cover
Contact Name
M FATHUL AMIN
Contact Email
m.fathulamin@unisla.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Peternakan Kampus Universitas Islam Lamongan Jl. Veteran No 53 A Kabupaten Lamongan Jawa Timur
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak
ISSN : 20865201     EISSN : 26846799     DOI : https://doi.org/10.30736/jtk
Jurnal Ternak bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan ulasan tentang hewan-hewan tropis yang terkait dengan biosains, bioteknologi, sumber daya bio seperti ayam, bebek, puyuh jepang, sapi, kerbau, domba, kambing, babi, kuda, serta hewan endemik Indonesia yang tidak dipatenkan. , seperti ulat sutera, lebah, rusa, anoa, babirusa, dll. Jurnal Ternak mencakup berbagai topik penelitian dalam ilmu hewani: pemuliaan dan genetika, embriologi hewan, reproduksi dan fisiologi, sistem produksi hewan, nutrisi, nutrigenomik, ilmu pakan, padang rumput, agrostologi, ilmu makanan hewan, produk hewan, limbah hewan, bioteknologi , perilaku dan kesejahteraan hewan, kesehatan, sistem peternakan, sosial-ekonomi, dan kebijakan.
Articles 118 Documents
Pengaruh Penambahan Dedak Padi Halus (Bekatul) dalam Ransum Terhadap Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler Periode Finisher Inggal Purnomo; Dyah Wahyuning Aspirati; Mufid Dahlan
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.399 KB) | DOI: 10.30736/jy.v7i2.8

Abstract

Penelitian tentang pengaruh tingkat penambahan dedak padi halus dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan ayam broiler periode finisher di laksanakan pada tanggal 28 Mei sampai 20 Juni 2016 di peternakan milik Bapak. Abdul Majid Desa Waru, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan tiga ulangan, adapun 3 perlakuan dengan di tambah dedak padi halus (bekatul) P0 = 0% P1 = 5% P2 = 10% P3 = 15%. Penelitian yang diamati ini adalah konsumsi pakan. Pertambahan bobot badan dan konversi ransum, Dari hasil penelitian yang diperoleh rata-rata konsumsi pakan pada perlakuan P0 = 3231 (gram), tidak berbeda nyata terhadap perlakuan P1= 3232 (gram), P2 = 3250 (gram) dan P3 = 3243 (gram), Rataan pertumbuhan bobot badan selama penelitian pada perlakuan P0 = 1524 (gram), tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1 = 1528 (gram), namun berbeda sangat nyata terhadap perlakuan P2 = 1601 (gram) dan P3 = 1572 (gram). Rataan konversi ransum selama penelitian pada perlakuan P0 = 2.11 (gram) berpengaruh tidak nyata terhadap perlakuan P1 = 2.11 (gram), P2 = 2.02 (gram) dan P3 = 2.06 (gram). Untuk mendapatkan biaya termurah, disarankan menambahkan dedak padi halus (bekatul) sebesar 15 persen dalam pakan jadi agar dapat mengurangi biaya pakan dalam pemeliharan ayam broiler priode finisher.Keywords: bekatul, ayam broiler, bobot badan
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN PRODUK MAKANAN BERBAHAN DASAR HASIL TERNAK DI WILAYAH KOTA LAMONGAN Fathul Amin; Edy Susanto; Nuril Badriyah
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v9i1.27

Abstract

Pengumpulan data penelitian dilakukan pada 27 Juni hingga 26 Juli 2015 di Pasar Sidoharjo, Pasar Made, Alfamidi Veteran, Indomaret Made Fauzi, agen makanan beku, makanan beku Agen Bapak Nur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produk makanan apa yang dibuat dari ternak yang beredar di kota Lamongan dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk makanan berbasis daging ada 69 macam, produk makanan yang terbuat dari telur ada satu spesies, produk makanan berbasis susu ada 130 jenis. Variabel pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pangan berbasis ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi) sebesar 0,071 hingga 0,000 signifikansi (p <0,05). <0,05), variabel pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk makanan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi) sebesar 0,174 sampai 0,000 signifikansi (p <0,05), variabel sumber daya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk pangan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi ) dari 0,025 hingga 0,000 signifikansi (p <0,05, variabel gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk makanan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi ( bi) dari 0,676 hingga 0,000 significanc e (p <0,05.
Hubungan Antara Bobot Badan Awal dan Bobot Badan Akhir Itik Hibrida Jantan dan Betina Dwi Ainur Rahmah; Muridi Qomaruddin; Ratna Kumala Dewi
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v7i1.3

Abstract

Banjarejo Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan, mulai tanggal 01Mei sampai dengan 28 Mei 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan antara bobot badan awal dan bobot badan akhir itik hibrida jantan dan betina yang meliputi bobot badan awal dan bobot badan akhir. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Itik hibrida jantan dan betina masing masing 30 ekor umur 5 minggu. Data dianalisis menggunakan analisa regresi korelasi sederhana. Hubungan bobot badan awal dan bobot badan akhir jantan dan betina. Pakan yang digunakan adalah tepung roti, bekatul halus, jagung dan konsentrat. Kandang yang digunakan adalah kandang kelompok sebanyak 12 unit kandang setiap battery berisi lima ekor itik dan dilengkapi dengan tempat pakan, dan tempat minum. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari pagi dan sore, pemberian minum secara adlibitum. Guna mengetahui perbedaan antar perlakuan menggunakan Uji analisa regresi korelasi sederhana. Variabel yang diamati adalah bobot badan awal itik hibrida jantan, bobot akhir itik hibrida jantan, bobot awal itik hibrida betina, dan bobot akhir itik betina hibrida. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada itik jantan yaitu y = 966,25+1,02x dapat diartiakan kenaikan bobot badan sebesar 1,02 gram bobot terendahnya 966,25 gram yang dipelihara selama 28 hari serta koefisien korelasi sebesar 0,37 koeefisien determinasi 13,7%. Pada itik betina y = 1054,6+0,65x dapat diartiakan kenaikan bobot badan sebesar 0,65 gram bobot terendahnya 1054,6 gram sehingga pada betina tidak terdapat hubungan yang positif. Itik jantan F Hitung lebih besar dari F tabel(P >0,05) memberikan pengaruh yang beda nyata pada itik hibrida betina F Hitung lebih kecil dari F tabel sehingga tidak terdapat pengaruh karena hasilnya tidak beda nyata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada perhitungan analisa regresi pada itik jantan terdapat pengaruh yang beda nyata pada level 5 %.Keywords: itik hibrida, bobot badan, jenis kelamin
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kemangi dalam Pakan Sebagai Imbuhan Pakan Terhadap Pertambahan Bobot Badan Kelinci Keturunan New Zealand White Dyanovita Al Kurnia; Umar Faruk
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v8i2.19

Abstract

Salah satu cara meningkatkan produktifitas kelinci adalah dengan pemberian pakan tambahan tepung daun kemangi sebagai imbuhan pakan. Kemangi diketahui memiliki multi efek farmakologis yaitu mampu menurunkan panas, antidisentri, menambah nafsu makan, memperbaiki saluran pencernaan, memiliki sifat khas tajam, menghangatkan dan dapat melancarkan peredaran darah (Sutarno dan Atmowidjojo, 2001).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kemangi sebagai imbuhan pakan terhadap pertambahan bobot badan kelinci peranakan New Zealand White. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Primpen Kecamatan Bluluk Kabupaten Lamongan mulai tanggal 15 April 2016 sampai 14 Juni 2016. Materi yang digunakan adalah 16 ekor kelinci yang baru lepas sapeh sekitar umur 2 bulan dengan bobot badan 317 ± 340 dibagi dalam empat perlakuan empat ulangan, tiap ulangan terdiri dari satu ekor kelinci. Ransum yang digunakan adalah rumput lapang dan kosentrat dengan perbadingan antar 35:65. Perlakuan yang diberikan adalah P0(35 rumput lapang dan 65 kosentrat), sebagai kontrol. P1 ( ransumkontrol + 2% tepung daun kemangi), P2 ( ransum kontrol + 4% tepung daun kemangi), P3 ( ransum kontrol + 6% tepung daun kemangi). Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan.Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variasi berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, apabilah didapatkan hasil bebeda nyata diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata dari keempat macam perlakuan yaitu P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut untuk pertambahan bobot badan mingguan yaitu 136,187, 118,852, 273,006, 123,937. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa  pertambahan bobot badan dari keempat perlakuan adalah berbeda nyata. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan tepung daun kemangi sebagai imbuhan pakan dengan level 6% dari total ransum mampu memberikan pengaruh terhadap pertambahan bobot badan kelinci New Zealand White.Keywords: tepung daun kemangi, kelinci, bobot
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN SILASE BATANG PISANG (Musa paradisiaca) TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR GEMUK Noevetri Zulkarnain; Wardoyo .; Ratna Kumala Dewi
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.047 KB) | DOI: 10.30736/jy.v9i2.33

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei Tahun 2018 berlokasi di Desa Pangkatrejo Dusun Tuyuh Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan silase batang pisang (Musa paradisiaca)  terhadap pertambahan bobot badan domba ekor gemuk. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan agar digunakan sebagai bahan informasi dan sebagai bahan alternatif tentang pemanfaatan limbah pertanian berupa batang pisang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 ekor domba jenis ekor gemuk, batang pisang, pollard, dedak padi halus, garam, EM4 dan molasses. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi pakan, konversi dan pertambahan bobot badan domba ekor gemuk. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik RAK (Rancangan Acak Kelompok). Hasil penelitian yang diteliti dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pakan silase batang pisang (Musa paradisiaca) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan domba ekor gemuk. Perlakuan P2 (30% Silase + 60% Konsentrat + 10% Rumput Lapang) menunjukan hasil pertambahan bobot badan yang signifikan. Hasil penelitian memberikan (Thitung ≥ 0,5) pengaruh nyata dan (Thitung ≥ 0,1) pengaruh sangat nyata,sehingga dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Tukey HSD dengan menunjukan hasil bahwa perlakuan P2 memberikan perlakuan dengan pengelompokan yang sangat nyata.
Perbandingan Prevalensi dan Infeksi Parasit Nematoda pada Sapi Potong Antara Model Kandang Berlantai Beton dengan Berlantai Tanah Di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Tahun 2016 Purwatihningsing Purwatihningsing; Edy Susanto; Muridi Qomaruddin
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v7i2.9

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di desa Leran Kulon, Leran Wetan dan Wangun Kecamatan Palang Kabupaten Tuban dari tanggal 1 s/d 31 Mei 2016. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan prevalensi dan tingkat infeksi parasit nematoda pada ternak sapi potong antara model kandang berlantai beton dengan kandang berlantai tanah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini 144 ekor sapi potong yaitu 72 ekor dari kandang berlantai beton dan 72 kandang dari kandang berlantai tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan penentuan sampel secara purposive sampling. Pengambilan data berupa data primer yang diperoleh melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan dan data sekunder dari instansi terkait. Untuk mengetahui perbandingan prevalensi dan tingkat infeksi parasit nematoda pada ternak sapi potong antara kandang berlantai beton dengan kandang berlantai tanah data dianalisis dengan uji „Z‟. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parasit nematoda yang ditemukan pada kandang berlantai beton diantaranya : Bunostomum sp, Strongyloides sp, Ostertagia sp, Trichostrongylus sp dan Cooperia sp. Sedangkan kandang berlantai tanah parasit nematoda yang ditemukan adalah : Bunostomum sp, Strongyloides sp, Ostertagia sp, Trichostrongylus sp ,Cooperia sp, Toxocara sp dan Trichuris sp. Prevalensi cacing Bunostomum sp, Strongyloides sp dan Ostertagia sp antara kandang berlantai beton dan kandang berlantai tanah adalah sama, yaitu sebesar 1,39 persen. Prevalensi cacing Trichostrongylus sp pada kandang berlantai beton sebesar 5,56 persen sedangkan pada kandang berlantai tanah sebesar 8,33 persen, dengan selisih 2,77 persen. Prevalensi cacing Cooperia sp pada kandang berlantai beton sebesar 4,17 persen sedangkan kandang berlantai tanah sebesar 5,56 persen, selisih 1,39 persen. Prevalensi cacing Trichuris sp dan Toxocara sp pada kandang berlantai beton adalah nol sedangkan pada kandang berlantai tanah masing-masing sebesar 1,39 persen. Hasil analisis uji „Z‟ menunjukkan bahwa tingkat infeksi antara model kandang berlantai beton dengan kandang berlantai tanah untuk cacing Bunostomum sp, Strongyloides sp, dan Ostertagia sp („Z‟ = 0), Cacing Trichostrongylus sp („Z‟ = -0,0772), Cacing Cooperia sp („Z‟ = - 0,046). Hasil analisis uji „Z‟ pada penelitian ini tidak berbeda nyata. Walaupun demikian perlu dilakukan pemantauan dan pemeriksaan feses secara teratur untuk mengetahui perkembangan infestasi parasit pada ternak. Perbaikan manajemen kandang dan sistem pemeliharaan ternak dengan memperhatikan pemberian pakan yang cukup dan berkualitas. Pengobatan parasit cacing secara rutin untuk menekan infestasi dan reinfestasi cacing. Pemberian pakan hijauan muda / yang masih basah supaya dihindari.Keywords: Model Kandang, Sapi Potong, Feses, Parasit Nematoda
PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE “FAST-FERMENT” DI PETERNAK KAMBING LOKAL KABUPATEN LAMONGAN Arif Hertanto; Dyanovita Al kurnia; Edy Susanto
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1835.913 KB) | DOI: 10.30736/jy.v9i1.28

Abstract

Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Petani Peternak yang tergabung dalam organisasi mitra Kelompok Tani “Rukun Tani II” dan Kelompok Ternak “Telaga Ternak Mandiri” di desa Tlogoagung, kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Metode pendekatan yang digunakan adalah : pemetaan potensi lokasi, penyuluhan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, penyediaan sarana yang dibutuhkan, pelatihan dan pendampingan pengolahan limbah pertanian dengan teknologi Fast-Ferment. Teknologi Fast-Ferment (Fermentasi Cepat) adalah metode fermentasi limbah pertanian pada kondisi terkontrol dan dalam waktu yang relatif cepat karena menggunakan bio katalisator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi Fasr-Ferment dengan manajemen buffer stock sangat tepat guna dalam mengatasi permasalahan peternak sapi potong di saat musim kemarau. Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana, pelatihan dan manajemen pengelolaan kegiatan di tingkat kelompok mitra berjalan cukup baik. Diperlukan program pendampingan lebih lanjut terhadap  kegiatan kelompok mitra khususnya kegiatan pengelolaan usaha produksi silase dan distribusinya baik di tingkat anggota maupun pasar di luar anggota. Program penelitian juga perlu dilakukan untuk membantu penyelesaian masalah yang muncul serta inovasi teknologi yang diperlukan. 
PENGARUH PENAMBAHAN MENIR JAGUNG PADA PAKAN AYAM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT AYAM BROILER DI DESA WOTAN KECAMATAN SUMBEREJO Eka Juli Wijaya Putra; Muridi Qomaruddin; Mufid Dahlan
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.436 KB) | DOI: 10.30736/jy.v7i1.4

Abstract

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa beberapa tingkat penambahan menir jagung dalam pakan jadi finisher tidak memberikan pengaruh yang nyata ( P> 0,05 ) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Secara teknis penambahan menir jagung dalam pakan jadi finisher yang paling baik sebesar 10 persen, karena menunjukan pertambahan bobot badan yang tinggi disbanding dengan ransum yang lain, walaupun menunjukan pakan konsumsi yang tinggi. Secara ekonomis penambahan menir jagung dalam pakan jadi finisher yang paling baik sebesar 25 persen, karena menunjukan biaya yang termurah, walaupun menunjukan pakan yang tinggi juga menunjukan pertambahan bobot badan yang rendah. Untuk mendapatkan pertambahan bobot badan yang tinggi, disarankan menambahkan menir jagung sebesar 10 persen dalam pakan jadi agar kebutuhan akan protein dan energi tetap terpenuhi.Keywords: ayam broiler, bobot, periode finisher
Analisa Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan Di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro Wawan Indra Setyawan; Mufid Dahlan; Dyah Wahyuning
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.018 KB) | DOI: 10.30736/jy.v8i2.20

Abstract

Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 25 Juni tahun 2016 di peternak peternak sekecamatan sumberrejo kabupaten bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Analisa usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Sampel digunakan sekaligus, merupakan keseluruhan dari jumlah peternak, hal tersebut dikarenakan peternak ayam broiler pola kemitraan di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro hanya berjumlah 14 peternak.Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu menggunakan tabel dari angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dengan menggunakan rumus-rumus ekonomi sesuai dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian Analisa Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan Di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro mengalami pendapatan kenaikan tak menentu meskipun mengalami keuntungan. Rata rata keuntungan peternak tiap periode per ekornya adalah Rp. 15.237.790, Rp.17.100.188, dan Rp. 23.268.917.Analisis R/C bahwa usaha pemeliharaan ayam broiler mengalami keuntungan karna nilai R/C > 1, nilai rata rata R/C satu kecamatan yaitu 1,045.Dan berdasarkananalisis BEP produkdan BEP harga dalam 3 periode terakhir masih naik turun baik itu BEP produk maupun BEP harga. Namun demikian usaha peternakan ayam broilersatu kecamatan Sumber rejo tetap mengalami titik impas, tidak mengalami keuntungan dan tidak mengalami kerugian, jika nominal angka rata rata BEP produk hanya 16.380 ekor dan BEP harga hanya Rp. 16.170. Kesimpulan yang dapat diambil adalah meninjau dari analisis yang diteliti oleh penulis maka usaha masih layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Saran yang bisa diberikan pada penelitian ini pada peternakan ayam broiler agar mencari alternatif lain guna menekan biaya operasional selama proses produksi supaya untung lebih besar lagi.Keywords: analisa usaha, ayam broiler, kemitraan
Pengaruh Penambahan Bungkil Kelapa Sawit pada Jerami Padi Terfermentasi Terhadap Kualitas Fisik dan Pertambahan Bobot Badan Sapi Peranakan Limousin Nurul Khasanah; Muridi Qomaruddin; Edy Susanto
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v8i1.15

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni di Kelompok Ternak Sumber Jaya Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi terhadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan agar digunakan sebagai bahan informasi dan pertimbangan tentang campuran bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi tehadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor sapi peranakan Limousin, jerami padi kering, ampas kecap, dan bungkil kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan RAL, dimana terdiri dari 3 perlakuan yaitu jerami padi terfermentasi tanpa bungkil inti sawit, level penambahan bungkil kelapa sawit 10% dan 15%. Dengan 3 kali ulangan dan setiap ulangan diisi 2 ekor sapi. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas fisik, pH dan pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis statistik RAL. Hasil penelitian yang diteliti dapat disimpulkan bahwasannya pengaruh penambahan bungkil kelapa sawit pada jerami padi terfermentasi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P> 0,05) terhadap pertambahan bobot badan sapi peranakan Limousin. Akan tetapi pertambahan bobot badan pada sapi peranakan Limousin yang mengkonsumsi pakan jerami padi terfermentasi dengan penambahan bungkil kelapa sawit lebih tinggi dari pada kontrol. Hal ini disebabkan bungkil inti sawit terdapat kandungan protein yang tinggi.Keywords: Bungkil kelapa Sawit, Jerami Padi, Terfermentasi, Kualitas fisik, Pertambahan Bobot Badan, Sapi peranakan Limousin

Page 2 of 12 | Total Record : 118