cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2024)" : 5 Documents clear
Eksistensi Lembaga Adat Laut dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Aceh Berkelanjutan: Kajian Literature Review Rahmawati, Rahmawati; Afriandi, Fadli
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.455

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kekayaan sumber daya hayati yang sangat potensial. Setelah dikeluarkannya Undang-undang Pemerintah Aceh, keberadaan lembaga adat diakui sebagai mitra pemerintah. Satu di antara lembaga adat yang diakui adalah lembaga adat laut yang dikenal Panglima Laot yang berfokus pada pengelolaan wilayah pesisir. Panglima Laot menjadi bukti kearifan lokal yang berpengaruh dalam pengelolaan kawasan pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran keberadaan atau eksistensi lembaga adat laut dalam pengelolaan wilayah pesisir Aceh secara berkelanjutan. Tulisan ini merupakan kajian kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka. Berdasarkan mesin pencarian literatur berupa Google Scholar menggunakan kata kunci panglima laot dan lembaga adat laot Aceh ditemukan 26 artikel yang terbit selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Lembaga adat laut berperan dalam menjaga keamanan laut dari penangkapan ikan secara ilegal, governasi sumber daya pesisir dan laut, serta pengembangan potensi melalui ekowisata Bahari. Keberadaan lembaga adat Panglima Laot diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pengelolaan pesisir yang keberlanjutan sesuai dengan konsep pengelolaan wilayah pesisir terpadu.
Karakteristik Fisikokimia, Hedonik dan Mikrobiologi Sirup Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris) Di Pokdarwis Cinta Bahari Sayuti, Mohammad; Salampessy, Randi B. S.; Salsabilla, Fitria Dwi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.432

Abstract

Di Desa Margasari, Lampung Timur manajemen obyek wisata dilakukan dengan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat melalui  Kelompok  Sadar  Wisata  (Pokdarwis), salah satu produk yang diproduksi adalah sirup mangrove. Sirup mangrove merupakan hasil olahan atau produk tradisional berbentuk minuman agak kental yang terbuat dari sari buah mangrove. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik mutu fisik (kekentalan), kimia (proksimat, kadar gula, vitamin C), hedonik, nilai AKG, logam berat dan mikrobiologi (ALT, Escherichia coli, Salmonella sp, Staphylococcus aureus, Khamir dan Kapang) sirup mangrove Pokdarwis Cinta Bahari dibandingkan dengan sirup mangrove komersial. Pengujian kadar air mengacu SNI 2354:2015, kadar abu SNI 2354:2010, protein Lowry dengan Spektrofotometri, Lemak SNI 2364:2017, Karbohidrat by difference, dan uji logam berat, Vitamin C, kadar gula dilakukan di Laboratorium Saraswati. Pengujian hedonic dilakukan oleh 30 orang panelis dengan. Pengujian ALT 2332.3:2015, Escherichia coli mengacu SNI 2332.1:2015, Staphylococcus mengacu SNI 2332.9:2015, Salmonella mengacu  SNI 2332-2-2006 serta Kapang dan Khamir mengacu SNI 2332.7-2015. Hasil kekentalan sirup mangrove Pakdarwis lebih encer dibandingkan dengan sirup komersial. Kadar protein, karbohidrat, abu dan gula sirup Pokdarwis lebih rendah dibandingkan sirup komersial akan tetapi berbanding terbalik dengan kadar airnya, selain itu keduanya juga tidak mengandung kadar lemak. Vitamin C untuk kedua sirup tidak terdeteksi, begitu juga untuk Logam berat merkuri (Hg), Timbal (Pb), Timah (Sn) dan Kadmium (Cd) sirup mangrove juga tidak terdeteksi. Hasil uji hedonik sirup mangrove mendapatkan nilai rata-rata 8. Hasil uji mikrobiologi sirup mangrove ALT, Escherichia coli, Staphylococcus, Salmonella sp, kapang dan khamir untuk kedua sirup masih memenuhi standar SNI 3544:2013. 
Peran Penyuluh Perikanan Tangkap Dalam Kegiatan Penyuluhan Perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman Metalisa, Rindi; Mahrunnisa, Mahrunnisa; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.392

Abstract

Penyuluh perikanan merupakan agen pembaruan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk memberdayakan masyarakat nelayan. Efektivitas kegiatan penyuluhan perikanan di pengaruhi oleh peran penyuluh dalam mengembangkan kemampuan nelayan sehingga tujuan kegiatan penyuluhan perikanan dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan. Segmen perikanan laut berpotensi untuk dikembangkan terutama di Kecamatan Batang Gasan, oleh sebab itu dibutuhkan pengembangan sumber daya manusia, di antaranya penyuluh perikanan dan nelayan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh perikanan dalam kegiatan penyuluhan perikanan di Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatra Barat. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2022, yang berlokasi di Batang Gasan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian menggunakan teknik survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara melalui kuesioner. Teknik accidental sampling digunakan untuk menentukan jumlah responden sebanyak 68 orang nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh perikanan belum optimal dalam melakukan proses penyuluhan perikanan. Hal ini terlihat dari kemampuan penyuluh dalam memotivasi dan memberikan edukasi kepada nelayan dalam mengelola usaha perikanan yang masih minim. Selanjutnya penyuluh perikanan memiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik dan mampu menjadi fasilitator dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan perikanan.
Pemetaan dan Analisis Kesesuaian Kawasan Konservasi Mangrove di Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC), Pantai Tamban, Kabupaten Malang Wijaya, Aphrodita Shelbyla; Semedi, Bambang; Iswahyudi, Iswahyudi; Alim, Dimas Syarif
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.443

Abstract

Konservasi ekosistem mangrove diperlukan karena adanya manfaat yang dapat diperoleh dengan mempertahankan setiap komponen lingkungannya. Dalam membatasi pemanfaatan yang berlebihan dan mencegah kerusakan alam perlu dilakukan perhitungan daya dukung kawasan. Penelitian ini di lakukan di Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC) Pantai Tamban, Kabupaten Malang, wilayah ini memiliki potensi mangrove yang besar dan jenis yang beragam. Data yang digunakan adalah data citra sentinel-2A yang dianalisis dengan pengindraan jauh, sistem informasi geografis (SIG) serta indeks vegetasi NDVI agar lebih efektif dan efisien. NDVI (normal difference vegetation index) digunakan untuk membedakan objek vegetasi mangrove dengan non-mangrove. Data citra satelit diunduh melalui situs resmi https://scihub.copernicus.eu/ sebagai penyedia data citra satelit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lokasi penelitian sebagai kawasan konservasi mangrove untuk mengurangi risiko degradasi ekosistem mangrove dan memberikan masukan dalam penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Gunung Piting Mangrove Conservation (GPMC) dinilai sesuai untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi mangrove karena hasil analisis kesesuaian lahan BAIK dan memenuhi kriteria indeks kesesuaian lahan dengan kategori sesuai (S2).
Pendampingan Masyarakat Perikanan melalui Pengembangan Mina Eduwisata Kampung Nila Kawali, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat Yunisa, Firda; Eliyani, Yuke; Susilawati, Tuti; Sobari, Ahmad
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v18i1.463

Abstract

Kampung Nila Kawali merupakan salah satu lokasi di Kabupaten Ciamis yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa mina eduwisata. Konsep ini mengintegrasikan teknologi perikanan, pendidikan dan edukasi. Kegiatan pengembangan mina eduwisata ini memerlukan adanya implementasi secara menyeluruh, melalui kegiatan penyuluhan pemberdayaan kelompok perikanan. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan mengevaluasi peningkatan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan sasaran mengenai konsep pengembangan mina eduwisata, demonstrasi cara olahan ikan, dan pengenalan dunia perikanan. Pendekatan yang digunakan untuk mengimplementasikan kegiatan berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi cara. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara dan evaluasi pre test dan post test melalui kuesioner kepada 35 orang responden. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan dari 20 Februari sampai dengan 20 Mei 2023 di Kampung Nila Kawali. Hasil yang diperoleh untuk pengembangan Mina Eduwisata menunjukkan adanya peningkatan aspek pengetahuan sebesar 22,4% dan sikap 19%, Demonstrasi cara olahan ikan mengalami peningkatan pengetahuan 33,8%, sikap 17,95% dan keterampilan 42,6%. Penyuluhan pengenalan dunia perikanan mengalami peningkatan pengetahuan 30%, sikap 21,4%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5