cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
duniafarmasi@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dunia Farmasi
ISSN : -     EISSN : 25483560     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Dunia Farmasi secara resmi yang dikelola oleh Program Studi S1 Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal review nasional, yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan Desember, April dan Agustus dengan topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada tema meliputi Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmakognosi, Fitokimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): Edisi April" : 6 Documents clear
Perbedaan Kadar Tanin Total Ekstrak Umbi dan Kulit Bawang Putih (Allium sativum L) secara Spektrofotometri UV-Vis Kurniawati, Evi; Lestari, Tri Puji
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6066

Abstract

Pendahuluan: Bawang putih (Allium sativum L.) dikenal sebagai tanaman yang kaya manfaat, diantaranya sebagai antibakteri, antihipertensi, antiinflamasi dan sebagai penurun kolesterol. Bawang putih juga dikenal dapat menghambat perkembangan sel kanker. Kandungan metabolit sekunder pada bawang putih yaitu saponin, alkaloid, dan tanin. Tanin merupakan senyawa polifenol yang terdiri dari gugus hidroksil dan karboksil. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar tanin total pada ekstrak umbi dan kulit bawang putih. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dalam ekstrak. Penentuan senyawa tanin dari ekstrak umbi dan kulit bawang putih menggunakan metode uji skrining dengan pereaksi FeCl3, identifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan penetapan kadar tanin total dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 740 nm. Hasil: Berdasarkan skrining didapatkan hasil terbentuknya warna hijau kehitaman, uji KLT didapatkan nilai Rf baku pembanding asam tanat sebesar 0,90 sedangkan nilai Rf ekstrak umbi bawang putih 0,86 dan ekstrak kulit bawang putih 0,89, sehingga ekstrak umbi dan kulit bawang putih terbukti mengandung senyawa tanin. Pada penetapan kadar tanin total dengan metode spektrofotometri UV-Vis diperoleh persamaan regresi kurva baku y=0,087x+0,086 dengan nilai R=0,9985. Kesimpulan: Hasil dari penentuan konsentrasi senyawa tanin total ekstrak umbi bawang putih didapatkan rata-rata 0,340 % b/b dan tanin total ekstrak kulit bawang putih didapatkan rata-rata 1,103 % b/b.
Pengaruh Basis CMC-Na terhadap Formulasi Sifat Fisik dan Stabilitas Sabun Nanopartikel AgNO3 Ekstrak Daun Turi (Sesbania grandiflora) Zulfa, Hayyinatuz
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6067

Abstract

Pendahuluan: Efektivitas pembuatan sabun dapat ditingkatkan melalui penggunaan teknologi Nano. Daun Turi mengandung senyawa yang mendukung sabun nanoteknologi dengan metode green synthesis Penambahan CMC-Na pada sediaan sabun dapat meningkatkan konsistensi sediaan dan menjaga kestabilan sediaan sabun. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh basis CMC-Na terhadap sifat fisik dan stabilitas sabun nano ag-ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora) Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut etanol 96% dengan 1 formulasi sabun, Ag-Ekstrak daun turi (Sesbania grandiflora) didapat menggunakan metode green synthesis untuk membuat nanopartikel koloid, kemudian dilakukan pengamatan sifat dan fisik menggunakan beberapa uji diantara nya uji organoleptik, uji pH, uji Viskositas, uji homogenitas, cycling test dan uji aktifitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi sumuran. Hasil: Sabun ekstrak daun turi dapat diformulasikan kedalam sabun nanopartikel dengan hasil uji organoleptik berwarna putih berbentuk cream yang lembut dan berbau khas. Didapatkan pH yang stabil nilai pH 6. Uji viskositas meghasilkan nilai 3970 cPs selama pengujian cycling test dan tidak terjadi perubahan pada sediaan sabun sehingga sabun masih sama, serta uji aktivitas antibakteri didapatkan zona hambat kategori sedang  Kesimpulan: CMC-Na berpengaruh terhadap sifat dan fisik sediaan sabun karena konsistensi dan kestabilan sediaan sabun terjaga
Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Tepung Kacang Gude (Cajanus cajan) sebagai Bahan Pembuatan Bioenkapsulasi Lactobacillus Casei Rahayu, Lina Oktavia
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.5481

Abstract

Pendahuluan: Lactobacillus casei merupakan salah satu jenis bakteri yang berfungsi sebagai bakteri probiotik. Idealnya probiotik harus mampu bertahan dan memiliki kemampuan berkembang biak dalam saluran pencernaan. Cara yang perlu dilakukan adalah penambahan prebiotik dan perlindungan probiotik dengan cara bioenkapsulasi. Salah satu jenis bahan alami yang dapat digunakan sebagai prebiotik sekaligus bahan bioenkapsulasi adalah tepung kacang gude (Cajanus cajan), karena mengandung antioksidan dan berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antioksidan tepung kacang gude dan kemampuan biokapsul tepung kacang gude dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Metode: Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu pembuatan tepung kacang gude, ekstraksi tepung kacang gude dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, pembuatan biokapsul, dan pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran terhadap E. coli. Hasil: Ekstrak tepung kacang gude memiliki nilai IC50 sebesar 850,47 ppm. Ekstrak tepung kacang gude dan biokapsul tepung kacang gude dapat menghambat pertumbuhan E. coli dengan diameter zona bening sebesar 11,01 ± 1,84 mm dan 13,68 ± 2,25 mm. Kesimpulan: Tepung kacang gude memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori yang lemah, namun berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan bioenkapsulasi bakteri probiotik karena kemampuannya dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Uji Potensi Antioksidan Formula Gel Ekstrak Buah Apel Manalagi (Malus sylveltris Mill) menggunakan CMC-Na sebagai Gelling Agent Lestari, Tri Puji; Kurniawati, Evi
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6071

Abstract

Pendahuluan: Tanaman buah apel manalagi (Malus sylvestris Mill) mengandung senyawa flavonoid golongan quercetin yang efektif sebagai penangkal radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji karakter fisik dan potensi antioksidan  sediaan gel ekstrak buah apel manalagi. Metode: Ekstrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak di formulasi menjadi bentuk sediaan gel pada konsentrasi 3,5%, 8,5% dan 10% . Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji pH uji daya sebar dan uji daya lekat serta uji aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak buah apel manalagi menggunakan metode DPPH .  Hasil: Hasil uji karakter fisik pada sediaan gel uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji homogenitas memenuhi syarat, terdapat sediaan yang tidak memenuhi syarat yaitu pada uji pH Formulasi I didapatkan hasil pH 7,92 serta hasil aktivitas antioksidan didapatkan nilai rata-rata IC50±SD secara berturut-turut formulasi I 34,690±0,00 ppm, formulasi II 30,017±5,22 ppm dan formulasi III 30,009±0,02 ppm yang di kategorikan semua formula memiliki daya antioksidan kuat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis anova  dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya antioksidan pada sediaan gel ekstrak buah apel manalagi dimana ketiga formulasi masuk dalam kategori antioksidan sangat kuat.
Identifikasi Komponen Atsiri Daun dan Kulit Buah Jeruk Rimau Gerga Lebong (Citrus nobilis blanco X Sinensis Osbeck) menggunakan GC-MS Rahmawati, Suci
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6026

Abstract

Pendahuluan: Jeruk gerga atau jeruk Rimau Gerga Lebong (RGL) merupakan komoditas jeruk unggulan Provinsi Bengkulu yang memiliki aroma khas dari kandungan minyak atsirinya. Bagian kulit buah jeruk dan daun merupakan bagian paling banyak menghasilkan minyak atsiri pada tanaman dengan genus Citrus. Tujuan: Mengidentifikasi komponen minyak atsiri dari daun dan kulit buah jeruk RGL menggunakan GC-MS (Gas chromatography–mass spectrometry). Metode: Sampel secara terpisah didistilasi dengan metode distilasi vakum untuk memperoleh minyak atsiri. Minyak atsiri dievaluasi rendemen serta komponen kimia penyusunnya menggunakan GC-MS. Hasil: Minyak atsiri pada daun dan kulit buah jeruk RGL dengan rendemen masing-masingnya adalah 0,07% dan 0,34%. Identifikasi GC-MS dari minyak atsiri sampel daun diperoleh 9 senyawa utama yaitu Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; Bicyclo [2.2.1] heptane,7,7-dimethyl-2-methylene; D-limonene; 5-isopropyl-2-methylbicyclo [3.1.0] hexan-2-ol; Isopulegol; Cis-Chrysanthenol; p-Cymen-7-ol; Alloaromadendrene oxide-(1); Longifolenaldehyde. Sedangkan, hasil identifikasi pada kulit buah diperoleh 10 senyawa utama yaitu 3-Carene; Cyclopentene,3-ethylidene-1-methyl-; Cyclohexane,1-methylene-4-(1-methylethenyl)-; alpha-Phellandrene; L-alpha-Terpineol; Citronellol; D-Carvone; Caryophyllene; Epizonarene; dan Cis-alpha-Bergamotene. Kesimpulan: Terdapat 9 dan 10 senyawa utama minyak atsiri daun dan kulit buah jeruk RGL.
Formulasi dan Sediaan Spray Kombucha Bunga Telang sebagai Produk Bioteknologi Farmasi dan Antifungi Fusarium Oxyporum Rezaldi, Firman; Kartina, Kartina; Susiyanti, Susiyanti; Maritha, Vevi; Kolo, Yuliana; Mubarok, Syariful; Fathurrohim, Muhammad Faizal
Jurnal Dunia Farmasi Vol 8, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v8i2.6056

Abstract

Pendahuluan: Formulasi dan sediaan spray secara alami dapat dimanfaatkan dari larutan fermentasi kombucha bunga telang sebagai salah satu upaya dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen penyebab penyakit maupun infeksi yang terjadi pada tanaman komoditas hortikultura. Tujuan: Membuat formulasi dan sediaan Spray dengan bahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentarsi yang berbeda dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxyporum. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium yaitu dengan cara membuat formulasi dan sediaan spray dengan bahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang pada konsentrasi gula sebesar 20%, 30%, dan 40%. Hasil: Konsentrasi gula pada sediaan spray kombucha bunga telang berbeda nyata dengan konsentrasi 20% dan 40% sebagai produk bioteknologi farmasi dan antifungi Fusarium oxyporum penyebab penyakit dan infeksi pada tanaman komoditas hortikultura dengan rata-rata diameter zona hambat adalah sebesar 14,03 mm yang termasuk kategori kuat.  Kesimpulan: Bahwa semakin tinggi konsentrasi gula sebagai substrat pada formulasi dan sediaan spray dengan bahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang, maka semakin berpotensi juga sebagai produk bioteknologi farmasi dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxyporum.

Page 1 of 1 | Total Record : 6