sakit. Proses Pelaporan Eksternal dilakukan secara manual dan komputerisasi. Dari cara manual petugas analising reporting mengumpulkan data dengan datang ke setiap unit dan dilakukan sebulan sekali dan petugas merekapitulasi data ke Microsoft excel dan data di link kan ke SIMRS, hal ini mengakibatkan petugas harus bekerja dua kali. Simpulan hasil penelitian bahwa proses pelaporan eksternal di RSUD Pandan Arang Boyolali yaitu proses pelaporan dilakukan manual dan komputerisasi oleh karena itu perlunya memaksimalkan sistem biling disetiap unit agar petugas analising reporting tidak mebutuhkan waktu lama untuk mencari data yang dibutuhkan untuk pelaporan. Kata Kunci: Pelaporan Eksternal SIRS VI
TINJAUAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS CEDERA DAN PENYEBAB LUAR CEDERA (EXTERNAL CAUSES) PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM “SITI HAJAR” MATARAM Ikhwan -; Syamsuriansyah -; Muhammad Makmur Purna Irawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v4i2.132

Abstract

AbstractThe research objective was to determine the accuracy of the diagnosis code and cause injury beyond the injury inpatients based on ICD-10. This type of research is descriptive with the approach of retrospective study was conducted at the Islamic Hospital Siti Hajar Mataram June 50, 2014. The sample size medical record file is retrieved with non-random techniques sampling.Pengumpulan data by observation. Data were analyzed descriptively. Hasill research shows that 3 code inaccurate and accurate code 47 and 41 external cause code is not written and 9 injuries injury diagnosis on medical record file is written not cause outward. Inaccuracy injury diagnosis codes on entry and exit summary form patients consisted of error election Block, Sub-digit blocks and errors on the 4th and 5th.Keywords: accuracy code, Injury, external causes ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan kode diagnosis cedera dan penyebab luar cedera pasien rawat inap berdasarkan ICD-10.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan dengan pendekatan retrospektifPenelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram pada Juni 2014. Besar sampel 50 berkas rekam medis yang diambil dengan teknik non random sampling.Pengumpulan data dengan cara observasi. Data dianalisis secara deskriptif.Hasill penelitian menunjukkan bahwa 3 kode tidak akurat dan  47  kode akurat Dan 41 kode penyebab luar cedera tidak ditulis dan 9 diagnosis cedera pada berkas rekam medis tidak ditulis penyebab luarnya. Ketidaktepatan kode diagnosis cedera pada formulir ringkasan masuk dan keluar pasien terdiri dari kesalahan pemilihan Blok, Sub blok dan kesalahan pada digit ke-4 dan ke-5.Kata Kunci: ketepatan kode, Cedera, penyebab luar
KEEFEKTIFAN SISTEM PENDAFTARAN ONLINE PASIEN RAWAT JALAN RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Ana Amirotun Solihah; Savitri Citra Budi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i1.177

Abstract

The development of various technologies makes easiness in the health field, one of which is the online indirect registration to unravel the patient's buildup due to the length of registration time. Online registration of outpatients applied in RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro which is divided into 3 types. However, in the implementation of this system has not been matched by a wise attitude by users, that is the online registration cancellation without confirmation. Therefore, this study aims to determine the implementation and effectiveness of online outpatients registration dr. Soeradji Tirtonegoro. The type of this research is quantitative descriptive with data collection by observation. Implementation procedures online registration RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro is described in SPO Outpatient Registration through Short Message Service (SMS) / WhatsApp (WA). From the results of the observation of 1594 sample online registrants, there are positive patients list of 416 applicants via WhatsApp and 1049 registrants via SMS. However, from the sample there are 9 cancellations of registration via WhatsApp and 120 cancellation of registration via SMS. It can be concluded that online registration via SMS has a higher number, both registration and cancellation of registration compared with online registration via WhatsApp
STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM INTI PROGRAM DIPLOMA III REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN - Nuryati; Nur Rokhman
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v1i2.46

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dinyatakan bahwa Kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi. Sedangkan berdasarkan Kepmendiknas No. 045 tahun 2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi menyatakan bahwa kurikulum inti merupakan penciri dari kompetensi utama serta sebagai dasar untuk mencapai kompetensi lulusan. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi kurikulum inti di Program Diploma III Rekam Medis Sekolah Vokasi serta faktor yang mendukung dan menghambat dalam implementasi dan bagaimana strategi yang dilakukan.Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (penelitian deskriptif kualitatif) dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Sedangkan analisis datanya dengan pendekatan induktif.Program Diploma III Rekam Medis Sekolah Vokasi UGM telah mengimplementasikan kurikulum berdasarkan kurikulum inti yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor: HK.02.05/ I/III/2/08661/2011 Tentang Kurikulum Inti Program Pendidikan Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan sejak Tahun Ajaran 2012/2013 atau Agustus 2012. Langkah-langkah implementasi dimulai dari pemetaan kurikulum, pembenahan secara internal dan sosialisasi kepada seluruh dosen serta organisasi profesi dan stakeholder. Permasalahan terjadi terkait peralihan kurikulum serta sudah ada strategi yang diupayakan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Key word: implementasi, kurikulum, rekam medis
Model Kuantitatif Audit Pendokumentasian terhadap Kelengkapan Rekam Medis Lily Widjaya; Siswati Siswati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v7i1.220

Abstract

Audit dokumentasi Rekam Medis yang tepat dan terstruktur diperlukan dalam mengukur pencapaian indikator Medical Record Completeness (MR) di rumah sakit. Berdasarkan pengamatan pelaksanaan audit dokumentasi MR di rumah sakit, ditemukan bahwa komponen MR yang diukur sangat bervariasi, dan tidak tahu model kuantitatif audit dokumentasi MR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dokumentasi Model Audit Kuantitatif terhadap Kelengkapan MR. Hipotesis penelitian ini adalah pengaruh Dokumentasi Model Audit Kuantitatif terhadap Kelengkapan MR. Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu menggunakan desain pretest dan Posttest, Non-Equivalent Control Group Design. Pengukuran kelengkapan rekam medis dilakukan oleh siswa menggunakan model konvensional dan model kuantitatif audit dokumentasi RM. Populasi adalah 30 siswa dengan sampel jenuh. Variabel dependen adalah MR Completeness dan variabel independen adalah Audit Model MR Documentation. Instrumen penelitian adalah daftar periksa. Analisis penelitian menggunakan T-test dependen. Hasil penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan dalam nilai rata-rata kelengkapan semua komponen sebelum dan sesudah penerapan model dokumentasi audit kuantitatif mencerminkan bahwa penerapan model ini lebih baik daripada model konvensional. Model Kuantitatif ini dapat melacak setiap komponen rekam medis yang diaudit, memungkinkan koreksi bagian yang masih dapat dilengkapi, terstruktur sehingga mereka dapat mengukur hingga subkomponen kelengkapan RM ini.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG NILAI GUNA REKAM MEDIS DENGAN PERILAKU PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS OLEH TENAGA KESEHATAN DI RSUD LARANTUKA Ina Suhartina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v4i2.121

Abstract

AbstractSince 2009, medical records have been become an important issue in healthcare facilities because it becomes the basis for calculating the cost of healthcare participants JAMKESMAS with INA-CBG›s system. The medical record is also a major element of standarization hospital accreditation. Therefore, the medical records must be recorded complete and accurate based on Decree of Ministry of Health of Republic Indonesia No. 269 of2008. The results of quantitative analysis in RSUD Larantuka,  the completeness authentication of inpatient medical records by attending physicians was 52.75%. The study aimed to determine the relationship between knowledge of medical records value and Behavioral on Medical Records Documentation by healthcare provider in RSUD Larantuka. The design cross-sectional study. Population study was 148 consists of physicians and nurses in RSUD Larantuka, sample size 60 consists of 6 physicians, 20 nurses of outpatient and 34 nurses of inpatient by simple random sampling. Data analysis was conducted by descriptive and Spearman Rank test. The Spearman Rank correlation value Knowledge of Medical Records and Behavioral on Medical Records Records and Behavioral on Medical Records Documentation of physicians and nurses in RSUD Larantuka. Keywords: knowledge, medical records, behavioral,   Abstrak    Sejak tahun 2009 rekam medis menjadi isu penting dalam pelayanan kesehatan karena menjadi  dasar perhitungan biaya pelayanan kesehatan peserta Jamkesmas dengan sistem INA-CBG’s. Selain itu rekam medis sebagai unsur penting dalam akreditasi rumah sakit Oleh karena itu, pengisian rekam medis harus dilakukan secara lengkap, akurat dan tepat waktu. Hal ini diatur dalam Permenkes No. 269 Tahun 2009 tentang Rekam oleh tenaga kesehatan di RSUD Larantuka terdapat sebesar 52,75%. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Pengetahuan tentang Nilai Guna Rekam Medis dengan Perilaku Pengisian Dokumen Rekam Medis oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Larantuka.  Disain penelitian ini cross sectional (potong lintang). Populasi penelitian seluruh dokter dan perawat di RSUD Larantuka sebanyak 148 orang 60 orang diambil secara proporsional dari jumlah populasi sehingga sampel dokter diperlukan sebanyak 6 orang, perawat rawat jalan sebanyak 20 orang dan perawat rawat inap sebanyak 34 orang dengan teknik sampling secara simple random sampling uji korelasi Spearman Rank. Korelasi hubungan Pengetahuan tentang Nilai Guna Rekam Medis dengan Perilaku Pengisian Dokumen Rekam Medis r=0,794 dengan p=0,000 (p<0,005). Dengan demikian hubungan  antara Pengetahuan tentang Nilai Guna Rekam Medis dengan Perilaku Pengisian Dokumen Rekam Medis perawat dan dokter di RSUD Larantuka  Kata Kunci: Pengetahuan; Perilaku; Rekam Medis
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS DALAM PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT AWAL BROS PEKANBARU Nur Maimun; Hozizah .
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v5i2.160

Abstract

Standard record of documents medical outpatient service is 10 minutes. Based on the study introduction using samples from 230 file medical record outpatient, shows that in providing file medical record outpatient average 20 minutes. The purpose of this research is to know the factors that deals with officer performance in the provision of a beam medical record outpatient. Using analysis cross bivariat table ( contingency )  between variables using analysis by using chi square test.  The results of research  Be seen that than 57 respondents factors knowledge relating to officer performance shows that value = 0,008 ( POR = 5,800 ,  the communication deals with the performance value = 0,011 ( POR = 5,111 ). The Conclusion this research factors exist relations knowledge and communication with officer performance in the delivery of file medical record outpatient
SENTRALISASI PENGELOLAAN REKAM MEDIS DI PUSKESMAS BINAAN MIJEN KOTA SEMARANG DALAM MENYONGSONG SJSN DI INDONESIA Retno Astuti S; Arif Kurniadi; Maryani Setyowati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.37

Abstract

ABSTRACTResearch Program in Mijen Primary Health Center Semarang was based on a variety of problems found inthe field, which is related to the management of medical records that has not been stored in a centralized,thus does not guarantee the continuity of a patient’s medical information. While the continuity of medicalinformation be required to ensure the safety of medical services for the patients. Even the MRD storagesystems applied in inpatient filing system was not purely decentralized filing because a patient’s MRD storedper treatment period, not combined in 1 (one) inpatient MRD folder. In addition, storage management ofinactive and timeless MRD were not orderly. Inactive and timeless MRD are stacked in the warehouse withoutdocumentation and certain procedures.Solutions offered are medical records management training for 10 (ten) employees who worked at the TPPRJ,TPPRI, outpatient filing and inpatient filing of Mijen Primary Health Center. Furthermore, the design andsocialization of fixed procedures (SOPs) in the management of medical records TPPRJ, TPPRI, outpatient filingand inpatient filing, implementation of retention and inactive MRD value, as well as SOPs on implementation ofinactive and timeless MRD storage. In addition, the brief assistance in revamping medical record managementsystem in Mijen Primary Health Center.Research pogramme was carried out for 8 (eight) months. Subjects were interviewed and trained includes 1(one) Head of the Primary Health Center , 4 (four) outpatient filing personnel, 2 (two) inpatient filing personneland 6 (six) patients of Mijen Primary Health Center Semarang. The secondary data sources are outpatient,emergency and inpatient register, medical record management policies, SOP of medical records management,expedition books, as well as MRD borrowing card. Moreover, researchers have carried out observations ofactive medical records management system in outpatient and inpatient filing, inactive and timeless at MijenPrimary Health Center as a basis for preparing SOPs.Results of the devotion to be expected to solve problems in active medical record management system reformin Mijen Primary Health Center which are still established in decentralization to centralization. Anothermethod resulting is to fix the storage of family folder into 1 (one) folder for 1 (one) of a patient’s medical recordnumber. Furthermore, achieve medical record documents (MRD) alignment model which has been implementTerminal Digit Filing (TDF) with six (6) digit medical record number, but still based on 10 (ten) sub region.Thus, retrieval of medical data are expected to be achieved. In addition, result in the retention schedule andinactive and timeless MRD implementation method.Kata kunci: MRD, active, incative, timeless, registration place, filing, outpatient, inpatient