cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 341 Documents
Gambaran Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik Pada Poliklinik di Rumah Sakit Atma Jaya siti Widya Astuti, siti; Muhammad Rezal; Lily Widjaja; Laela Indiawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.695

Abstract

Pada era globalisasi, teknologi sangatlah penting untuk menunjang aktivitas kehidupan di dunia kesehatan yang sangat berperan penting dalam menyediakan informasi secara cepat dan akurat. Perkembangan teknologi dalam pelayanan kesehatan menyediakan rekam medis berbasis elektronik. Rekam medis elektronik (RME) adalah dokumen yang menunjukkan penggunaan teknologi informasi untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses dan mengakses data dalam bentuk digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan rekam medis elektronik di bagian rawat jalan Rumah Sakit Atma Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi untuk menggambarkan hasil yang diperoleh secara lengkap dan akurat sesuai fakta. Rumah Sakit Atma Jaya mempunyai standar prosedur operasional (SPO) pelaksanaan rekam medis elektronik yang berbeda-beda di setiap unitnya dan belum ada alur pelaksanaannya dalam bentuk grafik. Software RME yang digunaan bernama Medinfras sudah sesuai dengan SPO terutama dari aspek kerahasiaan dan akses data. Proses implementasi RME dimulai dari registrasi pasien hingga transfer konten di platform Satu Sehat. Kendala yang terjadi berkaitan dengan unsur manusia, material, metode dan mesin.
EVALUASI USABILITY PADA APLIKASI SIMRS BAGIAN PENDAFTARAN RSUD RADEN MATTAHER JAMBI DIAH SALSA BILLA; Yuyun Yunengsih
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.698

Abstract

Penggunaan aplikasi SIMRS diperlukan karena berkaitan dengan pengelolaan informasi. Sistem informasi yang baik menghasilkan informasi yang baik. Tetapi, dalam pelaksanaannya perekam medis sebagai petugas pendaftaran rawat jalan mengalami kesulitan saat menggunakan aplikasi SIMRS. Kesulitan tersebut mempengaruhi tingkat kepuasan perekam medis sebagai pengguna aplikasi SIMRS. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi usability pada aplikasi SIMRS melalui metode usability testing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah – masalah yang ada pada aplikasi dan mengukur tingkat usability aplikasi SIMRS dengan mengevaluasi tiga aspek usability yaitu Effectiveness, Efficiency dan Error. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kombinasi. Hasil penelitian ini menemukan 5 permasalahan pada pengujian usability dan didapatkan hasil pengukuran aspek usability 87% untuk aspek effectiveness, 0,0005 goals/sec untuk aspek efficiency dan 13% untuk aspek error. Perlunya penambahan barcode untuk data identitas pasien baru, direkomendasikan aplikasi SIMRS untuk melakukan Bridging System dan perlunya penambahan fitur sidik jari pada aplikasi SIMRS.
Gambaran Kualitas Pelayanan Non Akademik pada Prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan : Overview of Non-Academic Service Quality in Medical Records and Health Information Study Program Fitria, Annah; Nanda Aula Rumana; Noor Yulia; Laela Indawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.704

Abstract

This research was conducted to evaluate non-academic services provided by the campus and which are not related to the curriculum in the form of supporting resources (responsiveness, neatness and politeness to officers), campus atmosphere, facilities on campus, and soft skills development. The aim of this research is to determine the characteristics and quality of non-academic services for RMIK Study Program students at Esa Unggul University, Jakarta using the servqual method introduced by Zeithaml, Parasuraman and Berry. The sample in this research was active students from the 2019-2023 class based on parallel and regular classes, totaling 74 students. The research method is quantitative with descriptive analysis using the normality test. The research results obtained from the description of characteristics based on gender are dominated by women, based on age dominated by an average age of 22 years, based on class year dominated by class of 2022 and based on class basis dominated by regular class base. Based on the description of the quality of non-academic services that have been carried out as a whole using the servqual method, students feel satisfied. Even though it was found that there were more Satisfied categories, there are several things that must be paid attention to, especially aspects that have low scores compared to others for the next Campus Image.
Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) Menggunakan Model DeLone McLean di Puskesmas Mlati II Sari Dewi, Tika
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.710

Abstract

Sistem Informasi Puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakan informasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan manajemen puskesmas untuk mencapai sasaran kegiatannya. Penerapan SIMPUS Smart Health di Puskesmas Mlati II diterapkan sejak Agustus 2022 secara bertahap. Namun, dalam penerapannya belum maksimal, masih terdapat kendala yang terkadang ditemui. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan sistem informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) menggunakan model DeLone McLean. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam pada 8 pengguna SIMPUS dari profesi yang berbeda. Peneliti menggunakan analisis induktif untuk menentukan koding, kategori dan tema. Hasil penelitian ditemukan 14 tema terkait penerapan Smart Helath di Puskesmas Mlati II antara lain fleksibilitas, kendala teknis, kemudahan penggunaan, kemanan data, kelengkapan informasi, relevansi informasi, keakuratan informasi, ketepatan waktu, panduan dan SOP, kendala non teknis, frekuensi penggunaan, kepuasan pengguna, dampak kinerja, dan dukungan lingkungan kerja. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukannya beberapa hambatan terkait kendala teknis, kelengkapan informasi, relevansi informasi yang masih perlu adanya perbaikan.
Analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threats (SWOT) dalam Implementasi Telemedicine di RSU Queen Latifa Yogyakarta Wanda Asrisurya Salsabilla; Sari Dewi, Tika
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.711

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, RSU Queen Latifa Yogyakarta telah menerapkan telemedicine mulai tahun 2021. Namun dalam penerapan telemedicine perlu diketahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penerapan sistem telemedicine. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman (SWOT) dalam penerapan telemedicine di RSU Queen Latifa Yogyakarta. Metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus, menggunakan wawancara semi terstruktur terhadap 6 orang informan, analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Hasil dari penelitian ini yaitu, kekuatan (strength) dalam penerapan telemedicine meliputi sumber daya manusia yang memadai, infrastruktur yang terfasilitasi, sistem telemedicine yang terintegrasi, kemudahan layanan konsultasi, kemudahan penggunaan teknologi komunikasi, kualitas komunikasi antar unit, pemanfaatan teknologi, kualitas keamanan data. Kelemahan (weakness) data pasien yang tidak akurat, kinerja sistem, kendala infrastruktur, pengeluaran biaya, terbatasnya promosi, peningkatan kapasitas, tidak ada peraturan, kendala dalam pemberian terapi, kendala dalam menegakkan diagnosis, terbatasnya edukasi obat, kualitas gambar kurang, resistensi pasien, tidak belum tercover asuransi, kurangnya peran petugas dalam telemedicine, terkendalanya jadwal konsultasi, kepuasan pasien. Peluang (opportunity) peningkatan jumlah kunjungan pasien, pengembangan aplikasi, peningkatan promosi, akses layanan. Ancaman (threats) persaingan, keterbatasan teknologi telemedicine, resistensi petugas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan telemedicine mempunyai indikator penting pada setiap variabel SWOT.
Gambaran Perancangan Desain User Interface Ekspedisi Elektronik Dokumen Rekam Medis Rawat Inap NI MADE PIAR GRISTIARI; I Made Sudarma Adiputra; Made Wahyu Aditya
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i2.721

Abstract

Pencatatan peminjaman serta pengembalian dokumen rekam medis yang dilakukan manual dengan buku ekspedisi menyebabkan beberapa kendala, seperti kelengkapan data peminjaman serta pengembalian dokumen rekam medis lebih dari 24 jam, serta keterlambatan pengembalian dokumen rekam medis. Selain itu, menggunakan buku ekspedisi secara manual kurang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui gambaran perancangan desain user interface ekspedisi elektronik dokumen rekam medis rawat inap. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan metode perancangan waterfall serta menggunakan uji SUS (System Usability Scale) pada desain user interface. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerimaan pengguna pada desain user interface termasuk dalam kategori yang dapat diterima (Acceptable). Hal ini mengindikasikan bahwa desain user interface untuk sistem rekam medis rawat inap elektronik ekspedisi ini memiliki tingkat ketergunaan yang baik. Dengan mendapatkan nilai skor rata-rata 90, yang berarti desain user interface ini tidak perlu dilakukan sebuah perbaikan yang dapat dikatakan bisa menjadi rekomendasi kepada Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya.
Potensi Interoperabilitas Sistem Pada Fasilitas Kesehatan: LITERATURE REVIEW Farid Mahmudi; Agushybana, Farid; Widodo, Aris Puji
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 14 No 01 (2026)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v14i01.616

Abstract

Pemanfaatan sistem informasi khususnya di bidang kesehatan saat ini semakin berkembang luas. Salah satu keuntungan dari penerapan sistem informasi yaitu adanya pengelolaan data yang terorganisir. Kondisi di lapangan saat ini menunjukkan adanya beberapa kendala untuk mendapatkan informasi yang baik dari fasilitas kesehatan. Pengelolaan data medik pasien dan administrasi yang sangat besar berpotensi menyebabkan adanya duplikasi data apabila pencatatan dilakukan berulang-ulang, ketidaksinkronan apabila penyimpanan data tidak terpusat, human error, dan keterlambatan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya pengembangan interoperabilitas sistem yang sudah dilakukan pada layanan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa studi literatur atau narrative review. Penelitian ini mengkaji jurnal-jurnal terkait adanya potensi interoperabilitas sistem pada fasilitas kesehatan. Penelusuran artikel yang dilakukan dengan batasan kata kunci “interoperability” dan “healthcare” menghasilkan 8 artikel yang diperoleh melalui database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Beberapa interoperabilitas di fasilitas kesehatan yang ada yaitu berupa integrasi data rekam medis pasien dengan sistem untuk membantu diagnosa pasien, memberi peringatan adanya kondisi gawat darurat, memberikan sinyal pemberian infus, dan mengidentifikasi potensi interaksi obat. Selain itu interoperabilitas juga dilakukan antara sistem di fasilitas kesehatan dengan device lainnya, yaitu dengan aplikasi smartphone untuk ketersediaan data daftar dan informasi obat pasien dan automated medication dispensing cabinets. Pengembangan interoperabilitas di fasilitas kesehatan masih sangat berpotensi besar untuk dilakukkan. Interoperabilitas sistem harapannya dapat memantu pengelolaan data pasien dan administrasi sehingga informasi dapat diperoleh dengan valid, efektif, dan efisien.
Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Lama Dirawat Pada Dokumen Rekam Medis Kasus Typhoid Fever di RSUD Pandan Arang Boyolali Marcellin, Navida Dinda; Sugiarsi, Sri; Sutrisno, Trismianto Asmo
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 14 No 01 (2026)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v14i01.629

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan typhoid fever merupakan 10 besar penyakit di RSUD Pandan Arang Boyolali dengan penderita pada tahun 2022 adalah 223 pasien. Diketahui lama dirawat pada pasien typhoid fever adalah 2 - 9 hari. Penyakit ini didominasi oleh pasien dengan usia 15-64 tahun sebanyak 13 pasien (65 %) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 15 pasien (75 %). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan lama dirawat pada dokumen rekam medis di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini didapat karakteristik umur tertinggi pada usia ? 15 tahun (73,1%), karakteristik jenis kelamin tertinggi pada laki-laki (61,5%), lama dirawat ? 4 hari (53,8%). Hasil uji chi-square karakteristik umur dengan lama dirawat menunjukan nilai P = 0,002 (? 0,05), karakteristik jenis kelamin dengan lama dirawat dengan nilai P = 0,315 (>0,05). Hal ini berarti ada hubungan karakteristik pasien berdasarkan umur dengan lama di rawat kasus typhoid fever dan tidak ada hubungan karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin dengan lama di rawat kasus typhoid fever di RSUD Pandan Arang Boyolali. Saran: sebaiknya segera dilakukan penyusunan SPO tentang efisien rawat inap dengan menggunakan standar Depkes RI.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Berdasarkan HOT-FIT Model di Instalasi Rekam Medis RSUD Kota Mataram Reni Chairunnisah; Helmina Andriani; Beny Binarto Budi Susilo; Putri Alfarah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 14 No 01 (2026)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v14i01.650

Abstract

The Hospital Management Information System (HMIS) is an application of information technology used to improve health services in hospitals. It is important to conduct ongoing evaluations of HMIS performance to identify positive aspects that encourage system use and factors that cause obstacles. Hospitals can develop HMIS by considering user needs and the benefits they obtain. The objective of this study is to evaluate the HMIS in Medical Record Department RSUD Kota Mataram using the HOT-FIT model. The research methodology used in this study is quantitative with a descriptive research design. The population for this study consists of 64 medical records officers. The sampling technique used in this research was total sampling. The analysis results indicate that most respondents rated the system use and organizational structure variables as 'very good', while the user satisfaction, system quality, information quality, service quality, and net benefits variables were rated as 'good'.
Analisis Keamanan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Menggunakan COBIT 2019 Pada Semen Padang Hospital Moryanda, Rury; Abdillah, Nurul; Rahmatiqa, Chamy
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 14 No 01 (2026)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v14i01.846

Abstract

Fokus penelitian ini adalah meningkatkan keamanan sistem informasi di Semen Padang Hospital. Kerangka acuan COBIT 2019 digunakan untuk melakukan audit, yang mencakup domain dan proses EDM03, APO12, dan APO13. Identifikasi risiko, penetapan kontrol keamanan dan memastikan kepatuhan terhadap standar yang diatur dalam COBIT 2019 merupakan semua komponen yang diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi memiliki tingkat keamanan pada level 2, dengan perbedaan dua tingkat di bawah kondisi yang diharapkan. Oleh karena itu, perbaikan dan peningkatan keamanan data di Semen Padang Hospital diperlukan. Teknik keamanan informasi seperti pemindaian kelemahan, uji penetrasi, penggunaan WAF, pengawasan intrusi dan keamanan intelijen, dan enkripsi data adalah bagian dari tindakan yang diambil. Peningkatan keamanan fisik server, seperti instalasi CCTV dan pengendalian akses melalui kartu atau kunci, dan sertifikasi keamanan, seperti ISO 27001 untuk menjamin kesesuaian dengan standar keamanan. pelatihan SDM untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan menghadapi ancaman keamanan dan meningkatkan kolaborasi antar pegawai.