cover
Contact Name
M FATHUL AMIN
Contact Email
m.fathulamin@unisla.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Peternakan Kampus Universitas Islam Lamongan Jl. Veteran No 53 A Kabupaten Lamongan Jawa Timur
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak
ISSN : 20865201     EISSN : 26846799     DOI : https://doi.org/10.30736/jtk
Jurnal Ternak bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan ulasan tentang hewan-hewan tropis yang terkait dengan biosains, bioteknologi, sumber daya bio seperti ayam, bebek, puyuh jepang, sapi, kerbau, domba, kambing, babi, kuda, serta hewan endemik Indonesia yang tidak dipatenkan. , seperti ulat sutera, lebah, rusa, anoa, babirusa, dll. Jurnal Ternak mencakup berbagai topik penelitian dalam ilmu hewani: pemuliaan dan genetika, embriologi hewan, reproduksi dan fisiologi, sistem produksi hewan, nutrisi, nutrigenomik, ilmu pakan, padang rumput, agrostologi, ilmu makanan hewan, produk hewan, limbah hewan, bioteknologi , perilaku dan kesejahteraan hewan, kesehatan, sistem peternakan, sosial-ekonomi, dan kebijakan.
Articles 118 Documents
Pengaruh Lama Pengeringan pada Suhu yang Berbeda Terhadap Karakteristik Dendeng Giling Daging Ayam Kampung Siti Rhodhotul Kasanah; Wardoyo Wardoyo; Edy Susanto
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.733 KB) | DOI: 10.30736/jy.v7i2.10

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Mei sampai 14 Juni 2016 di Laboratorium Peternakan universitas islam Lamongan untuk pembuatan dendeng giling, pengujian kadar air, pH dan organoleptik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan pada suhu yang berbeda terhadap karakteristik dendeng giling daging ayam kampung. Materi penelitian adalah Daging ayam kampung sebanyak 3.105 kg bagian dada dan paha. Bumbu yang digunakan terdiri dari gula merah, bawang merah, ketumbar, lengkuas, garam, dan bawang putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial (3x3) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah suhu pengeringan 50o, 60o, 70o dan faktor kedua adalah waktu pengeringan 5 jam, 6 jam, 7 jam. Data yang diperoleh diolah dengan analisis statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), apabila terdapat hasil yang berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan yang nyata (Steel, et al., 1995). Variabel yang diamati yaitu kualitas fisik (kadar air dan pH) dan kualitas organoleptik (warna, bau, rasa, tekstur). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengeringan dendeng giling daging ayam kampung dengan suhu dan waktu yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kadar air, warna, serta bau karena Fhitung  Ftabel (P0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pH, tekstur dan rasa karena Fhitung  Ftabel (P0,05). Pengeringan pada suhu 60o selama 6 jam dapat meningkatkan persentase tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dengan nilai rata-rata (35,67), serta warna dengan nilai rata-rata (32,33), tetapi belum bisa memperbaiki pH dengan nilai rata-rata (6,21), kadar air dengan nilai rata-rata (34,67 %), bau dengan nilai rata-rata (31) dan tekstur dengan nilai rata-rata (31,33) dendeng giling daging ayamkampung.Keywords: temperatur, waktu, daging ayam kampung, dendeng giling, kadar air, pH, organoleptik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK JERAMI FERMENTASI DI DESA PUCAKWANGI KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN Pudyartono .; Martha Laila Arisandi
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.141 KB) | DOI: 10.30736/jy.v9i2.29

Abstract

Limbah pertanian pada saat panen cukup banyak bahkan melimbah namun pemanfaatannya belum dilaksanakan secara optimal guna menunjang kebutuhan masyarakat oleh karena itu dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyrakat dengan pembuatan pakan ternak jerami fermentasi, mitra peternak di Desa Pucakwangi Kecamatan abat Kabupaten Lamongan. Metode yang pendekatan yang digunakan sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan secara teori dan praktek, serta pendampingan dalam pembuatan pakan ternak jerami fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pakan ternak jerami fermentasi sangat berguna untuk mengatasi pakan ternak utamanya pada musim kemarau dan hasil uji coba ternak sangat menyukai pakan fermentasi dibanding pakan tanpa fermentasi, sedangkan kegiatanm penyuluhan dan pelatihan berjalan secara baik dan bermanfaat untuk mewujudkan  kemandirian pakan dengan memanfaatkan limbah pertanian potensi local. Kegiatan pendampingan masih diperlukan untuk keberlanjutan program. Pakan ternak jerami fermentasi mempunyai nilai nutrisi lebih baik dan lebih disukai ternak sehingga dapat meningkatkan produksi ternak dari bertambahnya bobot badan ternak.
PERBANDINGAN PRODUKTIVITAS AYAM BROILER TERHADAP SISTEM KANDANG TERBUKA (Open House) DAN KANDANG TERTUTUP (Closed House) DI UD SUMBER MAKMUR KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO Eka Dwi Susanti; Mufid Dahlan; Dyah Wahyuning
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.82 KB) | DOI: 10.30736/jy.v7i1.5

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai 25 Juni tahun 2016 dilakukan penelitian di Kandang Terbuka (Open House) dan Kandang Tertutup (Closed House) di UD. Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan produktivitas sistem Kandang Open House dan Kandang Closed House ternak ayam broiler di UD. Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Teknik penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengamatan secara langsung ke lapangan (Observasi). Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling (sampling acak sederhana). Pengambilan sampel dengan simple random sampling dimana sampel dipilih secara acak dari jumlah yang ditentukan, untuk penelitian ini menggunakan 2 kandang penelitian yaitu, lokasi tersebut yakni 1 Kandang Open House dan 1 Kandang Closed House yang berada di UD. Sumber Makmur Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan Berat Badan untuk Kandang Open House adalah 1.725 gr/ekor dan untuk Kandang Closed House 1.962 gr/ekor dari pertumbuhan berat badan kedua Kandang tersebut adalah kandang Closed House, tingkat mortalitas/kematian dari kandang Open House sebesar 5%, kandang Closed House sebesar 4% dari populasi 100 ekor ayam broiler dan untuk FCR kandang Open House adalah 1,78 untuk FCR kandang Closed House adalah 1,80 untuk menetukan FCR memenuhi standart bila FCR semakin kecil maka FCR semakin Baik. Untuk IP (Indeks Performa) untuk Kandang Open House adalah 263,05% dan kandang Closed House adalah 289,66% dari jumlah Ip antara dua kandang tersebut tidak mencapai standart, dan untuk standart Ip adalah diatas 300%. Dari kesimpulan menunjukkan bahwa untuk pertumbuhan berat badan antara kandang Open dan Closed House adalah kandang Closed House. Kematian 4% untuk kandang CloseD House dan 5% untuk kandang Open House. FCR kandang Closed House lebih besar dari pada kandang Open House.Keywords: kandang terbuka, fcr, ayam broiler
TEKNOLOGI SINKRONISASI ESTRUS DAN ARTIFICIAL INSEMINATION DI KABUPATEN LAMONGAN Nuril Badriyah; Qabilah Cita; Muhammad Fathul Amin
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.909 KB) | DOI: 10.30736/jy.v9i1.25

Abstract

Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Petani Peternak yang tergabung dalam organisasi mitra Kelompok pembibitan sapi potong “Berkah”  dan kelompok studi IB di desa Jetis, kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Metode pendekatan yang digunakan adalah : pemetaan potensi lokasi, penyuluhan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, penyediaan sarana yang dibutuhkan, pelatihan dan pendampingan teknologi sinkronisasi estrus dan artificial insemination . Teknologi sinkronisasi birahi adalah teknologi  untuk meningkatkan litter size denga teknik super ovulasi yang didahului dengan gertak birahi (Estrus Synchonization) serta pada teknologi Kawin buatan (Artificial Insemination / AI) pada ternak merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang merupakan  pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi. Melalui kegiatan AI, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi teknologi sinkronisasi estrus dan artificial insemination sangat tepat guna dalam mengatasi permasalahan peternak sapi potong pada program pembibitan. Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana, pelatihan dan manajemen pengelolaan kegiatan di tingkat kelompok mitra berjalan cukup baik. Diperlukan program pendampingan lebih lanjut terhadap  kegiatan kelompok mitra khususnya kegiatan keberlangsungan teknologi pada kelompok tani - ternak. Program penelitian juga perlu dilakukan untuk membantu penyelesaian masalah yang muncul serta inovasi teknologi yang diperlukan
PROFITABILITAS USAHA AYAM PETELUR DI UD. PUNCAK JAYA JOMBANG DALAM UPAYA EFISIENSI KAPASITAS KANDANG Dyanovita Al Kurnia
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v8i2.16

Abstract

Penelitian profitabilitas usaha ayam petelur di UD. Puncak Jaya Jombang dengan tujuan menganalisis mekanisme produk peternakan ayam petelur, profitabilitas, dan efisiensi secara teknis, harga dan ekonomis. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2016, menggunakan metode penelitian kualitatif pada mekanisme produk peternakan ayam petelur dan analisis cobb douglas profit function pada profitabilitas dan produksi frontier pada efisiensi teknis, harga dan ekonomis. Pengambilan sampel secara purposive yaitu pengambilan sampel secara sengaja. Data primer digunakan pada analisis mekanisme produk peternakan ayam petelur sedangkan data sekunder digunakan untuk analisis profitabilitas, dan efisiensi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme produk peternakan ayam petelur di UD. Puncak Jaya dipengaruhi oleh bibit yang digunakan yaitu jenis unggul Isa Brown, penggunaan pakan dimana penggunaan pakan 112gr/ekor/hari untuk semua umur, vaksin 2 bulan sekali yaitu NDIBLS, penggunaan suplemen organic, dan tiga orang tenaga kerja setiap kandang, dengan produksi telur rata - rata 487 kg per hari. Profitabilitas usaha ternak ayam petelur dihitung selama 18 bulan pemeliharaan dengan kepemilikan 10.000 ekor menghasilkan profit jangka pendek Rp.33.530.000 per bulan. Dimana profit dipengaruhi oleh harga bibit, pakan, vaksin dan obat-obatan dengan pengaruh negative sedangkan harga tenaga kerja berpengaruh positif terhadap profit. Nilai efisiensi teknis adalah 1.72, efisiensi harga adalah 3.37 dan efisiensi ekonomis adalah 5.83. Nilai keseluruhan efisiensi lebih besar 1 dalam hal ini berarti masih perlu penambahan faktor produksi.Keywords: Profitabilitas, Efisiensi, Ayam Petelur
Gambaran Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Peternakan dalam Budidaya Ternak Kelinci Di Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan Iswandi Iswandi; Mufid Dahlan; Dyah Wahyuning
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v8i1.11

Abstract

Pengumpulan data penelitian dilaksanakan tanggal 25 Mei 2016 sampai 25 Juni 2016 di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan.Sampel ditentukan sebanyak 17 peternak kelinci. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak dalam budidaya ternak kelinci di Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah survey yakni pengamatan langsung ke lapangan untuk mengetahui obyek yang akan di teliti. Analisis deskriptif, dan menggunakan model pengelompokan, penyederhanaan, serta penyajian seperti table distribusi frekuensi dan pengukuran dengan menggunakan skala likerts. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat budidaya ternak kelinci dengan menggunakan analisis deskripsi. Sehingga di ketahui factor produksi 72,93 pakan dan kandang 73,16 pemasaran 72,23 aspeksosial 67,99. Di peroleh nilai rata-rata tertinggi pada factor pakan dan kandang 73,16 dengan rage antara 60-80%. Diperlukan penelitian selanjutnya untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat budidaya ternak kelinci. Sehingga dapat mengetahui faktor-faktor yang lainnya baik faktor internal maupun external.Keywords: ternak kelinci, minat budidaya, lamongan
PENERAPAN TEKNOLOGI KANDANG ANTI BANJIR DI DESA BOJOASRI, KECAMATAN KALITENGAH, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Wahyuni .; Edy Susanto; Husen .; Dwi Kartika sari
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v9i2.30

Abstract

Kandang anti banjir merupakan sebuah temuan teknologi dalam rangka pencegahan kerugian usaha peternakan kambing di daerah aliran Sungai Bengawan Solo (Wachid et al.2009). Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah adalah salah satu Desa di Kabupaten Lamongan yang terkena dampak banjir stiap tahunnya. Banjir tersebut merupakan banjir tahunan yang menyebabkan banyak kerugian dari sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Salah satu usaha peternakan yang banyak merugi adalah peternakan kambing. Oleh  karena  itu  penting  dilakukan  pada  program  diseminasi  produk  teknologi  ke masyarakat ini dengan judul “PENERAPAN TEKNOLOGI KANDANG ANTI BANJIR DI DESA BOJOASRI, KECAMATAN KALITENGAH, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR”.Target  yang  diharapkan  pada  kegiatan  ini  meliputi:  Anggota  kelompok  mitra mampu membuat kandang yang aman dari bahaya banjir yaitu kandang anti banjir sebagai pencegahan kerugian usaha peternakan kambing. Mampu membuat awetan pakan berbasis bahan pakan lokal meliputi; pakan silase, pakan konsentrat dan fermentasi gedebok pisang. Mampu mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik berbasis bakteri lokal menggunakan metode fermentasi. Serta, tersedianya kandang anti banjir dan sarana produksi ternak di tingkat kelompok mitra berjumlah 10 unit sehingga kerugian akibat banjir pada sektor ternak Kambing dapat ditekan. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain: pengusul program, kelompok ternak “Asri”, karang taruna Desa Bojoasri, mahasiswa dan teknisi.Satu unit kandang dibangun dengan ukuran 2 m x 2 m sehingga luasannya 4 m2. Jikadiameter silinder bambu adalah 10 cm; untuk membuat lantai ukuran 2  x  2 meter maka diperlukan bambu dengan panjang 2 meter sebanyak 20 batang. Satu bambu mempunyai volume = ∏ x r2 x t = 3,14 x 52cm x 200cm = 15.700 cm3 = 0,0157 m3. sehingga volume 20 batang bambu adalah 20 x 0,0157 m3  = 0.314 m3. Besarnya gaya keatas (Fa) bisa dihitung:  Fa  =  ρ v  g  =  1000  kg/m3   x  0.314  m3   x  9,81  N/Kg  =  3.080,34  N.  Jika dikonversikan dalam kilogram :  3.080,34 N dibagi 9,81N/Kg = 314  Kg.  Berdasarkan perhitungan tersebut maka berat maksimal  yang bisa ditahan oleh gaya keatas adalah kurang dari 314 Kg. Jika rata-rata berat kambing adalah 40 Kg maka berat 3 ekor kambing adalah 120 Kg. Sehingga rakit ini bisa digunakan sebagai lantai pada kandang panggung dengan kapasitas 7 ekor kambing, namun dengan luasan 4 m2, maka kambing yang dapat ditampung adalah 4 ekor kambing mengingat satu ekor kambing membutuhkan luasan 1 m x 1 m tanpa sekat.Luaran yang diharapkan pada kegiatan ini adalah: Jurnal Ilmiah/ prosiding nasional tentang penerapan teknologi tepat guna, kandang anti banjir untuk mencegah kerugian usaha peternakan kambing di Desa Bojoasri Kec. Kalitengah, Kab. Lamongan; Publikasi media massa tentang kandang anti banjir untuk mencegah kerugian usaha peternakan kambing di Desa Bojoasri Kec. Kalitengah, Kab. Lamongan; Seperangkat kandang anti banjir berjumlah 10 unit di Desa Bojoasri, Kec. Kalitengah, Kab. Lamongan; Peningkatan penerapan  iptek  lanjutan  di  masyarakat  (manajemen  pakan  ketika  terjadi  banjir  yaitu dengan membuat pakan awetan: pakan silase rumput dan fermentasi gedebok pisang; serta manajemen pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik berbasis bakteri lokal menggunakan metode fermentasi).
EFEKTIVITAS DIPPING BIJI DAN KULIT ANGGUR HITAM PADA KUALITAS AIR SUSU SAPI PERAH TROPIS Dyanovita Al Kurnia; Qabilah Cita
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.89 KB) | DOI: 10.30736/jy.v9i1.24

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji potensi penggunaan dipping (biji dan kulit buah anggur hitam) pada kualitas air susu sapi perah tropis ditinjau dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis sapi perah jika dibandingkan dengan dipping sintetis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi perah yang berumur 3-4 laktasi. Dipping terdiri dari 50% biji: 50% kulit anggur hitam yang digiling menjadi tepung sebelumnya. Kemudian ekstraksi dengan aquadesh pada beberapa level adalah p0 = dicelup sintetis, P1 = 20% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam, P2 = 50% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam, P3 = 80% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam. Sapi perah dibagi menjadi empat tingkat perawatan pencelupan secara acak menjadi 0%, 20% 50%, 80%. Tiga ulangan masing-masing. Variabel yang diamati adalah mengurangi kontaminasi bakteri dan mastitis sapi perah. Data dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, ketika ada pengaruh signifikan yang diikuti oleh Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan celupan bikang (biji dan kulit buah anggur hitam) untuk mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis sapi perah tidak berbeda nyata (P> 0,05). Ini berarti bahwa potensi perlakuan campuran biji dan kulit anggur hitam sama dengan mencelupkan dengan dipping sintetik dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis. Kesimpulan penelitian ini adalah potensi perlakuan biji dan campuran kulit yang sama dengan mencelupkan sintetis dalam mengurangi kontaminasi bakteri susu dan mastitis. Tingkat pengobatan yang optimal menggunakan pencelupan bikang adalah 80% campuran tepung biji dan kulit anggur hitam dengan 200 ml aquades.
PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN (PBBH) PADA AYAM LAYER STARTER GROWER YANG DIBERI RESVERATROL TEPUNG BIJI ANGGUR Dyanovita AL Kurnia
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.398 KB) | DOI: 10.30736/jy.v10i1.35

Abstract

The purpose of this research was to examine the potention of using resveratrol of grape seed meal to increase average daily gain. The material used in this research are 60 layer poultry of 0-60 days. Resveratrol of grape seed meal devided in several level were p0 = commercial feed withouth Resveratrol of grape seed meal, P1 = commercial feed +  0.012 % Resveratrol of grape seed meal, P2 = commercial +  0.018 % Resveratrol of grape seed meal, P3 = commercial feed + 0.024 % Resveratrol of grape seed meal. Layer poultry were allotted to four level treatments randomly into P0, P1, P2, P3. Three replications each. The variables observed was of increase average daily gain. Data were analyzed by using Completely Randomized Design, when there was significant effect it was followed by Duncan’s Multiple Range Test. The result of this research showed that the use of resveratrol of grape seed meal doesn’t differ reality (P>0,05). But in the numeric showed P2 (12.85 ± 0.30) was better than all treatments p0 (12.27± 0.30), P1 (12.49 ± 0.08), p3 (12.71 ± 0.12).
JARAK GENETIK SAPI PASUNDAN MELALUI PENDEKATAN KRANIOMETRI ANTAR WILAYAH PANGANDARAN, TASIKMALAYA DAN GARUT JAWA BARAT Johar Arifin; Sulasmi .
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.484 KB) | DOI: 10.30736/jy.v10i1.36

Abstract

Sumber daya genetik sapi Pasundan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat mengalami penurunan populasi. Salah satu dampak dari penurunan populasi ternak adalah degradasi kualitas dan kemurnian ternak. Penelitian tentang jarak genetik populasi sapi pasundan antar wilayah Pangandaran, Tasikmalaya dan Garut, Jawa Barat bertujuan mengetahui deskripsi dan hubungan kekerabatan populasi sapi Pasundan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat dengan menggunakan pendekatan kraniometri. Penelitian dilaksanakan pada September sampai Desember 2018. Analisis data menggunakan analisis deskripstif dan analisis kluster melalui software SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan ukuran-ukuran kranium antar populasi tidak memiliki perbedaan yang nyata (P>0.05). Jarak genetik antar populasi pada wilayah Pangandaran, Tasikmalaya dan Garut Jawa Barat berdasarkan jarak Euclidean menggunakan Cluster Analysis menunjukkan hubungan kekerabatan antar populasi yang masih tinggi. Penurunan populasi antar wilayah basis populasi sapi pasundan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat belum menunjukkan adanya degradasi genetik. Namun perlu adanya antisipasi dalam meningkatkan ukuran populasi efektif melalui aplikasi teknologi bioreproduksi seperti super ovulasi dan inseminasi buatan menggunakan sperma pejantan sapi pasundan yang telah diproduksi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Page 3 of 12 | Total Record : 118