Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
JURNAL CAKSANA terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember berisi tulisan gagasan konseptual, kajian dan aplikasi teori, tulisan praktisi dan hasil penelitian dan pengajaran dalam bidang keilmuaan pendidikan anak usia dini.
Articles
215 Documents
Does token economy behaviour modification affect young children's discipline?
Solehudin, Rd. Heri;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v1i2.1943
Exhibiting disciplinary behaviour is synonymous with displaying good behaviour. It is required that every youngster should receive corrective measures. Teachers and parents should prioritise instilling disciplinary behaviour in children early on by consistently reinforcing it through vocal and non-verbal means. A token economy is a system of non-verbal rewards that can be used to change disciplinary behaviour in young children. The research methodology involved a comprehensive literature survey, followed by a meticulous analysis of the Miles and Huberman publication published between 2010 and 2018. The essay was published in reputable national and international journals as part of a comprehensive qualitative systematic literature review (SLR). These articles analyse the search results on Google Scholar for the terms "token economy" and "preschool," "token economic behaviour" and "token economic behaviour modification," and "token economic behaviour modification" and "ECD discipline behaviour," with a focus on "Token Economy, Disciplinary Behavior, Early Childhood." Discover freely accessible scientific articles that include 25 citations, offer comprehensive information, and are available for download. Assess classroom behaviours via descriptive qualitative research methodologies. Research indicates that a Token economy is a non-verbal reward used with children to enhance their behaviour. It is designed to serve as a means of recognition and positive stimulus for youngsters. Offering economic incentives to young children can involve distributing rewards such as stars, stickers, or cash as external motivators to encourage disciplined behaviour. The research findings demonstrate that the token economy, utilised as a method of behaviour modification in children, has been empirically validated as an efficacious approach for enhancing disciplinary behaviour through using tokens in the early stages of infancy.
PENDIDIKAN SEKSUAL MELALUI TEMA PEMBELAJARAN “DIRIKU” UNTUK ANAK USIA DINI (PENELITIAN DESKRIPTIF DI TK ISLAM CERDAS UMMAT, BOGOR)
Habibah, Nasya Devriane;
Darnis, Syefriani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v7i1.2090
Pendidikan seksual sangat penting bagi anak karena hal tersebut merupakan proses pengajaran dan pembelajaran yang difokuskan pada pengajaran dan pembelajaran berbasis kurikulum tentang aspek kognitif, emosional, fisik dan sosial seksualitas. Tujuan pendidikan seksual untuk membekali dan menyadarkan anak pentingnya menjaga kesehatan, kesejahteraan dan martabat mereka dengan cara penanaman perlindungan diri dalam mengembangkan hubungan sosial dan seksual yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menjelaskan pendekatan pembelajaran yang dilakukan saat pendidikan seksual awal pada siswa TK B di TK Islam Cerdas Ummat; 2) Menjelaskan implementasi pendidikan seksual awal melalui program tematik di TK Islam Cerdas Ummat. Metode Yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan Penelitian berupa: 1) Pendidik harus mengajarkan tentang perbedaan gender dan batasan aurat yang ada; 2) Pendidik harus menerapkan toilet secara baik dan benar; 3) Pendidik harus mengenalkan bagian-bagian anggota tubuh mana saja yang boleh dan tidak boleh disentuh; 4) Menggunakan metode pembelajaran dalam penerapan pendidikan seksual sejak dini menggunakan video, bercerita, tanya jawab atau diskusi dan bernyanyi. TK Islam Cerdas Ummat menggunakan metode: 1)Video animasi; 2) Bercerita; 3)Bernyanyi; 4)Tanya Jawab; 5) Lembar kerja. dan TK Isalam Cerdas Ummat mengajarkan anak dalam pengenalan gender; etika dan Adab Islam dalam penggunaan toilet; pengenalan batasan aurat; dan pengenalan anggota tubuh yang boleh di sentuh dan yang tidak boleh disentuh.
IS IMPLEMENTING DIGITAL LEARNING MEDIA BENEFICIAL IN STIMULATING EARLY CHILDHOOD LITERACY SKILLS?
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v1i2.1928
Bahasa merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang memerlukan keterlibatan terus-menerus untuk menjamin anak-anak memperoleh keterampilan verbal yang kuat. Kemampuan anak dalam mengekspresikan diri dan berkomunikasi secara efektif dengan lingkungannya erat kaitannya dengan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemanfaatan media pembelajaran digital untuk meningkatkan kemampuan membaca dini anak. Teknik ini menerapkan metode penelitian Kuantitatif dan memanfaatkan publikasi dan artikel resmi secara nasional sebagai alat pengumpulan data dan sumber referensi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan alat pendidikan digital untuk mengembangkan kemampuan membaca penting pada anak-anak. Keterampilan literasi mencakup indikator penting pengenalan kata, seperti keahlian dalam mengenali huruf, asosiasi bunyi-huruf, kesadaran fonemik, dan pemahaman aturan penulisan. Studi ini mengeksplorasi solusi permasalahan literasi dengan menggunakan aplikasi digital yang dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan siswa. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dan menggunakan teknik studi kasus, khususnya dengan melakukan observasi literatur pada tahun 2010 hingga 2018. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital dapat meningkatkan keterampilan literasi anak usia dini di lembaga PAUD secara signifikan dengan membekali guru dengan materi yang sesuai. sumber daya untuk memanfaatkan alat pendidikan ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sumber daya pendidikan digital dapat meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini di lembaga PAUD.
Preventing Stunting in Early Childhood and Its Effects on Educational and Economic Factors
Solehudin, Rd. Heri
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v2i1.1945
Stunting is an intractable problem. So far, parents' views on stunting are wrong. Parents believe stunted growth is inherited. Lack of growth, development, and other factors cause stunting, not genetics. Stunting is linked to inadequate exclusive breastfeeding and low parental education, especially among mothers. Early stunting indications are often undetected. Parents often view smallness as insignificant. Their children will mature. This project seeks ways to reduce early childhood stunting and its effects on schooling and employment. The research method comprised aA detailed literature survey and meticulous analysis of Miles and Huberman's papers from 2010 to 2018. Essays from a large qualitative systematic literature study were published in top national and international journals. Google Scholar search results for "stunting" and "prevention", "early childhood stunting", "prevention and impact", and "economic education" are analysed. The analysis focuses on "Prevention of Stunting in Early Childhood and its Impact on Educational and Economic Factors." Find accessible scholarly papers with at least 25 citations. These articles should be lengthy and printable. They should evaluate classroom behaviour using descriptive qualitative research. Harzing Publish or Perish retrieves articles. The findings show that most people understand stunting in children. Stunted children need to focus on school, which affects their future. The poor education of undernourished children hinders their labour market success, lowering income and weakening the economy. Posyandu's proven effectiveness in helping women track their kids' growth and development makes it essential. To help women without access to the Posyandu track their children's progress, the community needs a Mobile Posyandu. Village officials, midwives, and posyandu cadres are essential to a stunting-free Indonesia on its development path.
IMPLEMENTASI APE PUPPET THEATER DALAM MENSTIMULASI BAHASA ANAK USIA 3-4 TAHUN
Hasanah, Iklimatul;
Widjayatri, RR. Deni
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v7i1.1815
Limited vocabulary can affect aspects of a child's language. The understanding of children aged 3-4 years reaches 900 words. The aim of the research is to determine the implementation of APE puppet theater in stimulating language aspects of children aged 3-4 years. The subjects in the research were children aged 3-4 years at TKIT Villa Madani TK-A with a total of 18 children, 9 boys and 9 girls. In this research, the method used is descriptive qualitative. The research uses data collection techniques through observation and documentation. The results obtained in the research describe the implementation of the APE puppet theater at TKIT Villa Madani, TK-A class, in the initial conditions, the language aspects of children aged 3-4 years were in good condition. After the children were given the APE puppet theater, the indicator of ability to understand language was rated quite well, there were 10 children, 6 children with a fairly good rating, 2 children with a very good rating. Meanwhile, the indicator for expressing language received a poor assessment by 1 child, a fairly good assessment was achieved by 9 children and a good assessment was achieved by 8 children. It can be concluded that (a) educational puppet theater games can stimulate the language aspects of children aged 3-4 years with good assessments. (b) the form of strategy used in educational puppet theater games is storytelling. (c) Puppet theater games can train language understanding and language expression in children aged 3-4 years. (d) gender can influence language stimulation in children aged 3-4 years. (e) the existing understanding of children aged 3-4 years can increase by approximately 500 understandings according to the stories played in the APE puppet theater. (e) during the learning process using the APE puppet theater, the children looked enthusiastic.
Why may kindergarten-aged children's cognitive capacities be enhanced by "MOM" learning?
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v2i1.1938
Berpikir kemampuan kognitif sangat penting karena memungkinkan anak berpikir kritis, memahami, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar. Anak-anak dengan bakat mental yang kuat memiliki kapasitas untuk mengatasi tantangan apa pun yang mereka hadapi secara efektif, yang akan menjadi landasan yang menguntungkan bagi perkembangan mereka di masa depan. Media geometri membantu meningkatkan keterampilan ini dengan memberikan pengetahuan tentang bentuk pola dasar. Penekan geometri dapat digunakan untuk aktivitas seperti mengkategorikan dan mengidentifikasi bentuk, ukuran, dan pola yang memiliki penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metodologi Tinjauan Pustaka dan termasuk dalam kategori penelitian kualitatif, dimana peneliti tidak melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan kepekaan yang tinggi terhadap berbagai rangsangan di lingkungan mereka selama awal kehidupan. Saya ingin tahu rasanya. Untuk mengoptimalkan kapasitas kognitif anak, penting untuk membantu perkembangan komponen tinggi dan lebar secara efektif. Hal ini dapat dicapai dengan memasukkan media geometri ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Anak-anak dapat meningkatkan kapasitas kognitif mereka secara maksimal dengan terlibat dalam berbagai aktivitas yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Memanfaatkan media geometri dalam lingkungan pendidikan dapat meningkatkan kapasitas mental anak, seperti bakat spasial, penalaran abstrak, pemahaman prinsip matematika, berpikir logis, keterampilan memecahkan masalah, dan meningkatkan kreativitas.
Why is Loose Part an important learning medium for early childhood development?
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v1i1.1923
Early infants are good at imitation and are passionate learners who learn via play. They are curious and actively seek new information. To develop its qualities, early infancy needs appropriate play. Educational play materials and instruments are used in play. Loose sections media games help kids grow. This study reviews the literature on loose-part learning materials and suggests actions to improve early childhood development. A descriptive qualitative systematic literature review (SLR) using Miles and Huberman's analysis of 2010–2020 papers was used. The articles examined Google Scholar search results for "learning media" and "loose part," "loose part media" and "PAUD learning," and "loose part media" and "PAUD learning" with "cognitive abilities" in early childhood education. Harzing's publish or perish app aided the search. The publications are from respected national and international journals and were published in 2010–2020. The study focuses on Play Group (KB) and Kindergarten (TK) early childhood education at PAUD institutions. Find open-access papers with 25 references and detailed information, including PDF files. This study's findings concern the method. Classroom action research and analysis usually use descriptive qualitative research methods. Research typically involves 10–15 5- to 6-year-olds. Art and creativity are linked to cognitive development. Wood, bamboo, plastic, and recycled packaging are common loose-part materials. Loose party invitations have received little attention. Teachers' lack of experience managing loose component learning materials in PAUD causes most problems. Include invitation-based groups to boost children's multifarious development, use loose components more diversely to promote variation, and attend workshops to improve teachers' pedagogical skills.
ANALISIS PEMBELAJARAN MUSIK DAN GERAK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA 5-6 TAHUN
Yudi Santi, Sisilia Radea;
Darnis, Sefriani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v7i1.2096
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran musik dan gerak dalam meningkatkan perkembangan fisik motorik anak usia dini, khususnya usia 5-6 tahun. Seiring dengan pentingnya perkembangan motorik pada masa kanak-kanak, aktivitas musik dan gerak menjadi pendekatan yang potensial dalam mendukung keterampilan motorik halus dan kasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kontrol. Melalui observasi langsung dan analisis kuantitatif, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengaruh aktivitas musik dan gerak dalam pembelajaran pada peningkatan kemampuan motorik anak. Temuan penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, bagi pendidik, hasil ini mendorong penerapan aktivitas musik dan gerak secara terstruktur sebagai metode untuk mendukung perkembangan motorik anak. Integrasi kegiatan ini dalam pembelajaran sehari-hari dapat membantu anak mengasah koordinasi motorik kasar dan halus, yang penting bagi keterampilan fisik dan kesiapan akademik. Kedua, bagi pengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memasukkan elemen musik dan gerak sebagai pendekatan pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterampilan fisik tetapi juga berpotensi mendukung aspek kognitif dan sosial-emosional anak.
SPIRITUALITAS DALAM PENDIDIKAN KOSMIK MONTESSORI PADA ANAK USIA DINI
Darnis, Syefriani;
Maryati, Sri
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v6i2.1800
Penelitian ini merefleksikan konsep pendidikan kosmis yang dikemukakan oleh Maria Montessori sangat berkorelasi dengan visi kosmis dan rencana kosmis. Pendidikan Kosmik dianggap di sini sebagai arah fundamental dalam inti aslinya pemikiran Maria Montessori sejak awal abad kedua puluh. Di antara berbagai tatanan pertimbangan yang mendukung aktualitas pendidikan kosmik, ada dua di antaranya menyangkut makna spiritualitas dan wawasan spiritual yang dapat diperoleh dari kajian pendidikan kosmik yang bertujuan untuk menciptakan interaksi dengan berbagai bidang disiplin ilmu sebagai kesatuan visi dan pengembangan ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan tingkat eksistensial, pendidikan kosmik mencakup dan merangkum konsep-konsep pendidikan ekologi, pendidikan untuk perdamaian dan pendidikan untuk dunia, hingga pada titik di mana manusia dapat mengingat kembali implikasi pendidikan etika dan estetika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sebab sumber data maupun hasil penelitian dalam penelitian kepustakaan (library research) berupa deskripsi kata-kata.
A 2010–2018 systematic literature review found that educational game tools aid early childhood learning
Budiarti, Erna;
Darmayanti, Rani
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31326/jcpaud.v2i2.1939
Kemahiran guru dalam menggunakan teknik pengajaran berdampak pada kapasitas mereka untuk memanfaatkan strategi pembelajaran secara efektif. Pengajaran geometri secara efektif bergantung pada guru yang menggunakan taktik pembelajaran yang tepat dan selaras dengan sifat unik siswa. Guru selalu memilih materi pembelajaran yang disesuaikan dengan indikator-indikatornya, sehingga berkontribusi terhadap tercapainya keberhasilan dalam proses pembelajaran. Guru akan memastikan media dan teknik pembelajaran yang sesuai. Sarana dan prasarana mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan alat permainan edukatif dan memudahkan peningkatan tumbuh kembang anak sekaligus memberikan rangsangan pada anak usia dini kepada guru. Hal ini didasarkan pada alat permainan edukatif yang sesuai, yang dapat memfasilitasi terciptanya suasana belajar yang menyenangkan dan efisien bagi anak kecil. Memanfaatkan teknologi permainan edukatif ini akan memungkinkan pengajaran konten pendidikan anak usia dini bagi para guru. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan. Studi kepustakaan atau sastra dapat diartikan sebagai suatu upaya menyeluruh yang melibatkan pengumpulan data perpustakaan, membaca dan mendokumentasikan bahan penelitian, serta menganalisis data yang dikumpulkan. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alat permainan edukatif dapat menjadi bahan dan media pembelajaran yang bermanfaat bagi anak usia dini. Mereka mengembangkan perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak-anak melalui kegiatan pendidikan yang menyenangkan dan menarik.