cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
Semipurifikasi dan Karakterisasi Kolagenase dari Organ Dalam Ikan Bandeng (Channos channos, Forskal) Tatty Yuniarti; Tati Nurhayati; Agoes M Jacoeb
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v4i2.22

Abstract

Aktivitas enzim-enzim proteolisis seperti kolagenase, dapat memecah proteinmenjadi molekul yang lebih sederhana (autolisis) mengakibatkan terjadinya pelemasandaging ikan pada fase post mortem. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui sifat-sifatenzim tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memurnikan dan mengkarakterisasienzim kolagense dari organ dalam bandeng. Enzim kolagenase telah dapat dimurnikan dariorgan dalam bandeng (Chanos chanos, Forskal), dengan ekstraksi dan pengendapanmenggunakan ammonium sulfat. Tingkat kelipatan pemurnian yang dihasilkan 2,347 danyield adalah 35,42. Karakterisasi kolagenase menunjukkan suhu optimum 50 oC dan pHoptimum 8-9. Enzim kolagenase dapat dihambat dengan kuat oleh serine proteinaseinhibitor (PMSF)dan meningkat aktivitasnya dengan penambahan Ca2+ dan Na+, enzimkolagenase ini stabil pada 10-50 oC and pH 8-9.
Kapasitas dan Kinerja Pengelolaan Usaha Akuakultur Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Tasikmalaya Hermawan, Aan
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v11i3.93

Abstract

Penelitian ini menganalisis kapasitas dan kinerja pengelolaan usaha akuakultur anggota kelompok pembudidaya ikan, dan menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhinya. Penelitian survey dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya, pada bulan Januari sampai Februari 2016, dengan responden penelitian sejumlah 105 orang anggota kelompok pembudidaya ikan yang dipilih secara acak kelompok. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas anggota kelompok pembudidaya, yang mencakup kemampuannya mengakses input produksi, mengelola proses produksi (on farm), dan memasarkan hasil produksi tergolong pada kategori sedang sampai tinggi. Kinerja usaha menguntungkan dan layak dari variabel pendapatan, namun keberadaan kelompok bagi anggota belum mampu meningkatkan produktivitas usaha budidaya ikan. Hasil analisis SEM menunjukkan karakteristik pembudidaya ikan, dukungan kondisi kelompok, dukungan layanan penyuluhan, dan keterlibatan pembudidaya dalam kelompok, positif signifikan memengaruhi kapasitas pembudidaya ikan dalam pengelolaan usaha. Hanya variabel dukungan kelompok yang berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat produktivitas usaha dan berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pendapatan pembudidaya ikan, yang mengindikasikan perlu adanya perbaikan manajemen kelompok pembudidaya ikan.
Analisis Struktur Pasar pada Pemasaran Ikan Mas (Cyprinus Carpio L) di Kelompok Mina Sampan Kayu Kec. Kintamani Kab. Bangli Provinsi Bali Supena, M Harja
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v7i1.40

Abstract

Ikan Mas (Cyprinus carpio L) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang potensial di Kabupaten Bangli. Kabupaten Bangli terdiri dari atas 4 kecamatan yaitu Susut, Bangli, Tembuku, dan Kintamani. Berdasarkan potensi perikanan tersebut, tingkat produksi budidaya perikanan di Kabupaten Bangli terus meningkat yaitu mencapai 1.004,41 ton pada Tahun 2009. Dari jumlah produksi tersebut Ikan Mas memberikan kontribusi sebanyak 452,15 ton. Penelitian dilakukan di Kelompok Pembudidaya “Mina Sampan Kayu” Kabupaten Bangli sebagai pasar produsen dan Pasar Sakti Mina Kabupaten Bangli sebagai pasar konsumen. Ruang lingkup penelitian difokuskan kepada Ikan Mas (Cyprinus carpio L). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan metode deskriftif dengan jenis penelitian studi kasus. Analisis struktur pasar Ikan Mas dilakukan dengan pendekatan Structure-Conduct- Performance. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Struktur pasar Ikan Mas di Kelompok Pembudidaya “Mina Sampan Kayu” Kabupaten Bangli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur pasar Ikan Mas di Kelompok Pembudidaya “Mina Sampan Kayu” adalah pasar persaingan tidak sempurna (imperfect competitive market) yang cenderung mengarah pada sistem pemasaran monopoli. Bertitik tolak dari hasil penelitian tersebut, alternative solusi perbaikan sistem pemasaran Ikan Mas yang perlu dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Bangli adalah : 1). Perbaikan infrastruktur sarana transportasi, terutama perbaikan jalan yang rusak, dan 2). Melakukan penyuluhan perikanan yang lebih intensif sehingga akan muncul kelompok-kelompok pembudidaya Ikan Mas lainnya.
Pengaruh Salinitas Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Zaidy, Azam Bachur
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v3i2.9

Abstract

Lele merupakan komoditas ikan air tawar komersial dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, pemasarannya relatif mudah dan modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan lele yang dipelihara pada salinitas yang berbeda.Uji adaptasi lele ini dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember 2008, bertempat di hatchery Program Studi Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu perbedaan salinitas media sebesar 0, 5 dan 10 ppt dengan masing-masing 3 ulangan. Benih lele dengan berat rata-rata 6.5 g sebanyak 10 ekor, dimasukkan ke dalam akuarium 90 x 40 x 40 cm. Selama percobaan ikan diberi pakan pellet sebanyak 3-5%/hari dengan frekuensinya 3 kali/hari. Parameter yang diukur suhu, salinitas, pH, DO, bahan organik, pertumbuhan individu, kelangsungan hidup dan biomas. Hasil analisis data akan dibandingkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan lele antar perlakuan.Kondisi kualitas air dengan salinitas 0, 5 dan 10 ppt selama percobaan cukup layak untuk kehidupan lele dan dapat tumbuh dengan baik. Kelangsungan hidup lele yang dipelihara pada lingkungan dengan salinitas 0, 5 dan 10 ppt yaitu sama 100%. Perkembangan biomas pada pada salinitas 0, 5 dan 10 ppt sampai hari ke 20 tidak berbeda nyata. Pada hari ke 30 sampai dengan hari ke 50, lele yang dipelihara di salinitas 0 dan 5 ppt memiliki berat biomas lebih tinggi dibandingkan lele yang hidup di salinitas 10 ppt.
Penggunaan Analytical Hierarchy Process dalam Penentuan Prioritas Penyuluhan Perikanan di Wilayah Perkotaan pada Pengelolaan Usaha Budidaya Perikanan: Kasus di Kota Bogor Fahrur Razi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v10i1.67

Abstract

Kegiatan penyuluhan budidaya ikan merupakan salah satu faktor yang dianggap penting untuk diterapkan dengan baik di Bogor sebagai salah satu wilayah perkotaan di negara ini. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan materi/informasi penyuluhan perikanan yang akan disampaikan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dan aspek-aspek terkini dalam usaha budidaya perikanan di wilayah perkotaan; (2) menentukan prioritas terhadap materi/ informasi penyuluhan perikanan; (3) menentukan pilihan alternatif sebagai strategi penyuluhan perikanan yang efektif pada pengelolaan usaha budidaya ikan di wilayah perkotaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain eksplorasi yang diarahkan untuk memprioritaskan isu-isu tersebut dengan menerapkan Analytical Hierarchy Process (AHP). Sampel penelitian merupakan panel pakar/ahli yang terdiri dari sembilan responden (mewakili pembudidaya ikan, pejabat pembina, pengambil keputusan, dan akademisi) dibentuk untuk mengembangkan prioritas masalah penyuluhan budidaya perikanan secara sistematis dengan menggunakan AHP. Ada delapan isu utama yang digunakan dalam penelitian ini, dimana setiap isu terdiri dari tiga sampai lima sub isu. Metode analisis data pada penelitian ini terdiri dari: (a) penilaian/pembandingan elemen berpasangan; (b) penyusunan matriks eigenvector berpasangan ternormalisasi dan uji konsistensi; dan (c) penetapan prioritas pada masing-masing hirarki. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan budidaya yang ramah lingkungan dan pelestarian ekosistem berada dalam prioritas utama dari kriteria materi/informasi penyuluhan di kota Bogor. Pengembangan usaha budidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan adalah prioritas lain yang dianggap sebagai sub-kriteria utama dari materi/informasi penyuluhan budidaya perikanan. Selain itu, juga ditemukan bahwa kegiatan penyuluhan budidaya perikanan berbasis keterampilan adalah strategi yang paling efektif di daerah perkotaan seperti Kota Bogor.
Dampak Pariwisata Bahari Terhadap Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Nusa Penida, Bali Iis Jubaedah; Pigoselpi Anas
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.124

Abstract

Wilayah Perairan Nusa Penida memiliki luas 20.057 ha dengan tingkat keanekaragaman hayati pesisir dan laut yang tinggi serta merupakan sumber mata pencaharian masyarakat setempat terutama dari perikanan dan pariwisata bahari. Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang cukup potensial serta memiliki keindahan alam yang unik sehingga menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung. Namun sekarang menghadapi beberapa ancaman yang cukup serius. Selain kerusakan alami, kerusakan ekosistem terumbu karang juga disebabkan akibat adanya aktivitas manusia. Pengambilan data telah dilakukan pada bulan November 2017. Penelitian bertujuan untuk mengkaji dampak pariwisata bahari terhadap keberadaan ekosistem terumbu karang: menganalisis luasan tutupan terumbu karang, kelimpahan dan biomas ikan. Metode penelitian observasi lapangan dilanjutkan wawancara dengan responden melalui Focus Group Discussion. Data lain yang dikumpulkan diperoleh dengan studi pustaka, dan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) kawasan konservasi, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisi dan Laut (BPSPL). Pariwisata bahari di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida berdampak pada penurunan luasan tutupan karang keras sebesar 4,0%. Demikian juga persentase penutupan karang hidup relatif mengalami penurunan sebesar 2,7%. Namun kepadatan rata-rata ikan karang per hektar mengalami peningkatan dari 1253,6 menjadi 2813,7 individu.ha-1, demikian juga biomasnya rata-rata mengalami peningkatan dari 347,2 kg.ha-1 menjadi 468,1 kg.ha-1.
Identifikasi Potensi Perikanan di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat Santi Novita Sari; Tatty Yuniarti; Syarif Syamsuddin
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.113

Abstract

Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Salah satunya adalah Kecamatan Sindangkasih. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi perikanan meliputi SDA, SDM, kondisi perikanan dan potensi perikanan di Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan metode survei. Metode analisis deskriptif ini digunakan untuk data kualitatif yang disajikan dalam bentuk uraian dan tabulasi sederhana seperti tabel, diagram, grafik. Hasil dari penelitian ini yaitu potensi wilayah di Kecamatan Sindangkasih kondisi geografisnya bervariasi dari antara datar hingga bergelombang, ketinggian yang berbeda – beda setiap desa yang ada di Kecamatan Sindangkasih serta memiliki luas lahan yang berbeda- beda dari luas lahan 1,69 ha hingga luas yang paling besar yaitu 6,03 ha. Kecamatan Sindangkasih memilki luas lahan potensial perikanan sebesar 162,83 ha dan lahan aktual perikanan sebesar 147,30 ha. Lahan nyang berpotensi dikembangkan sebagai sebagai usaha budidaya Ikan Gurame adalah lahan pekarangan rumah dan lahan persawahan yang dialih fungsikan sebagai lahan budidaya Jumlah penduduk di Kecamatan Sindangkasih sebanyak 46.734 jiwa. Sebanyak 3.002 jiwa penduduk di Kecamatan Sindangkasih memiliki usaha di bidang perikanan Penduduk yang Sarana dan prasaran sebagai penunjang kegiatan budidaya sudah cukup terpenuhi oleh pemerintah Kecamatan Sindangkasih. Kesimpulan dari penelitian ini adalah luas lahan perikanan yang berpotensi dan dukungan pemerintah yang sudah cukup belum menjadikan kegiatan budidaya perikanan ikan gurame sebagai pekerjaan utama para pembudidaya, namun masih sebagai pekerjaan sampingan dengan anggapan bahwa keuntungan yang didapatkan masih sedikit.
Potensi Usaha Perikanan di Desa Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Sukma Budi Prasetyati; Nur Baety Alifiani; Lenny S Syafei; Sobariah Sobariah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.120

Abstract

Proses atau wadah pembelajaran bagi pelaku usaha maupun pelaku utama yang disebut dengan penyuluhan tidak pernah terlepas dari media yang berkaitan dengan teknologi. Media berperan untuk memperoleh data berupa data geografis maupun informasi yang bersifat umum maupun khusus. Media juga yang berperan penting dalam penyampaian inovasi mengenai teknologi dalam bidang perikanan. Adanya perkembangan teknologi, tentunya memudahkan pengumpulan data dan informasi yang berguna bagi kegiatan penyuluhan yang akan dilakukan. Kecamatan Bantargadung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari tujuh desa yaitu Limusnunggal, Buanajaya, Bojonggaling, Bantargebang, Bantargadung, Mangunjaya, Boyongsari. Kecamatan Bantargadung memiliki potensi perikanan di bidang pengolahan ikan pindang dan budidaya dengan komoditas utama ikan lele dan nila. Karenanya metoda penelitian ini adalah mengumpulkan, mengolah serta menyusun data perikanan dan menganalisis permasalahan perikanan di Kecamatan Bantargadung. Penelitian ini  dilaksanakan pada tanggal 1-30 November 2018 di Kecamatan Bantargadung. Penentuan sampel menggunakan Rumus Slovin dengan persentase error 20%. Pengumpulan data sekunder dan primer menggunakan dua metode yaitu dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung ke lapangan. Kecamatan Bantargadung memiliki tujuh desa dengan dua desa yang saat ini kegiatan perikanannya sudah berkembang. Potensi perikanan yang mungkin untuk dikembangkan adalah Pengolahan Ikan Pindang serta budidaya ikan air tawar.
Analisis Permasalahan Usaha Garam Rakyat di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan Al Farisi Aminuloh; Lilis Supenti; Kamsiah Kamsiah
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.116

Abstract

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan mengenai (1) karakteristik dan potensi usaha garam (2) sistem produksi tambak garam (3) sistem usaha tambak garam (4) sistem sosial dan penyuluhan tambak garam. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan, pada bulan November 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kecamatan Kwanyar memiliki ketersediaan air laut sebagai bahan baku pembuatan garam sepanjang tahun sehingga berpotensi dalam usaha tambak garam rakyat; (2) di Kecamatan Kwanyar memiliki permasalahan sistem produksi yaitu kegiatan dipengaruhi oleh musim, usaha tambak garam konvensional hanya dilakukan ketika musim kemarau (3) sistem usaha perikanan di Kecamatan Kwanyar masih belum memiliki lembaga permodalan dan pemasaran yang dapat membantu proses pembangunan skala usaha tambak garam; (4) Belum terdapatnya penyuluhan dan sosialisasi inovasi di bidang usaha garam di Kecamatan Kwayar Kabupaten Bangkalan. Kecamatan Kwanyar memiliki potensi kelautan dalam usaha produksi garam dan permasalahan yang harus segera diselesaikan.
Potensi dan Permasalahan Perikanan Budidaya di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Nadia Ichtifa; Ganjar Wiryati; Pigoselpi Anas
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v13i1.121

Abstract

Identifikasi potensi suatu wilayah merupakan salah satu langkah awal untuk menggali data dan informasi yang dilakukan secara partisipatif untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah. Didukung dengan data yang lengkap dan valid. Metode pengambilan data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling dengan menetapkan pertimbangan tertentu. Dari jumlah populasi pembudidaya terdapat 24 RTP yang tergabung pada 7 kelompok pembudidaya. Kecamatan Caringin memiliki luas wilayah 3.542,362 Hektar yang terbagi kedalam 9 desa diantaranya terdapat lahan budidaya seluas 39,5 Ha dengan sumber pengairan dari irigasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi potensi dan permasalahan perikanan pada sistem produksi perikanan, sistem usaha perikanan dan sistem penyuluhan perikanan di Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Hasil identifikasi menunjukan bahwa kegiatan budidaya di Kecamatan Caringin didominasi oleh pembenihan dan pendederan komoditas ikan nila serta pembenihan ikan lele. Dari teknologi yang digunakan seluruhnya masih bersifat tradisional diatandai dengan tidak adanya pemberian pakan. Produksi pembenihan ikan nila rata rata 72 liter.siklus-1, produksi pendederan ikan nila rata-rata 163.625 ekor.siklus-1 dan produksi pembenihan ikan lele rata rata 1.200 ekor.siklus-1. Alur pemasaran yang digunakan pembudidaya yaitu alur pemasaran semi langsung dan tidak langsung. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan penyuluh perikanan di Kecamatan Caringin menggunakan metode anjangsana dan pertemuan kelompok.

Page 11 of 24 | Total Record : 234