cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PENJADWALAN TUTORIAL TATAP MUKA MENGGUNAKAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN Pismia Sylvi
Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.003 KB) | DOI: 10.33830/jp.v13i2.365.2012

Abstract

Effective face-to-face tutorial will be affected by some factors such as number of participants, the scattered locations, the lack of competent tutors, and the poor management system. Specifically, this problem was caused by (i) tutors who teach too many subjects, (ii) the mismanaged scheduling system that a tutor teaches in different classes at the same time. Through decision support system, scheduling is expected to become more effective and efficient. Constraint programming was used as a method to solve problems through mathematical calculation based on prerequisites and limitation. However, the lack of competent tutors remain a major obstacle in running face-to-face tutorial. Efektivitas pelaksanan tutorial tatap muka menjadi berkurang, antara lain akibat besarnya jumlah peserta , tersebarnya lokasi tutorial tatap muka, tidak kompetennya tutor, dan lemahnya sistem pembuatan jadwal tutorial. Masalah ketidakefektifan ini disebabkan oleh (i) adanya tutor yang yang mengajar untuk beberapa matakuliah, (ii) sistem penjadwalan yang tidak baik sehingga terdapat tutor yang mengajar pada beberapa kelas pada waktu yang sama. Dengan demikian penjadwalan tutorial menjadi masalah yang penting dalam pelaksanaan tutorial tatap muka. Melalui Sistem Pendukung Keputusan, penjadwalan tutorial diharapkan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk mencari solusi terhadap persoalan ini, digunakan Constraint programming. Cara ini didasarkan pada perhitungan matematika dengan memperhitungkan batasan-batasan yang ada. Namun demikian, kualitas tutor tetap merupakan kunci permasalahan. Kurangnya tutor yang berkompeten akan mempengaruhi efektivitas tutorial tatap muka.
PENGEMBANGAN BUKU ELEKTRONIK UNTUK SAINS DI SMP SBI DAN RSBI Diana Rochintaniawati; Ari Widodo; Tuszie Widhiyanti
Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.864 KB) | DOI: 10.33830/jp.v13i2.366.2012

Abstract

Research and development (R & D) of electronic books (e-book) for science in International Secondary Schools (RSBI and SBI) were conducted with the objective of providing science e-books as a source of learning for teachers and students of RSBI and SBI. With the development of this e-book, it was expected to develop an integrated understanding of science in students, develop students' language skills, and to develop skills in using information technology. The study was conducted by the method of R & D that begins with an analysis of national science curriculum and Cambridge curriculum. The e-book was presented in the form of integrated themes that combined concepts of physics, chemistry and biology written in English. From the results of feasibility study conducted on the use of the e-books it was found that the e-books were sufficiently met the criteria in terms of image presentation, animation, font used, English, exercises and student activities. In general, it was concluded that the e-book developed was creatively made and appropriate for learning source in secondary schools, particularly in RSBI and SBI. Penelitian Pengembangan Buku Elektronik untuk Sains di SMP SBI dan RSBI dilakukan dengan tujuan untuk menyediakan buku sains yang dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar bagi guru dan siswa SMP di RSBI/SBI. Dengan dikembangkannya buku ini, diharapkan pembelajaran sains dapat mengembangkan pemahaman sains siswa yang terintegrasi, mengembangkan kemampuan berbahasa siswa, serta mengembangkan kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi. Penelitian dilakukan melalui metode Reseach and Development (R&D) yang diawali dengan analisis kurikulum sains SMP berdasarkan KTSP dan kurikulum Cambridge. Penyajian buku berupa tema-tema yang mengintegrasikan konsep-konsep dalam fisika, kimia dan biologi dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Dari hasil uji kelayakan penggunaan buku yang dilakukan terhadap siswa SMP diperoleh bahwa e-book yang disusun memenuhi kriteria penggunaan e-book dalam aspek penyajian gambar, animasi, penggunaan huruf, penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, latihan serta kegiatan siswa. Secara umum, e-book yang dikembangkan dinilai memiliki kreativitas yang baik dan layak digunakan sebagai buku sumber dalam pembelajaran sains di SMP, khususnya di RSBI/SBI.
MODEL PENGEMBANGAN PROFESIONALSIME GURU BAHASA INGGRIS BERBASIS EVALUASI PROGRAM MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN Sumardi Sumardi
Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.593 KB) | DOI: 10.33830/jp.v13i2.367.2012

Abstract

This R & D-based study aims to (i) create a model of professional development of English Language Teacher (PDELT model), and (ii) identify the effectiveness of the model. The development procedure is based on the theory of Borg and Gall (1983), comprises 4 steps, namely (i) preliminary study, (ii) development of prototype, (iii) field test, and (iv) dissemination of results. Subjects were teachers of English Language as PDLET program participants, students involved, and 4 high school principals located in the district of Sragen, Central Java as represented public high school (SMAN) and Private High School. Results showed that the PDLET program should not rely on teacher training activities only, but should considered the non-training aspects, such as climate and working conditions in the school, group dynamics, and teacher's perception toward the program PDLET. Those aspects can create a conducive atmosphere that acts as a catalyst to improve the effectiveness of implementation model MGMP. The combination of training and educational activities simultaneously affect the change of teacher professionalism. Penelitian R & D-base ini bertujuan untuk (i) menciptakan model pengembangan profesional guru Bahasa Inggris (PDELT model), dan (ii) mengidentifikasi efektivitas model. Prosedur pengembangan didasarkan pada teori Borg dan Gall (1983), terdiri dari 4 langkah, yaitu (i) studi pendahuluan, (ii) pengembangan prototipe, (iii) uji lapangan, dan (iv) diseminasi hasil. Subyek penelitian adalah guru Bahasa Inggris sebagai peserta program PDLET, siswa yang terlibat, dan 4 kepala sekolah tinggi yang terletak di distrik Sragen, Jawa Tengah yang diwakili sekolah menengah umum (SMAN) dan Sekolah Tinggi Swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PDLET tidak harus bergantung pada kegiatan pelatihan guru saja, tetapi harus dianggap sebagai non-pelatihan aspek, seperti iklim dan kondisi kerja di sekolah, dinamika kelompok, dan persepsi guru terhadap PDLET program. Aspek-aspek dapat menciptakan suasana kondusif yang bertindak sebagai katalis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan model MGMP. Kombinasi pelatihan dan kegiatan pendidikan secara simultan mempengaruhi perubahan profesionalisme guru.
PENGARUH TUTORIAL ONLINE TERHADAP NILAI AKHIR SEMESTER (KASUS MATAKULIAH MANAJEMEN STRATEGI DI UPBJJ-UT BATAM) Albert Gamot Malau; Herman Herman
Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.601 KB) | DOI: 10.33830/jp.v13i2.369.2012

Abstract

This article discusses the influence of initiations materials, discussion and assignments in online tutorial to the final scores of Strategic Management course at Batam UTs regional center. There were at least 23% of respondents who stated their disagreement on each statement in the instrument. However, initiation materials, discussion and assignments were significantly influenced the final score. The three independent variables were able to explain 72,8% of variance in courses final score. Artikel ini membahas pengaruh inisiasi, diskusi dan tugas pada tutorial online terhadap nilai akhir semester pada matakuliah Manajemen Strategi di UPBJJ-UT Batam. Terdapat paling sedikit 23% responden menyatakan ketidak setujuan mereka sebagai jawaban terhadap pernyataan yang diberikan pada instrumen. Namun demikian, secara statistik, inisiasi, diskusi dan tugas mempengaruhi nilai akhir semester matakuliah secara signifikan. Ketiga variabel ini mampu menjelaskan varians pada nilai akhir semester sebesar 72,8%.
WEB-SUPLEMEN SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN E-LEARNING ILMU PERPUSTAKAAN Sri Suharmini Wahyuningsih
Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.565 KB) | DOI: 10.33830/jp.v13i2.370.2012

Abstract

E-learning is a model of learning carried out through the utilization of information and communication technology services such as internet, video/audio conferencing, or CD-ROM. It is a technology-based learning design of computer networks known as the world wide web (www). The design was developed through designing learning materials under a multimedia package and was integrated in a full online interactivity. Any form of learning components such as teaching or evaluation materials were distributed to learners through a computer network (online), so that learners who attended the program must be an IT literate person. In its implementation, e-learning could be applied to various fields of science including library science. Librarians who do such work require the ability and expertise to cataloging, indexing and classification. Web-based learning material helped students understand those materials easily. E-learning merupakan model pembelajaran yang dilakukan melalui pemanfaatan informasi dan layanan teknologi komunikasi seperti internet, konferensi video/audio, atau CD-ROM. E-learning merupakan suatu desain pembelajaran berbasis teknologi jaringan komputer yang dikenal sebagai world wide web (www). Desain ini dikembangkan melalui rancangan materi pembelajaran berdasarkan suatu paket multimedia terintegrasi dalam interaktivitas online. Segala bentuk komponen pembelajaran seperti bahan pengajaran atau evaluasi dibagikan kepada peserta didik melalui jaringan komputer (online), sehingga peserta didik yang mengikuti program ini haruslah orang yang melek IT. Dalam pelaksanaannya, e-learning dapat diterapkan pada berbagai bidang ilmu pengetahuan termasuk ilmu perpustakaan. Pustakawan yang melakukan pekerjaan seperti ini membutuhkan kemampuan dan keahlian untuk katalogisasi, pengindeksan dan klasifikasi. Materi pembelajaran berbasis web membantu siswa belajar dengan mudah.
MODEL PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PRA-MEMBACA-MENULIS BERBASIS KARAKTER Barokah Widuroyekti; Sulistiyono Sulistiyono
Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.899 KB) | DOI: 10.33830/jp.v15i1.371.2014

Abstract

The article draws on research that aims to develop a model of the development of pre-reading-writing ability of a character-based education in kindergarten. The study was used the Research and Development method involving teachers and children at three kindergartens in Jombang. The procedure consists of two phases study, the preliminary studies and model development. Data collected by observation, interviews, documentation, questioner techniques, validation testing experts, and the results are analyzed with qualitative analysis techniques. The results showed that teachers require manual and development model's to pre-reading-writing ability of a character-based, as well as scenario development activity. The model of development gives the possibility for children to develop the ability to recognize text and pre-reading-writing through story. Development model cantains character values on planning, include: objectives, materials, and activities, as well as the implementation, include: introduction, core, and closing activities. Artikel ini disusun berdasarkan penelitian yang bertujuan mengembangkan model pengembangan kemampuan pra-membaca-menulis berbasis pendidikan karakter di TK. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan melibatkan guru-guru dan anak-anak di tiga TK Kabupaten Jombang. Prosedur penelitian terdiri atas dua tahap, yakni studi pendahuluan dan pengembangan model. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner dan uji validasi pakar, serta hasilnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membutuhkan panduan dan model pengembangan kemampuan pra-membaca-menulis berbasis karakter, serta skenario kegiatan pengembangan. Model pengembangan yang dihasilkan memungkinkan anak mengenal tulisan dan mengembangkan kemampuan pra-membaca-menulis melalui cerita. Model pengembangan memuat nilai karakter pada komponen perencanaan, meliputi: tujuan, materi, dan kegiatan, serta pada pelaksanaan meliputi: pendahuluan, inti, dan penutup.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN KONFLIK KOGNITIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN HIGH ORDER MATHEMATICAL THINKING SISWA Jarnawi Afgani Dahlan; Ade Rohayati; Karso Karso
Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.857 KB) | DOI: 10.33830/jp.v13i2.372.2012

Abstract

As indicated by some researcher, cognitive conflicts arise from a collaborative learning when students ask their friends to redesign (co-construct) knowledge. Conceptually, cognitive changes that occured in a process of conflict or cooperation is a mistake. This argument claimed that a productive cognitive conflict occurs under a co-operative context, and not individual way. On the other hand, cognitive conflict rarely occurs in a collaborative or developing consensus process, but it occurs at a personal conflict (interpersonal) process. This study examines the implementation of cognitive conflict strategies in the learning of mathematics through individual and group learning in junior high school students. Through the design of Pre and Post Test Control Group Design, the result obtained that the quality of critical thinking skills, either through cooperative and individual learning were in the medium category. While improving students' ability to think creatively through learning cognitive conflict, either cooperatively or individually were in the low category. The test results showed that despite the increase in the ability to think in both groups are on the same level, there was a statistically significant difference. This also applied in the ability to think creatively, even if both were at low levels, but statistically it showed significant difference. The cognitive conflict approach through cooperative setting is recommended for use by teachers in teaching mathematics in schools. Beberapa peneliti menemukan indikasi bahwa konflik kognitif dalam pembelajaran muncul dari proses kolaboratif ketika siswa mengajak satu sama lain untuk mengkontsruksi bersama (co-construct) pengetahuan tersebut. Secara konseptual temuan itu merupakan sebuah kekeliruan. Klaim argumentasi ini adalah konflik kognitif yang produktif terjadi dalam konteks kooperatif, dan tidak secara individual. Dilain pihak konflik kognitif jarang terjadi dari proses kolaboratif dan proses penyusunan konsensus, tetapi justru pada saat konflik secara pribadi (interpersonal). Studi ini mengkaji implementasi strategi konflik kognitif dalam pembelajaran matematika melalui belajar berkelompok dan individual dengan subjek yang diteliti adalah siswa SMP. Melalui desain Pre and Post Test Control Group Design diperoleh hasil bahwa kualitas peningkatan kemampuan berfikir kritis baik yang belajar melalui kooperatif maupun individual berada dalam kategori sedang. Sedangkan peningkatan kemampuan berfikir kreatif siswa melalui pembelajaran konflik kognitif baik secara kooperatif maupun secara individual berada pada kategori rendah. Dari pengujian diperoleh kesimpulan bahwa walaupun peningkatan kemampuan berfikir kedua kelompok berada pada level yang sama, tetapi secara statistic berbeda secara berarti. Begitu juga untuk peningkatan kemampuan berfikir kreatif, walaupun keduanya berada pada tingkatan rendah, tetapi secara statistic meunjukkan perbedaan yang berarti.
PEMBELAJARAN INTEGRATIF DALAM MATAKULIAH MATERI DAN PEMBELAJARAN IPA SD DENGAN KONSEP DASAR IPA PADA MAHASISWA S1 PGSD UT SURABAYA Wuwuh Asrining Surasmi; Supardiyono Supardiyono
Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.12 KB) | DOI: 10.33830/jp.v15i1.373.2014

Abstract

To improve the quality of science education in elementary first step is to improve the quality of teachers and prospective science teachers in primary schools, especially in teacher education institutions, one of which is in UT. This study aims to describe the first implementation model of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts in the S-1 student PGSD pokjar Tuban. Secondly to describe the effectiveness of the implementation of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts in improving the mastery of basic science concepts and the ability to plan student learning in the S-1 PGSD pokjar Tuban. Third to describe the influence of the implementation of integrative learning in the course material and tutorial activities Elementary Science Lesson with IPA Basic Concepts on learning achievement and course materials to students of elementary Science Lesson S-1 PGSD Pokjar Tuban. This research is the development of learning tools such as: Design Activity Tutorial (RAT), Unit Events Tutorial (SAT), Draft Evaluation (RE), and the Student Worksheet (MFI). Software development refers to the four D model proposed by Thiagarajan and Semmel (1974:6). Learning tools developed quite fit for use, can improve the ability to make lesson plans and student learning outcomes. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan IPA di SD langkah pertama yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas guru dan calon guru IPA di SD, khususnya di lembaga pendidikan guru, salah satunya adalah di UT. Penelitian ini bertujuan untuk pertama mendeskripsikan model implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA pada mahasiswa S-1 PGSD pokjar Kabupaten Tuban. Kedua untuk mendeskripsikan efektifitas implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA dalam meningkatkan penguasaan konsep dasar IPA dan kemampuan membuat perencanaan pembelajaran pada mahasiswa S-1 PGSD pokjar Kabupaten Tuban. Ketiga untuk mendeskripsikan besar pengaruh implementasi pembelajaran integratif dalam kegiatan tutorial matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD dengan Konsep Dasar IPA terhadap prestasi belajar matakuliah Materi dan Pembelajaran IPA SD pada mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran yang berupa: Rancangan Aktivitas Tutorial (RAT), Satuan Acara Tutorial (SAT), Rancangan Evaluasi (RE), dan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM). Pengembangan perangkat mengacu pada four D model yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan Semmel (1974:6). Perangkat pembelajaran yang dikembangkan cukup layak digunakan, dapat meningkatkan kemampuan membuat RPP dan hasil belajar mahasiswa.
PENILAIAN PERFORMA DALAM PEMBELAJARAN SAINS R. Dicky Agus Purnama; Benny Agus Pribadi
Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.222 KB) | DOI: 10.33830/jp.v15i1.374.2014

Abstract

This article will elaborate the use of performance assessment to measure students competencies in learning science. What type of performance assessment appropriate to assess students learning outcome of science? The answer of this question is necessary for the teachers to determine the best assessment technique in science. Basically science can be considered as the root of knowledge and technology. Learning activities in science should be designed in order to facilitate students learning. It is a constructive process which requires students to study concepts inductively. Learning activities in science should be based on constructivism learning theory which encourages students to build their own knowledge and to apply it in the real world. Learning science should involve several essentials activities such as student involvement (engagement); extracting knowledge (exploration); presenting the findings (explanation); understanding knowledge (elaboration); and achievement learning competencies (assessment). It is necessary to implement performance assessment to measure the students learning outcome in science. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi implementasi penilaian performa siswa untuk mengukur kemampuan siswa dalam mempelajari isi atau mata pelajaran sains. Bentuk penilaian seperti apa yang diperlukan untuk mengetahui kompetensi siswa setelah mempelajari mata pelajaran sains? Jawaban terhadap pertanyaan ini sangat diperlukan untuk dapat merancang dan mengembangkan sistem penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam mata pelajaran sains. Sains atau science pada hakekatnya merupakan akar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Pembelajaran sains pada semua jenjang pendidikan perlu dirancang agar menarik dan bermakna bagi siswa. Aktivitas dalam pembelajaran sains harus memanfaatkan pendekatan dan teori belajar konstruktivistik yang mendorong siswa dapat membangun pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata. Pembelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik bercirikan belajar seperti: Keterlibatan siswa (engagement); penggalian pengetahuan (exploration); penjelasan (explanation); penjabaran (elaboration); dan penilaian (assessment). Dalam aktivitas pebelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik penilaian hasil belajar menekankan pada performa siswa dalam mengintegrasikan pengetahuan-fenomena alam. Artikel ini akan mengupas implementasi konsep penilaian performa atau performance assessmentdalam pembelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik.
PEMILIHAN BUTIR SOAL PADA RANCANGAN TES ADAPTIF BERDASARKAN EFFICIENCY BALANCED INFORMATION Agus Santoso
Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.567 KB) | DOI: 10.33830/jp.v15i1.376.2014

Abstract

One of the most popular item selection methods in the design of adaptive testing is Maximum Information Method. This method provides the items with the maximum information at a certain level of selecting ability. The lack of this method is rarely accurate in estimating the level of ability of the examinees at the beginning of the test and tends to select items with higher discrimination-parameter value than items with lower discrimination-parameter. It creates problem in maintaining item bank. Therefore, another method should be found. The objective of the study is to determine the performance of the application of the estimation method Balanced Efficiency Information (EBI) on the design of an adaptive test. This research was carried out through a simulation study in the setting of organizing the Open University final exams. Item bank for the purposes of simulation models based on 3 parameters Item Response Theory was contructed a total of 900 items were generated base on the ideal parameter of the item specifications. Two selection criteria items were simulated, namely Information Maximum and EBI Maximum. Those two criteria were also designed to meet the content balancing. This is to ensure that the algorithm is appropriate with the applicable UT modular learning, meaning items of each module were proportionally represented and suited the blueprint. The tests will be stopped at when the standard error of estimate ( standard error of estimation = SEE ) is 0.3.The study summarized that the algorithm of EBI was more accurate than the Maximum Information criteria in estimating performance capabilities of participants. This is indicated by the value of the bias and the standard deviation of EBI is smaller than Maximum Information criterias. Another advantage of the application of the EBI Maximum is optimally utilizing of the item bank. The items with low level of the discrimination-parameter will also be chosen at the begining of the test. The maximum information criterion is more efficient in terms of test length but less optimally of the item bank utilization. Salah satu metode pemilihan butir soal yang popular digunakan dalam rancangan tes adaptif adalah metode Informasi Maksimum. Melalui metode ini, butir soal yang memiliki informasi maksimum pada tingkat kemampuan tertentu akan dipilih dan diberikan kepada peserta tes. Namun kelemahan dari metode ini adalah kurang akurat dalam mengestimasi tingkat kemampuan peserta pada awal tes dan memiliki kecenderungan untuk memilih butir dengan nilai daya pembeda parameter butir yang tinggi dibandingkan butir dengan nilai parameter daya pembeda yang rendah, sehingga menimbulkan masalah pemeliharaan butir soal dalam bank soal. Karena itu dicari cara lain untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa hasil estimasi dari penerapan metode Efficiency Balanced Information (EBI) pada rancangan tes adaptif. Penelitian ini dilakukan melalui studi simulasi dalam setting penyelenggaraan ujian akhir semester Universitas Terbuka. Bank soal untuk keperluan simulasi dibangkitkan berdasarkan model Item Response Theory 3 parameter. Sebanyak 900 butir soal dalam bank soal bangkitan dengan spesifikasi parameter butir yang ideal. Dua kriteria pemilihan butir soal yang disimulasikan yaitu Informasi Maksimum dan EBI Maksimum yang juga dirancang agar memenuhi keseimbangan isi. Hal ini agar menjamin bahwa algoritma yang dihasilkan sesuai dengan pembelajaran moduler yang diterapkan UT, artinya butir soal setiap modul secara proporsional terwakili dan sesuai kisi-kisi. Aturan pemberhentian tes menggunakan kesalahan baku estimasi (standard error of estimation=SEE) sebesar 0,3. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa algoritma rancangan tes adaptif dengan kriteria EBI menghasilkan performa hasil estimasi kemampuan peserta yang lebih akurat dibandingkan kriteria Informasi Maksimum. Hal ini ditunjukkan oleh nilai bias dan simpangan baku pengukuran yang lebih kecil dibandingkan kriteria Informasi Maksimum. Kelebihan lain dari penerapan kriteria EBI Maksimum adalah kebermanfaatan bank soal lebih optimal karena butir-butir soal dengan tingkat daya beda rendah juga dimunculkan khususnya pada awal tes. Sedangkan kriteria Informasi Maksimum walaupun lebih efisien dari sisi panjang tes tetapi kurang optimal dalam memanfaatkan bank soal.