cover
Contact Name
JPPM
Contact Email
jurnal_pls@fkip.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_pls@fkip.unsri.ac.id
Editorial Address
Jl. Palembang-Prabumulih, Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 23557370     EISSN : 26851628     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (p-ISSN: 2355-7370) menerbitkan artikel penelitian tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi secara nasional pada pengembangan pendidikan nonformal yang meliputi manajemen pembelajaran, manajemen program dan manajemen Institut dengan tujuan memajukan pengetahuan tentang teori dan praktik pendidikan nonformal di Indonesia . Masalah yang dibahas meliputi topik, (1) Pendidikan Berbasis Masyarakat: melek huruf, kesetaraan, kursus, pelatihan, keterampilan hidup, konseling komunitas, pemberdayaan masyarakat, pekerjaan sosial; (2) Pendidikan Berbasis Keluarga: pengasuhan anak, pendidikan anak usia dini, kelompok bermain, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
MENAKAR KOMPETENSI DAN PROFESI LULUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DI ERA DIGITAL shomedran Shomedran
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i1.11573

Abstract

Artikel ini bermaksud memberikan gambaran tentang kompetensi dan profesi dari lulusan Pendidikan Luar Sekolah di era digital saat ini. Sebagaimana diketahui bahwa era digital sudah mengubah sistem pekerjaan yang ada di masyarakat dengan lebih mengarah cara kerja beralih pada digitalisasi dimana tenaga manusia digantikan dengan teknologi digital. Profesi dari lulusan Pendidikan Luar Sekolah yang cukup luas cakupannya berkaitan dengan pendidikan di masyarakat diantaranya sebagai pamong belajar, penilik, instruktur, fasilitator, pendamping masyarakat, tutor, tenaga kependidikan di satuan Pendidikan Luar Sekolah dan PAUD dan pekerja sosial lainnya serta pekerjaan lain yang relevan. Profesi tersebut di era digital sekarang ini memerlukan kompetensi, keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan era digitalisasi yang harus dimiliki oleh lulusan Pendidikan Luar Sekolah sehingga mampu bersaing di masyarakat. Saat ini kompetensi era digital yang harus dimiliki oleh lulusan PLS setidaknya yakni kompetensi informasi dan literasi data, komunikasi dan kolaborasi, kemampuan menciptakan konten digital, keamanan termasuk menjamin pelindungan terhadap data dan kerahasiaan, kemudian kompetensi memecahkan dan mengatasi persoalan secara teknis. Kemudian kompetensi yang tidak kalah penting yang harus dimiliki yaitu kompetensi kepribadian, profesional, pedagogik dan kompetensi sosial.
PEMBINAAN MAHASISWA KADER SURAU PENERIMA BEASISWA YAYASAN BAITUL MAL DI OGAN ILIR Aan Irawan Aan irawan
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i1.10198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembinaan beasiswa kader surau dengan aspek pembinaan yang dilakukan antara lain pembinaan keagamaan, pembinaan kepemimpinan, pembinaan keterampilan dan pembinaan perilaku sosial pada Beasiswa Kader  Surau Yayasan Baitul Mal Bank Rakyat Indonesia Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, subjek pada penelitian ini adalah seorang mudaris (pembina) dan empat orang mahasiswa penerima beasiswa kader surau. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah pembinaan dilakukan dan dilaksanakan sesuai dengan tujuan pembinaan dan direncanakan dengan baik dibuktikan dengan adanya jadwal kegiatan setiap program yang akan dilaksanakan, dan juga aspek yang dikembangkan pada pembinaan beasiswa dirasakan sangat bermanfaat bagi pengembangan diri penerima beasiswa, hal demikian bisa dilihat dari banyaknya prestasi yang dicapai diantaranya juara lomba design, menjabat ketua organisasi internal dan eksternal kampus, dan menjadi delegasi Indonesia di Jepang pada acara Future Leader Camp Batik Festival, serta juara MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) baik tingkat kampus maupun Nasional. Pembinaan ini didukung dengan adanya mudaris yang mempunyai kapasitas dalam melakukan pembinaan serta manajemen waktu yang baik sehingga penerima beasiswa kader surau bisa membagi waktunya antara mengikuti pembinaan dan perkuliahan. Kata kunci :Pembinaan Beasiswa, Kader Surau 
ANALYSIS OF PARENTING LEARNING NEEDS jaenal mutakim; Elais Retnowati
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i1.9987

Abstract

The family is the first and foremost place of learning for children. Parents must be able to adjust and challenges to educate their childern to faced life in the future. Implemented education by parents builds children's readiness to adapt and learn new things, also have an impact on overall children's intelligence and emotional development. This study aims to obtain information about the types of parenting learning needs that are suitable for parents who have children’s, especially those who live along the Sukamakmur District, Bogor Regency, West Java. Researchers used a qualitative descriptive approach. The subjects of this study are elderly people with a vulnerable age of 17 to 60 years, the number of samples to be studied is 397 people. The results showed that the learning needs of parenting people are ways to overcome the problem of eating in infants, foster independence in children, overcome conflicts between children, teach worship, handle children entering  puberty, how to limit children from gadgets / cellphones, controlling while parents far away (LDR), the most pleasing thing about caregiving is when the child is active, the thing that most parents worry about is health problems and fall into negative society.
MODEL PEMBELAJARAN SEUMUR HIDUP BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEDESAAN PADA PKBM anan sutisna
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i1.9946

Abstract

Lifelong learning (life long education) has a large role in improving the quality of the human development index. The quality of education in rural communities is far behind and powerless, especially women. Development of the quality of women's education in rural areas needs to be done comprehensively by combining formal, non-formal and informal education. The learning approach used combines andragodi and heutagogi so that lifelong education can be successful. To accelerate the goal of educational development for rural women can be done by forming learning communities through Community Learning Centers (PKBM).Learning for rural women in PKBM needs to be integrated using information and communication technology (ICT) because the community lives in far-off places while learning needs to be done in stages and continuously (life long learning). The use of ICTs in learning for rural women will facilitate the process and interaction in learning. Providing skills and economic empowerment become the main material in learning for rural women. Through education and ICT the empowerment of rural women will be more effective and can improve the quality of life of women socially and economically.
Persepsi Siswa Homeschooling Terhadap Pembelajaran Online Budi Kurnia Suhaeri
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i1.9959

Abstract

Tujuan: Untuk mengidentifikasi kesiapan siswa untuk pembelajaran online, untuk menyelidiki preferensi dan persepsi mereka, dan untuk mengukur kualitas tutorial online. Bahan dan metode: Sebuah kuesioner pernyataan 14 diberikan kepada 40 siswa homeschooling tingkatan kelas 10-11 yang menggunakan pembelajaran online dalam 2 tahun belakangan ini. Para siswa menanggapi setiap pernyataan dengan menggunakan skala Likert. Hasil: Hasilnya menunjukkan persetujuan tinggi siswa (35% setuju dan 62% sangat setuju), pada kepemilikan keterampilan komputer yang diperlukan dan akses ke internet. 62% Whatsapp dan Email sangat membantu dalam komunikasi dan interaksi dengan guru dan siswa lain. Pembelajaran dengan Google Class room sangat membantu pembelajaran siswa yaitu 29% dan 50%. Sehubungan dengan preferensi belajar siswa, beberapa siswa lebih suka Google Class room (35%) dan video tutorial (21%) di atas kuliah tatap muka tradisional. Sementara sebagian besar siswa (41% sangat setuju dan 35% sangat setuju) lebih memilih kombinasi metode pengajaran tradisional dan tutorial online. Kesimpulan: Secara keseluruhan, sikap siswa positif tentang pembelajaran online. Siswa-siswa melihat pembelajaran online bermanfaat sebagai pelengkap untuk pembelajaran mereka daripada pengganti metode pengajaran tradisional
INTERAKSI KELUARGA JARAK JAUH MENGGUNAKAN SMARTPHONE DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Ica Purnamasari Purnamasari
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i1.11214

Abstract

AbstrakKeluarga merupakan satu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama ekonomi, berkembang, mendidik, melindungi dan merawat anggota keluarga. Tentu saja setiap anggota keluarga memiliki kewajiban dan hak yang berbeda sesuai dengan kodrat dan fungsinya masing-masing. Proses kehidupan, masyarakat mengalami perubahan seiring dengan tuntutan kebutuhan keluarga sehingga telah memaksa seseorang atau anggota keluarga untuk berpisah sementara atau berbeda tempat tinggal untuk bekerja, mengejar karir, dan kuliah. Walau demikian tugas dan fungsi masing-masing harus dijalankan sesuai dengan kodratnya. Fungsi pendidik dalam keluarga harus dilakukan untuk menciptakan keharmonisan baik didalam maupun di luar keluarga. Apabila terjadi disfungsi peran keluarga, akan terjadi krisis dalam keluarga. oleh karena itu, para orang tua harus menjalakan fungsi sebagai pendidik dalam keluarga dengan baik, fungsi pendidik dalam keluarga diantranya, fungsi biologis, ekonomi, kasih sayang, pendidikan, perlindungan, sosialisasi anak, rekreasi, status keluarga dan fungsi agama. Untuk memenjalankan tugas dan fungsi masing-masing keluarga yang tinggalnya jarak jauh, maka interaksinya akan berkurang. dengan adanya teknologi interaksi berupa smartphone interaksi keluarga menjadi mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan smartphone, keluarga bisa berinteraksi untuk menjalankan fungsi masing-masing. Penelitian ini adalah studi kasus (case study) dengan pendekatan kualitatif, teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan smartphone dapat melaksanakan interaksi keluarga untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Permasalahan yang dihadapi keluarga yang tinggal jarak jauh antara lain, masalah keterbukaan, masalah kejujuran, masalah kesetiaan, masalah ekonomi, masalah anak dan pemenuhan biologis. Upaya yang dilakukan keluarga jarak jauh dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga yaitu komitmen dan interaksi.
PENTINGNYA KEBIJAKAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA amanda triyansih oktavia; maria elisabeth uli farida
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i2.10531

Abstract

AbstrakPendidikan karakter adalah suatu hal yang sangat penting dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan dapat membantu manusia untuk menjadi cerdas dan pintar, atau membantu mereka menjadi manusia yang baik. Menjadikan manusia cerdas dan pintar, bisa jadi mudah dilakukan, tetapi menjadikan manusia agar menjadi orang baik dan bijak, mungkin jauh lebih sulit atau bahkan sangat sulit. Oleh karenanya pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk diterapkan dalam mendukung terwujudnya generasi penerus bangsa yang berkualitas Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Pendidikan karakter juga diperlukan untuk menumbuhkan watak bangsa yang bisa dikenali secara jelas, yang membedakan diri dengan bangsa lainnya, dan ini diperlukan untuk menghadapi situasi zaman yang terus berkembang. Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang berada dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan. Artinya, perkembangan budaya dan karakter dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial, budaya masyarakat, dan budaya bangsa, tujuan penerapan pendidikan karakter guna untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang menjadi faktor input dominan dalam pembangunan, Sumber daya manusia merupakan faktor fundamental yang penting dan merupakan investasi jangka panjang yang dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi sebagai aktor penggerak yang memiliki inisiatif atau ide, mengorganisasi, memproses, dan memimpin semua faktor produksi (Sumiati, 2019). Kebijakan diterapkannya pendidikan karakter sangat penting bagi Negara Indonesia, mengingat kualitas generasi muda saat ini yang kian hari melemahkan nilai moral yang dimilikinya, demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik tentu perlu upaya yang baik pula dari pemerintah terhadap dunia pendidikan yaitu salah satunya dengan menciptakan penguatan pendidikan karakter yang akan berakibat positif bagi generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta unggul dalam memepertahankan kedaulatan Indonesia dan membangun Indonesia
Evaluation of The Kelurahan Free Internet Program to support e-learning and e-marketing in Cilegon City dewi permana sari
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v8i1.13383

Abstract

The Kelurahan Free Internet Program is a program to provide free wifi in public facilities (wifi points) spread across 43 urban villages which is aimed at supporting economic and educational activities in the City of Cilegon during the Covid-19 pandemic. This study is aimed at obtaining information on how students and businesses can use the free internet in online learning activities and online marketing. The research method used is descriptive method using a qualitative approach. The research was conducted at 3 (three) wifi points with 3 respondents in each point including students, micro and small business actors and free internet managers. Semi-structured interviews were conducted and a list of questionnaire was compiled for the interview which was developed based on the related literature. The results of this study indicate that the free wifi program has been used by students and some business actors, both for online learning, online marketing or other uses. However, this has not been supported by good management, especially in the aspect of regulating operational hours, changing passwords periodically, monitoring usage and program assistance. For this reason, it is necessary to provide technical training for managers, use of wifi points for assistance to business actors as well as periodic monitoring from related agencies.Keywords: free wifi, online learning, online marketing.  
ANAK-ANAK MEMBAGIKAN PENGALAMAN; PRAKTIK DIGITAL DI KOMUNITAS Eko Sulistiono S. Pd. M. Pd
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 7, No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v7i2.13010

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan tentang praktik digital yang dilakukan oleh anak-anak dalam suatu komunitas. Pertanyaan penelitian yang memandu penelitian ini adalah; bagaimana pelaksanaan praktik digital anak dalam suatu komunitas? Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur, pada 19 artikel jurnal ilmiah yang terindeks. Studi ini menghasilkan studi empiris yang dapat digunakan sebagai acuan dalam memahami penggunaan teknologi digital pada anak-anak. Penerapan teknologi digital dapat mempererat hubungan dengan sesama anggota komunitas. Temuan utama yaitu terdapat empat partisipasi anak-anak dalam penggunaan teknologi digital, yaitu; partisipasi dikarenakan persahabatan, minat, berbasis pengetahuan dan kinerja serta pentingnya pengawasan dalam penerapan literasi digital.
Pemberdayaan masyarakat mengembangkan potensi desa sebagai desa wisata Sepriyan Arif Rahmadi
Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Vol 8, No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (JPPM)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppm.v8i1.12947

Abstract

AbstrakPemberdayaan pada hakekatnya adalah upaya pemberian daya atau peningkatan keberdayaan. Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai upaya untuk memandirikan masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam segala aspek pembangunan. Kemandirian buka berarti mampu hidup sendiri tetapi mandiri dalam pengambilan keputusan, yaitu memiliki kemampuan untuk memilih dan keberanian menolak segala bentuk bantuan dan atau kerjasama yang tidak menguntungkan. Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Salah satu pendekatan pengembangan wisata alternatif adalah desa wisata untuk pembangunan pedesaan yang berkelanjutandalam bidang pariwisata. Formula utama desa wisata terwujud dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Partcipatory Learning And Action (PLA) atau proses belajar serta praktik secara partisipatif. Dengan demikian, suatu desa wisata harus terus dan secara kreatif mengembangkan identitas atau ciri khas daerah.Terkait dengan pemodelan desa wisata, terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan yaitu; partisipasi masyarakat setempat, pengembangan mutu produk wisata pedesaan,pembinaan kelompok pengusaha setempat, dan keaslian. Keaslian akan memberikan manfaat bersaing bagi produk wisata pedesaan. Unsur unsur keaslian produk wisata yang utama adalah kualitas asli, keorisinalan, keunikan, ciri khas daerah dan kebanggaan daerah diwujudkan dalam gaya hidup dan kualitas hidup masyarakatnya secara khusus berkaitan dengan prilaku, integritas, keramahan masyarakat setempat.Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat, Desa Wisata.  

Page 6 of 12 | Total Record : 113