cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
EVALUASI KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PENYEBAB DASAR KEMATIAN BERDASARKAN ICD-10 DI RS PANTI RAPIH YOGYAKARTA - Nuryati; Trian Hidayat
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.41

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Penentuan kode sebab dasar kematian sangat penting dilaksanakan secara tepat agarlaporan mortalitas dan tindakan pencegahan penyakit mematikan dapat terlaksana secara optimal. Penentuankode diagnosis penyebab dasar kematian sangat ditentukan oleh keahlian staff coding dalam mengkode dankepatuhan dokter dalam mengisi sebab kematian sesuai aturan. Aturan yang digunakan untuk menentukankode diagnosis penyebab dasar kematian adalah berdasarkan ICD-10 dengan dibantu Buku Pedoman PenentuanKode Penyebab Kematian Menurut ICD-10 serta tabel bantu berupa tabel MMDS.Tujuan: Mengetahui pelaksanaan penentuan kode diagnosis penyebab dasar kematian di RS Panti RapihYogyakarta, persentase ketepatan hasil kode diagnosis penyebab dasar kematian, dan faktor-faktor yangmenyebabkan ketidaktepatan kode sebab dasar kematian.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancanganpenelitian fenomenology. Subjek pada penelitian ini adalah staff coding, dokter, dan Kepala Instalasi RekamMedis, sedangkan objek penelitian ini adalah Laporan Registrasi Kematian RS Panti Rapih Yogyakarta tahun2012. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil: Pelaksanaan pengkodean sebab dasar kematian di RS Panti Rapih Yogyakarta belum sepenuhnya sesuaidengan ICD-10, staff coding sebab kematian hanya mengkode diagnosis yang sudah dituliskan oleh dokter.Urutan penyakit menuju kematian yang tepat memiliki persentase sebesar 69,59% dengan UCoD yang tepatsebesar 97,48% dan UCoD yang tidak tepat 2,52%, sedangkan urutan penyakit menuju kematian yang tidaktepat sebesar 30,41% dengan UCoD yang tepat sebesar 38,46% dan UCoD yang tidak tepat 61,54%. Totalprosenstase ketepatan UCoD sebesar 79,53% dan yang tidak tepat sebesar 20, 47%. Faktor-faktor yangmenyebabkan ketidaktepatan kode sebab dasar kematian adalah tidak adanya SPO tentang pengkodean sebabdasar kematian, belum digunakannya tabel MMDS sebagai milik rumah sakit yang dijadikan fasilitas untukstaff coding, tidak semua dokter mengisi diagnosis sebab dasar kematian, dan tidak adanya audit coding atauevaluasi ketepatan kode sebab dasar kematian.Kata kunci: Penilaian Teknologi, Teknometrik, SMART, SIMRS Rawat Inap
Perbedaan Length of Stay (LOS) Pasien Diabetes Mellitus Berdasarkan Komplikasi Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Marko Ferdian Salim; Ismil Khairi Lubis; Sugeng Sugeng
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v7i1.216

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas. Length of stay (LOS) atau lama hari perawatan merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas pelayanan rumah sakit dan keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus. Kemudian komplikasi merupakan faktor yang menentukan lama hari perawatan pasien diabetes mellitus di rumah sakit seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, kolesterol, obesitas dan lain-lain.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasien diabetes mellitus dan menganalisis perbedaan Length of stay (LOS) pasien diabetes mellitus berdasarkan komplikasi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya yaitu seluruh penderita diabetes mellitus dari tahun 2011-2016 yang tercatat di rekam medis elektronik RSUP Dr. Sardjito. Semua populasi dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu sebanyak 1.554 orang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu hipertensi, nephropaty, neuropati, obesitas, PJK, stroke, dan TB paru. Variabel dependen yaitu Length of Stay atau lama perawatan pasien diabetes mellitus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T Independen.Hasil: Pasien Diabetes mellitus di RSUP Dr. Sardjito tahun 2011-2016 berjumlah 1.554 orang dengan tren yang cenderung menurun. Pasien paling banyak berusia 56 - 63 tahun (27,86%). Kejadian diabetes mellitus didominasi oleh tipe 2 dengan komplikasi tertinggi adalah hipertensi, nefropati, dan neuropati. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan signifikan rata-rata LOS antara pasien diabetes mellitus yang memiliki komplikasi hipertensi dengan yang tidak hipertensi (p-value=0.00), neuropati dengan yang tidak neuropati (p-value=0.00), penyakit jantung koroner dengan yang tidak penyakit jantung koroner (p-value=0.035), dan stroke dengan yang tidak stroke (p-value=0.032).Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan rata-rata LOS antara pasien diabetes mellitus yang memiliki komplikasi hipertensi, neuropati, penyakit jantung koroner, dan stroke dengan yang tidak memiliki komplikasi penyakit tersebut. 
PENGARUH PENULISAN DIANOSIS DAN PENGETAHUAN PETUGAS REKAM MEDIS TENTANG TERMINOLOGI MEDIS TERHADAP KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS Tri Purnama Sari; Wen Via Trisna; Haryani Octaria; Doni Jepisah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v4i1.99

Abstract

AbstractThis study is aimed at analyzing the influence of diagnosis writing accuracy and knowledge of medical record officers about medical terminology through diagnosis coding accuracy on medical record documents. This study is based on analytic observation through cross sectional approach. The subject of the study is all medical records officers in Dr. Moewardi general hospital which is 38 persons. The population is 380 inpatients’ medical record documents. The variables being studied cover diagnosis writing accuracy, the knowledge of medical record officers about medical terminology, and diagnosis coding accuracy. The research instruments are questionnaire, checklist, medical terminology books, and ICD-10. The data is analyzed based on descriptive analysis and multiple linear statistic tests. The research finding shows that there is partial and significant influence between the accuracy of medical terminology use in diagnosis writing and knowledge of medical record officers about medical terminology through diagnosis coding accuracy. The accuracy of medical terminology use in diagnosis writing and knowledge of medical record officers influence the diagnosis coding accuracy significantly and simultaneously. Keywords: knowledge, medical terminology, code accuracy, diagnosisAbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ketepatan penulisan diagnosis dan Pengetahuan petugas rekam medis tentang terminologi medis terhadap keakuratan kode diagnosis pada dokumen rekam medis.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi subyek dalam penelitian ini adalah seluruh petugas rekam medis di RSUD Dr Moewardi yang berjumlah 38 orang. Populasi obyek adalah 380 dokumen rekam medis pasien rawat inap. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ketepatan penulisan diagnosis dan keakuratan kode diagnosis adalah adalah check list, buku terminologi medis dan ICD-10. Analisis data dengan regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh secara partial dan signifikan ketepatan penggunaan bahasa terminologi medis terhadap keakuratan kode diagnosis (p=0.001). Dan ada pengaruh pengetahuan petugas terhadap keakuratn kode diagnosis (p=0.001). Simpulan penelitian ini adalah pengetahuan dan penggunaan bahasa terminologi medis akan berpengaruh terhadap kekauratan kode diagnosis.Kata Kunci :pengetahuan, terminology medis, keakuratan kode.
HUBUNGAN BEBAN KERJA CODER DENGAN KEAKURATAN KODE DIAGNOSA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SYAFIRA PEKANBARU haryanio octaria; Warijan .; Anton Kristijono; Sugiharto .
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v5i1.155

Abstract

This code is flexible and accurate if it suitable with patient condition. In syafira hospital still found unaccuracy diagnosis code of patient hospitalization. This thing can be seen from the first time of survey (73,63) minutes that needed for 10 diagnoses only in 1 officer of coding. The purpose of this research was to know the relationship of coder workload and diagnosis code of accuracy patient hospital in pekanbaru 2016.The kind of this research is quantitative descriptive research. The sample was 114 persons which is random by using univariat and bivariat analysis with Chi Square.There is different of result in this research. Where can be seen from the accurate diagnosis; 84(73,7%),  while there was bad accuracy 30(26,3%). The high workload 26 (22,8%) and the low workload; 88(72,2%). There was relationship the workload and code accurate P Value 0,00<0,05.
SISTEM PENCATATAN DATA PASIEN KANKER DI RSUP DR.SARDJITO Savitri Citra Budi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i1.32

Abstract

ABSTRAKRekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan,pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien (Permenkes nomor 269tahun 2008). Penyakit kanker sebagai salah satu penyebab kematian pasien di rumah sakit. Penyakit inimembutuhkan penanganan yang lama dan berkelanjutan sampai tuntasnya pengobatan. Tujuan penelitianini untuk mengetahui sistem pencatatan data pasien kanker di RSUP Dr. Sardjito. Jenis enelitian ini adalahdeskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancaradan studi dokumentasi.Validitas data penelitian dengan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkanbahwa Sistem pencatatan data pasien kanker di Instalasi Kanker Tulip dilakukan pada berkas rekam medis danregister kanker. Berkas rekam medis di Instalasi Kanker Tulip dikelola terpisah dari Instalasi Catatan MedisRSUP Dr.Sardjito. Instalasi Kanker Tulip belum melakukan kegiatan assembling, coding, dan indeks untukmenjamin kelengkapannya. Registrasi kanker dilakukan pada aplikasi komputer yang bernama SRIKANDI(Sistem Registrasi Pasien Kanker di Indonesia). Pelaksanaan pengumpulan data dengan SRIKANDI belumdapat berjalan secara real-time. Persentase paling tinggi untuk ketidakterisian pada 4 komponen analisiskuantitatif terdapat pada lembar poliklinik dan asuhan keperawatan yang nilainya lebih dari 60%. Hasilanalisis item pada register kanker ditemukan 100% data pada tanggal follow-up tidak terisi. Kendala sistempencatatan data pasien kanker terdapat pada petugas, prosedur, fasilitas, dan sumber data.Kata Kunci : berkas rekam medis, register kanker, pasien kanker, pencatatan data pasien kanker.
ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA FILING REKAM MEDIS (STUDI KASUS RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BAHAGIA MAKASSAR) Thabran Talib
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i2.196

Abstract

The initial obsevation in medical record of RSIA Bahagia Makassar is known the total number of personnel amounted to 10 people, the details of the admin 6 people, the data processing 4 people, while the filing part there is no power so that the workload analysis of medical record filing personnel. descriptive research method with observational analytic approach of accidental sampling population from daily average of 54 medical record files. Data collection with obesrvation using data analysis methods work load analysis. Based on the results of the effective working hours at RSIA Bahagia Makassar is 5.25 hours / day (18900 seconds) has been in accordance with the standard working hours of 5.25 hours / day (18900 seconds) and the completion time of all work in the filing section has been appropriate only only in the filing section there are no permanent personnel who handle the process in filing is still implemented by medical record personnel who also concurrently duty at the place of registration of patients. So the workforce in filing requires 1 person permanent personnel. The hospital should pay attention to the workforce and need to create the organizational structure of the medical record unit. With the organizational structure in the medical record unit it can clarify the responsibility, position, job description, thus it will form a permanent employee in the filing to maintain a workload within a certain time.
KEPUASAN MAHASISWA DALAM PENERAPAN WEBSITE DENGAN MEDIA E-LEARNING/E-EDUCATION MOODLE MATERI MIK I M. Syairaji; Dian Budi Santoso
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.65

Abstract

AbstractGreat opportunities of the national education system to institusion for education using electronic learning aidsand e-learning (web based) that rely on information technology and communication excellence. The informationobtained on the basis of medical records in the course competencies in the Health Information Management PartI (HIM I) is still very limited. Learning system is monotonous. Another thing, the perceived difference in thequality of material received admission affecting the quality of human resources empowerment of the learners.This study aims to get the satisfAaction level of students in the application of web as a medium e-learning/eeducationon material in the Health Information Management Part 1 Administrator Healt InformationManagement students Polytechnic Ministry of Health Public Tasikmalaya. Type of research is a qualitativeaction research. Methods indept interview on the subject of the studi, namely the management, all materiallectures studens and Health Information Management Part I. The research sample was 40 students first half,with the support of 8 people and 1 chairman, lecturer, chairman of the Information Tecnology and Informationtechnology personnel. Data were analyzed descriptively and qualitatively. Measurements performed on endusersatisfaction (end-user) which includes faculty and students. Evaluation questionnaires, and interviewswith the benchmark yield above average median 3. The use of e-learning with Moodle 3.40 shows the meanresults, with a range of value between 3.25 to 3.5. User satisfaction (user) students assessed in terms of benefits,needs, barriers or obstacles and factors that drive. Users who are not satisfied based on a feature of facilityvery less and there is a feature to link tasking related fot students in the Health Information Management. Thematerial is incomplete and lack in Human Resources Information Technology in the manufacturing process,affect the slow development of Moodle used, where success is determined management support system thatis still not. Of adequate technology aspect of hardware and software support with 24 hour internet access.Keywords: student satisfaction, website, e-learning, Moodle, Health Information Management Part 1.AbstrakPeluang besar Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) kepada institusi pendidikan untuk menyelenggarakanpendidikan dengan menggunakan alat bantu pembelajaran elektronik atau e-learning (web based learning) yangmengandalkan keunggulan tehnologi informasi dan komunikasi. Sampai saat ini informasi yang didapatkantentang rekam medis dalam dasar kompetensi mata kuliah Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) I masihsangat terbatas. Sistem pembelajaran masih monoton, perbedaan persepsi penerimaan kualitas materi yangditerima, berpengaruh pada pemberdayaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang diajar. Penelitianini bertujuan mendapatkan informasi tingkat kepuasan mahasiswa dalam penerapan website e-learning/eeducationmoodle materi MIK I di Jurusan PIKES Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jenis penelitian actionresearch bersifat kualitatif. Metode indept interview pada subyek penelitian (pihak manajemen, seluruhmahasiswa dan dosen MIK I). Sampel 40 mahasiswa PIKES Semester I, dengan pendukung 8 orang dariKetua Jurusan, dosen mata kuliah, kepala Unit IT dan tenaga IT. Data dianalisis secara diskriptif dan kualitatif.Pengukuran kepuasan dilakukan terhadap pengguna akhir (end-user) yang meliputi dosen dan mahasiswa.Evaluasi kuesioner dan wawancara dengan patokan hasil rata-rata diatas angka median 3. Penggunaan aplikasimenunjukkan rerata hasil 3.40 dengan rentang nilai 3,25-3,50. Kepuasan pengguna (user) mahasiswa dinilaidari segi kemanfaatan, pemenuhan kebutuhan, hambatan atau kendalanya dan faktor-faktor yang mendorong.Pengguna yang menyatakan tidak puas didasarkan pada fitur atau fasilitas yang terbatas. Belum adanya fitur untuk link penarikan tugas, materi yang kurang lengkap dan kurangnya SDM IT dalam proses pembuatan,mempengaruhi lambatnya perkembangan Moodle yang digunakan. Keberhasilan omput sangat ditentukandukungan manajemen yang dirasa kurang, Aspek teknologi cukup memadai dari dukungan hardware dansoftware dalam akses internet 24 jam.Kata Kunci: Kepuasan mahasiswa, website, e-learning, Moodle, MIK I
KELENGKAPAN INFORMED CONSENT TINDAKAN BEDAH MENUNJANG AKREDITASI JCI STANDAR HPK 6 PASIEN ORTHOPEDI Leni Herfiyanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.89

Abstract

AbstractInformed consent is consent given by the patient or the patient’s family on the basis of description of the medical acts to be performed on the patient. For doctors informed consent can create a sense of security, and can be used self-defense against possible claims or lawsuits from patients or their families arise when unwanted. While the patient, is a tribute to the rights of the patient and can be used as an excuse lawsuit against the doctor, in case of deviations from the medical practice mean consent given medical action. In addition Informed consent is also one important indicator in the assessment of accreditation. Purpose of this study is to determine the completeness of the data on Informed Consent Orthopaedic surgery in patients at Dr Hasan Sadikin, knowing assessment JCI Accreditation Standards Assessment HPK.6 Orthopaedic patients at Dr Hasan Sadikin and determine completeness relation Informed Consent surgery with JCI Accreditation assessment Assessment Standards HPK.6. The method used in this research is descriptive method qualitative approach. The Data collection by observation, literature reviews, and interviews. Total population and sample in this study as many as 61 medical records. The results showed the biggest omissions contained in the charging Informed Consent items Prognosis explanation by 54.1%, Alternatives & Risk by 52.5%, and complications of 50.8%. Conclusion of the influence Completeness Implementation Completion and Informed Consent of the assessment JCI Accreditation Standards Assessment HPK.6.Keyword: Completeness of Informed consent, JCI accreditation standards, Patient and Family Rights Assessment 6AbstrakInformed consent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga pasien atas dasar penjelasan mengenai tindak medis yang akan dilakukan terhadap pasien. Bagi dokter informed consent dapat membuat rasa aman, sekaligus dapat digunakan pembela diri terhadap kemungkinan adanya tuntutan atau gugatan dari pasien atau keluarganya apabila timbul yang tidak diinginkan. Sedangkan pasien, merupakan penghargaan terhadap hak-hak oleh pasien dan dapat digunakan sebagai alasan gugatan terhadap dokter, apabila terjadi penyimpangan praktik kedokteran dari maksud diberikannya persetujuan tindakan medis. Selain itu Informed consent juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelengkapan pengisian data pada Informed Consent tindakan bedah pada pasien Orthopedi di RSUP Hasan Sadikin Bandung, mengetahui penilaian Akreditasi JCI Standar Penilaian HPK.6 pada pasien Orthopedi di RSUP Hasan Sadikin Bandung serta mengetahui kaitan kelengkapan pengisian fInformed Consent tindakan bedah dengan penilaian Akreditasi JCI Standar Penilaian HPK.6. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tinjauan pustaka, dan wawancara. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaklengkapan terbesar terdapat pada pengisian Informed Consent item penjelasan Prognosis sebesar 54,1% , Alternatif & Resiko sebesar 52,5%, dan Komplikasi sebesar 50,8%. Kata Kunci : Kelengkapan Informed consent, Standar akreditasi JCI, Penilaian Hak Pasien dan Keluarga (HPK) 6.
ANALISIS KEBUTUHAN PETUGAS PENDAFTARAN PASIEN BERDASARKAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEED (WISN) DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG Pri Agung Danarahmanto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v5i1.145

Abstract

RSI Sultan Agung Semarang has 12 registration officer. The purpose of this research is to know the needs of registration officers on WISN method in RSI Sultan Agung Semarang in 2016. This research is descriptive research with cross sectional time approaches. Sampling techniques are used accidental sampling techniques. A method of the data used in this research are observation and interview. Based on observation we can conclude that registration for new patient that outpatient needs 7 minutes, while registration for old patient that outpatient needs 3 minutes, registration for patient that use insurance needs 3 minutes, registration patient by phone needs 3 minutes, and  admission patient needs 12 minutes. Based on the calculation with WISN formula, in order to make a better service we need to add one more registration officer
KESESUAIAN DIAGNOSIS PADA BERKAS REKAM MEDIS DAN EHR PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT Danik Lestari; - Nuryati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v2i2.21

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the extent to which the suitability of documenting the diagnosis onthe patients’ file of medical record Emergency Unit with the EHR. The type of this research is descriptivestudy with a qualitative approach. The population in this study are 2837 patients’ file of medical recordEmergency Unit in RSA UGM in 2013 year and 15 doctors of Emergency Unit. The most used sample was100 Emergency sheet forms on a data file 100 clinical manuals and documentation in the EHR. The resultsof this study indicates diagnosis writing between medical record file with the appropriate EHR as much as89% and that does not suitable as much as 11%. The causes of diagnosis of nonconformities writing medicalrecord file with the EHR are 1, no special rules governing about writing the diagnosis in the medical recordfile and EHR, 2. the doctor must write the diagnosis twice, 3. Writing the diagnosis in two documents (filesand medical record EHR) are ineffective, 4 the term diagnosis of EHR and the term of diagnosis of ICD-10diagnosis are difficult to equate.Keywords: EHR (Electronic Health Record), Suitable diagnosis, Emergency Unit patients file medical record.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian pendokumentasian diagnosis padaberkas rekam medis pasien Instalasi Gawat Darurat dengan EHR.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptifdengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2837 berkas rekam medis pasien IGDdi RSA UGM tahun 2013 dan dokter IGD berjumlah 15 orang. Besar sampel yang digunakan adalah 100lembaran formulir Gawat darurat pada berkas manual dan 100 data clinical documentation pada EHR. Hasilpenelitian ini menunjukkan Penulisan diagnosis antara berkas rekam medis dengan EHR yang sesuai sebanyak89 % dan yang tidak sesuai sebanyak 11 %. Dan penyebab ketidaksesuaian penulisan diagnosis berkas rekammedis dengan EHR adalah 1. belum ada peraturan khusus yang mengatur tentang penulisan diagnosis padaberkas rekam medis dan EHR, 2. dokter harus menulis diagnosis dua kali, 3. Penulisan diagnosis pada duadokumen (berkas rekam medis dan EHR) tidak efektif, 4. Istilah diagnosis pada EHR dan istilah diagnosispada ICD-10 sulit disamakan.Kata Kunci: EHR (Electronic Health Record), Kesesuaian diagnosis, pasien IGD, berkas rekam medis.

Page 11 of 34 | Total Record : 336