cover
Contact Name
M FATHUL AMIN
Contact Email
m.fathulamin@unisla.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Peternakan Kampus Universitas Islam Lamongan Jl. Veteran No 53 A Kabupaten Lamongan Jawa Timur
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak
ISSN : 20865201     EISSN : 26846799     DOI : https://doi.org/10.30736/jtk
Jurnal Ternak bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan ulasan tentang hewan-hewan tropis yang terkait dengan biosains, bioteknologi, sumber daya bio seperti ayam, bebek, puyuh jepang, sapi, kerbau, domba, kambing, babi, kuda, serta hewan endemik Indonesia yang tidak dipatenkan. , seperti ulat sutera, lebah, rusa, anoa, babirusa, dll. Jurnal Ternak mencakup berbagai topik penelitian dalam ilmu hewani: pemuliaan dan genetika, embriologi hewan, reproduksi dan fisiologi, sistem produksi hewan, nutrisi, nutrigenomik, ilmu pakan, padang rumput, agrostologi, ilmu makanan hewan, produk hewan, limbah hewan, bioteknologi , perilaku dan kesejahteraan hewan, kesehatan, sistem peternakan, sosial-ekonomi, dan kebijakan.
Articles 118 Documents
Uji Organoleptik Persilangan Ayam Kampung Broiler dengan Kepadatan Kandang yang berbeda Andi Fausiah Mudirman; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud; Samsu Alam Rab
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v10i2.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan uji organoleptik Ayam kampung broiler dengan kepadatan kandang yang berbeda. Hasil yang didapat pada penelitian organoleptik yaitu Hedonik dan Mutu hedonik adalah Penampilan umum hedonik dan mutu hedonik penilaian panelis memiliki rata-rata scor 3 (utuh sedikit menarik),. Untuk penilaian tektur rata-rata scor tekstur 3 (agak kasar), hal tersebut tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05). Pada pengujian warna pengujian hedonik memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05), sedangkan pada pengujian Mutu hedonik tidak memberikan pengaruh pada perlakuan. Pengujian warna rata- rata Scor pengujian warna oleh panelis yaitu score 3 (pucat) hal tersebut di sebabkan warna suatu produk pangan merupakan daya tarik utama Dan untuk uji rasa Nilai rata-rata rasa daging ayam kampung broiler memiliki rata-rata score sebesar 2,41.Kesimpulan penelitian ini adalah Hasil pengujian organoleptik hedonik dan mutu hedonik terhadap persilangan ayam kampung broiler dengan kepadatan kandang yang berbeda, semua parameter  pada perlakuan masih berada pada kisaran score 3. Kata Kunci: Ayam Kampung Broiler, Kandang, Hedonik dan Mutu Hedonik,
Kualitas Susu Pasteurisasi dengan Penambahan Kasumba Turate (Cartamus tinctorius L) Pada Lama Penyimpanan Berbeda Rajmi Faridah; Yuli Febrianti
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.47 KB) | DOI: 10.30736/jy.v10i2.53

Abstract

Kelemahan susu dalam hal masa simpan relatif singkat sehingga membutuhkan perlakuan untuk memperpanjang daya simpannya. Penambahan kasumba turate (Carthamus tinctorius L) pada susu pasteurisasi dapat dijadikan sebagai bahan pewarna dan pengawet alami, karena kasumba turate tersebut mengandung sebagai antibakteri (flavonoid) yang dapat menjadikan susu lebih tahan dan awet.Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah organoleptik yang meliputi warna, aroma dan kekentalan. Sedangkan uji fisik meliputi uji masak dan uji pH.penambahan kasumba turate tidak berpengaruh terhadap warna dan aroma susu pasteurisasi. Sedangkan untuk aroma,nilai pH dan uji masak dipengaruhi oleh perlakuan lamanya penyimpanan yang berbeda. Susu pasteurisasi dengan penambahan kasumba turate bertahan pada penyimpanan suhu ruang sampai 12 jam
Massa Nutrisi Maggot Lalat Tentara Hitam (Hermetia illucens) Pada Media yang Berbeda Santi Nurdin; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v10i2.45

Abstract

Protein yang bersumber dari insekta lebih ekonomis dan ramah lingkungan serta mempunyai peran yang penting secara alamiah. Insekta dilaporkan memiliki efisiensi konversi pakan yang tinggi dan dapat dipelihara serta diproduksi secara massal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengopimalkan produksi maggot meliputi massa protein, massa lemak kasar dan massa serat kasar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juli 2019. Pemeliharaan maggot lalat tentara hitam Hermetia illucens, Penelitan ini akan dilaksanakan di Program Studi Peternakan Unasman untuk pemeliharaan dan analisis nutrisi di laksanakan di Lab Kimia Pakan Fakultas Peternakan UNHAS. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan yaitu jenis media dan 3 ulangan. Secara keseluruhan menghasilkan 9 kombinasi perlakuan, yaitu 3 x 3 unit percobaan. A0 : ampas tahu 100%, A1: ampas tahu 50% kotoran ayam 50%, A2: ampas tahu 75% kotoran ayam 25%. Hasil sidik ragam menunjukkan penggunaan media yang berbeda bepengaruh nyata (P<0.05) terhadap massa lemak kasar dan serat kasar, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap bahan kering dan protein kasar. Disimpulkan bahwa hasil produksi maggot  lalat tentara hitam Hermetia illucens paling baik pada perlakuan A1 yaitu massa bahan kering 43.82 g dengan protein kasar 18.29 g dan lemak kasar 14.63 g serta serat kasar 4.62 g.Keywords : Lalat tentara hitam, maggot massa nutrisi, media
Saluran Komunikasi Lembaga Riset Publik dalam Penyiapan Teknologi Peternakan Mendukung Pengembangan Subsistem Agribisnis Hulu Vyta W. Hanifah; Istriningsih Istriningsih; Yovita Anggita Dewi
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v10i2.42

Abstract

Pembangunan pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur dihadapkan pada perlunya inovasi teknologi pengelolaan lahan kering, khususnya untuk komoditas jagung dan ternak sapi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT telah banyak menghasilkan inovasi teknologi, namun pada beberapa kasus masih dirasakan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan saluran komunikasi melalui penelusuran saluran komunikasi dalam penyiapan inovasi pertanian berbasis pengguna mendukung pengembangan subsistem agribisnis hulu oleh BPTP NTT dalam kaitannya dengan Balit Serealia (teknologi jagung) dan Lolit Sapi Potong (teknologi ternak). Pengumpulan data dilakukan selama bulan April-September 2012 menggunakan panduan wawancara terstruktur dengan melibatkan manajemen di ketiga lembaga Litbangtan, swasta (PT Bina Mentari) dan perguruan tinggi (Fakultas Peternakan IPB). Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi eksisting dan interaksi yang terjalin antara lembaga penghasil teknologi dengan pengguna. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses penciptaan teknologi peternakan oleh lembaga riset publik masih belum mencerminkan adanya upaya penjaringan umpan balik dari pengguna, salah satunya sebagai akibat dari tidak berfungsinya komisi teknologi di daerah. Saluran komunikasi pada proses penyaluran teknologi dari Balit Serealia dan Lolit Sapi Potong ke BPTP NTT sudah terorganisir dengan baik. Pembelajaran dari swasta dan perguruan tinggi mencerminkan adanya pola dan strategi komunikasi yang lebih baik, seperti berjalannya proses penjaringan isu dan informasi dari pengguna, proses umpan balik teknologi, sampai adanya jaminan mutu (after sale) untuk menjaga kualitas sekaligus eksistensi lembaga. Oleh karena itu disarankan perlunya pertemuan konsolidasi yang melibatkan pelaku subsistem agribisnis di hulu, di hilir, pelaku subsistem usahatani dan pelaku subsistem jasa penunjang untuk saling memberikan umpan balik pengembangan sistem agribisnis itu sendiri. Kata Kunci: saluran komunikasi, teknologi peternakan, subsistem agribisnis hulu, lembaga riset publik
Pengaruh Penambahan Tepung Roti Afkir yang Dikombinasikan dengan Tepung Kulit Manggis sebagai Pengganti Jagung terhadap Persentase Karkas Itik Cihateup Andri Kusmayadi
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.66

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung roti afkir (TRA) yang dikombinasikan dengan tepung kulit manggis (TKM) terhadap persentase dan bagian karkas itik Cihateup. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan 84 ekor DOD itik Cihateup berjenis kelamin jantan yang dikelompokkan secara acak ke dalam 7 kelompok perlakuan yaitu R0 (Pakan tanpa perlakuan TRA dan TKM), R1 (Pakan dengan penambahan 10% TRA + 1% TKM), R2 (10% TRA + 2% TKM), R3 (20% TRA + 1% TKM), R4 (20% TRA + 2% TKM), R5 (30% TRA + 1% TKM), dan R6 (30% TRA + 2% TKM). Variabel yang diamati terdiri atas persentase karkas dan persentase bagian karkas. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), data diuji menggunakan metode ANOVA dan apabila terdapat perbedaan signifikan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas sementara pada persentase bagian karkas tidak berpengaruh nyata. Perlakuan pakan TRA dan TKM mampu memperbaiki persentase karkas karena mengandung kadar energi yang hampir sama dengan jagung serta diperkaya dengan xanton yang dapat memperbaiki persentase karkas. Perlakuan R4 menunjukkan nilai persentase karkas yang mendekati kontrol (R0). Penambahan TRA sampai level 20% dan 2% TKM direkomendasikan sebagai alternatif pengganti jagung pada itik.  Kata Kunci : Bagian karkas, Itik Cihateup, Persentase karkas, Tepung kulit manggis, Tepung roti afkir. ABSTRACTThe aim of this study was to determine the effect of the administration of wasted bread flour (TRA) combined with mangosteen peel flour (TKM) on the carcass percentage of Cihateup ducks. The study was conducted experimentally using 84 male Cihateup ducks grouped randomly into 7 treatment groups: R0 (Feed without TRA and TKM treatment), R1 (Feed with the addition of 10% TRA + 1% TKM), R2 (10 % TRA + 2% TKM), R3 (20% TRA + 1% TKM), R4 (20% TRA + 2% TKM), R5 (30% TRA + 1% TKM), and R6 (30% TRA + 2% TKM). The observed variables consisted of the percentage of carcasses and the percentage of carcasses. The study used a complete randomized design (CRD), the data were tested using the ANOVA method and if there were significant differences followed by the DMRT test. The results showed that feed treatment had a significant effect (P<0.05) on the percentage of carcasses while the part of carcasses had no significant effect. The feed containing TRA and TKM can improve the percentage of carcasses because it contains energy levels that are almost the same as corn and enriched with xanthones which can improve the percentage of carcasses. The treatment of R4 shows the value of the percentage of carcasses that are close to control (R0). The addition of TRA to the level of 20% and 2% TKM is recommended as an alternative to corn in ducks.Key Words : Carcasses, Carcass percentage, Cihateup duck, Mangosteen peel, Wasted bread.
Pengaruh Suplementasi Probiotik Melalui Pakan terhadap Konsumsi Pakan Ayam Petelur Strain Isa Brown Dian Afikasari; Rifa'i Rifa'i; Diyah Ayu Candra
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pakan pada ayam petelur melalui penambahan probiotik pada pakan ayam. Suplementasi probiotik Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacteria sebagai alternatif dari Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang berpengaruh dalam konsumsi pakan ayam petelur. Penelitian ini melibatkan 180 ayam petelur pada usia 35 minggu sepenuhnya diacak menjadi tiga perlakuan. Perlakuannya adalah T0 yakni berisi pakan standar, kemudian T1 berupa pakan standar dengan 0,1 g/120 g pakan AGP, dan T2 pemberian 2,5 ml probiotik Lactobacillus acidophilus + 0,5 ml Bifidobacterium yang dicampurkan dengan pakan standar 120 g/ekor/hari. Hasil penelitian memperlihatkan perbedaan yang signifikan antara perlakuan (p<0,05). Konsumsi pakan tertinggi yaitu pada T0 115,14 gram/ekor/ hari, kemudian T1 menunjukkan hasil konsumi pakan 113,19 gram/ekor/hari, dan T2 menghasilkan konsumsi pakan terendah yakni 112,16 gram/ekor/hari. Hasil penelitian menunjukan terjadi penurunan konsumsi pakan dikarenakan pemberian probiotik yang menjadikan efisiensi proses pencernaan pada ayam petelur. 
Variasi Fenotipe, Korelasi dan Regresi Morfometri Calon Induk Kelinci di Desa Nongko Sewu Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Mudawamah Mudawamah; Deni Sartika; Oktavia Rahayu Puspita
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variasi fenotipe, korelasi dan regresi fenotipe morfometri pada berbagai bangsa calon induk kelinci di Desa Nongko Sewu Tumpang Malang. Penelitian ini menggunakan ternak kelinci calon induk berumur 9 bulan yang terdiri dari kelinci New Zealand White (NZW) 14 ekor, Flamish Giant (FG) 20 ekor dan kelinci Lokal (L) 20 ekor. Peralatan penelitian terdiri dari  alat ukur dalam satuan centimeter, timbangan, keranjang tempat kelinci dan alat recording untuk menulis dan dokumentasi gambar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu bobot badan (BB), dan ukuran tubuh (lingkar dada atau LD dan panjang badan atau PB). Data yang diperoleh ditabulasikan dalam bentuk table dan dianalisis dengan korelasi dan regresi sederhana melalui software SPSS version 16.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi fenotipe, korelasi dan regresi morfometri pada berbagai bangsa calon induk kelinci adalah bernilai positif. Rataan dan variasi fenotipe pada morfometri LD dari berbagai induk kelinci adalah 24,36 ± 0,82 cm dan 0,67 (NZW); 22,98 ± 0,79 cm dan 0,62 (FGL); 21,65 ± 2,26 cm dan 5,11 (L).  Rataan dan variasi fenotipe pada morfometri PB dari induk kelinci adalah 27,32 ± 0,91cm dan 0,82 (NZW); 25,00 ± 0,65 cm dan 0,42 (FGL); 22,15 ± 1,48 cm dan 2,19 (L). Rataan dan variasi fenotipe pada sifat BB dari berbagai induk kelinci adalah 2,46 ± 0,31 kg dan 0,10 (NZW); 2,40 ± 0,15 kg dan 0,02 (FGL); 1,96 ± 0,16 kg dan 0,03 (L). Korelasi dan koefisien determinasi hubungan antara BB (Y) dengan PB (X) adalah 0,053 dan -0,231 (NZW); 0,158 dan -0,398 (FGL); 0,198 dan 0,445 (L). Korelasi dan koefisien determinasi hubungan antara BB (Y) dengan LD (X) adalah 0,105 dan 0,324 (NZW); 0,007 dan -0,086 (FGL); 0,038 dan 0,196 (L). Hasil uji regresi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara BB dengan PB dan BB dengan LD kecuali pada calon induk L yaitu hubungan nyata (P < 0,05) antara BB (X) dan PB (Y) dengan persamaan regresi Y=0,906+0,048X. Kesimpulan variasi fenotipe LD dan PB calon induk kelinci L paling tinggi dibandingkan dengan calon induk kelinci NZW dan FGL, sedangkan variasi fenotipe BB paling tinggi pada calon induk NZW. Nilai korelasi dan determinasi hubungan sifat morfometri pada calon induk NZW, FGL dan L kategori sangat rendah sampai rendah keeratannya. Bobot badan calon induk kelinci Lokal bisa diduga dari panjang badan dengan persamaan regresi BB=0,906 + 0,048 PB.
Penggunaan Umbi Gembili Sebagai Prebiotik Alami terhadap Persentase Karkas dan Lemak Abdominal pada Broiler Nurul Fajrih; Muhammad Khoiruddin
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.62

Abstract

Riset ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan mengkaji efek penambahan tepung umbi gembili yang berfungsi sebagai sumber prebiotik inulin dalam mempengaruhi persentase berat karkas, bagian-bagian karkas serta perlemakan pada broiler. Rancangan yang digunakan adalah RAL atau rancangan acak lengkap, 4 jenis perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diisi 10 ekor ayam masing-masingnya. Perlakuan meliputi : P0 = ransum tanpa tepung umbi gembili, P1= ransum dengan 0,5% tepung umbi gembili, P2 = ransum dengan 1,0% tepung umbi gembili, P3 = ransum dengan 1,5% tepung umbi gembili. Pakan perlakuan diberikan pada pekan ke dua sampai pekan ke empat periode pemeliharaan. Data yang diperoleh, diamati kemudian dianalisis ragam ANOVA, selanjutnya jika menunjukkan perbedaan nyata maka akan diuji Duncan menggunakan program SPSS 16. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari penggunaan tepung umbi gembili yang ditambahkan ke dalam ransum yaitu dapat mempengaruhi secara nyata (P<0,05) persentase dari lemak broiler, namun pada persentase karkas dan potongan karkas bagian dada, paha juga sayap tidak menunjukkan adanya pengaruh. Kesimpulan penelitian bahwa level tertinggi inulin yaitu sebesar 1,5% mampu memperbaiki persentase karkas dan potongan karkas, disamping itu juga mampu menurunnkan persentase lemak abdominal pada broiler. 
Peningkatan Produksi Telur Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) setelah Diberikan Serbuk Kunyit (Curcuma longa L.) sebelum Masa Pubertas Sukarman Hadi Jaya Putra; Sri Sulystyaningsih Natalia Daeng Tiring
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.64

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak suplemen serbuk kunyit (Curcuma longa L.) yang diberikan sebelum masuk masa pebertas atau masak kelamin terhadap produksi telur ayam kampung (Gallus gallus domesticus). Bentuk rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah perlakuan sebanyak 3 perlakuan. Perlakuan yang pertama adalah ayam kampung yang tidak diberikan suplemen serbuk kunyit (P0). Perlakuan kedua adalah ayam kampung yang diberikan suplemen serbuk kunyit dengan dosis 216 mg/ekor/hari (P1). Perlakuan ketiga adalah ayam kampung yang diberikan suplemen serbuk kunyit dengan dosis 324 mg/ekor/hari. Untuk 1 perlakuan dibuat 5 kali ulangan. oleh karena itu didapatkan 15 kandang ulangan perlakuan. Masing-masing kandang ulangan perlakuan dimasukkan 3 ekor ayam kampung betina. Masa pemberian perlakuan serbuk kunyit adalah 60 hari, dan dimulai dari saat ayam kampung berumur 4 bulan. Data telur diperoleh dari hasil pengukuran yang dilakukan setiap hari ketika semua ayam sudah bertelur semua. Data satu bulan pengukuran diambil dari 28 hari pengukuran. Semua data pengukuran dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA). Jika ditemukan berpengaruh, selanjutnya diuji dengan uji Duncan dengan kepercayaan 95 % ((α>0.05). Data yang telah dianalisis menjelaskan bahwa ayam kampung yang diberikan suplemen serbuk kunyit memiliki tingkat produksi lebih pada setiap bulan pengamatan dibandingkan dengan ayam yang tidak diberikan suplemen serbuk kunyit sebelum masa pubertas. Dosis serbuk kunyit yang paling tinggi tingkat produksi telur ayam kampung yang dihasil pada setiap bulan pengamatan adalah dosis 324 mg/ekor/hari. Oleh karena itu, serbuk kunyit memiliki dampak positif pada semakin banyaknya jumlah telur ayam kampung yang dihasilkan setiap bulan.
Penggunaan Bakteri Asam Laktat dan Inulin terhadap Ketahanan Tubuh, Kecernaan Nutrien dan Performan Itik Tegal Jantan Periode Starter Lilik Krismiyanto; Istna Mangisah; Nyoman Suthama; Hanny Indrat Wahyuni
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v11i1.69

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bakteri asam laktat (BAL) dan inulin bersumber dari umbi dahlia (Dahlia variabilis) terhadap ketahanan tubuh, kecernaan nutrien dan performan itik tegal jantan periode starter. Itik tegal jantan berjumlah 96 ekor umur 8 hari, starter BAL bentuk cair dan inulin dari tepung umbi dahlia digunakan pada penelitian ini. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 6 ekor itik. Perlakuan penelitian terdiri dari T0 (ransum basal/RB), T1 (RB + 2 mL starter BAL), T2 (RB + 0,8% tepung umbi dahlia), dan T3 (RB + 2 mL starter BAL dan 0,8% tepung umbi dahlia). Parameter yang diukur meliputi konsumsi ransum, kecernaan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, asupan protein, rasio heterofil/limfosit (H/L), konversi ransum dan pertambahan bobot badan. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi starter BAL dan tepung umbi dahlia nyata (P<0,05) meningkatkan kecernaan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, asupan protein, rasio H/L, konversi ransum dan pertambahan bobot badan, tetapi menurunkan konsumsi ransum. Kesimpulan penelitian adalah kombinasi starter BAL 2 mL dan tepung umbi dahlia 0,8% (T3) menghasilkan ketahanan tubuh, kecernaan nutrien dan performan lebih baik.  

Page 5 of 12 | Total Record : 118