cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SENSUS HARIAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MATARAM Herdiawan Ramdani; Syamsuriansyah Syamsuriansyah; Helmina Andriani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i2.202

Abstract

   Mataram Police Hospitals are still using manual systems in the daily distribution of course this will have an effect on health services to patients in because the data is not stored in electronic form. So that problems frequently encountered is loss of data when required return., In this case the data on mean daily reports, monthly reports and annual reports were obtained from the results of activities of daily census in each ward.   The type of design used in this research is descriptive survey. by adopting the design method is to use development system lyfe cycle (SDLC). The SDLC method has several stages of the planning phase, analysis phase, design phase, implementation phase and maintenance phase.   Results of this study resulted in the design of information systems that consist of several related tables include: Table of patients, employees Tables, Table status, profession table, table classes, table space, table hospitalization, inpatient table detail. And the results of interface design, the research ii produce several interfaces, among others: the login menu, the main menu, menu entries patients (data of employees, datastatus, the data profession, class data, the data rooms), menu transactions (inpatient, inpatient table detail ), form the admin user and report form
ANALISA PENGOLAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DALAM UPAYA PENINGKATA N PELAYANAN RSUD KANJURUHAN KEPANJEN - Suhartatik; Eko Fachtur Rochman
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.70

Abstract

DRM processing in hospitals is useful to support the achievement of orderly administration in effort to achievethe goal of the hospital, which is improving the quality of service. Hospitalization occurred DRM stacker inthe medical record processing. The goal is to know the system and processing power requirements of DRM inorder to improve services in hospitals Kanjuruhan Kepanjen. The type of this study is qualitative. The methodof this study is work sampling, the survey approach that uses the response time, questionnaires, interviewsand observations, performed by cross sectional. Respondent is head of the Sub-Division of Medical Record,Evaluation and Reporting and officers assembling, coding, and Indexing, Inpatient DRM processing systembased on the Guidelines and Procedures Providing Medical Record Hospitals in Indonesia 2006. The InpatientDRM flow in Kanjuruhan Hospital Kepanjen is from inpatient to the Finance Department, because it hasnot progressed to the computerisation payment system patients. There is still met DRM Inpatient incompleteat 26.95%. Factors that caused by the buildup in terms of Human Resources, that quantity, education andexperience is quite competent. DRM -rata daily average inpatient medical records were entered into by52 DRM. Before processing to complete 52 DRM takes 0.97 hours and effort required of 0.22 people. Thetime needed for assembling 5.99 hours and 1.37 the energy needed without dividing the work in the mannerincoming patients (General, Askes, JAMKESNAS, Jampersal), are appropriate if divided by the current jobrequires 3 people. Coding without paying the necessary time differentiated way 2,31dan require the 0.53power, when differentiated manner requires 3 people pay. Indexing without pay distinguished way takes 2.24hours and 0.51 in need of people, whereas when differentiated payment method requires 3 people. Factors NonHuman Resources, space and infrastructure that is used for processing DRM Inpatient, quite representative,from lighting and air circulation (using water codition) and enough support but still supporting and requiresrealignment, because it looks less neat. Of power, DRM Inpatient incoming and infrastructure should not needno buildup. Need to improve medical record document processing systems, financial systems and medicalrecords to enable the committee to monitor and evaluate the quality of medical record services and empoweringofficers DRM processing Hospitalization.Keywords: DRM Inpatient, Assembling, Coding, IndexingAbstrakPengolahan DRM di rumah sakit berguna untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upayamencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan. Terjadi penumpuk DRM Rawat Inap di ruangpengolahan Rekam Medis. Tujuannya adalah mengetahui system dan kebutuhan tenaga pengolahan DRMdalam upaya peningkatan pelayanan pada RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Dilaksanakan secara kuantitatif denganmetode work sampling, dengan pendekatan survey yang menggunakan respon time, kuesioner, wawancara sertaobservasi, yang dilakukan secara cross sectional. Respondennya adalah kepala Sub Bagian Rekam Medis,Evaluasi Dan Pelaporan dan petugas bagian assembling, koding, dan indeksing,. Sistem pengolahan DRMRawat Inap berdasarkan Pedoman Penyelenggaran dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia 2006.Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen alur DRM Rawat Inap dari rawat inap ke Bagian Keuangan, karena belumberjalannya system komputersasi untuk pembayaran pasien. Masih dijumpai DRM Rawat Inap tidak lengkapsebesar 26,95%. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penumpukan ditinjau dari Sumber Daya Manusia,bahwa kuantitas, pendidikan dan pengalaman cukup kompeten. Rata –rata setiap hari DRM Rawat Inap yang masuk ke rekam medis sebesar 52 DRM. Sebelum pengolahan untuk menyelesaikan 52 DRM membutuhkanwaktu 0,97 jam dan tenaga yang dibutuhkan 0,22 orang. Waktu yang dibutuhkan untuk assembling 5,99 jamdan tenaga yang dibutuhkan 1,37 orang tanpa membagi pekerjaan sesuai cara masuk pasien (Umum, Askes,Jamkesmas, Jampersal), sedang kalau dibagi berdasarkan pekerjaan sesuai yang ada saat ini membutuhkan 3orang. Koding tanpa dibedakan cara bayar diperlukan waktu 2,31dan membutuhkan tenaga 0,53 orang, biladibedakan cara bayar membutuhkan 3 orang. Indexing tanpa dibedakan cara bayar diperlukan waktu 2,24 jamdan membutuhkan tenaga 0,51 orang, sedangkan bila dibedakan cara bayar membutuhkan 3 orang. FactorfaktorNon Sumber Daya Manusia, ruangan dan sarana prasarana yang dipakai untuk pengolahan DRM RawatInap, cukup representative, dari pencahayaan maupun sirkulasi udara (menggunakan air codition) dan cukupmendukung namun masih belum menunjang dan membutuhkan penataan kembali, karena tampak kurang rapi.Dari tenaga, DRM Rawat Inap yang masuk dan sarana prasarana seharusnya tidak perlu ada penumpukan. Perlumemperbaiki system pengolahan dokumen rekam medis, system keuangan dan mengaktifkan panitia rekammedis untuk monitoring dan evaluasi mutu pelayanan rekam medis serta pemberdayaan petugas pengolahDRM Rawat Inap.Kata kunci: DRM Rawat Inap, Assembling, Koding, Indexing
PEMETAAN PERSEBARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN JEMBERTAHUN 2013-2015 Elda Amalia Agustina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v4i1.94

Abstract

AbstractTuberculosis(TB) is an infectious disease caused by mycrobacterium tubercolusis, pulmonary TB is still a major problem and the global public health remains a global health issue in all countries. If not promptly treat, it can cause any active infect patients. This study aims to create a Digital Distribution Map of tuberculosis disease in Jember Using Quantum GIS applications. Design of this research is descriptive research form tuberculosis disease map using Quantum GIS applications 1.8.0. with data taken by District Health Office of Jember which is then made in the websites. Results from this study is a digital map showing the spread of tuberculosis in all Districts in Jember displays the data that was obtained from the Health Office. Data which obtained includes on the number of patients Tuberculosis AFB +, Extra Lung, MDR and the Central Bureau of Statistics includes data on the number of population density perkecamatan, the number of health centers which spread in Jember are then applied in form of a website. Expected for researchers next can be added attribute health facilities, as well as for thewebsite are more dynamic so it can be in update directly whithout in the database.Keywords: Mapping, Tuberculosis, Quantum GISAbstrakTuberkulosis TB paru sampai saat ini masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat dan secara global masih menjadi isu kesehatan global di semua negara. Apabila tidak segera ditangani maka dapat menyebabkan setiap penderita aktif yang menginfeksi. Penelitian ini bertujuan membuat Peta Digital Persebaran Penyakit Tuberkolusis Di Kabupaten Jember Dengan Menggunakan Aplikasi Quantum GIS. Desain pada penelitian ini adalah deskriptif berupa pemetaan penyakit Tuberkolusis menggunakan aplikasi Quantum GIS 1.8.0. dengan data yang di ambil dari Dinkes Kabupaten Jember yang kemudian dibuat dalam bentuk website. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah peta digital yang menampilkan persebaran penyakit Tuberkulosis pada semua Kecamatan di Kabupaten Jember menampilkan data yang di peroleh dari Dinkes. Data yang diperoleh meliputi jumlah penderita Tuberkulosis BTA+, Extra Paru, MDR dan Badan Pusat Statistik yang meliputi data jumlah kepadatan penduduk perkecamatan, jumlah puskesmas yang tersebar di Kabupaten Jember yang kemudian diaplikasikan dalam bentuk website. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan atribut fasilitas kesehatan, serta pembuatan website yang lebih dinamis sehingga dapat di update langsung tanpa masuk dalam database.Kata Kunci: Pemetaan, Tuberkulosis, Quantum GIS
GAMBARAN KETIDAKTERSEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RSUD DR. SOEKARDJO TASIKMALAYA Any Octavia Purnama Sari; Tri Purnama Sari; Tesa Herta Pela; Imas Masturoh
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v5i1.150

Abstract

Good medical records is contain continuous data from the beginning to the end of treatment, so if the medical records unavailable it would disruption many aspects from the patient’s treatment to the payment process. This research aims to describe the unavailability of outpatient medical record in Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Mix method sequentional explanatory was used in this research. The amount of samples is 4611 medical records with total sampling technic for two weeks. The results showed there are 22 medical records were not available. The highest unavailability by payment type BPJS 91%, interna clinic 27.3%, and the previous visit on Tuesday, Thursday and Friday are 22.7% each day, during unavaibility occurs on Thursday 36.4%. Filing system used is decentralized, while alignment is middle digit filing with modifications. The cause of the unavailability are limited human resources, inappropriate storage, medical records were taken of patients, limited facilities and infrastructure, eror when writing the number. The impacts are less suitable financing claims, scorching of the claims, the absence of the report claims, the disruption of the patients’s treatment, and patients wait a long time for treatment. There are similarities unavailability of medical records were missing if viewed by the previous visit and when the loss occurs on Thursday. Advised to recording expenditures medical records and color code on the medical records.
ANALISIS PENGISIAN FORMULIR RESUME MEDIS DIABETES MELLITUS PASIEN RAWAT INAP Ratri Wulandari; Sri Sugiarsi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i2.27

Abstract

AbstractResume is a medical form that must be preserved. This sheet must be signed by the treating physician. Basedon a preliminary survey in dr. Sayidiman Magetan, in Medical Resume form filling in patients with DiabetesMellitus as much as 60% of the medical records of 67 documents found incomplete filling out the form onthe patient’s state of the item and the name of the doctor. The purpose of this study is to analyze the chargingForm Resume Medical Inpatient Diabetes Mellitus period fourth quarter of 2013 in the General Hospital dr.Sayidiman Magetan. This research is a descriptive retrospective approach. The population in this study isthe overall medical resume form in patients with Diabetes Mellitus as many as 67 medical record documents.Sampling technique with saturated sampling techniques and sample documents used were 67 medical recordsof the total population. Research instrument was a checklist. Way of collecting data through observation andunstructured interviews. The results were obtained form filling medical resume (unfilled) diagnosis largestitem that is present in 100% (67 documents) and form filling medical resume (not filled), the largest state ofthe items out there on the 62.68% (42 documents). State of the item not being filled out due to circumstancesout of patients already written in summary form Round. The results of this study it can be concluded that theneed to increase the rigor and discipline to the officer in charge of filling administrative data, clinical dataand authentication, the need for cooperation between medical records personnel to other units, especiallydoctors and nurses in the medical record to complete the form.Keywords: Analysis, Charging Resume MedicalAbstrakResume medis merupakan formulir yang harus diabadikan. Lembar ini harus ditandatangani oleh dokteryang merawat. Berdasarkan survei pendahuluan di RSUD dr. Sayidiman Magetan, dalam pengisian formulirResume Medis pada pasien Diabetes Mellitus sebanyak 60% dari 67 dokumen rekam medis ditemukanketidaklengkapan pengisian formulir pada item keadaan keluar pasien dan nama dokter. Tujuan penelitian iniadalah menganalisis pengisian Formulir Resume Medis Diabetes Mellitus Pasien Rawat Inap periode TriwulanIV tahun 2013 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Sayidiman Magetan. Jenis penelitian ini adalah deskriptifdengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan formulir Resume Medis padapasien Diabetes Mellitus yaitu sebanyak 67 dokumen rekam medis. Teknik pengambilan sampel dengan tekniksampling jenuh dan sampel yang digunakan adalah 67 dokumen rekam medis dari total populasi yang ada.Instrument penelitian adalah checklist. Cara pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara tidakterstruktur. Hasil penelitian diperoleh pengisian formulir Resume Medis (terisi) terbesar terdapat pada itemdiagnosis yaitu 100% (67 dokumen) dan pengisian formulir Resume Medis (tidak terisi) terbesar terdapat padaitem keadaan keluar yaitu 62,68% (42 dokumen). Tidak terisinya item keadaan keluar dikarenakan keadaankeluar pasien sudah tertulis pada formulir Ringkasan Pulang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwaperlu adanya peningkatan ketelitian dan kedisiplinan kepada petugas yang bertanggungjawab dalam pengisiandata administratif, data klinis maupun otentikasi, perlu adanya kerjasama antara petugas rekam medis denganunit lain khususnya dokter dan perawat dalam melengkapi formulir rekam medis.Kata Kunci: Analisis, Pengisian Resume Medis, Rawat Inap
INTEGRASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) DENGAN LABORATORY INFORMATION SYSTEMS (LIS) DAN PICTURE ARCHIVING AND COMMUNICATIONS SYSTEM (PACS) Antik Pujihastuti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i2.191

Abstract

Currently, many hospitals in developed countries have considered laboratory information system (LIS) and PACS as needs, and are important sub-systems in EMR. While in some developing countries, this is a novelty and plans related to integration with EMR are still not the main subject, as many still assume that LIMS and PACS are systems separate from EMR. Types This article is a systematic review. The author uses the Literature Review Method approach. Integration of Electronic Medical Record (EMR) with LIS and PACS requires some preparation and several aspects to be considered, which include: 1) Requirements for data standards and medical terminology, (2) Aspects of privacy and data security, (3) Implementation of data entry , (4) Preparation and Requirement Analysis of Technology / Information System, (5) Leadership Policy and Support, (6) Standart and Protocol System, (7) Pattern and Model of System Integration, (8) Standardization of Protocol and Communication of OSI.
Analisis Keefektifan Pengelolaan Informasi Kesehatan Berdasarkan Sistem Case-mix INA-CBGs Pasien Jamkesmas Pada Bangsal Bedah Di RSUP Dr. M. Djamil Padang - Oktamianiza
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v1i1.60

Abstract

ABSTRAKCase-mix merupakan sistem pembayaran kesehatan yang berhubungan dengan mutu, pemerataan,dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. Permasalahannya masih tinggi biaya pelayanankesehatan, sehingga pemerintah melalui program case-mix menetapkan standarisasi biayapelayanan kesehatan pada pasien Jamkesmas. Penerapannya sudah dilaksanakan pada RSUP Dr.M. Djamil Padang sejak tahun 2008, permasalahan dalam pelaksanaannya adalah kualitasinformasi yang tidak efektif, diantaranya kelengkapan dan kejelasan penulisan diagnosis sertaketepatan kode.Hasil penelitian kualitatif, diketahui bahwa kebijakan secara operasional belumada, Tim case-mix sudah dibentuk, motivasi dan edukasi belum optimal, monitoring/evaluasibelum diterapkan. Analisa kuantitatif didapatkan 75,3% kinerja pengode tidak baik, 78,7% kinerjadokter tidak baik dan 48,3% pengelolaan informasi tidak efektif. Tidak ada hubungan antarakinerja pengode dengan keefektifan informasi (pvalue = 0,124) dan ada hubungan kinerja dokterdengan keefektifan informasi (pvalue = 0,024).Oleh sebab itu diharapkan kepada manajemenrumah sakit untuk menetapkan Standar Operasional Prosedur, mengoptimalkan tim case-mix,melakukan sosialisasi, motivasi dan edukasi dalam pelaksanaan case-mix. Disamping itu didalampengisian rekam medis (penulisan diagnosis) sebaiknya legible (mudah terbaca), sehinggamemudahkan kegiatan pengkodean.Kata kunci : Case-mix INA-CBGs, Jamkesmas, Pembiayaan kesehatan dan efektifitas
TINJAUAN PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Firzah Dika Andria; Ida Sugiarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.85

Abstract

AbstractFast and precise services are the desire of consumers. The speed of document provision of medical records to the clinic can be an indicator in measuring satisfaction. Based on preliminary studies in dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya found that the provision of medical record documents less than the maximum and delayed. The aim of this research is to determine the implementation of the provision of documents in the old patient medical records outpatient services. This research type is a descriptive study. Data collection used observation sheets, stopwatch, and interview guidelines. Sample size is 99 medical record documents with accidental sampling technique. The amount of sample is 99 document medical records with accidental sampling technique. Data were analyzed using univariate analysis. The results shows 63.64% late provision of medical record documents with an average time of 12.36 minutes, it exceeds the minimum standard service that is d”10 minutes. The groove of the provision of documents in the old patient medical records outpatient is 100% not appropriate. This is due to the amount of time a patient visits increased, less officer, less storage rack capacity, system alignment sequence and the absence of tracer. The conclusion is the provision of document medical record of old patients is late and the groove of the provision of documents in the old patient medical records outpatient is not appropriate. To solve those problems, it would be better if the service quality is improved, especially in the speed of medical records document provision.Keyword: speed of services, average speed, groove.AbstrakPelayanan yang cepat dan tepat merupakan keinginan konsumen. Kecepatan penyediaan dokumen rekam medis ke poliklinik dapat menjadi indikator dalam mengukur kepuasan. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya ditemukan bahwa dalam penyediaan dokumen rekam medis kurang maksimal dan mengalami keterlambatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan penyediaan dokumen rekam medis pasien lama di pelayanan rawat jalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, stopwatch, dan pedoman wawancara. Besar sampel adalah 99 dokumen rekam medis dengan teknik accidental sampling. Analisis data dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukan 63,64% dokumen rekam medis terlambat penyediaannya dengan rata-rata waktu 12,36 menit, melebihi standar pelayanan minimal yakni d”10 menit. Alur penyediaan dokumen rekam medis pasien lama di rawat jalan 100% tidak sesuai. Hal ini disebabkan karena jumlah kunjungan pasien lama meningkat, petugas yang kurang, kapasitas rak penyimpanan kurang, sistem penjajaran tidak berurutan dan tidak adanya tracer. Kesimpulannya penyediaan dokumen rekam medis pasien lama terlambat dan alur penyediaan dokumen rekam medis pasien lama di rawat jalan tidak sesuai. Untuk memecahkan masalah tersebut ada baiknya jika kualitas pelayanan lebih ditingkatkan khususnya dalam hal kecepatan penyediaan dokumen rekam medis.Kata Kunci: Kecepatan penyediaan, rata-rata kecepatan, alur.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAYANAN PETUGAS PENDAFTARAN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN PRIMA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PETALA BUMI PROVINSI RIAUTAHUN 2016 Henny Maria Ulfa; Azli na
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v4i2.140

Abstract

AbstractThis research is the related factors with outpatients registration officers service toward service excellence at general hospital Petala Bumi Riau Province. This Research methods using quantitative observational with cross sectional design, Population this research is outpatients patient at RSUD Petala Bumi Riau Province with sample 130 respondents with non-probability sampling technique, Processing data using test chi square with univariat analysis and bivariat. The results of the study obtained that there was a correlation between factors the ability , attitude , attention , the act of and responsibilities with service excellence and factors that there was no contact with service excellence that is factors appearance. Keywords: outpatients registration officers service toward service excellenceAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelayanan petugas pendaftaran  rawat jalan terhadap pelayanan prima di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini pasien rawat jalan di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau, jumlah sampel 130 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara faktor kemampuan, sikap, perhatian, tindakan dan tanggung jawab dengan pelayanan prima dan faktor yang tidak ada hubungan dengan pelayanan prima yaitu faktor penampilan.Kata Kunci: Pelayanan Petugas Pendaftaran Rawat Jalan, Pelayanan Prima
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD dr.SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Nurul Nuryani; Dwi Dahlia Susanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i2.17

Abstract

AbstractThe implementation of medical record documentation is conducted by various professionals of health workersand one of them is a nurse. Based on preliminary study with a sample of 10 medical record documents of theoperating room in 2013 taken randomly, only 4 (40%) documents are filled completely and 60% documentsare incompletely filled. This research aims to recognize The Relationship between Nurses’s knowledge andthe Completeness of documentation of nursing care of Operating Room in RSUD dr. Soekardjo Tasikmalayaquarterly period 1 of 2013. The methodology of this research used is analytical survey by using cross sectionalapproach. The population of research are the nurses and medical record of operating room documentation.The sample was taken by total sampling technique for a nurse and simple random sampling for document.The analytical univariate used a distributional frequency and the analytical bivariate uses chi square test.The results showed that 35.55%have good knowledge, 33.33% have sufficient knowledge and 31.11% haveless knowledge. The completeness of documentation of nursing care of Operating Room is 29,5% whereasthe amount of incompleteness is 70,5%. So the result showed that there is a relationship between Nurses’sknowledge and the completeness of documentation of nursing care with the result P = 0,001 (P<0,05). Fromthis result we suggests that nurses need documentation’s training to improve the quality of documentation.Keywords : completteness of documentation, nurses’s knowlegdeAbstrakPelaksanaan pendokumentasian rekam medis dilaksanakan oleh berbagai profesi tenaga kesehatan salah satunyaadalah perawat. Berdasarkan studi pendahuluan dengan sampel 10 dokumen rekam medis ruang bedah tahun2013 yang diambil secara acak hanya 40% yang diisi secara lengkap dan 60% tidak lengkap. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan kelengkapan pengisian dokumentasi asuhankeperawatan ruang bedah di RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya Periode Triwulan I Tahun 2013. Metodepenelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan “cross sectional”. Metodepengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi.Sampel diambil dengan teknik totalsampling untuk perawat yaitu sebanyak 45 orang dan simple random sampling untuk dokumen didapatkansebanyak 271 dokumen. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakanuji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,55% memiliki pengetahuan baik 33,33% memilikipengetahuan cukup dan 31,11% memiliki pengetahuan kurang. Kelengkapan pengisian dokumentasi asuhankeperawatan ruang bedah sebanyak 29,5% sedangkan ketidaklengkapannya sebanyak 70,5%. Berdasarkanhasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan perawat dengan kelengkapan pengisiandokumentasi asuhan keperawatan dengan hasil P = 0,001 (P < 0,05). Saran dalam penelitian ini adalah perludilakukan pelatihan, pendidikan, dan sosialisasi mengenai hal tersebut.Kata kunci : Kelengkapan dokumen, Pengetahuan Perawat