Nuril Badriyah
Faculty Of Animal Science, Universitas Islam Lamongan, Lamongan, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN PRODUK MAKANAN BERBAHAN DASAR HASIL TERNAK DI WILAYAH KOTA LAMONGAN Fathul Amin; Edy Susanto; Nuril Badriyah
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jy.v9i1.27

Abstract

Pengumpulan data penelitian dilakukan pada 27 Juni hingga 26 Juli 2015 di Pasar Sidoharjo, Pasar Made, Alfamidi Veteran, Indomaret Made Fauzi, agen makanan beku, makanan beku Agen Bapak Nur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produk makanan apa yang dibuat dari ternak yang beredar di kota Lamongan dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli produk pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk makanan berbasis daging ada 69 macam, produk makanan yang terbuat dari telur ada satu spesies, produk makanan berbasis susu ada 130 jenis. Variabel pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk pangan berbasis ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi) sebesar 0,071 hingga 0,000 signifikansi (p <0,05). <0,05), variabel pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk makanan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi) sebesar 0,174 sampai 0,000 signifikansi (p <0,05), variabel sumber daya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk pangan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi (bi ) dari 0,025 hingga 0,000 signifikansi (p <0,05, variabel gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian berdasarkan produk makanan ternak (Y) pada taraf signifikansi 95% atau α = 0,05 (p <0,05), dengan koefisien regresi ( bi) dari 0,676 hingga 0,000 significanc e (p <0,05.
TEKNOLOGI SINKRONISASI ESTRUS DAN ARTIFICIAL INSEMINATION DI KABUPATEN LAMONGAN Nuril Badriyah; Qabilah Cita; Muhammad Fathul Amin
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.909 KB) | DOI: 10.30736/jy.v9i1.25

Abstract

Khalayak sasaran kegiatan ini adalah Petani Peternak yang tergabung dalam organisasi mitra Kelompok pembibitan sapi potong “Berkah”  dan kelompok studi IB di desa Jetis, kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Metode pendekatan yang digunakan adalah : pemetaan potensi lokasi, penyuluhan berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, penyediaan sarana yang dibutuhkan, pelatihan dan pendampingan teknologi sinkronisasi estrus dan artificial insemination . Teknologi sinkronisasi birahi adalah teknologi  untuk meningkatkan litter size denga teknik super ovulasi yang didahului dengan gertak birahi (Estrus Synchonization) serta pada teknologi Kawin buatan (Artificial Insemination / AI) pada ternak merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang merupakan  pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi. Melalui kegiatan AI, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi teknologi sinkronisasi estrus dan artificial insemination sangat tepat guna dalam mengatasi permasalahan peternak sapi potong pada program pembibitan. Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana, pelatihan dan manajemen pengelolaan kegiatan di tingkat kelompok mitra berjalan cukup baik. Diperlukan program pendampingan lebih lanjut terhadap  kegiatan kelompok mitra khususnya kegiatan keberlangsungan teknologi pada kelompok tani - ternak. Program penelitian juga perlu dilakukan untuk membantu penyelesaian masalah yang muncul serta inovasi teknologi yang diperlukan
The Effect of Giving Maggot Mix Flour (Hermetia Illuciens Linnaeus) on Commercial Feed on Growth Weight Mice (Mus Musculus) Dyanovita Al Kurnia; Arif Aria Hertanto; Wardoyo Wardoyo; Nuril Badriyah; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v12i1.96

Abstract

The study aimed to determine the effect of daily body weight gain (PBBH) in mice given feed containing commercial feed mix maggot flour. The material used in the study was 60 mice that were not differentiated by gender. The study used a completely randomized design (CRD) with unidirectional pattern. The provision of maggot flour in commercial feed was divided into four types of treatment. Each treatment level received three replications, with each replication consisting of 5 mice. If there was an influence on the treatment, the Duncan Multiple Range Test was performed. The followings were the treatments used in the study: P0: 100% commercial feed without maggot flour, P1: commercial feed 95% + 5% maggot flour, P2: commercial feed 90% + 10% maggot flour, P3: commercial feed 85% + 15% maggot flour. The research lasted for approximately 30 days, starting from September 4 to October 6, 2020, at the Basic Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Islamic University of Lamongan. The results showed a significant effect between treatments (P <0.05) and (P <0.01). The best treatment resulted in the increase of daily body weight gain (PBBH) was P1 (0.35 gr / head / day ± 0.10), P0 (0.29 gr / head / day ± 0.05), P3 (0.20 gr / head / day ± 0.08) , P2 (0.10 gr / head / day ± 0.05). This study concludes that the application of mixed maggot flour as feed to the growth of mice's body weight is the addition of 95% of commercial feed and 5% of maggot flour.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Pepaya (Carica papaya) dalam Pakan Terhadap Konsumsi dan Hen Day Production Ayam Petelur Agung Wijaya; Dyanovita Al Kurnia; Muridi Qomaruddin; Nuril Badriyah
International Journal of Animal Science Vol. 3 No. 01 (2020): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v3i01.9

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dadapan Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan, pada tanggal 2 Mei hingga 30 Mei 2019. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat adakah pengaruh pemberian tepung daun pepaya dalam pakan terhadap konsumsi dan Hen Day Production ayam petelur. Hasil studi ini diharapkan dapat memberi kebermanfaatan serta informasi kepada usaha peternakan khususnya peternak ayam petelur, jika hasil penelitian menunjukkan terdapat hasil positif pada pengguna tepung daun pepaya maka hal itu akan meningkatkan nilai pada tepung daun pepaya. Materi penelitian ini menggunakan ayam petelur umur 34 - 38 minggu sejumlah 96 ekor dengan bobot rerata 1,7 - 1,8 kilogram, pakan yang digunakan adalah pakan 324KJ sebagai kontrol dan tepung daun pepaya sebagai pakan perlakuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan serta 3 kali pengulangan. Perlakuan meliputi pemberian tepung daun pepaya sebesar 4%, 6%, 8%. Cara pengambilan data untuk semua perlakuan adalah mengamati tentang perameter yang diuji yang terdiri dari konsumsi dan hen day production. Data diujinmenggunakan uji analisis ragam (ANOVA). Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa unit perlakuan tidak berbeda signifikan terhadap perlakuan kontrol untuk parameter yang diuji. Hasil analisis ragam pada konsumsi dan hen day production menunjukkan bahwa F hitung < F tabel yang berarti bahwa H0 diterima dan H1 ditolak (tidak berbeda nyata terhadap parameter yang diuji).
Pengaruh Pemberian Tepung Jangkrik (Gryllus sp) dalam Ransum Terhadap Konsumsi Pakan dan Pertambahan Bobot Badan pada Ayam Jawa Super Feri Susanto; Nuril Badriyah; Dyanovita Al-Kurnia
International Journal of Animal Science Vol. 3 No. 02 (2020): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v3i02.14

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada maret hingga april 2019. Pengambilan data dilakukan di Agri Science Tecknopark Universitas Islam Lamongan. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat adakah pengaruh pemberian tepung jangkrik (grillus sp) dalam ransum terhadap pertambahan bobot badan ayam jawa super. Penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan informasi dan pertimbangan tentang pembuatan pakan yang mengunakan tepung jangkrik. Materi menggunakan 60 ekor ayam jawa super yang tidak dibedakan jenis kelaminnya (unsex), dengan bobot awal rata-rata 37,5 gr/ekor. Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan digunakan dalam penelitian ini. 4 perlakuan tersebut terdiri dari P0: 100% pakan komersil, P1: Pakan komersil 99% + 1% tepung jangkrik, P2: Pakan komersil 98% + 2% tepung jangkrik, P3: Pakan komersil 97% + 3% tepung jangkrik, setiap ulangan berisikan 5 ekor DOC ayam jawa super. Variable yang di amati ialah konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam jawa super. Data dianalisis dengan mengunakan metode statistik Rancangan Acak Lengkap. Penimbangan bobot badan dilakukan tiap satu minggu sekali. Hasil sidik ragam memperlihatkan bahwa pengunaan tepung jangkrik dalam ransum pada taraf pemberian 3% tidak berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan ayam jawa super. Diketahui rerata pertambahan bobot badan ayam jawa super tertinggi adalah 234,30 g/ekor/minggu pada (P3) dengan 3% penambahan tepung jangkrik, dan diikuti dengan pakan kontrol tanpa penambahan tepung jangkrik (P0) dengan jumlah bobot badan sebesar 227,30 g/ekor/minggu. Selanjutnya di ikuti penambahan level 1% (P1) dengan jumlah bobot badan sebesar 220,70 g/ekor/minggu, lalu penambahan level 2% (P2) dengan jumlah bobot badan yang paling rendah sebesar 212,70 g/ekor/minggu.
Pengaruh Pemberian Tepung Maggot (Hermetia illucens) pada Pakan Terhadap Kualitas Eksterior Telur Burung Puyuh (Cortunix cortunix japonica) Muhammad Andi Setia; Nuril Badriyah; Wahyuni Wahyuni
International Journal of Animal Science Vol. 3 No. 04 (2020): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v3i04.27

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bulan Februari hingga April 2019. Lokasi bertempat di UPT. Agri Science Technopark Universitas Islam Lamongan. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat adakah pengaruh pemberian tepung maggot (Hermetia illucens) pada pakan terhadap kualitas eksterior telur burung puyuh (Cortunix-cortunix japonica). Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para peternak burung puyuh sehingga dapat mengetahui kualitas eksterior telur burung puyuh. Materi menggunakan ternak burung puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica) sebanyak 108 ekor umur 6 minggu. Metode yang dipergunakan ialah Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 pengulangan. 4 perlakuan tersebut meliputi P0: pakan komersial 100% tanpa penambahan tepung maggot, P1: Pakan komersial 98% + 2% tepung maggot, P2: Pakan komersial 97% + 3% tepung maggot, P3: Pakan komersial 96% + 4% tepung maggot. Setiap taraf perlakuan mendapat 3 ulangan dengan setiap ulangan terdiri dari 9 ekor burung puyuh. Variabel yang diamati ialah berat telur, indeks telur, tebal kerabang pada telur burung puyuh. Analisis data menggunakan metode statistik Rancangan Acak Lengkap. Penimbangan telur puyuh dilakukan 1 hari sekali setiap sore. Berdasarkan hasil analisis ragam dapat diketahui bahwa pemberian tepung maggot dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) pada berat telur, indeks telur, dan tebal kerabang. Pemberian tepung maggot dalam pakan tidak memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pakan kontrol. Dikarenakan komposisi nutrisi pakan perlakuan tidak jauh berbeda dengan pakan kontrol, sehingga tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap berat telur, indeks telur dan tebal kerabang.
Pengaruh Pemberian Pakan Berbahan Limbah Sayur Kubis Dan Wortel Melalui Teknologi Fermentasi Terhadap Pertambahan Bobot Badan Cacing Tanah (Eudrilus eugeniae) Hilal Ababil; Nuril Badriyah Nuril Badriyah; Arif Arya Hertanto
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 01 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v4i04.33

Abstract

Sampah organik yakni sisa buangan yang sudah tak dipakai lagi. Sampah organik banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari apalagi di pasar-pasar tradisional utamanya di tempat yang banyak menjual sayur-sayuran serta buah-buahan dan harus di tangani karena dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan manusia oleh sebab itu perlu adanya teknologi dan pengolahan untuk mengatasi hal tersebut. Limbah sayur kubis dan wortel dapat digunakan sebagai pakan cacing tanah. Budidaya yang pesat serta tingginya permintaan pasar cacing tanah mendorong pemanfaatan pakan yang ketersediaanya melimpah di lingkungan sekitar kita terutama di pasar-pasar yang banyak menjual sayur-sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbahan limbah sayur kubis dan wortel yang diolah dengan teknologi fermentasi terhadap pertambahan bobot badan cacing tanah (Eudrilus Eugeniae). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan tiga ulangan. Penelitian dilakukan selama satu bulan dengan menggunakan sampel cacing tanah (Eudrilus Eugeniae) berklitelium berjumlah 150 ekor. Dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling, untuk penimbangan bobot dan perhitungan cacing tanah dilakukan tiga kali dalam satu bulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada pengaruh nyata perlakuan (P > 0,05) pemberian pakan limbah sayur kubis dan wortel yang telah difermentasi terhadap pertambahan bobot badan cacing tanah. Namun dari data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan (P1) limbah wortel fermentasi 50% + blotong 50% lebih tinggi pertambahan bobot badannya dari perlakuan yang lain.
Pengaruh Penambahan Perasan Kunyit pada Air Minum terhadap Pertambahan Berat Badan Ayam Broiler Agung Hermawan; Ratna Kumala Dewi; Nuril Badriyah
International Journal of Animal Science Vol. 2 No. 04 (2019): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v2i04.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan kunyit pada air minum terhadap pertambahan berat badan ayam broiler. Penelitian ini dilakukan di laboratorium fakultas pertenakan universitas islam. Materi penelitian ini menggunakan ayam broiler umum 21 hari sebanyak 90 ekor dengan berat badan rata-rata 900 gr. Dan menggunakan peralatan seperti parut, belati, saringan the, ember, gelas ukur, dan kandang koloni yang dibagi menjadi 9 petak, prosedur pembuatan kunyit, kunyit (curcuma domestica val) sebanyak 500 gr untuk 14 hari dan kunyit diperas untuk diberikan kepada ayam broiler dengan level sebagai berikut Po : kontrol (tanpa perasan kunyit) P1 : 9% perasan kunyit P2 : 12% perasan kunyit. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam ANOVA dan jika F hitung < F table 5% H0 ditolak H1 diterima. Hasil penelitian ini didapatkan nilai F hitung (1,18) < F tabel 5,14) maka dapat dipastikan tidak ada pengaruh pemberian perasan kunyit pada air minum terhadap pertambahan berat badan pada ayam broiler. Jadi pada penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa H0 ditrima dan H1 ditolak. Dari data tersebutrata-rata pertambahan berat badan ayam broiler berdasarkan hasil tertinggi adalah 1.551 (P2) dan terendah 1.526 (P0). Dari table Anova didapatkan bahwa antara P0 dan P1 sedangkan untuk P2 dan P1 tidak ada perbedaan, namun perbedaan antara P0 dan P2 tidak terlalu berbeda nyata sehinga akan dilakukan uji anova, Jika F hitung > F tabel 5% ho ditolak, h1 diterima.
Pengaruh Pemberian Pakan Fermentasi Batang Pisang Dan Dedak Padi Terhadap Pertambahan Bobot Badan Cacing Tanah (Eudrilus eugeniae) Mahfuddin Mahfuddin; Nuril Badriyah; Wahyuni Wahyuni
International Journal of Animal Science Vol. 2 No. 04 (2019): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v2i04.58

Abstract

Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui dampak pemberian pakan fermentasi batang pisang serta dedak padi terhadap pertambahan bobot badan cacing tanah (Eudrilus Eugeniae). Menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan, 3 ulangan serta setiap ulangan menggunakan 100 gram cacing dengan berdua jenis kelamin betina dan jantan (invertebrate). Perlakuan P0 = Pakan berbahan 100% batang pisang tanpa fermentasi + 100% dedak padi tanpa fermentasi P1 = Pakan berbahan 100% batang pisang fermentasi + 0% dedak padi fermentasi P2 = Pakan berbahan 50% batang pisang fermentasi + 50% dedak padi fermentasi P3 = Pakan berbahan 0% batang pisang fermentasi + 100% dedak padi fermentasi. Parameter yang diukur pada penelitian ini ialah pertambahan bobot badan cacing (Eudrilus Euegeniae). Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan pertambahan bobot badan cacing selama penelitian pada perlakuan P0 (145,33), P1 (73,33) P2 (121,33), P3 (169,33). Dapat disimpulkan bahwa Pemberian pakan fermentasi batang pisang dan dedak terhadap pertambahan bobot badan cacing tanah (Eudrilus eugeniae), secara statistik sangat berpengaruh nyata (P<0.05).
Pengaruh Pemberian Pakan Fermentasi Batang Pisang Dan Dedak Padi Terhadap Pertambahan Bobot Badan Cacing Tanah (Eudrilus eugeniae) Mahfuddin Mahfuddin; Nuril Badriyah; Wahyuni Wahyuni
International Journal of Animal Science Vol. 4 No. 02 (2021): International Journal of Animal Science
Publisher : Litbang PEMAS Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/ijasc.v4i02.62

Abstract

Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui dampak pemberian pakan fermentasi batang pisang serta dedak padi terhadap pertambahan bobot badan cacing tanah (Eudrilus Eugeniae). Menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan, 3 ulangan serta setiap ulangan menggunakan 100 gram cacing dengan berdua jenis kelamin betina dan jantan (invertebrate). Perlakuan P0 = Pakan berbahan 100% batang pisang tanpa fermentasi + 100% dedak padi tanpa fermentasi P1 = Pakan berbahan 100% batang pisang fermentasi + 0% dedak padi fermentasi P2 = Pakan berbahan 50% batang pisang fermentasi + 50% dedak padi fermentasi P3 = Pakan berbahan 0% batang pisang fermentasi + 100% dedak padi fermentasi. Parameter yang diukur pada penelitian ini ialah pertambahan bobot badan cacing (Eudrilus Euegeniae). Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan pertambahan bobot badan cacing selama penelitian pada perlakuan P0 (145,33), P1 (73,33) P2 (121,33), P3 (169,33). Dapat disimpulkan bahwa Pemberian pakan fermentasi batang pisang dan dedak terhadap pertambahan bobot badan cacing tanah (Eudrilus eugeniae), secara statistik sangat berpengaruh nyata (P<0.05).