Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Articles
336 Documents
Analisis Penyebab Terjadinya Missfile Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan di Ruang Penyimpanan(Filling) RSUD Kota Bengkulu Tahun 2017
Djusmalinar Djohar;
Nova Oktavia;
Fitrah Tri Damayanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v6i2.190
Pelaksanaan penjajaran dokumen rekam medis di RSUD Kota Bengkulu masih ditemukan adanya salah letak (misfiled) sehingga menghambat dalam proses pengambilan dan pengembalian dokumen rekam medis baik yang di simpan maupun yang akan dipinjam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem peminjaman terhadap kejadian misfile dokumen rekam medis rawat jalan pada ruang penyimpanan (filling) di RSUD Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan deskriptif yaitu melakukan deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis rawat jalan pada ruang penyimpanan (filling) di RSUD Kota Bengkulu yang berjumlah 10.300 dokumen rekam medis dan sampel penelitian ini sebanyak 385 dokumen rekam medis, yang diambil secara systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang diukur menggunakan lembar observasi dan buku ekspedisi. Setelah data terkumpul, dianalisis secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan interpretasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 385 dokumen rekam medis rawat jalan, hampir seluruh yaitu 274 (71,1%) yang dokumen rekam medis rawat jalan tidak tercatat di buku ekpedisi dan tidak tahu keberadaanny Dari 4 rak yang diamati terdapat 170 (44,1%) dokumen rekam medis yang mengalami missfile, yaitu tidak sesuai pada rak semestinya atau terletak pada rak lain. Perlunya mengadakan pelatihan khusus untuk petugas rekam medis, melakukan desain ulang pada ruang filling agar jarak antar rak filling lebih ergonomis, menggunakan tracer dan memaksimalkan pencatatan pada buku ekspedisi, pemasangan protap/SOP di ruang penyimpanan (filling) dan mensosialisasikan protap/SOP, mggunakan kode warna pada map folder, perlunya menggunakan sistem elektronik seperti SIMRS di bagian administrasi.
Audit Rekam Kesehatan Elektronik
Tri Purnama Sari;
Wen Via Trisna
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v1i1.59
ABSTRACTThe information technology development in Indonesia give impact on healthrecords system athealth care facility by used electronic syatem. The Electronic health records selected due to easeand speed up management service of patient data. This impact can be seen from many cases instudent final report at Medical Record Vocational School UGM. It ‘s many diferent system ofElectronic Health Records used in many health care facilities, from a limited enrollment of patientdata until electronical system.It requiredspeciallegal rulesgoverningthe implementation ofelectronic healthrecordsin health care.The rules arethe basis forthe legaluseof electronic healthrecordsinIndonesia.In additionitisnecessary toguaranteethe use ofelectronichealthrecordimplementationaccreditationstandard.Accreditationcan bedone byan independent agencyappointedby governmentagenciesbothnationalandrefers to a systemof internationallyaccreditedhealthcarerecords.Keywords: audit, healthrecord, electronic, accreditation
FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN SENSUS HARIAN RAWAT INAP DI RSUD KAB. CIAMIS
Firman Cahya Diningrat;
Ida Sugiarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v3i2.84
AbstractThe implementation of good medical records will support the implementation of health improvement services in hospital, one of them is making report based on the daily census. The return of daily hospitalizazion census to the medical record unit in RSUD Kab. Ciamis is often delayed. This research aims to know the factors of delay returns daily census of hospitalizazion to medical record unit at RSUD Kab. Ciamis. The method used in this research is qualitative method with phenomenological approach. The data collecting used interview and observation techniques in 8 informants. Data analysis is done by the data reduction, data presentation and withdrawal data conclusion or verification. Based on this research, it is known that the daily census has been delayed for two weeks, it is incompatible with the standard operating procedures (SOP) in which the daily census should have sent to the Medical Records back at least at 09.00 am the next day. The cause of the delay returns daily census is the lack of responsibility of the officer and the mismatch workload which is resulting in low productivity of labour. It is necessary for the holding of related SOP socialization census data collection daily hospitalization for officers, especially for the nurses in the implementation mechanism census daily data.Keyword: Delays, Returns, Census, HospitalizationAbstrakPenyelenggaraan rekam medis yang baik akan menunjang terselenggaranya peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit, salah satunya adalah pembuatan laporan berdasarkan sensus harian. Pengembalian sensus harian rawat inap ke unit rekam medis di RSUD Kab. Ciamis sering mengalami keterlambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor keterlambatan pengembalian sensus harian rawat inap ke unit rekam medis di RSUD Kab. Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi pada delapan informan. Analisis data yang dilakukan adalah dengan cara reduksi data, penyajian data serta penarikan data simpulan atau verfikasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sensus harian mengalami keterlambatan selama dua minggu, hal tersebut tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dimana sensus harian harus dikembalikan ke bagian Rekam Medis paling lambat jam 09.00 WIB hari berikutnya. Penyebab dari keterlambatan pengembalian sensus harian adalah kurangnya tanggung jawab petugas dan ketidaksesuaian beban kerja sehingga mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja. Untuk itu perlu diadakannya sosialisasi terkait SOP pengumpulan data sensus harian rawat inap untuk petugas, utamanya untuk perawat dalam mekanisme pelaksanaan sensus data harian.Kata Kunci : Keterlambatan, Pengembalian, Sensus, Rawat Inap
HUBUNGAN KETERISIAN DAN KEJELASAN DIAGNOSIS UTAMA PADA LEMBAR RINGKASAN MASUK DAN KELUAR DENGAN TERKODENYA DIAGNOSIS DI RS BHAYANGKARA YOGYAKARTA
Richard One Maxelly
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v4i2.139
AbstractA primary diagnosis of an important report that should exist in the medical record, especially on the summary sheet in and out. RS Bhayangkara in Yogyakarta is still a lack of clarity ketidakterisian and primary diagnosis at entry and exit summary sheet. The purpose of this study was to determine the relationship of occupancy and clarity of diagnosis terkodenya primary diagnosis on the summary sheet in and out. This type of research is quantitative with cross sectional design. The study population was inpatient medical record fourth quarter of 2015 as many as 297 medical records. Samples of 73 medical records were taken by systematic random sampling. Bivariate data analysis using Fisher's exac test. The results showed that no significant relationship between occupancy and clarity leading diagnosis at entry and exit summary sheet with terkodenya diagnosis at p = 0.001. The conclusions of this study is the diagnosis charged and written diagnosis is clearly supported by standard operating procedures. Keywords: Occupancy, clarity of the writing of the main diagnostic, code AbstrakDiagnosis utama merupakan laporan penting yang harus ada dalam rekam medis terutama pada lembar ringkasan masuk keluar. Di RS Bhayangkara Yogyakarta masih terdapat ketidakterisian dan ketidakjelasan diagnosis utama pada lembar ringkasan masuk dan keluar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterisian dan kejelasan diagnosis terkodenya diagnosis utama pada lembar ringkasan masuk keluar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah rekam medis rawat inap triwulan IV tahun 2015 sebanyak 297 rekam medis. Sampel sebesar 73 rekam medis yang diambil melalui systematic random sampling. Analisis data secara bivariat dengan menggunakan Fisher’s Exac test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keterisian dan kejelasan diagnosis utama pada lembar ringkasan masuk dan keluar dengan terkodenya diagnosis pada nilai p = 0,001. Simpulan penelitian ini adalah diagnosis yang terisi dan tertulis diagnosis dengan jelas didukung oleh standar operasional prosedur.Kata kunci: Keterisian dan kejelasan penulisan, diagnosis utama, kode
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS BERBASIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS AMBAL II KABUPATEN KEBUMEN
Dian Budi Santoso;
Dwi Setya Pambudi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v6i1.181
Ambal II Public Health Center previously used the electronic-based management information system that has been provided by Kebumen District Health Office trough online system, but the system has many weaknesses, especially related to the length of time in processing the data, the patient's age items are still input manually, and can’t print the patient registration sheet containing social identity data, prescription data and patient diagnosis. In addition, there are obstacles related to ip public that can’t be accessed so the system no longer used. Medical recorders want a more responsive system so patients can be served more quickly. The purpose of this study was to develop new electronic based information system on Ambal II Community Health Center and know the user's acceptance of the system. This study was research and development with prototyping approach. The subjects were medical records officers, doctors, midwives, and nurses of Kebumen Community Health Center. In this research, the identification of user requirements, development and testing of an electronic-based management information systems prototype have been done. Users accepted the prototype even though there are still some shortcomings that need to be fixed.
TINJAUAN KETEPATAN TERMINOLOGI MEDIS DALAM PENULISAN DIAGNOSIS PADA LEMBARAN MASUK DAN KELUAR DI RSU JATI HUSADA KARANGANYAR
Nurhasanah Nasution;
Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v1i2.50
ABSTRAKTerminologi Medis merupakan ilmu peristilahan medis sebagai sarana komunikasi antar tenaga kesehatan. Diagnosis seharusnya ditulis dengan terminologi medis yang tepat, memiliki nilai informatif sehingga membantu petugas koding melakukan pengkodean penyakit sesuai ICD.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan terminologi medis dalam penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar di RSU Jati Husada Karanganyar.Jenis Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah 250 dokumen rekam medis di RSU Jati Husada bulan Januari 2013. Besar sampel yang digunakan 62 Lembaran Masuk dan Keluar bulan Januari 2013. Teknik pengambilan sampling dengan sistematis sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar ketepatan penggunaan singkatan menurut terminologi medis sebesar 17 (21.79%) dan ketidaktepatan penggunaan singkatan sebesar 23 (29.49%). Ketepatan penggunaan istilah sebesar 31(39.74%) dan ketidaktepatan penggunaan istilah sebesar 7 (8.98%).Hasil penelitian dapat disimpulkan dalam penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar masih ada penulisan diagnosis yang tidak tepat menurut terminologi medis. Ketidaktepatan penggunaan istilah berdasarkan terminologi medis sebesar 31(39.74%) dan ketidaktepatan penggunaan singkatan sebesar 23 (29.49%). Disarankan diadakan sosialisasi tentang penggunaan istilah dan singkatan yang tepat menurut terminologi medis dalam penulisan diagnosis.Kata Kunci : Ketepatan Penggunaan Terminologi MedisKepustakaan : 14 (2000 - 2012)
Gambaran Pengetahuan Tentang Hak dan Kewajiban Pasien Rawat Inap di RSU PKU Muhammadiyah Sragen
Ayuk Aji Pratiwi;
Antik Pujihastuti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/jmiki.v7i1.222
Pengetahuan pasien tentang hak atas informasi medis sebagian besar adalah kategori baik (64%) dan sebagian kecil adalah kategori kurang (13%). Pengetahuan pasien tentang hak memberikan persetujuan ttindakan medis sebagian besar adalah kategori baik (60%) dan sebagian kecil adalah kategori kurang (15%). Pengetahuan pasien tentang hak atas rahasia kedokteran sebagian besar adalah kategori baik (39%) dan sebagian kecil adalah kategori kurang (28%). Pengetahuan pasien tentang hak atas pendapat kedua sebagian besar adalah kategori baik (52%) dan sebagian kecil adalah kategori kurang (18%). Pengetahuan pasien tentang kewajiban pasien terhadap rumah sakit sebagian besar adalah kategori baik (68%) dan sebagian kecil adalah kategori kurang (8%). Oleh karena itu pihak rumah sakit disarankan untuk menyediakan informasi tentang hak dan kewajiban pasien disetiap bangsal perawatan
PREDIKSI KUNJUNGAN PASIEN BARU PERBANGSAL RAWAT INAP TAHUN 2015 DENGAN METODE ARIMA DI BLUD RSU BANJAR
Muhammad Fuad Iqbal;
Ida Wahyuni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v3i1.74
AbstractEvery patient who do treatments at the hospital will receive a medical record to document the history of theirdisease. Coloration of medical record documents can be applied to facilitate identification. Banjar BLUD’shospital apply four variants colors that based on the type of disease. The provision of documents sometimesdo not correspond with the number of its visits so that the color changed frequently with other colors. Thepurpose from this study is to determine the predictive results of the visits new hospitalization patient space in2015 with an Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method. This is a descriptive quantitativestudy, conducted on a variable that is prediction of the visits new hospitalization patient space by 2015 in 14inpatient room. The five years sample data of new patient visits based on the total sampling. Data’s collection isin observation of documentation, and the analysis data computerized with the help of MINITAB applications.The results of prediction based on ARIMA method show there is an increase, decrease and fluctuate in someroom. The results of prediction from the number of new patient visits from January 2009 to March 2014showed a new patient visit is 23415. That number tends to decline from the year 2013 and up from the resultsprediction in 2014. Regard to planning the provision of medical record document, the number of provision isequal to the number of new patient visits, 23395 pieces. The conclusion from this study is the historical dataplot hits on all wards showed fluctuating circumstances, so the ARIMA method suitable to use with the resultsforecast to decline from 2013 and up from 2014.Keywords: Forecast, Visit, New Patient, ARIMAAbstrakSetiap pasien yang berobat ke rumah sakit akan mendapatkan dokumen rekam medis untuk mendokumentasikanriwayat penyakitnya. Pewarnaan dokumen rekam medis dapat diterapkan untuk mempermudah identifikasi.BLUD RSU Kota Banjar Provinsi Jawa Barat menerapkan empat varian warna yang berdasarkan jenis penyakit.Penyediaan dokumen kadangkala tidak sesuai dengan jumlah kunjungannnya sehingga sering dilakukanpergantian warna dokumen dengan warna yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil prediksikunjungan pasien baru perbangsal rawat inap tahun 2015 dengan metode Autoregressive Integrated MovingAverage (ARIMA). Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilakukan terhadap satu variabel yakni prediksikunjungan pasien baru perbangsal rawat inap tahun 2015 di 14 bangsal. Sampel berjumlah lima tahun datakunjungan pasien baru berdasarkan total sampling. Pengumpulan data berupa observasi dokumentasi, dananalisis data secara komputerisasi dengan bantuan aplikasi MINITAB. Hasil Prediksi kunjungan berdasarkanmetode ARIMA menunjukan terdapat kenaikan, penurunan dan fluktuatif di beberapa bangsal. Hasilprediksi dari jumlah kunjungan pasien baru dari bulan Januari 2009 sampai dengan Maret 2014 didapatkanhasil kunjungan adalah 23395 pasien baru. Jumlah tersebut cenderung turun dari tahun 2013 dan naik darihasil prediksi tahun 2014. Berkaitan dengan perencanaan penyediaan dokumen rekam medis, maka jumlahpenyediaan sama dengan jumlah kunjungan pasien baru yaitu sebesar 23415 buah. Simpulan dari penelitianini adalah plot data historis kunjungan pada semua bangsal menunjukan keadaan fluktuatif, sehingga metodeARIMA cocok digunakan dengan hasil Prediksi menurun dari tahun 2013 dan naik dari tahun 2014.Kata Kunci: Prediksi, Kunjungan, Pasien baru, ARIMA
ANALISIS INTEGRASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS DAN SIKDA GENERIK DENGAN METODE PRISM
Asih Prasetyo wati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/.v4i2.127
AbstractAnalysis of HIS ( Health Information System) in Indonesia is still inadequate and needs to be improved . To decrease the problem of HIS, Indonesian government has formulated a vision which is build integrated health information system in 2014 through SIKDA Generik application. SIMPUS of Rembang need to be evaluated to answer the management needs and to know how SIMPUS can be integrated with SIKDA Generik. The purpose of this study was to determine whether SIMPUS can integrate with SIKDA Generic by evaluating system. SIMPUS analysis method used PRISM ( Performance Of Routine Information System Management ). This research is a case study at SIMPUS of Public Health Center of Kragan 2 Rembang with cross sectional approach. Analysis of the technical factors indicate that SIMPUS still limited to the reporting of diseases and patient visits ( LB1 and LB4 ) and has not included data from outside service activity. Analysis of the organization factors was found that there is no masterplan and resources are still limited. Analysis of the behavioral factors indicate that SIMPUS operators have the skills and competence sufficient to manage SIMPUS . Complexity SIMPUS was less support to increased motivation of operators. Analysis of SIMPUS integration with SIKDA Generik shows that there is still a gap of records and reports and that the differences concept between family and individual. Recommendations for SIMPUS development is the application of single patient identity, family and patient master index, query systems and data migration system. Need a master plan and HIS Roadmap.Keywords: Integration of information system, management information system, generic health information system , PRISM metode, public health center Abstrak Pemerintah telah merumuskan visi sistem informasi kesehatan yaitu terwujudnya Sistem Informasi Kesehatan terintegrasi pada tahun 2014 melalui aplikasi SIKDA Generik. SIMPUS di puskesmas Kabupaten Rembang perlu dianalisis untuk menjawab pemenuhan kebutuhan integrasi dengan SIKDA Generik.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah SIMPUS dapat berintegrasi dengan SIKDA Generik. Metode analisisyang digunakan adalah metode PRISM (Performance of Routine Information System Management). Jenis penelitian ini adalah studi kasus SIMPUS di Puskesmas Kragan 2 Kabupaten Rembang dengan pendekatan cross sectional.Hasil analisis pada faktor teknis menunjukkan bahwa SIMPUS masih terbatas pada pelaporan kesakitan dan kunjungan pasien (LB1 dan LB4) dan tidak terintegrasi dengan pelayanan luar gedung. Analisis pada faktor organisasi didapatkan bahwa belum adamasterplan pembangunan SIMPUS sedangkan sumber daya terbatas. Analisis pada faktor perilaku menunjukkan bahwa pengelola SIMPUS telah memiliki ketrampilan dan kompetensi yang cukup untuk mengelola SIMPUS tetapi kompleksitas sistem kurang mendukung motivasi pengelola. Analisis integrasi SIMPUS dengan SIKDA Generik menunjukkan bahwa masih terdapat gap record dan report yaitu perbedaan konsep family dan individu. Rekomendasi pengembangan SIMPUS adalah penerapan singleidentitypasien, pengembangan family and patient master index, dengan sistem query dan migrasi data.Perlu adanya masterplan pengembangan SIMPUS yang disesuaikan dengan roadmap SIK.Kata kunci : integrasi sistem informasi, sistem informasi manajemen, sistem informasi kesehatan generik, metode PRISM, puskesmas
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA REKAM MEDIS DI BAGIAN PENDAFTARAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA
Sugiyanto .;
Sri Lestari;
Widodo .
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33560/jmiki.v5i2.172
Ambarawa General Hospital (RSUD) has 8 counters consisting of 2 General counters, 1 Jamkesmas, and 5 BPJS counters, with 7 TPPRJ personnel divided into 2 at General Counter, 1 as Jamkesmas counter staff, and 4 BPJS counter officers. Every patient who comes to the hospital gets a queuing number corresponds to the patient’s need. It is discovered that there are queues at the registration section and many patients complain for a long line, therefore the conformity between the number of personnel based on queuing system is needed at TPPRJ RSUD Ambarawa.The type of this research is qualitative, with observational research methods descriptive survey approach. The dependent variable is the manpower needed at the TPPRJ Section of RSUD Ambarawa on 2016. Whereas the independent variables are queue, number of counters, number of officers, and job description at TPPRJ area.Based on the observation, it shows that the arrival rate of patient for BPJS counter is 65 patients per hour. While the service rate of patient is 30 patients per hour for BPJS counter. By using WIN QSB program, it is understood that the number of patients on BPJS counter queue is by 1 person. There are 8 counters available; 2 general counters, 1 Jamkesmas, and 5 BPJS counters which are manned by 4 personnel. Thus, it is acknowledged that 1 personnel addition is needed to be assigned at the available BPJS counter in order to avoid patients queue congestion as well as to accelerate patient’s registration. It is also understood that the addition of 3 officers is required for the BPJS outpatient’s registration. This should be carried out because on the accreditation, the number of staff should be equal to the number of counters available